Pub Date : 2023-10-21DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3302
Roswita Oesman
Cabai merah besar (Capsicum annum L.) merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan pasar terhadap cabai merah terus mengalami peningkatan sedangkan produksi di dalam negeri masih rendah. Kebutuhan cabai merah besar saat ini cukup besar di Indonesia sehingga menjadikan cabai merah besar sebagai komoditi hasil pertanian yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemupukan NPK dan penggunaan mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor I : pemberian pupuk NPK (P) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P0 = 0 kg/plot, P1 = 1,5 g/plot, dan P2 = 3,0 g/plot. Faktor II : pemberian mulsa (M) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : M0 = tanpa mulsa /plot, M1 = mulsa plastik/plot, dan M2 = mulsa jerami/plot. Parameter yang diamati Tinggi tanaman 2,4,6,MST (cm). Diametar Batang (mm) tanaman 2, 4 dan 6 mst juga berat buah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur 4 MST dan perlakuan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 2 MST dan perlakuan penggunaan mulsa pada umur 6 MST berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa tidak berpengaruh nyata berat buah per plot.
{"title":"Efektifitas Pemupukan NPK dan Penggunaan Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.)","authors":"Roswita Oesman","doi":"10.31941/biofarm.v19i2.3302","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3302","url":null,"abstract":"Cabai merah besar (Capsicum annum L.) merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan pasar terhadap cabai merah terus mengalami peningkatan sedangkan produksi di dalam negeri masih rendah. Kebutuhan cabai merah besar saat ini cukup besar di Indonesia sehingga menjadikan cabai merah besar sebagai komoditi hasil pertanian yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemupukan NPK dan penggunaan mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor I : pemberian pupuk NPK (P) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P0 = 0 kg/plot, P1 = 1,5 g/plot, dan P2 = 3,0 g/plot. Faktor II : pemberian mulsa (M) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : M0 = tanpa mulsa /plot, M1 = mulsa plastik/plot, dan M2 = mulsa jerami/plot. Parameter yang diamati Tinggi tanaman 2,4,6,MST (cm). Diametar Batang (mm) tanaman 2, 4 dan 6 mst juga berat buah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur 4 MST dan perlakuan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 2 MST dan perlakuan penggunaan mulsa pada umur 6 MST berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa tidak berpengaruh nyata berat buah per plot.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139315786","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-21DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3291
Ervin Khoemeisa Ratnabella, Cartono Cartono, Ida Yayu Nurul Hizqiyah
Tanaman hias Aglaonema (Aglaonema butterfly L.) merupakan tanaman hias yang banyak digemari. Untuk meunjang produktivitas pertumbuhan tanaman, diperlukan media tumbuh yang berkualitas. Penelitian ini beryujuan untuk mengetahui keefektifan media tanam pukcapedia terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema (Aglaonema butterfly L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), karena kondisi perlakuan percobaan yang digunakan seluruhnya menggunakan subjek yang sama. Perlakuan yang digunakan meliputi K sebagai kontrol, berupa Tanah + pupuk anorganik merek Grow More, T1 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:1), T2 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:2), T3 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:3), T4 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:4), T5 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:5). Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan signifikan 5%, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Uji Post-Hoc Duncan pada tarif 5%. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa media tanam pukcapedia yang ditambahkan sekam bekar berpengaruh nyata terhadap parameter yang diukur. Parameter yang diukur meliputi panjang batang, jumlah daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan T1 dengan penggunaan media tanam pukcapedia dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1 merupakan perbandingan efektif dalam pertumbuhan lebar daun, diameter batang utama, dan panjang akar. Faktor klimatik dengan pertumbuhan tanaman hias menunjukan adanya keterkaitan.
{"title":"Efektivitas Media Tanam Pukcapedia Terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Aglaonema (Aglaonema butterfly L.)","authors":"Ervin Khoemeisa Ratnabella, Cartono Cartono, Ida Yayu Nurul Hizqiyah","doi":"10.31941/biofarm.v19i2.3291","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3291","url":null,"abstract":"Tanaman hias Aglaonema (Aglaonema butterfly L.) merupakan tanaman hias yang banyak digemari. Untuk meunjang produktivitas pertumbuhan tanaman, diperlukan media tumbuh yang berkualitas. Penelitian ini beryujuan untuk mengetahui keefektifan media tanam pukcapedia terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema (Aglaonema butterfly L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), karena kondisi perlakuan percobaan yang digunakan seluruhnya menggunakan subjek yang sama. Perlakuan yang digunakan meliputi K sebagai kontrol, berupa Tanah + pupuk anorganik merek Grow More, T1 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:1), T2 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:2), T3 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:3), T4 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:4), T5 berupa media tanam Pukcapedia + Sekam Bakar (1:5). Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) dengan signifikan 5%, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Uji Post-Hoc Duncan pada tarif 5%. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa media tanam pukcapedia yang ditambahkan sekam bekar berpengaruh nyata terhadap parameter yang diukur. Parameter yang diukur meliputi panjang batang, jumlah daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan T1 dengan penggunaan media tanam pukcapedia dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1 merupakan perbandingan efektif dalam pertumbuhan lebar daun, diameter batang utama, dan panjang akar. Faktor klimatik dengan pertumbuhan tanaman hias menunjukan adanya keterkaitan.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"106 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139315695","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-10-21DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3552
Desi Safitri, Endang Sriningsih, Ulfah Nurdiani
Tujuan penelitian ini yaitu gambaran umum Usaha Kecil Menengah (UMKM) sale pisang serta mengetahui kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial dan aspek non finansial. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Wangon pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 5 UMKM. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Alat analisis yang digunakan adalah sistem R/C, BEP, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah 1) UMKM Murni Sari memiliki total biaya terbesar dan UMKM 2F memiliki total biaya terkecil, UMKM Ragil Jaya memiliki total pendapatan terbesar dan UMKM 2F memiliki total pendapatan terkecil. 2) Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dan BEP, maka UMKM penjualan keripik pisang layak untuk dijalankan. 3) Berdasarkan aspek non finansial terlihat bahwa UMKM keripik jual pisang di Kecamatan Wangon sudah mempunyai legalitas usaha, proses produksi masih sederhana, sudah mempunyai sistem pembagian kerja, sudah mempunyai pelanggan tetap, membantu penyerapan tenaga kerja, dan mengubah limbah menjadi pakan ternak.Kata kunci: Pisang Sale, Kelayakan Usaha, UMKM
本研究的目的是对香蕉销售中小型企业(MSMEs)进行概述,并根据财务和非财务方面确定商业可行性。本研究于 2023 年 5 月在望翁区进行,样本量为 5 家中小微企业。采用的抽样方法是普查。使用的分析工具有 R/C 系统、BEP 和描述性分析。研究结果如下 1)UMKM Murni Sari 的总成本最高,UMKM 2F 的总成本最低;UMKM Ragil Jaya 的总收入最高,UMKM 2F 的总收入最低。2)根据 R/C Ratio 和 BEP 的计算,销售香蕉片的中小微企业的经营是可行的。3)3)从非财务方面可以看出,Wangon 分区销售香蕉片的中小微企业已经具备了经营合法性,生产流程仍然简单,已经有了分工制度,已经有了固定客户,帮助吸纳劳动力,将废弃物转化为动物饲料:香蕉销售、商业可行性、中小微企业
{"title":"Studi Kelayakan UMKM : Potret Analisis Bisnis Keripik Sale Pisang di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas","authors":"Desi Safitri, Endang Sriningsih, Ulfah Nurdiani","doi":"10.31941/biofarm.v19i2.3552","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3552","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini yaitu gambaran umum Usaha Kecil Menengah (UMKM) sale pisang serta mengetahui kelayakan usaha berdasarkan aspek finansial dan aspek non finansial. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Wangon pada bulan Mei 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 5 UMKM. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Alat analisis yang digunakan adalah sistem R/C, BEP, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah 1) UMKM Murni Sari memiliki total biaya terbesar dan UMKM 2F memiliki total biaya terkecil, UMKM Ragil Jaya memiliki total pendapatan terbesar dan UMKM 2F memiliki total pendapatan terkecil. 2) Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dan BEP, maka UMKM penjualan keripik pisang layak untuk dijalankan. 3) Berdasarkan aspek non finansial terlihat bahwa UMKM keripik jual pisang di Kecamatan Wangon sudah mempunyai legalitas usaha, proses produksi masih sederhana, sudah mempunyai sistem pembagian kerja, sudah mempunyai pelanggan tetap, membantu penyerapan tenaga kerja, dan mengubah limbah menjadi pakan ternak.Kata kunci: Pisang Sale, Kelayakan Usaha, UMKM","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"161 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139315702","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2964
Siti Nurul Iftitah
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kolkhisin terhadap hasil tanaman stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret sampai 13 Juli 2022 di Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang pada ketinggian tempat 1.502 m dpl. Penelitian menggunakan percobaan faktorial (4 x 3) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tia ulangan sebagai blok. Faktor pertama konsentrasi kolkhisin yaitu 0, 0,05, 0,10 dan 0,15 %. Faktor kedua lama perendaman kolkhisin yaitu 24, 36 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkhisin menghasilkan berat per buah tertinggi (0,04%), lingkar buah terbesar (0,05%) dan berat buah per tanaman tertinggi (0,07%). Lama perendaman kolkhisin memberikan hasil yang sama pada umur berbunga, jumlah bunga, umur berbuah, jumlah buah, berat per buah, berat buah per tanaman dan lingkar buah. Konsentrasi 0,05% dan lama perendaman 36 jam kolkhisin menghasilkan berat per buah dan berat buah per tanaman tertinggi. Konsentrasi 0,06% dan lama perendaman kolkhisin 36 jam menghasilkan lingkar buah terbesar.
{"title":"Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria ananassa Duschesne) pada Konsentrasi dan Lama Perendaman Kolkhisin","authors":"Siti Nurul Iftitah","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2964","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2964","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kolkhisin terhadap hasil tanaman stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret sampai 13 Juli 2022 di Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang pada ketinggian tempat 1.502 m dpl. Penelitian menggunakan percobaan faktorial (4 x 3) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tia ulangan sebagai blok. Faktor pertama konsentrasi kolkhisin yaitu 0, 0,05, 0,10 dan 0,15 %. Faktor kedua lama perendaman kolkhisin yaitu 24, 36 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkhisin menghasilkan berat per buah tertinggi (0,04%), lingkar buah terbesar (0,05%) dan berat buah per tanaman tertinggi (0,07%). Lama perendaman kolkhisin memberikan hasil yang sama pada umur berbunga, jumlah bunga, umur berbuah, jumlah buah, berat per buah, berat buah per tanaman dan lingkar buah. Konsentrasi 0,05% dan lama perendaman 36 jam kolkhisin menghasilkan berat per buah dan berat buah per tanaman tertinggi. Konsentrasi 0,06% dan lama perendaman kolkhisin 36 jam menghasilkan lingkar buah terbesar.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"57 10","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114023722","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2556
Elin Sahroni, F. Firdaus, Dewi Fithria, Irvan Subandar
Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang bisa di budidayakan dan bisa di konsumsi buah atau bijinya sebagai bahan makanan, tanaman ini dijadikan sebagai bahan makanan pokok oleh sebagian besar penduduk indonesia. Masalah yang menyebabkan turunnya hasil panen pada tanaman padi juga disebabkan oleh serangan hama seperti hama walang sangit, kepik hijau, keong mas, dan penggerek batang, yang mana hama tersebut dapat menyebabkan turunnya hasil produksi tanaman padi bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis hama padi di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis hama pada tanaman padi di desa Teu Dayah. Jenis-jenis hama padi yang ditemukan di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar yaitu walang sangit (Leptocorisa acuta), kepik hijau (Nezara viridula), keong mas (Pomacea canaliculate), penggerek batang (Scirpophaga innotata), ulat grayak (Spodoptera litura).Kata kunci: Identifikasi, Jenis Hama, Padi.
{"title":"IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN PADI DI DESA TEU DAYAH KABUPATEN ACEH BESAR","authors":"Elin Sahroni, F. Firdaus, Dewi Fithria, Irvan Subandar","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2556","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2556","url":null,"abstract":"Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang bisa di budidayakan dan bisa di konsumsi buah atau bijinya sebagai bahan makanan, tanaman ini dijadikan sebagai bahan makanan pokok oleh sebagian besar penduduk indonesia. Masalah yang menyebabkan turunnya hasil panen pada tanaman padi juga disebabkan oleh serangan hama seperti hama walang sangit, kepik hijau, keong mas, dan penggerek batang, yang mana hama tersebut dapat menyebabkan turunnya hasil produksi tanaman padi bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis hama padi di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis hama pada tanaman padi di desa Teu Dayah. Jenis-jenis hama padi yang ditemukan di desa Teu Dayah Kabupaten Aceh Besar yaitu walang sangit (Leptocorisa acuta), kepik hijau (Nezara viridula), keong mas (Pomacea canaliculate), penggerek batang (Scirpophaga innotata), ulat grayak (Spodoptera litura).Kata kunci: Identifikasi, Jenis Hama, Padi.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"33 6","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114100635","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.3003
Angga Ade Sahfiitra
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Variasi Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB) pada Tanah Hemic Haplosaprist yang Dipengaruhi oleh Pasang Surut. Bahan tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah hemic haplosaprist yang berasal dari daerah pasang surut di Pelalawan. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan kemudian sampel dianalisis di laboratorium dengan mengukur nilai pH tanah, KTK,KB, C-Organik, dan kadar abu pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasang surut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variasi nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist, dimana pasang surut dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan nilai KTK dan KB yang tidak selalu berhubungan. Sifat kimia tanah lain seperti pH, C-Organik, dan kadar abu juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist. Hubungan antara nilai KTK dan KB dengan potensial produktivitas tanah juga terlihat erat, dimana tanah dengan nilai KTK dan KB yang tinggi cenderung memiliki potensi produktivitas yang lebih baik. Implikasi penting dari penelitian ini adalah dengan mengetahui variasi dan hubungan nilai KTK dan KB dengan sifat kimia pada tanah hemic haplosaprist akan mempermudah dalam memutuskan tindakan yang tepat guna mendukung pertanian berkelanjutan.
{"title":"VARIASI KAPASITAS TUKAR KATION (KTK) DAN KEJENUHAN BASA (KB) PADA TANAH HEMIC HAPLOSAPRIST YANG DIPENGARUHI OLEH PASANG SURUT DI PELALAWAN RIAU","authors":"Angga Ade Sahfiitra","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.3003","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.3003","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Variasi Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB) pada Tanah Hemic Haplosaprist yang Dipengaruhi oleh Pasang Surut. Bahan tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah hemic haplosaprist yang berasal dari daerah pasang surut di Pelalawan. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan kemudian sampel dianalisis di laboratorium dengan mengukur nilai pH tanah, KTK,KB, C-Organik, dan kadar abu pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasang surut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variasi nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist, dimana pasang surut dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan nilai KTK dan KB yang tidak selalu berhubungan. Sifat kimia tanah lain seperti pH, C-Organik, dan kadar abu juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist. Hubungan antara nilai KTK dan KB dengan potensial produktivitas tanah juga terlihat erat, dimana tanah dengan nilai KTK dan KB yang tinggi cenderung memiliki potensi produktivitas yang lebih baik. Implikasi penting dari penelitian ini adalah dengan mengetahui variasi dan hubungan nilai KTK dan KB dengan sifat kimia pada tanah hemic haplosaprist akan mempermudah dalam memutuskan tindakan yang tepat guna mendukung pertanian berkelanjutan.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123862848","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2850
Dea Rumambi Sinaga, Hendrival Hendrival, Khaidir Khaidir, Hafifah Hafifiah, Novita Pramahsari Putri, Muhammad Muaz Munauwar
Hama kumbang bubuk beras, Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer pada serealia di penyimpanan dengan kehilangan hasil mencapai 70%. Teknologi pengendalian alternatif yang lebih ramah lingkungan yaitu penggunaan minyak atsiri daun kirinyuh. Penelitian bertujuan mempelajari pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas minyak atsiri daun kirinyuh imago S. oryzae. Konsentrasi minyak atsiri daun kirinyuh yang diuji yaitu 0,25, 0,5, 1, 2, 4% (v/v) dan kontrol. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Metode residu pada kertas saring digunakan untuk pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas minyak atsiri daun kirinyuh. Hubungan konsentrasi minyak atsiri daun kirinyuh dengan mortalitas imago S. oryzae ditentukan dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kirinyuh menyebabkan repellensi dan mortalitas imago S. oryzae bersifat terpaut konsentrasi. Aktivitas repellensi dan kematian imago pada konsentrasi 0,25–4% mencapai > 50%. Nilai LC50 minyak atsiri daun kirinyuh pada 2–7 hari setelah aplikasi berkisar antara 1,71– 0,22%. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kirinyuh dapat dimanfaatkan untuk pengendalian imago S. oryzae pada produk serealia yang disimpan.
蜣螂菌粉(coleophilus oryzae, Curculionidae)是存储谷类食品的主要害虫,失收高达70%。更环保的替代控制技术是使用挥发油。这项研究的目的是研究淀粉样活性和挥发性油的毒性。测试的含油量为0.25、0.5、1、2、4% (v/v)和控制。实验重复了三次。用于测试蒸馏叶酸油的重复活性和毒性。油挥发性与imago S. oryzae的死亡率的关系是由probit分析确定的。研究结果表明,鱼尾油会导致imago S oryzae的重复性和死亡率集中。患者的重复活动和死亡率为0.25——4%达到> 50%。LC50油atsiri叶kirinyuh的2 - 7天后从1.71 - 0.22%开始。这一结果表明,油油kirinyuh可以用来控制储存的谷类产品中的oryzae S。
{"title":"Repellensi dan Toksisitas Minyak Atsiri Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) King & Robinson) terhadap Sitophilus oryzae L.","authors":"Dea Rumambi Sinaga, Hendrival Hendrival, Khaidir Khaidir, Hafifah Hafifiah, Novita Pramahsari Putri, Muhammad Muaz Munauwar","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2850","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2850","url":null,"abstract":"Hama kumbang bubuk beras, Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer pada serealia di penyimpanan dengan kehilangan hasil mencapai 70%. Teknologi pengendalian alternatif yang lebih ramah lingkungan yaitu penggunaan minyak atsiri daun kirinyuh. Penelitian bertujuan mempelajari pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas minyak atsiri daun kirinyuh imago S. oryzae. Konsentrasi minyak atsiri daun kirinyuh yang diuji yaitu 0,25, 0,5, 1, 2, 4% (v/v) dan kontrol. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Metode residu pada kertas saring digunakan untuk pengujian aktivitas repellensi dan toksisitas minyak atsiri daun kirinyuh. Hubungan konsentrasi minyak atsiri daun kirinyuh dengan mortalitas imago S. oryzae ditentukan dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kirinyuh menyebabkan repellensi dan mortalitas imago S. oryzae bersifat terpaut konsentrasi. Aktivitas repellensi dan kematian imago pada konsentrasi 0,25–4% mencapai > 50%. Nilai LC50 minyak atsiri daun kirinyuh pada 2–7 hari setelah aplikasi berkisar antara 1,71– 0,22%. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kirinyuh dapat dimanfaatkan untuk pengendalian imago S. oryzae pada produk serealia yang disimpan.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129732287","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2586
Jufri Jufri, Chairudin Chairudin
Kehilangan brondolan kelapa sawit atau losses yang berhubungan langsung dengan hilangnya berat TBS (Tandan Buah Segar) merupakan suatu bentuk kerugian bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui besarnya losses brondolan kelapa sawit di areal datar dan berbukit; 2) mengidentifikasi faktor penyebab losses brondolan kelapa sawit; dan 3) mengetahui teknis penanganan losses brondolan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara (PT. ASN) Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif kuantitatif. Lokasi lahan perkebunan yang dijadikan sampel ditetapkan dengan metode stratified sampling. Penelitian ini dilakukan pada Afdeling 2 dengan blok 12 BB untuk areal berbukit dan blok 13 BB untuk areal datar. Pengambilan data dilakukan dengan metode Sensus Kerapatan Buah Semester (SKBS) serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) losses brondolan terbanyak ditemukan pada piringan dan pelepah kelapa sawit areal berbukit yaitu sebesar 2.272 buah brondolan dan 1.206 buah brondolan untuk areal datar; 2) faktor penyebab losses yaitu kondisi lahan, kondisi tanaman, tenaga kerja dan SOP, 3) teknis penanganan losses berupa perbaikan lahan, pemeliharaan tanaman dan peningkatan SDM tenaga kerja serta SOP.Kata kunci: losses, brondolan kelapa sawit, areal berbukit, areal datar
{"title":"PENANGANAN KEHILANGAN BRONDOLAN KELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. AGRO SINERGI NUSANTARA KEBUN TANOH MAKMUE KABUPATEN ACEH BARAT","authors":"Jufri Jufri, Chairudin Chairudin","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2586","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2586","url":null,"abstract":"Kehilangan brondolan kelapa sawit atau losses yang berhubungan langsung dengan hilangnya berat TBS (Tandan Buah Segar) merupakan suatu bentuk kerugian bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui besarnya losses brondolan kelapa sawit di areal datar dan berbukit; 2) mengidentifikasi faktor penyebab losses brondolan kelapa sawit; dan 3) mengetahui teknis penanganan losses brondolan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara (PT. ASN) Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif kuantitatif. Lokasi lahan perkebunan yang dijadikan sampel ditetapkan dengan metode stratified sampling. Penelitian ini dilakukan pada Afdeling 2 dengan blok 12 BB untuk areal berbukit dan blok 13 BB untuk areal datar. Pengambilan data dilakukan dengan metode Sensus Kerapatan Buah Semester (SKBS) serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) losses brondolan terbanyak ditemukan pada piringan dan pelepah kelapa sawit areal berbukit yaitu sebesar 2.272 buah brondolan dan 1.206 buah brondolan untuk areal datar; 2) faktor penyebab losses yaitu kondisi lahan, kondisi tanaman, tenaga kerja dan SOP, 3) teknis penanganan losses berupa perbaikan lahan, pemeliharaan tanaman dan peningkatan SDM tenaga kerja serta SOP.Kata kunci: losses, brondolan kelapa sawit, areal berbukit, areal datar","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128248494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2530
Muhammad Tolik, Muhammad Afrillah, Herdiansyah Alfides
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor pertanian. Pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit sangat diperlukan karena dapat menimbulkan kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis dan manajemen pengendalian gulma tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara PKS Batee Puteh Desa Lueng Gayo, Aceh Jaya, pada September 2021 – Januari 2022. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di kebun. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada kebun Tanoh Makmue terdapat hasil yang bervariasi di setiap blok diantaranya Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, dan Botrychium zeylanicum L. Indeks keanekaragaman jenis pada perkebunan kelapa sawit dari semua jenis gulma yang didapatkan diperoleh nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,17. Nilai tersebut menunjukan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan tersebut tergolong tinggi. Pengendalian gulma di kebun Tanoh Makmue menggunakan dua metode, yaitu secara mekanis/manual dan kimiawi. Pengendalian gulma secara manual dilakukan satu bulan sebelum pengendalian gulma secara kimiawi. Kata kunci: kelapa sawit, gulma dominan, keanekaragaman gulma
棕榈油是一种在农业中占据重要位置的种植园。油棕上的杂草控制是必不可少的,因为它可以直接或间接地造成伤害。本研究的目的是提高对棕榈油杂草的理解、技术技能和管理。该研究于2021年9月至2022年1月21日至1月22日在卢安达雅的卢昂加约村PKS Batee putea花园进行。所进行的数据收集是主数据和辅助数据收集。主要数据是在实地活动、与工头和助理的讨论和采访以及在花园里的直接观察中获得的信息。主导研究的结果显示杂草的花园Tanoh Makmue其中每个街区Cyperus韧带上有不同的结果,Imperata cylindrica, Botrychium zeylanicum L .物种多样性指数的棕榈油种植园获得各种杂草的多样性指数高达2,17价值。该值表明,该农场的杂草种类繁多。花园里的杂草控制Tanoh Makmue使用两个方法,即-手动机械和化学。手动控制杂草控制杂草的前一个月做化学。关键词:棕榈油,杂草主导,多样性杂草
{"title":"Manajemen Pengendalian Gulma Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT. ASN Kebun Tanoh Makmue Aceh Barat","authors":"Muhammad Tolik, Muhammad Afrillah, Herdiansyah Alfides","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2530","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2530","url":null,"abstract":"Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor pertanian. Pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit sangat diperlukan karena dapat menimbulkan kerugian baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis dan manajemen pengendalian gulma tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara PKS Batee Puteh Desa Lueng Gayo, Aceh Jaya, pada September 2021 – Januari 2022. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan di lapangan, diskusi maupun wawancara dengan mandor dan asisten divisi serta melalui pengamatan langsung di kebun. Hasil penelitian menunjukkan gulma dominan pada kebun Tanoh Makmue terdapat hasil yang bervariasi di setiap blok diantaranya Cyperus rotundus, Imperata cylindrica, dan Botrychium zeylanicum L. Indeks keanekaragaman jenis pada perkebunan kelapa sawit dari semua jenis gulma yang didapatkan diperoleh nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,17. Nilai tersebut menunjukan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan tersebut tergolong tinggi. Pengendalian gulma di kebun Tanoh Makmue menggunakan dua metode, yaitu secara mekanis/manual dan kimiawi. Pengendalian gulma secara manual dilakukan satu bulan sebelum pengendalian gulma secara kimiawi. Kata kunci: kelapa sawit, gulma dominan, keanekaragaman gulma","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131904588","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-20DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2946
Dimas Mukti Keluarga Pangestu
Kegiatan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2022 sampai 7 Januari 2023 di Kebun Green Leaves Orchid Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah (Alium cepa) sebagai ZPT alami untuk meningkatkan pertumbuhan anggrek bulan (Phalaenopsis hibrida) pasca aklimatisasi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah dan durasi waktu pemberian ekstrak bawang merah meliputi K0 yaitu kontrol, K1 dengan konsentrasi ekstrak bawang merah 20%, K2 yaitu 30%, dan K3 dengan konsentrasi 40% sementara durasi pemberian meliputi T0 yaitu kontrol, T1 yaitu 7 hari sekali, T2 yaitu 9 hari sekali, dan T3 yaitu 11 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu jumlah daun baru, jumlah akar baru, panjang rata-rata akar, lebar rata-rata daun, panjang rata-rata daun dan presentase hidup tanaman anggrek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap jumlah daun baru, jumlah akar baru, panjang rata-rata akar, lebar rata-rata daun dan panjang rata-rata daun, pertumbuhan tanaman anggrek bulan cenderung lebih baik pada konsentrasi pemberian ekstrak 40% (K3). Interaksi antara ekstrak bawang merah dan durasi waktu pemberian cenderung memberikan hasil yang lebih baik pada penggunaan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 40% (K3) dan durasi pemberian 11 hari sekali (T3).
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Alium cepa) SEBAGAI ZPT ALAMI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN ANGGREK BULAN (Phalaenopsis hibrida) PASCA AKLIMATISASI.","authors":"Dimas Mukti Keluarga Pangestu","doi":"10.31941/biofarm.v19i1.2946","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2946","url":null,"abstract":"Kegiatan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2022 sampai 7 Januari 2023 di Kebun Green Leaves Orchid Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah (Alium cepa) sebagai ZPT alami untuk meningkatkan pertumbuhan anggrek bulan (Phalaenopsis hibrida) pasca aklimatisasi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah dan durasi waktu pemberian ekstrak bawang merah meliputi K0 yaitu kontrol, K1 dengan konsentrasi ekstrak bawang merah 20%, K2 yaitu 30%, dan K3 dengan konsentrasi 40% sementara durasi pemberian meliputi T0 yaitu kontrol, T1 yaitu 7 hari sekali, T2 yaitu 9 hari sekali, dan T3 yaitu 11 hari sekali. Parameter yang diamati yaitu jumlah daun baru, jumlah akar baru, panjang rata-rata akar, lebar rata-rata daun, panjang rata-rata daun dan presentase hidup tanaman anggrek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap jumlah daun baru, jumlah akar baru, panjang rata-rata akar, lebar rata-rata daun dan panjang rata-rata daun, pertumbuhan tanaman anggrek bulan cenderung lebih baik pada konsentrasi pemberian ekstrak 40% (K3). Interaksi antara ekstrak bawang merah dan durasi waktu pemberian cenderung memberikan hasil yang lebih baik pada penggunaan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 40% (K3) dan durasi pemberian 11 hari sekali (T3). ","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124986034","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}