Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1833
Wida Ningsih, Afdhil Arel
Halistosis atau bau mulut disebabkan oleh buruknya perawatan kebersihan mulut, karies gigi, infeksi rongga mulut, mulut kering, merokok dan sisa makanan yang menempel dalam mulut. Perawatan mulut yang biasa dilakukan untuk mencegah halistosis seperti menggosok gigi, menggunakan obat kumur dan menggunakan sediaan penyegar mulut yang berupa permen, spray dan edible film. Edible film yang beredar hanya mengandung mentol yang berfungsi mengatasi iritasi ringan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi edible film yang mengandung antiseptik dari ekstrak daun jeruk purut dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15% dan melakukan evaluasi fisik serta pengujian aktifitas anti bakteri dari edible film. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans menggunakan metoda difusi agar darah. Evaluasi fisik edible film meliputi organoleptis derajat keasaman, kerapuhan, susut pengerinngan, dan ketebalannya. Hasil evaluasi sifat fisik edible film yang diformulasi dibandingkan dengan edible film yang sudah beredar di pasaran dengan merek“GF” yang memperlihatkan sifat fisiksemua formula mendekati sifat fisik edible film “GF”. Hasil pengujian aktivitas antibakteri sediaan menunjukkan diameter rata-rata zona bening paling besar pada F3 yaitu 27,00 mm dibandingkan F1sebesar 23,00 mm dan F2 sebesar 25,67 mm. Ketiga formula edible film yang dihasilkan termasuk dalam kategori respon hambatan bakteri golongan sangat kuat menurut David Stout.
{"title":"Pembuatan dan Uji Aktivitas Edible Film Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Terhadap Streptococcus Mutans","authors":"Wida Ningsih, Afdhil Arel","doi":"10.31850/makes.v5i3.1833","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1833","url":null,"abstract":"Halistosis atau bau mulut disebabkan oleh buruknya perawatan kebersihan mulut, karies gigi, infeksi rongga mulut, mulut kering, merokok dan sisa makanan yang menempel dalam mulut. Perawatan mulut yang biasa dilakukan untuk mencegah halistosis seperti menggosok gigi, menggunakan obat kumur dan menggunakan sediaan penyegar mulut yang berupa permen, spray dan edible film. Edible film yang beredar hanya mengandung mentol yang berfungsi mengatasi iritasi ringan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi edible film yang mengandung antiseptik dari ekstrak daun jeruk purut dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15% dan melakukan evaluasi fisik serta pengujian aktifitas anti bakteri dari edible film. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans menggunakan metoda difusi agar darah. Evaluasi fisik edible film meliputi organoleptis derajat keasaman, kerapuhan, susut pengerinngan, dan ketebalannya. Hasil evaluasi sifat fisik edible film yang diformulasi dibandingkan dengan edible film yang sudah beredar di pasaran dengan merek“GF” yang memperlihatkan sifat fisiksemua formula mendekati sifat fisik edible film “GF”. Hasil pengujian aktivitas antibakteri sediaan menunjukkan diameter rata-rata zona bening paling besar pada F3 yaitu 27,00 mm dibandingkan F1sebesar 23,00 mm dan F2 sebesar 25,67 mm. Ketiga formula edible film yang dihasilkan termasuk dalam kategori respon hambatan bakteri golongan sangat kuat menurut David Stout.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"138 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116372467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1570
Ami Dhania Rovi Simanjuntak, Juwita Sahputri, Vera Novalia
