首页 > 最新文献

SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology最新文献

英文 中文
POTENSI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTAS KANTONG KRAFT (Eucheuma cottonii Seaweed has a good Potential as Raw Material For Making Kraft Paper Bags)
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/IJFST.14.2.81-85
Ryan Ariefta, E. N. Dewi, R. Romadhon
Ekstrak selulosa yang berasal dari rumput laut Eucheuma cottonii dapat dijadikan sebagai bahan substitusi pembuatan kantong kertas kraft yang biasanya dibuat dari pulp kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kantong kertas kertas kraft dari ekstrak rumput laut E. cottonii apabila dibandingan dengan kertas kraft berstandar SNI. Rumput laut         E. cottonii yang digunakan berasal dari pantai Krakal, Gunung Kidul, Jogjakarta. Pembuatan kertas kraft dilakukan dengan ekstraksi selulosa dari E. cottonii diikuti dengan pemasakkan hingga hancur, pencetakan dan pengeringan sehingga berbentuk pulp lembaran. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor yaitu konsentrasi ekstrak rumput laut E. cottonii dengan tiga taraf yang berbeda yaitu  15%, 20%, dan 25%.  Parameter pengujian yang dilakukan adalah  ketahanan tarik, ketahanan sobek, daya regang dan derajat kecerahan (CIELAB). Data parametrik yang didapatkan  diuji dengan sidik ragam (P<5%), dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk melihat perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapatkan pada uji ketahanan tarik pada konsentrasi 15%, 20% dan 25% berturut - turut, yaitu 1,80 ± 0,22 kN/m; 5,54 ± 0,42 kN/m dan 7,33 ± 1,28 kN/m,  ketahanan sobek 737,62 ± 91,15 mN; 2260,00 ± 173.18 mN dan 2991,90 ± 525.04 mN,   daya regang : 3,86 ± 1,78%; 7,24 ± 0,83% dan 7,08 ± 2,15%, untuk uji gramatur :  70 gram; 73,09 gram dan 75,75 gram. Hasil uji perbandingan kualitas kertas kraft paper bag dari  subsitusi ekstrak selulosa 20% dan 25% telah memenuhi SNI, sedangkan pada konsentrasi 15% belum memenuhi SNI. Cellulose extract from Eucheuma cottonii seaweed can be used as a substitute for making kraft paper bags.  Kraft paper are  usually made from wood pulp. The purpose of this study was to determine the quality of kraft paper bags from seaweed extract E. cottonii when it compared to SNI  kraft paper. The E. cottonii seaweed used comes from Krakal beach, Gunung Kidul, Jogjakarta. The kraft paper was first  made by extracting cellulose from E. cottonii, it was   cooked,  crushed, printed , dried and finally it was   formed to  pulp sheet. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD), with 1 factor concentration of seaweed extract E. cottoni with three levels concentration  15%, 20%, and 25% respectively.  The test parameters performed were tensile resistance, tear resistance , tensile strength and brightness (CIELAB). Data were analysed using Anova  and tested continued Honestly Significant Different test (HSD). The results obtained in the tensile resistance test at a concentration of  15%, 20% and 25% were  1.80 ± 0.22 kN / m; 5.54 ± 0.42 kN / m and 7.33 ± 1.28 kN / m, in the tear resistance test were  737.62 ± 91.15 mN; 2260.00 ± 173.18 mN and 2991.90 ± 525.04 mN, the tensile strength were 3.86 ± 1.78%; 7.24 ± 0.83% and 7.08 ± 2.15%, for successive grammar tests:  70 grams; 73.09 grams and 75.75 grams. The comparison test res
从桉树海草中提取的纤维素提取物可作为牛皮纸纸袋的替代品。这项研究的目的是确定海带海带提取物中kraft提取物的质量,与SNI标准卡夫纸相比。原本的E. cottonii来自喀拉尔海岸,基尚山,Jogjakarta。卡夫造纸的方法是从棉絮中提取纤维素,然后将其分解,打印和干燥,形成纸浆。用于完全随机设计的实验设计,一个因素是海草提取物的浓度不同,占15%、20%和25%。测试参数包括拉伸、撕裂、拉伸和亮度。他们使用的parametrics数据进行了筛选(P<5%),然后进行了真正诚实的测试(BNJ),以寻找不同的治疗方法。耐力测试得到的结果拉浓度连续15%、20%和25%,大约是±0,22 kN / m;5.54±0.42 kN / m和7,33±1,28 kN / m,喘不过气破了737.62±91.15 mN;2260.00±173。18 mN和2991.90 525±。04 mN,资源紧张:3,86±1.78%;7,24±0,83%和7.08±2,15%,为gramatur测试:70克;73.09克,75.75克。纤维素提取物基层纸包比值为20%至25%,而浓度为15%未达到SNI的测试结果。从Eucheuma cottonii到seaweed可以作为一个替代品来制作纸袋。牛皮纸通常是木头浆做的。这项研究的目的是确定海草外传纸袋的质量。科蒂诺·西威德来自喀拉尔海滩,基尔山,雅加达。牛皮纸纸最初是由从E. cottonii中取出的细胞制成的,它是烹饪、粉碎、打印、dried,最后被用来擦纸浆。实验设计是完全分散的设计,采用三层耕作,15%、20%和25%的尊重。测试对象是肌腱阻力、眼泪阻力、肌腱强度和光明。数据分析了Anova和tested的持续有效试验(HSD)。肌腱境results获得电阻测试at a 15%、20%和25%的双臀是1。80±0。22 kN / m;5 . 54 42 kN / m和7±0。28±1。33 kN / m,《撕裂阻力测试是737。62 91±15哪里;2260点±173 18 mN和2991 525 90±。04 mN,肌腱的力量是3。86±1 . 78%;7 . 24 83%和7±0。08±2 . 15%,为successive语法测试:70克;73.09克和75克。来自celludsand extract 20%和25%的纸质量测试与SNI有联系,而15%的concentration则没有遇到SNI。
{"title":"POTENSI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTAS KANTONG KRAFT (Eucheuma cottonii Seaweed has a good Potential as Raw Material For Making Kraft Paper Bags)","authors":"Ryan Ariefta, E. N. Dewi, R. Romadhon","doi":"10.14710/IJFST.14.2.81-85","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.14.2.81-85","url":null,"abstract":"Ekstrak selulosa yang berasal dari rumput laut Eucheuma cottonii dapat dijadikan sebagai bahan substitusi pembuatan kantong kertas kraft yang biasanya dibuat dari pulp kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kantong kertas kertas kraft dari ekstrak rumput laut E. cottonii apabila dibandingan dengan kertas kraft berstandar SNI. Rumput laut         E. cottonii yang digunakan berasal dari pantai Krakal, Gunung Kidul, Jogjakarta. Pembuatan kertas kraft dilakukan dengan ekstraksi selulosa dari E. cottonii diikuti dengan pemasakkan hingga hancur, pencetakan dan pengeringan sehingga berbentuk pulp lembaran. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor yaitu konsentrasi ekstrak rumput laut E. cottonii dengan tiga taraf yang berbeda yaitu  15%, 20%, dan 25%.  