Pub Date : 2020-06-10DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.442
Nur Endah Permatasari, Marfuah Nur Jannah, Bunga Febriana
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal yang ditemukan dalam berita olahraga surat kabar Solopos edisi Oktober 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari berita olahraga pada surat kabar Solopos edisi Oktober 2019. Sumber data diambil secara acak. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian ini adalah kohesi gramatikal terbagi menjadi (1) referensi/pengacuan, (2) substitusi/penyulihan, (3) elipsis/pelesapan, dan (4) konjungsi/perangkaian. Adapun kohesi leksikal terbagi menjadi (1) repetisi/pengulangan, (2) sinonimi, (3) antonimi, (4) hiponimi, (5) kolokasi, dan (6) ekuivalen. This research aims to describe grammatical and lexical cohesion of Solopos sport news in October 2019. This is a descriptive qualitative research which data were taken from Solopos sports news in October 2019. Data sources are taken randomly. Method of collecting data using the method read and listen, as for techniques using note technique. The results of this study are grammatical cohesion divided into (1) reference referential, (2) the substitution/removal, (3) ellipsis/despair, (4) conjunctions/framing. Then the lexical cohesion is divided into (1) reps/repetitions, (2) synonymy, (3) antonymy, (4) hiponymy, (5) collocations, and (6) equivalents.
{"title":"Kohesi Wacana Berita Olahraga pada Surat Kabar Solopos Edisi Oktober 2019 (Cohesion of Discourse of Solopos Sports News in October 2019 Edition)","authors":"Nur Endah Permatasari, Marfuah Nur Jannah, Bunga Febriana","doi":"10.36567/jalabahasa.v16i1.442","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v16i1.442","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal yang ditemukan dalam berita olahraga surat kabar Solopos edisi Oktober 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari berita olahraga pada surat kabar Solopos edisi Oktober 2019. Sumber data diambil secara acak. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian ini adalah kohesi gramatikal terbagi menjadi (1) referensi/pengacuan, (2) substitusi/penyulihan, (3) elipsis/pelesapan, dan (4) konjungsi/perangkaian. Adapun kohesi leksikal terbagi menjadi (1) repetisi/pengulangan, (2) sinonimi, (3) antonimi, (4) hiponimi, (5) kolokasi, dan (6) ekuivalen. This research aims to describe grammatical and lexical cohesion of Solopos sport news in October 2019. This is a descriptive qualitative research which data were taken from Solopos sports news in October 2019. Data sources are taken randomly. Method of collecting data using the method read and listen, as for techniques using note technique. The results of this study are grammatical cohesion divided into (1) reference referential, (2) the substitution/removal, (3) ellipsis/despair, (4) conjunctions/framing. Then the lexical cohesion is divided into (1) reps/repetitions, (2) synonymy, (3) antonymy, (4) hiponymy, (5) collocations, and (6) equivalents.","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"16 1","pages":"61-71"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46774169","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-30DOI: 10.36567/jalabahasa.v16i1.453
Tri Wahyuni
Indonesia sangat kaya akan ragam budaya dan bahasa. Keanekaragaman tersebut terejawantah dalam ungkapan-ungkapan khas, seperti pantun atau peribahasa, yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat penuturnya. Budaya Jawa merupakan salah satu budaya besar yang bertahan hingga kini. Tulisan ini mengetengahkan kritik dalam ungkapan Jawa melalui kajian semantik kognitif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan-ungkapan bahasa Jawa yang mengandung makna kritikan dan menguraikan makna filosofi dalam ungkapan-ungkapan tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan ancangan semantik kognitif. Metode yang digunakan adalah simak, agih, padan, dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik sadap dan perluas. Dari hasil analisis, terdapat 24 ungkapan bahasa Jawa yang mengandung kritik dan memunculkan makna personifikasi, yakni perpaduan konsep yang sama antara sifat binatang atau tokoh manusia dan sikap serta perilaku manusia. Kritik yang terdapat dalam ungkapan-ungkapan Jawa tersebut digunakan sebagai media kontrol sosial. Indonesia is very rich in diversity of cultures and languages. Those diversity is manifested in specific expressions, such as poems or proverbs, that reflect the local wisdom of the speaker community. Javanese culture known as a great culture that survives until today. This paper explores criticism in Javanese expressions in a form of cognitive semantic study. The aim of this paper is describing Javanese expressions that contain critical meanings and describing philosophical meanings in those expressions. This qualitative descriptive study used cognitive semantic design. The methods used were simak, agih, padan, and in-depth interview with tapping and expanding techniques. The analysis founded 24 Javanese expressions that contain criticism and give rise to the personification meaning, namely the combination of the same concepts between the nature of animals or human figures with human attitudes and behavior. Criticism in those Javanese idioms are used as a form of social control.