Tahu merupakan salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia Salah satu jenis tahu yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah tahu putih. Tahu putih memiliki tekstur yang mudah rusak dan memiliki kandungan protein sekitar 8% atau lebih dan aw 0,89-0,99 menyebabkan tahu menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba. Penjual tahu di seluruh pasar di Kota Lhokseumawe yang mana masih kurang memerhatikan aspek higienitas dan sanitasi pada saat menjual tahu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada tahu putih yang dijual oleh pedagang tahu di seluruh pasar Kota Lhokseumawe. Penelitian deskriptif murni ini menguji 70 sampel tahu putih dengan metode Most Probable Number (MPN). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 62 sampel positif pada uji presumptive, kemudian dari 62 sampel didapatkan 49 sampel positif Coliform pada uji Confirmed, dan hasil akhir melalui uji completed didapatkan 20 sampel positif Escherichia coli dan 29 sampel lainnya terdapat koloni bakteri kelompok Enterobacter. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar tahu putih yang dijual oleh pedagang tahu di seluruh pasar Kota Lhokseumawe tercemar bakteri golongan Coliform dan 20 sampel tercemar bakteri Escherichia coli. Presentasi pencemaran menunjukkan bahwa sampel positif cemaran bakteri Escherichia coli terbanyak (60%) ditemukan di Pasar I dan sampel positif cemaran Escherichia coli paling sedikit (5%) ditemukan di Pasar K dan Pasar C
{"title":"Analisis Cemaran Bakteri Escherichia Coli Pada Tahu Putih Yang Dijual Di Seluruh Pasar Kota Lhokseumawe","authors":"Ami Dhania Rovi Simanjuntak, Juwita Sahputri, Vera Novalia","doi":"10.31850/makes.v5i3.1570","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1570","url":null,"abstract":"Tahu merupakan salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia Salah satu jenis tahu yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah tahu putih. Tahu putih memiliki tekstur yang mudah rusak dan memiliki kandungan protein sekitar 8% atau lebih dan aw 0,89-0,99 menyebabkan tahu menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba. Penjual tahu di seluruh pasar di Kota Lhokseumawe yang mana masih kurang memerhatikan aspek higienitas dan sanitasi pada saat menjual tahu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada tahu putih yang dijual oleh pedagang tahu di seluruh pasar Kota Lhokseumawe. Penelitian deskriptif murni ini menguji 70 sampel tahu putih dengan metode Most Probable Number (MPN). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 62 sampel positif pada uji presumptive, kemudian dari 62 sampel didapatkan 49 sampel positif Coliform pada uji Confirmed, dan hasil akhir melalui uji completed didapatkan 20 sampel positif Escherichia coli dan 29 sampel lainnya terdapat koloni bakteri kelompok Enterobacter. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar tahu putih yang dijual oleh pedagang tahu di seluruh pasar Kota Lhokseumawe tercemar bakteri golongan Coliform dan 20 sampel tercemar bakteri Escherichia coli. Presentasi pencemaran menunjukkan bahwa sampel positif cemaran bakteri Escherichia coli terbanyak (60%) ditemukan di Pasar I dan sampel positif cemaran Escherichia coli paling sedikit (5%) ditemukan di Pasar K dan Pasar C","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114918021","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1569
Iskandar Albin, Maulana Ikhsan, Muhammad Adryan Koto
Pregnancy is a physiological process that occurs and experienced by women. During pregnancy there can be various psychological changes, anxiety is a common psychiatric condition and often occurs in pregnancy, especially during third trimester. The purpose of this study is to find out the anxiety level of pregnant women in third trimester at The Banda Sakti Health Center Work Area. The method used is descriptive research with cross sectional study approach. The sample in this study was 106 pregnant women. The sampling technique used is consecutive sampling. The results: majority of respondents were aged 20-35 years as many 74 people (69,8%), had high school as many 44 people (41,5%), unemployed as many as 82 people (77,4%), and majority of gestational age respondents were 28 weeks (43,4%). A total of 36 people (34%) experienced moderate anxiety, mild anxiety as many 31 people (29,2%), severe anxiety as many 16 people (15,1%), did not experience anxiety as many 23 people (21,7%). Based on status of gravida, multigravida as many 64 people (60,4%), primigravida as many 35 people (33%), and grandemultigravida as many 7 people (6,6%). Conclusion: the majority of multigravida pregnant women experience moderate anxiety with high school education level/equivalent, unemployed and gestational age were 28 weeks.
