Pub Date : 2023-07-03DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1055.323--335
Syamsuddin Syamsuddin, Efendi Dg. Palawa, Idris Patekkai, Moh. Tahir M. Said, Ali Karim
This research describes the structure of the endocentric phrases of the Saluan language. The problem is formulated in the form of a question, namely how is the internal structure of the endocentric phrases of Saluan. The theoretical study uses the views of Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 and 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), and Djajasudarma (2003). The method of collecting data uses listening techniques and speaking techniques based on the opinions of Samarin (1988), Djajasudarma (1993), and Sudaryanto (1993). In data analysis, distributional analysis techniques were used through the views of Djajasudarma (1993). The results showed that the structure of Saluan ensocentric phrases has two types of construction, namely: (1) attributive phrases with patterns H+T, T+H, and, T+H+T. These three patterns can be found in the noun, adjective, verb, and adverb word classes. (2) coordinating phrases with construction types consisting of: (a) additive, (b) appositive, (c) alternative, and (d) coordinating elements consisting of: (i) additive coordinator and (ii) contrastive coordinator. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan struktur frase endosentris bahasa Saluan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yakni bagaimanakah struktur internal frase endosentris bahasa Saluan. Dalam kajian teori digunakan pandangan Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 dan 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), dan Djajasudarma (2003). Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik cakap dengan bardasarkan pendapat Samarin (1988), Djajasudarma (1993), dan Sudaryanto (1993). Dalam analisis data digunakan teknik kajian distribusional melalui pandangan Djajasudarma (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur frase ensosentris bahasa Saluan memiliki dua tipe konstruksi, yakni: (1) frase atributif dengan pola H+T, T+H, dan, T+H+T. Ketiga pola tersebut dapat ditemukan pada kelas kata nomina, ajektiva, verba, dan adverbia. (2) frase koordinatif dengan tipe konstruksi yang terdiri atas: (a) aditif, (b) apositif, (c) alternatif, dan (d) unsur-unsurnya berkoordinatif yang terdiri atas: (i) koordinator aditif dan (ii) koordinator kontrastif.
本研究描述了萨鲁语内心语的结构。这个问题是用一个问题的形式来表述的,即萨鲁恩的内心短语的内部结构是怎样的。理论研究采用了Lyons(1968)、Cook(1969)、Verhaar(1981和1999)、Parera(1983)、Ramlan(1987)、Ahmad HP(1997)和Djajasudarma(2003)的观点。收集数据的方法基于Samarin(1988)、Djajasudarma(1993)和Sudaryanto(1993)的观点,使用听和说技术。在数据分析中,通过Djajasudarma(1993)的观点使用了分布分析技术。结果表明,萨滦语中心语短语的结构主要有两种类型,即:H+T、T+H、T+H+T模式的定语短语。这三种模式可以在名词、形容词、动词和副词词类中找到。(2)结构类型由(a)加性、(b)同位语、(c)替代语和(d)由(i)加性并列语和(ii)对比并列语组成的并列语组成。【摘要】penelitian的翻译结果:penelitian的翻译结果:penelitian的翻译结果:penelitian的翻译结果:Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanaan, yakni bagaimanakah构造内部结构,endosentris bahasa Saluan。Dalam kajian teori digunakan pandangan Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 - 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), dan Djajasudarma(2003)。方法数据:menggunakan teknik simak danteknik capap dengan bardasarkan pendapat Samarin (1988), Djajasudarma (1993), dan Sudaryanto(1993)。[m] .中国农业科学(1993)。(1)构造属性为H+T, T+H, dan, T+H+T。Ketiga pola tersebut dapat ditemukan pada kelas kata nomina, ajektiva, verba, dan adverbia。(2)逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调、逐级协调。
{"title":"Frase Endonsentris Bahasa Saluan","authors":"Syamsuddin Syamsuddin, Efendi Dg. Palawa, Idris Patekkai, Moh. Tahir M. Said, Ali Karim","doi":"10.29255/aksara.v34i2.1055.323--335","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.1055.323--335","url":null,"abstract":"This research describes the structure of the endocentric phrases of the Saluan language. The problem is formulated in the form of a question, namely how is the internal structure of the endocentric phrases of Saluan. The theoretical study uses the views of Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 and 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), and Djajasudarma (2003). The method of collecting data uses listening techniques and speaking techniques based on the opinions of Samarin (1988), Djajasudarma (1993), and Sudaryanto (1993). In data analysis, distributional analysis techniques were used through the views of Djajasudarma (1993). The results showed that the structure of Saluan ensocentric phrases has two types of construction, namely: (1) attributive phrases with patterns H+T, T+H, and, T+H+T. These three patterns can be found in the noun, adjective, verb, and adverb word classes. (2) coordinating phrases with construction types consisting of: (a) additive, (b) appositive, (c) alternative, and (d) coordinating elements consisting of: (i) additive coordinator and (ii) contrastive coordinator. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan struktur frase endosentris bahasa Saluan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yakni bagaimanakah struktur internal frase endosentris bahasa Saluan. Dalam kajian teori digunakan pandangan Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 dan 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), dan Djajasudarma (2003). Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik cakap dengan bardasarkan pendapat Samarin (1988), Djajasudarma (1993), dan Sudaryanto (1993). Dalam analisis data digunakan teknik kajian distribusional melalui pandangan Djajasudarma (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur frase ensosentris bahasa Saluan memiliki dua tipe konstruksi, yakni: (1) frase atributif dengan pola H+T, T+H, dan, T+H+T. Ketiga pola tersebut dapat ditemukan pada kelas kata nomina, ajektiva, verba, dan adverbia. (2) frase koordinatif dengan tipe konstruksi yang terdiri atas: (a) aditif, (b) apositif, (c) alternatif, dan (d) unsur-unsurnya berkoordinatif yang terdiri atas: (i) koordinator aditif dan (ii) koordinator kontrastif.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"126 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87866145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1244.151--161
Arnailis Arnailis, Nurmalena Nurmalena, Awerman Awerman, M. Murniati, F. Firdaus, H. Hasnah
The objective of this study is to investigate the progress and ability of English for international students who are less fluent when they learn English to make it easier to understand art learning materials that are compatible with media understanding during face-to-face or online learning. This research was conducted on international students of the Indonesian Institute of Arts Padangpanjang during the pandemic. Data collection is carried out using distribution methods using listening techniques and analysis of results with average calculations. The findings of this study show that international students with lower levels of English proficiency who receive instruction through online learning platforms show better learning outcomes than their peers who receive instruction through offline means. This conclusion is reached through hypothesis testing. The use of online learning media for teaching groups of students who have open interpersonal communication, results in better English learning outcomes for that group of students than the use of offline learning media for the same group of students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemajuan dan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa internasional yang kurang lancar ketika mereka belajar bahasa Inggris agar lebih mudah memahami materi pembelajaran seni yang sesuai dengan pemahaman media selama pembelajaran tatap muka atau online.. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa internasional Institut Seni Indonesia Padangpanjang di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode distribusi dengan menggunakan teknik menyimak dan analsis hasil dengan perhitungan rata-rata. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa internasional dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris yang lebih rendah yang menerima pengajaran melalui platform pembelajaran online menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan rekan mereka yang menerima pengajaran melalui cara offline. Kesimpulan ini dicapai melalui pengujian hipotesis. Penggunaan media pembelajaran online untuk pengajaran kelompok siswa yang memiliki komunikasi interpersonal terbuka, menghasilkan hasil belajar bahasa Inggris yang lebih baik untuk kelompok siswa tersebut daripada penggunaan media pembelajaran offline untuk kelompok siswa yang sama.
