Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.990.167--180
Yusup Irawan, Hestiyana Hestiyana
This qualitative study aims to describe linguistic signs and reveal the ideology contained in CV. STB’letter for water exploitation to policy makers in West Bandung Regency. This research uses Halliday’s (1995) transitivity analysis and Fairclough's (1995) critical discourse analysis. At the linguistic analysis, it was identified that the material process transivity is most often used by CV. STB for positive imaging. At the interpretation analysis, it was identified that CV. STB as the applicant for water exploitation (1) claiming to have the obligation to exploit water which is marked by the relasional verb process, (2) self-image with a social spirit which is marked by the material verb process, and (3) self-image as a humble applicant with linguistic signs of mental processes. At the explanation stage, it was revealed that CV. STB has the ideology that (1) the water resources in the soil itself are privately owned, (2) the water concession permit will be issued if CV. STB makes "benevolence" to the community and (3) needs to create community dependence for hegemony over water resources. The implication of this research is that the privatization and commercialization of natural resources in this context is built with the practice of imaging discourse. Therefore, policy holders must be careful in granting water concession permits and the affected communities must also be critical. AbstrakPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda-tanda linguistik dan mengungkapkan ideologi yang terkandung dalam sebuah surat permohonan pengusahaan air CV. STB kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan kajian analisis transitivitas (Halliday, 1994) dan analisis wacana kritis model Fairclough (1995). Pada tahapan analisis linguistik, teridentifikasi bahwa transitivitas proses material paling sering digunakan oleh CV. STB untuk pencitraan positif. Pada tahapan interpretasi, teridentifikasi bahwa CV. STB sebagai pemohon pengusahaan air (1) mengklaim memiliki kewajiban mengeksploitasi air yg ditandai proses verba relasional, (2) mencitrakan diri berjiwa sosial yang ditandai dengan proses verba material, dan (3) mencitrakan diri sebagai pemohon yang merendah dengan tanda linguistik proses mental. Pada tahapan eksplanasi, terungkap bahwa CV. STB memiliki ideologi bahwa (1) sumber daya air dalam tanah sendiri adalah milik pribadi, (2) izin pengusahaan air akan keluar jika CV. STB membuat “kebajikan” kepada masyarakat, dan (3) perlu menciptakan ketergantungan masyarakat untuk menghegemoni sumber daya air. Implikasi dari penelitian ini adalah privatisasi dan komersialisasi sumber daya air dalam konteks ini dibangun dengan praktik wacana pencitraan. Oleh karena itu, pemegang kebijakan harus berhati-hati dalam memberikan izin pengusahaan air dan masyarakat yang terdampak pun harus bersikap kritis.
本定性研究旨在描述语言符号,揭示CV中蕴含的意识形态。STB给西万隆县决策者的关于水资源开发的信。本研究采用了韩礼德(1995)的及物性分析和费尔克劳(1995)的批评语篇分析。在语言分析中,我们发现CV最常使用的是物质过程及物性。STB为阳性显像。在解释分析中,确定CV。STB作为水资源开发的申请人(1)以关系动词过程为标志的声称有开发水资源的义务;(2)以物质动词过程为标志的具有社会精神的自我形象;(3)以心理过程的语言符号为标志的谦卑申请人的自我形象。在解释阶段,我们发现CV。STB的意识形态是(1)土壤中的水资源本身是私有的,(2)如果CV,将颁发水特许权许可证。STB对社区做出了“仁”;(3)需要创造社区对水资源霸权的依赖。本研究的含义是,在这种背景下,自然资源的私有化和商业化是建立在成像话语实践的基础上的。因此,保单持有人在发放水资源特许经营许可证时必须谨慎,受影响的社区也必须至关重要。[摘要]penelitian kuititini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda-tanda语言学家danmengungkapkan意识形态yang terkandung dalam sebuah surat permohonan penushaan air CV。STB kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bandung Barat。Penelitian menggunakan kajian分析及物性(Halliday, 1994)和分析wacana kritis模型(Fairclough, 1995)。帕达·塔哈潘分析语言学,对及物性进行了定性分析,提出了一种材料分层的方法。STB untuk是阳性的。padtahapan解释,teridentifikasi bahwa CV。STB sebagai pemohon pengusahaan air (1) mengklaim memoriliki kewajiban mengeksploitasi air yg ditandai procesverba关系,(2)menitrakan diri berjiwa social yang ditandai dengan procesvermaterial,但(3)menitrakan diri sebagai pemohon yang merendah dengan tanda linguistk procesmental。Pada tahapan eksplanasi, terungkap bahwa CV。STB记忆意识形态bahwa (1) sumnumber daya air dalam tanah sendiri adalah milik pribadi, (2) izin pengusahaan air akan keluar jika CV。STB成员“kebajikan”kepada masyarakat, dan (3) perlu menciptakan ketergantungan masyarakat untuk menghegogoni sumnumber daya air。这句话的意思是:“我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是。”我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是。
{"title":"Analisis Wacana Kritis Upaya Privatisasi dan Komersialisasi Mata Air dalam Surat Permohonan Izin Pengusahaan Air","authors":"Yusup Irawan, Hestiyana Hestiyana","doi":"10.29255/aksara.v34i2.990.167--180","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.990.167--180","url":null,"abstract":"This qualitative study aims to describe linguistic signs and reveal the ideology contained in CV. STB’letter for water exploitation to policy makers in West Bandung Regency. This research uses Halliday’s (1995) transitivity analysis and Fairclough's (1995) critical discourse analysis. At the linguistic analysis, it was identified that the material process transivity is most often used by CV. STB for positive imaging. At the interpretation analysis, it was identified that CV. STB as the applicant for water exploitation (1) claiming to have the obligation to exploit water which is marked by the relasional verb process, (2) self-image with a social spirit which is marked by the material verb process, and (3) self-image as a humble applicant with linguistic signs of mental processes. At the explanation stage, it was revealed that CV. STB has the ideology that (1) the water resources in the soil itself are privately owned, (2) the water concession permit will be issued if CV. STB makes \"benevolence\" to the community and (3) needs to create community dependence for hegemony over water resources. The implication of this research is that the privatization and commercialization of natural resources in this context is built with the practice of imaging discourse. Therefore, policy holders must be careful in granting water concession permits and the affected communities must also be critical. AbstrakPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda-tanda linguistik dan mengungkapkan ideologi yang terkandung dalam sebuah surat permohonan pengusahaan air CV. STB kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan kajian analisis transitivitas (Halliday, 1994) dan analisis wacana kritis model Fairclough (1995). Pada tahapan analisis linguistik, teridentifikasi bahwa transitivitas proses material paling sering digunakan oleh CV. STB untuk pencitraan positif. Pada tahapan interpretasi, teridentifikasi bahwa CV. STB sebagai pemohon pengusahaan air (1) mengklaim memiliki kewajiban mengeksploitasi air yg ditandai proses verba relasional, (2) mencitrakan diri berjiwa sosial yang ditandai dengan proses verba material, dan (3) mencitrakan diri sebagai pemohon yang merendah dengan tanda linguistik proses mental. Pada tahapan eksplanasi, terungkap bahwa CV. STB memiliki ideologi bahwa (1) sumber daya air dalam tanah sendiri adalah milik pribadi, (2) izin pengusahaan air akan keluar jika CV. STB membuat “kebajikan” kepada masyarakat, dan (3) perlu menciptakan ketergantungan masyarakat untuk menghegemoni sumber daya air. Implikasi dari penelitian ini adalah privatisasi dan komersialisasi sumber daya air dalam konteks ini dibangun dengan praktik wacana pencitraan. Oleh karena itu, pemegang kebijakan harus berhati-hati dalam memberikan izin pengusahaan air dan masyarakat yang terdampak pun harus bersikap kritis. ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78558874","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.855.196--209
