E. Enjarlis, S. Bismo, S. Slamet, R. W. Soemantojo
Homogeneous and heterogeneous catalytic ozonation of endosulfan with activated carbon as catalystCatalytic ozonation of endosulfan with the presence of activated carbon as catalyst was investigated at neutral pH and different temperatures. The model kinetics was developed based on the mechanism of catalytic decomposition ozone, namely homogeneous and heterogeneous decomposition reaction. This study focuses on determining the contribution of homogeneous and heterogeneous reaction to endosulfan removal in catalytic ozonation with activated carbon as catalyst. Endosulfan was selected as a target of study because it is organic pollutant and organic chlorine pesticide (OCPs) groups that may cause a serious environmental concern. The use of activated carbonfrom Bogar Forest Centre actually provides a slightly contribution in enhancing endosulfan oxidation reaction with ozone. This is because endosulfan has sulfide group or sulfur element that is very reactive to ozone. Even though, the amount of OH increases because of ozonation with activated carbon use. The heterogeneous and homogeneous reaction contributions at neutral pH and temperature range of 20- 30oC were 11-21% and 79- 89% from overall endosulfan removal in catalytic ozonation with promoted by of activated carbon, respectively.Keywords: Activated Carbon, Catalytic Ozonation, Endosulfan AbstrakOzonasi katalitik endosulfan dengan adanya katalis karbon aktif dilakukan pada pH netral dan suhu yang berbeda-beda. Persamaan kinetika reaksi dikembangkan berdasarkan mekanisme reaksi dekomposisi ozon secara katalitik yaitu reaksi homogen dan heterogen. Penelitian ini ditujukan terutama untuk menentukan kontribusi reaksi homogen dan heterogen terhadap penyisihan endosulfan di dalam ozonasi katalitik dengan karbon aktif sebagai katalis.Endosulfan dipilih sebagai sasaran penelitian karena merupakan polutan organik dan kelompok pestisida organoklorida (OCPs) yang menjadi perhatian serius di lingkungan. Karbon aktif yang digunakan berasal dari Balai Hutan Bogar yang ternyata memberikan pengaruh kecil terhadap peningkatan reaksi oksidasi endosulfan dengan ozon. Hal ini disebabkan endosulfan mempunyai gugus sulfida atau sulfur yang sang at reaktif terhadap ozon. Meskipun, jumlah OH meningkat disebabkan penggunaan ozonasi dengan karbon aktf. Kontribusi reaksi homogen dan heterogen terhadap penyisihan endosulfan pada kondisi pH netral dan suhu 20-30 oC masing-masing sebesar 79- 89% dan 11- 21% dari total penyisihan endosulfan dalam ozonasi katalitik dengan dipromosikan oleh karbon aktifKata kunci: Endosulfan, Karbon Aktif, Ozonasi Katalitik
以活性炭为催化剂,在中性pH和不同温度条件下,研究了均相和多相催化臭氧氧化硫丹。根据臭氧催化分解的机理,建立了均相和非均相分解反应动力学模型。本研究的重点是确定均相和非均相反应对活性炭催化臭氧化去除硫丹的贡献。选择硫丹作为研究对象,是因为它是可能引起严重环境问题的有机污染物和有机氯农药(OCPs)类。使用Bogar森林中心的活性炭实际上对加强硫丹与臭氧的氧化反应有轻微的贡献。这是因为硫丹含有对臭氧非常敏感的硫化物基团或硫元素。尽管如此,由于使用活性炭进行臭氧化,OH的含量会增加。在中性pH和20 ~ 30℃的温度范围内,活性炭催化臭氧氧化法去除硫丹的非均相和均相反应贡献率分别为11 ~ 21%和79 ~ 89%。关键词:活性炭,催化臭氧氧化,硫丹,硫丹,硫丹丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹,硫丹Persamaan kinetika reaksi dikembangkan berdasarkan mekanisme reaksi dekomposisi ozon secara katalitik yitu reaksi均质与异质。Penelitian ini ditujukan terutama untuk menentukan kontribusi reaksi均质与异质terhadap penyisian硫丹,ddalam ozonasi katalik dengan carbon aktif sebagai katalis。硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹、硫丹。Karbon aktif yang digunakan berasal dari Balai Hutan Bogar yang ternyata memberikan pengaruh kecil terhadap peningkatan reaksi oksidasi endosulfan dengan ozon。研究结果表明:①含硫磺胺类化合物的磺胺类化合物是一种有效的磺胺类化合物。Meskipun, jumlah OH脑膜kat disebabkan penggunaan ozonasi dengan carbon akf。Kontribusi reaksi均质与异质terhadap penyisihan endosulan pada kondisi pH中性dansuhu 20-30 oC聚成-聚成sebesar 79- 89%聚成11- 21%聚成总penyisihan endosulan dalam ozonasi katalitik dengan dipromosikan oleh carbon aktik kata kunci: endosulan, carbon Aktif, ozonasi katalitik
{"title":"Homogeneous and heterogeneous catalytic ozonation of endosulfan with activated carbon as catalyst","authors":"E. Enjarlis, S. Bismo, S. Slamet, R. W. Soemantojo","doi":"10.5614/jtki.2007.6.3.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2007.6.3.3","url":null,"abstract":"Homogeneous and heterogeneous catalytic ozonation of endosulfan with activated carbon as catalystCatalytic ozonation of endosulfan with the presence of activated carbon as catalyst was investigated at neutral pH and different temperatures. The model kinetics was developed based on the mechanism of catalytic decomposition ozone, namely homogeneous and heterogeneous decomposition reaction. This study focuses on determining the contribution of homogeneous and heterogeneous reaction to endosulfan removal in catalytic ozonation with activated carbon as catalyst. Endosulfan was selected as a target of study because it is organic pollutant and organic chlorine pesticide (OCPs) groups that may cause a serious environmental concern. The use of activated carbonfrom Bogar Forest Centre actually provides a slightly contribution in enhancing endosulfan oxidation reaction with ozone. This is because endosulfan has sulfide group or sulfur element that is very reactive to ozone. Even though, the amount of OH increases because of ozonation with activated carbon use. The heterogeneous and homogeneous reaction contributions at neutral pH and temperature range of 20- 30oC were 11-21% and 79- 89% from overall endosulfan removal in catalytic ozonation with promoted by of activated carbon, respectively.Keywords: Activated Carbon, Catalytic Ozonation, Endosulfan AbstrakOzonasi katalitik endosulfan dengan adanya katalis karbon aktif dilakukan pada pH netral dan suhu yang berbeda-beda. Persamaan kinetika reaksi dikembangkan berdasarkan mekanisme reaksi dekomposisi ozon secara katalitik yaitu reaksi homogen dan heterogen. Penelitian ini ditujukan terutama untuk menentukan kontribusi reaksi homogen dan heterogen terhadap penyisihan endosulfan di dalam ozonasi katalitik dengan karbon aktif sebagai katalis.Endosulfan dipilih sebagai sasaran penelitian karena merupakan polutan organik dan kelompok pestisida organoklorida (OCPs) yang menjadi perhatian serius di lingkungan. Karbon aktif yang digunakan berasal dari Balai Hutan Bogar yang ternyata memberikan pengaruh kecil terhadap peningkatan reaksi oksidasi endosulfan dengan ozon. Hal ini disebabkan endosulfan mempunyai gugus sulfida atau sulfur yang sang at reaktif terhadap ozon. Meskipun, jumlah OH meningkat disebabkan penggunaan ozonasi dengan karbon aktf. Kontribusi reaksi homogen dan heterogen terhadap penyisihan endosulfan pada kondisi pH netral dan suhu 20-30 oC masing-masing sebesar 79- 89% dan 11- 21% dari total penyisihan endosulfan dalam ozonasi katalitik dengan dipromosikan oleh karbon aktifKata kunci: Endosulfan, Karbon Aktif, Ozonasi Katalitik","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131079411","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lintang Adi Pradana, Kemal Naser, T. W. Samadhi, I. Makertihartha
Hydrotreating is a processing step in petroleum refinery, whose purpose is to remove impurities in refining feedstock. The performance of a hydrotreater is determined by the catalyst used in the process. One of the commonly used materials for catalyst support is gamma alumina, which in Indonesia is still being imported. The objective of this research is to define the recipe (operating conditions and working procedures) for synthesizing commercial-quality gamma alumina powder, as indicated by crystal structure and specific surface area specifications. The synthesis method used in this research is based on the procedure patented by Rana (2004). Gamma alumina is synthesized via precipitation, using technical grade alum (aluminum sulfate) as alumina source, and urea, ammonium hydroxide, and ammonium carbonate as precipitating agents. Alumina hydrate calcination temperature is varied at 550, 650 and 750°C. Calcination time is varied at 5 and 10 hours. Optimum calcination condition is achieved at a temperature of 750 °C for 10 hours. From the main experiment, it has been identified that gamma alumina with the best crystal structure is obtained by using ammonium carbonate as precipitating agent. The highest specific surface area is obtained by using continuous heating and stirring, using