本研究的目的是调查国际学生在学习英语时英语的进步和能力,以便在面对面或在线学习中更容易理解与媒体理解兼容的艺术学习材料。这项研究是在大流行期间对印度尼西亚巴东班江艺术学院的国际学生进行的。数据收集采用分布方法,利用聆听技术和平均计算分析结果。本研究结果表明,通过在线学习平台接受教学的英语水平较低的国际学生比通过线下方式接受教学的学生表现出更好的学习效果。这一结论是通过假设检验得出的。使用在线学习媒体对具有开放人际交往的学生教学群体的英语学习效果优于使用离线学习媒体对同一群学生的效果。[摘要]图库达penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemajuan dan kemajuan bahasa Inggris bagi siswa国际杨库兰兰ketika mereka belajar bahasa Inggris agar lebih mudah memahami materi pembelajan seni sesuaian penhaman媒体selama pembelajan tatap muka atau在线。Penelitian ini dilakukan padadmahasiswa国际研究所Seni印度尼西亚Padangpanjang di masa流行病。彭普兰资料dilakkan dengan menggunakan方法分布,dengan menggunakan技术,menyimak dan分析,dengan perhitungan按比例。中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:中国日报网讯:企鹅的生长发育。彭家南媒体彭家南在线,彭家南,昆仑柏克,昆仑柏克,昆仑柏克,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山,昆山。
{"title":"How Effective Is Blended Learning for Short Courses In Language and Art for International Students?","authors":"Arnailis Arnailis, Nurmalena Nurmalena, Awerman Awerman, M. Murniati, F. Firdaus, H. Hasnah","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1244.151--161","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1244.151--161","url":null,"abstract":"The objective of this study is to investigate the progress and ability of English for international students who are less fluent when they learn English to make it easier to understand art learning materials that are compatible with media understanding during face-to-face or online learning. This research was conducted on international students of the Indonesian Institute of Arts Padangpanjang during the pandemic. Data collection is carried out using distribution methods using listening techniques and analysis of results with average calculations. The findings of this study show that international students with lower levels of English proficiency who receive instruction through online learning platforms show better learning outcomes than their peers who receive instruction through offline means. This conclusion is reached through hypothesis testing. The use of online learning media for teaching groups of students who have open interpersonal communication, results in better English learning outcomes for that group of students than the use of offline learning media for the same group of students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemajuan dan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa internasional yang kurang lancar ketika mereka belajar bahasa Inggris agar lebih mudah memahami materi pembelajaran seni yang sesuai dengan pemahaman media selama pembelajaran tatap muka atau online.. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa internasional Institut Seni Indonesia Padangpanjang di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode distribusi dengan menggunakan teknik menyimak dan analsis hasil dengan perhitungan rata-rata. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa internasional dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris yang lebih rendah yang menerima pengajaran melalui platform pembelajaran online menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan rekan mereka yang menerima pengajaran melalui cara offline. Kesimpulan ini dicapai melalui pengujian hipotesis. Penggunaan media pembelajaran online untuk pengajaran kelompok siswa yang memiliki komunikasi interpersonal terbuka, menghasilkan hasil belajar bahasa Inggris yang lebih baik untuk kelompok siswa tersebut daripada penggunaan media pembelajaran offline untuk kelompok siswa yang sama.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76892896","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.691.1--16
Agik Nur Efendi
This article uses positive discourse analysis to examine President Joko Widodo's speech during the Covid-19 Pandemic era. The purpose of this study is to offer exploratory insights into texts and utterances that reflect discursive practices in providing serenity and describe how discourse can be used to provide social progressiveness. This analysis is guided by positive discourse analysis which focuses more on progressivity using lexical items, delivery strategies, metaphors, diction selection, and modalities. With this strategy, we try to describe how a state leader constructs a discourse of peace and suggest people to stay calm in the community amid panic caused by the Covid-19 pandemic. This research highlights how rhetoric can be interpreted as a message, hope, protection, and giving peace. The results showed that Joko Widodo used metáfor and diction to support the stability and tranquility of society in the era of the Covid-19 pandemic. Joko Widodo gave a calm feeling by conveying the same feelings about getting through the pandemic. Positive discourse at least contributes to the problems at hand. AbstrakArtikel ini menggunakan analisis wacana positif untuk menelaah tuturan Presiden Joko Widodo di era Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menawarkan wawasan eksplorasi teks dan tuturan yang menyarankan praktik diskursif dalam memberikan keterangan dan menggambarkan bagaimana wacana dapat digunakan untuk memberi progresif sosial. Analisis ini berpedoman pada analisis wacana positif yang lebih fokus pada progresivitas dengan menggunakan piranti leksikal, strategi penyampaian, metafor, pemilihan diksi, dan modalitas. Dengan strategi ini, penelitian ini mencoba menggambarkan konstruksi wacana kedamaian dan menciptakan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menyoroti bagaimana retorika dapat dimaknai sebagai sebuah pesan, harapan, perlindungan, dan pemberi ketenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo menggunakan metáfor dan diksi guna mendukung stabilitas dan ketenangan masyarakat di era pandemi Covid-19. Joko Widodo memberikan sebuah ketenangan dengan menyampaikan perasaan yang sama untuk melewati pandemi. Wacana positif setidaknya memberi kontribusi dalam permasalahan yang dihadapi.
