AbstractThe development of this short film was held at Maarif NU Foundation School. HASANUDIN, SURABAYA. Short film media is expected to make early childhood more interested in following the play activities and motivation triggered doing good karakter in him. The research objectives are: 1. Develop a character-based short film that is played by early childhood, 2. Discusses the constraints that occur during the development of this character-based short film. Conclusions that can be taken during the process of developing a character-based short film: 1. There is difficulty in preparing the child in the direction of style and dialogue in front of the camera. 2. It takes a long time, and the production cost is great. Conclusions can be drawn after the process of developing a karaker-based short film: 1 Early-age children who use Audio-Visual Media (FILM) are more interested and more motivated to follow lessons, especially in moral and religious values (based on the basis of film, character). 3. There are some obstacles encountered when the media is displayed during the course of learning: a. The use of film media is required to use a closed room because it requires a slightly dark space for the film looks clear. b. Using audio requires a long preparation, starting from preparing the media, c. Requires many supporting media, including Film (mainstream media), Projector, laptop, sound. d. The teacher must be an expert in operating this medium. Pengembangan film pendek ini dilaksanakan di Lembaga PAUD Maarif NU. HASANUDIN, SURABAYA. Media film pendek ini diharapkan membuat anak usia dini semakin tertarik dalam mengikuti kegiatan bermain dan terpicu motivasinya melakukan karaker-karekter baik dalam dirinya. Adapun tujuan penelitian yang ingin diperoleh adalah: 1.Mengembangkan sebuah film pendek berbasis karakter yang dimainkan oleh anak usia dini, 2. Membahas kendala-kendala yang terjadi selama pengembangan film pendek berbasis karakter ini. Kesimpulan yang dapat diambil selama proses pengembangan film pendek berbasis karakter : 1. Terdapat kesulitan dalam mempersiapkan anak dalam pengarahan gaya dan dialog di depan kamera. 2. Memakan waktu yang cukup lama, dan biaya produksi yang besar. Kesimpulan yang dapat diambil setelah proses pengembangan film pendek berbasis karaker: 1 Anak usia dini yang menggunakan Media Audio Visual (FILM) lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran, terutama dalam aspek nilai moral dan agama (sesuai dengan basis dari film,karakter). 3. Ada beberapa kendala yang dihadapi ketika media di ditayangkan sewaktu pembelajaran antara lain: a. Penggunaan media film diharuskan menggunakan ruangan yang tertutup rapat karena memerlukan ruang yang sedikit gelap agar film tampak jelas. b. Mengunakan audio membutuhkan persiapan yang lama, mulai dari mempersiapkan media, c. Memerlukan banyak media pendukung, antara lain Film (media utama), Proyektor, laptop, sound. d. Guru harus ahli dalam mengoperasikan media ini.
摘要这部短片的开发是在马瑞夫大学基础学校进行的。HASANUDIN,泗水。短片媒体有望使幼儿更有兴趣跟随游戏活动,并在他身上引发做好事者的动机。研究目标是:1。1 .制作一部以幼儿为主角的短片。讨论了在这部以人物为基础的短片的开发过程中出现的制约因素。在制作人物短片的过程中可以得出的结论:1。在镜头前为孩子准备风格和对话的方向是困难的。2. 这需要很长时间,而且生产成本很高。在制作以karaker为基础的短片过程中可以得出结论:1使用视听媒体(film)的幼儿对课程更感兴趣,更有动力,特别是在道德和宗教价值观方面(基于电影,角色)。3.在学习的过程中,媒体的展示遇到了一些障碍:a.胶片媒体的使用需要使用一个封闭的房间,因为它需要一个稍微黑暗的空间,才能让影片看起来清晰。b.使用音频需要很长的准备,从准备媒体开始,c.需要很多的支持媒体,包括胶片(主流媒体),投影仪,笔记本电脑,声音。老师必须是操作这种媒介的专家。Pengembangan电影pendek ini dilaksanakan di Lembaga PAUD Maarif NU。HASANUDIN,泗水。媒体电影pendek ini diharapkan成员,anakusia dini semakin tertarik dalam mengikuti kegiatan bermain danpicu motivasinya melakukan karekter baik dalam dirinya。1.中国农业大学学报(自然科学版);2.蒙蒙邦坎电影,彭德克电影,杨德邦坎电影。成员有kendala-kendala yang terjadi selama pengembangan电影pendek berakter ini。(1)在此基础上,对彭彭邦电影进行了分析。Terdapat kesulitan dalam成员anak dalam pengarahan gaya dan dialog di depan camera。