Pub Date : 2022-06-30DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6191
Zainiya Anisa
Indicators of state progress can be measured based on the level of progress in the field of education. At present there is an inequality of quality in the world of Indonesian education, one of which is in Madrasah Tsanawiyah (MTs). From the data the researchers obtained, the number of private MTs dominated compared to public MTs, but their existence was not. However, in West Lombok there are several private MTs that have a good image and therefore have a good existence, including the Integrated Islamic School (SIT), natural madrasah, and tahfizul Qur'an. This study aims to determine branding carried out in Modern Islamic Schools, and what are the issues related to the implementation of branding in modern Islamic schools. The research method used is library research. The results of this study are, 1) Institutions make school characteristics. Then it was found that SDIT collaborated between science and tahfiz al-Qur'an and used public relations management. Madrasah Alam develops project-based learning with an independent learning pattern. And Tahfizul Qur'an, which makes a superior program by memorizing the Al-Qur'an, 2). Issues related to the branding of modern Islamic schools, namely students are positioned in a market orientation so that education is no longer based on knowledge and the talent needs of students, and there is a financing gap in the world of Islamic Education. Keywords: Branding, Modern Islamic School, Integrated Islamic School, Madrasah Alam, Tahfizul Qur'an Abstrak: Indikator kemajuan negara dapat diukur berdasarkan tingkat kemajuannya dalam bidang pendidikan. Saat ini terjadi ketidakmerataan kualitas dalam dunia Pendidikan Indonesia, salah satunya ada pada madrasah tsanawiyah (MTs). Dari data yang peneliti dapatkan, jumlah MTs swasta mendominasi dibandingkan dengan MTs Negeri, namun tidak dengan eksistensinya. Akan tetapi, di Lombok Barat ada beberapa MTs swasta yang memiliki image yang bagus sehingga memiliki eksistensi yang baik, diantaranya yaitu Sekolah Islam Terpadu (SIT), madrasah alam, dan tahfizul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding yang dilakukan di Sekolah Islam Modern, dan Apa isu terkait dengan pelaksanaan branding di sekolah Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) Lembaga membuat ciri khas sekolah. Kemudian ditemukan bahwa SDIT mengolaborasikan antara sains dengan tahfiz al-qur’an dan menggunakan manajemen public relationship. Madrasah Alam mengembangkan pembelajaran berbasiskan proyek dengan pola merdeka belajar. Dan Tahfizul Qur’an, yang membuat program unggulan dengan menghafalkan Al-Qur’an, 2). Isu-isu terkait branding sekolah Islam modern yaitu peserta didik diposisikan pada orientasi pasar sehingga pendidikan bukan lagi berbasis keilmuan dan kebutuhan bakat peserta didik, dan adanya kesenjangan pembiayaan dalam dunia Pendidikan Islam.
国家进步的指标可以根据教育领域的进步水平来衡量。目前,印度尼西亚的教育质量不平等,其中之一就是伊斯兰教学校(mt)。从研究人员获得的数据来看,与公立医院相比,私立医院的数量占主导地位,但它们的存在并不明显。然而,在西龙目岛,有几所私立mt有良好的形象,因此有很好的存在,包括综合伊斯兰学校(SIT),天然伊斯兰学校和塔菲兹古兰经。本研究旨在确定现代伊斯兰学校开展的品牌推广,以及现代伊斯兰学校实施品牌推广的相关问题。使用的研究方法是图书馆研究。研究结果表明:1)制度塑造学校特色。然后发现SDIT在科学和古兰经之间进行了合作,并使用了公关管理。Madrasah Alam以独立的学习模式开发基于项目的学习。还有tatahfizul Qur’an,通过背诵古兰经来制作优秀的节目,2)。关于现代伊斯兰学校品牌化的问题,即学生被定位为市场导向,教育不再以知识和学生的才能需求为基础,伊斯兰教育界存在资金缺口。关键词:品牌化,现代伊斯兰学派,综合伊斯兰学派,阿拉姆伊斯兰学校,古兰经教法摘要:指标kemajuan negara dapat diukur berdasarkan tingkat kemajuannya dalam bidang pendidikan印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚。Dari数据yang peneliti dapatkan, jumlah MTs swasta mendominasi dibandingkan dengan MTs Negeri, namun tidak dengan eksistensinya。Akan tetapi, di龙目岛Barat ada beberapa MTs swasta yang memiliki image yang bagus sehinga memiliki eksistensi yang baik, diantaranya yitu Sekolah Islam Terpadu (SIT), madrasah alam, dan tahfizul古兰经。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding yang dilakukan di Sekolah Islam Modern, dan Apa isu terkait dengan pelaksanaan branding di Sekolah Islam Modern。[方法][方法];[方法];[方法];哈西尔·达里·佩利特·尼·阿达拉,伦巴加的成员,我的朋友,我的朋友。Kemudian ditemukan bahwa SDIT mengolaborasikan antara sains dengan tahfiz al- quuran dan menggunakan管理公共关系。Madrasah Alam mengembangkan pembelajaran berbasiskan proyek dengan pola merdeka belajar。《古兰经》,《古兰经》,2). Isu-isu terkait branding sekolah Islam.现代yytu peserta didik diposisikan pada orientasi pasar sehinga pendidikan bukan lagi berbasis keilmuan Dan kebutuhan bakat peserta didik, Dan adanya kesenjangan pembiayaan dalam dunia pendidikan Islam。
