首页 > 最新文献

Jurnal Teknik Kimia Indonesia最新文献

英文 中文
Pengaruh krom pada elektrodeposisi nikel dari larutan nikel-krom
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2011.10.2.2
Pramujo Widiatmoko, Isdiriayani Nurdin
The chromium effect on nickel electrodeposition from nickel-chromium solution Electrodeposition, which can convert nickel ion into pure nickel metal, is an alternative for reducing nickel concentration in electroplating waste and in same time increasing its economic value. The aim of this research is to study the effect of chromium presence on the performance of Nickel recovery from liquid waste of Ni-Cr electroplating process. Liquid of electroplating waste leachate is represented by solutions containing nickel and chromium sulfate method. All experiments were carried out at ambient temperature and pressure with Cr/Ni ratio and boric acid composition as variables. Result of the research shows that chromium presence in solution with 28.9% Cr/Ni ratio increases activation polarization of about 500 mV. Optimum condition of the experiment is obtained for Cr/Ni ratio 3.7%-w. Increasing Cr/Ni ratio from 3.7% to 14.8% decreases current efficiency by 57% and deposition efficiency by 5%, and also increases energy consumption by 8.3%. Morphology of deposited nickel deteriorates with increasing of Cr/Ni ratio and hydroxide compound is formed when it reaches 14.8%. Keywords: nickel electrodeposition, nickel-chromium solution, chromium, electroplating wasteAbstrakElektrodeposisi merupakan metode alternatif yang potensial untuk mengurangi kandungan nikel dari limbah elektroplating sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya, dengan produk berupa logam nikel murni. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi pengaruh krom dalam proses pemulihan nikel dari larutan limbah industri yang mengandung nikel dan krom. Nikel sulfat dan krom sulfat digunakan sebagai pendekatan larutan hasil ekstraksi limbah padat. Percobaan dilakukan pada tekanan dan temperatur ruang dengan variasi rasio krom terhadap nikel serta konsentrasi asam borat sebagai aditif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa keberadaan krom dengan rasio Cr/Ni 28,9% meningkatkan polarisasi aktivasi sekitar 500 mV. Kondisi optimum untuk percobaan ini diperoleh ketika rasio Cr/Ni 3,7%-berat. Perubahan rasio Cr/Ni dalam larutan dari 3,7% menjadi 14,8% menurunkan efisiensi arus sebesar 57%, menurunkan efisiensi deposisi 5%, serta meningkatkan kebutuhan energi hingga 8,3%. Morfologi deposit nikel menjadi lebih buruk dengan kenaikan rasio Cr/Ni, dan berubah menjadi deposit hidroksida pada rasio Cr/Ni 14,8%.Kata kunci: elektrodeposisi nikel, larutan nikel-krom, krom, limbah elektroplating
镍铬溶液中铬对镍电沉积的影响电沉积可以将镍离子转化为纯镍金属,是降低电镀废弃物中镍浓度,同时提高其经济价值的一种替代方法。本研究的目的是研究铬的存在对镍铬电镀废液中镍回收性能的影响。电镀垃圾渗滤液用含镍、含铬硫酸溶液表示。所有实验均在常温常压下进行,以Cr/Ni比和硼酸组成为变量。研究结果表明,在Cr/Ni比为28.9%的溶液中加入铬可使活化极化增大约500 mV。得到了Cr/Ni比为3.7%-w的最佳实验条件。Cr/Ni比值从3.7%提高到14.8%,电流效率降低57%,沉积效率降低5%,能耗增加8.3%。随着Cr/Ni比的增加,沉积镍的形貌逐渐恶化,当Cr/Ni比达到14.8%时形成氢氧化物。关键词:镍电沉积,镍铬溶液,铬,电镀废液;电沉积法;交替阳电位;Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi pengaruh krom dalam propropemulihan nickel dari larutan limbah industry yang mengandung nickel dankrom。镍硫酸盐dan krom硫酸盐digunakan sebagai pendekatan larutan hasil ekstraksi limbah padat。Percobaan dilakukan pada tekanan an dandanan variasaskk从terhadap镍serta konsentrasasasam sebagai adif。Hasil percobaan menunjukkan bahwa keberadaan krom dengan rasio Cr/Ni 28,9% meningkatkan polarisasi aktivasi sekitar 500 mV。在Cr/Ni 3,7%-berat条件下,Kondisi优化了过氧化氢化合物的制备方法。Perubahan rasio Cr/Ni dalam larutan dari 3,7% menjadi 14,8% menurunkan efisiensi arus sebesar 57%, menurunkan efisiensi deposisi 5%, serta meningkatkan kebutuhan energi hingga 8,3%。Morfologi menjadi矿床lebih buruk dengan kenaikan矿床Cr/Ni比值为14.8%,dan berubah menjadi矿床hidroksida pada比值为14.8%。Kata kunci:电镀镍,larutan镍krom, krom, limbah电镀
{"title":"Pengaruh krom pada elektrodeposisi nikel dari larutan nikel-krom","authors":"Pramujo Widiatmoko, Isdiriayani Nurdin","doi":"10.5614/jtki.2011.10.2.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2011.10.2.2","url":null,"abstract":"The chromium effect on nickel electrodeposition from nickel-chromium solution Electrodeposition, which can convert nickel ion into pure nickel metal, is an alternative for reducing nickel concentration in electroplating waste and in same time increasing its economic value. The aim of this research is to study the effect of chromium presence on the performance of Nickel recovery from liquid waste of Ni-Cr electroplating process. Liquid of electroplating waste leachate is represented by solutions containing nickel and chromium sulfate method. All experiments were carried out at ambient temperature and pressure with Cr/Ni ratio and boric acid composition as variables. Result of the research shows that chromium presence in solution with 28.9% Cr/Ni ratio increases activation polarization of about 500 mV. Optimum condition of the experiment is obtained for Cr/Ni ratio 3.7%-w. Increasing Cr/Ni ratio from 3.7% to 14.8% decreases current efficiency by 57% and deposition efficiency by 5%, and also increases energy consumption by 8.3%. Morphology of deposited nickel deteriorates with increasing of Cr/Ni ratio and hydroxide compound is formed when it reaches 14.8%. Keywords: nickel electrodeposition, nickel-chromium solution, chromium, electroplating wasteAbstrakElektrodeposisi merupakan metode alternatif yang potensial untuk mengurangi kandungan nikel dari limbah elektroplating sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya, dengan produk berupa logam nikel murni. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi pengaruh krom dalam proses pemulihan nikel dari larutan limbah industri yang mengandung nikel dan krom. Nikel sulfat dan krom sulfat digunakan sebagai pendekatan larutan hasil ekstraksi limbah padat. Percobaan dilakukan pada tekanan dan temperatur ruang dengan variasi rasio krom terhadap nikel serta konsentrasi asam borat sebagai aditif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa keberadaan krom dengan rasio Cr/Ni 28,9% meningkatkan polarisasi aktivasi sekitar 500 mV. Kondisi optimum untuk percobaan ini diperoleh ketika rasio Cr/Ni 3,7%-berat. Perubahan rasio Cr/Ni dalam larutan dari 3,7% menjadi 14,8% menurunkan efisiensi arus sebesar 57%, menurunkan efisiensi deposisi 5%, serta meningkatkan kebutuhan energi hingga 8,3%. Morfologi deposit nikel menjadi lebih buruk dengan kenaikan rasio Cr/Ni, dan berubah menjadi deposit hidroksida pada rasio Cr/Ni 14,8%.Kata kunci: elektrodeposisi nikel, larutan nikel-krom, krom, limbah elektroplating","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115292430","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak sawit mentah untuk produksi metilester 未稀释的棕榈油中脂肪酸对甲酯的产生
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2007.6.3.7
T. Prakoso, Indra Kurniawan, R. Nugroho
Methyl esters are one of alkyl esters compound that used as alternative diesel fuel became popular. Methyl esters have similarities on physical and chemical properties with the diesel fuel produced from fossil oil; however it has less combustion and environmental emissions. As fossil oil become rare to be exploited, and the rapid environmental issues, the efforts to develop methyl esters as alternative diesel fuel become a prospective one. One method to produce methyl esters from free fatty acids of crude palm oil (CPO) is the two step esterification-transesterification reaction, each step produce the same final product, however differs in the side product. Esterification produce water and transesterfication produce glycerin. The reaction uses alcohol as main reactant beside the free fatty acids, it can be conducted in batch or continuous production. In this research, the investigation is only emphasized in the first step that is the esterification step to produce methyl esters from free fatty acids contained in crude palm oil. Methanol and sulfuric acid are used as reactant and catalyst respectively. Methyl esters produced by esterification is affected by reaction temperature, amounts of catalyst, and methanol volume. The increase in temperature improved esterification conversion from 19% in 50C to 98% in 60C. While the usage of the highest amount of catalyst, 5 ml/1-CPO, led to produced the highest conversion relative to the conversion from 1 and 3 ml/1-CPO catalyst. Furthermore, 10% amount of methanol per volume CPO produced higher yield than 8%.Keywords : Biodiesel,  CPO Free Fatty Acid Esterification, Methyl Ester ConversionAbstrak Metil ester merupakan suatu senyawa alkil ester yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Metil ester memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir sam a dengan minyak diesel yang dihasilkan dari minyak bumi tetapi emisi pembakaran dari penggunaan ester metal lebih rendah dari pada emisi hasil penggunaan minyak solar. Seiring dengan semakin langkanya sumber minyak bumi dan semakin gencarnya isu lingkungan hidup, pengembangan ester metil sebagai bahan bakar pengganti minyak solar semakin prospektif. Pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawit mentah (crude palm oil) dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan alkohol. Reaksi-reaksi ini dapat dilaksanakan secara batch maupun kontinu. Pada penelitian yang telah dilakukan, pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawit mentah dilakukan dengan reaksi esterifikasi secara batch, dengan reaktan berupa minyak sawit mentah dan metanol. Katalis yang digunakan adalah H2SO4. Konversi ester metil yang dihasilkan dipengaruhi oleh temperatur reaksi, konsentrasi katalis dan konsentrasi metanol. Kenaikan temperatur reaksi akan meningkatkan konversi dari 19% pada 50oC menjadi 98% pada 60oC. Dengan menggunakan konsentrasi katalis tertinggi 5ml/l CPO memicu konversi tertinggi relatif diban