本文采用积极话语分析的方法,对佐科总统在新冠肺炎大流行时期的演讲进行考察。本研究的目的是对文本和话语提供探索性的见解,这些文本和话语反映了话语在提供宁静方面的实践,并描述了话语如何被用来提供社会进步。这种分析以积极语篇分析为指导,积极语篇分析更多地关注词汇项目、传递策略、隐喻、措辞选择和模态的进行性。通过这一策略,我们试图描述一位国家领导人如何构建和平话语,并建议人们在Covid-19大流行引起的恐慌中保持冷静。这项研究强调了如何将修辞解释为一种信息、希望、保护和给予和平。结果显示,佐科·维多多在新冠疫情时代使用metáfor和措辞支持社会稳定与安宁。佐科·维多多也表达了自己度过疫情的感受,给人一种平静的感觉。积极的话语至少有助于解决手头的问题。文章摘要:文章分析了印尼总统佐科·维多多应对新冠肺炎疫情的积极态度。Tujuan penelitian ini untuk menawarkan wawasan eksplorasi teks, tuturan yang menyarankan praktik diskursif dalam成员,keterangan an menggambarkan bagaimana wacana dapat digunakan untuk成员,进步社会。分析是一种积极的分析,是一种积极的分析,是一种积极的分析,是一种积极的分析,是一种进步的分析。邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略,邓加战略Penelitian ini menyoroti bagaimana retorika dapat dimaknai sebagai sebuah pesan, harapan, perlindungan, dan pemberi ketenangan。哈西尔·潘尼利安·梅努阿图·巴哈瓦·佐科·维多多·孟古纳坎metáfor丹·迪克西·库纳坎·孟古纳坎稳定丹·克特南甘·马斯雅拉卡特·马斯雅纳坎·新冠肺炎大流行。佐科·维多多(Joko Widodo)成员,印尼人,马来西亚人,马来西亚人,马来西亚人,马来西亚人。瓦卡纳积极的设置尼亚成员kontribusi dalam permasalahan yang dihadapi。
{"title":"Membangun Wacana `Perdamaian` di Era Pandemi Covid-19: Analisis Wacana Positif Tuturan Joko Widodo","authors":"Agik Nur Efendi","doi":"10.29255/aksara.v35i1.691.1--16","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.691.1--16","url":null,"abstract":"This article uses positive discourse analysis to examine President Joko Widodo's speech during the Covid-19 Pandemic era. The purpose of this study is to offer exploratory insights into texts and utterances that reflect discursive practices in providing serenity and describe how discourse can be used to provide social progressiveness. This analysis is guided by positive discourse analysis which focuses more on progressivity using lexical items, delivery strategies, metaphors, diction selection, and modalities. With this strategy, we try to describe how a state leader constructs a discourse of peace and suggest people to stay calm in the community amid panic caused by the Covid-19 pandemic. This research highlights how rhetoric can be interpreted as a message, hope, protection, and giving peace. The results showed that Joko Widodo used metáfor and diction to support the stability and tranquility of society in the era of the Covid-19 pandemic. Joko Widodo gave a calm feeling by conveying the same feelings about getting through the pandemic. Positive discourse at least contributes to the problems at hand. AbstrakArtikel ini menggunakan analisis wacana positif untuk menelaah tuturan Presiden Joko Widodo di era Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk menawarkan wawasan eksplorasi teks dan tuturan yang menyarankan praktik diskursif dalam memberikan keterangan dan menggambarkan bagaimana wacana dapat digunakan untuk memberi progresif sosial. Analisis ini berpedoman pada analisis wacana positif yang lebih fokus pada progresivitas dengan menggunakan piranti leksikal, strategi penyampaian, metafor, pemilihan diksi, dan modalitas. Dengan strategi ini, penelitian ini mencoba menggambarkan konstruksi wacana kedamaian dan menciptakan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini menyoroti bagaimana retorika dapat dimaknai sebagai sebuah pesan, harapan, perlindungan, dan pemberi ketenangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo menggunakan metáfor dan diksi guna mendukung stabilitas dan ketenangan masyarakat di era pandemi Covid-19. Joko Widodo memberikan sebuah ketenangan dengan menyampaikan perasaan yang sama untuk melewati pandemi. Wacana positif setidaknya memberi kontribusi dalam permasalahan yang dihadapi.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85115871","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.898.53--61
Armelia Nungki Nurbani, Sri Nurhidayah
This study aims to reveal women desires for freedom (without any menace), but she reproduces of male power restraints as it is represented in the drama script of Harold Pinter’s The Room. This research uses Žižek’s critical thinking framework regarding ideology, subject and practice. The approach used in this research is ground theory, the data used are quotations in the script, and the data source is the play script Harold Pinter’s The Room. With interpretation analysis techniques, this research reveals that the great ideals of women’s freedom are fantasmatic. Women’s freedom is an ideological fantasy. This play script reflects women’s freedom but instead explains the reality that they are shackled by patriarchal discourse. Harol Pinter seems to assert male power through the definition of women’s freedom through Rose in The Room. Therefore, the result shows that postmodernist, whose perspective is opposed to hierarchal system, is still trapped in patriarchal perspective AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasrat perempuan akan kebebasan (tanpa ancaman), namun ia justru mereproduksi pengekangan kekuasaan laki-laki seperti yang ada dalam naskah drama The Room karya Harold Pinter. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir kritis Žižek tentang ideologi, subjek dan tindakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah grounded theory, data yang digunakan adalah kutipan dalam naskah, dan sumber datanya adalah naskah drama The Room karya Harold Pinter. Dengan Teknik analisis interpretasi, penelitian mengungkapkan bahwa cita-cita agung kebebasan perempuan bersifat fantasmatik. Kebebasan perempuan adalah fantasi ideologis. Teks drama ini merefleksikan Kebebasan perempuan tetapi justru menjelaskan realitas bahwa ia terbelenggu oleh wacana patriarkis. Harold Pinter menegaskan kuasa laki-laki melalui definisi kebebasan perempuan melalaui Rose dalam The Room. Dengan kata lain, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posmodernis, yang notabene menentang hirarki, juga ada yang patriarkis.
这项研究旨在揭示女性对自由的渴望(没有任何威胁),但她再现了哈罗德品特的戏剧剧本《房间》中所表现的男性权力限制。本研究采用Žižek关于意识形态、主题和实践的批判性思维框架。本研究使用的方法是地面理论,使用的数据是剧本中的引文,数据来源是剧本哈罗德品特的房间。本研究运用解读分析的方法,揭示了女性自由的伟大理想是虚幻的。妇女自由是一种意识形态上的幻想。这个剧本反映了女性的自由,但却解释了她们被父权话语束缚的现实。哈罗尔·品特似乎通过《房间里的玫瑰》对女性自由的定义来维护男性权力。因此,结果表明,以反对等级制度为视角的后现代主义仍困在男权视角中。摘要:penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasrat perempuan akan kebebasan (tanpa ancaman), namun ia justru mereproduksi pengekangan kekuasaan laki-laki seperti yang ada dalam naskah戏剧《房间》karya Harold Pinter。Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir kritis Žižek tentang意识形态,主题dan tindakan。Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah接地气理论,数据yang digunakan adalah kutipan dalam naskah, dan sumber datanya adalah naskah电视剧The Room karya Harold Pinter。登安技术分析解释,penelitian mengungkapkan bahwa - cita-cita - agung kebebasan perempuan bersifat fantasmatik。Kebebasan perempuan adalan幻想的意识形态。他的戏剧是“纯粹的”,“纯粹的”,“纯粹的”,“真实的”,“真实的”,“真实的”,“真实的”,“真实的”。Harold Pinter menegaskan kuasa laki-laki melalui definisi kebebasan perempuan melalaui Rose dalam The Room。邓甘·卡塔兰,哈西尔·佩尼利特尼·曼恩·朱克坎·巴瓦后现代主义者,杨·塔恩特尼·曼恩特·平拉基,杨·贾·阿达·杨父系。
{"title":"Ideological Fantasy on Feminist Cliché in Harold Pinter’s The Room: A Žižekian Analysis","authors":"Armelia Nungki Nurbani, Sri Nurhidayah","doi":"10.29255/aksara.v35i1.898.53--61","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.898.53--61","url":null,"abstract":"This study aims to reveal women desires for freedom (without any menace), but she reproduces of male power restraints as it is represented in the drama script of Harold Pinter’s The Room. This research uses Žižek’s critical thinking framework regarding ideology, subject and practice. The approach used in this research is ground theory, the data used are quotations in the script, and the data source is the play script Harold Pinter’s The Room. With interpretation analysis techniques, this research reveals that the great ideals of women’s freedom are fantasmatic. Women’s freedom is an ideological fantasy. This play script reflects women’s freedom but instead explains the reality that they are shackled by patriarchal discourse. Harol Pinter seems to assert male power through the definition of women’s freedom through Rose in The Room. Therefore, the result shows that postmodernist, whose perspective is opposed to hierarchal system, is still trapped in patriarchal perspective AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasrat perempuan akan kebebasan (tanpa ancaman), namun ia justru mereproduksi pengekangan kekuasaan laki-laki seperti yang ada dalam naskah drama The Room karya Harold Pinter. Penelitian ini menggunakan kerangka berpikir kritis Žižek tentang ideologi, subjek dan tindakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah grounded theory, data yang digunakan adalah kutipan dalam naskah, dan sumber datanya adalah naskah drama The Room karya Harold Pinter. Dengan Teknik analisis interpretasi, penelitian mengungkapkan bahwa cita-cita agung kebebasan perempuan bersifat fantasmatik. Kebebasan perempuan adalah fantasi ideologis. Teks drama ini merefleksikan Kebebasan perempuan tetapi justru menjelaskan realitas bahwa ia terbelenggu oleh wacana patriarkis. Harold Pinter menegaskan kuasa laki-laki melalui definisi kebebasan perempuan melalaui Rose dalam The Room. Dengan kata lain, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posmodernis, yang notabene menentang hirarki, juga ada yang patriarkis.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79566582","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.955.40--52
Mu'jizah Mu'jizah, Erlis Nur Mujiningsuh