Parameter pengujian yang dilakukan adalah  ketahanan tarik, ketahanan sobek, daya regang dan derajat kecerahan (CIELAB). Data parametrik yang didapatkan  diuji dengan sidik ragam (P<5%), dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk melihat perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapatkan pada uji ketahanan tarik pada konsentrasi 15%, 20% dan 25% berturut - turut, yaitu 1,80 ± 0,22 kN/m; 5,54 ± 0,42 kN/m dan 7,33 ± 1,28 kN/m,  ketahanan sobek 737,62 ± 91,15 mN; 2260,00 ± 173.18 mN dan 2991,90 ± 525.04 mN,   daya regang : 3,86 ± 1,78%; 7,24 ± 0,83% dan 7,08 ± 2,15%, untuk uji gramatur :  70 gram; 73,09 gram dan 75,75 gram. Hasil uji perbandingan kualitas kertas kraft paper bag dari  subsitusi ekstrak selulosa 20% dan 25% telah memenuhi SNI, sedangkan pada konsentrasi 15% belum memenuhi SNI. Cellulose extract from Eucheuma cottonii seaweed can be used as a substitute for making kraft paper bags.  Kraft paper are  usually made from wood pulp. The purpose of this study was to determine the quality of kraft paper bags from seaweed extract E. cottonii when it compared to SNI  kraft paper. The E. cottonii seaweed used comes from Krakal beach, Gunung Kidul, Jogjakarta. The kraft paper was first  made by extracting cellulose from E. cottonii, it was   cooked,  crushed, printed , dried and finally it was   formed to  pulp sheet. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD), with 1 factor concentration of seaweed extract E. cottoni with three levels concentration  15%, 20%, and 25% respectively.  The test parameters performed were tensile resistance, tear resistance , tensile strength and brightness (CIELAB). Data were analysed using Anova  and tested continued Honestly Significant Different test (HSD). The results obtained in the tensile resistance test at a concentration of  15%, 20% and 25% were  1.80 ± 0.22 kN / m; 5.54 ± 0.42 kN / m and 7.33 ± 1.28 kN / m, in the tear resistance test were  737.62 ± 91.15 mN; 2260.00 ± 173.18 mN and 2991.90 ± 525.04 mN, the tensile strength were 3.86 ± 1.78%; 7.24 ± 0.83% and 7.08 ± 2.15%, for successive grammar tests:  70 grams; 73.09 grams and 75.75 grams. The comparison test res","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"106 22","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113946045","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
PENGARUH PERBEDAAN METODE PENCAIRAN (THAWING) TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING ABALON (Haliotis asinina) BEKU (Effect of Different Thawing Methods on Chemical Quality of Frozen Abalone (Haliotis asinina)) 熔融方法不同对鲍鱼肉的化学性质(卤素asinina)的影响(卤素除外)
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/ijfst.14.2.106-109
Sri Fatmah Sari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia daging abalon beku H. asinina yang dicairkan dengan beberapa metode.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dimana terdapat tiga perlakuan yaitu pencairan dengan melakukan perendaman pada air es (4oC), pencairan dengan melakukan perendaman pada air biasa (28oC), dan pencairan dengan menempatkan pada suhu ruang (30oC). Sebelum dilakukan pencairan sampel yang digunakan dibekukan pada suhu -20oC selama 3x24 jam. Parameter yang dianalisa antara lain, kadar protein, kadar lemak, kadar protein terlarut, kadar air, dan kadar TMA-N. Dari hasil penelitian ini diperoleh perlakuan pencairan dengan melakukan perendaman pada air biasa (28oC) memberikan kualitas kimia yang lebih baik dengan kadar protein 14,08%, lemak 5,43%, protein terlarut 4,09%, kadar TMA-N 6,71 mg/100 g, dan kadar air 78,40%. This research was conducted to investigate the chemical quality of frozen abalone (H. asinina) which thawed using different thawing methods.  A completely randomized experimental design (CRD) was used. It consisted of three treatments of thawing (A; immersion in cool water (4oC), B; immersion in water at ambient temperature (28oC), C; placement at room temperature (30oC)) and done in triplicates. The samples were frozen at a temperature of -20oC for 3x24 hours and they were packaged by air packaging method. The content of protein, fat, soluble protein, water,  and TMA-N were analyzed. The results showed that thawing by immersion in water at ambient temperature (28oC) gave the best chemical quality compared to two others thawing methods in this research.
本研究旨在研究用几种方法熔化的冷冻鲍鱼的化学性质。这项研究采用了完全随机设计的方法,其中三种方法是通过浸泡冰水(4oC)、浸泡普通水(28oC)和在室温下进行解冻。在解冻使用的样本之前,在零下20摄氏度的温度下冷冻3x24小时。分析的参数包括蛋白质、脂肪、溶解蛋白、水和TMA-N水平。这项研究的结果是通过浸泡普通水(28oC)获得更好的化学质量,蛋白质含量为14.08%,脂肪5.43%,溶解蛋白为4.9%,TMA-N - n 6.71 mg/100克,含水率为78.40%。这项研究旨在研究不同方法的冷冻鲍鱼的化学性质。一个全新的妄想设计被拆除了。它考虑了三种不同的方式(A;冷却水(4oC), B;环境温度的水蒸气,C;配置在房间的温度(30oC)和在triplicates完成。样本在零下20摄氏度的温度下冷冻了3x24小时,然后用输氧方法进行包装。蛋白质、肥之内容soluble蛋白质、水和TMA-N是analyzed。results那里那个thawing由immersion》水在环境温度(28oC)给最好的化学品质compared to二号其他人thawing在这个研究的方法。
{"title":"PENGARUH PERBEDAAN METODE PENCAIRAN (THAWING) TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING ABALON (Haliotis asinina) BEKU (Effect of Different Thawing Methods on Chemical Quality of Frozen Abalone (Haliotis asinina))","authors":"Sri Fatmah Sari","doi":"10.14710/ijfst.14.2.106-109","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.14.2.106-109","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia daging abalon beku H. asinina yang dicairkan dengan beberapa metode.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dimana terdapat tiga perlakuan yaitu pencairan dengan melakukan perendaman pada air es (4oC), pencairan dengan melakukan perendaman pada air biasa (28oC), dan pencairan dengan menempatkan pada suhu ruang (30oC). Sebelum dilakukan pencairan sampel yang digunakan dibekukan pada suhu -20oC selama 3x24 jam. Parameter yang dianalisa antara lain, kadar protein, kadar lemak, kadar protein terlarut, kadar air, dan kadar TMA-N. Dari hasil penelitian ini diperoleh perlakuan pencairan dengan melakukan perendaman pada air biasa (28oC) memberikan kualitas kimia yang lebih baik dengan kadar protein 14,08%, lemak 5,43%, protein terlarut 4,09%, kadar TMA-N 6,71 mg/100 g, dan kadar air 78,40%. This research was conducted to investigate the chemical quality of frozen abalone (H. asinina) which thawed using different thawing methods.  A completely randomized experimental design (CRD) was used. It consisted of three treatments of thawing (A; immersion in cool water (4oC), B; immersion in water at ambient temperature (28oC), C; placement at room temperature (30oC)) and done in triplicates. The samples were frozen at a temperature of -20oC for 3x24 hours and they were packaged by air packaging method. The content of protein, fat, soluble protein, water,  and TMA-N were analyzed. The results showed that thawing by immersion in water at ambient temperature (28oC) gave the best chemical quality compared to two others thawing methods in this research.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125251838","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