甲基酯是烷基酯类化合物中的一种,作为柴油的替代燃料得到广泛应用。甲酯与石化柴油在理化性质上有相似之处;然而,它具有较少的燃烧和环境排放。随着石油资源的日益稀少和环境问题的日益严重,开发甲酯类柴油作为替代燃料是一个有前景的研究方向。从粗棕榈油(CPO)的游离脂肪酸中提取甲酯的一种方法是两步酯化-酯交换反应,每一步生成的最终产物相同,但副产物不同。酯化反应生成水,酯交换反应生成甘油。该反应以醇为主要反应物,除游离脂肪酸外,还可分批或连续生产。在本研究中,只重点研究了第一步,即从粗棕榈油中游离脂肪酸酯化制备甲酯的步骤。甲醇和硫酸分别作为反应物和催化剂。酯化反应生成的甲酯受反应温度、催化剂用量和甲醇体积的影响。温度的升高使酯化转化率从50℃时的19%提高到60℃时的98%。而催化剂用量最高时,5 ml/1- cpo的转化率相对于1 ml/1- cpo和3 ml/1- cpo的转化率最高。此外,每体积CPO添加10%的甲醇比8%的产率更高。关键词:生物柴油,CPO游离脂肪酸酯化,甲酯转化摘要:甲酯merupakan suatu senyawa烷基酯yang dapat digunakan sebagai bahan bakar替代品大连大连石化石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司,大连大连石化有限公司。公司简介:彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江,彭丹江。Pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawwit mentah(粗棕榈油)dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan reaksi esterifikasi transsterifikasi menggunakan醇。Reaksi-reaksi ini dapat dilaksanakan secara batch maupun kontinu。Pada penelitian yang telah dilakukan, pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minak sait mentan dilakukan dengan reaksi sterifikasi secara batch, dengan reaktan berupa minak sait mentah danmeol。Katalis yang digunakan adalah H2SO4Konversi ester metil yang dihasilkan dipengaruhi oleh温度分解,konsentrasi katalis和konsentrasi metrol。Kenaikan温度为19%,温度为50℃,温度为98%,温度为60℃。Dengan menggunakan konsentrasi katalis tertinggi 5毫升/ l CPO memicu konversi tertinggi relatif dibandingkan汝konversi达里语1丹3毫升/ l CPO。甲醇10%孟哈斯康perolehan汀吉溶解度8%。Kata Kunci:生物柴油,酯化酯化casasiam Lemak Bebas CPO, Konversi酯金属
{"title":"Esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak sawit mentah untuk produksi metilester","authors":"T. Prakoso, Indra Kurniawan, R. Nugroho","doi":"10.5614/jtki.2007.6.3.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2007.6.3.7","url":null,"abstract":"Methyl esters are one of alkyl esters compound that used as alternative diesel fuel became popular. Methyl esters have similarities on physical and chemical properties with the diesel fuel produced from fossil oil; however it has less combustion and environmental emissions. As fossil oil become rare to be exploited, and the rapid environmental issues, the efforts to develop methyl esters as alternative diesel fuel become a prospective one. One method to produce methyl esters from free fatty acids of crude palm oil (CPO) is the two step esterification-transesterification reaction, each step produce the same final product, however differs in the side product. Esterification produce water and transesterfication produce glycerin. The reaction uses alcohol as main reactant beside the free fatty acids, it can be conducted in batch or continuous production. In this research, the investigation is only emphasized in the first step that is the esterification step to produce methyl esters from free fatty acids contained in crude palm oil. Methanol and sulfuric acid are used as reactant and catalyst respectively. Methyl esters produced by esterification is affected by reaction temperature, amounts of catalyst, and methanol volume. The increase in temperature improved esterification conversion from 19% in 50C to 98% in 60C. While the usage of the highest amount of catalyst, 5 ml/1-CPO, led to produced the highest conversion relative to the conversion from 1 and 3 ml/1-CPO catalyst. Furthermore, 10% amount of methanol per volume CPO produced higher yield than 8%.Keywords : Biodiesel,  CPO Free Fatty Acid Esterification, Methyl Ester ConversionAbstrak Metil ester merupakan suatu senyawa alkil ester yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Metil ester memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir sam a dengan minyak diesel yang dihasilkan dari minyak bumi tetapi emisi pembakaran dari penggunaan ester metal lebih rendah dari pada emisi hasil penggunaan minyak solar. Seiring dengan semakin langkanya sumber minyak bumi dan semakin gencarnya isu lingkungan hidup, pengembangan ester metil sebagai bahan bakar pengganti minyak solar semakin prospektif. Pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawit mentah (crude palm oil) dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan alkohol. Reaksi-reaksi ini dapat dilaksanakan secara batch maupun kontinu. Pada penelitian yang telah dilakukan, pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawit mentah dilakukan dengan reaksi esterifikasi secara batch, dengan reaktan berupa minyak sawit mentah dan metanol. Katalis yang digunakan adalah H2SO4. Konversi ester metil yang dihasilkan dipengaruhi oleh temperatur reaksi, konsentrasi katalis dan konsentrasi metanol. Kenaikan temperatur reaksi akan meningkatkan konversi dari 19% pada 50oC menjadi 98% pada 60oC. Dengan menggunakan konsentrasi katalis tertinggi 5ml/l CPO memicu konversi tertinggi relatif diban","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116675984","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Penyerapan gas H2S dengan larutan K2CO3 dari ekstrak abu kelopak batang pisang
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2005.4.2.3
Haryomukti Sulistyo, Novita Wiedhasari, Deddy Setiawan
Abstrak Gas H2S merupakan gas yang bersifat polutan dalam gas alam maupun campuran gas. Keberadaannya harus dihilangkan dari campuran tersebut. Ekstrak abu dari limbah pertanian mengandung kalium karbonat yang dapat menyerap gas H2S. Percobaan dilakukan dengan mengalirkan gas H2S dengan laju alir 2,3175 mL/s dan fraksi mol 0,4105 ke dalam larutan ekstrak abu dalam reaktor berpengaduk pada kisaran suhu 303K sampai 325 K, konsentrasi kalium karbonat 7,5.10-3 M sampai 13,5.10-3  M dun waktu reaksi sampai 30 menit, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi kalium karbonat dapat mencapai 37,90%, pada penggunaan kalium karbonat 0,0075M, fraksi mol H2S 0, 4105, suhu reaksi 325K dan waktu reaksi 30 menit. Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien perpindahan massa keseluruhan, KLa=6,24 menit-1, sedang hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dengan suhu sesuai dengan persamaan Arrhenius, kr = 175,3219e-15.6788RT. Analisis kinetika reaksi menunjukkan bahwa kedua langkah yaitu perpindahan massa dan reaksi kimia saling menentukan (regim campuran).Kata Kunci : Penyerapan, Perpindahan Massa, Reaksi KimiaAbstrakGas H2S merupakan gas yang bersifat polutan dalam gas alam maupun campuran gas. Keheradaannya harus dihilangkan dari campuran tersehut. Ekstrak abu dari limbah pertanian mengandung kalium karbonat yang dapat menyerap gas H2S. Percobaan dilakukan dengan mengalirkan gas H2S dengan laju alir 2,3175 mL/s dan fraksi mol 0,4105 ke dalam larutan ekstrak abu dalam reaktor berpengaduk pada kisaran suhu 303K sampai 325K, konsentrasi kalium karbonat 7,5 10-3M sampai 13,5 10-3M dan waktu reaksi sampai 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi kalium karbonat dapat mencapai 3 7, 90%, pada penggunaan kalium karbona!  0,0075 M, fraksi  mol  H2S 0,4105, suhu reaksi 325K  dan waktu reaksi 30 menit. Hasil perhitungan diperoleh nilai koeflsien perpindahan massa keseluruhan, K1a= 6,24 menit-1, sedang hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dengan suhu sesuai dengan  persamaan Arrhenius, kr=175,3219e-15,6788RT. Analisis kinetika reaksi menunjukkan bahwa kedua langkah yaitu perpindahan massa  dan reaksi kimia sating menentukan (regim campuran).Kata Kunci: Penyerapan, Perpindahan Massa, Reaksi Kimia
抽象的H2S气体是天然气和气体混合物中的污染物。他的存在必须从混乱中消失。从农业废物中提取的灰烬含有碳酸钾,可以吸收H2S气体。做实验与流量输送气体H2S 2.3175 mL / s和mol 0.4105到溶液中提取成分阿布在反应堆berpengaduk 303K到325 K的温度,钾碳酸盐浓度范围10 - 3 M到13.5 7.5米。公元10 - 3敦反应时间30分钟,研究结果表明,钾碳酸盐可以达到37,90%,转换使用碳酸钙0,0075M钾成分mol H2S 0、4 105 325K反应温度和反应时间30分钟。计算结果得到了总质量位移系数,KLa= 624 menit,与温度常数一致的反应速度常数,kr = 175,3219e- 156788rt。反应动力学分析表明,质量位移和化学反应是相互决定的。关键词:吸收、质量位移、化学沉淀物反应h2气体是天然气和气体混合物中的污染物。必须把他的缺席从封闭的混合物中清除。从农业废物中提取的灰烬含有碳酸钾,可以吸收H2S气体。实验是通过将H2S气体以2.3175毫升/s的速度输送到303K至325K的灰烬提取物溶液中,碳酸钾7.5到10-3M的浓度达到13.5到10-3M的浓度,反应时间为30分钟。研究结果表明,碳酸钾的转换在使用碳酸钾时可达3.7,90% !0.0075米,鼹鼠H2S 0.4105,温度325K和30分钟的反应时间。计算结果发现,K1a= 6.24 menit,是一个速度反应常数与温度匹配的阿勒尼厄斯方程,kr=175,3219 - 156788rt。反应动力学分析表明,这两个步骤都是质量位移和化学性质决定(混合态)。关键词:吸收,质量转移,化学反应
{"title":"Penyerapan gas H2S dengan larutan K2CO3 dari ekstrak abu kelopak batang pisang","authors":"Haryomukti Sulistyo, Novita Wiedhasari, Deddy Setiawan","doi":"10.5614/jtki.2005.4.2.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2005.4.2.3","url":null,"abstract":"Abstrak Gas H2S merupakan gas yang bersifat polutan dalam gas alam maupun campuran gas. Keberadaannya harus dihilangkan dari campuran tersebut. Ekstrak abu dari limbah pertanian mengandung kalium karbonat yang dapat menyerap gas H2S. Percobaan dilakukan dengan mengalirkan gas H2S dengan laju alir 2,3175 mL/s dan fraksi mol 0,4105 ke dalam larutan ekstrak abu dalam reaktor berpengaduk pada kisaran suhu 303K sampai 325 K, konsentrasi kalium karbonat 7,5.10-3 M sampai 13,5.10-3  M dun waktu reaksi sampai 30 menit, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi kalium karbonat dapat mencapai 37,90%, pada penggunaan kalium karbonat 0,0075M, fraksi mol H2S 0, 4105, suhu reaksi 325K dan waktu reaksi 30 menit. Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien perpindahan massa keseluruhan, KLa=6,24 menit-1, sedang hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dengan suhu sesuai dengan persamaan Arrhenius, kr = 175,3219e-15.6788RT. Analisis kinetika reaksi menunjukkan bahwa kedua langkah yaitu perpindahan massa dan reaksi kimia saling menentukan (regim campuran).Kata Kunci : Penyerapan, Perpindahan Massa, Reaksi KimiaAbstrakGas H2S merupakan gas yang bersifat polutan dalam gas alam maupun campuran gas. Keheradaannya harus dihilangkan dari campuran tersehut. Ekstrak abu dari limbah pertanian mengandung kalium karbonat yang dapat menyerap gas H2S. Percobaan dilakukan dengan mengalirkan gas H2S dengan laju alir 2,3175 mL/s dan fraksi mol 0,4105 ke dalam larutan ekstrak abu dalam reaktor berpengaduk pada kisaran suhu 303K sampai 325K, konsentrasi kalium karbonat 7,5 10-3M sampai 13,5 10-3M dan waktu reaksi sampai 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi kalium karbonat dapat mencapai 3 7, 90%, pada penggunaan kalium karbona!  0,0075 M, fraksi  mol  H2S 0,4105, suhu reaksi 325K  dan waktu reaksi 30 menit. Hasil perhitungan diperoleh nilai koeflsien perpindahan massa keseluruhan, K1a= 6,24 menit-1, sedang hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dengan suhu sesuai dengan  persamaan Arrhenius, kr=175,3219e-15,6788RT. Analisis kinetika reaksi menunjukkan bahwa kedua langkah yaitu perpindahan massa  dan reaksi kimia sating menentukan (regim campuran).Kata Kunci: Penyerapan, Perpindahan Massa, Reaksi Kimia","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"67 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133446732","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Improving performance of low pressure reverse osmosis systems by intermittent autoflushing 间歇自动冲洗提高低压反渗透系统性能
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/JTKI.2010.9.1.1
I. N. Widiasa, N. Sinaga, D. Ariyanti
Improving performance of low pressure reverse osmosis systems by intermittent autoflushing Scaling formation on the membrane surface in the form of calcium carbonate, calcium sulphate, silica, and/or magnesium silicate is a main problem of the reverse osmosis (RO) application for upgrading low grade water. Scaling in RO system is generally controlled by softening the feed water, limiting the recovery and/or the addition of antiscalants which is impractical for household RO system. In this work, the feasibility of intermittent autoflushing to prevent scale formation in household RO systems was investigated. All experiments were carried out using commercially available RO membrane (CSM RE-1812LP) which operated for 6 hours under operating pressure 5 kg/cm2 and total recycle operating mode. Model solution of feed water contain CaCl2 and NaHCO3 were prepared to meet various LSI values in the range of 0 to 1.5. Duration and interval time of autoflush were in the range of 60 to 15 s and 5 to 60 min respectively. The results shown that the permeate flux of the system which operated using intermittent autoflushing relatively stable. It is emphasized that intermittent autoflushing may improve the performance of household reverse osmosis systems.Keywords: Autoflushing, scaling, physical cleaning, reverse osmosis  Abstrak Pembentukan kerak (scaling) pada permukaan membran berupa kerak kalsium karbonat, kalsium sulfat, silika dan atau magnesium silikat merupakan permasalahan utama pada aplikasi sistem membran reverse osmosis (RO) pada proses pemurnian air. Scaling pada sistem RO umumnya dikontrol dengan melakukan pretreatment terhadap air umpan seperti softening, menambahkan zat antiscalant pada saat proses pemisahan serta membatasi tingkat recovery, dimana proses-proses tersebut tidak praktis apabila diaplikasikan pada sistem RO skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemungkinan metode intermittent autoflush dapat diaplikasikan untuk menghambat terjadinya scaling pada sistem RO skala rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan satu unit membran spiral wound jenis CSM RE-1812LP yang dioperasikan dengan tekanan operasi 5 kg/cm2 dan waktu operasi ± 6 jam. Larutan umpan sintesis dibuat dengan melarutkan CaCl2 dan NaHCO3 hingga nilai LSI mencapai kisaran 0-1,5. Durasi dan interval dari metode intermittent autoflush divariasikan pada kisaran 60-15 detik dan 5-60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluks permeat relatif stabil pada sistem RO yang menggunakan metode intermittent autoflush. Hal ini menandakan bahwa metode intermittent autoflush ini dimungkinkan untuk meningkatkan kinerja dari sistem RO skala rumah tangga.Kata Kunci: Autoflushing, scaling, physical cleaning, reverse osmosis
膜表面以碳酸钙、硫酸钙、二氧化硅和/或硅酸镁的形式形成结垢是反渗透(RO)应用于低品位水改造的主要问题。反渗透系统中的结垢通常通过软化给水来控制,这限制了回收和/或添加抗结垢剂,这对于家用反渗透系统是不切实际的。在这项工作中,研究了间歇式自动冲洗防止家庭反渗透系统结垢的可行性。所有实验均采用市售的反渗透膜(CSM RE-1812LP),在5 kg/cm2的操作压力和全循环操作模式下运行6小时。制备了含有CaCl2和NaHCO3的给水模型溶液,以满足0 ~ 1.5范围内不同的LSI值。自动冲洗的持续时间和间隔时间分别为60 ~ 15 s和5 ~ 60 min。结果表明,间歇式自动冲洗系统的渗透通量相对稳定。强调间歇性自动冲洗可以提高家用反渗透系统的性能。摘要Pembentukan kerak(结垢)法、permukaan膜法、berupa kerak碳酸钾法、硫酸钾法、硅酸钠法、硅酸镁法、merupakan - permasalahan - utama法、应用系统膜反渗透(RO)法处理pemurnian空气。结垢处理系统RO - umumnada预处理后的空气膜膜分离软化,膜膜分离处理后的抗结垢处理后的膜膜分离恢复,膜膜分离处理后的膜膜分离恢复,膜膜分离处理后的膜膜分离恢复,膜膜分离处理后的膜膜分离处理后的膜膜分离恢复,膜膜分离处理后的膜膜分离处理后的膜膜分离恢复,膜膜分离处理后的膜膜分离处理后的膜膜分离处理后的膜膜分离处理后的膜膜分离恢复。Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemungkinan方法间歇自动冲洗dapat diaplikasikan untuk menghambat terjadinya缩放系统RO skala rumah tangga。Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan状态单元膜螺旋缠绕jenis CSM RE-1812LP yang dioperasikan dengan tekanan operasi 5 kg/cm2 dan waktu operasi±6 jam。盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田盐田杜拉西丹间隔达米间歇式自动冲洗迪瓦拉西康帕达卡萨兰60-15分钟达米5-60分钟。哈西尔·佩内利特·梅农·朱克坎·巴瓦克鲁克相对稳定的冲洗系统。Hal ini menandakan bahwa方法间歇自动冲洗ini dimungkinkan untuk meningkatkan kinerja dari系统RO skala rumah tangga。Kata Kunci:自动冲洗,除垢,物理清洗,反渗透
{"title":"Improving performance of low pressure reverse osmosis systems by intermittent autoflushing","authors":"I. N. Widiasa, N. Sinaga, D. Ariyanti","doi":"10.5614/JTKI.2010.9.1.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/JTKI.2010.9.1.1","url":null,"abstract":"Improving performance of low pressure reverse osmosis systems by intermittent autoflushing Scaling formation on the membrane surface in the form of calcium carbonate, calcium sulphate, silica, and/or magnesium silicate is a main problem of the reverse osmosis (RO) application for upgrading low grade water. Scaling in RO system is generally controlled by softening the feed water, limiting the recovery and/or the addition of antiscalants which is impractical for household RO system. In this work, the feasibility of intermittent autoflushing to prevent scale formation in household RO systems was investigated. All experiments were carried out using commercially available RO membrane (CSM RE-1812LP) which operated for 6 hours under operating pressure 5 kg/cm2 and total recycle operating mode. Model solution of feed water contain CaCl2 and NaHCO3 were prepared to meet various LSI values in the range of 0 to 1.5. Duration and interval time of autoflush were in the range of 60 to 15 s and 5 to 60 min respectively. The results shown that the permeate flux of the system which operated using intermittent autoflushing relatively stable. It is emphasized that intermittent autoflushing may improve the performance of household reverse osmosis systems.Keywords: Autoflushing, scaling, physical cleaning, reverse osmosis  Abstrak Pembentukan kerak (scaling) pada permukaan membran berupa kerak kalsium karbonat, kalsium sulfat, silika dan atau magnesium silikat merupakan permasalahan utama pada aplikasi sistem membran reverse osmosis (RO) pada proses pemurnian air. Scaling pada sistem RO umumnya dikontrol dengan melakukan pretreatment terhadap air umpan seperti softening, menambahkan zat antiscalant pada saat proses pemisahan serta membatasi tingkat recovery, dimana proses-proses tersebut tidak praktis apabila diaplikasikan pada sistem RO skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemungkinan metode intermittent autoflush dapat diaplikasikan untuk menghambat terjadinya scaling pada sistem RO skala rumah tangga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan satu unit membran spiral wound jenis CSM RE-1812LP yang dioperasikan dengan tekanan operasi 5 kg/cm2 dan waktu operasi ± 6 jam. Larutan umpan sintesis dibuat dengan melarutkan CaCl2 dan NaHCO3 hingga nilai LSI mencapai kisaran 0-1,5. Durasi dan interval dari metode intermittent autoflush divariasikan pada kisaran 60-15 detik dan 5-60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluks permeat relatif stabil pada sistem RO yang menggunakan metode intermittent autoflush. Hal ini menandakan bahwa metode intermittent autoflush ini dimungkinkan untuk meningkatkan kinerja dari sistem RO skala rumah tangga.Kata Kunci: Autoflushing, scaling, physical cleaning, reverse osmosis","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"209 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132195485","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengukuran konstanta henry toluen dan benzen dalam minyak dan air dengan kolom gelembung 常数henry toluen和benzen在油和水中与气泡列一起
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2010.9.2.2
S. Suhartono, H. Susanto, Dwiwahju Sasongko, Azis Trianto
Determination of Henry’s constant for toluene and benzene in oils and water were carried out in a bubbling bottle with diameter of 3 cm. Air containing toluene vapour or benzene vapour was bubbled through 50 mL absorbing liquid. The gas flow rate was 13.6 mL/min. By measuring the concentration of toluene or benzene in the inlet and outlet gas stream, we were able to calculate their concentrations in absorbing liquid. We found that the value of Henry’s constant of toluene in lubrication oil and palm oil at 30 oC were 155 and 145 respectively (H= CG/CL, with CG in mol/L and CL in mol/L). We also found that the absorption capacities were in the order (from the highest) of: lubrication oil, palm oil, and sunflower oil. Henry’s constant of toluene in water was at about 4 which was much lower than those of oils.Keyword: absorption, Henry’s constant, toluene, benzene, producer gas AbstrakPengukuran konstanta Henry sistem toluen dan benzen dalam minyak dan air dilakukan melalui percobaan absorpsi di dalam sebuah kolom gelembung dengan diameter 3 cm. Minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak pelumas dan air digunakan sebagai absorben. Toluen dan benzen dipilih sebagai tar model. Gas model yang tersusun dari udara dan uap toluen atau benzen digelembungkan ke dalam absorben 50 mL. Absorpsi dilakukan pada suhu 30 dan 60 oC dan laju alir gas model 13,6 mL/min. Analisa dilakukan terhadap konsentrasi aliran gas model sebelum dan sesudah absorpsi. Analisa tersebut dilakukan dengan kromatografi gas Shimadzu GC-8APF. Konstanta Henry dihitung sebagai H=CG/CL dan H=P/CL. Nilai 1/H sistem toluen-minyak pelumas dan toluen-minyak sawit pada suhu 30 oC dan laju alir gas 13,6 mL/min berturut-turut adalah 155 dan 145 (untuk CG dalam mol/L dan CL dalam mol/L). Merujuk pada nilai-nilai konstanta Henry hasil percobaan, minyak pelumas dan minyak sawit merupakan cairan penyerap yang paling cocok untuk toluen dan benzen sebagai representasi tar dalam gas hasil gasifikasi. Urutan besarnya kapasitas absorpsi cairan penyerap terhadap toluen dan benzen adalah sebagai berikut (berturut-turut dari yang besar): minyak pelumas, minyak sawit, minyak bunga matahari dan air. Konstanta Henry toluen dalam air berada pada kisaran 4, yang menunjukkan bahwa kapasitas absorpsi toluen dalam air lebih rendah dibandingkan kapasitas absorpsi toluen dalam minyak.Kata Kunci: absorpsi, konstanta Henry, toluen, benzen, gas produser
在直径为3cm的鼓泡瓶中测定了油和水中甲苯和苯的亨利常数。将含有甲苯蒸气或苯蒸气的空气吹入50ml吸收液中。气体流速为13.6 mL/min。通过测量进出口气流中甲苯或苯的浓度,我们可以计算出它们在吸收液中的浓度。我们发现润滑油和棕榈油在30℃时甲苯的亨利常数分别为155和145 (H= CG/CL,其中CG单位为mol/L, CL单位为mol/L)。我们还发现,其吸收能力从高到低依次为:润滑油、棕榈油和葵花籽油。甲苯在水中的亨利常数约为4,比油的常数低得多。关键词:吸附,亨利常数,甲苯,苯,产气摘要企鹅康斯坦塔亨利体系甲苯丹苯达兰米雅克丹空气三聚氰胺吸附剂迪达兰塞布亚kolom gelembung登根直径3 cm。明牛锯,明牛bunga matahari,明牛pelumas dan air digunakan sebagai absorben。Toluen dan benzen dipilih sebagai模型。气体模型yang tersusun dari udara danuam吸收50 mL. Absorpsi dilakukan paada suhu 30丹60 oC丹laju alir气体模型13,6 mL/min。分析了天然气模型中含硫气体的吸收机理。日本岛津GC-8APF。Konstanta Henry dihitung sebagai H=CG/CL dan H=P/CL。Nilai 1/H体系甲苯-minyak pelumas和甲苯-minyak sawit pada suhu 30℃和laju alir gas 13,6 mL/min berturut-turut adalah 155和145 (untuk CG dalam mol/L和CL dalam mol/L)。Merujuk pada nilai-nilai konstanta Henry hasil percobaan, minyak pelumas dan minyak sawit merupakan cairan penyerap yang paling cocok untuk toluen dan benzen sebagai代表tar dalam gas hasil gasifikasi。Urutan besarya kapasitas absorppsi cairan penyerap terhadap toluen adalah sebagai berikut (berturut-turut dari yang besar):迷你牦牛,迷你牦牛,迷你牦牛,迷你牦牛,迷你牦牛。4、中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:中文翻译为:Kata Kunci:吸收,康斯坦塔亨利,甲苯,苯,气体生产
{"title":"Pengukuran konstanta henry toluen dan benzen dalam minyak dan air dengan kolom gelembung","authors":"S. Suhartono, H. Susanto, Dwiwahju Sasongko, Azis Trianto","doi":"10.5614/jtki.2010.9.2.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2010.9.2.2","url":null,"abstract":"Determination of Henry’s constant for toluene and benzene in oils and water were carried out in a bubbling bottle with diameter of 3 cm. Air containing toluene vapour or benzene vapour was bubbled through 50 mL absorbing liquid. The gas flow rate was 13.6 mL/min. By measuring the concentration of toluene or benzene in the inlet and outlet gas stream, we were able to calculate their concentrations in absorbing liquid. We found that the value of Henry’s constant of toluene in lubrication oil and palm oil at 30 oC were 155 and 145 respectively (H= CG/CL, with CG in mol/L and CL in mol/L). We also found that the absorption capacities were in the order (from the highest) of: lubrication oil, palm oil, and sunflower oil. Henry’s constant of toluene in water was at about 4 which was much lower than those of oils.Keyword: absorption, Henry’s constant, toluene, benzene, producer gas AbstrakPengukuran konstanta Henry sistem toluen dan benzen dalam minyak dan air dilakukan melalui percobaan absorpsi di dalam sebuah kolom gelembung dengan diameter 3 cm. Minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak pelumas dan air digunakan sebagai absorben. Toluen dan benzen dipilih sebagai tar model. Gas model yang tersusun dari udara dan uap toluen atau benzen digelembungkan ke dalam absorben 50 mL. Absorpsi dilakukan pada suhu 30 dan 60 oC dan laju alir gas model 13,6 mL/min. Analisa dilakukan terhadap konsentrasi aliran gas model sebelum dan sesudah absorpsi. Analisa tersebut dilakukan dengan kromatografi gas Shimadzu GC-8APF. Konstanta Henry dihitung sebagai H=CG/CL dan H=P/CL. Nilai 1/H sistem toluen-minyak pelumas dan toluen-minyak sawit pada suhu 30 oC dan laju alir gas 13,6 mL/min berturut-turut adalah 155 dan 145 (untuk CG dalam mol/L dan CL dalam mol/L). Merujuk pada nilai-nilai konstanta Henry hasil percobaan, minyak pelumas dan minyak sawit merupakan cairan penyerap yang paling cocok untuk toluen dan benzen sebagai representasi tar dalam gas hasil gasifikasi. Urutan besarnya kapasitas absorpsi cairan penyerap terhadap toluen dan benzen adalah sebagai berikut (berturut-turut dari yang besar): minyak pelumas, minyak sawit, minyak bunga matahari dan air. Konstanta Henry toluen dalam air berada pada kisaran 4, yang menunjukkan bahwa kapasitas absorpsi toluen dalam air lebih rendah dibandingkan kapasitas absorpsi toluen dalam minyak.Kata Kunci: absorpsi, konstanta Henry, toluen, benzen, gas produser","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132014475","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Fermentasi substrat padat dan substrat cair untuk produksi asam laktat dari kulit pisang dengan Rhizopus oryzae 固体底酸和液体底酸的发酵,以产生香蕉皮的乳酸和聚氨酯
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2013.12.1.5
Ery Susiany Retnoningtyas, Aning Ayucitra, Fandy Maramis, Ong Wei Yong, Frengky Wahyudi Pribadi, Nelsi Kurnia Tanti
Solid substrate and liquid substrate fermentation for lactic acid production from banana peel by Rhizopus oryzae.Indonesia is one of the major banana producing countries in the world. There are many varieties of banana grown in Indonesia. While the fruit is valuable for consumption, banana peels mostly are discarded as waste. In fact, banana peels are high in nutrition, thus they are potential to be converted into other valuable products such as lactic acid. The objective of this research was to study the effect of fermentation methods, i.e. solid substrate fermentation and liquid substrate fermentation, in the production of lactic acid from banana peel waste by the fungus Rhizopus oryzae. There were three steps involved in this research: (1) preparation of fermentation medium, (2) banana peel fermentation, and (3) lactic acid purification and recovery by using Amberlite IRA-400 resin. In solid substrate fermentation, dried banana peels were firstly crushed, while in liquid substrate fermentation, fresh banana peels were extracted by water. Following this, banana peel powder and extract banana peel were inoculated with Rhizopus oryzae and incubated at 30oC for 144 h. As results, the yield of lactic acid produced from solid substrate fermentation (0.79 g lactic acid/g starch) was higher than that from liquid substrate fermentation (0.15 g lactic acid/g starch).Keywords: lactic acid, liquid fermentation, solid state fermentation, banana peel, Rhizopus oryzaeAbstrakSebagai negara tropis, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang terbesar. Berbagai macam jenis pisang dapat tumbuh di Indonesia. Konsumsi buah pisang yang tinggi diikuti dengan melimpahnya kulit pisang. Kandungan nutrisi dari kulit pisang ini berpotensi untuk dikonversi menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti asam laktat. Asam laktat banyak digunakan di industri pangan, farmasi maupun kosmetik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode fermentasi yaitu fermentasi substrat padat dan fermentasi substrat cair dalam memproduksi asam laktat dari kulit pisang dibantu Rhizopus oryzae. Penelitian ini terbagi dalam 3 tahap yaitu: (1) pembuatan media fermentasi, (2) fermentasi kulit pisang dan (3) pemurnian asam laktat dengan resin amberlite IRA-400. Untuk metode fermentasi substrat padat, kulit pisang kering digrinder hingga menjadi serbuk sedangkan untuk fermentasi substrat cair, kulit pisang yang masih segar diekstrak dengan pelarut air. Selanjutnya serbuk kulit pisang dan ekstrak kulit pisang siap untuk diinokulasi dengan Rhizopus oryzae dan diinkubasi pada suhu 30oC selama 144 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield asam laktat yang dihasilkan dari fermentasi substrat padat lebih tinggi (0,79 g asam laktat / g pati) dibandingkan yield asam laktat dari fermentasi substrat cair (0,15 g asam laktat /g pati).Kata kunci: asam laktat, fermentasi substrat cair, fermentasi substrat padat, kulit pisang, Rhizopus oryzae
米根霉固体底物和液体底物发酵香蕉皮产乳酸的研究。印度尼西亚是世界上主要的香蕉生产国之一。印度尼西亚种植的香蕉品种很多。虽然香蕉的果实很有价值,但香蕉皮大多被当作废物丢弃。事实上,香蕉皮富含营养,因此它们有可能转化为其他有价值的产品,如乳酸。本研究的目的是研究固体底物发酵和液体底物发酵两种发酵方法对米根霉从香蕉皮废料中生产乳酸的影响。本研究分为三个步骤:(1)发酵培养基的制备,(2)香蕉皮发酵,(3)Amberlite IRA-400树脂乳酸纯化回收。在固体底物发酵中,干燥的香蕉皮首先被粉碎,而在液体底物发酵中,新鲜的香蕉皮被水提取。然后用米根霉接种香蕉皮粉和香蕉皮提取物,在30℃下培养144 h。结果表明,固体底物发酵的乳酸产量(0.79 g乳酸/g淀粉)高于液体底物发酵的乳酸产量(0.15 g乳酸/g淀粉)。关键词:乳酸,液体发酵,固体发酵,香蕉皮,米根霉Berbagai macam jenis pisang dapat tumbuh di Indonesia。康苏斯布瓦比桑,杨廷吉,diikuti, dengan, melimpahnya, kulit比桑。Kandungan nutrisi dari kulit pisang ini berpotensi untuk dikonversi menjadi产品在yangmempunyai nilai经济中是独立的。Asam laktat banyak digunakan di industrii pangan, farmasi maupun kosmetik。Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh发酵方法yaiti发酵底物padat发酵底物cair dalam memproducksi asam laktat dari kulit pisang dibantu米根霉。Penelitian ini terbagi dalam 3 tahap yaitu:(1) pembuatan培养基发酵;(2)pembuatan培养基发酵;(3)pembuatan asam laktatdengan树脂琥珀石IRA-400。Untuk方法发酵为底物padat, kulit pisang kering digrinder ingga menjadi serbuk sedangkan Untuk发酵为底物cair, kulit pisang yang masih segar diekstrak dengan pelarut air。Selanjutnya serbuk kulit pisang dan ekstrak kulit pisang siap untuk diinokulasi dengan米根霉dan diinkubasi pada suhu 30oC selama 144果酱。Hasil penelitian menunjukkan bahwa产量asam laktat yang dihasilkan dari fermentata底物padat lebih tinggi (0.79 g asam laktat /g patti) dibandingkan产量asam laktat dari fermentasi底物cair (0.15 g asam laktat /g patti)Kata kunci: asam laktat,发酵底物cair,发酵底物paat, kulit pisang,米根霉
{"title":"Fermentasi substrat padat dan substrat cair untuk produksi asam laktat dari kulit pisang dengan Rhizopus oryzae","authors":"Ery Susiany Retnoningtyas, Aning Ayucitra, Fandy Maramis, Ong Wei Yong, Frengky Wahyudi Pribadi, Nelsi Kurnia Tanti","doi":"10.5614/jtki.2013.12.1.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2013.12.1.5","url":null,"abstract":"Solid substrate and liquid substrate fermentation for lactic acid production from banana peel by Rhizopus oryzae.Indonesia is one of the major banana producing countries in the world. There are many varieties of banana grown in Indonesia. While the fruit is valuable for consumption, banana peels mostly are discarded as waste. In fact, banana peels are high in nutrition, thus they are potential to be converted into other valuable products such as lactic acid. The objective of this research was to study the effect of fermentation methods, i.e. solid substrate fermentation and liquid substrate fermentation, in the production of lactic acid from banana peel waste by the fungus Rhizopus oryzae. There were three steps involved in this research: (1) preparation of fermentation medium, (2) banana peel fermentation, and (3) lactic acid purification and recovery by using Amberlite IRA-400 resin. In solid substrate fermentation, dried banana peels were firstly crushed, while in liquid substrate fermentation, fresh banana peels were extracted by water. Following this, banana peel powder and extract banana peel were inoculated with Rhizopus oryzae and incubated at 30oC for 144 h. As results, the yield of lactic acid produced from solid substrate fermentation (0.79 g lactic acid/g starch) was higher than that from liquid substrate fermentation (0.15 g lactic acid/g starch).Keywords: lactic acid, liquid fermentation, solid state fermentation, banana peel, Rhizopus oryzaeAbstrakSebagai negara tropis, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang terbesar. Berbagai macam jenis pisang dapat tumbuh di Indonesia. Konsumsi buah pisang yang tinggi diikuti dengan melimpahnya kulit pisang. Kandungan nutrisi dari kulit pisang ini berpotensi untuk dikonversi menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti asam laktat. Asam laktat banyak digunakan di industri pangan, farmasi maupun kosmetik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode fermentasi yaitu fermentasi substrat padat dan fermentasi substrat cair dalam memproduksi asam laktat dari kulit pisang dibantu Rhizopus oryzae. Penelitian ini terbagi dalam 3 tahap yaitu: (1) pembuatan media fermentasi, (2) fermentasi kulit pisang dan (3) pemurnian asam laktat dengan resin amberlite IRA-400. Untuk metode fermentasi substrat padat, kulit pisang kering digrinder hingga menjadi serbuk sedangkan untuk fermentasi substrat cair, kulit pisang yang masih segar diekstrak dengan pelarut air. Selanjutnya serbuk kulit pisang dan ekstrak kulit pisang siap untuk diinokulasi dengan Rhizopus oryzae dan diinkubasi pada suhu 30oC selama 144 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield asam laktat yang dihasilkan dari fermentasi substrat padat lebih tinggi (0,79 g asam laktat / g pati) dibandingkan yield asam laktat dari fermentasi substrat cair (0,15 g asam laktat /g pati).Kata kunci: asam laktat, fermentasi substrat cair, fermentasi substrat padat, kulit pisang, Rhizopus oryzae","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132229352","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Kajian ulang transfer massa disertai reaksi kimia pada absorpsi reaktif gas CO2 pada packed column
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2008.7.3.2
Ali Altway, Susianto Susianto, K. Kuswandi, K. Kusnaryo
This article reviewed researches have been carried out concerning simulation of enhancement factor for absorption accompanied by second order chemical reaction under non-isothermal condition and modeling of packed column for CO2 absorption in K2CO3 solution. The value of enhancement factor was predicted using eddy diffusivity model (King model) for describing interface mass transfer phenomena. System of differential equations developed in this modeling was solved with Orthogonal Collocation method. The value of E predicted from this research agrees very well with that predicted using Penetration model (Higbie model) by Vas Bhat (1997). The researches concerning packed column modeling was carried out experimentally and theoretically. Experimental works were carried out to validate theoretical prediction. Material studied in this research was CO2 –air mixture and potassium carbonate solution. Potassium carbonate solution was fed into top of the column and the solution was contacted counter currently with rising CO2-air mixture stream. The liquid leaving the column was analyzed by titration. Theoretical studies were carried out by developing microscopic mass and energy balance model on the packed column. The resulted system of first order differential equations were solved using Forth order Runge Kutta method. The solution of this model requires information concerning rate of gas-liquid interface mass transfer where King model was used in this study. Mass transfer, CO2, solubility, kinetics, and reaction equilibrium data required in this theoretical study were obtained from literatures (Danckwertz, 1970; Kohl and Riesenfeld,1985; and Treyball, 1981). In this research, the effect of absorbent flow rate and the concentration of  K2CO3 in the inlet absorbent on percent recovery of CO2  gas was studied.Deviation between simulation prediction results and experimental data was below  10%  for absorbent flow rate of 3 to  5 liter/menit and for absorbent flow rate of 5 to  7 liter/ menit the deviation was between 10 and 30%. Key words: mass transfer, eddy diffusivity, absorption, non-isotermal, packed column AbstrakArtikel ini mengkaji ulang penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai simulasi enhancement factor absorpsi disertai reaksi reversible order dua kondisi non-isotermal dan pemodelan packed column untuk absorpsi gas CO2 kedalam larutan K2CO3 pada packed column. Harga enhancement factor diprediksi dengan menggunakan model eddy diffusivity (model King untuk perpindahan massa antar fasanya). Sistim persamaan diferensial yang dibentuk dari pemodelan ini diselesaikan dengan metoda Kolokasdi Ortogonal. Hasil prediksi harga E dari penelitian ini sangat mendekati hasil prediksi menggunakan model Penetrasi oleh Vas Bhat (1997). Penelitian pemodelan packed column dilaksanakan secara eksperimen dan simulasi. Penelitian secara eksperimen dilaksanakan untuk validasi hasil simulasi. Bahan yang digunakan adalah campuran CO2 dan udara serta larutan potasiu
本文综述了非等温条件下二阶化学反应吸附增强因子的模拟和K2CO3溶液中CO2吸附填充塔的模拟研究进展。利用描述界面传质现象的涡动扩散模型(King模型)预测了增强因子的值。用正交配置法求解了该模型所建立的微分方程组。本研究预测的E值与Vas Bhat(1997)使用穿透模型(Higbie模型)预测的值非常吻合。对填料塔模型进行了实验和理论研究。对理论预测进行了实验验证。本研究的材料为CO2 -空气混合物和碳酸钾溶液。塔顶注入碳酸钾溶液,溶液与逆流接触,co2 -空气混合气流上升。离开色谱柱的液体用滴定法进行分析。建立了填料塔的微观质能平衡模型,进行了理论研究。用四阶龙格-库塔法求解得到的一阶微分方程组。该模型的解需要有关气液界面传质速率的信息,本研究采用King模型。本理论研究所需的传质、CO2、溶解度、动力学和反应平衡数据均来自文献(Danckwertz, 1970;Kohl and Riesenfeld,1985;and Treyball, 1981)。研究了吸附剂流量和进口吸附剂中K2CO3浓度对CO2气体回收率的影响。吸附剂流量为3 ~ 5 l / min时,模拟预测结果与实验数据的偏差小于10%,吸附剂流量为5 ~ 7 l / min时,模拟预测结果与实验数据的偏差在10% ~ 30%之间。摘要artikel ini mengkaji ulang penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai模拟增强因子吸收离散度可逆阶数dua kondisi非等温dan pemodelan填充柱untuk吸收气体CO2 kedalam larutan K2CO3 paada填充柱。Harga增强因子diprediksi dengan menggunakan模型涡动扩散系数(模型King untuk perpindahan massa antar fasanya)。不同的阳dibentuk dari peemodelan ini diselesaikan dengan mettoda Kolokasdi正交。(1997).中国科学院科学技术研究所。Penelitian pemodelan填充柱的研究。Penelitian secara ekspersperan untuk validasi hasil simulasi。Bahan yang digunakan adalah campuran CO2 danudara serta larutan karkarat钾。Larutan karbonat didiirkan kedalam包装柱dari atas dan dikontakkan secara berlawanan ardenan alian campuran CO2-udara dari bawah。Cairan keluar kolom dianalisa dengan titrasi。在此基础上,建立了一种新型能源模型,并对其进行了仿真分析。sitim persamaan差分顺序satu yang dihasilkan diselesaikan dengan mettoda Rung Kutta order empat。Solusi模型在孟古那坎模型王的基础上,在孟古那坎模型王的基础上,在孟古那坎模型王的基础上,在孟古那坎模型王的基础上。Data kelarutan CO2, Data perpindahan massa, Data kinetika dan kesetimbangan reaksi yang diperlukan pada penelitian ini diperoleh dari literature (dankwertz, 1970;Kohl and Riesenfeld,1985;dan Treyball, 1981)。Pada penelitian ini dipelajari pengaruh laju alir吸收dan konsentrasi K2CO3 dalam larutan吸收masuk terhadap人penyisihan气体CO2。Deviasi antara hasil prediksi simulasi dandata percobaan patpenelitian ini dibawah 10% untuk laju alir absorbir 3 sampai dengan 5 l /menit untuk laju alir 5 sampai dengan 7 l menit Deviasi naya antara 10-30%。Kata kunci: perpindahan massa,涡旋扩散,吸收,非等温,填充柱
{"title":"Kajian ulang transfer massa disertai reaksi kimia pada absorpsi reaktif gas CO2 pada packed column","authors":"Ali Altway, Susianto Susianto, K. Kuswandi, K. Kusnaryo","doi":"10.5614/jtki.2008.7.3.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2008.7.3.2","url":null,"abstract":"This article reviewed researches have been carried out concerning simulation of enhancement factor for absorption accompanied by second order chemical reaction under non-isothermal condition and modeling of packed column for CO2 absorption in K2CO3 solution. The value of enhancement factor was predicted using eddy diffusivity model (King model) for describing interface mass transfer phenomena. System of differential equations developed in this modeling was solved with Orthogonal Collocation method. The value of E predicted from this research agrees very well with that predicted using Penetration model (Higbie model) by Vas Bhat (1997). The researches concerning packed column modeling was carried out experimentally and theoretically. Experimental works were carried out to validate theoretical prediction. Material studied in this research was CO2 –air mixture and potassium carbonate solution. Potassium carbonate solution was fed into top of the column and the solution was contacted counter currently with rising CO2-air mixture stream. The liquid leaving the column was analyzed by titration. Theoretical studies were carried out by developing microscopic mass and energy balance model on the packed column. The resulted system of first order differential equations were solved using Forth order Runge Kutta method. The solution of this model requires information concerning rate of gas-liquid interface mass transfer where King model was used in this study. Mass transfer, CO2, solubility, kinetics, and reaction equilibrium data required in this theoretical study were obtained from literatures (Danckwertz, 1970; Kohl and Riesenfeld,1985; and Treyball, 1981). In this research, the effect of absorbent flow rate and the concentration of  K2CO3 in the inlet absorbent on percent recovery of CO2  gas was studied.Deviation between simulation prediction results and experimental data was below  10%  for absorbent flow rate of 3 to  5 liter/menit and for absorbent flow rate of 5 to  7 liter/ menit the deviation was between 10 and 30%. Key words: mass transfer, eddy diffusivity, absorption, non-isotermal, packed column AbstrakArtikel ini mengkaji ulang penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai simulasi enhancement factor absorpsi disertai reaksi reversible order dua kondisi non-isotermal dan pemodelan packed column untuk absorpsi gas CO2 kedalam larutan K2CO3 pada packed column. Harga enhancement factor diprediksi dengan menggunakan model eddy diffusivity (model King untuk perpindahan massa antar fasanya). Sistim persamaan diferensial yang dibentuk dari pemodelan ini diselesaikan dengan metoda Kolokasdi Ortogonal. Hasil prediksi harga E dari penelitian ini sangat mendekati hasil prediksi menggunakan model Penetrasi oleh Vas Bhat (1997). Penelitian pemodelan packed column dilaksanakan secara eksperimen dan simulasi. Penelitian secara eksperimen dilaksanakan untuk validasi hasil simulasi. Bahan yang digunakan adalah campuran CO2 dan udara serta larutan potasiu","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133611549","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Konversi katalitik n-butanol menjadi hidrokarbon Cr~C4 menggunakan katalis B2O3/zeolit alam
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2007.6.2.8
S. Setiadi, D. Dariyus
C2~C4 hydrocarbons are important petrochemical feedstocks for polymer, MTBE, alkylation reagent and LPG. Those hydrocarbons can be produced sustainable from n­butanol through the catalytically reaction which can be produced renewably through a fermentation process. The development of catalytically can be done by using natural zeolite by adding boron oxide (B203.   The combination of these two catalyst's substance is hoped to increase  the catalytic performance  in converting  n-butanol  to hydrocarbon  of C2~C4 .This research has studied that addition boron oxide in natural zeolite as much as 25% gave the highest conversion (82,9%) and yield of C2~C4 (14,7% at 400°C}. No peaks due to the boron oxide catalyst on the XRD spectrum and the high surface area of natural zeolite (343 m2/g) strongly suggest that the boron oxide was dispersed perfectly on the surface of natural zeolite and interacted strongly with zeolite's frame. The formation of a new active site for converting n-butanol to hydrocarbon C2~C4 is highly considered which is more active comparing to natural zeolite or boron oxide itself.Keyword : n-butanol, hydrocarbon C2~C4, boron oxide, catalytic conversionAbstrakHidrokarbon  C2~C4  merupakan  senyawa  yang  penting  da/am  industri  kimia petrokimia misalnya  bahan baku po/imer,  MTBE,  untuk  alki/asi, senyawa  isookatana maupun LPG. Sampai   saat   ini, sumber   utama senyawa   hidrokarbon   tersebut   berasal   dari   hasi/ pengolahan minyak  bumi. Karena  semakin  menispisnya  cadangan  minyak  dunia,  maka dimasa depan kebergantungan  hidrokarbon  C2~C4  ini pada pasokan  minyak harus segera dicarikan  alternatif sumber  lainnya yang  lebih terjaga kesinambungannya.  Penelitian ini bermaksud menyajikan bahwa hidrokarbon C2~C4 dapat dipero/eh dari senyawa organik n­ butanol melalui reaksi katalitik menggunakan kata/is zeolit a/am. Proses ini sangat penting karena reaktan n-butanol merupakan suatu senyawa yang renewable (dapat diperbaharui) dari proses fermentasi.  Zeolit alam dimodifikasi dengan penambahan boron oksida dengan berbagai kadar. Hasil yang dipero/eh bahwa boron oksida berkandungan 25% memberikan hasif yang paling baik, dengan konversi butnao/  82,9 % dan yield  C2~C4  14,7 %  dengan suhu reaksi  400  °C Namun,  karakterisasi XRD  tidak  menunjukkan puncak-puncak yang dimiliki oleh komponen boron oksida. Hal ini menunjukkan bahwa boron oksida terdispersi secara sempurna pada permukaan zeo/it a/am (343 m2/g), berinteraksi secara kuat dengan frame kerangka  zeolit  dan terbentuknya spesi inti aktif baru hasil perpaduan  zeolit  alam maupun boron oksida yang lebih aktif da/am mengkonversi n-butanol menjadi C2~C4.Kata Kunci :n-butanol, hidrokarbon C2~C4, boron oksida, konversi katalitik
C2~C4烃是聚合物、MTBE、烷基化剂和LPG等重要的石油化工原料。这些碳氢化合物可以通过催化反应从正丁醇中可持续地生产出来,而正丁醇可以通过发酵过程再生地生产出来。在天然沸石中加入氧化硼(B203),可进行催化开发。两种催化剂物质的结合有望提高正丁醇转化为C2~C4烃的催化性能,本研究研究了在天然沸石中添加25%的氧化硼,在400℃时转化率最高(82.9%),C2~C4产率最高(14.7%)。氧化硼催化剂在XRD谱上无峰,天然沸石的高比表面积(343 m2/g)强烈表明氧化硼在天然沸石表面分散良好,与沸石骨架相互作用强烈。正丁醇转化为C2~C4烃的新活性位点的形成与天然沸石或氧化硼本身相比具有更高的活性。关键词:正丁醇,C2~C4烃,氧化硼,催化转化abstract: hidrocarbonc2 ~C4 merupakan senyawa yang penting da/am工业kimia petrokimia misalnya bahan baku po/imer, MTBE, untukalki /asi, senyawa isookatana maupun LPG。Sampai saat ini, sumber utama senyawa hidrocarbonteresbut berasal dari hasi/ pengolahan minyak bumi。Karena semakin menispisnya cadangan minyak dunia, maka dimasa depan kebergantungan hidrocarbon C2~C4 ini padada pasokan minyak harus segera dicarikan alternatiber lainya yang lebih terjaga kesinambungannya。Penelitian ini bermaksud menyajikan bahwa hidrocarbon C2~C4 dapat dipero/eh / dari senyawa有机正丁醇三聚氰胺,mongunakan kata/is分子筛a/am。Proses ini sangat penting karena reaktan正丁醇merupakan suatu senyawa yang可再生(dapat diperbaharui)发酵过程。阿拉姆Zeolit dimodifikasi dengan penambahan硼oksida dengan berbagai阿提拉·。杨Hasil dipero /嗯bahwa硼oksida berkandungan 25% memberikan hasif杨木栅baik, dengan konversi butnao / 82, 9%丹收益率C2 ~ C4 14日7% dengan苏沪reaksi 400°C Namun karakterisasi XRD有些menunjukkan puncak-puncak杨dimiliki oleh pokalchuk komponen oksida硼。halini menunjukkan bahwa硼oksida terdisi secara sempurna pada permukaan zeo/it a/am (343 m2/g), berinteraksi secara kuat dengan框架kerangka zeolit和terbentuknya spesi inti aktif baru hasil perpadan zeolit alam maupun硼oksida yang lebih aktif da/am mengkonversi正丁醇menjadi C2~C4。Kata Kunci:正丁醇、碳氢化合物C2~C4、oksida硼、konversi katalik
{"title":"Konversi katalitik n-butanol menjadi hidrokarbon Cr~C4 menggunakan katalis B2O3/zeolit alam","authors":"S. Setiadi, D. Dariyus","doi":"10.5614/jtki.2007.6.2.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2007.6.2.8","url":null,"abstract":"C2~C4 hydrocarbons are important petrochemical feedstocks for polymer, MTBE, alkylation reagent and LPG. Those hydrocarbons can be produced sustainable from n­butanol through the catalytically reaction which can be produced renewably through a fermentation process. The development of catalytically can be done by using natural zeolite by adding boron oxide (B203.   The combination of these two catalyst's substance is hoped to increase  the catalytic performance  in converting  n-butanol  to hydrocarbon  of C2~C4 .This research has studied that addition boron oxide in natural zeolite as much as 25% gave the highest conversion (82,9%) and yield of C2~C4 (14,7% at 400°C}. No peaks due to the boron oxide catalyst on the XRD spectrum and the high surface area of natural zeolite (343 m2/g) strongly suggest that the boron oxide was dispersed perfectly on the surface of natural zeolite and interacted strongly with zeolite's frame. The formation of a new active site for converting n-butanol to hydrocarbon C2~C4 is highly considered which is more active comparing to natural zeolite or boron oxide itself.Keyword : n-butanol, hydrocarbon C2~C4, boron oxide, catalytic conversionAbstrakHidrokarbon  C2~C4  merupakan  senyawa  yang  penting  da/am  industri  kimia petrokimia misalnya  bahan baku po/imer,  MTBE,  untuk  alki/asi, senyawa  isookatana maupun LPG. Sampai   saat   ini, sumber   utama senyawa   hidrokarbon   tersebut   berasal   dari   hasi/ pengolahan minyak  bumi. Karena  semakin  menispisnya  cadangan  minyak  dunia,  maka dimasa depan kebergantungan  hidrokarbon  C2~C4  ini pada pasokan  minyak harus segera dicarikan  alternatif sumber  lainnya yang  lebih terjaga kesinambungannya.  Penelitian ini bermaksud menyajikan bahwa hidrokarbon C2~C4 dapat dipero/eh dari senyawa organik n­ butanol melalui reaksi katalitik menggunakan kata/is zeolit a/am. Proses ini sangat penting karena reaktan n-butanol merupakan suatu senyawa yang renewable (dapat diperbaharui) dari proses fermentasi.  Zeolit alam dimodifikasi dengan penambahan boron oksida dengan berbagai kadar. Hasil yang dipero/eh bahwa boron oksida berkandungan 25% memberikan hasif yang paling baik, dengan konversi butnao/  82,9 % dan yield  C2~C4  14,7 %  dengan suhu reaksi  400  °C Namun,  karakterisasi XRD  tidak  menunjukkan puncak-puncak yang dimiliki oleh komponen boron oksida. Hal ini menunjukkan bahwa boron oksida terdispersi secara sempurna pada permukaan zeo/it a/am (343 m2/g), berinteraksi secara kuat dengan frame kerangka  zeolit  dan terbentuknya spesi inti aktif baru hasil perpaduan  zeolit  alam maupun boron oksida yang lebih aktif da/am mengkonversi n-butanol menjadi C2~C4.Kata Kunci :n-butanol, hidrokarbon C2~C4, boron oksida, konversi katalitik","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115143073","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Simulasi difusi dan adsorpsi matriks pada proses enhanced coalbed methane
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2013.12.1.1
Ade Nurisman, R. G. Dewi, Ucok Wandi Siagian
Diffusion and matrix adsorption simulations in enhanced coalbed methane process. Carbon capture and storage (CCS) can be considered as one of climate change mitigation efforts, through capturing and injecting of CO2 in underground formations for reducing CO2 emissions. CO2 injection in coalbed methane (CBM) reservoir has potentially attracted for reducing CO2 emissions and enhancing coalbed methane (ECBM) recovery. Diffusion and sorption are phenomenon of gas in the matrix on CO2 injection in CBM reservoir. The objectives of the research are focused on understanding of diffusion and sorption of gas in the coal matrix with mathematical model and estimating of CO2 storage in coalbed and CH4 recovery. In this research, mathematical model is developed to describe the mechanism in the matrix on ECBM process. Mathematical model, which have been valid, is simulated in various variables, i.e. macroprosity (0.001, 0.005, and 0,01), pressure (1, 3, and 6 MPa), temperature (305, 423, and 573 K), and initial fraction of CO2 (0.05, 0.1, 0.3, and 0.5). The results of this research show that preferential sequestration of CO2 and preferential recovery of CH4 in the surface of micropore on macroporosity 0.001, pressure 1 MPa, temperature 305 K, and inital fraction CO2 0,5 conditions are 0.9936 and 0.0064.Keywords: carbon capture and storage (CCS), coalbed methane (CBM), ECBM, diffusion, adsorption Abstrak Carbon capture and storage (CCS) dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya mitigasi perubahan iklim, yaitu dengan menangkap CO2 dan menginjeksikannya ke dalam formasi bawah permukaan. Injeksi CO2 pada lapangan coalbed methane (CBM) berpotensi mengurangi emisi CO2 dan meningkatkan produksi CBM (ECBM). Pada proses injeksi CO2 di lapangan CBM, fenomena yang terjadi di dalam matriks lapisan batubara (coalbed) adalah difusi dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan memahami fenomena difusi dan adsorpsi pada proses injeksi CO2 untuk ECBM melalui model matematika, dan memperkirakan potensi penyimpanan CO2 di dalam lapangan CBM dan potensi recovery CH4. Pada penelitian dilakukan pengembangan model matematika untuk menjelaskan fenomena di dalam matriks pada proses ECBM. Model matematika, yang telah valid, disimulasikan dengan memvariasikan beberapa variabel, yaitu makroporositas (0,001, 0,005, dan 0,01), tekanan (1, 3, dan 6 MPa), suhu (305, 423, dan 573 K), dan fraksi CO2 awal (0,05, 0,1, 0,3, dan 0,5). Hasil penelitian menunjukkan pada makroporositas 0,001, tekanan 1 Pa, suhu 305 K, dan fraksi CO2 awal 0,5, fraksi CO2 yang teradsorpsi pada permukaan mikropori bernilai 0,9936 dan sisa fraksi CH4 yang teradsorpsi pada permukaan mikropori bernilai 0,0064. Kata kunci: carbon capture and storage (CCS), coalbed methane (CBM), ECBM, difusi, adsorpsi
强化煤层气过程的扩散与基质吸附模拟。碳捕获和封存(CCS)可被视为减缓气候变化的努力之一,它通过捕获和向地下地层注入二氧化碳以减少二氧化碳排放。煤层气储层注二氧化碳在减少二氧化碳排放和提高煤层气采收率方面具有潜在的吸引力。扩散和吸附是煤层气储层注CO2时基质中气体的一种现象。研究的目标是通过数学模型了解煤基质中气体的扩散和吸附,并估计煤层中CO2的储存和CH4的回收。在本研究中,建立了一个数学模型来描述矩阵中ECBM过程的机理。数学模型是有效的,模拟了各种变量,即宏观密度(0.001,0.005和0.01),压力(1,3和6 MPa),温度(305,423和573 K),以及二氧化碳的初始分数(0.05,0.1,0.3和0.5)。研究结果表明,在宏观孔隙度为0.001、压力为1 MPa、温度为305 K、初始分数为CO2 0,5的条件下,微孔表面CO2的优先固存和CH4的优先回收分别为0.9936和0.0064。关键词:碳捕集与封存(CCS),煤层气(CBM), ECBM,扩散,吸附注CO2为煤层气(CBM),注CO2为煤层气(ECBM),注CO2为煤层气(ECBM)。帕达工艺在拉彭根煤层气中注入二氧化碳,在拉彭根煤层气中注入拉彭根煤层气,在拉彭根煤层气中注入拉彭根煤层气。Penelitian ini bertujuan memahami现象扩散dan吸附pada过程中注入的CO2 untuk ECBM melalui模型,dan memerakan potential penypanan CO2 didalam lapangan CBM potential recovery CH4。Pada penelitian dilakukan pengembangan模型数学分析了menjelaskan现象。模型matatica, yang telah valid, disimulasikan dengan memvariasikan beberapa variabel, yitu makroporositas (0,001, 0,005, dan 0,01), tekanan (1,3,6 MPa), suhu (305,423, dan 573 K), dan fraksi CO2 (0,05, 0,1,0,3, dan 0,5)。Hasil penelitian menunjukkan篇0001年makroporositas tekanan 1 Pa,苏沪305 K,丹fraksi二氧化碳awal 0 5, fraksi二氧化碳杨teradsorpsi篇permukaan mikropori bernilai 0, 9936丹sisa fraksi CH4杨teradsorpsi篇permukaan mikropori bernilai 0, 0064。Kata kunci:碳捕集与封存(CCS)、煤层气(CBM)、ECBM、扩散、吸附
{"title":"Simulasi difusi dan adsorpsi matriks pada proses enhanced coalbed methane","authors":"Ade Nurisman, R. G. Dewi, Ucok Wandi Siagian","doi":"10.5614/jtki.2013.12.1.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2013.12.1.1","url":null,"abstract":"Diffusion and matrix adsorption simulations in enhanced coalbed methane process. Carbon capture and storage (CCS) can be considered as one of climate change mitigation efforts, through capturing and injecting of CO2 in underground formations for reducing CO2 emissions. CO2 injection in coalbed methane (CBM) reservoir has potentially attracted for reducing CO2 emissions and enhancing coalbed methane (ECBM) recovery. Diffusion and sorption are phenomenon of gas in the matrix on CO2 injection in CBM reservoir. The objectives of the research are focused on understanding of diffusion and sorption of gas in the coal matrix with mathematical model and estimating of CO2 storage in coalbed and CH4 recovery. In this research, mathematical model is developed to describe the mechanism in the matrix on ECBM process. Mathematical model, which have been valid, is simulated in various variables, i.e. macroprosity (0.001, 0.005, and 0,01), pressure (1, 3, and 6 MPa), temperature (305, 423, and 573 K), and initial fraction of CO2 (0.05, 0.1, 0.3, and 0.5). The results of this research show that preferential sequestration of CO2 and preferential recovery of CH4 in the surface of micropore on macroporosity 0.001, pressure 1 MPa, temperature 305 K, and inital fraction CO2 0,5 conditions are 0.9936 and 0.0064.Keywords: carbon capture and storage (CCS), coalbed methane (CBM), ECBM, diffusion, adsorption Abstrak Carbon capture and storage (CCS) dapat dipertimbangkan sebagai salah satu upaya mitigasi perubahan iklim, yaitu dengan menangkap CO2 dan menginjeksikannya ke dalam formasi bawah permukaan. Injeksi CO2 pada lapangan coalbed methane (CBM) berpotensi mengurangi emisi CO2 dan meningkatkan produksi CBM (ECBM). Pada proses injeksi CO2 di lapangan CBM, fenomena yang terjadi di dalam matriks lapisan batubara (coalbed) adalah difusi dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan memahami fenomena difusi dan adsorpsi pada proses injeksi CO2 untuk ECBM melalui model matematika, dan memperkirakan potensi penyimpanan CO2 di dalam lapangan CBM dan potensi recovery CH4. Pada penelitian dilakukan pengembangan model matematika untuk menjelaskan fenomena di dalam matriks pada proses ECBM. Model matematika, yang telah valid, disimulasikan dengan memvariasikan beberapa variabel, yaitu makroporositas (0,001, 0,005, dan 0,01), tekanan (1, 3, dan 6 MPa), suhu (305, 423, dan 573 K), dan fraksi CO2 awal (0,05, 0,1, 0,3, dan 0,5). Hasil penelitian menunjukkan pada makroporositas 0,001, tekanan 1 Pa, suhu 305 K, dan fraksi CO2 awal 0,5, fraksi CO2 yang teradsorpsi pada permukaan mikropori bernilai 0,9936 dan sisa fraksi CH4 yang teradsorpsi pada permukaan mikropori bernilai 0,0064. Kata kunci: carbon capture and storage (CCS), coalbed methane (CBM), ECBM, difusi, adsorpsi","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"446 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116720995","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Dehidrasi N-Butanol menjadi senyawa butena pada katalis molecular sieve 13X dalam reaktor unggun tetap
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.5614/jtki.2007.6.2.7
M. Gunawan, H. Susanto
One of the ways of producing butene compounds without relying on non-renewable resources involves the dehydration of n-butanol with the aid of acid catalysts. The dehydration of n­ butanol on molecular sieve 13 X catalyst has been undertaken in afvced bed, vertical glass pipe isothermal reactor. Reaction temperatures were varied between 300-450 °C. Reaction products were analyzed using a Gas Chromatograph (GC). The n-butanol dehydration was observed to have a reaction order of 1.95 with respect to n-butanol partial pressure, with an activation energy of 89.4 kJ/mol and an Arrhenius constant of 7.99 x 106 .To determine the effect of operating parameters (feed temperature, n-butanol flowrate, n-butanol to nitrogen feed ratio, and catalyst particle diameter), a simulation was undertaken based on the fvced bed, non­ adiabatic and non-isothermal reactor model. The reactor model used in the simulation was a 2- dimensional heterogeneous reactor. The validated model coefficient of correlation against the experimental data was very good, namely 0.98. Simulation results indicate that the increase in n-butanol concentration and feed temperature increase the conversion. Increase in catalyst particle diameter and feed flowrate decrease the conversion. The dehydration of n-butanol to butene is a mildly exothermic reaction. Therefore, to maintain an isothermal reaction condition, the reactor wall temperature may not exceed 10 °C below the feed temperature.Keywords: n-butanol dehydration, molecular sieve 13 X, simulation, fixed bed, kineticAbstrakSalah satu cara untuk mendapatkan senyawa butena tanpa mengandalkan sumber daya tak terbarukan adalah melalui dehidrasi n-butanol dengan bantuan katalis asam. Dehidrasi  n­ butanol pada katalis molecular sieve 13 X dilakukan di dalam reaktor unggun tetap terbuat dari pipa gelas tegak secara isotermal. Temperatur reaksi divariasikan antara 300 - 450" C. Komposisi produk dianalisa menggunakan Gas Chromatograph (GC). Dehidrasi n-butanol ini berorde 1,95 terhadap tekanan parsial n-butanol dengan nilai energi aktivasi 89,4 kJ/mol dan tetapan Arrhenius 7,99 x 106• Untuk mempelajari pengaruh  parameter  operasi  (temperatur umpan, laju alir n-butanol, rasio umpan n-butanol terhadap nitrogen, dan  diameter partikel katalis) terhadap konversi reaksi, distribusi produk, dan profil temperatur di sepanjang reaktor dilakukan simulasi dalam reaktor unggun tetap non adiabatik non isotermal berdasarkan data percobaan yang telah diperoleh. Model reaktor yang digunakan adalah model heterogen dua dimensi. Nilai koefisien korelasi model yang divalidasi dengan  data percobaan  menunjukkan harga yang baik yaitu 0,98. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi n­ butanol atau temperatur umpan meningkatkan konversi. Peningkatan diameter partikel katalis atau peningkatan laju alir umpan, akan menurunkan konversi reaksi. Reaksi dehidrasi  n­ butanol menjadi senyawa buten merupakan reaksi yang sedikit eksoterm,  oleh karena itu untu
不依赖不可再生资源生产丁烯化合物的方法之一是在酸催化剂的帮助下使正丁醇脱水。采用分子筛13x催化剂,在加厚床、垂直玻璃管等温反应器中进行了正丁醇脱水。反应温度在300-450℃之间变化。反应产物用气相色谱仪(GC)分析。结果表明,正丁醇脱水反应的分压阶为1.95,活化能为89.4 kJ/mol, Arrhenius常数为7.99 × 106。为了确定操作参数(进料温度、正丁醇流量、正丁醇与氮进料比、催化剂粒径)对反应的影响,在固定床、非绝热非等温反应器模型上进行了模拟。模拟中采用的反应器模型为2维非均质反应器。经验证的模型与实验数据的相关系数为0.98。模拟结果表明,正丁醇浓度和进料温度的升高均可提高转化率。催化剂粒径增大,进料流量增大,转化率降低。正丁醇脱水成丁烯是一个温和的放热反应。因此,为了保持等温反应条件,反应器壁温度不得超过进料温度以下10℃。关键词:正丁醇脱水,分子筛13x,模拟,固定床,动力学[关键词]正丁醇脱水,分子筛13x,模拟,固定床,动力学Dehidrasi正丁醇pada分子筛13x dilakukan di dalam reaktor ungun tetap terbuat dari pipa gelas tegak secara等温。用气相色谱仪(GC)测定了南极300 - 450" C. Komposisi产品的温度。Dehidrasi正丁醇ini berorde 95 terhadap tekanan parsial正丁醇dengan汝energi aktivasi 89年4焦每摩尔丹tetapan阿伦尼乌斯7,99 x 106•为她mempelajari operasi pengaruh参数(温umpan, laju alir正丁醇,rasio umpan正丁醇terhadap氮、丹直径partikel katalis) terhadap konversi reaksi, distribusi produk,三班江、龙岗、龙岗、龙岗、非绝热、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温、非等温。模型反应堆杨迪纳坎adalah模型异质二维。[9]倪丽娟,杨志强,杨志强,等。模拟正丁醇的温度变化,并研究正丁醇的温度变化。penpenkatan直径颗粒katalis atau penpenkatan laju alir unpan, akan menurunkan konversi reaksi。Reaksi dehidrasi n -丁醇menjadi senyawa buten merupakan Reaksi yang sedikit eksoterm, oleh karena itu untuk mempertahankan Reaksi agar等温,温度与reaktor harus diusahakan tiakak melehi 10°C di bawah温度一致。Kata kunci:脱氢正丁醇,分子筛13x,模拟,ungun tetap, kinetik
{"title":"Dehidrasi N-Butanol menjadi senyawa butena pada katalis molecular sieve 13X dalam reaktor unggun tetap","authors":"M. Gunawan, H. Susanto","doi":"10.5614/jtki.2007.6.2.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2007.6.2.7","url":null,"abstract":"One of the ways of producing butene compounds without relying on non-renewable resources involves the dehydration of n-butanol with the aid of acid catalysts. The dehydration of n­ butanol on molecular sieve 13 X catalyst has been undertaken in afvced bed, vertical glass pipe isothermal reactor. Reaction temperatures were varied between 300-450 °C. Reaction products were analyzed using a Gas Chromatograph (GC). The n-butanol dehydration was observed to have a reaction order of 1.95 with respect to n-butanol partial pressure, with an activation energy of 89.4 kJ/mol and an Arrhenius constant of 7.99 x 106 .To determine the effect of operating parameters (feed temperature, n-butanol flowrate, n-butanol to nitrogen feed ratio, and catalyst particle diameter), a simulation was undertaken based on the fvced bed, non­ adiabatic and non-isothermal reactor model. The reactor model used in the simulation was a 2- dimensional heterogeneous reactor. The validated model coefficient of correlation against the experimental data was very good, namely 0.98. Simulation results indicate that the increase in n-butanol concentration and feed temperature increase the conversion. Increase in catalyst particle diameter and feed flowrate decrease the conversion. The dehydration of n-butanol to butene is a mildly exothermic reaction. Therefore, to maintain an isothermal reaction condition, the reactor wall temperature may not exceed 10 °C below the feed temperature.Keywords: n-butanol dehydration, molecular sieve 13 X, simulation, fixed bed, kineticAbstrakSalah satu cara untuk mendapatkan senyawa butena tanpa mengandalkan sumber daya tak terbarukan adalah melalui dehidrasi n-butanol dengan bantuan katalis asam. Dehidrasi  n­ butanol pada katalis molecular sieve 13 X dilakukan di dalam reaktor unggun tetap terbuat dari pipa gelas tegak secara isotermal. Temperatur reaksi divariasikan antara 300 - 450\" C. Komposisi produk dianalisa menggunakan Gas Chromatograph (GC). Dehidrasi n-butanol ini berorde 1,95 terhadap tekanan parsial n-butanol dengan nilai energi aktivasi 89,4 kJ/mol dan tetapan Arrhenius 7,99 x 106• Untuk mempelajari pengaruh  parameter  operasi  (temperatur umpan, laju alir n-butanol, rasio umpan n-butanol terhadap nitrogen, dan  diameter partikel katalis) terhadap konversi reaksi, distribusi produk, dan profil temperatur di sepanjang reaktor dilakukan simulasi dalam reaktor unggun tetap non adiabatik non isotermal berdasarkan data percobaan yang telah diperoleh. Model reaktor yang digunakan adalah model heterogen dua dimensi. Nilai koefisien korelasi model yang divalidasi dengan  data percobaan  menunjukkan harga yang baik yaitu 0,98. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi n­ butanol atau temperatur umpan meningkatkan konversi. Peningkatan diameter partikel katalis atau peningkatan laju alir umpan, akan menurunkan konversi reaksi. Reaksi dehidrasi  n­ butanol menjadi senyawa buten merupakan reaksi yang sedikit eksoterm,  oleh karena itu untu","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"172 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116020214","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Jurnal Teknik Kimia Indonesia
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1