Manuscripts in the Advancement Act are the second elements of the ten elements of culture. Among the manuscripts, one of them is the Hikayat Hang Tuah by the noble work which has become a Malay identity. This saga has a privilege in the hearts of its people. As a work of fiction, this saga traverses the world of facts and the existence of the character Hang Tuah is a role model for the Malay nation and his strong character as a hero becomes the spirit for the life of his people and becomes a source of inspiration in cultural literacy. This research aims to explore the features of Hikayat Hang Tuah as a work of historical literature which has become an encouragement so that the saga is transformed into various forms of transfers that increase cultural literacy. Qualitative methods are used in this research. From the results of the research it is known that this saga has proven itself to be a noble work which from the 18th to the 21st century has always been appreciated and used as research material by researchers from various countries. The myths and historical elements of Hang Tuah's character become an encouragement that never goes away in the supporting community who regard Hang Tuah's figure as not only a cultural hero, but also a hero in history. This feature shows that the saga is manifested through imagination and a factual setting with historical events. This community trust is a force in increasing and developing cultural literacy. AbstrakManuskrip dalam Undang-Undang Pemajuan menjadi unsur kedua dari sepuluh unsur budaya. Di antara manuskrip itu salah satunya Hikayat Hang Tuah karya adiluhung yang menjadi identitas Melayu. Hikayat ini mempunyai keistimewaan di dalam hati masyarakatnya. Sebagai karya fiksi, hikayat ini melintasi dunia fakta dan keberadaan tokoh Hang Tuah menjadi teladan bangsa Melayu dan karakternya yang kuat sebagai hero menjadi spirit bagi kehidupan masyarakatnya dan menjadi sumber inspirasi dalam literasi budaya. Penelitian ini bertujuan menggali keistimewaan Hikayat Hang Tuah sebagai karya sastra sejarah yang telah menjadi penyemangat sehingga hikayat itu bertransformasi ke dalam bentuk aneka alih wahana yang meningkatkan literasi budaya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hikayat ini membuktikan dirinya sebagai karya adiluhung yang sejak abad ke-18 hingga abad ke-21 selalu diapresiasi dan dijadikan bahan penelitian oleh peneliti berbagai negara. Mitos dan unsur sejarah tokoh Hang Tuah menjadi penyemangat yang tak pernah padam di dalam masyarakat pendukungnya yang menganggap tokoh Hang Tuah bukan hanya sebagai pahlawan budaya, melainkan pahlawan dalam sejarah. Keistimewaan itu memperlihatkan bahwa hikayat diejawantah melalui imajinasi dan latar faktual dengan peristiwa sejarah. Kepercayaan masyarakat ini menjadi kekuatan dalam meningkatkan dan pengembangan literasi budaya.
《进步法》中的手稿是文化十大要素中的第二要素。在这些手稿中,其中一份是由高尚的作品Hikayat Hang Tuah,它已经成为马来人的身份。这个传奇故事在它的人民心中有一种特权。作为一部虚构的作品,汉都亚这个人物的存在是马来民族的榜样,他作为英雄的坚强性格成为他的人民生活的精神,成为文化素养的灵感来源。本研究旨在探讨《汉图亚》作为一部历史文学作品的特点,它已成为一种鼓励,使传奇故事转化为各种形式的转移,以增加文化素养。本研究采用定性方法。从研究结果可知,这个传奇故事已经证明了自己是一部崇高的作品,从18世纪到21世纪一直被各国研究者所欣赏和使用。汉图亚性格中的神话和历史元素,在支持汉图亚的社区中成为一种永不磨灭的激励,他们不仅将汉图亚的形象视为文化英雄,而且是历史英雄。这一特点表明,传奇是通过想象和历史事件的事实设定来表现的。这种社区信任是提高和发展文化素养的一种力量。【摘要】manuskrip dalam undang undang Pemajuan menjadi unsur kedua dari sepuluh unsur budaya。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Hikayat ini mempunyai keistimewaan di dalam hati masyarakatnya。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:方法定性分析。Dari hasil penelitian diketahui bahwa hikayat ini membuktikan dirinya sebagai karya adiluhung yang sejak abad ke-18 hinga abad ke-21 selalu dijadikan bahan penelitian oleh peneliti berbagai negara。mios dan unsur sejarah tokoh Hang Tuah menjadi penyemangat yang tak pernah padam di dalam masyarakat pendukungnya yang menganggap tokoh Hang Tuah bukan hanya sebagai pahawan budaya, melainkan pahawan dalam sejarah。Keistimewaan成员lihatkan bahwa hikayat diejawantah melalui imajinasi和latar fendan peristiwa sejarah。keperayaan masyarakat ini menjadi kekuatan dalam mengkatkan dan pengembangan literasi budaya。
{"title":"Identitas dan Spirit Hidup ke Inspirasi Literasi Budaya: Studi Hikayat Hang Tuah","authors":"Mu'jizah Mu'jizah, Erlis Nur Mujiningsuh","doi":"10.29255/aksara.v35i1.955.40--52","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.955.40--52","url":null,"abstract":"Manuscripts in the Advancement Act are the second elements of the ten elements of culture. Among the manuscripts, one of them is the Hikayat Hang Tuah by the noble work which has become a Malay identity. This saga has a privilege in the hearts of its people. As a work of fiction, this saga traverses the world of facts and the existence of the character Hang Tuah is a role model for the Malay nation and his strong character as a hero becomes the spirit for the life of his people and becomes a source of inspiration in cultural literacy. This research aims to explore the features of Hikayat Hang Tuah as a work of historical literature which has become an encouragement so that the saga is transformed into various forms of transfers that increase cultural literacy. Qualitative methods are used in this research. From the results of the research it is known that this saga has proven itself to be a noble work which from the 18th to the 21st century has always been appreciated and used as research material by researchers from various countries. The myths and historical elements of Hang Tuah's character become an encouragement that never goes away in the supporting community who regard Hang Tuah's figure as not only a cultural hero, but also a hero in history. This feature shows that the saga is manifested through imagination and a factual setting with historical events. This community trust is a force in increasing and developing cultural literacy. AbstrakManuskrip dalam Undang-Undang Pemajuan menjadi unsur kedua dari sepuluh unsur budaya. Di antara manuskrip itu salah satunya Hikayat Hang Tuah karya adiluhung yang menjadi identitas Melayu. Hikayat ini mempunyai keistimewaan di dalam hati masyarakatnya. Sebagai karya fiksi, hikayat ini melintasi dunia fakta dan keberadaan tokoh Hang Tuah menjadi teladan bangsa Melayu dan karakternya yang kuat sebagai hero menjadi spirit bagi kehidupan masyarakatnya dan menjadi sumber inspirasi dalam literasi budaya. Penelitian ini bertujuan menggali keistimewaan Hikayat Hang Tuah sebagai karya sastra sejarah yang telah menjadi penyemangat sehingga hikayat itu bertransformasi ke dalam bentuk aneka alih wahana yang meningkatkan literasi budaya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hikayat ini membuktikan dirinya sebagai karya adiluhung yang sejak abad ke-18 hingga abad ke-21 selalu diapresiasi dan dijadikan bahan penelitian oleh peneliti berbagai negara. Mitos dan unsur sejarah tokoh Hang Tuah menjadi penyemangat yang tak pernah padam di dalam masyarakat pendukungnya yang menganggap tokoh Hang Tuah bukan hanya sebagai pahlawan budaya, melainkan pahlawan dalam sejarah. Keistimewaan itu memperlihatkan bahwa hikayat diejawantah melalui imajinasi dan latar faktual dengan peristiwa sejarah. Kepercayaan masyarakat ini menjadi kekuatan dalam meningkatkan dan pengembangan literasi budaya.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"152 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88119349","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1237.106--115
Indrya Mulyaningsih
This study aims to explain the use of language in social media using a psycholinguistic approach. This descriptive qualitative research data is taken from the comment`s column of Ria Ricis's TikTok account. The time for data collection is throughout 2021. Data was collected through listening to various texts and then recorded on data cards. The validity of the data through triangulation of theory, data sources, and methods. Data were analyzed using the distribution method with advanced techniques for direct elements. The results showed that the habit of turning over, abbreviating, removing syllables and acronyms was done in informal situations. The reasons for doing these four things are because they are group characteristics, have closeness, and so that they are fast. As a result, language on social media tends to be disobedient. In fact, in addition to the non-formal variety, one must also master the formal variety. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan penggunaan bahasa di media sosial dengan menggunakan pendekatan Psikolinguistik. Data penelitian kualitatif deskriptif ini diambil dari kolom komentar akun TikTok Ria Ricis. Pengumpulan data dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Data dikumpulkan dengan menyimak berbagai teks lalu dicatat di kartu data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teori, sumber data, dan metode. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik lanjutan bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membalik, menyingkat, menghilangkan suku kata, dan pengakroniman dilakukan dalam situasi tidak resmi. Dilakukannya keempat hal tersebut untuk mencirikan kelompok, menandakan kedekatan, dan mengefisienkan waktu dan ruang. Dengan demikian, bahasa di media sosial cenderung tidak taat kaidah. Padahal, selain ragam nonformal, seseorang juga harus menguasai ragam formal.