Pranantika Oktaviani
This research aims to reveal the colonial gaze and paradoxical sense of travel memoir on nature expedition conducted during Russian imperial era by explorer and scientist Vladimir Arsenyev. Arsenyev’s expedition to the Far East is memorized in his 1923 novel Dersu Uzala about Arsenyev’s indigenous guide Dersu. In this analysis, the theory used is postcolonial ecocriticism by Graham Huggan and Helen Tifffin on the correlation between the effect of colonialism in physical environment and its effect on relation between human and nature. Another theory used is from Reuel K. Wilson’s investigation of the motives behind various travel memoirs from the late nineteenth century. The main data of this qualitative research is gathered from relevant passages of the novel and analysed under postcolonial ecocriticism framework. The result shows the author’s paradox on disclosure of indigenous tribes as colonial ‘other’ in Russian Empire, the violation of hunting ethics by Russian explorers and the conflict between nature and urban development in Russia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap pandangan kolonial dan paradoks dari memoar perjalanan expedisi alam yang dilakukan pada masa Kekaisaran Rusia oleh penjelajah dan ilmuwan Vladimir Arsenyev. Ekspedisi Arsenyev ke Timur Jauh diabadikan dalam novelnya yang menceritakan pemandu dari suku asli bernama Dersu. Dalam analisis ini, teori yang digunakan adalah kajian ekokritik pascakolonial yang dikemukakan oleh Graham Huggan dan Helen Tiffin mengenai hubungan antara efek kolonialisme pada lingkungan fisik dan efek pada hubungan antara manusia dengan alam. Teori lain yang digunakan berasal dari investigasi oleh Reuel K. Wilson mengenai motif dibalik memoar perjalanan pada akhir abad ke sembilan belas. Data utama pada penelitian kualitatif ini diperoleh dari bagian relevan pada novel dan kemudian dianalisis dengan konsep kajian ekokritik pascakolonial. Hasil analisis mengungkap adanya sikap paradox pengarang pada pandangan ‘liyan’ masyarakat kekaisaran Rusia terhadap penduduk asli, pelanggaran etika dalam berburu yang dilakukan penjelajah Rusia dan konflik antara alam dan pembangunan kota di Rusia.
本研究旨在揭示探险家、科学家弗拉基米尔·阿尔谢耶夫在俄罗斯帝国时代进行的自然探险的殖民凝视和矛盾感的旅行回忆录。阿尔谢耶夫1923年的小说《德苏·乌扎拉》记录了他的远东探险之旅,小说讲述了阿尔谢耶夫的土著向导德苏。在这一分析中,所使用的理论是格雷厄姆·休根和海伦·蒂芬的后殖民生态批评理论,该理论是关于殖民主义对自然环境的影响与对人与自然关系的影响之间的相关性。另一个使用的理论来自于Reuel K. Wilson对19世纪晚期各种旅行回忆录背后动机的调查。本定性研究的主要资料收集自小说的相关段落,并在后殖民生态批评框架下进行分析。结果显示了作者对俄罗斯帝国土著部落作为殖民地“他者”的揭露、俄罗斯探险者对狩猎伦理的违背以及俄罗斯自然与城市发展之间的矛盾。[摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][摘要][footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:] [footnoteref:]Ekspedisi Arsenyev, Ekspedisi Arsenyev, ktimur jaudidikan dalam novelnya yang, mencerit, pemandu, dari suku是bernama Dersu。【翻译】Dalam analysis(分析)、Dalam analysis(分析)、Dalam analysis(分析)、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析、Dalam分析。特奥里·扬·迪古纳坎(diunakan)的一项调查显示,鲁伊尔·k·威尔逊(Reuel K. Wilson)的一项研究表明,他的研究对象是巴基斯坦人,而不是印度人。数据分析:数据分析、数据分析、数据分析、数据分析、数据分析、数据分析。这句话的意思是:“我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思。”
{"title":"Postcolonial Ecocriticism in Travel Memoir: The Paradox of Socio-Environmental Justice in Vladimir Arsenyev’s Novel Dersu Uzala","authors":"Pranantika Oktaviani","doi":"10.29255/aksara.v34i2.855.196--209","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.855.196--209","url":null,"abstract":"This research aims to reveal the colonial gaze and paradoxical sense of travel memoir on nature expedition conducted during Russian imperial era by explorer and scientist Vladimir Arsenyev. Arsenyev’s expedition to the Far East is memorized in his 1923 novel Dersu Uzala about Arsenyev’s indigenous guide Dersu. In this analysis, the theory used is postcolonial ecocriticism by Graham Huggan and Helen Tifffin on the correlation between the effect of colonialism in physical environment and its effect on relation between human and nature. Another theory used is from Reuel K. Wilson’s investigation of the motives behind various travel memoirs from the late nineteenth century. The main data of this qualitative research is gathered from relevant passages of the novel and analysed under postcolonial ecocriticism framework. The result shows the author’s paradox on disclosure of indigenous tribes as colonial ‘other’ in Russian Empire, the violation of hunting ethics by Russian explorers and the conflict between nature and urban development in Russia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap pandangan kolonial dan paradoks dari memoar perjalanan expedisi alam yang dilakukan pada masa Kekaisaran Rusia oleh penjelajah dan ilmuwan Vladimir Arsenyev. Ekspedisi Arsenyev ke Timur Jauh diabadikan dalam novelnya yang menceritakan pemandu dari suku asli bernama Dersu. Dalam analisis ini, teori yang digunakan adalah kajian ekokritik pascakolonial yang dikemukakan oleh Graham Huggan dan Helen Tiffin mengenai hubungan antara efek kolonialisme pada lingkungan fisik dan efek pada hubungan antara manusia dengan alam. Teori lain yang digunakan berasal dari investigasi oleh Reuel K. Wilson mengenai motif dibalik memoar perjalanan pada akhir abad ke sembilan belas. Data utama pada penelitian kualitatif ini diperoleh dari bagian relevan pada novel dan kemudian dianalisis dengan konsep kajian ekokritik pascakolonial. Hasil analisis mengungkap adanya sikap paradox pengarang pada pandangan ‘liyan’ masyarakat kekaisaran Rusia terhadap penduduk asli, pelanggaran etika dalam berburu yang dilakukan penjelajah Rusia dan konflik antara alam dan pembangunan kota di Rusia.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76157942","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.827.272--281
Hermandra Hermandra
This study uses an inquisitive semantic approach as its main analysis. The aim of the research is to find and find reasons for using a motif so that it is chosen as one of the carvings in the traditional traditional house of the Minang people as one of the cultural identity of the Minang tribe. The data and data sources in the research are in the form of words and sentences obtained through field studies and interviews with informants with the age limit of 40-60 years who are native Minang tribes. Data collection techniques in this study used interviews, notes, and analysis. The data analysis technique uses three stages of analysis, namely script semantics to explain the meaning of the dictionary or written meaning, cognitive semantics to explain the meaning that connects experience with knowledge, and inquisitive semantics to find reasons for using an object, symbol or motif that is chosen. The results of the study explained that the duck motif was chosen because ducks have attitudes that can reflect a good life. The duck home patang motif depicts a philosophy of harmony or order in life. This motif is a form of Minang community identity that needs to be preserved and also cultivated. The values taught must be applied in order to be able to live based on the rules and norms that apply to the Minangkabau people. The implications of this research are expected to be one of the justifications for using a carved motif in Minang traditional houses, so that immigrants and local people do not wonder why this motif is used and not other motifs. AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuisitif sebagai analisis utamanya. Tujuan penelitian adalah untuk mencari dan menemukan alasan penggunaan suatu motif sehingga dipilih sebagai salah satu ukiran di rumah adat tradisional masyarakat Minang yang merupakan salah satu bentuk jati diri kebudayaan suku Minang. Data dan sumber data pada penelitian berupa kata-kata dan kalimat yang diperoleh melalui studi lapangan dan wawancara narasumber dengan ketentuan usia 40-60 tahun yang bersuku minang asli. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, catat, dan analisis. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap analisis yaitu semantik skrip untuk menjelaskan makna kamus atau makna tulis, semantik kognitif menjelaskan makna yang menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan, dan semantik inkuisitif yang menemukan alasan penggunaan suatu objek, lambang ataupun motif tersebut dipilih. Hasil penelitian menjelaskan bahwa motif itik dipilih karena itik memiliki sikap-sikap yang dapat mencerminkan kehidupan yang baik. Motif itik pulang patang menggambarkan filosofi keserasian atau keteraturan dalam hidup. motif ini merupakan salah satu bentuk jati diri masyarakat minang yang perlu dilestarikan dan juga dibudayakan. Nilai-nilai yang diajarkan harus diterapkan agar mampu hidup berdasarkan aturan dan norma-norma yang berlaku pada kaum Minangkabau. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat m