{"title":"Branding Sekolah Islam Modern: Sekolah Islam Terpadu, Madrasah/Sekolah Alam, dan Tahfiz Al-Qur’an","authors":"Zainiya Anisa","doi":"10.20414/elhikmah.v16i1.6191","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v16i1.6191","url":null,"abstract":"Indicators of state progress can be measured based on the level of progress in the field of education. At present there is an inequality of quality in the world of Indonesian education, one of which is in Madrasah Tsanawiyah (MTs). From the data the researchers obtained, the number of private MTs dominated compared to public MTs, but their existence was not. However, in West Lombok there are several private MTs that have a good image and therefore have a good existence, including the Integrated Islamic School (SIT), natural madrasah, and tahfizul Qur'an. This study aims to determine branding carried out in Modern Islamic Schools, and what are the issues related to the implementation of branding in modern Islamic schools. The research method used is library research. The results of this study are, 1) Institutions make school characteristics. Then it was found that SDIT collaborated between science and tahfiz al-Qur'an and used public relations management. Madrasah Alam develops project-based learning with an independent learning pattern. And Tahfizul Qur'an, which makes a superior program by memorizing the Al-Qur'an, 2). Issues related to the branding of modern Islamic schools, namely students are positioned in a market orientation so that education is no longer based on knowledge and the talent needs of students, and there is a financing gap in the world of Islamic Education.\u0000Keywords: Branding, Modern Islamic School, Integrated Islamic School, Madrasah Alam, Tahfizul Qur'an\u0000Abstrak: Indikator kemajuan negara dapat diukur berdasarkan tingkat kemajuannya dalam bidang pendidikan. Saat ini terjadi ketidakmerataan kualitas dalam dunia Pendidikan Indonesia, salah satunya ada pada madrasah tsanawiyah (MTs). Dari data yang peneliti dapatkan, jumlah MTs swasta mendominasi dibandingkan dengan MTs Negeri, namun tidak dengan eksistensinya. Akan tetapi, di Lombok Barat ada beberapa MTs swasta yang memiliki image yang bagus sehingga memiliki eksistensi yang baik, diantaranya yaitu Sekolah Islam Terpadu (SIT), madrasah alam, dan tahfizul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding yang dilakukan di Sekolah Islam Modern, dan Apa isu terkait dengan pelaksanaan branding di sekolah Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) Lembaga membuat ciri khas sekolah. Kemudian ditemukan bahwa SDIT mengolaborasikan antara sains dengan tahfiz al-qur’an dan menggunakan manajemen public relationship. Madrasah Alam mengembangkan pembelajaran berbasiskan proyek dengan pola merdeka belajar. Dan Tahfizul Qur’an, yang membuat program unggulan dengan menghafalkan Al-Qur’an, 2). Isu-isu terkait branding sekolah Islam modern yaitu peserta didik diposisikan pada orientasi pasar sehingga pendidikan bukan lagi berbasis keilmuan dan kebutuhan bakat peserta didik, dan adanya kesenjangan pembiayaan dalam dunia Pendidikan Islam.\u0000 ","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82034859","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-30DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6061
S. Syukri
The fiqh (Islamic law) learning process using media among Islamic studies teachers at MAN 2 Mataram has huge implications for the quality of the learning process. Fiqh learning, especially on the topics of hajj and umrah as well as the treatment of the deceased, with media support, turns out to be exciting, and it accelerates and enhances students' understanding. Teachers of Islamic studies can explain hajj and umrah as well as bathing and praying the deceased through a demonstration using a miniature of Ka’bah and a doll representing a corpse, respectively. Students practice the lessons individually and in groups upon the teacher's demonstration. The process of Fiqh learning using media has an implication towards the increase of students understanding and their ability to memorize the lessons. Keywords: Fiqh learning, media, method, demonstration, practice Abstrak: Proses pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga di kalangan guru agama Islam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram memberikan implikasi yang besar terhadap peningkatan pemahaman siswa cukup tinggi dan memiliki kemampuan daya ingat yang lama. Pembelajaran mata pelajaran Fikh menggunakan alat peraga khusus pada materi haji dan umrah menggunakan kabah dan cara memandikan mayat dan menshalatkannyn menggunakan boneka sangat menyenangkan, mempercepat, dan memperjelas pemahaman siswa. Metode diterapkan guru agama Islam adalah metode demonstratif dengan alat peraga miniatur kabah dan boneka mayat. Usai guru mendemonstrasikan alat peraga sesuai materi, siswa langsung mempraktekkan secara individu dan kelompok. Pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga menghasilkan peningkatkan pemahaman siswa yang cukup signifikans dan memiliki kemampuan daya ingat yang sangat lama.