{"title":"Kritik dalam Ungkapan Bahasa Jawa: Kajian Semantik Kognitif (Criticism in Javanese Idioms: Cognitive Semantic Analysis)","authors":"Tri Wahyuni","doi":"10.36567/jalabahasa.v16i1.453","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v16i1.453","url":null,"abstract":"Indonesia sangat kaya akan ragam budaya dan bahasa. Keanekaragaman tersebut terejawantah dalam ungkapan-ungkapan khas, seperti pantun atau peribahasa, yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat penuturnya. Budaya Jawa merupakan salah satu budaya besar yang bertahan hingga kini. Tulisan ini mengetengahkan kritik dalam ungkapan Jawa melalui kajian semantik kognitif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan-ungkapan bahasa Jawa yang mengandung makna kritikan dan menguraikan makna filosofi dalam ungkapan-ungkapan tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan ancangan semantik kognitif. Metode yang digunakan adalah simak, agih, padan, dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan teknik sadap dan perluas. Dari hasil analisis, terdapat 24 ungkapan bahasa Jawa yang mengandung kritik dan memunculkan makna personifikasi, yakni perpaduan konsep yang sama antara sifat binatang atau tokoh manusia dan sikap serta perilaku manusia. Kritik yang terdapat dalam ungkapan-ungkapan Jawa tersebut digunakan sebagai media kontrol sosial. Indonesia is very rich in diversity of cultures and languages. Those diversity is manifested in specific expressions, such as poems or proverbs, that reflect the local wisdom of the speaker community. Javanese culture known as a great culture that survives until today. This paper explores criticism in Javanese expressions in a form of cognitive semantic study. The aim of this paper is describing Javanese expressions that contain critical meanings and describing philosophical meanings in those expressions. This qualitative descriptive study used cognitive semantic design. The methods used were simak, agih, padan, and in-depth interview with tapping and expanding techniques. The analysis founded 24 Javanese expressions that contain criticism and give rise to the personification meaning, namely the combination of the same concepts between the nature of animals or human figures with human attitudes and behavior. Criticism in those Javanese idioms are used as a form of social control.","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"16 1","pages":"97-113"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44283514","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-29DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.396
Moulidvi Rizki Permita
Penelitian ini menjelaskan hubungan antara PT Lapindo Brantas dan masyarakat terdampak lumpur di Sidoarjo yang dibentuk oleh VIVAnews.co.id. Teori yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Berita dikaji melalui teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VIVAnews.co.id berusaha menampilkan PT. Lapindo Brantas sebagai pihak korban yang banyak disalahkan, sedangkan masyakarat terdampak lumpur Sidoarjo digambarkan sebagai pihak yang memiliki kuasa terhadap PT. Lapindo Brantas. Hal ini disebabkan media terkait merupakan anak perusahaan Bakrie Group, sama dengan PT Lapindo Brantas. VIVAnews.co.id merupakan ranah kekuasaan PT Lapindo Brantas dan sebagai juru bicara dalam isu yang berkembang di masyarakat. This study explains the relationship formed by VIVAnews.co.id between PT Lapindo Brantas and the community affected by mud in Sidoarjo. The theory used is Norman Fairclough Critical Discourse Analysis. News is reviewed through text, discourse practice, and sociocultural practice. From the results, it was found that VIVAnews.co.id tried to display PT Lapindo Brantas as the victim who was mostly blamed, while the people affected by the Sidoarjo mud were described as having the authority over PT Lapindo Brantas. This is due to the related media being a subsidiary of Bakrie Group, in line with PT Lapindo Brantas. VIVAnews.co.id is the domain of the power of PT Lapindo Brantas and as a spokesperson on issues developing in the community.
{"title":"Bencana Lumpur Lapindo: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (Lapindo Mud Disaster: Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough)","authors":"Moulidvi Rizki Permita","doi":"10.36567/jalabahasa.v15i2.396","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v15i2.396","url":null,"abstract":"Penelitian ini menjelaskan hubungan antara PT Lapindo Brantas dan masyarakat terdampak lumpur di Sidoarjo yang dibentuk oleh VIVAnews.co.id. Teori yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Berita dikaji melalui teks, discourse practice, dan sociocultural practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VIVAnews.co.id berusaha menampilkan PT. Lapindo Brantas sebagai pihak korban yang banyak disalahkan, sedangkan masyakarat terdampak lumpur Sidoarjo digambarkan sebagai pihak yang memiliki kuasa terhadap PT. Lapindo Brantas. Hal ini disebabkan media terkait merupakan anak perusahaan Bakrie Group, sama dengan PT Lapindo Brantas. VIVAnews.co.id merupakan ranah kekuasaan PT Lapindo Brantas dan sebagai juru bicara dalam isu yang berkembang di masyarakat. This study explains the relationship formed by VIVAnews.co.id between PT Lapindo Brantas and the community affected by mud in Sidoarjo. The theory used is Norman Fairclough Critical Discourse Analysis. News is reviewed through text, discourse practice, and sociocultural practice. From the results, it was found that VIVAnews.co.id tried to display PT Lapindo Brantas as the victim who was mostly blamed, while the people affected by the Sidoarjo mud were described as having the authority over PT Lapindo Brantas. This is due to the related media being a subsidiary of Bakrie Group, in line with PT Lapindo Brantas. VIVAnews.co.id is the domain of the power of PT Lapindo Brantas and as a spokesperson on issues developing in the community.","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"69639819","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-29DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.369
Z. Abidin
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peribahasa Indonesia yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Dengan metode kualitatif, data yang berupa peribahasa dikumpulkan dari laman https://kbbi.kemdikbud.go.id dengan teknik simak dan catat. Setelah memilih fitur admin, data, cari entri, dan fitur penyaringan dalam daftar entri KBBI daring, dilakukan pencatatan dan analisis. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa terdapat lima belas peribahasa yang memakai bagian tubuh sebagai lema induk. Sementara itu, peribahasa yang tidak memakai bagian tubuh sebagai lema induk ditemukan berjumlah seratus enam peribahasa. Pada peribahasa yang mengandung kata dada, jantung, dan jari, tidak ditemukan peribahasa yang memakai bagian tubuh tersebut sebagai lema induk. This research aims to describe the Indonesian proverbs contained in Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. With qualitative methods data in the form of proverbs are collected from the page https://kbbi.kemdikbud.go.id with the technique of listening and note taking. After clicking the admin, data, look for entries, and filtering features in the list of online KBBI entries, recording and analysis are performed. From the results of the discussion it was concluded that there were fifteen proverbs that used body parts as the parent body, while proverbs that did not use body parts as parent body were found to be one hundred and six proverbs. In proverbs that contain the words dada, jantung, and jari, there is no proverb that uses that part of the body as the parent entry.