本研究采用探究式语义分析方法作为主要分析方法。研究的目的是寻找和寻找使用图案的原因,使其成为米南族传统民居中的雕刻之一,作为米南族部落的文化认同之一。本研究的数据和数据来源均为单词和句子形式,通过实地调查和采访年龄限制在40-60岁的米南土著部落的线人获得。本研究的数据收集技术采用访谈、笔记和分析。数据分析技术使用三个阶段的分析,即脚本语义来解释字典或书面意义的意义,认知语义来解释将经验与知识联系起来的意义,以及探究语义来寻找使用所选择的对象、符号或母题的原因。研究结果解释说,之所以选择鸭子为主题,是因为鸭子具有反映美好生活的态度。鸭家patang的主题描绘了一种和谐或秩序的生活哲学。这个主题是一种需要保存和培育的米南族社区身份。必须应用所传授的价值观,以便能够根据适用于米南卡堡人的规则和规范生活。本研究的意义有望成为在闽南传统房屋中使用雕刻图案的理由之一,这样移民和当地人就不会奇怪为什么使用这个图案而不是其他图案。【摘要】汉语语义学在汉语语义学分析中的应用。土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语:土语数据集数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集,数据集。中国人口普查数据,中国人口普查,中国人口普查,中国人口普查,中国人口普查。技术分析数据menggunakan tiga tahap分析yitu语义草图untuk menjelaskan makna kamus atau makna tulis,语义kantik konnitif menjelaskan makna yang menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan,但语义inkuisitif yang menemakan alasan penggunaan suatu object, lambang ataupun motif tersebut dipilih。Hasil penelitian menjelaskan bahwa motif itik dipilih karena itik memiliki sikap-sikap yang dapat mencerminkan kehidupan yang baik。主题是pulang patang menggambarkan filosofi keserasian(亚洲)、keteraturan dalam hidup。Motif ini merupakan salah satu bentuk jati diri masyarakat minang Yang perlu dilestarikan Dan juga dibudayakan。Nilai-nilai yang diajarkan harus diiterapkan agar mampu hidup berdasarkan aturan dannorma -norma yang berlaku pada kaum Minangkabau。这句话的意思是说:“我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是说,我的意思是我的意思。”
{"title":"Motif Itik Pulang Patang Pada Rumah Adat Tradisional Minangkabau (Rumah Gadang): Analisis Semantik Inkuisitif","authors":"Hermandra Hermandra","doi":"10.29255/aksara.v34i2.827.272--281","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.827.272--281","url":null,"abstract":"This study uses an inquisitive semantic approach as its main analysis. The aim of the research is to find and find reasons for using a motif so that it is chosen as one of the carvings in the traditional traditional house of the Minang people as one of the cultural identity of the Minang tribe. The data and data sources in the research are in the form of words and sentences obtained through field studies and interviews with informants with the age limit of 40-60 years who are native Minang tribes. Data collection techniques in this study used interviews, notes, and analysis. The data analysis technique uses three stages of analysis, namely script semantics to explain the meaning of the dictionary or written meaning, cognitive semantics to explain the meaning that connects experience with knowledge, and inquisitive semantics to find reasons for using an object, symbol or motif that is chosen. The results of the study explained that the duck motif was chosen because ducks have attitudes that can reflect a good life. The duck home patang motif depicts a philosophy of harmony or order in life. This motif is a form of Minang community identity that needs to be preserved and also cultivated. The values taught must be applied in order to be able to live based on the rules and norms that apply to the Minangkabau people. The implications of this research are expected to be one of the justifications for using a carved motif in Minang traditional houses, so that immigrants and local people do not wonder why this motif is used and not other motifs. AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuisitif sebagai analisis utamanya. Tujuan penelitian adalah untuk mencari dan menemukan alasan penggunaan suatu motif sehingga dipilih sebagai salah satu ukiran di rumah adat tradisional masyarakat Minang yang merupakan salah satu bentuk jati diri kebudayaan suku Minang. Data dan sumber data pada penelitian berupa kata-kata dan kalimat yang diperoleh melalui studi lapangan dan wawancara narasumber dengan ketentuan usia 40-60 tahun yang bersuku minang asli. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, catat, dan analisis. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap analisis yaitu semantik skrip untuk menjelaskan makna kamus atau makna tulis, semantik kognitif menjelaskan makna yang menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan, dan semantik inkuisitif yang menemukan alasan penggunaan suatu objek, lambang ataupun motif tersebut dipilih. Hasil penelitian menjelaskan bahwa motif itik dipilih karena itik memiliki sikap-sikap yang dapat mencerminkan kehidupan yang baik. Motif itik pulang patang menggambarkan filosofi keserasian atau keteraturan dalam hidup. motif ini merupakan salah satu bentuk jati diri masyarakat minang yang perlu dilestarikan dan juga dibudayakan. Nilai-nilai yang diajarkan harus diterapkan agar mampu hidup berdasarkan aturan dan norma-norma yang berlaku pada kaum Minangkabau. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat m","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83682920","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.657.254--263
Monita Sholeha, Nuryani Nuryani, S. Hudaa
This paper aims to describe the average length of children's speech and the factors that influence it. The research method used is descriptive qualitative with a cross-sectional approach. This approach is a research design by measuring and observing at the same time or at one time. The data collection techniques used were observing, involving, recording, and taking notes. The data analysis technique was carried out in four stages. The results showed that the average length of children's speech entered stage IV (MLU: 3.07) and stage II (MLU: 2.37). Based on the age, the research subjects should be at stage V (five) with an MLU of 4.0 or more. This means that the research subjects experienced speech delay based on Brown's theory. The influencing factors are premature birth and environmental factors, namely family, place of residence, and learning/school environment. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan rata-rata panjang ujaran anak serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pendekatan ini merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran dan pengamatan di saat yang bersamaan dalam sekali waktu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak, libat, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang ujaran anak masuk pada tahap IV (MLU: 3.07) dan tahap II (MLU: 2.37). Berdasarkan usia seharusnya subjek penelitian berada pada tahap V (lima) dengan MLU 4.0 atau lebih. Artinya, subyek penelitian mengalami speech delay berdasarkan teori Brown. Adapun faktor yang memengaruhi adalah kelahiran prematur dan faktor lingkungan, yakni keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan belajar/sekolah.