man2 Mataram的伊斯兰研究教师使用媒体学习伊斯兰教法的过程对学习过程的质量有着巨大的影响。在媒体的支持下,伊斯兰教的学习,特别是关于朝觐和朝觐以及对死者的治疗的学习,是令人兴奋的,它加速并增强了学生们的理解。伊斯兰研究的老师们可以分别用卡拜的微缩模型和代表尸体的玩偶来讲解朝觐和朝圣,以及为死者洗澡和祈祷。学生在老师的示范下单独或分组练习。使用媒体学习的过程对提高学生的理解和记忆课程的能力有一定的影响。关键词:佛法学习,媒介,方法,示范,实践摘要:佛法弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子弟子Pembelajaran mata pelajaran Fikh menggunakan alat peraga khusus pada materi haji dan umrah menggunakan kabah dan cara memandikan mayat dan menshalatkannan boneka sangat menyenangkan, mempercepat, dan memperjelas pemahaman siswa。佛法,佛法,佛法,佛法,佛法,佛法,佛法,佛法,佛法尤塞古鲁的导师们展示了自己的智慧和智慧,而尤塞古鲁的导师们则展示了自己的智慧和智慧。Pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga menghasilkan peningkatkan pemahaman siswa yang cuup signfikans dan memiliki kemampuan daya ingat yang sangat lama。
{"title":"Fiqh Learning Using Media and Its Implication towards Students Understanding: A Case Study at MAN 2 Mataram","authors":"S. Syukri","doi":"10.20414/elhikmah.v16i1.6061","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v16i1.6061","url":null,"abstract":"The fiqh (Islamic law) learning process using media among Islamic studies teachers at MAN 2 Mataram has huge implications for the quality of the learning process. Fiqh learning, especially on the topics of hajj and umrah as well as the treatment of the deceased, with media support, turns out to be exciting, and it accelerates and enhances students' understanding. Teachers of Islamic studies can explain hajj and umrah as well as bathing and praying the deceased through a demonstration using a miniature of Ka’bah and a doll representing a corpse, respectively. Students practice the lessons individually and in groups upon the teacher's demonstration. The process of Fiqh learning using media has an implication towards the increase of students understanding and their ability to memorize the lessons. \u0000Keywords: Fiqh learning, media, method, demonstration, practice \u0000Abstrak: Proses pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga di kalangan guru agama Islam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram memberikan implikasi yang besar terhadap peningkatan pemahaman siswa cukup tinggi dan memiliki kemampuan daya ingat yang lama. Pembelajaran mata pelajaran Fikh menggunakan alat peraga khusus pada materi haji dan umrah menggunakan kabah dan cara memandikan mayat dan menshalatkannyn menggunakan boneka sangat menyenangkan, mempercepat, dan memperjelas pemahaman siswa. Metode diterapkan guru agama Islam adalah metode demonstratif dengan alat peraga miniatur kabah dan boneka mayat. Usai guru mendemonstrasikan alat peraga sesuai materi, siswa langsung mempraktekkan secara individu dan kelompok. Pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga menghasilkan peningkatkan pemahaman siswa yang cukup signifikans dan memiliki kemampuan daya ingat yang sangat lama.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86709397","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-30DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6105
N. Nurhasanah, Muhammad Irfan, Putri, Susanti, Ratih, Adriani, Elisa
The crisis of morality that occurs in students is a crucial problem in education because the first success in educating is a change in the attitude or morals of students from bad to good. This study discusses the school's or teacher's methods for dealing with a morality crisis in students at SMPN 06 Kota Bima. The method used is qualitative. The findings of this study mention several ways of overcoming a moral problem, namely; first, reciting the Qur'an together before the teaching and learning process begins. Second, midday prayers in the congregation. Third, carry out Imtaq every Friday. In addition, the teacher also sanctions students who have committed violations in the form of reprimands and summons to parents of students. Keywords: Morality, Students, PAI Teachers Abstrak: Krisis moralitas yang terjadi pada peserta didik merupakan masalah krusial dalam pendidikan, karena kesuksesan pertama dalam mendidik ialah perubahan sikap atau moral pada peserta didik dari yang tidak baik menjadi baik. Penelitian ini membahas metode sekolah atau guru untuk menanggulangi terjadinya krisis moralitas pada peserta didik di SMPN 06 Kota Bima. Adapun metode yang digunakan, yaitu metode kualitatif. Temuan penelitian ini menyebutkan beberapa metode penanggulangan krisis moral, yaitu; pertama, pembacaan Al qur’an secara bersama-sama sebelum proses KBM dimulai. Kedua, sholat dzuhur secara berjamaah. Ketiga, melaksanakan Imtaq setiap hari Jum’at. Selain itu juga, guru memberikan sanksi kepada peserta didik yang telah melakukan pelanggaran, baik sanksi berupa teguran maupun surat panggilan orang tua peserta didik.
发生在学生身上的道德危机是教育中的一个关键问题,因为教育的第一个成功是学生的态度或道德从坏到好的转变。本研究探讨学校或教师处理学生道德危机的方法,在SMPN 06 Kota Bima。所使用的方法是定性的。这项研究的发现提到了几种克服道德问题的方法,即;首先,在教学过程开始之前一起背诵《古兰经》。第二,中午在会众中祈祷。第三,每周五进行Imtaq。此外,对于违规的学生,老师还会以训斥和传唤学生家长的形式进行处罚。摘要:Krisis moralitas yang terjadi pada peserta didik merupakan masalah krusial dalam pendidikan, karena kesuksesan pertama dalam mendidik ialah perubahan sikap atau moral paderta didik dari yang tidak baik menjadi baik。penpentitian ini成员有一种新的方法,即在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内,在一段时间内。Adapun方法阳地纳坎,yaititmequalititan。天马行空,天马行空,天马行空,天马行空,天马行空;pertama, pembacaan Al - quuran secara bersama-sama sebelum处理KBM的动态。Kedua, sholat dzuhur secara berjamaah。Ketiga, melaksanakan Imtaq setiap hari jumat。Selain itjuga,宗师成员,kksi kepada peserta didik yang telah melakukan pelanggaran, kksi berupa teguran maupun surat panggilan orangerta didik。
{"title":"Eksistensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Krisis Moralitas Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 06 Kota Bima","authors":"N. Nurhasanah, Muhammad Irfan, Putri, Susanti, Ratih, Adriani, Elisa","doi":"10.20414/elhikmah.v16i1.6105","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v16i1.6105","url":null,"abstract":"The crisis of morality that occurs in students is a crucial problem in education because the first success in educating is a change in the attitude or morals of students from bad to good. This study discusses the school's or teacher's methods for dealing with a morality crisis in students at SMPN 06 Kota Bima. The method used is qualitative. The findings of this study mention several ways of overcoming a moral problem, namely; first, reciting the Qur'an together before the teaching and learning process begins. Second, midday prayers in the congregation. Third, carry out Imtaq every Friday. In addition, the teacher also sanctions students who have committed violations in the form of reprimands and summons to parents of students.\u0000Keywords: Morality, Students, PAI Teachers\u0000Abstrak: Krisis moralitas yang terjadi pada peserta didik merupakan masalah krusial dalam pendidikan, karena kesuksesan pertama dalam mendidik ialah perubahan sikap atau moral pada peserta didik dari yang tidak baik menjadi baik. Penelitian ini membahas metode sekolah atau guru untuk menanggulangi terjadinya krisis moralitas pada peserta didik di SMPN 06 Kota Bima. Adapun metode yang digunakan, yaitu metode kualitatif. Temuan penelitian ini menyebutkan beberapa metode penanggulangan krisis moral, yaitu; pertama, pembacaan Al qur’an secara bersama-sama sebelum proses KBM dimulai. Kedua, sholat dzuhur secara berjamaah. Ketiga, melaksanakan Imtaq setiap hari Jum’at. Selain itu juga, guru memberikan sanksi kepada peserta didik yang telah melakukan pelanggaran, baik sanksi berupa teguran maupun surat panggilan orang tua peserta didik.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"25 5 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72686009","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-03-01DOI: 10.53802/hikmah.v18i2.137
Ibrahim Ibrahim, Nita Nur Cahyani, Mardiah Astuti, F. Febriyanti
This study aims to analyze the implementation of classroom management and its relevance to improving learning outcomes, with the focus of the study on two things: (1) classroom management implementation, (2) supporting and inhibiting factors for classroom management implementation. This research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Quraniah 8 Palembang, using qualitative research methods based on descriptive studies. In this study, the informants were the principal, homeroom teacher and administrative staff. The data were obtained by using observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique is through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, the validity of the data in this study uses the validity of the data by triangulation. The results of this study indicate that the implementation of classroom management at MI Quraniah 8 Palembang has been going well but not optimally. This implementation is manifested in the arrangement of facilities consisting of the arrangement of the study room, the arrangement of the seats, the arrangement of the air ventilation, the arrangement of the light. In addition, setting learning tools and setting the learning atmosphere. The inhibiting factors include the lack of awareness of students in fulfilling their rights and responsibilities in carrying out their duties. Then inadequate facilities, buildings and classroom facilities. Meanwhile, the supporting factors are teachers who are active and creative in directing the development of their students. Classroom management is related to improving student learning outcomes, the more comfortable students learn, the better student learning outcomes.