{"title":"Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Pada Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti","authors":"Iskandar Albin, Maulana Ikhsan, Muhammad Adryan Koto","doi":"10.31850/makes.v5i3.1569","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1569","url":null,"abstract":"Pregnancy is a physiological process that occurs and experienced by women. During pregnancy there can be various psychological changes, anxiety is a common psychiatric condition and often occurs in pregnancy, especially during third trimester. The purpose of this study is to find out the anxiety level of pregnant women in third trimester at The Banda Sakti Health Center Work Area. The method used is descriptive research with cross sectional study approach. The sample in this study was 106 pregnant women. The sampling technique used is consecutive sampling. The results: majority of respondents were aged 20-35 years as many 74 people (69,8%), had high school as many 44 people (41,5%), unemployed as many as 82 people (77,4%), and majority of gestational age respondents were 28 weeks (43,4%). A total of 36 people (34%) experienced moderate anxiety, mild anxiety as many 31 people (29,2%), severe anxiety as many 16 people (15,1%), did not experience anxiety as many 23 people (21,7%). Based on status of gravida, multigravida as many 64 people (60,4%), primigravida as many 35 people (33%), and grandemultigravida as many 7 people (6,6%). Conclusion: the majority of multigravida pregnant women experience moderate anxiety with high school education level/equivalent, unemployed and gestational age were 28 weeks.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123197138","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1832
Rinita Amelia, Melya Susanti, Yusti Siana
Tercapainya maturasi seksual pada usia remaja akhir menunjukan dorongan seksual yang akan menstimulus remaja untuk memenuhi kebutuhan seksual nya, bahkan dapat melakukan hal yang tidak pantas apabila tidak tercapai sehingga remaja tersebut akan mengembangkan perilaku seksual yang menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang mungkin terjadi adalah perilaku LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan persepsi remaja terhadap LGBT melalui penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Dari hasil penelitian terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 40% dan siswa perempuan 60%. Sebagian besar siswa sudah mendapatkan informasi tentang LGBT dan hanya 7.2% yang tidak pernah mencari/ memperoleh informasi tentang LGBT. Sebagian besar siswa mendapatkan informasi tentang LGBT ini dari media internet (75.3%). Tingkat pengetahuan mahasiswa terkait LGBT sebagian besar baik siswa laki-laki maupun perempuan adalah kurang (76.8%). Dibanding siswa laki-laki masih banyak siswa perempuan yang tingkat pengetahuan nya baik (16.8%) sedangkan siswa laki-laki hanya 6.4%. Rata-rata skor sikap menunjukkan bahwa sikap siswa yang masih cenderung positif terhadap LGBT Antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap LGBT memiliki kategori hubungan yang sangat lemah.
{"title":"Persepsi, Sikap dan Tingkat Pengetahuan Siswa SMA 1 Padang Panjang Terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender)","authors":"Rinita Amelia, Melya Susanti, Yusti Siana","doi":"10.31850/makes.v5i3.1832","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1832","url":null,"abstract":" \u0000Tercapainya maturasi seksual pada usia remaja akhir menunjukan dorongan seksual yang akan menstimulus remaja untuk memenuhi kebutuhan seksual nya, bahkan dapat melakukan hal yang tidak pantas apabila tidak tercapai sehingga remaja tersebut akan mengembangkan perilaku seksual yang menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang mungkin terjadi adalah perilaku LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan persepsi remaja terhadap LGBT melalui penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Dari hasil penelitian terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 40% dan siswa perempuan 60%. Sebagian besar siswa sudah mendapatkan informasi tentang LGBT dan hanya 7.2% yang tidak pernah mencari/ memperoleh informasi tentang LGBT. Sebagian besar siswa mendapatkan informasi tentang LGBT ini dari media internet (75.3%). Tingkat pengetahuan mahasiswa terkait LGBT sebagian besar baik siswa laki-laki maupun perempuan adalah kurang (76.8%). Dibanding siswa laki-laki masih banyak siswa perempuan yang tingkat pengetahuan nya baik (16.8%) sedangkan siswa laki-laki hanya 6.4%. Rata-rata skor sikap menunjukkan bahwa sikap siswa yang masih cenderung positif terhadap LGBT Antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap LGBT memiliki kategori hubungan yang sangat lemah.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114063264","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1829
Irwan Triansyah, Dian Ayu, Revalna Anestaria
The current coronavirus disease (COVID-19) pandemic anosmia and dysgeusia have been described as important symptoms of the disease. Clinical syndromes arising from infection with the SARS-CoV-2 virus can be of various kinds. Research by the American Academy of Otolaryngology shows anosmia occurs in 73% of patients and shows that anosmia is one of the important symptoms that arise from COVID-19 and to identify COVID-19 patients. To find out the description of anosmia in moderate-to-severe COVID-19 patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020. The scope of the research is in the field of Ear Nose Throat Science. The research was conducted in the medical records section of Dr. RSUP. M. Djamil Padang. This research was conducted from August to September 2021. The type of research was descriptive categorical. The population in this study were all patients diagnosed with moderate-to-severe COVID-19 at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020 as many as 106 samples with the Consecutive sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of frequency distribution and data processing using computerized SPSS program version IBM 24.0. Almost the same between male and female sexes with moderate-severe COVID-19, the mean age of moderate-severe COVID-19 patients was 49.68 (SD ± 12.63) years, which was dominated by the 52-53 age group. years with a total of 8 people, hypertension comorbid factor, as many as 35 people (33%), Diabetes Mellitus as many as 16 (15%) people, and cardiovascular disorders 8 people and 57 patients (53.8%) moderate-severe COVID-19 at RSUP Dr M Djamil Padang in 2020 does not suffer from anosmia. Conclusion: Almost the same between the sexes of women and men who suffer from moderate-severe COVID-19. The mean age of patients suffering from moderate-to-severe COVID-19 was 49 years and a standard deviation of 12.63. The most common comorbid disease suffered by patients was hypertension, followed by diabetes mellitus and cardiovascular disorders and complaints of anosmia were found in 49 patients.
当前的冠状病毒病(COVID-19)大流行已被描述为该疾病的重要症状。由SARS-CoV-2病毒感染引起的临床综合征可分为多种类型。美国耳鼻喉学会的研究表明,73%的患者出现嗅觉缺失,嗅觉缺失是COVID-19引起的重要症状之一,也是识别COVID-19患者的重要症状之一。为了了解2020年RSUP中至重度COVID-19患者嗅觉缺失的描述。研究的范围是在耳鼻喉科学领域。这项研究是在Dr. RSUP的医疗记录部分进行的。Djamil Padang先生。该研究于2021年8月至9月进行。研究的类型是描述性和分类性的。本研究的人群均为2020年在RSUP Dr. M. Djamil Padang诊断为中重度COVID-19的患者,使用连续采样技术多达106个样本。单变量数据分析以频率分布的形式呈现,并使用计算机化SPSS程序版本IBM 24.0进行数据处理。中重度患者的平均年龄为49.68 (SD±12.63)岁,以52 ~ 53岁年龄组居多。年共8人,高血压合并症多达35人(33%),糖尿病多达16人(15%),心血管疾病8人57人(53.8%),中重度COVID-19患者在RSUP博士M Djamil Padang在2020年没有嗅觉缺失。结论:中重度COVID-19患者的性别差异基本相同。中重度新冠肺炎患者的平均年龄为49岁,标准差为12.63。合并症患者最多的是高血压,其次是糖尿病和心血管疾病,49例患者有嗅觉缺失的主诉。
{"title":"Prevalensi Anosmia dan Komorbiditas Pasien Covid-19 Sedang - Berat di RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2020","authors":"Irwan Triansyah, Dian Ayu, Revalna Anestaria","doi":"10.31850/makes.v5i3.1829","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1829","url":null,"abstract":"The current coronavirus disease (COVID-19) pandemic anosmia and dysgeusia have been described as important symptoms of the disease. Clinical syndromes arising from infection with the SARS-CoV-2 virus can be of various kinds. Research by the American Academy of Otolaryngology shows anosmia occurs in 73% of patients and shows that anosmia is one of the important symptoms that arise from COVID-19 and to identify COVID-19 patients. To find out the description of anosmia in moderate-to-severe COVID-19 patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020. The scope of the research is in the field of Ear Nose Throat Science. The research was conducted in the medical records section of Dr. RSUP. M. Djamil Padang. This research was conducted from August to September 2021. The type of research was descriptive categorical. The population in this study were all patients diagnosed with moderate-to-severe COVID-19 at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020 as many as 106 samples with the Consecutive sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of frequency distribution and data processing using computerized SPSS program version IBM 24.0. Almost the same between male and female sexes with moderate-severe COVID-19, the mean age of moderate-severe COVID-19 patients was 49.68 (SD ± 12.63) years, which was dominated by the 52-53 age group. years with a total of 8 people, hypertension comorbid factor, as many as 35 people (33%), Diabetes Mellitus as many as 16 (15%) people, and cardiovascular disorders 8 people and 57 patients (53.8%) moderate-severe COVID-19 at RSUP Dr M Djamil Padang in 2020 does not suffer from anosmia. Conclusion: Almost the same between the sexes of women and men who suffer from moderate-severe COVID-19. The mean age of patients suffering from moderate-to-severe COVID-19 was 49 years and a standard deviation of 12.63. The most common comorbid disease suffered by patients was hypertension, followed by diabetes mellitus and cardiovascular disorders and complaints of anosmia were found in 49 patients.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115850645","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kecemasan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa kedokteran. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan cemas. Gejala cemas yang tidak teratasi dapat menyebabkan gangguan tidur dan salah satunya adalah insomnia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah pada tahun 2020-2021.Penelitian ini bersifat analitik korelatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dan sampel adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2017. Perhitungan sampel analitik komparatif kategorik tidak berpasangan sebanyak 156 mahasiswa. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan bantuan program SPSS. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu 118 responden (75.6 %), sebagian besar responden tidak tinggal bersama orang tua yaitu 130 responden dengan (83.3%), responden terbanyak mempunyai indeks prestasi kategori 2,76-3,50 (sangat memuaskan) yaitu 125 responden (80.1%), paling banyak responden mengikuti 1-2 organisasi yaitu 149 responden (95.5%), responden paling banyak mengalami kecemasan sebanyak 54 responden (57.3%), mengalami insomnia sebanyak 80 responden (51.3%) dan terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017. p=0,000 (p < 0,05). Terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017.
{"title":"Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah","authors":"Mutiara Anissa, Ezvika Ashari, Insil Pendri Hariyani","doi":"10.31850/makes.v5i3.1831","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1831","url":null,"abstract":"Kecemasan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk mahasiswa kedokteran. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan cemas. Gejala cemas yang tidak teratasi dapat menyebabkan gangguan tidur dan salah satunya adalah insomnia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah pada tahun 2020-2021.Penelitian ini bersifat analitik korelatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah dan sampel adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2017. Perhitungan sampel analitik komparatif kategorik tidak berpasangan sebanyak 156 mahasiswa. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan bantuan program SPSS. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu 118 responden (75.6 %), sebagian besar responden tidak tinggal bersama orang tua yaitu 130 responden dengan (83.3%), responden terbanyak mempunyai indeks prestasi kategori 2,76-3,50 (sangat memuaskan) yaitu 125 responden (80.1%), paling banyak responden mengikuti 1-2 organisasi yaitu 149 responden (95.5%), responden paling banyak mengalami kecemasan sebanyak 54 responden (57.3%), mengalami insomnia sebanyak 80 responden (51.3%) dan terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017. p=0,000 (p < 0,05). Terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang angkatan 2017. \u0000 ","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114676020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1798
Fipo Ardino Tieri, Abul Ainin Hapis, Rara Marisdayana
Masalah kesehatan mata merupakan salah satu gangguan kerja yang menimpa pekerja. Salah satunya pekerja las, karena paparan radiasi ultraviolet, percikan las, asap logam, bubuk, dan debu mengakibatkan kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling yaitu pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru berjumlah 55 responden menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022 di bengkel las Kecamatan Kota Baru. Intrumennya yaitu kuesioner dan observasi. Terdapat sebanyak 67,3% responden mengalami keluhan kelelahan mata, 50,9% responden memiliki usia berisiko, 81,8% responden memiliki masa kerja berisiko, 80% responden memiliki lama paparan berisiko, dan 23,6% responden tidak menggunakan APD. Adanya hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,035), lama paparan (p-value = 0,028), dan penggunaan APD (p-value = 0,005) dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sedangkan masa kerja (p-value = 0,063) tidak memiliki hubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sebaiknya pekerja selalu memakai alat pelindung mata seperti welding helmets/tameng las, goggles dan kacamata hitam saat proses pengelasan. Meluangkan waktu sejenak untuk mengistirahatkan mata selama 5 - 10 menit.