本文旨在描述儿童言语的平均长度及其影响因素。使用的研究方法是描述性定性与横断面方法。这种方法是一种同时或一次测量和观察的研究设计。数据收集采用观察、参与、记录、记笔记等技术。数据分析技术分四个阶段进行。结果表明,儿童言语平均长度进入第四阶段(MLU: 3.07)和第二阶段(MLU: 2.37)。根据年龄,研究对象应处于阶段V(五),MLU为4.0或以上。这意味着研究对象经历了基于Brown理论的言语延迟。影响因素为早产和环境因素,即家庭、居住地、学习/学校环境。【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】方法是对阳面进行定性分析,对阳面进行定性分析。这是我的企鹅,我的企鹅,我的企鹅,我的企鹅技术人口普查数据,阳地古纳坎,亚图斯马克,利特,雷卡姆,丹卡特。技术分析数据是一种比较可靠的方法。Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang ujaran anak masuk pada tahap IV (MLU: 3.07) dan tahap II (MLU: 2.37)。Berdasarkan usia seharusnya subjek penelitian berada padtahap V (lima) dengan MLU 4.0 atau lebih。阿尔蒂亚,subyek penelitian mengalami语言延迟berdasarkan teori Brown。Adapun因子为yang memengaruhi adalah kelahiran早产因子为lingkungan, yakni keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan belajar/sekolah。
{"title":"Faktor-Faktor yang Memengaruhi Rata-Rata Panjang Ujaran Anak (Suatu Tinjauan Psikolinguistik)","authors":"Monita Sholeha, Nuryani Nuryani, S. Hudaa","doi":"10.29255/aksara.v34i2.657.254--263","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.657.254--263","url":null,"abstract":"This paper aims to describe the average length of children's speech and the factors that influence it. The research method used is descriptive qualitative with a cross-sectional approach. This approach is a research design by measuring and observing at the same time or at one time. The data collection techniques used were observing, involving, recording, and taking notes. The data analysis technique was carried out in four stages. The results showed that the average length of children's speech entered stage IV (MLU: 3.07) and stage II (MLU: 2.37). Based on the age, the research subjects should be at stage V (five) with an MLU of 4.0 or more. This means that the research subjects experienced speech delay based on Brown's theory. The influencing factors are premature birth and environmental factors, namely family, place of residence, and learning/school environment. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan rata-rata panjang ujaran anak serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pendekatan ini merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran dan pengamatan di saat yang bersamaan dalam sekali waktu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak, libat, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang ujaran anak masuk pada tahap IV (MLU: 3.07) dan tahap II (MLU: 2.37). Berdasarkan usia seharusnya subjek penelitian berada pada tahap V (lima) dengan MLU 4.0 atau lebih. Artinya, subyek penelitian mengalami speech delay berdasarkan teori Brown. Adapun faktor yang memengaruhi adalah kelahiran prematur dan faktor lingkungan, yakni keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan belajar/sekolah.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"21 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88218428","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307
Inayatul Mukarromah
A material design suitable to the student’s needs was believed to be an appropriate solution to solve students; writing problems. That is why the lecturer who taught English foreign language material or EFL in the classroom hoped can design material design that could help students in writing. The purpose of the research is to give new science and knowledge to the students, primarily related to the student’s ability, while this method of analysis uses Design-based Research (DBR). This method was done through an adopted process by Reeves (2006). The technique of collecting and analyzing data was done by; (1) Analysis of problems from practice collaboration of researcher and practitioners. These methods are done by collaboration between researcher and lecturer who teach writing material, (2) Development and innovation of morphosyntactic solutions for solving problems in writing. These methods are done by giving and developing innovation through a morphosyntax approach to improving the basics of students’ writing skills or knowledge, (3) Iterative cycles of testing and refining innovation in writing. These methods are done through repeated exercises (4) Reflection on the theoretical production of creation and its implementation into the lesson. Data were collected from the third semester of students’ writing paragraphs in English Study Program. The research finding is (1) 75% to 85% of students were still errors in writing a paragraph. At the same time, 85% of lecturers and stakeholders stated that writing material design is better related to morphosyntax. Between 65% and 85% of students needed the improvement of writing ability. The conclusion is Design-Based Research has an excellent potential method to assist in creating and developing a material design. DBR method is more suitable for creating a writing material design since it analyses the field problems before creating or developing it. Writing Material design was created by the student's needs analysis, curriculum, syllabi and lesson plan. AbstrakDesain materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa diyakini dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan menulis mahasiswa. Oleh karena itu, dosen yang mengajar matakuliah English Foreign Language (EFL) di kelas diharapkan dapat mendesain materi ajar yang bisa membantu mahasiswa dalam menulis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan baru terhadap mahasiswa khususnya berkaitan dengan kemampuan menulis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Design-Based Research (DBR). Metode ini dilakukan dengan cara mengadopsi metode yang pernah dilakukan oleh Reeves (2006). Adapun tekhnik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan cara; (1) menganalisis permasalahan dari praktik kolaborasi, metode ini dilakukan dengan berkolaborasi antara peneliti dan praktisi, (2) pengembangan dan inovasi terhadap materi ajar morfosintaksis untuk memecahkan permasalahan menulis mahasiswa, (3) uji siklus secara itera
适合学生需求的材料设计被认为是解决学生问题的合适方案;写作的问题。这就是为什么在课堂上教授英语外语材料或EFL的讲师希望能够设计出能够帮助学生写作的材料设计。研究的目的是给学生提供新的科学和知识,主要与学生的能力有关,而这种分析方法使用的是基于设计的研究(DBR)。该方法是通过Reeves(2006)采用的流程完成的。数据收集和分析技术由;(1)研究人员与实践者实践合作中存在的问题分析。这些方法是由研究人员和教授写作材料的讲师合作完成的。(2)发展和创新解决写作问题的形态句法解决方案。这些方法是通过形态语法的方法给予和发展创新,以提高学生的写作技能或知识的基础。(3)测试和改进写作创新的迭代循环。这些方法是通过反复练习来完成的。(4)反思创作的理论生产及其在课堂中的实施。数据收集自第三学期英语学习项目学生的写作段落。研究发现(1)75% ~ 85%的学生在写段落时仍然存在错误。与此同时,85%的讲师和利益相关者表示写作材料设计与形态语法的关系更好。65% - 85%的学生需要提高写作能力。结论是基于设计的研究有一个很好的潜在方法来帮助创造和发展材料设计。DBR方法更适合于写作材料设计的创建,因为它在创建或开发之前分析了现场问题。写作材料设计是根据学生的需求分析、课程设置、教学大纲和教案来设计的。摘要:设计材料ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa diyakini dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan menulis mahasiswa。Oleh karena itu, dosen yang mengajar matakuliah英语外语(EFL) di kelas diharapkan dapat mendesain materi ajar yang bisa membantu mahasiswa dalam menulis。Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk成员ilmu pengetahuan baru terhadap mahasiswa khususnya berkaitan dengan kemampuan menulis。基于设计的方法研究(DBR)。(2006).中国农业科学(中国农业科学)。自适应人口普查数据分析;(1) menganalis permasalahan dari praktik kolaborasi, metode ini dilakukan dengan berkolaborasi antara peneliti Dan praktisi, (2) pengembangan Dan inovasi terhadap materi ajar morfosintaksis untuk memecahkan permasalahan menulis mahasiswa, (3) uklus secara iteratif Dan menyeleksi pengembangan inovasinya dari hasil tulisan mahasiswa, Dan (4) refleksi teoritis terhadap hasil tulisan mahasiswa serta inovasi Dan penerapannya。Sementara itu data dikumpulkan dari data tulisan para mahasiswa di semester tiga prowagram studi bahasa Inggris di IAIN十一月dan UNTAG Banyuwangi。Temuan dalam penelitian menyatakan bahwa 75%- 85% mahasiswa masih salah dalam menulis parparis, 85% dosen dan pemegang kebijakan berpendapat bahwa materi bahan ajar menulis sebaiknya berkaitan dengan morfosintaksis。Sekitar 65% hinga 85% mahasiswa membutuhkan peningkatan kemampuan dalam menulis。
{"title":"Exploring Design-Based Research to Develop Writing Material in Higher Education","authors":"Inayatul Mukarromah","doi":"10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307","url":null,"abstract":"A material design suitable to the student’s needs was believed to be an appropriate solution to solve students; writing problems. That is why the lecturer who taught English foreign language material or EFL in the classroom hoped can design material design that could help students in writing. The purpose of the research is to give new science and knowledge to the students, primarily related to the student’s ability, while this method of analysis uses Design-based Research (DBR). This method was done through an adopted process by Reeves (2006). The technique of collecting and analyzing data was done by; (1) Analysis of problems from practice collaboration of researcher and practitioners. These methods are done by collaboration between researcher and lecturer who teach writing material, (2) Development and innovation of morphosyntactic solutions for solving problems in writing. These methods are done by giving and developing innovation through a morphosyntax approach to improving the basics of students’ writing skills or knowledge, (3) Iterative cycles of testing and refining innovation in writing. These methods are done through repeated exercises (4) Reflection on the theoretical production of creation and its implementation into the lesson. Data were collected from the third semester of students’ writing paragraphs in English Study Program. The research finding is (1) 75% to 85% of students were still errors in writing a paragraph. At the same time, 85% of lecturers and stakeholders stated that writing material design is better related to morphosyntax. Between 65% and 85% of students needed the improvement of writing ability. The conclusion is Design-Based Research has an excellent potential method to assist in creating and developing a material design. DBR method is more suitable for creating a writing material design since it analyses the field problems before creating or developing it. Writing Material design was created by the student's needs analysis, curriculum, syllabi and lesson plan. AbstrakDesain materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa diyakini dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan menulis mahasiswa. Oleh karena itu, dosen yang mengajar matakuliah English Foreign Language (EFL) di kelas diharapkan dapat mendesain materi ajar yang bisa membantu mahasiswa dalam menulis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan baru terhadap mahasiswa khususnya berkaitan dengan kemampuan menulis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Design-Based Research (DBR). Metode ini dilakukan dengan cara mengadopsi metode yang pernah dilakukan oleh Reeves (2006). Adapun tekhnik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan cara; (1) menganalisis permasalahan dari praktik kolaborasi, metode ini dilakukan dengan berkolaborasi antara peneliti dan praktisi, (2) pengembangan dan inovasi terhadap materi ajar morfosintaksis untuk memecahkan permasalahan menulis mahasiswa, (3) uji siklus secara itera","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84339485","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.520.264--271
Restria - Mulyani, M. Mulyadi
Emotional Interjection expresses inner feelings, shock, emotion, anger or sadness. This type of interjection is different from cognitive and volitive interjection. This study aims to reveal the form and meaning of emotive interjection in Indonesian and Simeulue. This research is a qualitative descriptive study and at the data collection stage the method used is the listening method which are classified according to their form and meaning of emotional interjections. Forms of emotive interjection in Indonesian, namely: amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, and oh. In Simeulue, the form of interjection is: atangma'a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, and owe. This study found a group of meanings for emotive interjection, which was further divided into shocked or astonished, painful or sad interconnections, disliked and disgusted interactions, disillusioned or frustrated interjections, disliked and disgusted interactions, and shocked injections. These are found 2 interjections surprised or amazed, 3 interjections disappointment or resentment. AbstrakInterjeksi emotif mengungkapkan perasaan batin, kaget, terharu, marah, atau sedih.Tipe interjeksi ini berbeda dengan interjeksi kognitif dan volitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk dan makna interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia dan bahasa Simeulue. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan pada tahap pengumpulan data metode yang dilakukan adalah metode simak yang disertai dengan teknik catat yang kemudian diklasifikan sesuai dengan bentuk dan maknanya. Bentuk interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia,yaitu amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, dan oh. Dalam bahasa Simeulue bentuk interjeksi, yaitu atangma’a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, dan owe. Penelitian ini menemukan kelompok makna untuk interjeksi emotif, yang terbagi lagi menjadi interjeksi terkejut atau takjub, interjeksi sakit atau sedih, interjeksi tidak suka dan muak, interjeksi kekecewaan atau kekesalan, interjeksi tidak suka dan jijik, interjeksi kaget dan terpukul, interjeksi keheranan. Dalam penelitian ini ditemukan dua interjeksi terkejut atau takjub dan tiga interjeksi kekecewaan atau kekesalan.
情绪感叹词表达内心的感受、震惊、情绪、愤怒或悲伤。这种感叹词不同于认知感叹词和意志感叹词。本研究旨在揭示印尼语和印尼语中情感感叹词的形式和意义。本研究是一种定性描述性研究,在数据收集阶段采用的方法是听法,根据情感感叹词的形式和意义进行分类。印尼语中情感感叹词的形式,即:amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa和oh。在Simeulue中,感叹词的形式是:atangma'a, here, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo和owe。本研究发现了一组情绪感叹词的含义,进一步分为震惊或惊讶、痛苦或悲伤的联系、不喜欢和厌恶的互动、幻灭或沮丧的感叹词、不喜欢和厌恶的互动、震惊的注射。有2个感叹词是惊讶或惊讶,3个感叹词是失望或怨恨。【摘要】研究对象为植物、植物、植物、植物、植物等。两种类型间的相互作用是相互作用的,而两种类型间的相互作用是相互作用的。Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk dan makna interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia和bahasa Simeulue。Penelitian ini merupakan jenis penelian desktop desktop desktop desktop数据方法yang dilakukan adalah方法simak yang diserdengan技术catk yang kemudian diklicikan sesuai dunan bentuk dan maknanya。Bentuk interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia, yyitu amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, dan oh。Dalam bahasa Simeulue bentuk interjeksi, yyitu atangma 'a, here, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, dan owe。Penelitian ini menemukan kelompok makna untuk interjeksi emotif, yang terbagi lagi menjadi interjeksi terkejut atau takjub, interjeksi sakit atau sedih, interjeksi tidak suka dan muak, interjeksi kekekewaan atau kekesalan, interjeksi tidak suka dan jijik, interjeksi kaget dan terpukul, interjeksi keheranan。Dalam penelitian ini ditemukan dua interjeksi terkejut atau takjub和tiga interjeksi kekeewaan atau kekesalan。
{"title":"Interjeksi Emotif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Simeulue","authors":"Restria - Mulyani, M. Mulyadi","doi":"10.29255/aksara.v34i2.520.264--271","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.520.264--271","url":null,"abstract":"Emotional Interjection expresses inner feelings, shock, emotion, anger or sadness. This type of interjection is different from cognitive and volitive interjection. This study aims to reveal the form and meaning of emotive interjection in Indonesian and Simeulue. This research is a qualitative descriptive study and at the data collection stage the method used is the listening method which are classified according to their form and meaning of emotional interjections. Forms of emotive interjection in Indonesian, namely: amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, and oh. In Simeulue, the form of interjection is: atangma'a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, and owe. This study found a group of meanings for emotive interjection, which was further divided into shocked or astonished, painful or sad interconnections, disliked and disgusted interactions, disillusioned or frustrated interjections, disliked and disgusted interactions, and shocked injections. These are found 2 interjections surprised or amazed, 3 interjections disappointment or resentment. AbstrakInterjeksi emotif mengungkapkan perasaan batin, kaget, terharu, marah, atau sedih.Tipe interjeksi ini berbeda dengan interjeksi kognitif dan volitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk dan makna interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia dan bahasa Simeulue. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan pada tahap pengumpulan data metode yang dilakukan adalah metode simak yang disertai dengan teknik catat yang kemudian diklasifikan sesuai dengan bentuk dan maknanya. Bentuk interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia,yaitu amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, dan oh. Dalam bahasa Simeulue bentuk interjeksi, yaitu atangma’a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, dan owe. Penelitian ini menemukan kelompok makna untuk interjeksi emotif, yang terbagi lagi menjadi interjeksi terkejut atau takjub, interjeksi sakit atau sedih, interjeksi tidak suka dan muak, interjeksi kekecewaan atau kekesalan, interjeksi tidak suka dan jijik, interjeksi kaget dan terpukul, interjeksi keheranan. Dalam penelitian ini ditemukan dua interjeksi terkejut atau takjub dan tiga interjeksi kekecewaan atau kekesalan.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82547809","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.831.282--295
Enung Nurhayati, Suhud Aryana, Teti Sobari, Diena San Fauziya
The research is motivated by the problem of creative writing of student literary works that is not optimal. Therfore, the research aims to determine the extent to which the STEAM approach can influence online learning of creative writing of student literary works. The research method used a qualitative descriptive. The subjects of this research were students of class 2017-B1. The process of collecting data through the task of writing an anthology of poetry and the results of a short story test. The results of this research point to a pre-implementation STEM approach with an average short story writing quality of 59.47% and a poetry writing score of 57.98% which should have a minimum target score of 75%. After the post-implementation STEM approach was carried out, the final score for writing short stories was 83.40% or an increase of 3.34%, while writing short stories obtained a score of 82.34% or an increase of 3.29% from the previous target score. It can be said that the STEAM approach in online learning of creative writing of literary works is different from previous learning. AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan menulis kreatif karya sastra mahasiswa yang belum optimal. Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat mempengaruhi pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra mahasiswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2018-B1. Proses pengumpulan data melalui tugas menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mendeskripsikan hasil menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan STEM pra implemntasi dengan rata-rata kualitas menulis cerpen 59,47% dan nilai menulis puisi sebesar 57,98% yang seharunya target skor nilai sebesar 75% minimal. Setelah dilakukan pendekatan STEM pasca implementasi diperoleh skor akhir menulis cerpen sebesar 83,40% atau meningkat sebanyak 3,34% sedangkan menulis cerpen diperoleh skor sebesar 82,34% atau meningkat sebanyak 3,29% dari target nilai sebelumnya. Dapat dikatakan pendekatan STEAM dalam pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra memiliki perbedaan dari pembelajaran sebelumnya.