{"title":"Implementasi Manajemen Kelas dan Relevansinya Dengan Hasil Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Quraniah 8 Palembang","authors":"Ibrahim Ibrahim, Nita Nur Cahyani, Mardiah Astuti, F. Febriyanti","doi":"10.53802/hikmah.v18i2.137","DOIUrl":"https://doi.org/10.53802/hikmah.v18i2.137","url":null,"abstract":"This study aims to analyze the implementation of classroom management and its relevance to improving learning outcomes, with the focus of the study on two things: (1) classroom management implementation, (2) supporting and inhibiting factors for classroom management implementation. This research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Quraniah 8 Palembang, using qualitative research methods based on descriptive studies. In this study, the informants were the principal, homeroom teacher and administrative staff. The data were obtained by using observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique is through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, the validity of the data in this study uses the validity of the data by triangulation. The results of this study indicate that the implementation of classroom management at MI Quraniah 8 Palembang has been going well but not optimally. This implementation is manifested in the arrangement of facilities consisting of the arrangement of the study room, the arrangement of the seats, the arrangement of the air ventilation, the arrangement of the light. In addition, setting learning tools and setting the learning atmosphere. The inhibiting factors include the lack of awareness of students in fulfilling their rights and responsibilities in carrying out their duties. Then inadequate facilities, buildings and classroom facilities. Meanwhile, the supporting factors are teachers who are active and creative in directing the development of their students. Classroom management is related to improving student learning outcomes, the more comfortable students learn, the better student learning outcomes.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89487202","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-24DOI: 10.20414/elhikmah.v15i2.3949
S. M. Sholihah, M. Munadi
The values ??of aqidah and morals can be found in print-based secondary learning resources, namely novels. Meanwhile, ideally the values ??of aqidah akhlak can be found in primary and exemplary learning resources. So, this study analyzes the values ??of aqidah and morals contained in the novel Nyala Semesta. This research is a library research with data collection techniques is documentation and interviews. The validity of the data in this study is a contingency technique and source triangulation. Meanwhile, the data analysis used content analysis of the types is characteristics. The results of the study indicate that there are values ??of aqidah in the novel Nyala Semesta, namely faith in Allah SWT in terms of the nature and af'al of Allah SWT, namely rububiyah and uluhiyah and the value of faith in Al-qur’an. In addition, there is the value of Allah's denial by Mushab figures. Moral values ??consist of morals towards Allah SWT by loving Allah SWT, jihad, dhikr and prayer, tawakkal, husnudzan and gratitude. Morals towards the Messenger of Allah are to love and follow/ittiba' Rasulullah SAW and blessings. Morals towards oneself by seeking knowledge, istiqomah, earnest and simple. Morals towards the family are loving family members, being devoted to both parents. Morals towards others consist of helping others, being friendly and maintaining ukhuwah Islamiyah.Key Words: Aqidah, Akhlak, Value, Novel, Nyala Semesta
{"title":"Nilai-nilai Aqidah Akhlak dalam Novel Nyala Semesta","authors":"S. M. Sholihah, M. Munadi","doi":"10.20414/elhikmah.v15i2.3949","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.3949","url":null,"abstract":"The values ??of aqidah and morals can be found in print-based secondary learning resources, namely novels. Meanwhile, ideally the values ??of aqidah akhlak can be found in primary and exemplary learning resources. So, this study analyzes the values ??of aqidah and morals contained in the novel Nyala Semesta. This research is a library research with data collection techniques is documentation and interviews. The validity of the data in this study is a contingency technique and source triangulation. Meanwhile, the data analysis used content analysis of the types is characteristics. The results of the study indicate that there are values ??of aqidah in the novel Nyala Semesta, namely faith in Allah SWT in terms of the nature and af'al of Allah SWT, namely rububiyah and uluhiyah and the value of faith in Al-qur’an. In addition, there is the value of Allah's denial by Mushab figures. Moral values ??consist of morals towards Allah SWT by loving Allah SWT, jihad, dhikr and prayer, tawakkal, husnudzan and gratitude. Morals towards the Messenger of Allah are to love and follow/ittiba' Rasulullah SAW and blessings. Morals towards oneself by seeking knowledge, istiqomah, earnest and simple. Morals towards the family are loving family members, being devoted to both parents. Morals towards others consist of helping others, being friendly and maintaining ukhuwah Islamiyah.Key Words: Aqidah, Akhlak, Value, Novel, Nyala Semesta","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"410 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84878561","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-24DOI: 10.20414/elhikmah.v15i2.3734
Erwin Padli, Apri Setiawan, M. Taisir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penanggulangan kenakalan remaja, dan untuk mengetahui problematika penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung. Penelitian menggunkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung, yakni dengan mengadakan acara yang bersifat positif, mengadakan pengajian umum, melibatkan remaja dalam aktivitas sosial agama, membangun lembaga pendidikan Islam, dan Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan remaja masjid. Semua bentuk penanganan di atas merupakan bentuk usaha dari kepala lingkungan, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja. Adapun problem atau kendala dalam penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung, antara lain yakni kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua, cara peneguran yang kurang tepat, pengaruh teman sebaya, Sikap masyarakat yang acuh tak acuh terhadap remaja yang bukan keluarganya, dan tidak adanya sanksi dan hukuman yang ditetapkan terhadap remaja yang melanggar (peraturan tertulis/awik-awik). Inilah problem atau kendala yang menghambat proses penanggulangan kenakalan remaja yang dilakukan di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung.
{"title":"Problematika Penanggulangan Kenakalan Remaja","authors":"Erwin Padli, Apri Setiawan, M. Taisir","doi":"10.20414/elhikmah.v15i2.3734","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.3734","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penanggulangan kenakalan remaja, dan untuk mengetahui problematika penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung. Penelitian menggunkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, bentuk penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung, yakni dengan mengadakan acara yang bersifat positif, mengadakan pengajian umum, melibatkan remaja dalam aktivitas sosial agama, membangun lembaga pendidikan Islam, dan Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan remaja masjid. Semua bentuk penanganan di atas merupakan bentuk usaha dari kepala lingkungan, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja. Adapun problem atau kendala dalam penanggulangan kenakalan remaja di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung Kelurahan Dasan Geres Kecamatan Gerung, antara lain yakni kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua, cara peneguran yang kurang tepat, pengaruh teman sebaya, Sikap masyarakat yang acuh tak acuh terhadap remaja yang bukan keluarganya, dan tidak adanya sanksi dan hukuman yang ditetapkan terhadap remaja yang melanggar (peraturan tertulis/awik-awik). Inilah problem atau kendala yang menghambat proses penanggulangan kenakalan remaja yang dilakukan di Lingkungan Aik Ampat Bawak Gunung.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80630425","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Akhir-akhir ini kasus kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin parah. Untuk itu harus ada tindakan progresif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya melalui dunia pendidikan dengan cara mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran. Lembaga pendidikan yang telah menerapkan hal tersebut dan satu sekolah yang menerapkan program adiwiyata sejak tahun 2018 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui: 1) model integrasi pendidikan agama Islam dengan pendidikan lingkungan di SMPN1 Labuapi dan 2) implikasi penerapan model integrasi Pendidikan Agama Islam dengan pendidikan lingkungan terhadap perilaku peduli lingkungan siswa SMPN 1 Labuapi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar belakang SMPN 1 Labuapi. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, subjek penelitian ini yaitu Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, siswa dan pengelola tim adiwiyata. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta pengambilan sampel sumber data yang dilakukan secara purposif dan nowball dan menggunakan teknik keabsahan data trianggulasi data. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:1) Model integrasi yang dilakukan di SMPN 1 Labuapi dilaksanakan oleh Guru PAI dalam tiga bentuk yang pertama dengan megintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pembelajaran PAI yang sedang diajarkannya. Kedua dengan menjadi contoh teladan yang baik ketika berada di luar ruangan dengan memberikan contoh teladan seperti membueng sampah pada tempatnya. Ketiga dengan mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam budaya sekolah. 2) implikasi penerapan model integrasi Pendidikan Agama Islam dengan pendidikan lingkungan terhadap perilaku peduli lingkungan siswa di SMPN 1 Labuapi, memiliki tiga dampak yaitu meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terbentuknya kebiasaan peduli lingkungan dan terbentuknya sikap gemar merawat lingkungan dari peserta didik
{"title":"Model Integrasi PAI dengan Pendidikan Lingkungan dan Implikasinya terhadap Sikap Peduli Lingkungan di SMPN 1 Labuapi","authors":"Emawati Emawati, Lm nurul Wathan, Nurrahmi Nurrahmi","doi":"10.20414/elhikmah.v15i2.4249","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.4249","url":null,"abstract":"Akhir-akhir ini kasus kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin parah. Untuk itu harus ada tindakan progresif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya melalui dunia pendidikan dengan cara mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran. Lembaga pendidikan yang telah menerapkan hal tersebut dan satu sekolah yang menerapkan program adiwiyata sejak tahun 2018 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui: 1) model integrasi pendidikan agama Islam dengan pendidikan lingkungan di SMPN1 Labuapi dan 2) implikasi penerapan model integrasi Pendidikan Agama Islam dengan pendidikan lingkungan terhadap perilaku peduli lingkungan siswa SMPN 1 Labuapi. \u0000Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar belakang SMPN 1 Labuapi. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, subjek penelitian ini yaitu Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, siswa dan pengelola tim adiwiyata. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta pengambilan sampel sumber data yang dilakukan secara purposif dan nowball dan menggunakan teknik keabsahan data trianggulasi data. \u0000Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:1) Model integrasi yang dilakukan di SMPN 1 Labuapi dilaksanakan oleh Guru PAI dalam tiga bentuk yang pertama dengan megintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pembelajaran PAI yang sedang diajarkannya. Kedua dengan menjadi contoh teladan yang baik ketika berada di luar ruangan dengan memberikan contoh teladan seperti membueng sampah pada tempatnya. Ketiga dengan mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam budaya sekolah. 2) implikasi penerapan model integrasi Pendidikan Agama Islam dengan pendidikan lingkungan terhadap perilaku peduli lingkungan siswa di SMPN 1 Labuapi, memiliki tiga dampak yaitu meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terbentuknya kebiasaan peduli lingkungan dan terbentuknya sikap gemar merawat lingkungan dari peserta didik","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"103 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83701034","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-24DOI: 10.20414/elhikmah.v15i2.4304
Wildan Nuril Ahmad Fauzi
Pendidikan merupakan syarat mutlat untuk mengembangkan sumber daya manusia menuju masa depan bangsa yang lebih baik, akan tetapi pada saat ini pendidikan di sekolah seringkali dalam proses pembelajarannya monoton dan tidak membuat siswa untuk kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa PAI terhadap metodologi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kompetensi berpikir kreatif dan untuk mengetahui manfaat metodologi pembelajaran berbasis masalah dalam kehidupan nyata. Jenis penelitian kualitatif yaitu dengan metode studi kasus longitudinal survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner (data utama) dan wawancara (data tambahan) yang menjadi sampelnya mahasiswa PAI UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2019 serta menganalisisnya secara deskriptif dan dibuat interpretasi. Hasilnya menunjukkan 100% mahasiswa PAI UIN Raden Fatah angkatan 2019 yang mengisi kuesioner bahwa metodologi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kompetensi berpikir kreatif dan metodologi pembelajaran berbasis masalah dapat berguna dalam memecahkan masalah di kehidupan nyata
教育是为一个更好的国家发展人力资源的先决条件,但目前学校教育往往是单调的学习过程,而不是使学生有创造力。本研究的目的是了解派学生对问题学习方法论的看法,以提高创造性思维的能力,并了解基于问题的学习方法在现实生活中的好处。一种基于线性调查方法的定性研究。数据收集使用问卷和访谈(主要数据)作为2019届学校学生PAI ding Raden Raden Palembang的样本进行分析,并进行描述性分析和口译。结果显示,来自2019届法塔赫班的100%学生填写了一份问卷,即基于问题的学习方法可以提高创造性思维能力,基于问题的学习方法可以在解决现实生活中的问题方面发挥作用
{"title":"Persepsi Mahasiswa PAI Terhadap Metodologi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kreatif","authors":"Wildan Nuril Ahmad Fauzi","doi":"10.20414/elhikmah.v15i2.4304","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.4304","url":null,"abstract":"Pendidikan merupakan syarat mutlat untuk mengembangkan sumber daya manusia menuju masa depan bangsa yang lebih baik, akan tetapi pada saat ini pendidikan di sekolah seringkali dalam proses pembelajarannya monoton dan tidak membuat siswa untuk kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa PAI terhadap metodologi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan kompetensi berpikir kreatif dan untuk mengetahui manfaat metodologi pembelajaran berbasis masalah dalam kehidupan nyata. Jenis penelitian kualitatif yaitu dengan metode studi kasus longitudinal survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner (data utama) dan wawancara (data tambahan) yang menjadi sampelnya mahasiswa PAI UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2019 serta menganalisisnya secara deskriptif dan dibuat interpretasi. Hasilnya menunjukkan 100% mahasiswa PAI UIN Raden Fatah angkatan 2019 yang mengisi kuesioner bahwa metodologi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kompetensi berpikir kreatif dan metodologi pembelajaran berbasis masalah dapat berguna dalam memecahkan masalah di kehidupan nyata","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"78 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80226373","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-24DOI: 10.20414/elhikmah.v15i2.4194
Muhammad Zakariya Abdullah, Muhammad Alwan Hakim, U. Salsabila
Abstrak : Tujuan studi ini adalah untuk membuat orang lebih sadar akan kebutuhan mendesak untuk reformasi dalam pendidikan islam. Pendidikan Islam harus beradaptasi agar dapat memenuhi tuntutan dan harapan lingkungan global yang cepat berubah. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan komitmen yang jelas terhadap pendidikan islam mengingat revolusi industri keempat (Era 4.0) dan masalah yang dihadapinya. Sejak revolusi industri keempat (4.0) dimulai, hampir semua aspek kehidupan telah terkena dampaknya, termasuk pendidikan. Seperti yang kita tahu. Selama fenomena ini diganggu, komunitas pendidikan islam dituntut untuk menjadi bagian dari proses penyesuaian. Muslim yang baru lulus menghadapi tantangan baru, termasuk harapan dan peraturan yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Mengikuti perkembangan zaman memerlukan peningkatan dan penemuan kembali segala sesuatu mulai dari proses dan tata kelola hingga kurikulum dan keterampilan sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana. Pendidikan Islam, di sisi lain, akan semakin ketinggalan zaman. Karena itu, mengembangkan program pendidikan islam yang nyata sangat pentimg jika kita ingin tetap kompetitif di masa yang tidak pasti ini peserta harus menyela satu sama lain untuk mengerjakan solusi.
{"title":"Pentingnya Memperkuat Eksistensi Pendidkan Islam Era ERA 4.0","authors":"Muhammad Zakariya Abdullah, Muhammad Alwan Hakim, U. Salsabila","doi":"10.20414/elhikmah.v15i2.4194","DOIUrl":"https://doi.org/10.20414/elhikmah.v15i2.4194","url":null,"abstract":"Abstrak : Tujuan studi ini adalah untuk membuat orang lebih sadar akan kebutuhan mendesak untuk reformasi dalam pendidikan islam. Pendidikan Islam harus beradaptasi agar dapat memenuhi tuntutan dan harapan lingkungan global yang cepat berubah. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan komitmen yang jelas terhadap pendidikan islam mengingat revolusi industri keempat (Era 4.0) dan masalah yang dihadapinya. Sejak revolusi industri keempat (4.0) dimulai, hampir semua aspek kehidupan telah terkena dampaknya, termasuk pendidikan. Seperti yang kita tahu. Selama fenomena ini diganggu, komunitas pendidikan islam dituntut untuk menjadi bagian dari proses penyesuaian. Muslim yang baru lulus menghadapi tantangan baru, termasuk harapan dan peraturan yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Mengikuti perkembangan zaman memerlukan peningkatan dan penemuan kembali segala sesuatu mulai dari proses dan tata kelola hingga kurikulum dan keterampilan sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana. Pendidikan Islam, di sisi lain, akan semakin ketinggalan zaman. Karena itu, mengembangkan program pendidikan islam yang nyata sangat pentimg jika kita ingin tetap kompetitif di masa yang tidak pasti ini peserta harus menyela satu sama lain untuk mengerjakan solusi.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"99 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84130467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-20DOI: 10.53802/hikmah.v18i2.132
M. Thoyyib, M. Ridlwan, Zakiyah Kholidah
This study aims to analyze the activities of religious-based Eco-Pedagogy for the Tuban Coastal community. This research is based on the stigma of the fishing community which is known to be slum and far from caring for the environment. Therefore, an education-based activity is needed that can change the character of the coastal community. The research was conducted on the coast of Jenu, Tuban, East Java for a period of six months from mid to late 2016. This study used qualitative research. Two stages were carried out during the research, namely knowing the level of religious understanding of coastal communities, especially related to environmental preservation texts and internalizing the values of revelation texts through a religious approach. The results show that the coastal community of Tuban is known as a religious community, but on the one hand it is also known as slums. Religion is the basis for them in educating the behavior of caring for the environment. Several things have been done in religious-based eco-pedagogy for the coastal community of Tuban, including: understanding the community towards the verses of the Qur'an which contain concern for the environment, raising public awareness of loving the environment, building stakeholder involvement so that they are together to care for the environment.
{"title":"Eco-Pedagogi Berbasis Religi Bagi Masyarakat Pesisir Tuban","authors":"M. Thoyyib, M. Ridlwan, Zakiyah Kholidah","doi":"10.53802/hikmah.v18i2.132","DOIUrl":"https://doi.org/10.53802/hikmah.v18i2.132","url":null,"abstract":"This study aims to analyze the activities of religious-based Eco-Pedagogy for the Tuban Coastal community. This research is based on the stigma of the fishing community which is known to be slum and far from caring for the environment. Therefore, an education-based activity is needed that can change the character of the coastal community. The research was conducted on the coast of Jenu, Tuban, East Java for a period of six months from mid to late 2016. This study used qualitative research. Two stages were carried out during the research, namely knowing the level of religious understanding of coastal communities, especially related to environmental preservation texts and internalizing the values of revelation texts through a religious approach. The results show that the coastal community of Tuban is known as a religious community, but on the one hand it is also known as slums. Religion is the basis for them in educating the behavior of caring for the environment. Several things have been done in religious-based eco-pedagogy for the coastal community of Tuban, including: understanding the community towards the verses of the Qur'an which contain concern for the environment, raising public awareness of loving the environment, building stakeholder involvement so that they are together to care for the environment.","PeriodicalId":32063,"journal":{"name":"Hikmah Jurnal Pendidikan Islam","volume":"71 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83930898","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}