{"title":"Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bengkel Las di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi Tahun 2022","authors":"Fipo Ardino Tieri, Abul Ainin Hapis, Rara Marisdayana","doi":"10.31850/makes.v5i3.1798","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1798","url":null,"abstract":"Masalah kesehatan mata merupakan salah satu gangguan kerja yang menimpa pekerja. Salah satunya pekerja las, karena paparan radiasi ultraviolet, percikan las, asap logam, bubuk, dan debu mengakibatkan kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling yaitu pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru berjumlah 55 responden menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022 di bengkel las Kecamatan Kota Baru. Intrumennya yaitu kuesioner dan observasi. Terdapat sebanyak 67,3% responden mengalami keluhan kelelahan mata, 50,9% responden memiliki usia berisiko, 81,8% responden memiliki masa kerja berisiko, 80% responden memiliki lama paparan berisiko, dan 23,6% responden tidak menggunakan APD. Adanya hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,035), lama paparan (p-value = 0,028), dan penggunaan APD (p-value = 0,005) dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sedangkan masa kerja (p-value = 0,063) tidak memiliki hubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sebaiknya pekerja selalu memakai alat pelindung mata seperti welding helmets/tameng las, goggles dan kacamata hitam saat proses pengelasan. Meluangkan waktu sejenak untuk mengistirahatkan mata selama 5 - 10 menit.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121747117","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Breast self examination is one of the efforts to detect breast cancer early. This examination can find lumps or changes in the breast that could be a sign of a tumor or breast cancer that requires medical attention. To find out the description of breast self-examination behavior in students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University class 2017. This study was descriptive categorical with a research design was cross sectional. The population of this study were students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University with 87 samples using simple random sampling technique by following inclusion and exclusion criteria, the data was from a quiestionnaire and presented in a frequency distribution table. The results of data analysis obtained from respondens that (47.1%) had knowledge of breast self-examination, with sufficient category, (58.6%) had attitude category is good in breast self-examination, and (43.7%) perform breast self-examination for early detection of breast cancer. The respondens have sufficient knowledge about breast self-examination, have a good attitude about breast self-examination, and less than 50% perform breast self-examination for early detection of breast cancer.
{"title":"Analisis Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah","authors":"Melya Susanti, Resti Rahmadika Akbar, Rinita Amelia, Aulia J Anna Aprilia Meysa","doi":"10.31850/makes.v5i3.1830","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1830","url":null,"abstract":"Breast self examination is one of the efforts to detect breast cancer early. This examination can find lumps or changes in the breast that could be a sign of a tumor or breast cancer that requires medical attention. To find out the description of breast self-examination behavior in students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University class 2017. This study was descriptive categorical with a research design was cross sectional. The population of this study were students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University with 87 samples using simple random sampling technique by following inclusion and exclusion criteria, the data was from a quiestionnaire and presented in a frequency distribution table. The results of data analysis obtained from respondens that (47.1%) had knowledge of breast self-examination, with sufficient category, (58.6%) had attitude category is good in breast self-examination, and (43.7%) perform breast self-examination for early detection of breast cancer. The respondens have sufficient knowledge about breast self-examination, have a good attitude about breast self-examination, and less than 50% perform breast self-examination for early detection of breast cancer.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"58 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126353524","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1819
A. Andi, Fadhilah Hanifa Asman, Andi Rifkah Kifayah Rosadi, St. Nur Asizah Dwiana Arni
Pekerja rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pekerja, tetapi juga sebagai istri, ibu dan kepala rumah tangga. Partisipasi perempuan dalam peran-peran tersebut seringkali menimbulkan konflik yang mempersulit pemenuhan tuntutan pekerjaan dan rumah yang saling bertentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat konflik peran ganda di antara staf rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di RS Unhas dan dilakukan pada bulan Agustus 2022. Sampel ditentukan dengan purposive sampling sebanyak 62 orang. Konflik peran ganda dengan stres kerja pada pegawai perempuan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,026. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik peran ganda dengan stres kerja pegawai perempuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin memiliki hubungan. Sedangkan pada konflik peran ganda dengan tingkat keharmonisan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Selain itu, pada tingkat keharmonisan dengan stres kerja tidak memiliki hubungan.
{"title":"Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Keharmonisan Keluarga pada Pegawai Perempuan di Rumah Sakit","authors":"A. Andi, Fadhilah Hanifa Asman, Andi Rifkah Kifayah Rosadi, St. Nur Asizah Dwiana Arni","doi":"10.31850/makes.v5i3.1819","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1819","url":null,"abstract":"Pekerja rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pekerja, tetapi juga sebagai istri, ibu dan kepala rumah tangga. Partisipasi perempuan dalam peran-peran tersebut seringkali menimbulkan konflik yang mempersulit pemenuhan tuntutan pekerjaan dan rumah yang saling bertentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat konflik peran ganda di antara staf rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di RS Unhas dan dilakukan pada bulan Agustus 2022. Sampel ditentukan dengan purposive sampling sebanyak 62 orang. Konflik peran ganda dengan stres kerja pada pegawai perempuan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,026. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik peran ganda dengan stres kerja pegawai perempuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin memiliki hubungan. Sedangkan pada konflik peran ganda dengan tingkat keharmonisan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Selain itu, pada tingkat keharmonisan dengan stres kerja tidak memiliki hubungan.","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125326900","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-09-17DOI: 10.31850/makes.v5i3.1834
Fidiariani Sjaaf, Mely Susanti, Salmi, Bagian Mikrobiologi
Beberepa tahuan terahir ini terjadi peningkatan jumlah lansia disebabkan oleh perbaikan status kesehatan akibat kemajuan teknologi dan penelitian-penelitian kedokteran, perbaikan status gizi, peningkatan usia harapan hidup, pergeseran gaya hidup dan peningkatan pendapatan perkapita. Hal tersebut menyebabkan terjadinya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif yang salah satunya adalah penyakit sistem kardiovaskular misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang menjadi masalah kesehatan di dunia, baik dinegara maju maupun dinegara berkembang. Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2025 1,5 milyar dari populasi dunia terkena hipertensi. Peningkatan kejadian hipertensi tidak terlepas dari banyaknya factor resiko hipertensi. Fakor resiko terjadinya hipertensi dapat dikelompokkan menjadi factor resiko yang bisa dikendalikan diantaranya gaya hidup, obesitas, dan factor resiko yang tidak dapat dikendalikan diantaranya adalah usia, jenis kelamin, faktor genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh dan derajat hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan crossectional. Data dari pasien lansia di Puskesmas Air dingin, Padang dikumpulkan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa hypertensi banyak ditemukan pada lansia dengan jenis kelamin perempuan (70%), rentang usia lansia (44%), dan lansia dengan riwayat genetik (58%). Hanya ada 25% lansia dengan hipertensi yang merokok. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal (42%) dan menderita hipertensi sistolik (71%). Analisis secara statistik menggunakan uji Chi-square menujukkan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dan derajat hipertensi (p<0.05). Tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan hipertensi pada lansia.
{"title":"Hubungan Indek Masa Tubuh dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang","authors":"Fidiariani Sjaaf, Mely Susanti, Salmi, Bagian Mikrobiologi","doi":"10.31850/makes.v5i3.1834","DOIUrl":"https://doi.org/10.31850/makes.v5i3.1834","url":null,"abstract":"Beberepa tahuan terahir ini terjadi peningkatan jumlah lansia disebabkan oleh perbaikan status kesehatan akibat kemajuan teknologi dan penelitian-penelitian kedokteran, perbaikan status gizi, peningkatan usia harapan hidup, pergeseran gaya hidup dan peningkatan pendapatan perkapita. Hal tersebut menyebabkan terjadinya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif yang salah satunya adalah penyakit sistem kardiovaskular misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang menjadi masalah kesehatan di dunia, baik dinegara maju maupun dinegara berkembang. Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2025 1,5 milyar dari populasi dunia terkena hipertensi. Peningkatan kejadian hipertensi tidak terlepas dari banyaknya factor resiko hipertensi. Fakor resiko terjadinya hipertensi dapat dikelompokkan menjadi factor resiko yang bisa dikendalikan diantaranya gaya hidup, obesitas, dan factor resiko yang tidak dapat dikendalikan diantaranya adalah usia, jenis kelamin, faktor genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh dan derajat hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan crossectional. Data dari pasien lansia di Puskesmas Air dingin, Padang dikumpulkan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa hypertensi banyak ditemukan pada lansia dengan jenis kelamin perempuan (70%), rentang usia lansia (44%), dan lansia dengan riwayat genetik (58%). Hanya ada 25% lansia dengan hipertensi yang merokok. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal (42%) dan menderita hipertensi sistolik (71%). Analisis secara statistik menggunakan uji Chi-square menujukkan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dan derajat hipertensi (p<0.05). Tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan hipertensi pada lansia. \u0000 ","PeriodicalId":439563,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134082650","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}