研究的动机是学生文学作品的创意写作的问题,这是不理想的。因此,本研究旨在确定STEAM方法对学生文学作品创意写作在线学习的影响程度。研究方法采用定性描述法。本研究的对象是2017-B1班的学生。收集数据的过程,通过写诗歌选集的任务和短篇小说测试的结果。本研究的结果表明,实施前的STEM方法平均短篇小说写作质量为59.47%,诗歌写作分数为57.98%,最低目标分数应为75%。实施后STEM方法后,短篇小说写作最终得分为83.40%,比之前的目标得分提高了3.34%,短篇小说写作得分为82.34%,比之前的目标得分提高了3.29%。可以说,文学作品创意写作在线学习的STEAM方式不同于以往的学习方式。摘要:penelitian dilatarbelakangi, permasalahan, menulis, karya, mahasisisyang, belum,优选。Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat mempengaruhi pembelajaran大胆menulis kreatif karya sastra mahasiswa。写法写真,写真,写真,写真。科学通报,2018- 1。对企鹅的种群数据进行了分析,并对其进行了分类。技术分析数据显示:penelitian、dendenan、mendeskripsian、hasil menulis、antologologi、puisi、hasil、cerpen。Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan STEM pra实施dengan - rata-rata kualitas menulis cerpen 59,47%但nilai menulis puisi sebesar 57,98% yang seharunya目标skor nilai sebesar 75% minimal。Setelah dilakukan pendekatan STEM pasca implementasi diperoleh skor akhir menulis cerpen sebesar 83,34% sedangkan menulis cerpen diperoleh skor sebesar 82,34% atau meningkat sebanyak 3,29% dari target nilai sebelumnya。Dapat dikatakan pendekatan STEAM dalam pembelajan dare menulis kreatif karya sastra memoriliki perbedaan dari pembelajan sebelumnya。
{"title":"Pendekatan STEM dalam Pembelajaran Online Karya Sastra Menulis Kreatif di Era Covid-19","authors":"Enung Nurhayati, Suhud Aryana, Teti Sobari, Diena San Fauziya","doi":"10.29255/aksara.v34i2.831.282--295","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.831.282--295","url":null,"abstract":"The research is motivated by the problem of creative writing of student literary works that is not optimal. Therfore, the research aims to determine the extent to which the STEAM approach can influence online learning of creative writing of student literary works. The research method used a qualitative descriptive. The subjects of this research were students of class 2017-B1. The process of collecting data through the task of writing an anthology of poetry and the results of a short story test. The results of this research point to a pre-implementation STEM approach with an average short story writing quality of 59.47% and a poetry writing score of 57.98% which should have a minimum target score of 75%. After the post-implementation STEM approach was carried out, the final score for writing short stories was 83.40% or an increase of 3.34%, while writing short stories obtained a score of 82.34% or an increase of 3.29% from the previous target score. It can be said that the STEAM approach in online learning of creative writing of literary works is different from previous learning. AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan menulis kreatif karya sastra mahasiswa yang belum optimal. Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat mempengaruhi pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra mahasiswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2018-B1. Proses pengumpulan data melalui tugas menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mendeskripsikan hasil menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan STEM pra implemntasi dengan rata-rata kualitas menulis cerpen 59,47% dan nilai menulis puisi sebesar 57,98% yang seharunya target skor nilai sebesar 75% minimal. Setelah dilakukan pendekatan STEM pasca implementasi diperoleh skor akhir menulis cerpen sebesar 83,40% atau meningkat sebanyak 3,34% sedangkan menulis cerpen diperoleh skor sebesar 82,34% atau meningkat sebanyak 3,29% dari target nilai sebelumnya. Dapat dikatakan pendekatan STEAM dalam pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra memiliki perbedaan dari pembelajaran sebelumnya.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84631320","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-14DOI: 10.29255/aksara.v34i1.983.83-96
Agus Darma Yoga Pratama, Made sani Damayanthi Muliawan
Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna.
{"title":"PENYAMPAIAN MAKNA DALAM FILM “FINAL DESTINATION”","authors":"Agus Darma Yoga Pratama, Made sani Damayanthi Muliawan","doi":"10.29255/aksara.v34i1.983.83-96","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.983.83-96","url":null,"abstract":"Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna. ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"160 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76628892","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-14DOI: 10.29255/aksara.v34i1.539.97-108
Firman A.D. Nfn Firman
AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan evidensi fonologis pemisah dan penyatu dialek-dialek bahasa Culambacu dengan menggunakan analisis korespondensi bunyi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik dialektometri dan analisis kualitatif dengan teknik korespondensi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek-dialek yang diperbandingkan, Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), dan Torete (Trt), berdasarkan perhitungan dialektometri menunjukkan status ada yang beda sub-dialek dan ada juga yang hanya beda wicara. Secara kualitatif, kedekatan ketiga dialek tersebut dibuktikan dengan beberapa kosakata yang memiliki kedekatan dari sisi korespondensi bunyi. Formula korespondensi bunyi terlihat dalam bentuk korespondensi bunyi yang teratur dalam bentuk konsonan dan vokal. Evidensi fonologis pemisah dialek Lnd dan PTrt-Lmn dapat dilihat pada posisi c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, dan G ≈ ø/#-. Sementara evidensi fonologis pemisah dialek Lmn-Trt pada posisi h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, dan w/m/d ≈ b /#-. Sementara itu, evidensi fonologis penyatu dapat dilihat dari adanya bunyi konsonan [h], [s], [m] pada posisi awal dan bunyi [m] pada posisi tengah pada semua dialek. Pada bunyi vokal dapat dilihat pada vokal [a] pada posisi awal dan posisi awal setelah konsonan pada semua dialek. Begitu juga vokal [a] pada posisi akhir. Vokal [i] pada posisi awal setelah konsonan juga ada pada semua dialek. AbstractThe objective of this study was to describe separation phonological evidences of Bahasa Culambacu’s dialects by using the phonemic correspondences analysis. This study was analyzed quantitatively by applying dialectometric technique and qualitatively by applying phonemic correspondence technique. Result of this study showed that after Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), and Torete (Trt) dialects were compared, then analyzed by using dialectometric technique, the status of those dialects was considered to dialect difference and speech difference. Qualitatively, the proximity of the three dialects, as evidenced by some vocabularies which have the proximity in terms of phonemic correspondence. The formula of phonemic correspondence was shown in the form of regular phonemic correspondence of consonant and vocal. However, the number of vocal phonemic correspondence was limited. The formula of phonemic correspondence are as follows: separation phonological evidence of Lnd and Trt-Lmn can be seen in the position of c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, and G ≈ ø/#-. Separation phonological evidence of Lmn-Trt can be seen in the position of h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, and w/m/d ≈ b /#-. On the other hand, unification phonological evidence of bahasa Culambacu’s dialects can be seen in consonant phonemic of [h], [s], [m] at the
本研究的目的是通过语音通信分析来描述分隔性的音系和支持库拉姆巴库方言的证据。该研究采用分析分析与分析分析分析和语音通信技术的定量分析。研究表明,比较过的方言、拉蒙纳语(Lmn)、兰道语(nd)和Trt语(Trt)表明,从分析结果来看,存在着不同的亚方言,也存在着不同的方言。从定性的角度来看,这三种方言的亲近感可以从一些词汇中得到证明,这些词汇与声音通信这方面的亲密程度相当。音符公式以辅音和元音的形式以有序的方式出现。Lnd方言音系Evidensi分隔符,可以看见PTrt-Lmn≈t - #,是c的位置≈t - K (K) b、o≈u / / K—≈w / #—,ø≈K -δ,e≈o - h, K -≈hø- V-V,≈ø- K-K, n≈ø- V-K,和G≈ø- #。而方言音系evidensi间隙Lmn-Trt h≈w /——号的位置上,w≈ø/ #—,w≈ø/ #—,g / g / h≈ø- #,ko -胡≈øV-K, w / m / d≈b - #。与此同时,混合型的音系证据可以从辅音的初始位置和所有方言的中间位置的中间位置观察到。在元音中可以看到元音[a]在所有方言中辅音后面的起始位置和起始位置。最后的位置的声音也是如此。辅音后面的元音也存在于所有方言中。本研究的目的是通过使用声文书分析来描述库拉姆巴库语言的实践证据。这项研究是用语音通信技术对两种语言进行的分析。这项研究表明,在拉蒙纳人(Lmn)、兰道(Landawe)和托尔特(Trt)之后,这些研究表明,两种语言之间的关系是一致的,然后用二甲甲技术对其进行分析,这些研究的状态被认为是不同的,说不同的。有资格,这三种语言的证据,如某些词汇所证明的证据,这些词汇在假唱通信中具有威胁性。留声机通信的配方出现在普通留声机和声音的形式中。但是,声音通信的编号是有限的。公式》phonemic correspondence是as follows:分离phonological证据Lnd Trt-Lmn著作百科全书》《c的位置可以看到≈t - K / K - t, c≈——b、o≈u / / K—≈w / #—,ø≈K -δ,e≈o - K - h,≈hø- V-V,≈ø- K-K, n≈ø- V-K,和G≈ø- #。分离phonological Lmn-Trt的证据可以看到在《h≈w / #的位置——,w≈ø/ #—,w≈ø/ #—,g / g / h≈ø- #,ko -胡≈øV-K,和w / m / d≈b - #。另一方面,库拉姆巴库语言的统一证据可以在传统的位置上看到,在所有这些位置的中间看到。发声的声音不仅能看到开始的位置,而且能看到结束时的位置。我在忏悔后的位置还发现了所有的线索。语音证据,语音通信,Culambacu,方言
{"title":"KORESPONDENSI BUNYI DIALEK-DIALEK BAHASA CULAMBACU/ Phonemic Correspondence of Bahasa Culambacu’s Dialects","authors":"Firman A.D. Nfn Firman","doi":"10.29255/aksara.v34i1.539.97-108","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.539.97-108","url":null,"abstract":"AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan evidensi fonologis pemisah dan penyatu dialek-dialek bahasa Culambacu dengan menggunakan analisis korespondensi bunyi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik dialektometri dan analisis kualitatif dengan teknik korespondensi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek-dialek yang diperbandingkan, Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), dan Torete (Trt), berdasarkan perhitungan dialektometri menunjukkan status ada yang beda sub-dialek dan ada juga yang hanya beda wicara. Secara kualitatif, kedekatan ketiga dialek tersebut dibuktikan dengan beberapa kosakata yang memiliki kedekatan dari sisi korespondensi bunyi. Formula korespondensi bunyi terlihat dalam bentuk korespondensi bunyi yang teratur dalam bentuk konsonan dan vokal. Evidensi fonologis pemisah dialek Lnd dan PTrt-Lmn dapat dilihat pada posisi c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, dan G ≈ ø/#-. Sementara evidensi fonologis pemisah dialek Lmn-Trt pada posisi h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, dan w/m/d ≈ b /#-. Sementara itu, evidensi fonologis penyatu dapat dilihat dari adanya bunyi konsonan [h], [s], [m] pada posisi awal dan bunyi [m] pada posisi tengah pada semua dialek. Pada bunyi vokal dapat dilihat pada vokal [a] pada posisi awal dan posisi awal setelah konsonan pada semua dialek. Begitu juga vokal [a] pada posisi akhir. Vokal [i] pada posisi awal setelah konsonan juga ada pada semua dialek. AbstractThe objective of this study was to describe separation phonological evidences of Bahasa Culambacu’s dialects by using the phonemic correspondences analysis. This study was analyzed quantitatively by applying dialectometric technique and qualitatively by applying phonemic correspondence technique. Result of this study showed that after Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), and Torete (Trt) dialects were compared, then analyzed by using dialectometric technique, the status of those dialects was considered to dialect difference and speech difference. Qualitatively, the proximity of the three dialects, as evidenced by some vocabularies which have the proximity in terms of phonemic correspondence. The formula of phonemic correspondence was shown in the form of regular phonemic correspondence of consonant and vocal. However, the number of vocal phonemic correspondence was limited. The formula of phonemic correspondence are as follows: separation phonological evidence of Lnd and Trt-Lmn can be seen in the position of c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, and G ≈ ø/#-. Separation phonological evidence of Lmn-Trt can be seen in the position of h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, and w/m/d ≈ b /#-. On the other hand, unification phonological evidence of bahasa Culambacu’s dialects can be seen in consonant phonemic of [h], [s], [m] at the ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76558345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-14DOI: 10.29255/aksara.v34i1.814.121-134
Putu Nur Ayomi
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna sikap diekspresikan oleh pengguna sosial media untuk menyampaikan pendiriannya atas sesuatu hal. Makna sikap sangat penting karena berkaitan dengan citra diri, pendapat dan bagaimana sesuatu atau pihak lain dinilai dan dievaluasi. Dalam media sosial, hal ini menjadi begitu penuh konsekwensi karena sifatnya yang publik dan begitu mudah disebarluaskan. Dalam kajian ini digunakan teori inti dari Martin White (2005) mengenai penilaian (appraisal). Untuk menyediakan konteks komunikasi digunakanlah studi kasus mengenai sebuah topik popular di Twitter yakni vaksinasi perdana vaksin Covid-19 pada pertengahan Januari 2021. Ditemukan bahwa makna sikap yang mencakup afeksi, penghakiman dan apresiasi dengan berbagai subkategori makna lainnya terungkap melalui berbagai sarana kebahasaan yakni adjektiva, verba, nomina, adverbia, Interjeksi, berbagai modus kalimat, juga kalimat majemuk proyeksi mental maupun verbal. Selain itu makna sikap juga diungkapkan melalui sarana semiotis lainnya yakni emotikon, meme, gambar bergerak dan juga video. Selain pemetaan makna sikap yang diungkapkan secara eksplisit dalam berbagai kategori semantik, diketahui juga bahwa suatu makna sikap dalam suatu kategori dapat memicu makna sikap dari kategori lainnya.
{"title":"REALISASI MAKNA SIKAP SEBAGAI PENGUNGKAP PENDIRIAN DALAM PERCAKAPAN TENTANG VAKSINASI COVID-19 DI TWITTER","authors":"Putu Nur Ayomi","doi":"10.29255/aksara.v34i1.814.121-134","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.814.121-134","url":null,"abstract":"Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna sikap diekspresikan oleh pengguna sosial media untuk menyampaikan pendiriannya atas sesuatu hal. Makna sikap sangat penting karena berkaitan dengan citra diri, pendapat dan bagaimana sesuatu atau pihak lain dinilai dan dievaluasi. Dalam media sosial, hal ini menjadi begitu penuh konsekwensi karena sifatnya yang publik dan begitu mudah disebarluaskan. Dalam kajian ini digunakan teori inti dari Martin White (2005) mengenai penilaian (appraisal). Untuk menyediakan konteks komunikasi digunakanlah studi kasus mengenai sebuah topik popular di Twitter yakni vaksinasi perdana vaksin Covid-19 pada pertengahan Januari 2021. Ditemukan bahwa makna sikap yang mencakup afeksi, penghakiman dan apresiasi dengan berbagai subkategori makna lainnya terungkap melalui berbagai sarana kebahasaan yakni adjektiva, verba, nomina, adverbia, Interjeksi, berbagai modus kalimat, juga kalimat majemuk proyeksi mental maupun verbal. Selain itu makna sikap juga diungkapkan melalui sarana semiotis lainnya yakni emotikon, meme, gambar bergerak dan juga video. Selain pemetaan makna sikap yang diungkapkan secara eksplisit dalam berbagai kategori semantik, diketahui juga bahwa suatu makna sikap dalam suatu kategori dapat memicu makna sikap dari kategori lainnya.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"168 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88996612","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}