Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2299
Januara Risky Ananta Purba, Irvan Subandar, Usman Ar
Kelapa sawit ( Elaeis guineensis jacq) merupakan tanaman penghasil minyak tertinggi di indonesia. Luas areal, produksi dan ekspor komoditas kelapa sawit di Indonesia terus meningkat. Budidaya kelapa sawit tidak terlepas dari gangguan penyakit tanaman termasuk penyakit karat daun (Cephaleuros vircens yang dapat mempengaruhi produktivitas dan hasil TBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan penyakit karat daun (Cephaleuros vircens) terhadap tanaman kelapa sawit telah dilakukan di Perkebunan PT.Agro Sinergi Nusantara Kebun Jaya Seujahtra Afdeling III. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pola zigzag yang dari 5 titik sampel tiap blok. Hasil pengamatan menunjukan bahwa penyakit karat daun (Cephaleuros vircens) setiap minggunya mengalami peningkatan yang bervariasi dengan kejadian penyakit 71%-79%, namun demikian keparahan penyakit masih tergolong kategori sedang dengan persentase keparahan 33% - 36%. laju infeksi setiap minggu berada pada kisaran 0,045-0,056.
{"title":"Analisis Infeksi Karat Daun (Cephaleuros vircens) pada Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis jacq) di Perkebunan Jaya Seujahtera Afdeling III PT. ASN","authors":"Januara Risky Ananta Purba, Irvan Subandar, Usman Ar","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2299","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2299","url":null,"abstract":"Kelapa sawit ( Elaeis guineensis jacq) merupakan tanaman penghasil minyak tertinggi di indonesia. Luas areal, produksi dan ekspor komoditas kelapa sawit di Indonesia terus meningkat. Budidaya kelapa sawit tidak terlepas dari gangguan penyakit tanaman termasuk penyakit karat daun (Cephaleuros vircens yang dapat mempengaruhi produktivitas dan hasil TBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan penyakit karat daun (Cephaleuros vircens) terhadap tanaman kelapa sawit telah dilakukan di Perkebunan PT.Agro Sinergi Nusantara Kebun Jaya Seujahtra Afdeling III. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pola zigzag yang dari 5 titik sampel tiap blok. Hasil pengamatan menunjukan bahwa penyakit karat daun (Cephaleuros vircens) setiap minggunya mengalami peningkatan yang bervariasi dengan kejadian penyakit 71%-79%, namun demikian keparahan penyakit masih tergolong kategori sedang dengan persentase keparahan 33% - 36%. laju infeksi setiap minggu berada pada kisaran 0,045-0,056.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125586706","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.1710
Rozak Dwi Nur Arifin, Agus Suroto, Budi Prakoso
Salah satu yang mempengaruh kualitas biji kopi adalah kerusakan biji kopi yang di sebabkan oleh hama Hypothenemus hampei. Serangan hama H. hampei merupakan salah satu faktor pembatas produksi pada biji kopi. Survei ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama H. hampei serta musuh alaminya yang dijumpai pada kebun kopi organik di Desa Pesangkalan, Kabupaten Banjarnegara. Perhitungan intesitas serangan H. hampei pada buah kopi yang ada di lahan seluas 2000 m2 didasarkan pada sampel yang diambil dari 10% dari 250 tanaman kopi. Sampel dipilih dari beberapa baris tanaman. Identifikasi musuh alami dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung. Hasil menunjukkan bahwa serangan hama H. hampei pada kopi robusta di Desa Pesangkalan mencapai 6.52 - 23.93 %; Musuh alami yang ditemukan di perkebunan kopi yaitu Leucauge fastigiate, Neurobasis chinensis, Apanteles sp., dan Podabrus sp.
{"title":"Identifikasi Tingkat Serangan Hypothenemus hampei dan Musuh Alaminya pada Tanaman Kopi di Pesangkalan, Pegedongan, Banjarnegara","authors":"Rozak Dwi Nur Arifin, Agus Suroto, Budi Prakoso","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.1710","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.1710","url":null,"abstract":"Salah satu yang mempengaruh kualitas biji kopi adalah kerusakan biji kopi yang di sebabkan oleh hama Hypothenemus hampei. Serangan hama H. hampei merupakan salah satu faktor pembatas produksi pada biji kopi. Survei ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama H. hampei serta musuh alaminya yang dijumpai pada kebun kopi organik di Desa Pesangkalan, Kabupaten Banjarnegara. Perhitungan intesitas serangan H. hampei pada buah kopi yang ada di lahan seluas 2000 m2 didasarkan pada sampel yang diambil dari 10% dari 250 tanaman kopi. Sampel dipilih dari beberapa baris tanaman. Identifikasi musuh alami dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan secara langsung. Hasil menunjukkan bahwa serangan hama H. hampei pada kopi robusta di Desa Pesangkalan mencapai 6.52 - 23.93 %; Musuh alami yang ditemukan di perkebunan kopi yaitu Leucauge fastigiate, Neurobasis chinensis, Apanteles sp., dan Podabrus sp.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124258603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2295
Netty Syam, Hidrawati Hidrawati, A. Aminah
Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh (1) waktu aplikasi Trichoderma terhadap pertumbuhan bibit lada; (2) konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit lada; dan (3) interaksi waktu aplikasi Trichoderma dengan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit lada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Agrowisata Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia di Kabupaten Pangkep. Penelitian berlangsung pada bulan Juli hingga Desember 2021. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu aplikasi Trichoderma yaitu 2 minggu sebelum tanam (MBT), bersamaan waktu tanam dan 2 minggu setelah tanam (MST). Faktor kedua berupa konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yaitu 0,5%, 1,0%, dan 1,5%. Data dianalisis dengan analisis ragam (Anova) dan uji lanjut BNJ 0,05. Hasil yang diperoleh yaitu waktu aplikasi Trichoderma sp. pada media pembibitan dan aplikasi POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan pada bibit lada. Waktu aplikasi Trichoderma 2 MBT dan saat tanam sama-sama mampu mempercepat saat munculnya tunas bibit lada yaitu 20,53 hari dan 21,23 hari setelah tanam. Aplikasi POC konsentrasi 0,10% dan 0,15% dapat memacu saat munculnya tunas lebih cepat, menghasilkan luas daun dan volume akar lebih tinggi pada bibit lada. Kombinasi antara waktu aplikasi Trichoderma saat tanam dengan POC 0,15% menghasilkan panjang sulur (12,9 cm) dan jumlah daun (3,8 helai) lebih baik, namun pertumbuhan bibit lada pada saat umur bibit telah mencapai 60 hari setelah tanam dapat menyamai pertumbuhan bibit lada yang diberi Trichoderma walaupun tanpa aplikasi POC.
{"title":"Response Pertumbuhan Setek Lada (Pepper nigrum L.) terhadap Waktu Aplikasi Trichoderma dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair","authors":"Netty Syam, Hidrawati Hidrawati, A. Aminah","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2295","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2295","url":null,"abstract":"Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh (1) waktu aplikasi Trichoderma terhadap pertumbuhan bibit lada; (2) konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit lada; dan (3) interaksi waktu aplikasi Trichoderma dengan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit lada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Agrowisata Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia di Kabupaten Pangkep. Penelitian berlangsung pada bulan Juli hingga Desember 2021. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu aplikasi Trichoderma yaitu 2 minggu sebelum tanam (MBT), bersamaan waktu tanam dan 2 minggu setelah tanam (MST). Faktor kedua berupa konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) yaitu 0,5%, 1,0%, dan 1,5%. Data dianalisis dengan analisis ragam (Anova) dan uji lanjut BNJ 0,05. Hasil yang diperoleh yaitu waktu aplikasi Trichoderma sp. pada media pembibitan dan aplikasi POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan pada bibit lada. Waktu aplikasi Trichoderma 2 MBT dan saat tanam sama-sama mampu mempercepat saat munculnya tunas bibit lada yaitu 20,53 hari dan 21,23 hari setelah tanam. Aplikasi POC konsentrasi 0,10% dan 0,15% dapat memacu saat munculnya tunas lebih cepat, menghasilkan luas daun dan volume akar lebih tinggi pada bibit lada. Kombinasi antara waktu aplikasi Trichoderma saat tanam dengan POC 0,15% menghasilkan panjang sulur (12,9 cm) dan jumlah daun (3,8 helai) lebih baik, namun pertumbuhan bibit lada pada saat umur bibit telah mencapai 60 hari setelah tanam dapat menyamai pertumbuhan bibit lada yang diberi Trichoderma walaupun tanpa aplikasi POC.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"92 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122607569","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.1711
Ika Vidi Nuraini, Budi Prakoso, Agus Suroto
Storage pestsare one of many factors causing damage ofstorage commodities, both quantitatively and qualitatively.This study aimed for indentifiying insect storage pests of rice, corn, and soybean in Batuwarno District, Wonogiri Regency. The insect identification was conducted based on their morphological character (color, body shape, antennae, wing shape size, and number of tarsi). The commodity sampling in Batuwarno was taken by selecting the farmers in Sumberejo Village who have these three commodities. 4 of 12 farmers who had the three commodities (rice, cornm and soybean) in their storage were selected. The method used in picking pest was by handpicking (directly). The sample was taken from five points, namely at the corners and center diagonally in the storage. Results showed that the insects were belong toColeoptera and Lepidoptera, namely Sitophilus oryzae, Sttotroga cerealella, Callosobruchus sp, Tribolium castaneum, Sitophilus zeamals, and Araecerus fasciculatus.
{"title":"Survei dan Identifikasi Hama Gudang pada Komoditas Padi, Jagung, dan Kedelai di Kecamatan Batuwarno, Wonogiri","authors":"Ika Vidi Nuraini, Budi Prakoso, Agus Suroto","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.1711","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.1711","url":null,"abstract":"<p><em>Storage</em><em> pest</em><em>s</em><em> </em><em>are one of many factors causing </em><em>damage</em><em> of</em><em> </em><em>storage commodities, </em><em>both quantitatively and qualitatively</em><em>.</em><em> </em><em>T</em><em>his study </em><em>aimed</em><em> for </em><em>indentifiying insect storage pests of</em><em> rice, corn, and soybean in Batuwarno District</em><em>, Wonogiri Regency</em><em>. The insect identification was conducted based on their morphological character (color, body shape, antennae, wing shape size, and number of tarsi). The commodity sampling in Batuwarno was taken by selecting the farmers in Sumberejo Village who have these three commodities. </em><em>4 of 12 farmers who had the three commodities (rice, cornm and soybean) in their storage were selected. </em><em> The method used in picking pest was by handpicking (directly). The sample was taken from five points, namely at the corner</em><em>s</em><em> and center diagonally in the </em><em>storage. R</em><em>esult</em><em>s showed that the insects were belong to</em><em> </em><em>Coleoptera</em><em> and Lepidoptera, namely Sitophilus oryzae, Sttotroga cerealella, Callosobruchus sp, Tribolium castaneum, Sitophilus zeamals, and Araecerus fasciculatus.</em><em></em></p>","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123361183","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2425
Zunianingrum Varichatun Muslichah, S. Siswadi, Kharis Triyono
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura wilayah Surakarta yang bertepat di Banyudono, Kabupaten Boyolali mulai bulan 28 Maret 2022 sampai dengan bulan 11 Juli 2022. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Dosis pupuk hayati Petrobio (P) sebagai faktor 1 terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = 0 kg/ha, P1 = 50 kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha. Dosis pupuk NPK Mutiara (N) sebagai faktor 2 terdiri dari 4 taraf yaitu N0 = 0 kg/ha, N1 = 150 kg/ha, N2 = 300 kg/ha, N3 = 450 kg/ha. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf α = 5%. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat tongkol tanpa kelobot per petak, berat tongkol tanpa kelobot per tanaman, berat biji per petak, berat 1000 biji. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk hayati Petrobio (P) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan dosis pupuk hayati Petrobio terbaik yaitu 100 kg/ha (P2). Perlakuan dosis pupuk NPK Mutiara (N) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan dosis pupuk NPK Mutiara terbaik yaitu 300 kg/ha (N2).Kata kunci: Jagung, dosis pupuk hayati Petrobio, dosis pupuk NPK Mutiara
{"title":"Uji Dosis Pupuk Hayati dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)","authors":"Zunianingrum Varichatun Muslichah, S. Siswadi, Kharis Triyono","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2425","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2425","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura wilayah Surakarta yang bertepat di Banyudono, Kabupaten Boyolali mulai bulan 28 Maret 2022 sampai dengan bulan 11 Juli 2022. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Dosis pupuk hayati Petrobio (P) sebagai faktor 1 terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = 0 kg/ha, P1 = 50 kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha. Dosis pupuk NPK Mutiara (N) sebagai faktor 2 terdiri dari 4 taraf yaitu N0 = 0 kg/ha, N1 = 150 kg/ha, N2 = 300 kg/ha, N3 = 450 kg/ha. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf α = 5%. Parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, berat tongkol tanpa kelobot per petak, berat tongkol tanpa kelobot per tanaman, berat biji per petak, berat 1000 biji. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk hayati Petrobio (P) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan dosis pupuk hayati Petrobio terbaik yaitu 100 kg/ha (P2). Perlakuan dosis pupuk NPK Mutiara (N) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan dengan dosis pupuk NPK Mutiara terbaik yaitu 300 kg/ha (N2).Kata kunci: Jagung, dosis pupuk hayati Petrobio, dosis pupuk NPK Mutiara","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115326419","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2283
Bayu Fadilla, Sumeinika Fitria Lizmah, Novian Charles Ritonga
Pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus telah menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit, termasuk bagi PT. Socfindo Kebun Seunagan. Meskipun demikian efektifitas penggunaan burung hantu ini masih belum terukur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keberadaan populasi Tyto alba sebagai pengendali hama tikus pada perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo Kebun Seunagan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2021 di perkebunan kelapa sawit Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan. Metode yang digunakan adalah metode survey dilengkapi dengan data sekunder berupa data perusahaan dan studi referensi. Pengamtan dilakukan terhadap populasi Tyto alba dan hama tikus di sekitar sarang Tyto alba. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sarang yang terdeteksi keberadaan Tyto alba sebanyak 4 sarang dari total 9 sarang burung hantu yang diamati. Indikator keberadaan burung hantu yang dilakukan berupa: anakan, bulu, telur, dan sisa makanan. Hasil sensus serangan hama tikus diketahui rata-rata serangan sebesar 33% dari 1.008 pohon sampel. Sedangkan ambang batas ekonomi serangan hama tikus di PT. Socfindo yaitu <3%. Maka jika dibandingkan, tingkat serangan hama tikus di PT. Socfindo sangat tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas maka dilakukan peningkatan populasi Tyto alba yaitu; satu pasang dan satu sarang burung hantu di setiap 20 Ha. Sedangkan di Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan hanya 15% jumlah sarang dengan total kebutuhan yaitu 59 sarang burung hantu untuk memenuhi kebutuhan di luasan lahan 1.176,31 Ha.
{"title":"Potensi Pemanfaatan Burung Hantu Tyto alba sebagai Predator Alami dalam Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jaqc.) di Divisi II PT. SOCFINDO Seunagan","authors":"Bayu Fadilla, Sumeinika Fitria Lizmah, Novian Charles Ritonga","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2283","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2283","url":null,"abstract":"Pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus telah menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit, termasuk bagi PT. Socfindo Kebun Seunagan. Meskipun demikian efektifitas penggunaan burung hantu ini masih belum terukur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keberadaan populasi Tyto alba sebagai pengendali hama tikus pada perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo Kebun Seunagan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2021 di perkebunan kelapa sawit Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan. Metode yang digunakan adalah metode survey dilengkapi dengan data sekunder berupa data perusahaan dan studi referensi. Pengamtan dilakukan terhadap populasi Tyto alba dan hama tikus di sekitar sarang Tyto alba. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sarang yang terdeteksi keberadaan Tyto alba sebanyak 4 sarang dari total 9 sarang burung hantu yang diamati. Indikator keberadaan burung hantu yang dilakukan berupa: anakan, bulu, telur, dan sisa makanan. Hasil sensus serangan hama tikus diketahui rata-rata serangan sebesar 33% dari 1.008 pohon sampel. Sedangkan ambang batas ekonomi serangan hama tikus di PT. Socfindo yaitu <3%. Maka jika dibandingkan, tingkat serangan hama tikus di PT. Socfindo sangat tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas maka dilakukan peningkatan populasi Tyto alba yaitu; satu pasang dan satu sarang burung hantu di setiap 20 Ha. Sedangkan di Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan hanya 15% jumlah sarang dengan total kebutuhan yaitu 59 sarang burung hantu untuk memenuhi kebutuhan di luasan lahan 1.176,31 Ha.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"28 22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131164660","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2449
Hana Hanifa, S. Suwardi
Faktor tanah yang berpengaruh terhadap erosi diantaranya erodibilitas tanah, yang merupakan ketahanan tanah terhadap daya rusak dari luar baik oleh pukulan air hujan, maupun limpasan permukaan, dan kemampuan tanah untuk menyerap air hujan melalui infiltrasi dan perkolasi. Besarnya nilai erodibilitas tanah dapat menentukan laju erosi yang terjadi. Nilai erodibilitas tanah ditentukan oleh struktur, tekstur, permeabilitas, dan kandungan bahan organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah, dan mengetahui pengaruh penggunaan lahan dan kemiringan lahan dengan nilai erodibilitas tanah di sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Tulis. Metode yang digunakan adalah metode survei. Parameter yang diukur adalah tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik tanah, dan permeabilitas tanah. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan nilai erodibilitas tanah dengan persamaan Wischmeier dan Smith. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai erodibilitas tanah di sub Daerah Aliran Sungai Tulis berkisar antara 0,08 sampai 0,25 yang termasuk kelas sangat rendah hingga sedang. Berdasarkan hasil analisis variasi tersarang, jenis penggunaan lahan dan tingkat kemiringan lahan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai erodibilitas tanah.Kata kunci: erodibilitas, limpasan permukaan, penggunaan lahan
{"title":"Nilai Erodibilitas Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan dan Tingkat Kemiringan Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Tulis, Banjarnegara, Jawa Tengah","authors":"Hana Hanifa, S. Suwardi","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2449","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2449","url":null,"abstract":"Faktor tanah yang berpengaruh terhadap erosi diantaranya erodibilitas tanah, yang merupakan ketahanan tanah terhadap daya rusak dari luar baik oleh pukulan air hujan, maupun limpasan permukaan, dan kemampuan tanah untuk menyerap air hujan melalui infiltrasi dan perkolasi. Besarnya nilai erodibilitas tanah dapat menentukan laju erosi yang terjadi. Nilai erodibilitas tanah ditentukan oleh struktur, tekstur, permeabilitas, dan kandungan bahan organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah, dan mengetahui pengaruh penggunaan lahan dan kemiringan lahan dengan nilai erodibilitas tanah di sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Tulis. Metode yang digunakan adalah metode survei. Parameter yang diukur adalah tekstur tanah, struktur tanah, bahan organik tanah, dan permeabilitas tanah. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan nilai erodibilitas tanah dengan persamaan Wischmeier dan Smith. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai erodibilitas tanah di sub Daerah Aliran Sungai Tulis berkisar antara 0,08 sampai 0,25 yang termasuk kelas sangat rendah hingga sedang. Berdasarkan hasil analisis variasi tersarang, jenis penggunaan lahan dan tingkat kemiringan lahan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai erodibilitas tanah.Kata kunci: erodibilitas, limpasan permukaan, penggunaan lahan","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131966257","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2410
Ayu Dita Rani, Kharis Triyono, Sumarmi Sumarmi
Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Bleboh, Jiken, Blora mulai 19 Februari sampai dengan 26 Mei 2022. Metode dari penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dan diulangi 3 kali. Jarak tanam (J) sebagai faktor 1 terdiri dari 3 taraf yaitu J1 = jarak.tanam 40 × 10 cm, J2 = jarak tanam 40 × 15 cm, J3 = jarak tanam 40 × 25 cm. Pupuk fosfor (D) sebagai faktor 2 terdiri dari 4 taraf yaitu D0 = (kontrol), D1 = pupuk fosfor dosis 75 kg/ha, D2 = pupuk fosfor 150 kg/ha, D3 = pupuk fosfor dosis 225 kg/ha. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut BNJ dengan taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam (J) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali jumlah polong tidak bernas per tanaman, dengan jarak tanam 40 × 10 cm (J1) memiliki hasil terbaik untuk tinggi tanaman dan berat polong per petak, sedangkan jarak tanam 40 × 25 cm memiliki hasil terbaik untuk jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, berat polongper tanaman, berat biji per tanaman dan berat 100 biji. Pupuk fosfor (D) berpengaruh terhadap seluruh paramater pengamatan kecuali tinggi tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 150 kg/ha. Kata kunci: Dosis pupuk fosfor, jarak tanam, kacang tanah
{"title":"Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.)","authors":"Ayu Dita Rani, Kharis Triyono, Sumarmi Sumarmi","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2410","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2410","url":null,"abstract":"Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Bleboh, Jiken, Blora mulai 19 Februari sampai dengan 26 Mei 2022. Metode dari penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dan diulangi 3 kali. Jarak tanam (J) sebagai faktor 1 terdiri dari 3 taraf yaitu J1 = jarak.tanam 40 × 10 cm, J2 = jarak tanam 40 × 15 cm, J3 = jarak tanam 40 × 25 cm. Pupuk fosfor (D) sebagai faktor 2 terdiri dari 4 taraf yaitu D0 = (kontrol), D1 = pupuk fosfor dosis 75 kg/ha, D2 = pupuk fosfor 150 kg/ha, D3 = pupuk fosfor dosis 225 kg/ha. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut BNJ dengan taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam (J) berpengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali jumlah polong tidak bernas per tanaman, dengan jarak tanam 40 × 10 cm (J1) memiliki hasil terbaik untuk tinggi tanaman dan berat polong per petak, sedangkan jarak tanam 40 × 25 cm memiliki hasil terbaik untuk jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, berat polongper tanaman, berat biji per tanaman dan berat 100 biji. Pupuk fosfor (D) berpengaruh terhadap seluruh paramater pengamatan kecuali tinggi tanaman, dengan dosis terbaik yaitu 150 kg/ha. Kata kunci: Dosis pupuk fosfor, jarak tanam, kacang tanah","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122038817","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2357
Risti Arina Lestari, S. Bahri, Sumarmi Sumarmi
ABSTRAK Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 November 2021 sampai 8 Maret 2021 di Kebun Percobaan Jaya Wijaya Universitas Slamet Riyadi Surakarta, 130 mdpl. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tomat cherry. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Terdapat 3 faktor yaitu pupuk organik 3 jenis: (1) Pupuk kandang kambing 150 gr/polybag, 300 gr/polybag, 450gr/polybag, (2) Pupuk kandang ayam 350 gr/polybag, 700 gr/polybag, 1050 gr/polybag, (3) Pupuk guano 175 gr/polybag, 350 gr/polybag, 525 gr/polybag, dan (4) tanpa pupuk. Diperoleh 10 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam, dilanjutkan Uji Duncan 5%. Penelitian menunjukkan perlakuan berbagai pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang guano) berpengaruh nyata pada lingkar buah tomat cherry pada panen ke 3. Penggunaan pupuk guano dengan dosis 350 gr/polybag (G2) memberikan hasil terbaik pada jumlah panen, jumlah buah, lingkar buah, dan tinggi tanaman. Semua pupuk organik yang digunakan dapat memberikan hasil terbaik untuk budidaya tanaman tomat cherry.Kata kunci: Tomat cherry, pupuk organik, pertumbuhan, hasil
{"title":"Pengaruh Penggunaan Berbagai Pupuk Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tomat Cherry (Solanum lycopersicum var.cerasiforme)","authors":"Risti Arina Lestari, S. Bahri, Sumarmi Sumarmi","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.2357","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2357","url":null,"abstract":"ABSTRAK Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 November 2021 sampai 8 Maret 2021 di Kebun Percobaan Jaya Wijaya Universitas Slamet Riyadi Surakarta, 130 mdpl. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai pupuk organik pada pertumbuhan dan hasil tomat cherry. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Terdapat 3 faktor yaitu pupuk organik 3 jenis: (1) Pupuk kandang kambing 150 gr/polybag, 300 gr/polybag, 450gr/polybag, (2) Pupuk kandang ayam 350 gr/polybag, 700 gr/polybag, 1050 gr/polybag, (3) Pupuk guano 175 gr/polybag, 350 gr/polybag, 525 gr/polybag, dan (4) tanpa pupuk. Diperoleh 10 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam, dilanjutkan Uji Duncan 5%. Penelitian menunjukkan perlakuan berbagai pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang guano) berpengaruh nyata pada lingkar buah tomat cherry pada panen ke 3. Penggunaan pupuk guano dengan dosis 350 gr/polybag (G2) memberikan hasil terbaik pada jumlah panen, jumlah buah, lingkar buah, dan tinggi tanaman. Semua pupuk organik yang digunakan dapat memberikan hasil terbaik untuk budidaya tanaman tomat cherry.Kata kunci: Tomat cherry, pupuk organik, pertumbuhan, hasil","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114280415","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-10-10DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.1977
H. Hendrival, Suwaranita Sitompul, Z. Wirda
Hama pascapanen Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) dan Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) merupakan hama utama yang menyebabkan kerusakan secara kuantitas dan kualitas sorgum selama penyimpanan. Interaksi antar individu S. oryzae dan R. dominica dapat terjadi pada spesies yang sama maupun spesies yang berbeda di penyimpanan sorgum. Tujuan penelitian mempelajari interaksi antara S. oryzae dan R. dominica terhadap pertumbuhan populalsi keduanya dan dan kerusakan sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan intraspesifik dan interspesifik S. oryzae dan R. dominica. Jenis perlakuan terdiri dari tiga taraf yaitu 30 pasang imago S. oryzae, 30 pasang imago R. dominica, dan 15 pasang imago S. oryzae + 15 pasang imago R. dominica. Imag-imago tersebut diinfestasikan ke dalam stoples plastik yang berisikan 150 g sorgum dan disimpan selama 60 hari. Parameter pengamatan meliputi jumlah imago, persentase berat bubuk dan susut berat sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara S. oryzae dan R. dominica mempengaruhi pertumbuhhan populasi keduanya dan kerusakan sorgum. Kompetisi interspesifik antara spesies S. oryzae dan R. dominica secara nyata dapat mengurangi populasi kedua tersebut. Kompetisi intraspesifik S. oryzae mampu menyebabkan persentase susut berat dan persentase berat bubuk yang lebih besar dibandingkan kompetisi intraspesifik R. dominica dan kompetisi interspesifik keduanya. Informasi tentang interaksi antar spesies S. oryzae dan R. dominica sebagai acuan kegiatan pemantauan untuk mengevaluasi tindakan pengendalian yang dilakukan terhadap hama tersebut di penyimpanan sorgum.
后光虫(学名coleophilus oryzae)和rhyzpastha dominica (coleoptha: Bostrichidae)是储存过程中导致的数量和质量破坏的主要害虫。oryzae和R. dominica个体之间的相互作用可能发生在高粱仓库的同一物种和不同物种中。研究对象是研究oryzae和R. dominica之间对人口增长和高粱的损害的相互作用。研究使用的是随机设计,涉及神盾局的内部和内部治疗。治疗方法包括30对imago S. oryzae, 30对imago R. dominica, 15对imago S. oryzae + 15对imago R. dominica。这些意象被移植到一个装有150克高粱的塑料罐子里,储存了60天。观测参数包括imago的数量、粉末的重量和高粱的缩水。研究表明,oryzae和R. dominica之间的相互作用影响了种群的生长和高粱的生长损伤。oryzae和R. dominica物种之间的特异性竞争实际上可以减少这两个种群。oryzae的内部比赛比多米尼加的特异性比赛和两种比赛都更有可能导致体重缩水和粉末重度竞争。关于oryzae和R. dominica之间物种之间相互作用的信息,以评估高粱仓库中对害虫的控制措施。
{"title":"Interaksi antara Sitophilus oryzae (L.) dan Rhyzopertha dominica (F.) terhadap Pertumbuhan Populasi dan Kerusakan Sorgum","authors":"H. Hendrival, Suwaranita Sitompul, Z. Wirda","doi":"10.31941/biofarm.v18i2.1977","DOIUrl":"https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.1977","url":null,"abstract":"Hama pascapanen Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) dan Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) merupakan hama utama yang menyebabkan kerusakan secara kuantitas dan kualitas sorgum selama penyimpanan. Interaksi antar individu S. oryzae dan R. dominica dapat terjadi pada spesies yang sama maupun spesies yang berbeda di penyimpanan sorgum. Tujuan penelitian mempelajari interaksi antara S. oryzae dan R. dominica terhadap pertumbuhan populalsi keduanya dan dan kerusakan sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan intraspesifik dan interspesifik S. oryzae dan R. dominica. Jenis perlakuan terdiri dari tiga taraf yaitu 30 pasang imago S. oryzae, 30 pasang imago R. dominica, dan 15 pasang imago S. oryzae + 15 pasang imago R. dominica. Imag-imago tersebut diinfestasikan ke dalam stoples plastik yang berisikan 150 g sorgum dan disimpan selama 60 hari. Parameter pengamatan meliputi jumlah imago, persentase berat bubuk dan susut berat sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara S. oryzae dan R. dominica mempengaruhi pertumbuhhan populasi keduanya dan kerusakan sorgum. Kompetisi interspesifik antara spesies S. oryzae dan R. dominica secara nyata dapat mengurangi populasi kedua tersebut. Kompetisi intraspesifik S. oryzae mampu menyebabkan persentase susut berat dan persentase berat bubuk yang lebih besar dibandingkan kompetisi intraspesifik R. dominica dan kompetisi interspesifik keduanya. Informasi tentang interaksi antar spesies S. oryzae dan R. dominica sebagai acuan kegiatan pemantauan untuk mengevaluasi tindakan pengendalian yang dilakukan terhadap hama tersebut di penyimpanan sorgum.","PeriodicalId":340264,"journal":{"name":"Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131612410","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}