2. 玛玛坎瓦克图杨藏獒喇嘛,丹比亚雅产品杨藏獒。1 .杨梦古纳坎媒体视听(film):杨梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎媒体视听(film):李梦古纳坎电影(film):李梦古纳坎电影(film)3.Ada beberapa kendala yang dihadapi ketika media di ditayangkan sewaktu pembelajaran antara lain: 1 .彭古南媒体电影diharuskan menggunakan ruangan tertutuup rapat karena memerlukan ruang yang sedikit gelap agar film tampak jelas。b. Mengunakan audio membutuhkan persiapan yang lama, mulai dari mempersiapkan media, c. Memerlukan banyak media pendukung, antara lain Film (media utama), Proyektor,笔记本电脑,声音。d. Guru harus ahli dalam mengoperasikan media ini。
{"title":"PENGEMBANGAN FILM PENDEK BERBASIS KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI TK. MAARIF NU. HASANUDIN, SURABAYA","authors":"W. Kristanto","doi":"10.17509/jpa.v2i1.24383","DOIUrl":"https://doi.org/10.17509/jpa.v2i1.24383","url":null,"abstract":"AbstractThe development of this short film was held at Maarif NU Foundation School. HASANUDIN, SURABAYA. Short film media is expected to make early childhood more interested in following the play activities and motivation triggered doing good karakter in him. The research objectives are: 1. Develop a character-based short film that is played by early childhood, 2. Discusses the constraints that occur during the development of this character-based short film. Conclusions that can be taken during the process of developing a character-based short film: 1. There is difficulty in preparing the child in the direction of style and dialogue in front of the camera. 2. It takes a long time, and the production cost is great. Conclusions can be drawn after the process of developing a karaker-based short film: 1 Early-age children who use Audio-Visual Media (FILM) are more interested and more motivated to follow lessons, especially in moral and religious values (based on the basis of film, character). 3. There are some obstacles encountered when the media is displayed during the course of learning: a. The use of film media is required to use a closed room because it requires a slightly dark space for the film looks clear. b. Using audio requires a long preparation, starting from preparing the media, c. Requires many supporting media, including Film (mainstream media), Projector, laptop, sound. d. The teacher must be an expert in operating this medium. Pengembangan film pendek ini dilaksanakan di Lembaga PAUD Maarif NU. HASANUDIN, SURABAYA. Media film pendek ini diharapkan membuat anak usia dini semakin tertarik dalam mengikuti kegiatan bermain dan terpicu motivasinya melakukan karaker-karekter baik dalam dirinya. Adapun tujuan penelitian yang ingin diperoleh adalah: 1.Mengembangkan sebuah film pendek berbasis karakter yang dimainkan oleh anak usia dini, 2. Membahas kendala-kendala yang terjadi selama pengembangan film pendek berbasis karakter ini. Kesimpulan yang dapat diambil selama proses pengembangan film pendek berbasis karakter : 1. Terdapat kesulitan dalam mempersiapkan anak dalam pengarahan gaya dan dialog di depan kamera. 2. Memakan waktu yang cukup lama, dan biaya produksi yang besar. Kesimpulan yang dapat diambil setelah proses pengembangan film pendek berbasis karaker: 1 Anak usia dini yang menggunakan Media Audio Visual (FILM) lebih tertarik dan lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran, terutama dalam aspek nilai moral dan agama (sesuai dengan basis dari film,karakter). 3. Ada beberapa kendala yang dihadapi ketika media di ditayangkan sewaktu pembelajaran antara lain: a. Penggunaan media film diharuskan menggunakan ruangan yang tertutup rapat karena memerlukan ruang yang sedikit gelap agar film tampak jelas. b. Mengunakan audio membutuhkan persiapan yang lama, mulai dari mempersiapkan media, c. Memerlukan banyak media pendukung, antara lain Film (media utama), Proyektor, laptop, sound. d. Guru harus ahli dalam mengoperasikan media ini.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"5 1","pages":"1-11"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85560762","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-02DOI: 10.21776/UB.JPA.2020.008.02.6
Deviko Mardyansah, Ainin Nadiroh, Yunita Rohmawati, Lintang Aurelia Syahri
Ubi ungu ( Ipomoea batatas var Ayamurasaki ) termasuk dalam komoditas pertanian yang jumlah produksinya melimpah di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama waktu pemasakan ubi dan konsentrasi ragi tape yang optimal untuk mendapatkan tape ubi jalar ungu dengan kualitas terbaik. Metode penelitiannya eksperimental dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan tape ubi ungu, setelah itu tape diuji organoleptik dan kadar alkoholnya, serta analisis data. Hasil menunjukkan bahwa lama waktu pemasakan yang terbaik adalah 35 menit dan konsentrasi ragi yang terbaik adalah 2%. Kesimpulannya lama waktu pemasakan dan konsentrasi ragi terbaik untuk kualitas tape ubi ungu adalah 35 menit dengan konsentrasi ragi sebesar 2%.
山药(Ipomoea batatas var aya紫saki)被认为是印尼生产丰富的农业商品之一。研究的目的是确定山药成熟的长期影响和磁带发酵的最佳浓度,以获得最好的紫色甘薯。他的研究方法是实验性的,有九次治疗和三次重复。研究的各个阶段包括准备工具和材料,制作紫甘薯磁带,然后进行有机检测和酒精测试,以及数据分析。结果表明,最好的烹饪时间是35分钟,最好的酵母浓度是2%。最后的结论是,紫色甘薯胶带质量最好的烹饪时间和酵母浓度为35分钟,酵母浓度为2%。
{"title":"PENGARUH LAMA WAKTU PEMASAKAN DAN KONSENTRASI RAGI TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KADAR ALKOHOL TAPE UBI UNGU","authors":"Deviko Mardyansah, Ainin Nadiroh, Yunita Rohmawati, Lintang Aurelia Syahri","doi":"10.21776/UB.JPA.2020.008.02.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/UB.JPA.2020.008.02.6","url":null,"abstract":"Ubi ungu ( Ipomoea batatas var Ayamurasaki ) termasuk dalam komoditas pertanian yang jumlah produksinya melimpah di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama waktu pemasakan ubi dan konsentrasi ragi tape yang optimal untuk mendapatkan tape ubi jalar ungu dengan kualitas terbaik. Metode penelitiannya eksperimental dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan tape ubi ungu, setelah itu tape diuji organoleptik dan kadar alkoholnya, serta analisis data. Hasil menunjukkan bahwa lama waktu pemasakan yang terbaik adalah 35 menit dan konsentrasi ragi yang terbaik adalah 2%. Kesimpulannya lama waktu pemasakan dan konsentrasi ragi terbaik untuk kualitas tape ubi ungu adalah 35 menit dengan konsentrasi ragi sebesar 2%.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"1 1","pages":"104-110"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77261504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-02DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.1
N. Surayya, Maulidia Hilaili, Elvia Rahmawati, Elinna Primadiani, Jamaluddin Asy Syauqi, Anggara Nur Rushydi, Siti Narsito Wulan
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dimana tubuh mengalami gangguan metabolisme glukosa dan penggunaan insulin secara efektif. Sorgum merupakan serealia dengan kandungan gizi tinggi serta kaya pati resisten dan senyawa polifenol seperti proanthocyanidin (tannin terkondensasi). Sorgum dapat dijadikan bahan utama pembuatan makanan selingan ( snack ) penderita DM tipe 2 dengan berbentuk batangan/ bar yang dilapisi penyalut glucose syrup , karamel nira sorgum atau karamel nira tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan formulasi sorgum bar yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah dengan berbagai penyalut. Pada pengujian organoleptik metode Hedonic test dengan 80 panelis, formulasi 20% penyalut lebih disukai. Sorgum bar diuji kemampuannya meningkatkan respon glukosa darah pada 12 responden orang sehat pada waktu ke-0, 30, 60, 90, dan 120 menit untuk mengetahui nilai IG. Indeks Glisemik sorgum- bar berpenyalut karamel nira sorgum 45.04 (terendah), karamel nira tebu 53.72, dan glucose syrup 81.41.