本研究旨在用心理语言学的方法来解释社交媒体中语言的使用。这一描述性定性研究数据来自Ria Ricis的TikTok账户的评论栏。数据收集时间为整个2021年。通过听各种文本来收集数据,然后记录在数据卡上。通过三角测量的理论、数据源和方法来验证数据的有效性。采用分布法对数据进行分析,并采用先进的直接元素分析技术。结果表明,在非正式场合中,人们习惯了翻页、缩写、删除音节和首字母缩写。做这四件事的原因是因为他们是群体特征,有亲密性,所以他们是快速的。因此,社交媒体上的语言倾向于不服从。事实上,除了非正式的变化,一个人也必须掌握正式的变化。中文摘要:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:数据挖掘的定性描述是基于数据挖掘的,数据挖掘是基于数据挖掘的。Pengumpulan数据dilaksanakan sepanjang tahun 2021。数据dikumpulkan dengan menyimak berbagai是一种基于语言的数据dikumpulkan。Keabsahan数据diuji千层三角,数数据,丹方法。数据分析:基于登干技术的蒙古纳坎方法。Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membalik, menyingkat, menghilangkan suku kata, dan pengakroniman dilakukan dalam sitasi tidak resmi。Dilakukannya keempat teresbut untuk mencirikan kelompok, menandakan kedekatan, dan mengefisienkan waktu danruang。登根德米吉安,巴哈地媒体社会研究中心。Padahal, selain ragam nonformal, sesseorang juga harus menguasai ragam formal。
{"title":"Kebiasaan Berbahasa di Media Sosial: Kajian Psikolinguistik","authors":"Indrya Mulyaningsih","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1237.106--115","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1237.106--115","url":null,"abstract":"This study aims to explain the use of language in social media using a psycholinguistic approach. This descriptive qualitative research data is taken from the comment`s column of Ria Ricis's TikTok account. The time for data collection is throughout 2021. Data was collected through listening to various texts and then recorded on data cards. The validity of the data through triangulation of theory, data sources, and methods. Data were analyzed using the distribution method with advanced techniques for direct elements. The results showed that the habit of turning over, abbreviating, removing syllables and acronyms was done in informal situations. The reasons for doing these four things are because they are group characteristics, have closeness, and so that they are fast. As a result, language on social media tends to be disobedient. In fact, in addition to the non-formal variety, one must also master the formal variety. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan penggunaan bahasa di media sosial dengan menggunakan pendekatan Psikolinguistik. Data penelitian kualitatif deskriptif ini diambil dari kolom komentar akun TikTok Ria Ricis. Pengumpulan data dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Data dikumpulkan dengan menyimak berbagai teks lalu dicatat di kartu data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teori, sumber data, dan metode. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik lanjutan bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membalik, menyingkat, menghilangkan suku kata, dan pengakroniman dilakukan dalam situasi tidak resmi. Dilakukannya keempat hal tersebut untuk mencirikan kelompok, menandakan kedekatan, dan mengefisienkan waktu dan ruang. Dengan demikian, bahasa di media sosial cenderung tidak taat kaidah. Padahal, selain ragam nonformal, seseorang juga harus menguasai ragam formal.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82153275","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.972.62--73
Wikanengsih Wikanengsih, Zaka Syauqi Muhammad, Y. F.
This study aims to describe the forms of communication and illocutionary speech acts contained in the 50 lecturer’s status of WhatsApp. The research method used is descriptive qualitative. The data were obtained through recording screenshoot on lecturer status messages over a period of ten days consisting of 763. The data analysis was carried out using the semiotic theory of communication by Sobur and the theory of speech acts by Searle. The results showed that the form of communication contained in the lecturer’s status WhatsApp consisted of two forms, namely 47% pictures and 53% sentences. The form of illocutionary speech acts contained in status message sentences consists of five types, namely assertive 70%, 15,5 % directive, 13,5% expressive, 0,5% commissive, and 0,5% declarative. The implication is that lecturers' speech during a pandemi is dominant in character, indicating statuses which are reports of certain events. What's interesting is that the topic of the status of these lecturers is not unique in showing themes regarding the Covid-19 pandemi. This indicates that these lecturers lack special attention to the current Covid-19 situation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi dan tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam status WhatsApp 50 orang dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui perekaman tangkap layar (screenshoot) pesan status dosen pada kurun waktu sepuluh hari yang terdiri atas 763 buah tulisan dan gambar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika komunikasi yang dikemukakan Sobur (2004) dan teori tindak tutur menurut cara Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi yang terdapat dalam pesan status WhatsApp dosen terdiri atas dua bentuk, yaitu berupa gambar/foto sebesar 47% dan berupa kalimat sebesar 53%. Bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam kalimat pesan status terdiri atas lima jenis, yaitu asertif 70%, direktif 15,5%, ekspresif 13,5%, komisif 0,5%, dan deklaratif 0,5%. Implikasinya adalah tuturan dosen di masa pandemi dominan bersifat asertif (menandakan status-status yang bersifat pernyataan atau laporan atas kejadian tertentu). Hal yang menarik adalah topik status dosen-dosen tersebut tidak bersifat unik atau menunjukkan tema-tema tentang pandemi Covid-19. Hal ini menandakan dosen-dosen tersebut kurang memiliki perhatian khusus terhadap sistuasi Covid-19 yang sedang melatarinya.
本研究旨在描述50位讲师在WhatsApp状态中所包含的交流形式和言外行为。使用的研究方法是描述性定性的。数据是通过对讲师状态信息的记录截图获得的,记录时间为10天,共计763条。数据分析采用Sobur的交际符号学理论和Searle的言语行为理论。结果表明,讲师状态WhatsApp中包含的交流形式由两种形式组成,即47%的图片和53%的句子。状态信息句中所包含的言外行为有五种类型,即70%的自信型、15.5%的指示型、13.5%的表达型、0.5%的委托型和0.5%的陈述型。其含义是,在大流行期间,演讲者的演讲在性质上是主导的,表明了对某些事件的报告。有趣的是,在展示新冠肺炎大流行主题方面,这些讲师的地位并不是唯一的主题。这表明这些讲师对当前新冠疫情缺乏特别关注。摘要/ abstract摘要:penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi dan tindak tutuy ilokusi yang terdapat dalam状态WhatsApp 50个猩猩。方法penelitian yang digunakan adalah desktop quality。数据diperoleh melalui perekaman tangkap layar(截图)pesan status dosen pada kurun waktu sepuluh hari yang terdiri atas 763 buah tulisan dan gambar。[2][分析资料][endan, menggunakan, teioticka komunikasi, yang dikemukakan Sobur (2004) .]Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi yang terdapat dalam pesan status WhatsApp dosen terdiri atas dua bentuk, yitu berupa gambar/foto sebesar 47%, berupa kalimat sebesar 53%。杨Bentuk tindak tutur ilokusi terdapat dalam kalimat pesan地位terdiri ata利马jenis, yaitu asertif 70%, 5%, 5%, ekspresif 13日direktif 15日komisif 0, 5%,丹deklaratif 0 5%。1 .大流行流行的主要原因是疾病(疾病状态-疾病状态yang bersifat pernyataand疾病状态)。Hal - yang是一种以剂量为单位的疾病,但与大流行Covid-19不同的是,它具有不同的传染性。在新冠肺炎疫情发生后,研究人员对新冠肺炎疫情进行了研究。
{"title":"Bentuk Komunikasi dan Tindak Tutur Dosen di Media Sosial Whatsapp pada Masa Pandemi Covid-19","authors":"Wikanengsih Wikanengsih, Zaka Syauqi Muhammad, Y. F.","doi":"10.29255/aksara.v35i1.972.62--73","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.972.62--73","url":null,"abstract":"This study aims to describe the forms of communication and illocutionary speech acts contained in the 50 lecturer’s status of WhatsApp. The research method used is descriptive qualitative. The data were obtained through recording screenshoot on lecturer status messages over a period of ten days consisting of 763. The data analysis was carried out using the semiotic theory of communication by Sobur and the theory of speech acts by Searle. The results showed that the form of communication contained in the lecturer’s status WhatsApp consisted of two forms, namely 47% pictures and 53% sentences. The form of illocutionary speech acts contained in status message sentences consists of five types, namely assertive 70%, 15,5 % directive, 13,5% expressive, 0,5% commissive, and 0,5% declarative. The implication is that lecturers' speech during a pandemi is dominant in character, indicating statuses which are reports of certain events. What's interesting is that the topic of the status of these lecturers is not unique in showing themes regarding the Covid-19 pandemi. This indicates that these lecturers lack special attention to the current Covid-19 situation. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi dan tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam status WhatsApp 50 orang dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui perekaman tangkap layar (screenshoot) pesan status dosen pada kurun waktu sepuluh hari yang terdiri atas 763 buah tulisan dan gambar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika komunikasi yang dikemukakan Sobur (2004) dan teori tindak tutur menurut cara Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi yang terdapat dalam pesan status WhatsApp dosen terdiri atas dua bentuk, yaitu berupa gambar/foto sebesar 47% dan berupa kalimat sebesar 53%. Bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam kalimat pesan status terdiri atas lima jenis, yaitu asertif 70%, direktif 15,5%, ekspresif 13,5%, komisif 0,5%, dan deklaratif 0,5%. Implikasinya adalah tuturan dosen di masa pandemi dominan bersifat asertif (menandakan status-status yang bersifat pernyataan atau laporan atas kejadian tertentu). Hal yang menarik adalah topik status dosen-dosen tersebut tidak bersifat unik atau menunjukkan tema-tema tentang pandemi Covid-19. Hal ini menandakan dosen-dosen tersebut kurang memiliki perhatian khusus terhadap sistuasi Covid-19 yang sedang melatarinya.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"33 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89918568","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1247.116--124
Yunidar Yunidar, Tamrin Tamrin, M. B., Abd. Kamaruddin, Nursyamsi Nursyamsi, Gusti Ketut Alit Suputra
This study aims to (1) describe the structure and vitality patterns of the Kaili language in the family domain and (2) describe the factors that cause the helplessness of the Kaili language in the family domain of the Kaili ethnic students. The method used in this research is qualitative and quantitative. Data collection techniques through questionnaires, interviews, and observation as the main data collection tools. Data processing techniques and data analysis were carried out based on data trends regarding the structure and pattern of the use of the Kaili language in the family domain. From the results of the study it is known that the use of the Kaili language among students of the Kaili ethnicity at Tadulako University in the family sphere has burdened their vitality which tends to decrease and indicates extinction. This is because most of them use Indonesian and some use foreign languages. There are several factors that shift the use of the Kaili language to Indonesian and foreign languages, namely; (1) prestige factors, (2) function factors, (3) information and technology factors, and (4) a positive attitude weakens the Kaili language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur dan pola daya hidup bahasa Kaili pada ranah keluarga dan (2) mendeskripsikan faktor penyebab tidak berdayanya bahasa Kaili dalam ranah keluarga mahasiswa yang beretnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan pengamatan sebagai alat pengumpul data utama. Teknik Pengolahan data dan analisis data dilakukan berdasarkan kecenderungan data tentang struktur dan pola penggunaan bahasa Kaili di ranah keluarga. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan bahasa Kaili pada mahasiswa beretnis Kaili di Universitas Tadulako pada ranah keluarga telah melemah daya hidupnya menurun cenderung dan menunjukkan kepunahan. Hal itu disebabkan sebagian besar mereka menggunakan bahasa Indonesia dan beberapa diantaranya ada yang menggunakan bahasa asing. Ada beberapa faktor yang menggeser penggunaan bahasa Kaili ke bahasa Indonesia dan bahasa asing, yaitu (1) faktor prestise, (2) faktor fungsi guna, (3) faktor teknologi dan informasi, dan (4) sikap positif melemah terhadap bahasa Kaili.
本研究旨在(1)描述凯里族学生凯里语在家庭领域的结构和活力模式;(2)描述凯里族学生凯里语在家庭领域产生无助感的因素。本研究采用定性与定量相结合的方法。数据收集技术以问卷调查、访谈和观察为主要的数据收集工具。数据处理技术和数据分析是基于家庭领域中凯里语使用结构和模式的数据趋势进行的。从研究结果可知,Tadulako大学凯里族学生在家庭领域中使用凯里语使他们的活力受到负担,这种活力趋于减少,甚至表明灭绝。这是因为他们大多数人使用印尼语,有些人使用外语。有几个因素使凯里语的使用转向印尼语和外语,即;(1)声望因素,(2)功能因素,(3)信息技术因素,(4)积极态度削弱了凯里语。[摘要]penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struckturr dan pola daya hidup bahasa Kaili paada ranah keluarga dan (2) mendeskripsikan factortor penyebab tidak berdayanya bahasa Kaili dalam ranah keluarga mahasiswa yang beretnis Kaili。方法yang digunakan dalam penelitian ini adalah定性和定量。Teknik pengumpulan data melalue kuesioner, wanancara, dan pengamatan sebagai alat pengumpulan data utama。Teknik Pengolahan数据与分析数据dilakukan berdasarkan kecenderungan数据与构造数据与pola pengolaan bahasa Kaili di ranah keluarga。达里哈西尔penelitian ditemukan bahwa penggunaan bahasa kali pada mahasiswa beretis kali di Universitas Tadulako pada ranah keluarga telah melemah daya hidupnya menurun cenderung dan menunjukkan kepunahan。印度尼西亚语,印度尼西亚语,印度尼西亚语,印度尼西亚语,印度尼西亚语,印度尼西亚语。Ada beberapa factor for yang menggeser penggunaan bahasa Kaili ke bahasa Indonesia danhasa asing, yitu (1) factor for prespress, (2) factor for真菌guna, (3) factor for technology daninformasi, dan (4) factor for positif melemah terhadap bahasa Kaili。
{"title":"Struktur dan Pola Vitalitas Bahasa pada Mahasiswa Beretnis Kaili di Universitas Tadulako","authors":"Yunidar Yunidar, Tamrin Tamrin, M. B., Abd. Kamaruddin, Nursyamsi Nursyamsi, Gusti Ketut Alit Suputra","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1247.116--124","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1247.116--124","url":null,"abstract":"This study aims to (1) describe the structure and vitality patterns of the Kaili language in the family domain and (2) describe the factors that cause the helplessness of the Kaili language in the family domain of the Kaili ethnic students. The method used in this research is qualitative and quantitative. Data collection techniques through questionnaires, interviews, and observation as the main data collection tools. Data processing techniques and data analysis were carried out based on data trends regarding the structure and pattern of the use of the Kaili language in the family domain. From the results of the study it is known that the use of the Kaili language among students of the Kaili ethnicity at Tadulako University in the family sphere has burdened their vitality which tends to decrease and indicates extinction. This is because most of them use Indonesian and some use foreign languages. There are several factors that shift the use of the Kaili language to Indonesian and foreign languages, namely; (1) prestige factors, (2) function factors, (3) information and technology factors, and (4) a positive attitude weakens the Kaili language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur dan pola daya hidup bahasa Kaili pada ranah keluarga dan (2) mendeskripsikan faktor penyebab tidak berdayanya bahasa Kaili dalam ranah keluarga mahasiswa yang beretnis Kaili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan pengamatan sebagai alat pengumpul data utama. Teknik Pengolahan data dan analisis data dilakukan berdasarkan kecenderungan data tentang struktur dan pola penggunaan bahasa Kaili di ranah keluarga. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan bahasa Kaili pada mahasiswa beretnis Kaili di Universitas Tadulako pada ranah keluarga telah melemah daya hidupnya menurun cenderung dan menunjukkan kepunahan. Hal itu disebabkan sebagian besar mereka menggunakan bahasa Indonesia dan beberapa diantaranya ada yang menggunakan bahasa asing. Ada beberapa faktor yang menggeser penggunaan bahasa Kaili ke bahasa Indonesia dan bahasa asing, yaitu (1) faktor prestise, (2) faktor fungsi guna, (3) faktor teknologi dan informasi, dan (4) sikap positif melemah terhadap bahasa Kaili.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"41 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82870528","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1048.138--150
Arti Prihatini, Fida Pangesti
This study aims to describe three focuses, namely (1) the lingual unit activation in the tip of the tongue (ToT), (2) the word class of tip of the tongue, and (3) the mental process of the tip of the tongue experienced by Indonesian speakers. This research method is descriptive qualitative. The data collection techniques were questionnaires and interviews with Indonesian speakers at the University of Muhammadiyah Malang. The results showed that the activated lingual units in ToT consisted of three types, namely sound activation, syllable activation, and word activation. ToT occurs in nouns, verbs, and adjectives based on quantity. Most of the ToT vocabulary with the target vocabulary has the same type of word. The ToT mental process occurs through tactile vocabulary, phonological encoding, and decoding semantic features that are manifested in several forms, namely (1) remembering the final sounds/syllables of vocabulary, (2) remembering vocabulary that is similar to ToT vocabulary, and (3) imagining objects, activities, or anything else from the ToT vocabulary. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tiga fokus, yaitu (1) satuan lingual yang teraktivasi dalam tip of the tongue (ToT), (2) kelas kata tip of the tongue, dan (3) proses mental tip of the tongue yang dialami penutur bahasa Indonesia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik angket dan wawancara terhadap penutur bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lingual yang teraktivasi dalam ToT terdiri atas tiga jenis, yaitu aktivasi bunyi, aktivasi suku kata, dan aktivasi kata. Berdasarkan kuantitasnya, ToT terjadi pada tiga kelas kata, yaitu nomina, verba, dan ajektiva. Sebagian besar kosakata ToT dengan kosakata target memiliki jenis kata yang sama. Proses mental ToT terjadi melalui perabaan kosakata, phonological encoding, dan penguraian fitur semantik yang terwujud dalam beberapa bentuk, yaitu (1) ingat bunyi/silabel akhir kosakata, (2) ingat kosakata yang mirip dengan kosakata ToT, dan (3) membayangkan benda, aktivitas, atau hal lain dari kosakata ToT.
本研究旨在描述三个重点,即(1)舌尖的语言单元激活(ToT),(2)舌尖的词类,(3)印尼语使用者所经历的舌尖心理过程。本研究方法为描述性定性研究。收集数据的方法是对默罕默迪亚玛朗大学的印尼语使用者进行问卷调查和访谈。结果表明,ToT中被激活的语言单元包括三种类型,即语音激活、音节激活和单词激活。ToT出现在基于数量的名词、动词和形容词中。大部分目标词汇与目标词汇具有相同类型的词汇。ToT心理过程通过触觉词汇、语音编码和解码语义特征发生,这些特征以几种形式表现出来,即(1)记住词汇的最后一个音/音节,(2)记住与ToT词汇相似的词汇,以及(3)想象来自ToT词汇的物体、活动或其他任何东西。[摘要]penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tiga fokus, yitu (1) satuan语言yang teraktivasi dalam舌尖(ToT), (2) kelas kata舌尖,(3)proses舌尖yang dialami penutur bahasa Indonesia。方法penelitian的翻译结果:马来大学的印尼文资料。哈西尔penelitian menunjukkan bahwa satuan language yang teraktivasi dalam ToT terdiri as tiga jenis, yitu aktivasi bunyi, aktivasi suku kata, dan aktivasi kata。Berdasarkan kuantitasnya, ToT terjadi padtiga kelas kata, yitu nomina, verba, dan ajektiva。小高田:小高田,小高田,小高田,小高田,小高田,小高田。摘要:心理翻译terjadi melalui perabaan kosakata,语音编码,dan penguraian fitur semantik yang terwujud beberapa bentuk, yitu (1) ingat bunyi/silabel akhir kosakata, (2) ingat kosakata yang mirip dengan kosakata ToT, dan (3) membayangkan benda, aktivitas, atau hal lain dari kosakata ToT。
{"title":"Tip of the Tongue dalam Akses Leksikal Ujaran Penutur Bahasa Indonesia","authors":"Arti Prihatini, Fida Pangesti","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1048.138--150","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1048.138--150","url":null,"abstract":"This study aims to describe three focuses, namely (1) the lingual unit activation in the tip of the tongue (ToT), (2) the word class of tip of the tongue, and (3) the mental process of the tip of the tongue experienced by Indonesian speakers. This research method is descriptive qualitative. The data collection techniques were questionnaires and interviews with Indonesian speakers at the University of Muhammadiyah Malang. The results showed that the activated lingual units in ToT consisted of three types, namely sound activation, syllable activation, and word activation. ToT occurs in nouns, verbs, and adjectives based on quantity. Most of the ToT vocabulary with the target vocabulary has the same type of word. The ToT mental process occurs through tactile vocabulary, phonological encoding, and decoding semantic features that are manifested in several forms, namely (1) remembering the final sounds/syllables of vocabulary, (2) remembering vocabulary that is similar to ToT vocabulary, and (3) imagining objects, activities, or anything else from the ToT vocabulary. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan tiga fokus, yaitu (1) satuan lingual yang teraktivasi dalam tip of the tongue (ToT), (2) kelas kata tip of the tongue, dan (3) proses mental tip of the tongue yang dialami penutur bahasa Indonesia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik angket dan wawancara terhadap penutur bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lingual yang teraktivasi dalam ToT terdiri atas tiga jenis, yaitu aktivasi bunyi, aktivasi suku kata, dan aktivasi kata. Berdasarkan kuantitasnya, ToT terjadi pada tiga kelas kata, yaitu nomina, verba, dan ajektiva. Sebagian besar kosakata ToT dengan kosakata target memiliki jenis kata yang sama. Proses mental ToT terjadi melalui perabaan kosakata, phonological encoding, dan penguraian fitur semantik yang terwujud dalam beberapa bentuk, yaitu (1) ingat bunyi/silabel akhir kosakata, (2) ingat kosakata yang mirip dengan kosakata ToT, dan (3) membayangkan benda, aktivitas, atau hal lain dari kosakata ToT.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"22 30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90333602","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137
Retno Purwani Sari, T. Tawami
The purpose of the current study is to evaluate public service announcements (PSA’s): how visual and verbal rhetoric modes present an intended message. Differences in modes suggest different effects, and rhetoric promotes the power to persuade and convince others. As the growing interest in social media use, PSAs become a complex example of multimodal communication: combining verbal texts and visual images establish natural language in this world. The study looked at the question, how the combinations of texts and images work. Within this scope, Kress & van Leeuwen’s Visual Grammar theory and Halliday’s SFL theory were applied along with SF-MDA suggested by O’Halloran & Lim-Fei. The method of analytic descriptive qualitative allows the study to investigate and explain the issue elaborately. The results of this study show the combinations of all resources potentially motivate interactive participants to do the action after the investment of knowledge. Due to the increased importance of social movement, it is estimated that the findings potentially contribute to represent values intended by both public and private sectors. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana retorika moda visual dan verbal menyampaikan pesan dalam pengumuman layanan umum. Perbedaan penggunaan moda menunjukkan dampak yang berbeda, sedangkan retorika memperlihatkan adanya kuasa untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dengan tingginya minat untuk menggunakan media sosial, PSA menjadi contoh komunikasi multimodal yang kompleks karena menggabungkan teks verbal dan gambar visual untuk menciptakan bahasa alami. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana kombinasi teks dan gambar bekerja. Dalam cakupan ini, teori Tata Bahasa Visual oleh Kress & van Leeuwen dan teori SFL oleh Halliday diterapkan bersama dengan SF-MDA yang dicetuskan oleh O'Halloran & Lim-Fei. Metode deskriptif kualitatif analitis memungkinkan penelitian ini untuk menyelidiki dan menjelaskan masalah secara rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi semua sumber daya berpotensi memotivasi individu yang berinteraksi untuk melakukan tindakan yang disarankan setelah mereka memahami teorinya. Mengingat pentingnya aktivitas sosial, temuan ini diindikasikan berkontribusi dalam merepresentasikan nilai-nilai yang diinginkan oleh sektor publik maupun swasta.
本研究的目的是评估公共服务公告:视觉和言语修辞模式如何呈现预期的信息。不同的模式意味着不同的效果,修辞促进了说服和说服他人的能力。随着人们对社交媒体使用的兴趣日益浓厚,公益广告成为多模式传播的一个复杂例子:将口头文本和视觉图像结合起来,在这个世界上建立起自然语言。该研究关注的问题是,文本和图像的组合是如何起作用的。在这个范围内,Kress & van Leeuwen的视觉语法理论和Halliday的SFL理论与O 'Halloran & Lim-Fei提出的SF-MDA一起被应用。分析描述定性的研究方法使研究能够对问题进行详细的调查和解释。本研究的结果显示,所有资源的组合可能会激发互动参与者在知识投入后采取行动。由于社会运动的重要性日益增加,据估计,这些发现可能有助于代表公共和私营部门所期望的价值。[摘要]图juan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana retorika moda visual dan verbal menyampaikan pesan dalam pengumuman umuman umum。Perbedaan penggunaan moda menunjukkan dampak yang berbeda, sedangkan retorika memperlihatkan adanya kuasa untuk mempengaruhi dan meyakinkan orange lain。登安,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音,定音Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana kombinasi teks dan gambar bekerja。Dalam cakupan ini, teori Tata Bahasa Visual oleh Kress & van Leeuwen, teori SFL oleh Halliday diiterapkan bersama dengan, SF-MDA yang dicetuskan oleh O'Halloran & Lim-Fei。方法描述:定性分析、定性分析、定性分析、定性分析和定性分析。【中文译文】:我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Mengingat pentingnya aktivitas social, temuan ini diindikasikan berkontribusi dalam代表asikan nilai-nilai yang diinginkan公共部门maupun swasta。
{"title":"Visual-Text Integration in Digital Public Service Announcement: A Strategy to Fight Fake News Spread","authors":"Retno Purwani Sari, T. Tawami","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137","url":null,"abstract":"The purpose of the current study is to evaluate public service announcements (PSA’s): how visual and verbal rhetoric modes present an intended message. Differences in modes suggest different effects, and rhetoric promotes the power to persuade and convince others. As the growing interest in social media use, PSAs become a complex example of multimodal communication: combining verbal texts and visual images establish natural language in this world. The study looked at the question, how the combinations of texts and images work. Within this scope, Kress & van Leeuwen’s Visual Grammar theory and Halliday’s SFL theory were applied along with SF-MDA suggested by O’Halloran & Lim-Fei. The method of analytic descriptive qualitative allows the study to investigate and explain the issue elaborately. The results of this study show the combinations of all resources potentially motivate interactive participants to do the action after the investment of knowledge. Due to the increased importance of social movement, it is estimated that the findings potentially contribute to represent values intended by both public and private sectors. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana retorika moda visual dan verbal menyampaikan pesan dalam pengumuman layanan umum. Perbedaan penggunaan moda menunjukkan dampak yang berbeda, sedangkan retorika memperlihatkan adanya kuasa untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dengan tingginya minat untuk menggunakan media sosial, PSA menjadi contoh komunikasi multimodal yang kompleks karena menggabungkan teks verbal dan gambar visual untuk menciptakan bahasa alami. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana kombinasi teks dan gambar bekerja. Dalam cakupan ini, teori Tata Bahasa Visual oleh Kress & van Leeuwen dan teori SFL oleh Halliday diterapkan bersama dengan SF-MDA yang dicetuskan oleh O'Halloran & Lim-Fei. Metode deskriptif kualitatif analitis memungkinkan penelitian ini untuk menyelidiki dan menjelaskan masalah secara rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi semua sumber daya berpotensi memotivasi individu yang berinteraksi untuk melakukan tindakan yang disarankan setelah mereka memahami teorinya. Mengingat pentingnya aktivitas sosial, temuan ini diindikasikan berkontribusi dalam merepresentasikan nilai-nilai yang diinginkan oleh sektor publik maupun swasta.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"49 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84887011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}