urea precipitating agent.Keywords: hydrotreating, gamma alumina, precipitation AbstrakHydrotreating merupakan tahapan pengolahan minyak bumi untuk menghilangkan pengotor di dalamnya. Kinerjanya dipengaruhi oleh katalis yang digunakan. Salah satu komponen katalis adalah penyangga. Bahan yang umum digunakan sebagai penyangga katalis hydrotreating adalah gamma alumina. Gamma alumina yang digunakan di Indonesia masih diimpor. Tujuan penelitian adalah menentukan resep (kondisi operasi dan prosedur kerja) sintesis gamma alumina fasa serbuk dengan kualitas komersial, yang mencakup spesifikasi struktur kristal dan luas permukaan. Sintesis gamma alumina pada penelitian ini menggunakan prosedur yang dipatenkan oleh Rana). Metode yang dilakukan adalah presipitasi dengan bahan baku tawas dan presipitator berupa urea, amonium hidroksida, dan amonium karbonat. Temperatur kalsinasi divariasikan pada 550, 650, dan 750°C. Waktu kalsinasi divariasikan pada 5 dan 10 jam. Kondisi optimum dicapai pada temperature kalsinasi 750°C selama 10 jam. Dari percobaan inti didapatkan bahwa gamma alumina dengan struktur kristal terbaik diperoleh dari presipitator amonium karbonat. Gamma alumina dengan luas permukaan terbesar diperoleh dari metode pemanasan serta pengadukan kontinu menggunakan presipitator urea.Kata kunci: hydrotreating, gamma alumina, presipitasi
加氢处理是炼油厂的一个加工步骤,其目的是去除精炼原料中的杂质。加氢器的性能是由加氢过程中使用的催化剂决定的。常用的催化剂载体材料之一是γ氧化铝,在印度尼西亚仍在进口。本研究的目的是通过晶体结构和比表面积规格来确定合成商业质量γ氧化铝粉末的配方(操作条件和工作程序)。本研究中使用的合成方法基于Rana(2004)获得专利的程序。以工业级明矾(硫酸铝)为氧化铝源,尿素、氢氧化铵、碳酸铵为沉淀剂,采用沉淀法合成伽马氧化铝。水合氧化铝煅烧温度在550、650和750℃时变化。煅烧时间在5小时和10小时之间变化。最佳焙烧条件为750℃,焙烧时间为10小时。通过主要实验,确定了以碳酸铵为沉淀剂可获得晶体结构最佳的γ氧化铝。用尿素沉淀剂连续加热搅拌得到最高比表面积。关键词:加氢处理,γ -氧化铝,沉淀加氢处理,墨鲁巴干,塔哈潘,彭戈拉汗,明牦牛,布米乌图克,孟希兰坎,彭戈托,迪达拉米亚。Kinerjanya dipengaruhi oleh katalis yang digunakan。Salah satu komponen katalis adalah penyangga。巴汉阳umum digunakan sebagai penyangga katalis加氢处理adalah γ氧化铝。伽玛氧化铝阳迪纳坎迪印尼马希迪进口。图juan penelitian adalah menentukan resep (kondisi operasi dan procser kerja) sintis γ -氧化铝fasa serbuk dengan kualitas komsial, yang menakup spicii strutur crystal danluas permukaan。Sintesis伽玛氧化铝帕帕佩利特尼尼蒙古纳坎检察官杨(dipatenkan oleh Rana)。方法:阳迪拉库坎阿达拉校长、丹丹巴哈巴哈校长、丹丹巴哈巴哈校长、丹丹巴哈校长、丹丹氢氧化铵。温度:550,650和750°C。Waktu kalsinasi divariasikan padada 5丹10果酱。康迪西最适宜的辣椒酱温度为750℃。氢氧化钠是氢氧化钠的主要组成部分。伽玛氧化铝登甘脲脲的制备方法:登甘脲脲的制备方法。Kata kunci:加氢处理,γ氧化铝,总裁
{"title":"Sintesis penyangga katalis gamma alumina dari aluminium sulfat","authors":"Lintang Adi Pradana, Kemal Naser, T. W. Samadhi, I. Makertihartha","doi":"10.5614/jtki.2008.7.2.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2008.7.2.4","url":null,"abstract":"Hydrotreating is a processing step in petroleum refinery, whose purpose is to remove impurities in refining feedstock. The performance of a hydrotreater is determined by the catalyst used in the process. One of the commonly used materials for catalyst support is gamma alumina, which in Indonesia is still being imported. The objective of this research is to define the recipe (operating conditions and working procedures) for synthesizing commercial-quality gamma alumina powder, as indicated by crystal structure and specific surface area specifications. The synthesis method used in this research is based on the procedure patented by Rana (2004). Gamma alumina is synthesized via precipitation, using technical grade alum (aluminum sulfate) as alumina source, and urea, ammonium hydroxide, and ammonium carbonate as precipitating agents. Alumina hydrate calcination temperature is varied at 550, 650 and 750°C. Calcination time is varied at 5 and 10 hours. Optimum calcination condition is achieved at a temperature of 750 °C for 10 hours. From the main experiment, it has been identified that gamma alumina with the best crystal structure is obtained by using ammonium carbonate as precipitating agent. The highest specific surface area is obtained by using continuous heating and stirring, using urea precipitating agent.Keywords: hydrotreating, gamma alumina, precipitation AbstrakHydrotreating merupakan tahapan pengolahan minyak bumi untuk menghilangkan pengotor di dalamnya. Kinerjanya dipengaruhi oleh katalis yang digunakan. Salah satu komponen katalis adalah penyangga. Bahan yang umum digunakan sebagai penyangga katalis hydrotreating adalah gamma alumina. Gamma alumina yang digunakan di Indonesia masih diimpor. Tujuan penelitian adalah menentukan resep (kondisi operasi dan prosedur kerja) sintesis gamma alumina fasa serbuk dengan kualitas komersial, yang mencakup spesifikasi struktur kristal dan luas permukaan. Sintesis gamma alumina pada penelitian ini menggunakan prosedur yang dipatenkan oleh Rana). Metode yang dilakukan adalah presipitasi dengan bahan baku tawas dan presipitator berupa urea, amonium hidroksida, dan amonium karbonat. Temperatur kalsinasi divariasikan pada 550, 650, dan 750°C. Waktu kalsinasi divariasikan pada 5 dan 10 jam. Kondisi optimum dicapai pada temperature kalsinasi 750°C selama 10 jam. Dari percobaan inti didapatkan bahwa gamma alumina dengan struktur kristal terbaik diperoleh dari presipitator amonium karbonat. Gamma alumina dengan luas permukaan terbesar diperoleh dari metode pemanasan serta pengadukan kontinu menggunakan presipitator urea.Kata kunci: hydrotreating, gamma alumina, presipitasi","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129379477","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The effects of leaves treatment and temperature to distillation times in clove oil isolation using super steam distillation Clove oil was generally obtained from clove leaves by using steam distillation. Distillation time was the most important factors in steam distillation as it was proportional to energy cost. In this work, the use of high boiling compound to accelerate steam distillation was studied in which steam distillation was conducted using temperature greater than 100oC. High temperature saturated steam could be obtained by boiling glycerol–water mixture. Glycerol was selected due to its properties in which it was completely water-soluble and high boiling compound. High temperature increased mass transfer of oil in the water within cell tissue of clove leaves, and hence shortened the distillation time. In this work, glycerol concentrations of 0, 10, 25, 50 and 75% by volume were used. The treatment of clove leaves was also investigated. The results showed that glycerol concentration of 10-75% by volum resulted in distillation time reduction of 46–72% compared to conventional steam distillation. For natural clove leaves without treatment, the convective mass transfer coefficient and effective molecular diffusivity were obtained to be 2x10-4 second-1 and 3,6x10-4 m2/second, whereas for chopped leaves these were 8,3x10-3 second-1 and 5,8x10-4 m2/second, respectively.Keywords: Isolation, Clove Oil, Super-Steam Distillation, Glycerol. Abstrak Minyak cengkeh umumnya diproduksi oleh para petani dari daun cengkeh dengan metode steam distillation. Parameter yang paling berpengaruh pada biaya distilasi adalah waktu distilasi, karena waktu distilasi akan berbanding lurus dengan biaya bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemakaian super-steam distillation dimana uap air jenuh yang digunakan untuk mendistilasi minyak cengkeh bersuhu lebih tinggi dari titik didih normal air (100oC). Uap jenuh bersuhu tinggi dapat diperoleh dengan mendidihkan campuran air dan gliserol atau pelarut lainnya yang bertitik didih tinggi dan larut sempurna dalam air. Pemakaian uap jenuh bersuhu tinggi akan meningkatkan difusitivitas efektif minyak cengkeh dalam jaringan sel tumbuhan, sehingga akan mempercepat waktu distilasi. Pada penelitian ini digunakan variasi konsentrasi gliserol 0, 10, 25, 50 dan 75% volume. Selain itu juga dipelajari pengaruh pencacahan daun cengkeh sebelum didistilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa super-steam distillation dengan campuran gliserol dan air dengan perbandingan volum 10-75% mampu memperpendek waktu distilasi sebesar 46-72%. Besarnya nilai koefisien transfer massa dan diffusivitas efektif rerata untuk daun cengkeh tanpa perlakuan adalah 2x10-4 detik-1 dan 3,6x10-4 m2/detik, sedangkan untuk daun dengan pencacahan adalah 8,3x10-3 detik-1 dan 5,8x10-4 m2/detik.Kata Kunci: Isolasi, Minyak Cengkeh, Super-Steam Distillation, Gliserol.
超蒸汽蒸馏法分离丁香油时,叶片处理和温度对蒸馏次数的影响,一般采用蒸汽蒸馏法提取丁香油。蒸馏时间与能量成本成正比,是蒸汽蒸馏过程中最重要的因素。本文研究了利用高沸点化合物加速蒸汽蒸馏,在温度大于100℃的条件下进行蒸汽蒸馏。将甘油-水混合物煮沸可得到高温饱和蒸汽。选择甘油是因为它是完全水溶性和高沸点的化合物。高温增加了丁香叶细胞组织内水中油脂的传质,从而缩短了丁香叶的蒸馏时间。在这项工作中,甘油的体积浓度分别为0、10、25、50和75%。对丁香叶的处理进行了研究。结果表明,当甘油体积浓度为10 ~ 75%时,蒸馏时间比常规蒸馏法缩短46 ~ 72%。未经处理的天然丁香叶的对流传质系数和有效分子扩散系数分别为2 × 10-4秒-1和3,6 × 10-4 m2/s,而切碎的丁香叶的对流传质系数和有效分子扩散系数分别为8,3 × 10-3秒-1和5,8 × 10-4 m2/s。关键词:分离,丁香油,超蒸汽蒸馏,甘油摘要/ abstract摘要:用水蒸气蒸馏法提纯提纯提纯提纯提纯提纯提纯。参数yang paling berpengaruh pada biaya蒸馏酒adalah waktu蒸馏酒,karena waktu蒸馏酒akan berbanding lurus dengan biaya bahan bakar。Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemakaian超蒸汽蒸馏dimana uap air jenuh yang digunakan untuk mendistilasi minyak cengkeh bersuhu lebih tinggi dari titik在正常空气(100℃)中进行。北京空气有限公司,北京空气有限公司,北京空气有限公司,北京空气有限公司,北京空气有限公司,北京空气有限公司。菲律宾人的酒业很好,很好,很好,很好,很好,很好,很好。Pada penelitian ini digunakan variasi konsentrasi gliserol 0,10,25,50丹75%体积。Selain itu juga dipelajari pengaruh pencacahan daun engkeh sebelum didistilasi。哈苏佩涅利特曼努朱克坎巴哇超蒸汽蒸馏登干甘露甘露甘露丹空气登干甘露甘露体积10-75%曼普成员佩佩纳克瓦克图蒸馏酒sebesar 46-72%。bessunya nilai koefisien转移massa - dan扩散效应,perlakkan adalah 2 × 10-4 detik-1 dan 3,6 × 10-4 m2/detik, sedangkan untuk davik dengan pencacahan adalah 8,3 × 10-3 detik-1 dan 5,8 × 10-4 m2/detik。Kata Kunci: Isolasi, Minyak Cengkeh,超级蒸汽蒸馏,Gliserol。
{"title":"Pengaruh perlakuan daun dan suhu terhadap waktu distilasi pada isolasi minyak cengkeh menggunakan super-steam distillation","authors":"Sutijan Sutijan, Arief Budiman, Arie Yohanes","doi":"10.5614/jtki.2009.8.2.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2009.8.2.6","url":null,"abstract":"The effects of leaves treatment and temperature to distillation times in clove oil isolation using super steam distillation Clove oil was generally obtained from clove leaves by using steam distillation. Distillation time was the most important factors in steam distillation as it was proportional to energy cost. In this work, the use of high boiling compound to accelerate steam distillation was studied in which steam distillation was conducted using temperature greater than 100oC. High temperature saturated steam could be obtained by boiling glycerol–water mixture. Glycerol was selected due to its properties in which it was completely water-soluble and high boiling compound. High temperature increased mass transfer of oil in the water within cell tissue of clove leaves, and hence shortened the distillation time. In this work, glycerol concentrations of 0, 10, 25, 50 and 75% by volume were used. The treatment of clove leaves was also investigated. The results showed that glycerol concentration of 10-75% by volum resulted in distillation time reduction of 46–72% compared to conventional steam distillation. For natural clove leaves without treatment, the convective mass transfer coefficient and effective molecular diffusivity were obtained to be 2x10-4 second-1 and 3,6x10-4 m2/second, whereas for chopped leaves these were 8,3x10-3 second-1 and 5,8x10-4 m2/second, respectively.Keywords: Isolation, Clove Oil, Super-Steam Distillation, Glycerol. Abstrak Minyak cengkeh umumnya diproduksi oleh para petani dari daun cengkeh dengan metode steam distillation. Parameter yang paling berpengaruh pada biaya distilasi adalah waktu distilasi, karena waktu distilasi akan berbanding lurus dengan biaya bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemakaian super-steam distillation dimana uap air jenuh yang digunakan untuk mendistilasi minyak cengkeh bersuhu lebih tinggi dari titik didih normal air (100oC). Uap jenuh bersuhu tinggi dapat diperoleh dengan mendidihkan campuran air dan gliserol atau pelarut lainnya yang bertitik didih tinggi dan larut sempurna dalam air. Pemakaian uap jenuh bersuhu tinggi akan meningkatkan difusitivitas efektif minyak cengkeh dalam jaringan sel tumbuhan, sehingga akan mempercepat waktu distilasi. Pada penelitian ini digunakan variasi konsentrasi gliserol 0, 10, 25, 50 dan 75% volume. Selain itu juga dipelajari pengaruh pencacahan daun cengkeh sebelum didistilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa super-steam distillation dengan campuran gliserol dan air dengan perbandingan volum 10-75% mampu memperpendek waktu distilasi sebesar 46-72%. Besarnya nilai koefisien transfer massa dan diffusivitas efektif rerata untuk daun cengkeh tanpa perlakuan adalah 2x10-4 detik-1 dan 3,6x10-4 m2/detik, sedangkan untuk daun dengan pencacahan adalah 8,3x10-3 detik-1 dan 5,8x10-4 m2/detik.Kata Kunci: Isolasi, Minyak Cengkeh, Super-Steam Distillation, Gliserol.","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131214294","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The resources and reserves of oil which is a non renewable energy are very limited, while the oil consumption is increasing continuously. It is necessary to look for alternative energy. Etanol, a liquid energy, is a renewable alternative energy. Glucose can be used as raw material for etanol production. Glucose can be obtained by enzymatic hydrolysis of bagasse which is a solid waste of sugar canefactory. The objective of this research was to get the optimum condition of etanol production using bagasse as raw material. The experimental research consisted of 2 steps. First step : enzymatic hydrolysis of bagasse with chemical pretreatment process, and the second step was fermentation process using Zymomonas mobilis bacteria. Variables of thefirst step were the NaOH concentration (5%, 7% and 9%) as a pretreatment agent, and cellulase enzyme used (30, 40 and 50 cellulase enzyme units/gram bagasse). For the second step, the variables were glucose concentration (I2.5%, 15%, 20%, 22.5%, and 25%) and the fermentation time (20, 24, 28, 32, 36, 40 and 48 hours). The experiment showed that the best result of the enzymatic hydrolysis could be obtained by NaOH 7% as chemical pretreatment agent and using 50 units of cellulase enzyme/gram bagasse. The cellulose conversion of bagasse was 87% within 42 hours period time. The highest etanol concentration of the fermentation process was 9.238% (weight %) and the yield was 0.4912 grams etanol/gram glucose. It was reached by using 22.5% glucose during 48 hours fermentation time.Keywords: etanol; fermentation; Zymomonas mobilis; glucose; hydrolysis; cellulase enzyme; pretreatment;bagasse AbstrakCadangan minyak bumi yang merupakan non renewable energy (energi tak terbarukan) sangat terbatas, sedang konsumsinya terus meningkat. Untuk itu perlu dicari energi alternatif. Etanol merupakan salah satu energi cair alternatif yang terbarukan (renewable). Bahan baku etanol antara lain adalah glukosa. Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisa enzimatik bagas yang merupakan limbah pabrik gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi yang optimum dari pembuatan etanol dengan bahan baku bagas. Penelitian experimental meliputi dua tahap. Tahap I : proses hidrolisa enzimatik dari bagas dengan perlakuan pendahuluan (pretreatment), dan tahap II adalah proses fermentasi dengan bakteri Zymomonas mobilis. Variabel pada tahap I adalah konsentrasi NaOH sebagai pretreatment agent sebesar 5%, 7% dan 9% serta pemakaian enzim selulase : 30, 40 dan 50 unit enzim selulase/gram bagas. Variabel untuk tahap II adalah konsentrasi glukosa: 12.5%, 15%, 20%, 22.5% dan 25% dan waktu fermentasi 20, 24, 28, 32, 36, 40 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hidrolisa enzimatik hasil yang terbaik diperoleh dengan NaOH 7% dan 50 unit enzim selulase/gram bagas dengan konversi selulosa 87% dan waktu 42 jam. Untuk fermentasi kadar etanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi glukosa 22.5% yaitu sebe
石油作为一种不可再生能源,其资源和储量十分有限,而石油消费量却在不断增加。寻找替代能源是必要的。乙醇是一种液体能源,是一种可再生的替代能源。葡萄糖可以作为生产乙醇的原料。甘蔗渣是制糖厂的固体废弃物,可通过酶解制取葡萄糖。以甘蔗渣为原料制备乙醇的最佳工艺条件。实验研究分为两个步骤。第一步:蔗渣化学预处理酶解工艺,第二步:利用活动单胞菌发酵工艺。第一步的变量为NaOH浓度(5%,7%和9%)作为预处理剂,以及使用的纤维素酶(30,40和50纤维素酶单位/克甘蔗渣)。第二步,变量为葡萄糖浓度(I2.5%, 15%, 20%, 22.5%和25%)和发酵时间(20,24,28,32,36,40和48小时)。实验表明,以7% NaOH为化学预处理剂,纤维素酶用量为50单位/克甘蔗渣,酶解效果最佳。在42小时内,蔗渣的纤维素转化率为87%。发酵过程中最高乙醇浓度为9.238%(重量%),产率为0.4912 g乙醇/g葡萄糖。发酵时间为48小时,葡萄糖用量为22.5%。关键词:etanol;发酵;发酵单胞菌属mobilis;葡萄糖;水解;纤维素酶酶;甘蔗渣预处理甘蔗渣预处理甘蔗渣不可再生能源(energi tak terbarukan) sangat terbatas, sedang konsumsinya terus meningkat。Untuk是一种可替代能源。Etanol merupakan salah是可再生能源的替代能源。Bahan baku etanol antara lain adalah glukosa。这是一种非常有效的方法。Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi yang最优dari pembuatan乙醇dengan bahan baku bagas。Penelitian实验melitputi dutahap。塔哈普ⅰ:发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵发酵。可变pada tahap I adalah konsentrasi NaOH sebagai预处理剂sebesar 5%, 7%和9% serta pemakaian酶selselase: 30, 40和50单位酶selselase /g bagas。变量untuk tahap II adalah konsentrasi glukosa: 12.5%, 15%, 20%, 22.5%和25%当waktu发酵20,24,28,32,36,40和48果酱。Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hidrolisa enzimatik Hasil yang terbaik diperoleh dengan NaOH 7%丹50单位酶selulase/g bagas dengan konversi selulosa 87%丹waktu 42 jam。Untuk发酵,卡达尔乙醇发酵,diperoleh, pada, konsentrasi glucosa, 22.5%, yitu sebesar, 9.238%, waktu48果酱产率0.4912克。Kata Kunci:乙醇;fennentasi;发酵单胞菌属mobilis;glukosa;hidrolisa;enzim selulase;预处理;巴格。
{"title":"Fermentasi etanol menggunakan bakteri Zymonas mobilis dari glukosa hasil hidrolisa enzimatik bagas","authors":"S. Saraswati","doi":"10.5614/jtki.2007.6.2.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2007.6.2.3","url":null,"abstract":"The resources and reserves of oil which is a non renewable energy are very limited, while the oil consumption is increasing continuously. It is necessary to look for alternative energy. Etanol, a liquid energy, is a renewable alternative energy. Glucose can be used as raw material for etanol production. Glucose can be obtained by enzymatic hydrolysis of bagasse which is a solid waste of sugar canefactory. The objective of this research was to get the optimum condition of etanol production using bagasse as raw material. The experimental research consisted of 2 steps. First step : enzymatic hydrolysis of bagasse with chemical pretreatment process, and the second step was fermentation process using Zymomonas mobilis bacteria. Variables of thefirst step were the NaOH concentration (5%, 7% and 9%) as a pretreatment agent, and cellulase enzyme used (30, 40 and 50 cellulase enzyme units/gram bagasse). For the second step, the variables were glucose concentration (I2.5%, 15%, 20%, 22.5%, and 25%) and the fermentation time (20, 24, 28, 32, 36, 40 and 48 hours). The experiment showed that the best result of the enzymatic hydrolysis could be obtained by NaOH 7% as chemical pretreatment agent and using 50 units of cellulase enzyme/gram bagasse. The cellulose conversion of bagasse was 87% within 42 hours period time. The highest etanol concentration of the fermentation process was 9.238% (weight %) and the yield was 0.4912 grams etanol/gram glucose. It was reached by using 22.5% glucose during 48 hours fermentation time.Keywords: etanol; fermentation; Zymomonas mobilis; glucose; hydrolysis; cellulase enzyme; pretreatment;bagasse AbstrakCadangan minyak bumi yang merupakan non renewable energy (energi tak terbarukan) sangat terbatas, sedang konsumsinya terus meningkat. Untuk itu perlu dicari energi alternatif. Etanol merupakan salah satu energi cair alternatif yang terbarukan (renewable). Bahan baku etanol antara lain adalah glukosa. Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisa enzimatik bagas yang merupakan limbah pabrik gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi yang optimum dari pembuatan etanol dengan bahan baku bagas. Penelitian experimental meliputi dua tahap. Tahap I : proses hidrolisa enzimatik dari bagas dengan perlakuan pendahuluan (pretreatment), dan tahap II adalah proses fermentasi dengan bakteri Zymomonas mobilis. Variabel pada tahap I adalah konsentrasi NaOH sebagai pretreatment agent sebesar 5%, 7% dan 9% serta pemakaian enzim selulase : 30, 40 dan 50 unit enzim selulase/gram bagas. Variabel untuk tahap II adalah konsentrasi glukosa: 12.5%, 15%, 20%, 22.5% dan 25% dan waktu fermentasi 20, 24, 28, 32, 36, 40 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk hidrolisa enzimatik hasil yang terbaik diperoleh dengan NaOH 7% dan 50 unit enzim selulase/gram bagas dengan konversi selulosa 87% dan waktu 42 jam. Untuk fermentasi kadar etanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi glukosa 22.5% yaitu sebe","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"182 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124594587","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Bio ethanol is a very attractive fuel source for communities or even countries that wish to be self-sustainable and not reliant on foreign resources. A variety of feedstock materials may be used to produce ethanol, such as glucose or starchy material (cassava, corn, etc.), by preparing it with a hydrolysis pre-treatment to form glucose. The enzymatic hydrolysis of starch requires at least two different enzymes such as α-amylase for liquefaction process and maltase for saccharification process. The main objective of this research is to produce sub-merged culture enzyme from Aspergillus sp that contained α-amylase and maltase enzymes in sufficient quantity to convert starch which is contained in cassava powder to form glucose. Aspergillus niger CCL 74 ITB and Aspergillus oryzae CCL ITB were cultivated in sub-merged culture. The main raw material of the medium had been varied between vinase from molasse and cake from peanut. Sub-merged culture from Aspergillus niger CCL74 ITB in the vinase medium gave higher a-amylase and maltase activities, compare to sub merged culture from A. oryzae CCL ITB. Using vinase from molasse gave higher enzymes yield than using medium from peanut cake.Keywords: α-amylase and Maltase, Sub-merged culture of Aspergillus niger. Aspergillus oryzae AbstrakBahan bakar hayati seperti bioetanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang potensial dalam mengurangi impor BBM Indonesia. Rute utama pembuatan bioetanol adalah viafermentasi bahan berkarbohidrat. Bahan berkarbohidrat yang potensial dikembangkan di Indonesia dalam produksi bioetanol adalah singkong. Proses konversi pati dalam singkong menjadi etanol biasanya dilakukan melalui proses enzimatik yaitu proses likuefaksi oleh enzim α-amilase, proses sakarifikasi oleh enzim maltase dan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kultur jamur Aspergillus sp. yang menghasilkan enzim α-amilase dan maltase dalam kuantitas memadai yang akan digunakan sebagai sumber enzim penghidrolisis pati dalam singkong. Jenis jamur yang digunakan Aspergillus niger CCL 74 ITB dan Aspergillus oryzae CCL ITB. Bahan baku utama medium divariasikan antara vinase dan bungkil kacang tanah. Kultur Aspergillus niger CCL74 ITB memberikan aktivitas a-amilase dan maltase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kultur Aspergillus oryzae CCL ITB. Penggunaan vinase memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan medium bungkil kacang tanah dalam produksi kedua enzim.Kata Kunci: Enzim α-amilase, Glukoamilase, Aspergillus niger. Aspergillus oryzae
对于那些希望自给自足、不依赖外国资源的社区甚至国家来说,生物乙醇是一种非常有吸引力的燃料来源。多种原料可用于生产乙醇,如葡萄糖或淀粉类材料(木薯、玉米等),通过水解预处理制备成葡萄糖。淀粉的酶解至少需要两种不同的酶,如α-淀粉酶用于液化过程,麦芽糖酶用于糖化过程。本研究的主要目的是利用曲霉生产出含有足够数量α-淀粉酶和麦芽糖酶的浸没培养酶,将木薯粉中的淀粉转化为葡萄糖。对黑曲霉CCL 74 ITB和米曲霉CCL ITB进行了水下培养。培养基的主要原料为糖蜜酵素和花生饼。与米曲霉CCL74 ITB混合培养相比,黑曲霉CCL74 ITB在葡萄酶培养基中具有更高的a-淀粉酶和麦芽糖酶活性。用糖蜜产酶比用花生蛋糕产酶产酶率高。关键词:α-淀粉酶和麦芽糖酶;黑曲霉;摘要米曲霉bahan bakar hayati seperti生物乙醇merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang潜在的dalam mengurangi进口BBM印度尼西亚。研究了生物乙醇在生物燃料中的应用。Bahan berkarbohidrat yang潜在的dikembangkan di印度尼西亚dalam产品生物乙醇adalah新加坡。Proses konversi pati dalam singkong menjadi etanol biasanya dilakukan melalui prozimatik yitu profaksi oleh酶α-淀粉酶,prosakarifikasi oleh酶maltase dan fermentasi。图鹃penelitian ini adalah mendapatkan培养jamur Aspergillus sp. yang menghasilkan酶α-淀粉酶和麦芽糖酶dalam kuantitas memadai yang akan digunakan sebagai sumnumber酶penghidrolisis pati dalam singkong。Jenis jamur yang digunakan黑曲霉ccl74b和米曲霉cclitb。Bahan baku utama medium divariasikan antara vinase dan bungkil kacang tanah。培养黑曲霉CCL74 ITB成员活性酶a-淀粉酶和麦芽糖酶yang lebih tingi dibandingkan dengan培养米曲霉CCL ITB。彭古南葡萄酶成员,哈西尔,杨利比,贝赫,迪班丁,坎,登干培养基,bungkil kacang, tanah dalam产品,克多瓦酶。Kata Kunci:酶α-淀粉酶,葡萄糖淀粉酶,黑曲霉。米曲霉
{"title":"Produksi kultur rendam jamur Aspergillus niger dan Aspergillus oryzae ITBCCL sebagai sumber enzim untuk produksi bioetanol dari singkong","authors":"Siti Maemunah, S AchmadAli","doi":"10.5614/jtki.2006.5.1.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2006.5.1.3","url":null,"abstract":"Bio ethanol is a very attractive fuel source for communities or even countries that wish to be self-sustainable and not reliant on foreign resources. A variety of feedstock materials may be used to produce ethanol, such as glucose or starchy material (cassava, corn, etc.), by preparing it with a hydrolysis pre-treatment to form glucose. The enzymatic hydrolysis of starch requires at least two different enzymes such as α-amylase for liquefaction process and maltase for saccharification process. The main objective of this research is to produce sub-merged culture enzyme from Aspergillus sp that contained α-amylase and maltase enzymes in sufficient quantity to convert starch which is contained in cassava powder to form glucose. Aspergillus niger CCL 74 ITB and Aspergillus oryzae CCL ITB were cultivated in sub-merged culture. The main raw material of the medium had been varied between vinase from molasse and cake from peanut. Sub-merged culture from Aspergillus niger CCL74 ITB in the vinase medium gave higher a-amylase and maltase activities, compare to sub merged culture from A. oryzae CCL ITB. Using vinase from molasse gave higher enzymes yield than using medium from peanut cake.Keywords: α-amylase and Maltase, Sub-merged culture of Aspergillus niger. Aspergillus oryzae AbstrakBahan bakar hayati seperti bioetanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang potensial dalam mengurangi impor BBM Indonesia. Rute utama pembuatan bioetanol adalah viafermentasi bahan berkarbohidrat. Bahan berkarbohidrat yang potensial dikembangkan di Indonesia dalam produksi bioetanol adalah singkong. Proses konversi pati dalam singkong menjadi etanol biasanya dilakukan melalui proses enzimatik yaitu proses likuefaksi oleh enzim α-amilase, proses sakarifikasi oleh enzim maltase dan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kultur jamur Aspergillus sp. yang menghasilkan enzim α-amilase dan maltase dalam kuantitas memadai yang akan digunakan sebagai sumber enzim penghidrolisis pati dalam singkong. Jenis jamur yang digunakan Aspergillus niger CCL 74 ITB dan Aspergillus oryzae CCL ITB. Bahan baku utama medium divariasikan antara vinase dan bungkil kacang tanah. Kultur Aspergillus niger CCL74 ITB memberikan aktivitas a-amilase dan maltase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kultur Aspergillus oryzae CCL ITB. Penggunaan vinase memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan medium bungkil kacang tanah dalam produksi kedua enzim.Kata Kunci: Enzim α-amilase, Glukoamilase, Aspergillus niger. Aspergillus oryzae","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126579618","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
W. Purwanto, S. Slamet, M. Rifki, Isye Hayatina, Tiurma Theresa, Priyo Priyanggoro, R. Pattyranie, Verina Jwd, Siti Rochani
The purposes of this research are designing the prototype of DMFC, consist of graphite and aluminium cell stacks and MEA with difference Nafion content. Cell stack has active area of 6.5 cm2, and single serpentine flow field. MEAs were fabricated using Nafion membrane 117 (DuPont), gas diffusion layer (GDL) carbon cloth, and commercial catalysts E-Tek, Pt/C for the cathode side and Pt-Ru/C for the anode. Catalysts loading on the anode are 3 and 4 mgPt-Ru/cm2 and on the cathode is 3 mg/cm2. Dry Nafion content of 20 %-wt and 40 %-wt were used in this experiment. MEA fabrication was done by brush coating and hot pressing. Single cell test conducted to evaluate the performance of DMFC at 70°C with 2M methanol as fuel and air as the oxidant. The results of single cell test showed that cell voltage of 600-750 mV, current density of 100 150 mW/cm2, with maximum power density of 19 mW/cm2 ware achieved. MEA with 40 wt% Nafion content showed the better performance than 20 %-wt with power density 19 mWlcm2 and 6 mW/cm2, respectively. Increasing the catalyst loading from 3 to 4 mgPt-Ru/cm2 improved the power density from 16 to 18 mW/cm2. Keywords: Direct Methanol Fuel Cell, Cel stack, MEA, Nation content. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah prototipe DMFC dengan cell stack berbahan grafit dan aluminium serta fabrikasi MEA dengan variasi kandungan Nafion. Cell stack memiliki luas aktif 6.5 cm2 dengan flowfield bertipe single serpentine. MEA difabrikasi menggunakan membran Nafion 117 (DuPont), lapisan difusi gas carbon cloth dan katalis komersial E-Tek, Pt/C untuk katoda dan Pt-Ru/Cuntuk anoda. Kandungan katalis adalah 3 dan 4 mgPt-Ru/cm2 pada sisi anoda dan 3 mg/cm2 pada sisi katoda. Kandungan Nafion yang digunakan adalah 20 dan 40 % berat. Fabrikasi MEA dilakukan dengan metode brush coating dan hot pressing. Uji kinerja DMFC dilakukan pada suhu 70°C dengan menggunakan bahan bakar metanal 2M dan udara sebagai oksidan. Hasil uji kinerja DMFC sel tunggal didapatkan potensial sel 600-750 mv densitas arus 100-150 mW/cm serta densitas energi maksimum 19 mW/cm2. MEA dengan kandun?an Nafion 40 % berat memiliki kinerja yang lebih baik dengan densitas energi 19 mW/cm dibandingkan dengan Nafion 20 % berat sebesar 6 mW/cm2. Kenaikan loading katalis anoda dari 3 menjadi 4 mgPt-Ru/cm2 dapat meningkatkan densitas energi dari 16 mW/cm2 menjadi 18 mW/cm2.Kata kunci: Direct Methanol Fuel Cell,Cel stack, MEA, kandungan Nation.
本研究的目的是设计DMFC的原型,该原型由石墨和铝电池堆和不同Nafion含量的MEA组成。电池堆的有效面积为6.5 cm2,流场为单一蛇形流场。采用Nafion膜117 (DuPont)、气体扩散层(GDL)碳布、E-Tek、Pt/C为阴极、Pt- ru /C为阳极的商用催化剂制备了MEAs。催化剂负极负载为3和4 mgPt-Ru/cm2,负极负载为3 mg/cm2。本试验采用干离子含量为20% -wt和40% -wt。采用刷涂和热压相结合的方法制备了MEA。在70℃条件下,以2M甲醇为燃料,空气为氧化剂,对DMFC的性能进行了单电池试验。单体电池试验结果表明,电池电压为600 ~ 750 mV,电流密度为100 ~ 150 mW/cm2,最大功率密度为19 mW/cm2。在功率密度分别为19 mWlcm2和6 mW/cm2时,Nafion含量为40 wt%的MEA的性能优于20% -wt。将催化剂负载从3 mgPt-Ru/cm2增加到4 mgPt-Ru/cm2,使功率密度从16 mW/cm2提高到18 mW/cm2。关键词:直接甲醇燃料电池,电池堆,MEA, Nation含量。摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract胞堆内存大小为6.5 cm2,登干流场为单蛇纹石。MEA difabrikasi menggunakan膜Nafion 117 (DuPont), lapisan difusi gas carbon布dan katalis komeral E-Tek, Pt/C untuk katoda和Pt- ru /Cuntuk anoda。Kandungan katalis adalah 3丹4 mgPt-Ru/cm2 padsisi anoda丹3毫克/cm2 padsisi katoda。Kandungan民族,yang digunakan adalah, 20丹,40%,berat。法布里卡西MEA是双拉坎登干方法刷涂丹热压。Uji kinerja DMFC dilakukan pada suhu 70°C登安menggunakan bahan bakar金属2M danudara sebagai oksidan。Hasil uji kinerja DMFC sel tungal didapatkan电势可提供600-750毫伏的密度或100-150毫伏/厘米的密度,最大能量可达19毫伏/平方厘米。MEA dengan kandun?其中,国家40%的能源密度为19兆瓦/厘米,而国家20%的能源密度为6兆瓦/厘米。Kenaikan加载katalis anoda dari 3 menjadi 4 mgPt-Ru/cm2 dapat meningkatkan密度为energi dari 16 mW/cm2 menjadi 18 mW/cm2。Kata kunci:直接甲醇燃料电池,电池堆,MEA, kandungan Nation。
{"title":"Pengebangan prototipe direct methanl fuel cell (DMFC) dan pengaruh kandungan nafion membrane electrode assembly (MEA)","authors":"W. Purwanto, S. Slamet, M. Rifki, Isye Hayatina, Tiurma Theresa, Priyo Priyanggoro, R. Pattyranie, Verina Jwd, Siti Rochani","doi":"10.5614/jtki.2008.7.2.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2008.7.2.5","url":null,"abstract":"The purposes of this research are designing the prototype of DMFC, consist of graphite and aluminium cell stacks and MEA with difference Nafion content. Cell stack has active area of 6.5 cm2, and single serpentine flow field. MEAs were fabricated using Nafion membrane 117 (DuPont), gas diffusion layer (GDL) carbon cloth, and commercial catalysts E-Tek, Pt/C for the cathode side and Pt-Ru/C for the anode. Catalysts loading on the anode are 3 and 4 mgPt-Ru/cm2 and on the cathode is 3 mg/cm2. Dry Nafion content of 20 %-wt and 40 %-wt were used in this experiment. MEA fabrication was done by brush coating and hot pressing. Single cell test conducted to evaluate the performance of DMFC at 70°C with 2M methanol as fuel and air as the oxidant. The results of single cell test showed that cell voltage of 600-750 mV, current density of 100 150 mW/cm2, with maximum power density of 19 mW/cm2 ware achieved. MEA with 40 wt% Nafion content showed the better performance than 20 %-wt with power density 19 mWlcm2 and 6 mW/cm2, respectively. Increasing the catalyst loading from 3 to 4 mgPt-Ru/cm2 improved the power density from 16 to 18 mW/cm2. Keywords: Direct Methanol Fuel Cell, Cel stack, MEA, Nation content. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah prototipe DMFC dengan cell stack berbahan grafit dan aluminium serta fabrikasi MEA dengan variasi kandungan Nafion. Cell stack memiliki luas aktif 6.5 cm2 dengan flowfield bertipe single serpentine. MEA difabrikasi menggunakan membran Nafion 117 (DuPont), lapisan difusi gas carbon cloth dan katalis komersial E-Tek, Pt/C untuk katoda dan Pt-Ru/Cuntuk anoda. Kandungan katalis adalah 3 dan 4 mgPt-Ru/cm2 pada sisi anoda dan 3 mg/cm2 pada sisi katoda. Kandungan Nafion yang digunakan adalah 20 dan 40 % berat. Fabrikasi MEA dilakukan dengan metode brush coating dan hot pressing. Uji kinerja DMFC dilakukan pada suhu 70°C dengan menggunakan bahan bakar metanal 2M dan udara sebagai oksidan. Hasil uji kinerja DMFC sel tunggal didapatkan potensial sel 600-750 mv densitas arus 100-150 mW/cm serta densitas energi maksimum 19 mW/cm2. MEA dengan kandun?an Nafion 40 % berat memiliki kinerja yang lebih baik dengan densitas energi 19 mW/cm dibandingkan dengan Nafion 20 % berat sebesar 6 mW/cm2. Kenaikan loading katalis anoda dari 3 menjadi 4 mgPt-Ru/cm2 dapat meningkatkan densitas energi dari 16 mW/cm2 menjadi 18 mW/cm2.Kata kunci: Direct Methanol Fuel Cell,Cel stack, MEA, kandungan Nation.","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"163 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127309625","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Methane gas emmision utilization from natural gas piping system compressor station as thermal energy sourceEmission of CH4 gas to the atmosphere may result in a global warming effect 21 times larger than that of CO2. One of the strategies to reduce this impact is to convert CH4 to CO2 in a Reverse Flow Reactor (RFR). RFR is a suitable apparatus to process gases with very low concentrations (0.1–1 %-v). The CH4 combustion reaction is exothermic, with a DTadiabatic between 10–200 oC (at a 0.1–1 %-v concentration), and therefore its heat of reaction may be used as a thermal energy source. RFR is capable of controlling heat transfer in the reactor, storing heat, and releasing it to heat low-temperature feeds. This paper presents the results of a study on the effect of the removal of heat generated by CH4 combustion as thermal energy source on the performance of RFR. The methodology in this study involved computer simulations. For a feed flowrate of 0.22 L/s, the optimum rate of heat that can be recovered was 43 kJ/m3×s (heat recovery efficiency of 50.4%). An air flowrate of 92.9 g/s was required to extract the heat.Keyword: Reverse flow reactor, methane catalytic combustion, modeling, green house effect simulation, gas piping system. AbstrakEmisi gas CH4 ke atmosfer dapat menyebabkan pengaruh pemanasan global 21 kali lebih tinggi dibandingkan gas CO2. Salah satu strategi untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan mengkonversi gas CH4 menjadi CO2 dalam Reaktor Aliran Bolak-Balik (RABB). RABB adalah piranti yang tepat untuk mengolah gas yang berkonsentrasi sangat kecil (0,1-1 %-v). Reaksi pembakaran CH4 bersifat eksotermis dengan DTadiabatik berkisar antara 10–200 oC (konsentrasi 0,1–1 %-v), sehingga panas reaksinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi termal. RABB memiliki kemampuan dalam mengendalikan pergerakan panas di dalam reaktor, menyimpan panas, dan memberikannya kembali untuk memanaskan umpan yang bertemperatur rendah. Makalah ini menyampaikan hasil kajian tentang pengaruh pengambilan panas hasil reaksi pembakaran gas CH4 sebagai sumber energi termal terhadap kinerja RABB. Metodologi yang digunakan adalah dengan simulasi komputer. Untuk laju alir umpan sebesar 0,22 L/s, panas optimum yang dapat dimanfaatkan adalah 43 kJ/m3.s (efisiensi pemulihan panas 50,4%) dan dibutuhkan laju alir udara sebesar 92,9 g/s untuk mengekstrak panas.Kata kunci: Reaktor aliran bolak-balik, pembakaran katalitik metana, pemodelan, simulasi efek rumah kaca, sistem perpipaan gas
天然气管道系统压缩站作为热能源的甲烷气体排放利用向大气排放CH4气体造成的全球变暖效应可能是CO2的21倍。减少这种影响的策略之一是在逆流反应器(RFR)中将CH4转化为CO2。RFR是处理极低浓度(0.1 - 1% -v)气体的合适设备。CH4燃烧反应为放热反应,绝热温度在10-200℃(0.1 - 1% -v浓度),因此其反应热可用作热源。RFR能够控制反应堆中的传热,储存热量,并将其释放以加热低温进料。本文介绍了作为热源的CH4燃烧产生的热量的去除对RFR性能影响的研究结果。这项研究的方法涉及计算机模拟。当进料流量为0.22 L/s时,最佳热回收率为43 kJ/m3×s(热回收率为50.4%)。提取热量所需的空气流速为92.9 g/s。关键词:逆流反应器,甲烷催化燃烧,建模,温室效应模拟,燃气管道系统[摘要]大气中排放气体CH4与全球大气中排放气体CO2的比值。Salah satu strategy untuk mengurangi danpak tersebut adalah dengan mengkonversi gas CH4 menjadi CO2 dalam Reaktor alian Bolak-Balik (RABB)。RABB adalah piranti yang tepat untuk mengolah gas yang berkonsentrasi sangat kecil (0,1-1 %-v)。Reaksi pembakaran CH4 bersifat eksotermis dengan dtababatik berkisar antara 10-200 oC (konsentrasi 0,1 - 1 %-v), sehinga panas reaksinya dapat dimanfaatkan sebagai总能量。RABB memiliki kemampuan dalam mengendalikan pergerakan panas di dalam reaktor, menyimpan panas, danmemberkanya kembali untuk memanaskan umpan yang bertemur rendah。Makalah ini menyampaikan hasil kajian tenang pengaruh pengambilan panas hasil reaksi pembakaran gas CH4 sebagai number energy terhadap kinerja RABB。方法学杨迪古纳坎adalaldengan模拟计算机。Untuk laju alir unpan sebesar为0.22 L/s, pana的最佳yang dapat dimanfaatkan adalar为43 kJ/m3。S (efisiensi pemulihan panas 50,4%) Dan dibutuhkan laju alir udara sebesar 92,9 g/ S untuk mengekstrak panas。Kata kunci: Reaktor aliran bolak-balik, pembakaran katalitik metana, pemodelan, simulasi efek rumah kaca,系统perpipaan gas
{"title":"Pemanfaatan emisi gas metana dari stasiun kompresor sistem perpipaan gas alam sebagai sumber energi termal","authors":"Yogi Wibisono Budhi, Mohammad Effendy","doi":"10.5614/jtki.2009.8.1.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2009.8.1.2","url":null,"abstract":"Methane gas emmision utilization from natural gas piping system compressor station as thermal energy sourceEmission of CH4 gas to the atmosphere may result in a global warming effect 21 times larger than that of CO2. One of the strategies to reduce this impact is to convert CH4 to CO2 in a Reverse Flow Reactor (RFR). RFR is a suitable apparatus to process gases with very low concentrations (0.1–1 %-v). The CH4 combustion reaction is exothermic, with a DTadiabatic between 10–200 oC (at a 0.1–1 %-v concentration), and therefore its heat of reaction may be used as a thermal energy source. RFR is capable of controlling heat transfer in the reactor, storing heat, and releasing it to heat low-temperature feeds. This paper presents the results of a study on the effect of the removal of heat generated by CH4 combustion as thermal energy source on the performance of RFR. The methodology in this study involved computer simulations. For a feed flowrate of 0.22 L/s, the optimum rate of heat that can be recovered was 43 kJ/m3×s (heat recovery efficiency of 50.4%). An air flowrate of 92.9 g/s was required to extract the heat.Keyword: Reverse flow reactor, methane catalytic combustion, modeling, green house effect simulation, gas piping system. AbstrakEmisi gas CH4 ke atmosfer dapat menyebabkan pengaruh pemanasan global 21 kali lebih tinggi dibandingkan gas CO2. Salah satu strategi untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan mengkonversi gas CH4 menjadi CO2 dalam Reaktor Aliran Bolak-Balik (RABB). RABB adalah piranti yang tepat untuk mengolah gas yang berkonsentrasi sangat kecil (0,1-1 %-v). Reaksi pembakaran CH4 bersifat eksotermis dengan DTadiabatik berkisar antara 10–200 oC (konsentrasi 0,1–1 %-v), sehingga panas reaksinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi termal. RABB memiliki kemampuan dalam mengendalikan pergerakan panas di dalam reaktor, menyimpan panas, dan memberikannya kembali untuk memanaskan umpan yang bertemperatur rendah. Makalah ini menyampaikan hasil kajian tentang pengaruh pengambilan panas hasil reaksi pembakaran gas CH4 sebagai sumber energi termal terhadap kinerja RABB. Metodologi yang digunakan adalah dengan simulasi komputer. Untuk laju alir umpan sebesar 0,22 L/s, panas optimum yang dapat dimanfaatkan adalah 43 kJ/m3.s (efisiensi pemulihan panas 50,4%) dan dibutuhkan laju alir udara sebesar 92,9 g/s untuk mengekstrak panas.Kata kunci: Reaktor aliran bolak-balik, pembakaran katalitik metana, pemodelan, simulasi efek rumah kaca, sistem perpipaan gas","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114200551","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Study of utilization of reverse flow reactor for the catalytic oxidation of gasoline vapor Catalytic oxidation of gasoline vapor is one of methods to reduce the gasoline vapor emission at fuel station. This reaction is exothermic with large heat of reaction, so that the heat released can be used for heating the feed gas, leading to auto thermal condition.. The auto thermal conditions with low feed concentration, like gasoline vapor emission, can be achieved by using a reverse-flow reactor (RFR), a kind of fixed bed reactor in which flow direction is periodically changed. The objective of this research is to develop the using of a RFR to reduce the gasoline vapor emissions at fuel station, based on simulations using FlexPDE version 6 and later used as the basis for the experimental development. The model of RFR was developed, by using iso-octane as a model component. The simulation consists of: (1) RFR with one way direction, which was used as the basis for the determination of RFR operating conditions and (2) RFR at current start-up conditions. The simulations were conducted using a software package FlexPDE version 6. The kinetic parameters and physical properties were taken from literature. The simulation results of the RFR at one way direction show that catalytic oxidation of gasoline vapor can conducted best at temperature of 773 K, while the RFR shows the accumulation of heat in the reactor bed that can be utilized for process start-up. Time to reach 100% conversion of gasoline for reverse flow operation mode is faster than one way operation mode. Thus the operation of gasoline emission catalytic oxidation reaction in reverse flow reactor can be developed experimentally. Keywords: Dynamic reactor, Catalytic oxidationAbstrakOksidasi katalitik uap bensin adalah salah satu cara untuk mengurangi emisi uap bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum. Reaksi ini adalah reaksi eksotermik, sehingga panas reaksi yang timbul dapat dimanfaatkan untuk memanaskan umpan agar reaktor dapat berperilaku ototermal. Kondisi ototermal dengan umpan emisi uap bensin yang berkonsentrasi rendah dapat tercapai dengan menggunakan reverse flow reactor (RFR), yaitu reaktor unggun tetap yang arah alirannya diubah secara periodik. Tujuan kajian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan RFR untuk menurunkan emisi uap bensin di SPBU, berdasarkan simulasi menggunakan FlexPDE versi 6 dan nantinya digunakan sebagai dasar pengembangan secara eksperimental. Model RFR dikembangkan dengan menggunakan iso-oktana sebagai komponen model. Simulasi terdiri dari (1) simulasi RFR satu arah, yang digunakan sebagai dasar penentuan kondisi operasi RFR dan (2) simulasi RFR dengan konfigurasi start-up tertentu. Parameter kinetika dan sifat–sifat fisik yang diperlukan diambil dari literatur. Hasil simulasi RFR satu arah menunjukkan bahwa reaksi oksidasi katalitik uap bensin dapat terselenggara dengan baik pada suhu 773 K, sedangkan simulasi RFR kondisi aliran bolak-balik menunjukkan adanya akumul
利用逆流反应器催化氧化汽油蒸气的研究催化氧化汽油蒸气是减少加油站汽油蒸气排放的方法之一。该反应为放热反应,反应热大,放出的热量可用于加热原料气,导致自动热状态。采用一种流动方向周期性变化的固定床反应器——逆流反应器(RFR),可以实现低进料浓度的自动热工况,如汽油蒸气排放。本研究的目的是开发使用RFR来减少加油站的汽油蒸气排放,基于FlexPDE版本6的模拟,后来用作实验开发的基础。以异辛烷为模型组分,建立了RFR模型。仿真包括:(1)单向RFR,作为确定RFR运行工况的依据;(2)当前启动工况下的RFR。仿真采用FlexPDE version 6软件包进行。动力学参数和物理性质来源于文献。单向RFR的模拟结果表明,在773 K的温度下,汽油蒸气的催化氧化效果最好,而RFR则表明反应器床内的热量积累可以用于工艺启动。采用逆流操作方式的汽油达到100%转化率的时间要比单向操作方式快。从而对汽油排放催化氧化反应在逆流反应器中的操作进行了实验研究。关键词:动态反应器;催化氧化;关键词:催化氧化;关键词:oksidasi;催化氧化;Reaksi ini adalah Reaksi eksotermik, sehinga panas Reaksi yang timbul dapat dimanfaatkan untuk memanaskan umpan agar reaktor dapat berperaku ototermal。康迪西奥特热登干、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔、乌拉尔等。图juan kajian ini adalah untuk mengkaji pmanfaatan RFR untuk menurunkan发射与SPBU, berdasarkan模拟menggunakan FlexPDE版本6,丹nantinya digunakan sebagai dasar pengembangan和secara实验。模型RFR dikembangkan dengan menggunakan iso-oktana sebagai komponen模型。模拟RFR运行(1)模拟RFR运行(1)模拟RFR运行(2)模拟RFR运行(1)模拟RFR运行(2)模拟RFR运行(3)模拟RFR启动。参数动力学参数动力学参数动力学参数动力学参数学参数动力学参数学参数学参数学参数学参数学参数学参数学参数学Hasil simulasi RFR satu arah menunjukkan bahwa reaksi oksidasi katalitik uap benin terselenggara dengan baik pada suhu 773 K, sedangkan simulasi RFR kondisi aliran bolak-balik menunjukkan adanya akumulasi panas diunggun reaktor yang dapat dimanfaatkan saat prosstartup。Waktu untuk moncapai konversi 100% untuk simulasi mode operasi bolak-balik lebih cepat daripada mode operasi satu arah。邓根demikian penyelenggaraan reaksi oksidasi katalitii - up - beni -逆流反应器secara - ekkbangkan实验研究。Kata Kunci: Reaktor dinamik, Oksidasi katalitik
{"title":"Kajian pemanfaatan reverse flow reactor untuk oksidasi katalitik uap bensin","authors":"Profiyanti Hermien Suharti, Yogi Wibisono Budhi, Yazid Bindar","doi":"10.5614/JTKI.2011.10.1.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/JTKI.2011.10.1.4","url":null,"abstract":"Study of utilization of reverse flow reactor for the catalytic oxidation of gasoline vapor Catalytic oxidation of gasoline vapor is one of methods to reduce the gasoline vapor emission at fuel station. This reaction is exothermic with large heat of reaction, so that the heat released can be used for heating the feed gas, leading to auto thermal condition.. The auto thermal conditions with low feed concentration, like gasoline vapor emission, can be achieved by using a reverse-flow reactor (RFR), a kind of fixed bed reactor in which flow direction is periodically changed. The objective of this research is to develop the using of a RFR to reduce the gasoline vapor emissions at fuel station, based on simulations using FlexPDE version 6 and later used as the basis for the experimental development. The model of RFR was developed, by using iso-octane as a model component. The simulation consists of: (1) RFR with one way direction, which was used as the basis for the determination of RFR operating conditions and (2) RFR at current start-up conditions. The simulations were conducted using a software package FlexPDE version 6. The kinetic parameters and physical properties were taken from literature. The simulation results of the RFR at one way direction show that catalytic oxidation of gasoline vapor can conducted best at temperature of 773 K, while the RFR shows the accumulation of heat in the reactor bed that can be utilized for process start-up. Time to reach 100% conversion of gasoline for reverse flow operation mode is faster than one way operation mode. Thus the operation of gasoline emission catalytic oxidation reaction in reverse flow reactor can be developed experimentally. Keywords: Dynamic reactor, Catalytic oxidationAbstrakOksidasi katalitik uap bensin adalah salah satu cara untuk mengurangi emisi uap bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum. Reaksi ini adalah reaksi eksotermik, sehingga panas reaksi yang timbul dapat dimanfaatkan untuk memanaskan umpan agar reaktor dapat berperilaku ototermal. Kondisi ototermal dengan umpan emisi uap bensin yang berkonsentrasi rendah dapat tercapai dengan menggunakan reverse flow reactor (RFR), yaitu reaktor unggun tetap yang arah alirannya diubah secara periodik. Tujuan kajian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan RFR untuk menurunkan emisi uap bensin di SPBU, berdasarkan simulasi menggunakan FlexPDE versi 6 dan nantinya digunakan sebagai dasar pengembangan secara eksperimental. Model RFR dikembangkan dengan menggunakan iso-oktana sebagai komponen model. Simulasi terdiri dari (1) simulasi RFR satu arah, yang digunakan sebagai dasar penentuan kondisi operasi RFR dan (2) simulasi RFR dengan konfigurasi start-up tertentu. Parameter kinetika dan sifat–sifat fisik yang diperlukan diambil dari literatur. Hasil simulasi RFR satu arah menunjukkan bahwa reaksi oksidasi katalitik uap bensin dapat terselenggara dengan baik pada suhu 773 K, sedangkan simulasi RFR kondisi aliran bolak-balik menunjukkan adanya akumul","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127758282","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-02DOI: 10.5614/jtki.2011.10.2.5
I. Ridwan
Mass transfer modeling of extraction in a packed bed with droplet size distribution The evaluation of liquid extraction packed column is not able yet to give a satisfying result caused by constant spherical droplet size assumption. Droplet size from dispersion phase that is not homogeneous causes column calculation approach with assumption form of droplet haves the character of constant cannot be applied again. The goal of this research is to build droplet distribution model and mass transfer model at various heights of extraction column both in continuous phase and in dispersion phase. Droplet distribution model is more accurately applied to describe droplet breaks distribution for extraction in glass ball packed column with average of errors 4.53% compared to raschig ring packed column with average error of 11.52 %. At glass ball packing, the mass transfer modeling with total droplet has errors average to 57.67% while at raschig ring packing the model has errors average to 121.38%. Glass ball packing column model has smaller mean errors compared to raschig ring packing column because the glass ball packing form is more regular than the raschig ring packing. The amount of error between the mass transfer models and the experiment is caused by difference of the initial number of droplets that exit from the nozzle in the half circle column and in the full circle column. Keyword: extraction, packed column, droplet distribution model, mass transfer model AbstrakUkuran tetesan dari fasa dispersi yang tidak homogen menyebabkan pendekatan perhitungan kolom dengan asumsi bentuk tetesan bersifat konstan tidak dapat digunakan lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model distribusi tetesan dan model perpindahan massa pada berbagai ketinggian kolom ekstraksi baik di fasa kontinu maupun di fasa dispersi. Model distribusi tetesan lebih tepat digunakan untuk memodelkan fraksi tetesan pecah hasil penelitian pada ekstraksi kolom isian bola kaca dengan rata-rata error sebesar 4,53% dibandingkan dengan kolom isian raschig ring yang mempunyai error sebesar 11,52 Pada isian bola kaca pemodelan perpindahan massa dengan tetesan total mempunyai error rata-rata sebesar 57,67% sedangkan pada isian raschig ring mempunyai error rata-rata sebesar 121,38%. Model kolom isian bola kaca mempunyai error rata-rata yang lebih kecil dibandingkan dengan kolom kolom isian raschig ring, dikarenakan model isian bola kaca bentuknya lebih beraturan dibanding dengan kolom isian raschig ring yang bentuknya lebih tidak beraturan. Besarnya error perpindahan massa antara model dengan percobaan disebabkan oleh tidak samanya jumlah tetesan awal pada kolom setengah lingkaran dengan jumlah tetesan awal pada kolom lingkaran penuh.Kata kunci : ekstraksi,kolom isian, model distribusi tetesan, model perpindahan massa
考虑液滴粒径分布的填充床萃取传质模型在液滴粒径恒定的假设下,对液体萃取填充塔的评价还不能给出满意的结果。由于分散相的液滴大小不均匀,使得假设液滴形式具有常数性质的柱计算方法不能再次应用。本研究的目的是建立萃取柱连续相和分散相不同高度下的液滴分布模型和传质模型。相比于平均误差为11.52%的拉丝环填充塔,玻璃球填充塔的平均误差为4.53%,用液滴分布模型更准确地描述了萃取过程中液滴的破碎分布。在玻璃球填充时,全液滴传质模型的平均误差为57.67%,而在拉环填充时,模型的平均误差为121.38%。由于玻璃球填料比拉丝环填料形式更规则,玻璃球填料柱模型比拉丝环填料柱的平均误差更小。传质模型与实验之间的误差是由于半圆塔与全圆塔中喷嘴初始出滴数的差异造成的。关键词:萃取,填充柱,液滴分布模型,传质模型abstract: ukuran tetesan dari fasa分散,yang tidak均匀性,menyebabkan pendekatan perhitungan kolom dengan asumsi, bentuk tetesan bersifat, konstan tidak dapat digunakan lagi。Tujuan dari penelitian ini adalah untuk成员模型分布;tetesan模型perpindahan massa pada berbagai ketinggian kolom ekstraksi baik di fasa kontinu maupun di fasa分散。模型distribusi tetesan lebih tepat digunakan为她memodelkan fraksi tetesan pecah hasil penelitian篇ekstraksi kolom isian流星锤kaca dengan rata-rata错误sebesar 4 53% dibandingkan dengan kolom isian拉西环杨mempunyai错误sebesar 11日,52篇isian流星锤kaca pemodelan perpindahan马萨dengan tetesan总mempunyai误差rata-rata sebesar 57岁的67%而篇isian拉西环mempunyai错误rata-rata sebesar 121年38%。模型kolom isian流星锤kaca mempunyai错误rata-rata杨lebih kecil dibandingkan dengan kolom kolom isian拉西环,dikarenakan模型isian流星锤kaca bentuknya lebih beraturan dibanding dengan kolom isian拉西环杨bentuknya lebih有些beraturan。besarya错误perpindahan massa antara模型dengan percobaan disebabkan oleh, samanya jumlah tetesan, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro, alvaro。Kata kunci: ekstraksi,kolom isian,模型分布,模型分析,模型分析,模型分析
{"title":"Pemodelan perpindahan massa ekstraksi kolom isian dengan distribusi ukuran tetesan","authors":"I. Ridwan","doi":"10.5614/jtki.2011.10.2.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2011.10.2.5","url":null,"abstract":"Mass transfer modeling of extraction in a packed bed with droplet size distribution The evaluation of liquid extraction packed column is not able yet to give a satisfying result caused by constant spherical droplet size assumption. Droplet size from dispersion phase that is not homogeneous causes column calculation approach with assumption form of droplet haves the character of constant cannot be applied again. The goal of this research is to build droplet distribution model and mass transfer model at various heights of extraction column both in continuous phase and in dispersion phase. Droplet distribution model is more accurately applied to describe droplet breaks distribution for extraction in glass ball packed column with average of errors 4.53% compared to raschig ring packed column with average error of 11.52 %. At glass ball packing, the mass transfer modeling with total droplet has errors average to 57.67% while at raschig ring packing the model has errors average to 121.38%. Glass ball packing column model has smaller mean errors compared to raschig ring packing column because the glass ball packing form is more regular than the raschig ring packing. The amount of error between the mass transfer models and the experiment is caused by difference of the initial number of droplets that exit from the nozzle in the half circle column and in the full circle column. Keyword: extraction, packed column, droplet distribution model, mass transfer model AbstrakUkuran tetesan dari fasa dispersi yang tidak homogen menyebabkan pendekatan perhitungan kolom dengan asumsi bentuk tetesan bersifat konstan tidak dapat digunakan lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model distribusi tetesan dan model perpindahan massa pada berbagai ketinggian kolom ekstraksi baik di fasa kontinu maupun di fasa dispersi. Model distribusi tetesan lebih tepat digunakan untuk memodelkan fraksi tetesan pecah hasil penelitian pada ekstraksi kolom isian bola kaca dengan rata-rata error sebesar 4,53% dibandingkan dengan kolom isian raschig ring yang mempunyai error sebesar 11,52 Pada isian bola kaca pemodelan perpindahan massa dengan tetesan total mempunyai error rata-rata sebesar 57,67% sedangkan pada isian raschig ring mempunyai error rata-rata sebesar 121,38%. Model kolom isian bola kaca mempunyai error rata-rata yang lebih kecil dibandingkan dengan kolom kolom isian raschig ring, dikarenakan model isian bola kaca bentuknya lebih beraturan dibanding dengan kolom isian raschig ring yang bentuknya lebih tidak beraturan. Besarnya error perpindahan massa antara model dengan percobaan disebabkan oleh tidak samanya jumlah tetesan awal pada kolom setengah lingkaran dengan jumlah tetesan awal pada kolom lingkaran penuh.Kata kunci : ekstraksi,kolom isian, model distribusi tetesan, model perpindahan massa","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126519775","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2018-10-02DOI: 10.5614/jtki.2013.12.1.7
Zulfansyah Zulfansyah, H. Hermanto, M. I. Fermi
Influence of stove dimensions and biomass moisture content on forced draft gasification stove performanceConsumption level of biomass as a source of primary energy in Indonesia is quite high, reaching 280 million barrels of oil equivalent (BOE) and approximately 84% of the biomass is has been used for the household sector. The application of gasification stove especially in cooking purposes can increase the efficiency of fuel usage. This research uses three units gasification stove with variation of stove dimension. Acacia wood branches with moisture content 7.26%, 9.63% and 12.58% were used as fuel source. Water boiling test (WBT) procedural was used to evaluate the stove performance. Operating time and flame temperature of the stove also were the parameter of stove performance evaluation. Thermal efficiency of the forced draft gasification stove is approximately 25.03% to 30.44%, the most efficient is 12 cm in diameter and 16 cm high stove with 9.63% biomass moisture content. Although the resulting flame is still reddish yellow, the forced draft gasification stove is capable of producing up to 3.43 kWth (kilowatt thermal) thermal energy with the highest flame temperature reaches 933oC. The results show that the gasification stove operating conditions greatly affect the performance of the stove.Keywords: biomass, gasification stove, forced draft, thermal efficiency AbstrakTingkat penggunaan biomassa sebagai sumber energi primer di Indonesia cukup tinggi yaitu mencapai 280 juta setara barel minyak (SBM) dan sekitar 84% dari biomassa tersebut digunakan untuk kebutuhan sektor rumah tangga. Penggunaan kompor gasifikasi untuk kebutuhan rumah tangga khususnya untuk kegiatan memasak dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Pada penelitian ini digunakan tiga unit kompor gasifikasi dengan variasi dimensi ruang bakar kompor. Sedangkan bahan bakar yang digunakan yaitu ranting kayu akasia dengan kadar air 7,26%, 9,63% dan 12,58%. Metoda pengujian mengikuti prosedur water boiling test (WBT), selain itu waktu operasi dan temperatur nyala api juga menjadi parameter kinerja kompor gasifikasi yang dievaluasi. Efisiensi termal kompor gasifikasi forced draft yang dihasilkan yaitu 25,03% hingga 30,44%, dengan efisiensi tertinggi yaitu pada kompor berdiameter 12 cm dan tinggi 16 cm serta biomassa berkadar air 9,63%. Walaupun nyala api yang dihasilkan masih berwarna kuning kemerahan, namun kompor gasifikasi forced draft mampu menghasilkan energi termal hingga 3,43 kWth (kilowatt thermal) dengan temperatur nyala api tertinggi mencapai 933oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi kompor gasifikasi sangat berpengaruh terhadap kinerja kompor sehingga disain kondisi operasi kompor perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kompor gasifikasi. Kata kunci: biomassa, kompor gasifikasi, forced draft, efisiensi termal
炉子尺寸和生物质水分含量对强制通风气化炉性能的影响印度尼西亚的生物质作为一次能源的消费水平相当高,达到2.8亿桶油当量(BOE),约84%的生物质用于家庭部门。气化炉的应用,特别是在烹饪方面的应用,可以提高燃料的使用效率。本研究采用三单元气化炉,并随炉身尺寸的变化而变化。以含水量分别为7.26%、9.63%和12.58%的金合欢树枝为燃料源。采用沸水试验(WBT)程序对炉子的性能进行了评价。炉子的工作时间和火焰温度也是炉子性能评价的参数。强制通风气化炉的热效率约为25.03% ~ 30.44%,其中直径为12 cm、高为16 cm、生物质含水率为9.63%的炉效率最高。虽然产生的火焰仍然是红黄色的,但强制通风气化炉能够产生高达3.43千瓦时(千瓦热)的热能,最高火焰温度达到933℃。结果表明,气化炉的操作条件对气化炉的性能影响很大。【关键词】生物质,气化炉,抽气,热效率】【关键词】生物质,气化炉,抽气炉,热效率】【关键词】生物质,气化炉,热效率,热效率】【关键词】生物质,气化炉,热效率,热效率】【关键词】生物质,气化炉,热效率,热效率】彭家南的kompor gasgasfikasi untuk kebutuhan rumah, khususnya untuk kegiatan memasak, dapat脑膜炎,禽流感,禽流感,禽流感,禽流感,禽流感。Pada penelitian ini digunakan tiga unit kompor gasgasfikasi dengan variasi dimensi ruang bakar kompor。Sedangkan bahan bakar yang digunakan yitu ranting kayu akasia dengan kadar air 7,26%, 9,63% dan 12,58%。元企鹅mengikuti程序水沸腾试验(WBT), selain - itwaktuoperasi和温度nyala,元企鹅mengikuti参数kinerja kompor gaasifikasi yang dievaluate。冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草,冬虫夏草瓦劳本·尼亚拉·阿扬·迪哈什尔坎·马西哈尔坎·库宁·克默拉罕,纳蒙·康普·加斯卡西强迫通风曼普·蒙哈什尔坎能源热兴3,43千瓦时(千瓦时热)登干温度尼亚拉·阿什尔坎·马西哈尔坎933℃。Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi kompor gasasfikasi sangat berpengaru terhadap kinerja kompor seinga disi operasi kompor perlu dissuaikan dengan kebutuhan pengpor gasasfikasi。Kata kunci:生物质,kompor gasasfikasi,强制通风,efisiensi terminal
{"title":"Pengaruh dimensi kompor dan kadar air biomassa terhadap kinerja kompor gasifikasi forced draft","authors":"Zulfansyah Zulfansyah, H. Hermanto, M. I. Fermi","doi":"10.5614/jtki.2013.12.1.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.5614/jtki.2013.12.1.7","url":null,"abstract":"Influence of stove dimensions and biomass moisture content on forced draft gasification stove performanceConsumption level of biomass as a source of primary energy in Indonesia is quite high, reaching 280 million barrels of oil equivalent (BOE) and approximately 84% of the biomass is has been used for the household sector. The application of gasification stove especially in cooking purposes can increase the efficiency of fuel usage. This research uses three units gasification stove with variation of stove dimension. Acacia wood branches with moisture content 7.26%, 9.63% and 12.58% were used as fuel source. Water boiling test (WBT) procedural was used to evaluate the stove performance. Operating time and flame temperature of the stove also were the parameter of stove performance evaluation. Thermal efficiency of the forced draft gasification stove is approximately 25.03% to 30.44%, the most efficient is 12 cm in diameter and 16 cm high stove with 9.63% biomass moisture content. Although the resulting flame is still reddish yellow, the forced draft gasification stove is capable of producing up to 3.43 kWth (kilowatt thermal) thermal energy with the highest flame temperature reaches 933oC. The results show that the gasification stove operating conditions greatly affect the performance of the stove.Keywords: biomass, gasification stove, forced draft, thermal efficiency AbstrakTingkat penggunaan biomassa sebagai sumber energi primer di Indonesia cukup tinggi yaitu mencapai 280 juta setara barel minyak (SBM) dan sekitar 84% dari biomassa tersebut digunakan untuk kebutuhan sektor rumah tangga. Penggunaan kompor gasifikasi untuk kebutuhan rumah tangga khususnya untuk kegiatan memasak dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Pada penelitian ini digunakan tiga unit kompor gasifikasi dengan variasi dimensi ruang bakar kompor. Sedangkan bahan bakar yang digunakan yaitu ranting kayu akasia dengan kadar air 7,26%, 9,63% dan 12,58%. Metoda pengujian mengikuti prosedur water boiling test (WBT), selain itu waktu operasi dan temperatur nyala api juga menjadi parameter kinerja kompor gasifikasi yang dievaluasi. Efisiensi termal kompor gasifikasi forced draft yang dihasilkan yaitu 25,03% hingga 30,44%, dengan efisiensi tertinggi yaitu pada kompor berdiameter 12 cm dan tinggi 16 cm serta biomassa berkadar air 9,63%. Walaupun nyala api yang dihasilkan masih berwarna kuning kemerahan, namun kompor gasifikasi forced draft mampu menghasilkan energi termal hingga 3,43 kWth (kilowatt thermal) dengan temperatur nyala api tertinggi mencapai 933oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi kompor gasifikasi sangat berpengaruh terhadap kinerja kompor sehingga disain kondisi operasi kompor perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kompor gasifikasi. Kata kunci: biomassa, kompor gasifikasi, forced draft, efisiensi termal","PeriodicalId":138501,"journal":{"name":"Jurnal Teknik Kimia Indonesia","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122849842","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}