{"title":"SIFAT ORGANOLEPTIK DAN INDEKS GLIKEMIK PRODUK SORGUM BAR YANG DIFORMULASI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PENYALUT NIRA","authors":"N. Surayya, Maulidia Hilaili, Elvia Rahmawati, Elinna Primadiani, Jamaluddin Asy Syauqi, Anggara Nur Rushydi, Siti Narsito Wulan","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.02.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.02.1","url":null,"abstract":"Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dimana tubuh mengalami gangguan metabolisme glukosa dan penggunaan insulin secara efektif. Sorgum merupakan serealia dengan kandungan gizi tinggi serta kaya pati resisten dan senyawa polifenol seperti proanthocyanidin (tannin terkondensasi). Sorgum dapat dijadikan bahan utama pembuatan makanan selingan ( snack ) penderita DM tipe 2 dengan berbentuk batangan/ bar yang dilapisi penyalut glucose syrup , karamel nira sorgum atau karamel nira tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan formulasi sorgum bar yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah dengan berbagai penyalut. Pada pengujian organoleptik metode Hedonic test dengan 80 panelis, formulasi 20% penyalut lebih disukai. Sorgum bar diuji kemampuannya meningkatkan respon glukosa darah pada 12 responden orang sehat pada waktu ke-0, 30, 60, 90, dan 120 menit untuk mengetahui nilai IG. Indeks Glisemik sorgum- bar berpenyalut karamel nira sorgum 45.04 (terendah), karamel nira tebu 53.72, dan glucose syrup 81.41.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"185 1","pages":"56-67"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78047788","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-02DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.3
Nosa Septiana Anindita
Identifikasi gen gtf dan kemampuan produksi EPS digunakan sebagai parameter dalam seleksi isolat probiotik yang memenuhi syarat Generally Recognized as Safe (GRAS). Penelitian ini bertujuan sebagai salah satu upaya dalam memperoleh isolat lokal kandidat probiotik potensial indigenus asal ASI sebagai penghasil EPS. Metode penelitian ini meliputi identifikasi gen gtf menggunakan primer spesifik (DegFor dan DegRev) dan produksi EPS selama fermentasi. Berdasarkan hasil studi, identifikasi keberadaan gen gtf pada 4 strain Weisella confusa asal ASI terdeteksi pada 660 bp dan Weisella confusa strain AS3 memiliki kemampuan menghasilkan EPS tertinggi yaitu 1883 ± 56 mg/L. Sehingga, Weisella confusa kandidat probiotik potensial asal ASI memiliki kemampuan produksi EPS berdasarkan identifikasi molekuler dan produksi EPS selama fermentasi.
{"title":"IDENTIFIKASI GLUKOSILTRANSFERASE (gtf) PENYANDI EKSOPOLISAKARIDA PADA STRAIN Weisella confusa PROBIOTIK ASAL AIR SUSU IBU (ASI)","authors":"Nosa Septiana Anindita","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.02.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.02.3","url":null,"abstract":"Identifikasi gen gtf dan kemampuan produksi EPS digunakan sebagai parameter dalam seleksi isolat probiotik yang memenuhi syarat Generally Recognized as Safe (GRAS). Penelitian ini bertujuan sebagai salah satu upaya dalam memperoleh isolat lokal kandidat probiotik potensial indigenus asal ASI sebagai penghasil EPS. Metode penelitian ini meliputi identifikasi gen gtf menggunakan primer spesifik (DegFor dan DegRev) dan produksi EPS selama fermentasi. Berdasarkan hasil studi, identifikasi keberadaan gen gtf pada 4 strain Weisella confusa asal ASI terdeteksi pada 660 bp dan Weisella confusa strain AS3 memiliki kemampuan menghasilkan EPS tertinggi yaitu 1883 ± 56 mg/L. Sehingga, Weisella confusa kandidat probiotik potensial asal ASI memiliki kemampuan produksi EPS berdasarkan identifikasi molekuler dan produksi EPS selama fermentasi.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"85 1","pages":"75-85"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90279993","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-04-02DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.2
Nela Agustin Kusuma Wardani, Dinda Ina Sarinastiti, Putri Tari Indriani
Kadar kolesterol tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumsi pangan fungsional berupa cincau kulit buah naga merah. Penelitian bertujuan membuktikan kemampuan cincau kulit buah naga merah dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit jantan putih hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini adalah true experimental design dengan melakukan pengujian kolesterol total pada mencit sebelum dan sesudah perlakuan ( pretest-posttest design ). Pengkondisian hiperkolesterolmia dengan memberikan pakan tinggi kolesterol yaitu kuning telur puyuh secara oral pada kelompok 2, 3, dan 4 selama 15 hari. Selanjutnya selama 15 hari, kelompok 3 diberi simvastatin secara oral dengan dosis 0.10 mg/ kg BB dan kelompok 4 diberi cincau kulit buah naga dengan dosis 0.26 mg/ kg BB. Hasil penelitian menunjukkan pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 26.18%. Sedangkan simvastatin hanya menurunkan kadar kolesterol total sebesar 11.77%. Kesimpulannya bahwa pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total.
{"title":"PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT JANTAN PUTIH OLEH CINCAU KULIT BUAH NAGA MERAH","authors":"Nela Agustin Kusuma Wardani, Dinda Ina Sarinastiti, Putri Tari Indriani","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.02.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.02.2","url":null,"abstract":"Kadar kolesterol tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumsi pangan fungsional berupa cincau kulit buah naga merah. Penelitian bertujuan membuktikan kemampuan cincau kulit buah naga merah dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit jantan putih hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini adalah true experimental design dengan melakukan pengujian kolesterol total pada mencit sebelum dan sesudah perlakuan ( pretest-posttest design ). Pengkondisian hiperkolesterolmia dengan memberikan pakan tinggi kolesterol yaitu kuning telur puyuh secara oral pada kelompok 2, 3, dan 4 selama 15 hari. Selanjutnya selama 15 hari, kelompok 3 diberi simvastatin secara oral dengan dosis 0.10 mg/ kg BB dan kelompok 4 diberi cincau kulit buah naga dengan dosis 0.26 mg/ kg BB. Hasil penelitian menunjukkan pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 26.18%. Sedangkan simvastatin hanya menurunkan kadar kolesterol total sebesar 11.77%. Kesimpulannya bahwa pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"13 1","pages":"68-74"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78509277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Women are a significant part of every aspect of life, from a large environment to the smallest one, women are sometimes appointed as heads of a unit or organization. The role of women is increasingly felt when in a family that has a category of poverty families , the ability of women to obtain a budget , and expenditure becomes very important. Economic change is faster if women can manage income, expenses, and households well . This study analyzes the role of women in increasing income for changes in the underprivileged economy using Participatory Rural Appraisal (PRA) by combining secondary data review and direct observation. Strength s Weaknesses Opportunities Threat s (SWOT) Analysis is used to determine the environmental conditions used by case studies when conducting research . A nalysis is used to determine the relationship between income and changes in the economic level. The data used are secondary data supported by direct data collection and field collection. The number of respondents used as sample data is 145 underprivileged families in the Lawang District of Malang, which are spread across four research areas with 3 6 data details in zone 1, 25 data in zone 2, 2 1 data in zone 3, and 63 data in zone 4 . Research Results show that the role of women is very important in efforts to improve the welfare of underprivileged families and analysis of the participation of changes in the relationship between increasing income with changes in the economic level of underprivileged families .
{"title":"The Role Of Women In Improving The Income For Economic Changes In Underprivileged Families","authors":"Wildan Suharso, Rina Karyati, Vivi Andriyani, Taufan Reza Achmadi, Hardianto Wibowo","doi":"10.22219/JPA.V3I1.11500","DOIUrl":"https://doi.org/10.22219/JPA.V3I1.11500","url":null,"abstract":"Women are a significant part of every aspect of life, from a large environment to the smallest one, women are sometimes appointed as heads of a unit or organization. The role of women is increasingly felt when in a family that has a category of poverty families , the ability of women to obtain a budget , and expenditure becomes very important. Economic change is faster if women can manage income, expenses, and households well . This study analyzes the role of women in increasing income for changes in the underprivileged economy using Participatory Rural Appraisal (PRA) by combining secondary data review and direct observation. Strength s Weaknesses Opportunities Threat s (SWOT) Analysis is used to determine the environmental conditions used by case studies when conducting research . A nalysis is used to determine the relationship between income and changes in the economic level. The data used are secondary data supported by direct data collection and field collection. The number of respondents used as sample data is 145 underprivileged families in the Lawang District of Malang, which are spread across four research areas with 3 6 data details in zone 1, 25 data in zone 2, 2 1 data in zone 3, and 63 data in zone 4 . Research Results show that the role of women is very important in efforts to improve the welfare of underprivileged families and analysis of the participation of changes in the relationship between increasing income with changes in the economic level of underprivileged families .","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"4 1","pages":"1-8"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84668382","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-03-10DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.3
Nura Malahayati, Friska Syaiful, Harumi Sujatmiko
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan dan susu kerbau pada karakteristik fisik, kimia, dan sensoris minuman jeli susu kerbau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, JurusanTeknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan, yaitu formulasi karagenan dan rasio susu dengan air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi karagenan dan rasio susu dengan air berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Minuman jeli susu kerbau dengan penambahan karagenan (0.65%) dan rasio susu dengan air (60% : 40%) adalah perlakuan terbaik berdasarkan nilai tertinggi dari kandungan kadar abu (0.78%), protein (4.23%), dan skor tertinggi untuk penerimaan panelis terhadap rasa 3.4 (suka) dan tekstur (3.52).
{"title":"ATRIBUT FISIK, KIMIA DAN SENSORIS MINUMAN JELI SUSU KERBAU","authors":"Nura Malahayati, Friska Syaiful, Harumi Sujatmiko","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.01.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.01.3","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan dan susu kerbau pada karakteristik fisik, kimia, dan sensoris minuman jeli susu kerbau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, JurusanTeknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan, yaitu formulasi karagenan dan rasio susu dengan air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi karagenan dan rasio susu dengan air berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Minuman jeli susu kerbau dengan penambahan karagenan (0.65%) dan rasio susu dengan air (60% : 40%) adalah perlakuan terbaik berdasarkan nilai tertinggi dari kandungan kadar abu (0.78%), protein (4.23%), dan skor tertinggi untuk penerimaan panelis terhadap rasa 3.4 (suka) dan tekstur (3.52).","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"4 1","pages":"19-28"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88125187","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-03-10DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.4
Hyldegardis Naisali, Siti Narsito Wulan
Kacang tunggak hitam merupakan salah satu potensi lokal Pulau Timor-Nusa Tenggara Timur. Kacang ini biasanya di masak bersama jagung bose sebagai makanan khas Nusa Tenggara Timur dengan waktu memasak yang lama sehingga mengurangi kandungan gizi. Jumlah kandungan gizi kacang tunggak setara dengan kedelai tetapi kacang tungggak memiliki kandungan protein yang rendah. Tempe adalah hasil fermentasi biji kedelai oleh Rhizopus sp. Yang berbentuk padatan, beraroma khas dan berwarna putih serta murah dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap tempe kacnag tunggak hitam dibandingkan dengan tempe kedelai. Metode yang digunakanan adalah metode skala hedonik 1-5 (tidak suka-sangat suka) dengan atribut sensori warna, arima, tekstur da rasa. Hasil uji sensori menunjukkan panelis lebih suka tempe kedelai (SBT) dibandingkan tempe kacang tunggak hitam (KNT). Kata kunci: Kacang tunggak hitam, Perbandingan, Tempe
{"title":"KARAKTERISTIK SENSORI TEMPE KACANG TUNGGAK HITAM DAN TEMPE KEDELAI","authors":"Hyldegardis Naisali, Siti Narsito Wulan","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.01.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.01.4","url":null,"abstract":"Kacang tunggak hitam merupakan salah satu potensi lokal Pulau Timor-Nusa Tenggara Timur. Kacang ini biasanya di masak bersama jagung bose sebagai makanan khas Nusa Tenggara Timur dengan waktu memasak yang lama sehingga mengurangi kandungan gizi. Jumlah kandungan gizi kacang tunggak setara dengan kedelai tetapi kacang tungggak memiliki kandungan protein yang rendah. Tempe adalah hasil fermentasi biji kedelai oleh Rhizopus sp. Yang berbentuk padatan, beraroma khas dan berwarna putih serta murah dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap tempe kacnag tunggak hitam dibandingkan dengan tempe kedelai. Metode yang digunakanan adalah metode skala hedonik 1-5 (tidak suka-sangat suka) dengan atribut sensori warna, arima, tekstur da rasa. Hasil uji sensori menunjukkan panelis lebih suka tempe kedelai (SBT) dibandingkan tempe kacang tunggak hitam (KNT). Kata kunci: Kacang tunggak hitam, Perbandingan, Tempe","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"54 1","pages":"29-35"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80425543","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-03-09DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.1
M. H. Pulungan, Oktavia Nur Fadhlillah, Ika Atsari Dewi
This study aimed to determine the optimal temperature and duration of freezing during the freezing process of VCO. The experiment used optimization method of Response Surface Methodology (RSM) with 2 factors and 4 responses. The first factor was freezing temperature with temperature variations of -23, -28, and -33oC. The second factor was the duration of freezing for 44, 48 and 52 hours. The response variables measured were refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. These data were formulated by using Design Expert 7.5 Free Trial software. According to these factors and responses, 13 treatments were obtained. The best treatment results followed by organoleptic tests using the hedonic scale (color, aroma, and taste) carried out by 30 semi-trained panelists. Organoleptic data were analyzed by Friedman test (α=0.05). Based on the results of experiments that had been carried out, the right model for the response of refractive index, water content, and rendemen was quadratic, while the FFA response had linear model. The temperature factor significantly influenced the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The freezing time factor did not significantly influence the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The best treatment result was obtained at freezing temperatures of -32.474oC for 48.081 hours. The best treatment produces 31.42% of rendemen, 1.45113 of refractive index, 0.12% of water content, and 0.058% of FFA. The assessment of respondents on VCO for color parameters and taste could be accepted by consumers, while aroma parameters could not be accepted by consumers. For the further research on products that had been made should be immediately conducted an organoleptic test, thus there was no change of aroma on VCO.
{"title":"OPTIMASI PROSES PEMBEKUAN MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN METODE RSM : KAJIAN SUHU DAN LAMA WAKTU PEMBEKUAN","authors":"M. H. Pulungan, Oktavia Nur Fadhlillah, Ika Atsari Dewi","doi":"10.21776/ub.jpa.2020.008.01.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.01.1","url":null,"abstract":"This study aimed to determine the optimal temperature and duration of freezing during the freezing process of VCO. The experiment used optimization method of Response Surface Methodology (RSM) with 2 factors and 4 responses. The first factor was freezing temperature with temperature variations of -23, -28, and -33oC. The second factor was the duration of freezing for 44, 48 and 52 hours. The response variables measured were refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. These data were formulated by using Design Expert 7.5 Free Trial software. According to these factors and responses, 13 treatments were obtained. The best treatment results followed by organoleptic tests using the hedonic scale (color, aroma, and taste) carried out by 30 semi-trained panelists. Organoleptic data were analyzed by Friedman test (α=0.05). Based on the results of experiments that had been carried out, the right model for the response of refractive index, water content, and rendemen was quadratic, while the FFA response had linear model. The temperature factor significantly influenced the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The freezing time factor did not significantly influence the response of refractive index, FFA, moisture content, and rendemen. The best treatment result was obtained at freezing temperatures of -32.474oC for 48.081 hours. The best treatment produces 31.42% of rendemen, 1.45113 of refractive index, 0.12% of water content, and 0.058% of FFA. The assessment of respondents on VCO for color parameters and taste could be accepted by consumers, while aroma parameters could not be accepted by consumers. For the further research on products that had been made should be immediately conducted an organoleptic test, thus there was no change of aroma on VCO.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"95 1","pages":"1-12"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80363944","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-02-27DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.6
Ahmad Faruq Abidin, S. S. Yuwono, Jaya Mahar Maligan
Jamur tiram merupakan komoditas pangan yang cukup dikenal di Indoneisa dan angka produksinya besar. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying . Namun metode tersebut sulit diaplikasikan pada UKM. Teknologi yang lebih sesuai untuk UKM adalah foam mat drying (pengeringan busa). Pembuatan bubuk kaldu jamur menggunakan metode foam mat drying membutuhkan adanya bahan pengisi dan bahan pembusa agar dihasilkan produk dengan karakteristik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi penambahan putih telur dan konsentrasi penambahan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik bubuk kaldu jamur tiram putih yang dihasilkan menggunakan metode foam mat drying . Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin (10%, 15% dan 20%) dan faktor II adalah konsentrasi putih telur (10%,15% dan 20%). Data dianalisa menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi maltodekstrin dan konsentrasi putih telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik dari bubuk yang dihasilkan. Berdasarkan organoleptik, perlakuan terbaik adalah penambahan maltodekstrin 10% dan putih telur 20%. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna L*, a*, b* sebesar 76,9; 9,35; 18,44, Densitas busa sebesar 0,20 g/mL, rendemen 29,10%, daya larut 96,41%, kadar air sebesar 6,58%, kadar protein sebesar 5,77%.
{"title":"PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN PUTIH TELUR TERHADAP KARAKTERISTIK BUBUK KALDU JAMUR TIRAM","authors":"Ahmad Faruq Abidin, S. S. Yuwono, Jaya Mahar Maligan","doi":"10.21776/ub.jpa.2019.007.04.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2019.007.04.6","url":null,"abstract":"Jamur tiram merupakan komoditas pangan yang cukup dikenal di Indoneisa dan angka produksinya besar. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying . Namun metode tersebut sulit diaplikasikan pada UKM. Teknologi yang lebih sesuai untuk UKM adalah foam mat drying (pengeringan busa). Pembuatan bubuk kaldu jamur menggunakan metode foam mat drying membutuhkan adanya bahan pengisi dan bahan pembusa agar dihasilkan produk dengan karakteristik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi penambahan putih telur dan konsentrasi penambahan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik bubuk kaldu jamur tiram putih yang dihasilkan menggunakan metode foam mat drying . Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin (10%, 15% dan 20%) dan faktor II adalah konsentrasi putih telur (10%,15% dan 20%). Data dianalisa menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi maltodekstrin dan konsentrasi putih telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik dari bubuk yang dihasilkan. Berdasarkan organoleptik, perlakuan terbaik adalah penambahan maltodekstrin 10% dan putih telur 20%. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna L*, a*, b* sebesar 76,9; 9,35; 18,44, Densitas busa sebesar 0,20 g/mL, rendemen 29,10%, daya larut 96,41%, kadar air sebesar 6,58%, kadar protein sebesar 5,77%.","PeriodicalId":16889,"journal":{"name":"Journal of Production Agriculture","volume":"12 1","pages":"53-61"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79704453","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}