本研究旨在描述《印尼大词典》(KBBI)《黑暗》中的印尼语。通过定性方法,从页面中收集语言数据https://kbbi.kemdikbud.go.id-使用肥皂和音符技巧。在外部KBBI条目列表中选择管理、数据、搜索条目和筛选功能后,进行记录和分析。从分离中得出的结论是,有15种语言将身体部位作为母体弱点。与此同时,不把身体部位作为母体脂肪的语言被发现是数百种六种语言。在一种包含胸部、心脏和手指的语言中,没有任何语言将身体的这一部分视为母亲的弱点。本研究旨在描述Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI)Online中包含的印尼谚语。通过定性方法,从页面上收集谚语形式的数据https://kbbi.kemdikbud.go.id-运用听力和记笔记的技巧。在单击联机KBBI条目列表中的管理、数据、查找条目和筛选功能后,将执行记录和分析。从讨论的结果可以得出结论,使用身体部位作为母体的谚语有15条,而不使用身体部位为母体的谚语则有106条。在包含dada、heart和finger这三个词的谚语中,没有一句谚语将身体的这一部分作为父条目。
{"title":"Analisis Peribahasa Indonesia yang Disediakan KBBI Daring (Analysis of Indonesian Proverbs Provided by KBBI Online)","authors":"Z. Abidin","doi":"10.36567/jalabahasa.v15i2.369","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v15i2.369","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peribahasa Indonesia yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Dengan metode kualitatif, data yang berupa peribahasa dikumpulkan dari laman https://kbbi.kemdikbud.go.id dengan teknik simak dan catat. Setelah memilih fitur admin, data, cari entri, dan fitur penyaringan dalam daftar entri KBBI daring, dilakukan pencatatan dan analisis. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa terdapat lima belas peribahasa yang memakai bagian tubuh sebagai lema induk. Sementara itu, peribahasa yang tidak memakai bagian tubuh sebagai lema induk ditemukan berjumlah seratus enam peribahasa. Pada peribahasa yang mengandung kata dada, jantung, dan jari, tidak ditemukan peribahasa yang memakai bagian tubuh tersebut sebagai lema induk. This research aims to describe the Indonesian proverbs contained in Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. With qualitative methods data in the form of proverbs are collected from the page https://kbbi.kemdikbud.go.id with the technique of listening and note taking. After clicking the admin, data, look for entries, and filtering features in the list of online KBBI entries, recording and analysis are performed. From the results of the discussion it was concluded that there were fifteen proverbs that used body parts as the parent body, while proverbs that did not use body parts as parent body were found to be one hundred and six proverbs. In proverbs that contain the words dada, jantung, and jari, there is no proverb that uses that part of the body as the parent entry.","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"15 1","pages":"147-162"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42933782","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-29DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.340
Agus Khumaedy Al Chazim, I. Mulyaningsih, T. Uswati
Masyarakat menginginkan informasi yang akurat, aktual, serta faktual terutama tentang politik dan pemerintahan di Indonesia. Namun, masih ada surat kabar yang hanya memberitakan salah satu partai politik atau berpihak kepada salah satu partai politik maupun kader partai. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya penelitian tentang netralitas dan keberpihakan Fajar Cirebon melalui berita politik di bulan menjelang pemilihan presiden RI. Penelitian ini menganalisis berita bukan hanya dari segi makna, tetapi juga dari segi maksud, tujuan, dan konteks melalui pendekatan inklusi, eksklusi, serta representasi untuk mengetahui netralitas dan keberpihakan Fajar Cirebon terhadap calon presiden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari Fajar Cirebon edisi November 2018–Januari 2019 terbitan Senin sampai Jumat setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Cirebon merupakan surat kabar yang netral dan tidak berpihak karena menyajikan berita tentang semua pasangan calon presiden. The public wants accurate, actual, and factual information, especially about politics and government in Indonesia. However, there are still news papers which only preachone political party or side with one political party or partycadre. Related to this, there is a need for research on the neutrality and partiality of Fajar Cirebon through political news in the month leading up to the Indonesian President's election. This study analyzes the news not only in terms of its meaning, but also in terms of the purpose, purpose, and context of using the approach of inclusion, exclusion, and representation to determine the neutrality and partiality of Fajar Cirebon towards presidential candidates. This study uses a qualitative research approach. The data in this study are sourced from the November 2018–January 2019 edition of Cirebon, published Monday through Friday eachweek. The results of the study show that Fajar Cirebon is a neutral and impartial newspaper because presents news not only about one of the pairs of presidential candidates .
{"title":"Analisis Wacana Kritis Berita Politik Fajar Cirebon Edisi November 2018–Januari 2019 (Critical Discourse Analysis of Political News of Fajar Cirebon Edition November 2018—January 2019)","authors":"Agus Khumaedy Al Chazim, I. Mulyaningsih, T. Uswati","doi":"10.36567/jalabahasa.v15i2.340","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v15i2.340","url":null,"abstract":"Masyarakat menginginkan informasi yang akurat, aktual, serta faktual terutama tentang politik dan pemerintahan di Indonesia. Namun, masih ada surat kabar yang hanya memberitakan salah satu partai politik atau berpihak kepada salah satu partai politik maupun kader partai. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya penelitian tentang netralitas dan keberpihakan Fajar Cirebon melalui berita politik di bulan menjelang pemilihan presiden RI. Penelitian ini menganalisis berita bukan hanya dari segi makna, tetapi juga dari segi maksud, tujuan, dan konteks melalui pendekatan inklusi, eksklusi, serta representasi untuk mengetahui netralitas dan keberpihakan Fajar Cirebon terhadap calon presiden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari Fajar Cirebon edisi November 2018–Januari 2019 terbitan Senin sampai Jumat setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Cirebon merupakan surat kabar yang netral dan tidak berpihak karena menyajikan berita tentang semua pasangan calon presiden. The public wants accurate, actual, and factual information, especially about politics and government in Indonesia. However, there are still news papers which only preachone political party or side with one political party or partycadre. Related to this, there is a need for research on the neutrality and partiality of Fajar Cirebon through political news in the month leading up to the Indonesian President's election. This study analyzes the news not only in terms of its meaning, but also in terms of the purpose, purpose, and context of using the approach of inclusion, exclusion, and representation to determine the neutrality and partiality of Fajar Cirebon towards presidential candidates. This study uses a qualitative research approach. The data in this study are sourced from the November 2018–January 2019 edition of Cirebon, published Monday through Friday eachweek. The results of the study show that Fajar Cirebon is a neutral and impartial newspaper because presents news not only about one of the pairs of presidential candidates .","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"15 1","pages":"130-146"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42126922","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-29DOI: 10.36567/jalabahasa.v15i2.385
Eti Mubarokah, Farida Yufarlina Rosita
Pemilihan teks dalam pembelajaran tingkat sekolah menengah atas sering kali dimulai dengan menggunakan teks-teks yang struktur penulisannya mudah. Salah satu pembelajaran teks yang melatih keterampilan menulis siswa dengan kaidah yang mudah adalah esai. Esai merupakan karangan yang membahas suatu topik secara sepintas. Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis yang terdapat dalam esai karya siswa SMKIT Smart Informatika Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Masalah yang ditelaah dalam penelitian ini adalah jenis-jenis kesalahan dan bagaimana kesalahan tersebut terjadi. Data berupa kesalahan gramatikal pada esai yang ditulis oleh siswa SMKIT. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk menentukan jenis kesalahan dan bagaimana kesalahan itu terjadi. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis pada esai karya siswa SMKIT Smart Informatika Surakarta tahun ajaran 2018/2019 dibagi menjadi tiga, yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Beberapa faktor penyebab terjadinya kesalahan juga disajikan. The selection of texts in learning at the high school level often starts using texts with easy writing structures. One of the learning texts that practices writing skills of students with easy rules is essay. Essay is a paper that simply discusses a topic. This study analyzed grammatical errors in essay made by the students of SMKIT Smart Informatika Surakarta in 2018/2019. On that account, this article discusses types of and how such grammatical errors happen in the essays. Data in the forms of grammatical errors were collected from the texts. The results show that there are three levels of errors, i.e. phrases, clauses, and sentences. Factors for the errors to happen are also discussed .
高中水平学习的选择通常从简单的文本开始。用简单的规则训练学生的写作技巧的文本学习之一是作文。文章是关于一个主题的文章,顺便提一下。这项研究分析了2008 /2019年Surakarta学生SMKIT Smart信息学中发现的语言错误。本研究研究的问题是这些错误的类型以及它们是如何发生的。SMKIT学生写的文章中的语法错误。收集到的数据被分析以确定错误的类型和它们是如何发生的。研究表明,学生SMKIT智能信息技术上的句法错误在2018/2019年的教义年中被分为三个短语、从句和句子。一些导致错误的因素也得到了证明。高中十年级的学生学习课本的选择很容易写。经验丰富的学生写作技巧之一,简单的规则就是论文。论文是一篇关于一个主题的简单讨论的论文。这份研究论文的语法分析是2011 /2019年由研究SMKIT智能信息的学生进行的。在这一点上,这篇文章描述了文章中提到的行为,以及这些语法错误是如何在散文中发生的。语法错误中的数据是来自文本的收集。结果显示,有三层是errors, i.e. phrases, clauses和句子。错误发生的因素也被否认了。
{"title":"Kesalahan Sintaksis pada Esai Siswa (Grammatical Errors in Students Essays)","authors":"Eti Mubarokah, Farida Yufarlina Rosita","doi":"10.36567/jalabahasa.v15i2.385","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v15i2.385","url":null,"abstract":"Pemilihan teks dalam pembelajaran tingkat sekolah menengah atas sering kali dimulai dengan menggunakan teks-teks yang struktur penulisannya mudah. Salah satu pembelajaran teks yang melatih keterampilan menulis siswa dengan kaidah yang mudah adalah esai. Esai merupakan karangan yang membahas suatu topik secara sepintas. Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis yang terdapat dalam esai karya siswa SMKIT Smart Informatika Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Masalah yang ditelaah dalam penelitian ini adalah jenis-jenis kesalahan dan bagaimana kesalahan tersebut terjadi. Data berupa kesalahan gramatikal pada esai yang ditulis oleh siswa SMKIT. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk menentukan jenis kesalahan dan bagaimana kesalahan itu terjadi. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis pada esai karya siswa SMKIT Smart Informatika Surakarta tahun ajaran 2018/2019 dibagi menjadi tiga, yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Beberapa faktor penyebab terjadinya kesalahan juga disajikan. The selection of texts in learning at the high school level often starts using texts with easy writing structures. One of the learning texts that practices writing skills of students with easy rules is essay. Essay is a paper that simply discusses a topic. This study analyzed grammatical errors in essay made by the students of SMKIT Smart Informatika Surakarta in 2018/2019. On that account, this article discusses types of and how such grammatical errors happen in the essays. Data in the forms of grammatical errors were collected from the texts. The results show that there are three levels of errors, i.e. phrases, clauses, and sentences. Factors for the errors to happen are also discussed .","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"15 1","pages":"163-172"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43494472","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-30DOI: 10.36567/JALABAHASA.V14I2.223
Rissa Yulia Pungkysari
Ibarat makhluk hidup, bahasa mengalami perkembangan yang secara otomatis menghasilkan suatu perubahan. Perubahan dalam bahasa dapat meliputi perubahan dari segi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini membahas perubahan dari segi semantik kata tengah dalam tiga karya sastra yang berbeda periode, yaitu Hikayat Aceh (1625) dari abad ke17, Hikayat Siak (1855) dari abad ke-19, dan Belahan Jiwa (2012) dari abad ke-21. Kalimatkalimat yang mengandung kata tengah dalam ketiga karya sastra diiventarisasi dan dianalisis menggunakan teori Cruse (2000) tentang semantik leksikal dan semantik gramatikal. Berdasarkan hasil analisis, penulis mengidentifikasi lima definisi makna kata tengah dalam karya sastra Hikayat Aceh (1625), Hikayat Siak (1855), dan Belahan Jiwa (2012). Lima definisi makna yang ditemukan meliputi tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, dan sekitar; kira-kira; kurang lebih. Perubahan yang tampak pada pemaknaan kata tengah adalah eliminasi kata tengah yang bermakna sekitar; kira-kira; kurang lebih dalam bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. Just like living things, language developes which is automatically produces a change. The changes of language may include the changes in terms of phonology, morphology, syntax, and semantics. This study discusses the semantic changes of the word tengah in three different period of literary works, namely Hikayat Aceh (1625) from the 17th century, Hikayat Siak (1855) from the 19th century, and the Hemisphere (2012) from the 21st century. Sentences which contain the word tengah in all three literary works are collected and analyzed using Cruse's (2000) theory of lexical semantics and grammatical semantics. Based on the results of the analysis, the authors identified five definitions of the meanings of the word tengah in the Hikayat Aceh literature (1625), Hikayat Siak (1855), and Belahan Jiwa (2012). The five definitions of meaning found include tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, and sekitar; kira-kira; kurang lebih. The changes appear in the definition of the word tengah was the elimination of the word tengah which means sekitar; kira-kira; kurang lebih .
{"title":"Perubahan Makna Kata Tengah dalam Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); dan Belahan Jiwa (2012) (The Change Oof Word Meaning “Tengah†In Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); And Belahan Jiwa (2012))","authors":"Rissa Yulia Pungkysari","doi":"10.36567/JALABAHASA.V14I2.223","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/JALABAHASA.V14I2.223","url":null,"abstract":"Ibarat makhluk hidup, bahasa mengalami perkembangan yang secara otomatis menghasilkan suatu perubahan. Perubahan dalam bahasa dapat meliputi perubahan dari segi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini membahas perubahan dari segi semantik kata tengah dalam tiga karya sastra yang berbeda periode, yaitu Hikayat Aceh (1625) dari abad ke17, Hikayat Siak (1855) dari abad ke-19, dan Belahan Jiwa (2012) dari abad ke-21. Kalimatkalimat yang mengandung kata tengah dalam ketiga karya sastra diiventarisasi dan dianalisis menggunakan teori Cruse (2000) tentang semantik leksikal dan semantik gramatikal. Berdasarkan hasil analisis, penulis mengidentifikasi lima definisi makna kata tengah dalam karya sastra Hikayat Aceh (1625), Hikayat Siak (1855), dan Belahan Jiwa (2012). Lima definisi makna yang ditemukan meliputi tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, dan sekitar; kira-kira; kurang lebih. Perubahan yang tampak pada pemaknaan kata tengah adalah eliminasi kata tengah yang bermakna sekitar; kira-kira; kurang lebih dalam bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. Just like living things, language developes which is automatically produces a change. The changes of language may include the changes in terms of phonology, morphology, syntax, and semantics. This study discusses the semantic changes of the word tengah in three different period of literary works, namely Hikayat Aceh (1625) from the 17th century, Hikayat Siak (1855) from the 19th century, and the Hemisphere (2012) from the 21st century. Sentences which contain the word tengah in all three literary works are collected and analyzed using Cruse's (2000) theory of lexical semantics and grammatical semantics. Based on the results of the analysis, the authors identified five definitions of the meanings of the word tengah in the Hikayat Aceh literature (1625), Hikayat Siak (1855), and Belahan Jiwa (2012). The five definitions of meaning found include tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, and sekitar; kira-kira; kurang lebih. The changes appear in the definition of the word tengah was the elimination of the word tengah which means sekitar; kira-kira; kurang lebih .","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"14 1","pages":"81-90"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49260022","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-30DOI: 10.36567/JALABAHASA.V14I2.204
R. A. Nugroho
Filsafat merupakan ilmu tertua yang dipelajari oleh manusia. Dalam perkembangannya, filsafat yang tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai bahasa, melahirkan ilmu filsafat bahasa. Filsafat bahasa semakin berkembang karena bahasa memiliki fungsi subjektif yang menggambarkan pengalaman hidup manusia. Subjektivitas inilah yang akan terus memantik minat dari para aktor filsafat bahasa untuk mendiskusikan dan memperdebatkan aspek-aspek yang terlibat. Artikel ini mengkaji hubungan antara filsafat bahasa dan perkembangan linguistik. Pendekatan kualitatif dalam artikel ini direalisasikan dengan mengaplikasikan kajian pustaka kritis di berbagai literatur yang relevan. Dari kajian pustaka kritis, penulis melihat bahwa bahasa adalah sebuah objek atas refleksi unik pengalaman kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebuah “simpul” diperlukan untuk “mengilmiahkan” keunikan pengalaman manusia. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan filsafat ilmu sebagai motor dan linguistik sebagai roda penggeraknya. Philosophy is one of the oldest studies learnt by human. In the development, philosophy, which cannot be separated from language issues, generates philosophy of language. It develops because language has a subjective function that portrays human’s experience. This subjectivity triggers the attention of language philosophy scholars to explore the aspects involved. This article tries to study the relationship between philosophy of language and linguistics development. The qualitative paradigm applied in the article is realized through the application of critical reviews of relevant literatures. From the study, the author identifies that language is the object of human’s unique reflection of his or her life experience. Thus, a “bridge” is needed to scientize the uniqueness of human’s experience. The connection can be made possible by exploiting philosophy, as the engine, and linguistics, as its wheel .
{"title":"Peranan Filsafat Bahasa dalam Perkembangan Linguistik (The Role of Language Philosophy in the Development of Linguistics)","authors":"R. A. Nugroho","doi":"10.36567/JALABAHASA.V14I2.204","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/JALABAHASA.V14I2.204","url":null,"abstract":"Filsafat merupakan ilmu tertua yang dipelajari oleh manusia. Dalam perkembangannya, filsafat yang tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai bahasa, melahirkan ilmu filsafat bahasa. Filsafat bahasa semakin berkembang karena bahasa memiliki fungsi subjektif yang menggambarkan pengalaman hidup manusia. Subjektivitas inilah yang akan terus memantik minat dari para aktor filsafat bahasa untuk mendiskusikan dan memperdebatkan aspek-aspek yang terlibat. Artikel ini mengkaji hubungan antara filsafat bahasa dan perkembangan linguistik. Pendekatan kualitatif dalam artikel ini direalisasikan dengan mengaplikasikan kajian pustaka kritis di berbagai literatur yang relevan. Dari kajian pustaka kritis, penulis melihat bahwa bahasa adalah sebuah objek atas refleksi unik pengalaman kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebuah “simpul” diperlukan untuk “mengilmiahkan” keunikan pengalaman manusia. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan filsafat ilmu sebagai motor dan linguistik sebagai roda penggeraknya. Philosophy is one of the oldest studies learnt by human. In the development, philosophy, which cannot be separated from language issues, generates philosophy of language. It develops because language has a subjective function that portrays human’s experience. This subjectivity triggers the attention of language philosophy scholars to explore the aspects involved. This article tries to study the relationship between philosophy of language and linguistics development. The qualitative paradigm applied in the article is realized through the application of critical reviews of relevant literatures. From the study, the author identifies that language is the object of human’s unique reflection of his or her life experience. Thus, a “bridge” is needed to scientize the uniqueness of human’s experience. The connection can be made possible by exploiting philosophy, as the engine, and linguistics, as its wheel .","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"14 1","pages":"10-20"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49431754","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-30DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.207
Kity Karenisa
Berdasarkan pengamatan terhadap adjektiva dalam bahasa Maanyan, terutama pada ciri morfologisnya, perilaku adjektiva dalam bahasa Maanyan berbeda dengan perilaku adjektiva bahasa Austronesia pada umumnya. Kategori sintaksis kalimat yang berbeda mensyaratkan bentuk adjektiva yang berbeda, yaitu dengan pemarkah adjektiva {ma-} ataupun tanpa pemarkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri adjektiva dalam bahasa Maanyan berdasarkan ciri morfologis, perilaku sintaksis, dan perilaku semantisnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dari bahasa yang dikuasainya sebagai penutur asli bahasa Maanyan, kemudian dikonfirmasi dengan penutur asli lainnya. Berdasarkan analisis diperoleh simpulan bahwa adjektiva dalam bahasa Maanyan dapat dikenali dari ciri bentuk atau ciri morfologis yang berupa monomorfemis dan polimorfemis, dari perilaku sintaksis, yaitu sebagai atribut dalam frasa nomina, dan dari perilaku semantis dengan makna yang mengikutinya. Based on the observation on adjective in Maanyan language, especially in morphological features, adjective behavior in Maanyan language is different from the adjective behavior in other Austronesian languages in general. Different categories of syntactic sentences require different forms of adjectives: with the adjective marker {ma-} or without the marker. This study aims to determine the characteristics of adjectives in Maanyan language based on morphological characteristics, syntactic behavior, and semantic behavior. The data in this study were collected by researcher native speakers of Maanyan language and then confirmed to other native speakers. Based on the analysis, it can be concluded that the adjective in Maanyan language can be recognized by the morphological characteristic of monomorphemic and polymorphemic, from its syntactic behavior, ie as attributes in the noun phrase, and from its semantic behavior to the meaning that follows .
{"title":"Adjektiva dalam Bahasa Maanyan (The Adjective in Maanyan Language)","authors":"Kity Karenisa","doi":"10.36567/jalabahasa.v14i2.207","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/jalabahasa.v14i2.207","url":null,"abstract":"Berdasarkan pengamatan terhadap adjektiva dalam bahasa Maanyan, terutama pada ciri morfologisnya, perilaku adjektiva dalam bahasa Maanyan berbeda dengan perilaku adjektiva bahasa Austronesia pada umumnya. Kategori sintaksis kalimat yang berbeda mensyaratkan bentuk adjektiva yang berbeda, yaitu dengan pemarkah adjektiva {ma-} ataupun tanpa pemarkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri adjektiva dalam bahasa Maanyan berdasarkan ciri morfologis, perilaku sintaksis, dan perilaku semantisnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dari bahasa yang dikuasainya sebagai penutur asli bahasa Maanyan, kemudian dikonfirmasi dengan penutur asli lainnya. Berdasarkan analisis diperoleh simpulan bahwa adjektiva dalam bahasa Maanyan dapat dikenali dari ciri bentuk atau ciri morfologis yang berupa monomorfemis dan polimorfemis, dari perilaku sintaksis, yaitu sebagai atribut dalam frasa nomina, dan dari perilaku semantis dengan makna yang mengikutinya. Based on the observation on adjective in Maanyan language, especially in morphological features, adjective behavior in Maanyan language is different from the adjective behavior in other Austronesian languages in general. Different categories of syntactic sentences require different forms of adjectives: with the adjective marker {ma-} or without the marker. This study aims to determine the characteristics of adjectives in Maanyan language based on morphological characteristics, syntactic behavior, and semantic behavior. The data in this study were collected by researcher native speakers of Maanyan language and then confirmed to other native speakers. Based on the analysis, it can be concluded that the adjective in Maanyan language can be recognized by the morphological characteristic of monomorphemic and polymorphemic, from its syntactic behavior, ie as attributes in the noun phrase, and from its semantic behavior to the meaning that follows .","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"14 1","pages":"52-66"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41870045","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-11-30DOI: 10.36567/JALABAHASA.V14I2.218
R. Y. S. Budiawan
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tingkat kesulitan penerjemahan idiom dan faktor kebahasaan yang mempengaruhinya dan 2) mendeskripsikan strategi penerjemahan idiom dan tingkat pencapaian terjemahannya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif dengan didukung data-data kuantitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner, tes tertulis, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Lembar kuesioner yang dikumpulkan digunakan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan responden, sedangkan data hasil tes tertulisnya diklasifikasi dan diukur tingkat pencapaiannya dengan menggunakan skala Larson. Data penelitian ini disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) ditinjau dari tingkat kesulitannya, idiom dapat dibagi menjadi idiom dengan tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor kebahasaan, yaitu tipe idiom, kesamaan asosiasi, konteks yang melingkupi idiom, dan adanya petunjuk dalam konteks tersebut, 2) teknik penerjemahan memperhatikan konteks merupakan strategi penerjemahan dengan hasil paling baik.This study aims to 1) describe the difficulty level of translating idioms and the linguistic factors that influence them and 2) describe the translation strategies of idioms and the level of achievement of the translation results. This research is a qualitative descriptive study supported by quantitative data. Provision of data in this study was carried out by questionnaire method, written test, interview, observation, and documentation. The collected questionnaire sheets were used to identify the strategies used by the respondents, while the written test results were classified and the level of achievement was measured using the Larson scale. This research data are presented with formal and informal methods. The results of data analysis show that 1) in terms of the level of difficulty, idioms can be divided into high, middle, and low difficulty level idioms that are influenced by several linguistic factors, namely the type of idiom, similarity of associations, the context surrounding the idiom, and the existence of clues in the contexts, 2) the translation technique by paying attention to the context is one of the best translation strategy so far.Â
本研究旨在描述成语翻译困难的程度和影响它的语言因素,并描述成语翻译策略和翻译成就的程度。该研究是一项支持定量数据的描述性定性研究。本研究提供的数据是通过问卷、书面测试、访谈、观察和文件进行的。收集的问卷文件是用来确定受访者使用的策略的,而论文测试的数据是通过拉森量表对其表现水平进行分类和测量的。研究数据以正式和非正式的方式呈现。(united nations high commissioner for refugees)表示数据分析结果表明,1)困难,成语可以分为水平低难度高、中等和习语的语言受一些因素的影响,即那种成语之久的协会,同样,上下文语境中,习语和迹象,注意上下文翻译2)技术翻译策略是最好的结果。这一研究说明了影响它们和2的语言因素的不同程度。这个研究是一种qualitive定义的数据量化研究。这个研究的数据证明是由提问的方法、采访、采访、观察和论文提出的。记者用拉森天平进行了机密的测试,结果证明他们使用了拉森天平。这项研究的数据采用了正式和非正式的方法。results of数据分析秀那1)》之条款之困难,idioms can be divided进入高水平、中古英语和低水平困难idioms那是influenced by好几个linguistic factors, namely成语之型,similarity associations,《The surrounding之境,与《存在》线索习语contexts, 2)《圣经翻译技巧:付出代价是《一号》注意到最佳翻译个会都烟消云散。A
{"title":"Penerjemahan Idiom Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia (The Translation of English Idiom in Indonesian Language)","authors":"R. Y. S. Budiawan","doi":"10.36567/JALABAHASA.V14I2.218","DOIUrl":"https://doi.org/10.36567/JALABAHASA.V14I2.218","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tingkat kesulitan penerjemahan idiom dan faktor kebahasaan yang mempengaruhinya dan 2) mendeskripsikan strategi penerjemahan idiom dan tingkat pencapaian terjemahannya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif dengan didukung data-data kuantitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner, tes tertulis, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Lembar kuesioner yang dikumpulkan digunakan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan responden, sedangkan data hasil tes tertulisnya diklasifikasi dan diukur tingkat pencapaiannya dengan menggunakan skala Larson. Data penelitian ini disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) ditinjau dari tingkat kesulitannya, idiom dapat dibagi menjadi idiom dengan tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor kebahasaan, yaitu tipe idiom, kesamaan asosiasi, konteks yang melingkupi idiom, dan adanya petunjuk dalam konteks tersebut, 2) teknik penerjemahan memperhatikan konteks merupakan strategi penerjemahan dengan hasil paling baik.This study aims to 1) describe the difficulty level of translating idioms and the linguistic factors that influence them and 2) describe the translation strategies of idioms and the level of achievement of the translation results. This research is a qualitative descriptive study supported by quantitative data. Provision of data in this study was carried out by questionnaire method, written test, interview, observation, and documentation. The collected questionnaire sheets were used to identify the strategies used by the respondents, while the written test results were classified and the level of achievement was measured using the Larson scale. This research data are presented with formal and informal methods. The results of data analysis show that 1) in terms of the level of difficulty, idioms can be divided into high, middle, and low difficulty level idioms that are influenced by several linguistic factors, namely the type of idiom, similarity of associations, the context surrounding the idiom, and the existence of clues in the contexts, 2) the translation technique by paying attention to the context is one of the best translation strategy so far. ","PeriodicalId":49022,"journal":{"name":"Jala","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"69639513","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}