ANALISIS HASIL TANGKAPAN JARING ARAD DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TAMBAK LOROK, SEMARANG (Catch Analysis Of Arad Net at The Fish Landing Base Tambak Lorok, Semarang)
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/IJFST.14.2.100-105
Eki Septiana, S. Saputra, A. Ghofar
Jaring arad merupakan jaring penangkap udang sebagai hasil tangkapan utama dan memiliki hasil tangkapan sampingan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil tangkap utama dan hasil tangkap sampingan, mengetahui struktur ukuran tangkapan utama, spesifikasi perahu dan alat tangkap arad, serta menganalisis kelayakan usaha penangkapan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan sistematik sampling. Sampel udang diambil secara proporsional yaitu minimal 10% dari total hasil tangkapan. Hasil tangkap selama penelitian terdiri dari 7 spesies krustase, 3 spesies moluska, dan 10 spesies ikan. Ukuran pertama tertangkap (Lc50%)  udang krosok (M. lysianassa) adalah 9 mm, (Lc50%)  udang putih (P. merguiensis) 11 mm. Perahu arad di Tambak Lorok memiliki ukuran relatif sama yaitu 4-8 GT, kekuatan mesin 20-48 PK. Mesh size kantong 24,5 mm.  Hasil tangkapan jaring arad sebesar Rp 426.000,00  per trip, didapatkan dari keuntungan per kilo penjualan udang dan hasil tangkap sampingan. Sedangkan total biaya produksi sebesar Rp. 209.662,00, sehingga diperoleh untung per trip sebesar Rp. 216.337,00 dengan R/C ratio yaitu 2,03 yang mengartikan jaring arad layak diusahakan Arad net is one of fishing gears to catch shrimp as the target species and bycatch. The purposes of this research were to identify the target species and bycatch, to know structure of target species, specification of  fishing boat and arad net, and to analyze the profit and loss of fishing effort. The method used was survey method. This research used systematic sampling. Shrimp samples were taken propotionally at least 10% of the total catch. The results during this research consisted of 7 species of crustacea, 3 species of molluscs, and 10 species of fishes. The size (Lc50%) of Krosok shrimp (M. lysianassa) is 9 mm and the size (Lc50%) of white shrimp (P. merguiensis) is 11 mm. Arad boat at Tambak Lorok has relatively similar size with another (4 to 8 GT). Power machine ranging from 20 to 48 PK, 24,5 mm mesh size. The profit of total species per trip earned from shrimp and bycatch per kilograms is Rp 426.000,00. Meanwhile, the total cost of production was Rp. 209.662,00. Therefore, benefit per trip obtained Rp. 216.337,00 with R/C ratio 2.03 which means arad net is feasible to operating.
阿拉德网是一个主要的捕虾网,并有一个附带的捕虾网。本研究的目的是确定主要的捕获和额外的捕获结果,确定主要的捕获规模的结构,船的规格和捕获设备,并分析捕获的可行性。使用的方法是测量方法。抽样取样是系统性的。对虾样本的比例是总渔获量的10%。在研究过程中捕获的鱼包括7种甲壳类动物、3种软体动物和10种鱼类。第一个捕虾(Lc50%)的捕虾是9毫米,(Lc50%)的白虾(P. merguiensis)是11毫米。Lorok池塘里的arad船的大小是4-8 - GT,发动机功率20-48 . Mesh大小24.5毫米。阿拉德的渔网一次能捕到426.000.00卢比,以每公斤捕虾的利润和利润为由。而生产总成本为209662.00卢比,每旅行收益为216337.00卢比,而R/C ratio值为2.03,这意味着阿拉伯网络是值得追求的目标——物种和副渔抓工具之一。这项研究的目的是确定目标物种和对抓,了解目标物种、渔船和阿拉德网络的结构,并分析渔业努力的利润和损失。使用的方法是调查方法。这个研究使用系统样本。小虾的样本至少占捕虾总量的10%。本研究的结果包括7种甲壳类动物、3种蜕皮动物和10种鱼类。克鲁帕虾的尺寸是9毫米,白虾的尺寸是11毫米。Lorok渔场的阿拉德船与另一艘(4至8 GT)的类似大小。24。5毫米mesh尺寸。每公里收获虾和副渔获物的总物种的利润为426.000.00卢比。与此同时,生产的总成本是209662.00卢比。因此,她的名字是p。
{"title":"ANALISIS HASIL TANGKAPAN JARING ARAD DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TAMBAK LOROK, SEMARANG (Catch Analysis Of Arad Net at The Fish Landing Base Tambak Lorok, Semarang)","authors":"Eki Septiana, S. Saputra, A. Ghofar","doi":"10.14710/IJFST.14.2.100-105","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.14.2.100-105","url":null,"abstract":"Jaring arad merupakan jaring penangkap udang sebagai hasil tangkapan utama dan memiliki hasil tangkapan sampingan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil tangkap utama dan hasil tangkap sampingan, mengetahui struktur ukuran tangkapan utama, spesifikasi perahu dan alat tangkap arad, serta menganalisis kelayakan usaha penangkapan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan sistematik sampling. Sampel udang diambil secara proporsional yaitu minimal 10% dari total hasil tangkapan. Hasil tangkap selama penelitian terdiri dari 7 spesies krustase, 3 spesies moluska, dan 10 spesies ikan. Ukuran pertama tertangkap (Lc50%)  udang krosok (M. lysianassa) adalah 9 mm, (Lc50%)  udang putih (P. merguiensis) 11 mm. Perahu arad di Tambak Lorok memiliki ukuran relatif sama yaitu 4-8 GT, kekuatan mesin 20-48 PK. Mesh size kantong 24,5 mm.  Hasil tangkapan jaring arad sebesar Rp 426.000,00  per trip, didapatkan dari keuntungan per kilo penjualan udang dan hasil tangkap sampingan. Sedangkan total biaya produksi sebesar Rp. 209.662,00, sehingga diperoleh untung per trip sebesar Rp. 216.337,00 dengan R/C ratio yaitu 2,03 yang mengartikan jaring arad layak diusahakan Arad net is one of fishing gears to catch shrimp as the target species and bycatch. The purposes of this research were to identify the target species and bycatch, to know structure of target species, specification of  fishing boat and arad net, and to analyze the profit and loss of fishing effort. The method used was survey method. This research used systematic sampling. Shrimp samples were taken propotionally at least 10% of the total catch. The results during this research consisted of 7 species of crustacea, 3 species of molluscs, and 10 species of fishes. The size (Lc50%) of Krosok shrimp (M. lysianassa) is 9 mm and the size (Lc50%) of white shrimp (P. merguiensis) is 11 mm. Arad boat at Tambak Lorok has relatively similar size with another (4 to 8 GT). Power machine ranging from 20 to 48 PK, 24,5 mm mesh size. The profit of total species per trip earned from shrimp and bycatch per kilograms is Rp 426.000,00. Meanwhile, the total cost of production was Rp. 209.662,00. Therefore, benefit per trip obtained Rp. 216.337,00 with R/C ratio 2.03 which means arad net is feasible to operating.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126671377","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
POTENSI PADANG LAMUN SEBAGAI PENYERAP KARBON DI PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (Ability of Seagrass Beds as Carbon Sink in The Waters of Karimunjawa Island, Karimunjawa National Park )
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/IJFST.14.2.115-122
Ajeng Ganefiani, S. Suryanti, Nurul Latifah
Perubahan iklim disebabkan karena meningkatnya kandungan Gas Rumah Kaca seperti karbon dioksida (CO2), klorofluorokarbon (CFC), ozon (O3), dinitro oksida (N2O), metana (CH4), heksafluorida (SF6), hidrofluorokarbon (HFCS), perfluorokarbon (PFCS)). Diantara kedelapan gas tersebut, konsentrasi gas CO2 di atmosfer memiliki kontribusi terbesar yaitu lebih dari 55% dari total efek GRK yang ditimbulkan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi GRK adalah dengan memanfaatkan lautan dan ekosistem pesisir sebagai penyerap CO2 alami (natural CO2 sink). Lamun merupakan tumbuhan laut yang berkontribusi terhadap penyerapan karbon melalui proses fotosintesis yang kemudian disimpan dalam bentuk biomassa pada bagian daun, rhizoma dan akar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kerapatan dan tutupan lamun serta potensi penyerapan karbon dalam biomassa berupa jaringan atas substrat dan bawah substrat lamun yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di Pulau Karimunjawa. Identifikasi jenis lamun dilakukan dengan melihat panduan buku seagrasswatch, kerapatan dan tutupan dilakukan dengan metode transek kuadran. Analisis kandungan karbon dilakukan dengan metode pengabuan. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, Halophila minor, Halodule uninervis, Halophila ovalis dan Syringodium isoetifolium. Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata memiliki nilai kerapatan tertinggi dengan kerapatan mencapai 450 ind/m2 dan 1204 ind/m2. Nilai biomassa dibagian bawah susbtrat berkisar 970,39 - 1.412.55 gbk/m2 yang lebih besar dibandingkan nilai biomassa lamun dibagian atas substrat berkisar 371, 88 - 546, 38 gbk/m2 diikuti nilai penyerapan karbon dibagian bawah substrat (akar dan rhizoma) berkisar antara 12,60 – 93,62 gC/m2, sementara kandungan karbon dibagian atas substrat (daun) berkisar antara 4,19 – 34,12 gC/m2. Total stok karbon di perairan Pulau Karimunjawa berkisar antara 1,28 ton karbon – 2,49 ton karbon atau sebesar 0,50 – 0,73 ton karbon/ha Climate change is caused by increasing greenhouse gases content such as carbon dioxide (CO2), chlorofluorocarbon (CFC), ozone (O3), dinitro oxide (N2O), methane (CH4), hexafluoride (SF6), hydrofluorocarbons (HFCS), perfluorocarbons (PFCS) )). Among the eight gases, the concentration of CO2 gas in the atmosphere has the largest contribution, which is more than 55% of the total GHG effects generated. One of the preventive measures that can be taken to reduce GHG emissions is to use the oceans and coastal ecosystems as natural CO2 sinks. Seagrass is a marine plant that contributes to carbon sequestration through photosynthesis which is then stored in the form of biomass in the leaves, rhizomes and roots. This research aims to know the types of seagrass, seagrass cover and potential density of biomass carbon of above the substrate (leaves) and below the substrate seagrass (roots and rhizomes) in March 2018 at
气候变化是由二氧化碳、氯氟烃(cfcs)、臭氧(O3)、氧化丁烷(N2O)、甲烷(CH4)、氟化碳(SF6)、氢氟碳(HFCS)、氢氟碳(PFCS)等温室气体含量增加引起的。在这8种气体中,大气中二氧化碳浓度的最大贡献是GRK所产生的总影响的55%以上。减少GRK排放的可采取的预防措施之一是利用海洋和沿海生态系统作为天然吸收二氧化碳的措施。海葵是一种海洋植物,它通过光合作用作用促进碳的吸收,然后将其以生物质量的形式储存在叶子、根部和根部。研究的目的是确定2018年3月在卡里蒙加瓦岛(Karimunjawa islands)表层表层和次层组织的生物质量中碳的密度、密度和凝灰岩。识别海草是通过观察《seagrasswatch、密度和封面手册》在象限中使用transek方法进行的。碳含量的分析是通过合并的方法进行的。研究发现了8种海葵,即甲藻属、Cymodocea rotundata、Cymodocea serrulata、地中海贫血、氟地美、小卤素、卤素、异戊二醇和异戊二醇。血液学和Cymodocea rotundata的密度最高,可达450平方英寸/m2和1204平方英寸。价值底部生物量susbtrat 970.39 - 1.412。55 gbk / m2范围更大的371基质的海草生物量在价值范围相比,88 - 546,38 gbk / m2遵循价值底部的碳吸收基质(根和rhizoma)至12,60——93.62 gC / m2,而碳含量基质(叶)上部4,19——34.12 gC / m2之间不等。库存总量在Karimunjawa介乎1,28岛水域吨碳——2,49吨或花那么大——0.73吨碳-哈气候变化是美国枪舌战increasing温室gases内容这样的二氧化碳(CO2), chlorofluorocarbon (CFC)、臭氧(O3), dinitro氮(N2O)、甲烷(CH4)、hexafluoride (SF6) (HFCS), perfluorocarbons (PFCS))。在大气中二氧化碳的浓度的8个周期中,最大的浓度是GHG效应产生的55%。一种可以用来减少GHG排放的预防措施是将海洋和海岸生态系统作为天然二氧化碳汇集系统使用。Seagrass是一种海洋植物,其特点是通过光合作用作用,将其储存在树叶、根和根的生物质量形式中。这项研究旨在了解2018年3月在Karimunjawa Island上的草本植物、草本封面和潜在的草本碳含量。使用seagrass样本手册使用seagrasswatch的标识,以及使用tranquadrant method的标识被确定。碳满足代谢治疗方法分析。目前研究发现的结果是8种不同于亚的奇、Cymodocea rotundata、Cymodocea serrulata、地中海贫血、红细胞、卤素、非酒精、碘酒和异戊二醇。血液病和Cymodocea rotundata的最高密度超过450英磅/m2和1204英磅。价值面的生物质能substrate ranged从970。39到1.412 gbk。55 / m2,这大比头顶的价值生物质能是substrate ranged gbk从371,88 - 546,38 - m2跟着价值》由《substrate碳adsorption在下面(12根和rhizomes) ranged从60到93 . 63 gC / m2, whilst substrate杂志》(树叶)头顶的碳内容ranged从4 . 19到34 12 gC / m2。被埋在核加瓦岛水域的碳储量从1.28到2.49吨0.50到0.73吨碳/ha。
{"title":"POTENSI PADANG LAMUN SEBAGAI PENYERAP KARBON DI PERAIRAN PULAU KARIMUNJAWA, TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (Ability of Seagrass Beds as Carbon Sink in The Waters of Karimunjawa Island, Karimunjawa National Park )","authors":"Ajeng Ganefiani, S. Suryanti, Nurul Latifah","doi":"10.14710/IJFST.14.2.115-122","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.14.2.115-122","url":null,"abstract":"Perubahan iklim disebabkan karena meningkatnya kandungan Gas Rumah Kaca seperti karbon dioksida (CO2), klorofluorokarbon (CFC), ozon (O3), dinitro oksida (N2O), metana (CH4), heksafluorida (SF6), hidrofluorokarbon (HFCS), perfluorokarbon (PFCS)). Diantara kedelapan gas tersebut, konsentrasi gas CO2 di atmosfer memiliki kontribusi terbesar yaitu lebih dari 55% dari total efek GRK yang ditimbulkan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi GRK adalah dengan memanfaatkan lautan dan ekosistem pesisir sebagai penyerap CO2 alami (natural CO2 sink). Lamun merupakan tumbuhan laut yang berkontribusi terhadap penyerapan karbon melalui proses fotosintesis yang kemudian disimpan dalam bentuk biomassa pada bagian daun, rhizoma dan akar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis lamun, kerapatan dan tutupan lamun serta potensi penyerapan karbon dalam biomassa berupa jaringan atas substrat dan bawah substrat lamun yang dilakukan pada bulan Maret 2018 di Pulau Karimunjawa. Identifikasi jenis lamun dilakukan dengan melihat panduan buku seagrasswatch, kerapatan dan tutupan dilakukan dengan metode transek kuadran. Analisis kandungan karbon dilakukan dengan metode pengabuan. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Thalassia hemprichii, Halophila minor, Halodule uninervis, Halophila ovalis dan Syringodium isoetifolium. Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata memiliki nilai kerapatan tertinggi dengan kerapatan mencapai 450 ind/m2 dan 1204 ind/m2. Nilai biomassa dibagian bawah susbtrat berkisar 970,39 - 1.412.55 gbk/m2 yang lebih besar dibandingkan nilai biomassa lamun dibagian atas substrat berkisar 371, 88 - 546, 38 gbk/m2 diikuti nilai penyerapan karbon dibagian bawah substrat (akar dan rhizoma) berkisar antara 12,60 – 93,62 gC/m2, sementara kandungan karbon dibagian atas substrat (daun) berkisar antara 4,19 – 34,12 gC/m2. Total stok karbon di perairan Pulau Karimunjawa berkisar antara 1,28 ton karbon – 2,49 ton karbon atau sebesar 0,50 – 0,73 ton karbon/ha Climate change is caused by increasing greenhouse gases content such as carbon dioxide (CO2), chlorofluorocarbon (CFC), ozone (O3), dinitro oxide (N2O), methane (CH4), hexafluoride (SF6), hydrofluorocarbons (HFCS), perfluorocarbons (PFCS) )). Among the eight gases, the concentration of CO2 gas in the atmosphere has the largest contribution, which is more than 55% of the total GHG effects generated. One of the preventive measures that can be taken to reduce GHG emissions is to use the oceans and coastal ecosystems as natural CO2 sinks. Seagrass is a marine plant that contributes to carbon sequestration through photosynthesis which is then stored in the form of biomass in the leaves, rhizomes and roots. This research aims to know the types of seagrass, seagrass cover and potential density of biomass carbon of above the substrate (leaves) and below the substrate seagrass (roots and rhizomes) in March 2018 at ","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"97 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123320830","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 10
POTENSI PANKREAS KAMBING SEBAGAI BATING AGENT ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK KULIT IKAN NILA (Oreochromus niloticus) TERSAMAK(Pancreas Potential Of Goat As A Natural Bating Agent On Tilapia (Oroeochromus niloticus) Leather)
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/IJFST.14.2.123-127
Muhammad Aziz Cahyana, U. Amalia, S. Suharto
Pankreas kambing mengandung enzim proteolitik yang berpotensi sebagai bating agent dalam proses penyamakan kulit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan bating agent dari pankreas kambing terhadap karakteristik fisik kulit ikan nila tersamak dan mengetahui konsentrasi terbaik dari penggunaan bating agent pankreas kambing. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit ikan niladan pankreas kambing segar. Metode penelitian ini bersifat experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan dengan 4 konsentrasi bating agent  yaitu (0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) kulit ikan tersamak diuji dengankekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kadar krom oksida, dan suhu kerut. Hasil penelitian menghasilkan bahan bating agent berpengaruh terhadap karakteristik kulit ikan tersamak (P<0,05). Konsentrasi bating agent sebesar 2% memberikan hasil yang terbaik sebagai berikut: kekuatan tarik 1300,45 N/cm², kemuluran 87,70%, kekuatan sobek 273,90 N/cm², kadar krom oksida 3,46 %, dan suhu kerut 99,75°C. Kulit ikan nila tersamak hasil penelitian semua perlakuan  memenuhi persyaratan SNI 06-4586-1998 kecuali untuk parameter kemuluran tidak memenuhi syarat. Goat pancreas, containing proteolytic enzymes which the potential as a bating agent in the process of tanning the skin. The purpose of this study was to determine the effect of using bating agent from goat pancreas on the physical characteristics of tilapia skin and knowing the best concentration of using the goat pancreatic agent. The material used in this study is the skin of tilapia and fresh goat pancreas. This research method is experimental laboratories using Completely Randomized Design (CRD) with three repetitions with 4 concentrations of bating agent namely (0.5%, 1%, 1.5% and 2%) the skin of tanned fish is tested with tensile strength, elongation, tear strength, chrome oxide content, and wrinkle temperature. The results of the study resulted in bating agent material affecting the characteristics of tanned fish skin (P <0.05). Bating agent concentration of 2% gave the best results as follows: tensile strength 1300.45 N / cm², elongation 87.70%, tear strength 273.90 N / cm², chrome oxide content 3.46%, and wrinkle temperature 99, 75 ° C. The results of this study produced a total nitrogen of 2.65% of the goat pancreas which has great potential to be used as bating material. The skin of tanned tilapia from the results of this study meets the requirements of SNI 06-4586-1998 except for elongation parameters that do not meet the requirements.
山羊胰腺含有一种可能的蛋白酶,在皮质鞣制过程中起作用。本研究的目的是确定使用山羊胰腺素制剂对甲鱼皮肤特征的影响,并确定使用山羊胰腺素制剂的最佳浓度。研究中使用的材料是罗非鱼的皮肤和新鲜的山羊胰腺。该研究方法是实验室的实验,使用完全随机设计(RAL),重复四次,探员浓度为0.5%、1%、1.5%和2%。研究产生的试剂会影响鱼皮肤的特性(P< 0.05)。bating浓度2%的探员给你最好的结果如下:抗拉强度1300.45 N / cm²,kemuluran 87,70%撕破,力量273.90 N / cm²温度、氧化铬含量3,46 %和皱纹99.75°C。一种未经加工的红鱼皮符合SNI 06-4586-1998的要求,除了回购参数外,回购是不合格的。山羊pancreas,是一种可能是晒黑皮肤过程中的代理。这项研究的目的是确定皮肤皮肤的生理特征中使用goat的有效性。这项研究中使用的材料是木屑和新鲜高脚杯的皮肤。这项研究的方法是一种实验实验室使用的三种完全融合的设计(0.5%、1%、1.5%和2%)。研究结果在bating材料代理影响晒黑鱼皮肤的特点(P <0.05)。Bating 2%的双臀探员给《best results as follows:肌腱力量1300。45 N / cm²,70%,把力量273 elongation 87。90 N / cm²,chrome氮内容3 . 46%和皱纹99,75°C的温度。the results of this study》由a总氮2 . 65%的山羊pancreas哪种有伟大的美国潜在的成为过去Bating材料。除了重复不符合要求的参数的参数外,这些研究结果的皮肤是晒黑的。
{"title":"POTENSI PANKREAS KAMBING SEBAGAI BATING AGENT ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK KULIT IKAN NILA (Oreochromus niloticus) TERSAMAK(Pancreas Potential Of Goat As A Natural Bating Agent On Tilapia (Oroeochromus niloticus) Leather)","authors":"Muhammad Aziz Cahyana, U. Amalia, S. Suharto","doi":"10.14710/IJFST.14.2.123-127","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.14.2.123-127","url":null,"abstract":"Pankreas kambing mengandung enzim proteolitik yang berpotensi sebagai bating agent dalam proses penyamakan kulit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan bating agent dari pankreas kambing terhadap karakteristik fisik kulit ikan nila tersamak dan mengetahui konsentrasi terbaik dari penggunaan bating agent pankreas kambing. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit ikan niladan pankreas kambing segar. Metode penelitian ini bersifat experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan dengan 4 konsentrasi bating agent  yaitu (0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) kulit ikan tersamak diuji dengankekuatan tarik, kemuluran, kekuatan sobek, kadar krom oksida, dan suhu kerut. Hasil penelitian menghasilkan bahan bating agent berpengaruh terhadap karakteristik kulit ikan tersamak (P<0,05). Konsentrasi bating agent sebesar 2% memberikan hasil yang terbaik sebagai berikut: kekuatan tarik 1300,45 N/cm², kemuluran 87,70%, kekuatan sobek 273,90 N/cm², kadar krom oksida 3,46 %, dan suhu kerut 99,75°C. Kulit ikan nila tersamak hasil penelitian semua perlakuan  memenuhi persyaratan SNI 06-4586-1998 kecuali untuk parameter kemuluran tidak memenuhi syarat. Goat pancreas, containing proteolytic enzymes which the potential as a bating agent in the process of tanning the skin. The purpose of this study was to determine the effect of using bating agent from goat pancreas on the physical characteristics of tilapia skin and knowing the best concentration of using the goat pancreatic agent. The material used in this study is the skin of tilapia and fresh goat pancreas. This research method is experimental laboratories using Completely Randomized Design (CRD) with three repetitions with 4 concentrations of bating agent namely (0.5%, 1%, 1.5% and 2%) the skin of tanned fish is tested with tensile strength, elongation, tear strength, chrome oxide content, and wrinkle temperature. The results of the study resulted in bating agent material affecting the characteristics of tanned fish skin (P <0.05). Bating agent concentration of 2% gave the best results as follows: tensile strength 1300.45 N / cm², elongation 87.70%, tear strength 273.90 N / cm², chrome oxide content 3.46%, and wrinkle temperature 99, 75 ° C. The results of this study produced a total nitrogen of 2.65% of the goat pancreas which has great potential to be used as bating material. The skin of tanned tilapia from the results of this study meets the requirements of SNI 06-4586-1998 except for elongation parameters that do not meet the requirements.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126624156","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PRODUKSI Chlorella sp. DENGAN PERLAKUAN LIMBAH CAIR TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STERIL (Production of Chlorella sp. with Steril White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Liquid Waste Treatment)
Pub Date : 2019-02-14 DOI: 10.14710/ijfst.14.2.96-99
S. Tangguda, I. Prasetia
Limbah cair tambak udang vaname (L. vannamei) merupakan hasil buangan dari proses budidaya yang umumnya langsung dibuang ke perairan umum. Limbah tersebut masih mengandung sejumlah unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan organisme pada tingkatan trofik dibawahnya, salah satunya adalah mikroalga Chlorella sp. Namun, pada limbah tersebut masih ditemukan sejumlah organisme yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga limbah harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menumbuhkan mikroalga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis limbah cair tambak udang vaname steril dalam produksi Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan, yaitu A (dosis limbah 25%), B (dosis limbah 50%), C (dosis limbah 75%), dan D (dosis limbah 100%); masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan D memberikan produksi Chlorella sp. tertinggi yang dapat dilihat dari kepadatan sel dan laju pertumbuhan spesifik pada saat puncak pertumbuhan, yaitu 2.833.333 sel/mL dan 0,472. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah cair tambak udang vaname steril dengan dosis 100% dapat digunakan untuk mengkultur Chlorella sp. skala laboratorium dengan menghasilkan produksi mikroalga tertinggi. Diharapkan limbah yang berasal dari hasil budidaya udang vaname dapat dimanfaatkan untuk mengkultur mikroalga sehingga mengurangi pencemaran yang terjadi di perairan umum sekitarnya. Liquid waste of vaname shrimp ponds (L. vannamei) is the result of waste from the cultivation process which is generally discharged directly into public waters. The waste still contains a number of nutrients needed for the growth of organisms at the lower trophic level, one of which is Chlorella sp. However, in these wastes there are still organisms that interfere with the growth of Chlorella sp. therefore the waste must be sterilized before using it to grow the microalgae. The purpose of this study was to determine the dose of liquid waste of sterile vaname shrimp ponds in the production of Chlorella sp. This study used an experimental method with 4 treatments, namely A (25% waste dose), B (50% waste dose), C (75% waste dose), and D (100% waste dose); each treatment was repeated 3 times. The results of the study stated that treatment D gave the production of Chlorella sp. the highest can be seen from cell density and specific growth rate at the peak of growth, which is 2,833,333 cells / mL and 0.472. The results of this study can be concluded that sterile liquid waste of vaname shrimp ponds with a dose of 100% can be used to culture Chlorella sp. laboratory scale by producing the highest microalgae production. It is expected that waste derived from vaname shrimp culture can be used to cultivate microalgae so as to reduce pollution in the surrounding public waters
vani虾养殖场的废水(L. vannamei)是一种直接被倒入公共水域的养殖过程的产物。这些废物仍然含有微生物在其下三层生长所需的营养物质,其中一种是氯化藻sp。然而,在这些废物中仍然存在一些干扰叶绿素生长的微生物,因此在用于生长微藻之前必须先消毒。本研究的目的是确定输液管生产氯拉酸的无菌养虾场废水的剂量。该研究采用的是一种实验方法,四种治疗方法是A(废物剂量为25%),B(废物剂量为50%),C(废物剂量为75%),D(废物剂量为100%);每次治疗重复三次。研究结果表明,D治疗提供了从细胞密度和生长峰值的具体增长率中可见的最高水平,即2,833,333个细胞/mL和0.472。这项研究得出的结论是,用100%剂量的无菌维加虾场污水可以用来培养氯拉sp。人们希望由养殖的大虾产生的废物可以用来培养微藻类,从而减少周围公共水域的污染。vada shrimp ponds (L. vannamei)的浮渣是对错误做法的再现,这种做法通常被直接用于公共水域。nutrients浪费还是contains a号》需要for The organisms at The trophic下城的增长水平,哪种是Chlorella sp的一号。但是,在这些wastes有些还是那个interfere with The organisms Chlorella sp的增长。这就是《荒原一定sterilized microalgae》之前,用它来成长。这个研究的目的是为了个重大之剂量液体的荒原的无菌vaname磅虾in The production of Chlorella sp。这个研究过去的实验方法和4 treatments, namely A荒原剂量(25%)、B(50%浪费剂量)、C(75%的荒原剂量)和D(100%浪费剂量);每一次治疗都被重复了三次。The results of The study stated that治疗D制作》给Chlorella sp。见《最高可以从细胞密度和非常具体的增长速率at The peak的增长,这是2,833,333细胞/ mL和0.472。这项研究的结果可以确定,v悬浮液浮渣和百分之百的用于培养氯氮磷虾。这一点是浪费derived来自vaname虾文化可以成为习惯cultivate microalgae所以surrounding公共水域中的美国为了减少污染
{"title":"PRODUKSI Chlorella sp. DENGAN PERLAKUAN LIMBAH CAIR TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STERIL (Production of Chlorella sp. with Steril White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Liquid Waste Treatment)","authors":"S. Tangguda, I. Prasetia","doi":"10.14710/ijfst.14.2.96-99","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.14.2.96-99","url":null,"abstract":"Limbah cair tambak udang vaname (L. vannamei) merupakan hasil buangan dari proses budidaya yang umumnya langsung dibuang ke perairan umum. Limbah tersebut masih mengandung sejumlah unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan organisme pada tingkatan trofik dibawahnya, salah satunya adalah mikroalga Chlorella sp. Namun, pada limbah tersebut masih ditemukan sejumlah organisme yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga limbah harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menumbuhkan mikroalga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis limbah cair tambak udang vaname steril dalam produksi Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan, yaitu A (dosis limbah 25%), B (dosis limbah 50%), C (dosis limbah 75%), dan D (dosis limbah 100%); masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan D memberikan produksi Chlorella sp. tertinggi yang dapat dilihat dari kepadatan sel dan laju pertumbuhan spesifik pada saat puncak pertumbuhan, yaitu 2.833.333 sel/mL dan 0,472. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah cair tambak udang vaname steril dengan dosis 100% dapat digunakan untuk mengkultur Chlorella sp. skala laboratorium dengan menghasilkan produksi mikroalga tertinggi. Diharapkan limbah yang berasal dari hasil budidaya udang vaname dapat dimanfaatkan untuk mengkultur mikroalga sehingga mengurangi pencemaran yang terjadi di perairan umum sekitarnya. Liquid waste of vaname shrimp ponds (L. vannamei) is the result of waste from the cultivation process which is generally discharged directly into public waters. The waste still contains a number of nutrients needed for the growth of organisms at the lower trophic level, one of which is Chlorella sp. However, in these wastes there are still organisms that interfere with the growth of Chlorella sp. therefore the waste must be sterilized before using it to grow the microalgae. The purpose of this study was to determine the dose of liquid waste of sterile vaname shrimp ponds in the production of Chlorella sp. This study used an experimental method with 4 treatments, namely A (25% waste dose), B (50% waste dose), C (75% waste dose), and D (100% waste dose); each treatment was repeated 3 times. The results of the study stated that treatment D gave the production of Chlorella sp. the highest can be seen from cell density and specific growth rate at the peak of growth, which is 2,833,333 cells / mL and 0.472. The results of this study can be concluded that sterile liquid waste of vaname shrimp ponds with a dose of 100% can be used to culture Chlorella sp. laboratory scale by producing the highest microalgae production. It is expected that waste derived from vaname shrimp culture can be used to cultivate microalgae so as to reduce pollution in the surrounding public waters","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131188173","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
APLIKASI ES CURAI DARI MESIN PENGHANCUR ES PADA KUALITAS PROTEIN DAGING KERANG REBUS (Anadara granosa) (The Application of ice crusher from designing machine in protein quality shellfish meat steamed (Anadara granosa)
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.14710/IJFST.13.2.89-93
R. Romadhon, T. Agustini, Selamet Suharto, Y. S. Darmanto, A. S. Fahmi
Kandungan protein Kerang Anadara granosacukup tinggi sehingga rentan sekali mengalami pembusukan. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan es adalah bentuk es. Penggunaan bongkahan es yang besar dan kasar serta tajam akan menyebabkan kerusakan fisik. Alternatif yang dapat diterapkan adalah Alat pemecah es . Penelitian ini bertujuan  mengamati kualitas  dan kerusakan protein selama pendinginan dengan membandingkan es curai yang dihancurkan manual dan es curai hasil dari mesin penghancur es. Metode yang dilakukan dengan Pengesan daging kerang dengan es yang dihancurkan manual dengan es hasil mesin penghancur.Sampel disimpan selama 6 hari dan diamati kandungan protein dan TVB-N setiap 3 hari sekali. Rancangan Percobaan menggunakan rancangan faktorial dengan 2 faktor yaitu es yang dihancurkan secara manual dan dihancurkan mesin penghancur es. Hasil dari penelitian ini didapatkan kandungan protein kerang tanpa pengesan dari hari ke-0 14.04±0,71 %; dan hari ke-6 9.27±0.17%. Kandungan protein kerang yang diberi es balok yang dihancurkan secara manual hari ke-0 14,23±0,46%; dan hari ke-6 11,68±0,40%. Kerang yang menggunakan es curai hasil mesin penghancur es hari ke-0 adalah 13,91±0,68%; dan hari ke-6 yaitu 14,28±0,63%. Hasil kandungan TVB-N kerang tanpa pengesan dari hari ke-0 13.11±0,29 mgN/100g; dan hari ke-6 64,97±0.61mgN/100g. Kerang yang diberi es balok yang dihancurkan secara manual hari ke-0 13,00±0,48 mgN/100g; dan  hari ke-6 23,28±0,53 mgN/100g. Kerang menggunakan es curai hasil mesin penghancur es hari ke-0 adalah 13,21±0,66 mgN/100g; dan hari ke-6 yaitu 19.72±0,49 mgN/100g. Protein content Anadara granosa shells are high enough to be prone to decay. The obstacle faced in the use of ice is the form of ice. The use of large, rough and sharp blocks of ice will cause physical damage. The applicable alternative is the Ice Breaker. This study aims to observe the quality and deterioration of proteins during cooling by comparing the manually destroyed ice cubes and ice cultivated from ice-breaking machines. The method is done with the Order of shellfish with the ice that is destroyed manually with ice crushing machine. Samples are stored for 6 days, and observed the content of protein and TVB-N every 3 days. The experimental design used a factorial design with 2 factors: manually destroyed ice and crushed ice crusher. The results of this study found the content of shell protein without impressive from day-0 14.04 ± 0.71%; and 6th day 9.27 ± 0.17%. The content of shellfish protein given ice beam which was manually destroyed on day 0 14.23 ± 0.46%; and the 6th day 11.68 ± 0.40%. The shell that used ice cubes from the 0 th day crusher was 13.91 ± 0.68%; and the 6th day is 14.28 ± 0.63%. Results of TVB-N content of shellfish without impression from day 0 13.11 ± 0.29 mgN / 100g; and day 6 64,97 ± 0.61mgN / 100g. Shellfish with ice blocks manually destroyed on day 0 13.00 ± 0.48 mgN / 100g; and day 6 23.28 ± 0.53 mgN / 100g. The shells using ice cubes from
颗粒状贝类的蛋白质含量高到很容易腐烂。使用冰所面临的障碍是冰的形式。浮冰的巨大、粗糙和尖锐使用会造成身体伤害。另一种可行的选择是破冰船。本研究的目的是通过比较手动分解的冰柱和制冰机释放的冰柱来观察冷却过程中蛋白质的质量和损害。一种方法是用破坏机器的冰手工磨碎的蛤蜊肉探测器。样本保存6天,每3天观察蛋白质含量和TVB-N。实验计划采用的是两种因素因素,即手工碎冰和碎冰机。这项研究的结果得到蛋白质含量没有从14日ke-0探测器贝壳。04±0,71 %;第六,一天9 . 27±0。17%。蛋白质含量的贝壳被粉碎的冰块上手动一天ke-0 14,23±0,46%;第六,一天11,68±0,40%。今天用冰curai结果碎纸机的贝壳ke-0是13.91±0,68%;第六,一天即14,28±0,63%。探测器的情况下TVB-N贝壳含量结果±11日ke-0 13。0,29 mgN / 100g;第六,一天64.97±0。61mgN / 100g。今天被粉碎的冰块上手动的贝壳ke-0 13,00±0.48 mgN深/ 100g;第六,一天23,28±0.53 mgN / 100g。用冰curai碎纸机结果一天ke-0贝壳是13,21±0,66 mgN / 100g;第六,一天即19 . 72±0.49 mgN / 100g。粒状蛋白质颗粒壳高到可以分解。在使用冰的过程中,遮住的面孔是冰的形式。冰的巨大、粗糙和尖锐的阻挡将是物理伤害的结果。备用工具是破冰机。这些研究表明,在不断膨胀的过程中,人们正在研究可预测性和可降解的蛋白质。方法与shellfish的顺序是一致的,与冰的顺序是致命的用冰粉碎机器。样本被储存6天,每3天观察蛋白质和电视的含量。实验设计用两种工具:人工破坏冰和碎冰破碎机。The results of this study发现蛋白质壳没有印象深刻之内容来自day-0 14 . 04±0。71%;27±0。9和6日17%。贝类蛋白质赐予冰柱之内容,这是奶酪,毁了on day 14 . 23±0。46%;《6日11 . 68±0。40%。《贝壳那过去冰块从0岁13日破碎机是91±0。68%;《6日28±0。63%是14。Results of TVB-N内容of贝类没有印象从29日13 . 11±0。mgN / 100g;和第六天64.97±0。61mgN / 100g。贝类with ice猪鬃块奶酪,毁灭在13日0点±0。48 mgN / 100g;和6日23 . 28±0。53 mgN / 100g。《0岁用冰块贝壳,从13日破碎机是21±0。66 mgN / 100g;和第六天是19 . 72±0。49 mgN / 100g。
{"title":"APLIKASI ES CURAI DARI MESIN PENGHANCUR ES PADA KUALITAS PROTEIN DAGING KERANG REBUS (Anadara granosa) (The Application of ice crusher from designing machine in protein quality shellfish meat steamed (Anadara granosa)","authors":"R. Romadhon, T. Agustini, Selamet Suharto, Y. S. Darmanto, A. S. Fahmi","doi":"10.14710/IJFST.13.2.89-93","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.13.2.89-93","url":null,"abstract":"Kandungan protein Kerang Anadara granosacukup tinggi sehingga rentan sekali mengalami pembusukan. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan es adalah bentuk es. Penggunaan bongkahan es yang besar dan kasar serta tajam akan menyebabkan kerusakan fisik. Alternatif yang dapat diterapkan adalah Alat pemecah es . Penelitian ini bertujuan  mengamati kualitas  dan kerusakan protein selama pendinginan dengan membandingkan es curai yang dihancurkan manual dan es curai hasil dari mesin penghancur es. Metode yang dilakukan dengan Pengesan daging kerang dengan es yang dihancurkan manual dengan es hasil mesin penghancur.Sampel disimpan selama 6 hari dan diamati kandungan protein dan TVB-N setiap 3 hari sekali. Rancangan Percobaan menggunakan rancangan faktorial dengan 2 faktor yaitu es yang dihancurkan secara manual dan dihancurkan mesin penghancur es. Hasil dari penelitian ini didapatkan kandungan protein kerang tanpa pengesan dari hari ke-0 14.04±0,71 %; dan hari ke-6 9.27±0.17%. Kandungan protein kerang yang diberi es balok yang dihancurkan secara manual hari ke-0 14,23±0,46%; dan hari ke-6 11,68±0,40%. Kerang yang menggunakan es curai hasil mesin penghancur es hari ke-0 adalah 13,91±0,68%; dan hari ke-6 yaitu 14,28±0,63%. Hasil kandungan TVB-N kerang tanpa pengesan dari hari ke-0 13.11±0,29 mgN/100g; dan hari ke-6 64,97±0.61mgN/100g. