Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14355
S. Alfian, K. Tri, Widakdo Giri, Widiastuti Eni, Suatmaji Suatmaji
ABSTRACT Healthcare is becoming an increasingly important need for people in today's modern era. The quality and speed of nursing services provided is crucial, such as ambulance calls especially in emergency situations. An effective leadership style that are upheld by the leader (unit person in charge) can motivate and guide nurses to achieve the targets set, as well as improve their performance in providing quality services to patients. The aim of this research is to determine the correlation between the person in charge of the ambulance unit leadership style and the ambulance response time in Pusat Krisis Dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah Provinsi Dki Jakarta, North Jakarta Region. This research uses quantitative methods with an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample in this study was 76 operational nurses from 11 ambulance units in the North Jakarta area. Based on the age of the ambulance nursing personnel, they are in the age group > 25 years. Based on gender, the majority are male. The response time achievement identification is in the "Achieved (≤ 30 minutes)" category. The results of this research state that there is a significant correlation between leadership style and the Response time of the Ambulance. Keywords: Ambulance, Leadership Style, Response Time ABSTRAK Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi masyarakat di era modern saat ini. Kualitas dan kecepatan pelayanan keperawatan yang diberikan sangatlah krusial, terutama dalam situasi darurat seperti panggilan ambulans. Gaya kepemimpinan yang efektif yang dijunjung tinggi oleh pemimpin (penanggung jawab unit) dapat memotivasi dan membimbing perawat untuk mencapai target yang ditetapkan, termasuk dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi atau hubungan dari gaya kepemimpinan penanggung jawab unit ambulans terhadap response time ambulans di Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Wilayah Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Observasional analitik pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 76 perawat pelaksana dari 11 unit ambulans wilayah Jakarta Utara. Berdasarkan usia petugas perawat ambulans berada pada kelompok usia dewasa awal, Berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki, Identifikasi capaian response time berada pada kategori “Tercapai (≤ 30 menit)” dengan rata-rata waktu capaian 19 menit. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan dengan Response time ambulans. Kata Kunci: Ambulans, Gaya Kepemimpinan, Response Time
摘要 当今时代,人们对医疗保健的需求与日俱增。护理服务的质量和速度至关重要,例如救护车呼叫,尤其是在紧急情况下。领导者(单位负责人)坚持有效的领导风格可以激励和指导护士实现既定目标,并提高他们为患者提供优质服务的绩效。本研究旨在确定北雅加达地区 Dki Jakarta 省区域健康危机和急救中心救护车单位负责人的领导风格与救护车响应时间之间的相关性。本研究采用定量分析方法和横截面观察分析设计。本研究的样本是来自雅加达北部地区 11 个救护单位的 76 名业务护士。 从救护护理人员的年龄来看,他们都在 25 岁以上。从性别来看,男性居多。响应时间成绩鉴定属于 "达到(≤ 30 分钟)"类别。研究结果表明,领导风格与救护车响应时间之间存在显著相关性。关键词救护车 领导风格 响应时间 ABSTRACT Health care is an increasingly important need for people in today's modern era.护理服务的质量和速度至关重要,尤其是在救护车呼叫等紧急情况下。领导者(科室负责人)有效的领导风格可以激励和指导护士实现既定目标,包括为患者提供优质服务。 本研究旨在确定雅加达特别首都区北雅加达地区健康危机和急救中心救护车单位负责人的领导风格与救护车响应时间之间的相关性或关系。本研究采用定量分析方法和横截面观察设计。研究样本为来自雅加达北部地区 11 个救护单位的 76 名执行护士。从年龄来看,救护护士的年龄处于成年早期;从性别来看,大多数为男性;从响应时间成就的鉴定来看,属于 "达到(≤ 30 分钟)"类别,平均达到时间为 19 分钟。本研究指出,领导风格与救护车响应时间之间存在显著关系。关键词救护车 领导风格 响应时间
{"title":"Gaya Kepemimpinan Penanggung Jawab Unit Terhadap Response Time Ambulans DKI Jakarta","authors":"S. Alfian, K. Tri, Widakdo Giri, Widiastuti Eni, Suatmaji Suatmaji","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14355","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14355","url":null,"abstract":"ABSTRACT Healthcare is becoming an increasingly important need for people in today's modern era. The quality and speed of nursing services provided is crucial, such as ambulance calls especially in emergency situations. An effective leadership style that are upheld by the leader (unit person in charge) can motivate and guide nurses to achieve the targets set, as well as improve their performance in providing quality services to patients. The aim of this research is to determine the correlation between the person in charge of the ambulance unit leadership style and the ambulance response time in Pusat Krisis Dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah Provinsi Dki Jakarta, North Jakarta Region. This research uses quantitative methods with an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample in this study was 76 operational nurses from 11 ambulance units in the North Jakarta area. Based on the age of the ambulance nursing personnel, they are in the age group > 25 years. Based on gender, the majority are male. The response time achievement identification is in the \"Achieved (≤ 30 minutes)\" category. The results of this research state that there is a significant correlation between leadership style and the Response time of the Ambulance. Keywords: Ambulance, Leadership Style, Response Time ABSTRAK Pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi masyarakat di era modern saat ini. Kualitas dan kecepatan pelayanan keperawatan yang diberikan sangatlah krusial, terutama dalam situasi darurat seperti panggilan ambulans. Gaya kepemimpinan yang efektif yang dijunjung tinggi oleh pemimpin (penanggung jawab unit) dapat memotivasi dan membimbing perawat untuk mencapai target yang ditetapkan, termasuk dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi atau hubungan dari gaya kepemimpinan penanggung jawab unit ambulans terhadap response time ambulans di Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Wilayah Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Observasional analitik pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 76 perawat pelaksana dari 11 unit ambulans wilayah Jakarta Utara. Berdasarkan usia petugas perawat ambulans berada pada kelompok usia dewasa awal, Berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki, Identifikasi capaian response time berada pada kategori “Tercapai (≤ 30 menit)” dengan rata-rata waktu capaian 19 menit. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan dengan Response time ambulans. Kata Kunci: Ambulans, Gaya Kepemimpinan, Response Time","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"50 20","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141232205","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14437
Bintang Yuniar Musviratunnisah, Ananta Fittonia Benvenuto, I. A. Saputra, Fachrudi Hanafi
ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) are all newborns with a birth weight of less than 2,500 grams regardless of gestational age. Causes of LBW are multifactorial, such as maternal factors, fetal factors, environmental factors and socio-economic factors. This study aims to determine the relationship between anemia, age and parity with the incidence of LBW at Patut Patuh Patju Hospital. This research is an analytical observational research with a case-control design. The sample population in this study was all newborn babies at the Patut Patuh Patju Regional Hospital for the period January-December 2022, totaling 1.297 with 230 samples taken by purposive sampling with a 1:1 ratio of which 115 were cases and 115 controls. Data analysis for this research is univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of this research showed that there was a significant relationship between anemia and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and an OR of 17.5). There was a significant relationship between maternal age and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and OR 6.1). There was a significant relationship between maternal parity and the incidence of LBW (p-value of 0.017 and OR 1.9). There was a significant relationship between anemia, age and parity with the incidence of low birth weight (LBW) at Patut Patuh Patju Hospital. Keywords: LBW, Anemia, Age, Parity, Infants ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi didunia. BBLR adalah semua bayi baru lahir dengan berat saat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Penyebab terjadinya BBLR bersifat multifaktorial, seperti faktor ibu, faktor janin, faktor lingkungan serta faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD Patut Patuh Patju periode Januari-Desember tahun 2022 yang berjumlah 1.297 dengan 230 sampel yang diambil dengan purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana 115 sampel sebagai kasus dan 115 kontrol. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian BBLR (p-value=0,000 dan OR 17,5). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,000 dan OR 6,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,017 dan OR 1,9). Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju. Kata Kunci: BBLR, Anemia, Usia Ibu, Paritas, Bayi
{"title":"Hubungan Anemia, Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Patut Patuh Patju","authors":"Bintang Yuniar Musviratunnisah, Ananta Fittonia Benvenuto, I. A. Saputra, Fachrudi Hanafi","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14437","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14437","url":null,"abstract":"ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) are all newborns with a birth weight of less than 2,500 grams regardless of gestational age. Causes of LBW are multifactorial, such as maternal factors, fetal factors, environmental factors and socio-economic factors. This study aims to determine the relationship between anemia, age and parity with the incidence of LBW at Patut Patuh Patju Hospital. This research is an analytical observational research with a case-control design. The sample population in this study was all newborn babies at the Patut Patuh Patju Regional Hospital for the period January-December 2022, totaling 1.297 with 230 samples taken by purposive sampling with a 1:1 ratio of which 115 were cases and 115 controls. Data analysis for this research is univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of this research showed that there was a significant relationship between anemia and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and an OR of 17.5). There was a significant relationship between maternal age and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and OR 6.1). There was a significant relationship between maternal parity and the incidence of LBW (p-value of 0.017 and OR 1.9). There was a significant relationship between anemia, age and parity with the incidence of low birth weight (LBW) at Patut Patuh Patju Hospital. Keywords: LBW, Anemia, Age, Parity, Infants ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi didunia. BBLR adalah semua bayi baru lahir dengan berat saat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Penyebab terjadinya BBLR bersifat multifaktorial, seperti faktor ibu, faktor janin, faktor lingkungan serta faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD Patut Patuh Patju periode Januari-Desember tahun 2022 yang berjumlah 1.297 dengan 230 sampel yang diambil dengan purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana 115 sampel sebagai kasus dan 115 kontrol. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian BBLR (p-value=0,000 dan OR 17,5). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,000 dan OR 6,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,017 dan OR 1,9). Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju. Kata Kunci: BBLR, Anemia, Usia Ibu, Paritas, Bayi","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"28 25","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141232859","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14507
A. Hany, Ratih Arum Vatmasari, Farah Oktaviani Putri, Azmy Avi Alizain
ABSTRACT The growth and development of children is impacted by stunting, a serious public health issue. Mother knowledge is one aspect that affects stunting. Stunting-related education by booklets could improve mothers' awareness. To analyze the effect of education using booklets on maternal knowledge related to stunting. The study design used was a pre-experiment with a one group pre-test and post-test approach. The sample in this study were mothers who had children aged 0-5 years. The sampling technique used purposive sampling. The instrument used was a stunting knowledge questionnaire. The results of the Wilcoxon-test statistical test showed that there was a significant effect before and after education using booklets on mothers' knowledge related to stunting (p value = 0.002). Therefore, it can be concluded that providing education using booklets is effective in increasing mothers' knowledge related to stunting. Nurses could provide education using educational media such as booklets to increase mothers' knowledge related to stunting. Keywords: Education, Booklet, Stunting, Mothers' Knowledge
{"title":"The Effect of Booklet Education on Mothers' Knowledge Related to Stunting","authors":"A. Hany, Ratih Arum Vatmasari, Farah Oktaviani Putri, Azmy Avi Alizain","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14507","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14507","url":null,"abstract":"ABSTRACT The growth and development of children is impacted by stunting, a serious public health issue. Mother knowledge is one aspect that affects stunting. Stunting-related education by booklets could improve mothers' awareness. To analyze the effect of education using booklets on maternal knowledge related to stunting. The study design used was a pre-experiment with a one group pre-test and post-test approach. The sample in this study were mothers who had children aged 0-5 years. The sampling technique used purposive sampling. The instrument used was a stunting knowledge questionnaire. The results of the Wilcoxon-test statistical test showed that there was a significant effect before and after education using booklets on mothers' knowledge related to stunting (p value = 0.002). Therefore, it can be concluded that providing education using booklets is effective in increasing mothers' knowledge related to stunting. Nurses could provide education using educational media such as booklets to increase mothers' knowledge related to stunting. Keywords: Education, Booklet, Stunting, Mothers' Knowledge","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"16 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141233319","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14506
Dimas Arya Sentana, Sukandriani Utami, Shinta Wulandari, Ali Sukamajaya
ABSTRACT Hyperglycemia is a medical condition characterized by an increase in blood sugar levels that exceed normal limits, which is characteristic of several diseases, especially Diabetes Mellitus. According to West Nusa Tenggara Riskesdas data, the prevalence of DM based on doctor's diagnosis in the population aged ≥15 years was 14,825 people. To analyze the relationship between sleep quality, stress level, and diet with blood sugar level in students of Faculty of Medicine, Al-Azhar Is lamic University, batch 2022 and 2023. Observational analytic quantitative research with cross sectional study design. The research was conducted at Islamic University-Al Azhar on Thursday, January 25, 2024. The sampling technique used probability sampling, namely stratified random sampling with a sample size of 75 respondents. Data were analyzed using the Chi-Square correlation test with a significance value limit (p-value) <0.05. The results showed that the majority were 20 years old (44%), female gender (61.3%), and batch 2023 (52.0%), had normal blood sugar (88.0%), had good sleep quality (88.0%), normal-moderate stress levels (86.7%), and adequate diet (85.3%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between sleep quality and Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), stress level with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), and diet with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000) in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Conclusion: Sleep quality, stress level, and diet are associated with Instantaneous Blood Sugar in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Keywords: Sleep Quality, Stress Level, Eating Patterns, and Instantaneous Blood Sugar ABSTRAK Hiperglikemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal sehingga menjadi karakteristik dari beberapa penyakit terutama penyakit DM. Menurut data Riskesdas Nusa Tenggara Barat prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥15 tahun sebanyak 14.825 jiwa. Menganalisis hubungan antara kualitas tidur, tingkat stres dan pola makan dengan Gula Darah Sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2022 dan 2023. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Universitas Islam-Al Azhar pada hari Kamis, 25 Januari 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yaitu dengan stratified random sampling dengan besar sampel 75 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 20 tahun (44%), jenis kelamin perempuan (61,3%), dan angkatan 2023 (52,0%), mengalami gula darah sewaktu normal (88,0%), memilki kualitas tidur baik (88,0%), tingkat stres normal-sedang (86,7%), dan pola makan yang cukup (85,3%). Analisis bivariat menun
摘要 高血糖是一种以血糖水平升高超过正常范围为特征的病症,是多种疾病的特征,尤其是糖尿病。根据 West Nusa Tenggara Riskesdas 的数据,在年龄≥15 岁的人群中,根据医生诊断的糖尿病患病率为 14,825 人。分析爱资哈尔伊斯兰大学医学院 2022 和 2023 届学生的睡眠质量、压力水平和饮食与血糖水平之间的关系。观察分析定量研究,采用横断面研究设计。研究于 2024 年 1 月 25 日星期四在爱资哈尔伊斯兰大学进行。抽样技术采用概率抽样,即分层随机抽样,样本量为 75 名受访者。数据采用 Chi-Square 相关性检验法进行分析,显著性限值 (p 值) <0.05。结果显示,大多数受访者的年龄为 20 岁(44%),性别为女性(61.3%),批次为 2023(52.0%),血糖正常(88.0%),睡眠质量良好(88.0%),压力水平正常-中等(86.7%),饮食充足(85.3%)。双变量分析显示,爱资哈尔伊斯兰大学医学院 2022 届和 2023 届学生的睡眠质量与瞬时血糖(P=0.000)、压力水平与瞬时血糖(P=0.000)、饮食与瞬时血糖(P=0.000)之间存在关系。结论睡眠质量、压力水平和饮食与爱资哈尔伊斯兰大学医学院2022级和2023级学生的瞬时血糖有关。关键词:睡眠质量睡眠质量、压力水平、饮食模式和瞬时血糖 ABSTRACT Hyperglycaemia is a medical condition characterized by an increase in blood sugar levels that exceeds normal limits and is characteristic of several diseases, especially DM.根据西努沙登加拉卫生部(West Nusa Tenggara Riskesdas)的数据,在年龄≥15 岁的人群中,根据医生诊断的 DM 患病率为 14825 人。分析爱资哈尔伊斯兰大学医学院 2022 和 2023 届学生的睡眠质量、压力水平和饮食与血糖水平之间的关系。观察分析定量研究,采用横断面研究设计。研究于 2024 年 1 月 25 日星期四在爱资哈尔伊斯兰大学进行。抽样技术采用概率抽样,即分层随机抽样,样本量为 75 名受访者。数据采用 Chi-Square 相关性检验法进行分析,显著性限值 (p 值) <0.05。结果显示,大多数受访者的年龄为 20 岁(44%),性别为女性(61.3%),批次为 2023(52.0%),血糖正常(88.0%),睡眠质量良好(88.0%),压力水平正常-中等(86.7%),饮食充足(85.3%)。双变量分析显示,爱资哈尔伊斯兰大学医学院 2022 和 2023 届学生的睡眠质量与血糖(P=0.000)、压力水平与血糖(P=0.000)、饮食与血糖(P=0.000)之间存在关系。睡眠质量、压力水平和饮食与爱资哈尔伊斯兰大学医学院2022级和2023级学生的GDS有关。关键词睡眠质量、压力水平、饮食和血糖水平(GDS)。
{"title":"Hubungan Kualitas Tidur, Tingkat Stres dan Pola Makan dengan Gula Darah Sewaktu (GDS) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al–Azhar Angkatan 2022 Dan 2023","authors":"Dimas Arya Sentana, Sukandriani Utami, Shinta Wulandari, Ali Sukamajaya","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14506","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14506","url":null,"abstract":"ABSTRACT Hyperglycemia is a medical condition characterized by an increase in blood sugar levels that exceed normal limits, which is characteristic of several diseases, especially Diabetes Mellitus. According to West Nusa Tenggara Riskesdas data, the prevalence of DM based on doctor's diagnosis in the population aged ≥15 years was 14,825 people. To analyze the relationship between sleep quality, stress level, and diet with blood sugar level in students of Faculty of Medicine, Al-Azhar Is lamic University, batch 2022 and 2023. Observational analytic quantitative research with cross sectional study design. The research was conducted at Islamic University-Al Azhar on Thursday, January 25, 2024. The sampling technique used probability sampling, namely stratified random sampling with a sample size of 75 respondents. Data were analyzed using the Chi-Square correlation test with a significance value limit (p-value) <0.05. The results showed that the majority were 20 years old (44%), female gender (61.3%), and batch 2023 (52.0%), had normal blood sugar (88.0%), had good sleep quality (88.0%), normal-moderate stress levels (86.7%), and adequate diet (85.3%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between sleep quality and Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), stress level with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000), and diet with Instantaneous Blood Sugar (p=0.000) in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Conclusion: Sleep quality, stress level, and diet are associated with Instantaneous Blood Sugar in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University class of 2022 and 2023. Keywords: Sleep Quality, Stress Level, Eating Patterns, and Instantaneous Blood Sugar ABSTRAK Hiperglikemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal sehingga menjadi karakteristik dari beberapa penyakit terutama penyakit DM. Menurut data Riskesdas Nusa Tenggara Barat prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥15 tahun sebanyak 14.825 jiwa. Menganalisis hubungan antara kualitas tidur, tingkat stres dan pola makan dengan Gula Darah Sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2022 dan 2023. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Universitas Islam-Al Azhar pada hari Kamis, 25 Januari 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling yaitu dengan stratified random sampling dengan besar sampel 75 responden. Data dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square dengan batas nilai signifikansi (p-value) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas berusia 20 tahun (44%), jenis kelamin perempuan (61,3%), dan angkatan 2023 (52,0%), mengalami gula darah sewaktu normal (88,0%), memilki kualitas tidur baik (88,0%), tingkat stres normal-sedang (86,7%), dan pola makan yang cukup (85,3%). Analisis bivariat menun","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"52 25","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141232370","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14210
Naadiyah Zakiyyah, Hanny Handiyani, R. T. Hariyati, Enie Novieastari
ABSTRACT Nurses' negative attitudes in reporting patient safety incidents has an impact on the low number of reported incidents (underreporting). Reporting incidents is beneficial and can be a lesson to prevent the recurrence of similar incidents so it’s improve patient safety. Self-efficacy is a factor that encourages nurses to have a positive attitude towards reporting incidents. Efficacy is an individual's belief in their ability to overcome a particular task. This research aims to identify the relationship between self-efficacy and nurses' attitudes in reporting patient safety incidents in hospitals. This cross-sectional study involved 117 nurses selected using probability sampling. The study used the Reporting of Clinical Adverse Events (RoCAES) questionnaire and the General Self Efficacy (GSE) questionnaire. The results shows that there is a strong relationship between nurse’s self-efficacy and nurses' attitudes in reporting patient safety incidents (p= 0.001). High self-efficacy improves nurses' attitudes towards reporting incidents. Recommendations for hospitals to establish clear procedures regarding the types of incidents that must be reported, create a climate of no blame and shame, and promote nurses' self-efficacy by regularly holding training and sharing knowledge and experience in reporting patient safety incidents. Keywords: Attitude; Nurse; Patient Safety Incident; Self-Efficacy ABSTRAK Masalah sikap perawat yang negatif dalam melaporkan insiden berdampak pada rendahnya angka insiden yang dilaporkan (underreporting). Pelaporan insiden bermanfaat sebagai pembelajaran untuk mencegah terulangnya kejadian serupa sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien. Efikasi diri merupakan faktor yang mendorong perawat untuk bersikap positif terhadap pelaporan insiden. Efikasi merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam mengatasi suatu tugas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan efikasi diri dan sikap perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 117 perawat yang dipilih secara probability sampling. Penelitian menggunakan kuesioner Reporting of Clinical Adverse Events (RoCAES) dan kuesioner General Self Efficacy (GSE). Hasil didapatkan adanya hubungan yang kuat antara efikasi diri perawat dan sikap perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien (p= 0,001). Efikasi diri yang tinggi meningkatkan sikap perawat terhadap pelaporan insiden. Rekomendasi bagi pihak rumah sakit untuk menetapkan prosedur yang jelas terkait jenis insiden yang harus dilaporkan, menciptakan iklim tidak menyalahkan dan memalukan, dan meningkatkan potensi efikasi diri perawat dengan rutin mengadakan pelatihan dan berbagi ilmu serta pengalaman dalam melaporkan insiden. Kata Kunci: Efikasi Diri; Insiden Keselamatan Pasien; Perawat; Sikap
{"title":"Efikasi Diri dan Sikap Perawat dalam Melaporkan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit","authors":"Naadiyah Zakiyyah, Hanny Handiyani, R. T. Hariyati, Enie Novieastari","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14210","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14210","url":null,"abstract":"ABSTRACT Nurses' negative attitudes in reporting patient safety incidents has an impact on the low number of reported incidents (underreporting). Reporting incidents is beneficial and can be a lesson to prevent the recurrence of similar incidents so it’s improve patient safety. Self-efficacy is a factor that encourages nurses to have a positive attitude towards reporting incidents. Efficacy is an individual's belief in their ability to overcome a particular task. This research aims to identify the relationship between self-efficacy and nurses' attitudes in reporting patient safety incidents in hospitals. This cross-sectional study involved 117 nurses selected using probability sampling. The study used the Reporting of Clinical Adverse Events (RoCAES) questionnaire and the General Self Efficacy (GSE) questionnaire. The results shows that there is a strong relationship between nurse’s self-efficacy and nurses' attitudes in reporting patient safety incidents (p= 0.001). High self-efficacy improves nurses' attitudes towards reporting incidents. Recommendations for hospitals to establish clear procedures regarding the types of incidents that must be reported, create a climate of no blame and shame, and promote nurses' self-efficacy by regularly holding training and sharing knowledge and experience in reporting patient safety incidents. Keywords: Attitude; Nurse; Patient Safety Incident; Self-Efficacy ABSTRAK Masalah sikap perawat yang negatif dalam melaporkan insiden berdampak pada rendahnya angka insiden yang dilaporkan (underreporting). Pelaporan insiden bermanfaat sebagai pembelajaran untuk mencegah terulangnya kejadian serupa sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien. Efikasi diri merupakan faktor yang mendorong perawat untuk bersikap positif terhadap pelaporan insiden. Efikasi merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam mengatasi suatu tugas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan efikasi diri dan sikap perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian cross-sectional ini melibatkan 117 perawat yang dipilih secara probability sampling. Penelitian menggunakan kuesioner Reporting of Clinical Adverse Events (RoCAES) dan kuesioner General Self Efficacy (GSE). Hasil didapatkan adanya hubungan yang kuat antara efikasi diri perawat dan sikap perawat dalam melaporkan insiden keselamatan pasien (p= 0,001). Efikasi diri yang tinggi meningkatkan sikap perawat terhadap pelaporan insiden. Rekomendasi bagi pihak rumah sakit untuk menetapkan prosedur yang jelas terkait jenis insiden yang harus dilaporkan, menciptakan iklim tidak menyalahkan dan memalukan, dan meningkatkan potensi efikasi diri perawat dengan rutin mengadakan pelatihan dan berbagi ilmu serta pengalaman dalam melaporkan insiden. Kata Kunci: Efikasi Diri; Insiden Keselamatan Pasien; Perawat; Sikap","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"19 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141231768","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT Dysmenorrhea is still a special concern in women's health. In Indonesia, many women still experience menstrual pain and around 60-90% of teenage girls experience menstrual pain. The impact of menstrual pain is a decrease in physical activity and quality of life in women. Currently, there are many non-pharmacological therapies that can be given to teenagers to reduce menstrual pain, one of which is acupressure massage and consuming avocados. This study aims to look at giving acupressure and consuming avocado juice on the intensity of menstrual pain in adolescent girls. This type of research is a quasi-experiment with a pretest-posttest two group design. The sample was 60 young women at Dayah Ashabul Yamin and divided into 2 intervention groups. Acupressure intervention was given on days 1 to 3 of menstruation for 15 minutes and avocado juice intervention was given for 3 days for 250 ml. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the research showed that the pretest and posttest normality data in the three groups had an abnormal data distribution of <0.05, The test results showed that the acupressure and avocado juice groups experienced a decrease in menstrual pain with an average value of 8.50 and a sig. 0,000. So it can be concluded that giving acupressure and avocado juice has an effect on the intensity of menstrual pain in young women. Keywords: Acupressure, Avocado, Menstrual Pain, Teenage Girls ABSTRAK Dismenore masih menjadi perhatian khusus dalam kesehatan wanita. Di Indonesia masih banyak perempuan yang mengalami nyeri haid dan sekitar 60-90% remaja putri mengalami nyeri haid. Dampak dari nyeri haid berupa penurunan aktivitas fisik dan kualitas hidup pada perempuan. Sekarang ini banyaknya terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan kepada remaja dalam menurunkan nyeri haid, salah satunya adalah pijat acupressure dan konsumsi buah alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberian acupressure dan konsumsi jus alpukat terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest two group desain. Sampel adalah remaja putri di di DayahAshabul Yamin sebanyak 60 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok intervensi. Intervensi acupressure diberikan pada hari ke 1 sampai ke 3 haid selama 15 menit dan intervensi jus alpukat diberikan selama 3 hari sebanayak 250 ml. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian didapat data normalitas pretest dan posttest pada ketiga kelompok adalah berdistribusi data tidak normal <0,05, hasil uji menunjukan pada kelompok akupressure dan jus alpukat mengalami penurunan nyeri haid dengan nilai rata-rata 8.50 dan nilai sig. 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri Kata Kunci: Akupr
{"title":"Pengaruh Akupressure dan Jus Alpukat Terhadap Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri","authors":"Elizar Elizar, Nurmila Nurmila, Hendrika Wijaya Kartini Putri","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14375","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14375","url":null,"abstract":"ABSTRACT Dysmenorrhea is still a special concern in women's health. In Indonesia, many women still experience menstrual pain and around 60-90% of teenage girls experience menstrual pain. The impact of menstrual pain is a decrease in physical activity and quality of life in women. Currently, there are many non-pharmacological therapies that can be given to teenagers to reduce menstrual pain, one of which is acupressure massage and consuming avocados. This study aims to look at giving acupressure and consuming avocado juice on the intensity of menstrual pain in adolescent girls. This type of research is a quasi-experiment with a pretest-posttest two group design. The sample was 60 young women at Dayah Ashabul Yamin and divided into 2 intervention groups. Acupressure intervention was given on days 1 to 3 of menstruation for 15 minutes and avocado juice intervention was given for 3 days for 250 ml. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the research showed that the pretest and posttest normality data in the three groups had an abnormal data distribution of <0.05, The test results showed that the acupressure and avocado juice groups experienced a decrease in menstrual pain with an average value of 8.50 and a sig. 0,000. So it can be concluded that giving acupressure and avocado juice has an effect on the intensity of menstrual pain in young women. Keywords: Acupressure, Avocado, Menstrual Pain, Teenage Girls ABSTRAK Dismenore masih menjadi perhatian khusus dalam kesehatan wanita. Di Indonesia masih banyak perempuan yang mengalami nyeri haid dan sekitar 60-90% remaja putri mengalami nyeri haid. Dampak dari nyeri haid berupa penurunan aktivitas fisik dan kualitas hidup pada perempuan. Sekarang ini banyaknya terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan kepada remaja dalam menurunkan nyeri haid, salah satunya adalah pijat acupressure dan konsumsi buah alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberian acupressure dan konsumsi jus alpukat terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest two group desain. Sampel adalah remaja putri di di DayahAshabul Yamin sebanyak 60 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok intervensi. Intervensi acupressure diberikan pada hari ke 1 sampai ke 3 haid selama 15 menit dan intervensi jus alpukat diberikan selama 3 hari sebanayak 250 ml. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian didapat data normalitas pretest dan posttest pada ketiga kelompok adalah berdistribusi data tidak normal <0,05, hasil uji menunjukan pada kelompok akupressure dan jus alpukat mengalami penurunan nyeri haid dengan nilai rata-rata 8.50 dan nilai sig. 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri Kata Kunci: Akupr","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"8 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141230663","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14577
K. Kaban, Eva Kristin Marbun, Rizki Syadiyah Nasution, Febri Nanda Aulia, Ria Juwinta Harefa, Karmelinda Karmelinda
ABSTRAK Hemodialysis is a kidney replacement method designed to remove toxins and metabolic products present in the body when kidney function is impaired. Hemodialysis is a treatment method used to treat temporary or permanent loss of kidney function due to chronic kidney disease in patients. Quick of blood is the amount of blood flowing per minute (ml/minute). Evaluation of the success of administering hemodialysis doses to patients can be seen from the level of hemodialysis adequacy achieved. Hemodialysis adequacy reflects the success of the hemodialysis procedure by ensuring the administration of doses according to recommendations relating to the impact of hemodialysis therapy on respondents undergoing this procedure. The researcher's research aims to determine the relationship between blood flow velocity and decreased urea reduction ratio levels in patients receiving hemodialysis therapy. This research uses quantitative methods with a cross-sectional design. The type of sample used by researchers is a saturated sample where the total sample population is 100 people. This research shows that the quick blood results for the majority of respondents are adequate and the urea reduction ratio for the majority of respondents is adequate. Data analysis in this study used univariate and bivariate data analysis with the chi-square test to obtain a p-value of 0.000, there was a relationship between blood flow velocity and the urea reduction ratio in patients receiving hemodialysis therapy. To achieve maximum adequacy results, respondents must regularly receive hemodialysis therapy and adhere to the diet recommended by the doctor. Keywords: Quick of Blood, Adequacy of Hemodialysis, Hemodialysis ABSTRAK Hemodialisa merupakan suatu metode penggantian ginjal yang dirancang untuk menghilangkan racun dan produk metabolisme yang ada dalam tubuh ketika fungsi ginjal terganggu. Hemodialisis adalah metode pengobatan yang digunakan untuk mengatasi hilangnya fungsi ginjal secara sementara maupun permanen akibat dari penyakit ginjal yang kronis pada pasien. Quick of blood adalah banyaknya darah yang mengalir per menit (ml/menit). Evaluasi keberhasilan pemberian dosis hemodialisis pada pasien dapat dilihat dari tingkat kecukupan hemodialisis yang tercapai. Adekuasi hemodialisis mencerminkan keberhasilan prosedur hemodialisis dengan memastikan pemberian dosis sesuai rekomendasi yang berkaitan dengan dampak terapi hemodialisis pada responden yang menjalani prosedur ini. Penelitian peneliti bertujuan mengetahui hubungan kecepatan aliran darah pada penurunan kadar urea reduction ratio pada pasien yang mendapatkan terapi hemodialisa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif memakai desain cross-sectional. Jenis sampel yang digunakan peneliti, yaitu sampel jenuh dimana total populasi di jadikan sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menunjukkan hasil quick of blood mayoritas responden yang adekuat dan urea reduction ratio mayoritas responden yang
ABSTRAK 血液透析是一种肾脏替代方法,旨在清除肾功能受损时体内存在的毒素和代谢产物。血液透析是一种治疗方法,用于治疗因慢性肾脏疾病而暂时或永久丧失肾功能的患者。血流速度是指每分钟流动的血液量(毫升/分钟)。评价患者血液透析剂量的成功与否,可以从血液透析充分性的高低看出。血液透析充分性反映了血液透析程序的成功,它确保了按照血液透析疗法对接受该程序的受访者的影响的相关建议进行剂量管理。研究人员的研究旨在确定接受血液透析治疗的患者的血流速度与尿素还原比水平下降之间的关系。本研究采用横截面设计的定量方法。研究人员使用的样本类型是饱和样本,样本总人数为 100 人。本研究表明,大多数受访者的快速血检结果是合格的,大多数受访者的尿素还原率是合格的。本研究的数据分析采用了单变量和双变量数据分析,通过卡方检验得出 P 值为 0.000,接受血液透析治疗的患者的血流速度与尿素还原率之间存在关系。为了达到最大的充分性结果,受访者必须定期接受血液透析治疗,并坚持医生推荐的饮食。关键词血液快速 血液透析充分性 ABSTRAK Hemodialisa merupakan suatu metode penggantian ginjal yang dirancang untuk menghilangkan racun dan produk metabolisme yang ada dalam tubuh ketika fungsi ginjal terganggu.速效救心丸(Hemodialisis)是一种治疗方法,可用于治疗长期服用人参皂苷的患者。每毫升血液中的快速含量(毫升/毫升)。对患者血液质量的评估可根据目前的血液指标进行。血液病治疗可减少血液病的治疗费用,同时也可为患者提供血液病治疗建议。通过对患者的尿素还原率进行监测,可帮助他们了解血液透析治疗的效果。本研究采用的测量方法为横断面测量法(kuantitatif memakai desain crosssectional)。调查的样本为100人。该研究的结果表明,血糖快速反应率和尿素还原率均有所提高。本研究中的数据分析包括单变量和双变量的数据分析,并利用卡方检验(chi-square)得出 P 值为 0,000 的结果,这表明在对患者进行血液透析治疗的过程中,尿素减少率是一个关键因素。如果您想了解更多有关血液透析的信息,请联系我们。关键词: 快速血液循环, 血液透析, 血液透析
{"title":"Hubungan Antara Quick Of Blood (QB) dengan Adekuasi Hemodialisis Pada Pasien yang Menjalani Terapi Hemodialisa di Ruang HD","authors":"K. Kaban, Eva Kristin Marbun, Rizki Syadiyah Nasution, Febri Nanda Aulia, Ria Juwinta Harefa, Karmelinda Karmelinda","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14577","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14577","url":null,"abstract":"ABSTRAK Hemodialysis is a kidney replacement method designed to remove toxins and metabolic products present in the body when kidney function is impaired. Hemodialysis is a treatment method used to treat temporary or permanent loss of kidney function due to chronic kidney disease in patients. Quick of blood is the amount of blood flowing per minute (ml/minute). Evaluation of the success of administering hemodialysis doses to patients can be seen from the level of hemodialysis adequacy achieved. Hemodialysis adequacy reflects the success of the hemodialysis procedure by ensuring the administration of doses according to recommendations relating to the impact of hemodialysis therapy on respondents undergoing this procedure. The researcher's research aims to determine the relationship between blood flow velocity and decreased urea reduction ratio levels in patients receiving hemodialysis therapy. This research uses quantitative methods with a cross-sectional design. The type of sample used by researchers is a saturated sample where the total sample population is 100 people. This research shows that the quick blood results for the majority of respondents are adequate and the urea reduction ratio for the majority of respondents is adequate. Data analysis in this study used univariate and bivariate data analysis with the chi-square test to obtain a p-value of 0.000, there was a relationship between blood flow velocity and the urea reduction ratio in patients receiving hemodialysis therapy. To achieve maximum adequacy results, respondents must regularly receive hemodialysis therapy and adhere to the diet recommended by the doctor. Keywords: Quick of Blood, Adequacy of Hemodialysis, Hemodialysis ABSTRAK Hemodialisa merupakan suatu metode penggantian ginjal yang dirancang untuk menghilangkan racun dan produk metabolisme yang ada dalam tubuh ketika fungsi ginjal terganggu. Hemodialisis adalah metode pengobatan yang digunakan untuk mengatasi hilangnya fungsi ginjal secara sementara maupun permanen akibat dari penyakit ginjal yang kronis pada pasien. Quick of blood adalah banyaknya darah yang mengalir per menit (ml/menit). Evaluasi keberhasilan pemberian dosis hemodialisis pada pasien dapat dilihat dari tingkat kecukupan hemodialisis yang tercapai. Adekuasi hemodialisis mencerminkan keberhasilan prosedur hemodialisis dengan memastikan pemberian dosis sesuai rekomendasi yang berkaitan dengan dampak terapi hemodialisis pada responden yang menjalani prosedur ini. Penelitian peneliti bertujuan mengetahui hubungan kecepatan aliran darah pada penurunan kadar urea reduction ratio pada pasien yang mendapatkan terapi hemodialisa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif memakai desain cross-sectional. Jenis sampel yang digunakan peneliti, yaitu sampel jenuh dimana total populasi di jadikan sampel sebanyak 100 orang. Penelitian ini menunjukkan hasil quick of blood mayoritas responden yang adekuat dan urea reduction ratio mayoritas responden yang","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"53 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141235506","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14475
Andi Hayyun Abiddin, A. K. Anam
ABSTRACT Natural disasters are events that cause loss of property, environmental damage, damage to infrastructure, and even loss of life. One of the disaster threats in Indonesia is volcanic eruptions which cause poverty, affecting family investments in children's nutrition and health care. To identify risk factors for stunting in pre-school children in volcanic eruption disaster areas. This research design is cross-sectional. The sample in this study was kindergarten school students located in areas prone to volcanic eruptions, a total of 30 respondents taken using purposive sampling with inclusion criteria: (1) Kindergarten students A and B; (2) the school is located in an area prone to volcanic eruptions; (3) willing to be a respondent; and (4) the student is not suffering from a chronic, congenital disease or mental disorder. Respondents were excluded mothers who were unable to carry out interviews. The sample in this study was 30 respondents. Data were collected using a questionnaire prepared based on WHO guidelines and recommendations for feeding children from the Indonesian Pediatrician Association (IDAI). Data analysis used descriptive analysis and Chi Square test (p<0.05). The results showed that 3 subjects (10%) of the 30 total subjects belonged to the stunting group. The factors causing stunting that have a significant relationship with the incidence of stunting in the Argia Candi Sewu Kindergarten are maternal education (p-value 0.04), family income (p-value 0.01), and immunization history (p-value 0.02). The mother's role is very important, as the mother as a caregiver has all decisions regarding healthy feeding practices, including breastfeeding. Keywords: Stunting, Pre-School Children, Disasters, Volcanoes ABSTRAK Bencana alam merupakan peristiwa yang menimbulkan hilangnya harta benda, rusaknya lingkungan, rusaknya prasarana, bahkan hilangnya nyawa. Salah satu ancaman bencana di Indonesia adalah erupsi gunung berapi yang menyebabkan kemiskinan, memengaruhi investasi keluarga pada nutrisi dan perawatan kesehatan anak-anak. Mengidentifikasi faktor-faktor resiko stunting anak usia pra sekolah di wilayah bencana erupsi gunung berapi. Design penelitian ini cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah TK yang berada di kawasan rawan bencana erupsi gunung berapi sejumlah 30 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi: (1) siswa TK A dan B; (2) sekolah berada di Kawasan Rawan Bencana erupsi gunung berapi; (3) bersedia menjadi responden; dan (4) siswa tidak sedang menderita penyakit kronis, bawaan maupun gangguan mental. Responden yang dieksklusi ibu yang tidak dapat melakukan wawancara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan panduan WHO dan rekomendasi pemberian makan pada anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Analisis data menggunakan deskriptif, dan uji Chi Square (p<0.05). Hasil penelitian menunju
{"title":"Faktor-Faktor Resiko Stunting Anak Usia Pra Sekolah di Wilayah Bencana Erupsi Gunung Berapi","authors":"Andi Hayyun Abiddin, A. K. Anam","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14475","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14475","url":null,"abstract":"ABSTRACT Natural disasters are events that cause loss of property, environmental damage, damage to infrastructure, and even loss of life. One of the disaster threats in Indonesia is volcanic eruptions which cause poverty, affecting family investments in children's nutrition and health care. To identify risk factors for stunting in pre-school children in volcanic eruption disaster areas. This research design is cross-sectional. The sample in this study was kindergarten school students located in areas prone to volcanic eruptions, a total of 30 respondents taken using purposive sampling with inclusion criteria: (1) Kindergarten students A and B; (2) the school is located in an area prone to volcanic eruptions; (3) willing to be a respondent; and (4) the student is not suffering from a chronic, congenital disease or mental disorder. Respondents were excluded mothers who were unable to carry out interviews. The sample in this study was 30 respondents. Data were collected using a questionnaire prepared based on WHO guidelines and recommendations for feeding children from the Indonesian Pediatrician Association (IDAI). Data analysis used descriptive analysis and Chi Square test (p<0.05). The results showed that 3 subjects (10%) of the 30 total subjects belonged to the stunting group. The factors causing stunting that have a significant relationship with the incidence of stunting in the Argia Candi Sewu Kindergarten are maternal education (p-value 0.04), family income (p-value 0.01), and immunization history (p-value 0.02). The mother's role is very important, as the mother as a caregiver has all decisions regarding healthy feeding practices, including breastfeeding. Keywords: Stunting, Pre-School Children, Disasters, Volcanoes ABSTRAK Bencana alam merupakan peristiwa yang menimbulkan hilangnya harta benda, rusaknya lingkungan, rusaknya prasarana, bahkan hilangnya nyawa. Salah satu ancaman bencana di Indonesia adalah erupsi gunung berapi yang menyebabkan kemiskinan, memengaruhi investasi keluarga pada nutrisi dan perawatan kesehatan anak-anak. Mengidentifikasi faktor-faktor resiko stunting anak usia pra sekolah di wilayah bencana erupsi gunung berapi. Design penelitian ini cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah TK yang berada di kawasan rawan bencana erupsi gunung berapi sejumlah 30 responden yang diambil menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi: (1) siswa TK A dan B; (2) sekolah berada di Kawasan Rawan Bencana erupsi gunung berapi; (3) bersedia menjadi responden; dan (4) siswa tidak sedang menderita penyakit kronis, bawaan maupun gangguan mental. Responden yang dieksklusi ibu yang tidak dapat melakukan wawancara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan panduan WHO dan rekomendasi pemberian makan pada anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Analisis data menggunakan deskriptif, dan uji Chi Square (p<0.05). Hasil penelitian menunju","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"49 25","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141232348","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14470
Putu Agi Abhimana Manutama, I. P. D. Arjita, I. A. Saputra, Mamang Bagiansah
ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-infectious disease that has become one of the health threats worldwide. Dietary adherence has a very important function in the management of DM. factors that can affect the dietary adherence of DM patients, namely education, knowledge, motivation, family support, and length of suffering. To analyze the relationship of length of illness, education level, patient motivation, and family support with dietary compliance of Type II DM patients at RSD Mangusada Badung Regency Bali. Observational analytic quantitative research with simple random sampling research design with a sample size of 92 respondents. Data were analyzed by Chi-Square test and Spearman Rank test with a significance value limit (p-value) <0.05. The results showed that the majority of respondents were 51-60 years old 44 (47.8%), the majority of respondents were male 48 (52.2%), 78 (84.8%) complied with the diet, the length of illness without complications 42 (45.7%), higher education 35 (38%), good patient motivation 75 (81.5%), good family support 71 (77.2%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between length of illness with dietary compliance (p=0.048), education level with dietary compliance (p=0.015), patient motivation with dietary compliance (p=0.001), and family support with dietary compliance (p=0.009). Length of illness, education level, patient motivation, and family support are associated with dietary adherence of Type II DM patients at Mangusada Hospital, Badung Regency, Bali. Keywords: Diabetes Melitus, Dietary Compliance, Long Illness, Level Of Education, Patient Motivation, Family Support ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit non-infeksi yang menjadi salah satu ancaman kesehatan di seluruh dunia. Kepatuhan diet memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengelolaan DM. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan diet pasien DM, yaitu pendidikan, pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan lama menderita. Menganalisis hubungan lama sakit, tingkat pendidikan, motivasi pasien, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM Tipe II di RSD Mangusada Kabupaten Badung Bali. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian simple random sampling dengan besar sampel 92 responden. Data di analisis dengan uji Chi-Square dan uji Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) <0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 51-60 tahun 44 (47,8%), responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki 48 (52,2%), patuh menjalani diet 78 (84,8%), lama sakit tanpa komplikasi 42 (45,7%), pendidikan tinggi 35 (38%), motivasi pasien baik 75 (81,5%), dukungan keluarga baik 71 (77,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama sakit dengan kepatuhan diet (p=0,048), tingkat pendidikan dengan kepatuhan diet (p=0,015), motivasi pasien dengan kepatuhan diet (p=0,001), dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p=0,009). Lama sakit, tin
摘要 糖尿病是一种非传染性疾病,已成为威胁全球健康的疾病之一。影响糖尿病患者饮食依从性的因素包括教育、知识、动机、家庭支持和病程长短。分析巴厘岛 Mangusada Badung 地区 RSD 的 II 型糖尿病患者的病程、教育水平、患者动机和家庭支持与饮食依从性的关系。观察分析定量研究采用简单随机抽样研究设计,样本量为 92 名受访者。数据分析采用 Chi-Square 检验和 Spearman Rank 检验,显著性限值(P 值)<0.05。结果显示,51-60 岁的受访者占 44 人(47.8%),男性占 48 人(52.2%),78 人(84.8%)符合饮食习惯,病程长且无并发症 42 人(45.7%),受教育程度较高 35 人(38%),患者动机良好 75 人(81.5%),家庭支持良好 71 人(77.2%)。双变量分析显示,病程长短与饮食依从性有显著关系(P=0.048),教育程度与饮食依从性有显著关系(P=0.015),患者积极性与饮食依从性有显著关系(P=0.001),家庭支持与饮食依从性有显著关系(P=0.009)。巴厘岛巴东地区曼古萨达医院II型糖尿病患者的病程、教育水平、患者动机和家庭支持与饮食依从性有关。关键词糖尿病,饮食依从性,长期患病,教育水平,患者动机,家庭支持 ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit noninfeksi yang menjadi salah satu ancaman kesehatan di seluruh dunia.饮食控制是糖尿病治疗过程中的一个重要环节,包括饮食控制、饮食指导、饮食动机、饮食控制和饮食管理。在巴东巴厘岛的曼古萨达省,通过DM Tipe II节食计划,实现了饮食习惯、学习能力、学习动机和学习能力的提高。通过简单随机抽样,对 92 个应答者进行了观察分析。数据分析采用 Chi-Square 和 Rank Spearman,显著性(P 值)均小于 0.05。调查结果显示,51-60 岁的受访者中,44 人(47.8%)的年龄最大,48 人(52.2%)的年龄最小,78 人(84.8%)的年龄最大,42 人(45.7%)的年龄最小,35 人(38%)的年龄最大,75 人(81.5%)的年龄最小,71 人(77.2%)的年龄最小。饮食分析结果表明,饮食习惯(P=0,048)、饮食营养(P=0,015)、饮食动机(P=0,001)和饮食营养不良(P=0,009)之间存在显著差异。在巴东巴厘岛的Mangusada区,糖尿病患者的饮食习惯(DM Tipe II)、生活习惯(Lama sakit)、患者的积极性(tingkat pendidikan)和糖尿病患者的饮食控制(dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan diet pasien DM Tipe II di RSD Mangusada Kabupaten Badung Bali)。Kata Kunci: 糖尿病, 节食, Lama Sakit, 教育培训, 激励患者, 健康教育
{"title":"Hubungan Lama Sakit, Tingkat Pendidikan, Motivasi Pasien, dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung Bali","authors":"Putu Agi Abhimana Manutama, I. P. D. Arjita, I. A. Saputra, Mamang Bagiansah","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14470","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14470","url":null,"abstract":"ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-infectious disease that has become one of the health threats worldwide. Dietary adherence has a very important function in the management of DM. factors that can affect the dietary adherence of DM patients, namely education, knowledge, motivation, family support, and length of suffering. To analyze the relationship of length of illness, education level, patient motivation, and family support with dietary compliance of Type II DM patients at RSD Mangusada Badung Regency Bali. Observational analytic quantitative research with simple random sampling research design with a sample size of 92 respondents. Data were analyzed by Chi-Square test and Spearman Rank test with a significance value limit (p-value) <0.05. The results showed that the majority of respondents were 51-60 years old 44 (47.8%), the majority of respondents were male 48 (52.2%), 78 (84.8%) complied with the diet, the length of illness without complications 42 (45.7%), higher education 35 (38%), good patient motivation 75 (81.5%), good family support 71 (77.2%). Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between length of illness with dietary compliance (p=0.048), education level with dietary compliance (p=0.015), patient motivation with dietary compliance (p=0.001), and family support with dietary compliance (p=0.009). Length of illness, education level, patient motivation, and family support are associated with dietary adherence of Type II DM patients at Mangusada Hospital, Badung Regency, Bali. Keywords: Diabetes Melitus, Dietary Compliance, Long Illness, Level Of Education, Patient Motivation, Family Support ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit non-infeksi yang menjadi salah satu ancaman kesehatan di seluruh dunia. Kepatuhan diet memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengelolaan DM. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan diet pasien DM, yaitu pendidikan, pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan lama menderita. Menganalisis hubungan lama sakit, tingkat pendidikan, motivasi pasien, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien DM Tipe II di RSD Mangusada Kabupaten Badung Bali. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian simple random sampling dengan besar sampel 92 responden. Data di analisis dengan uji Chi-Square dan uji Rank Spearman dengan batas nilai signifikansi (p-value) <0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 51-60 tahun 44 (47,8%), responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki 48 (52,2%), patuh menjalani diet 78 (84,8%), lama sakit tanpa komplikasi 42 (45,7%), pendidikan tinggi 35 (38%), motivasi pasien baik 75 (81,5%), dukungan keluarga baik 71 (77,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama sakit dengan kepatuhan diet (p=0,048), tingkat pendidikan dengan kepatuhan diet (p=0,015), motivasi pasien dengan kepatuhan diet (p=0,001), dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p=0,009). Lama sakit, tin","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"104 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141234504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-06-01DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14430
Mochammad Haidyr Dzikrurrohman, S. Sabariah, Ayu Anulus, Wiwin Mulianingsih
ABSTRACT Scabies is a dermatological condition that causes itching sensations on the skin. High prevalence of scabies is often found in places with relatively high population density, such as boarding schools. Additionally, personal hygiene and humidity are other factors influencing the occurrence of scabies. This study aims to determine the relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. The research design used is analytical observational with a cross-sectional study. The sampling technique employed in this research is simple random sampling, with a sample size of 105 respondents calculated using the Slovin formula. The research findings indicate that 63 respondents (60.0%) experienced scabies. The variables of personal hygiene (p < 0.001), population density (p < 0.001), and humidity (p < 0.001) are factors significantly associated with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. There is a significant relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. Keywords: Scabies, Personal Hygiene, Population Density, Humidity, Al-Aziziyah Islamic Boarding School ABSTRAK Skabies adalah kondisi dermatologis yang menyebabkan sensasi kulit gatal. Prevalensi skabies yang tinggi ini biasanya dapat ditemukan di tempat dengan jumlah hunian yang cukup tinggi seperti pondok pesantren. Selain itu personal hygiene dan kelembaban menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban terhadap kejadian skabies pada santri putra di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan studi penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini seteleh menghitung dengan rumus Slovin adalah 105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan santri yang mengalami skabies yaitu sebanyak 63 responden (60,0%). Variabel personal hygiene (p < 0,001), kepadatan hunian (p < 0,001), dan kelembaban (p < 0,001) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban seseorang dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah.Mataram. Kata Kunci: Skabies, Personal Hygiene, Kepadatan Hunian, Kelembaban, Pondok Pesantren Al-Aziziyah
{"title":"Hubungan Personal Hygiene, Kepadatan Hunian, dan Kelembaban dengan Kejadian Skabies pada Santri Putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah","authors":"Mochammad Haidyr Dzikrurrohman, S. Sabariah, Ayu Anulus, Wiwin Mulianingsih","doi":"10.33024/mahesa.v4i6.14430","DOIUrl":"https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i6.14430","url":null,"abstract":"ABSTRACT Scabies is a dermatological condition that causes itching sensations on the skin. High prevalence of scabies is often found in places with relatively high population density, such as boarding schools. Additionally, personal hygiene and humidity are other factors influencing the occurrence of scabies. This study aims to determine the relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. The research design used is analytical observational with a cross-sectional study. The sampling technique employed in this research is simple random sampling, with a sample size of 105 respondents calculated using the Slovin formula. The research findings indicate that 63 respondents (60.0%) experienced scabies. The variables of personal hygiene (p < 0.001), population density (p < 0.001), and humidity (p < 0.001) are factors significantly associated with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. There is a significant relationship between personal hygiene, population density, and humidity with the occurrence of scabies among male students at Al-Aziziyah Islamic Boarding School. Keywords: Scabies, Personal Hygiene, Population Density, Humidity, Al-Aziziyah Islamic Boarding School ABSTRAK Skabies adalah kondisi dermatologis yang menyebabkan sensasi kulit gatal. Prevalensi skabies yang tinggi ini biasanya dapat ditemukan di tempat dengan jumlah hunian yang cukup tinggi seperti pondok pesantren. Selain itu personal hygiene dan kelembaban menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap kejadian skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban terhadap kejadian skabies pada santri putra di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan studi penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini seteleh menghitung dengan rumus Slovin adalah 105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan didapatkan santri yang mengalami skabies yaitu sebanyak 63 responden (60,0%). Variabel personal hygiene (p < 0,001), kepadatan hunian (p < 0,001), dan kelembaban (p < 0,001) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Terdapat hubungan signifikan antara personal hygiene, kepadatan hunian, dan kelembaban seseorang dengan kejadian skabies pada santri putra Pondok Pesantren Al-Aziziyah.Mataram. Kata Kunci: Skabies, Personal Hygiene, Kepadatan Hunian, Kelembaban, Pondok Pesantren Al-Aziziyah","PeriodicalId":340756,"journal":{"name":"MAHESA : Malahayati Health Student Journal","volume":"52 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141234956","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}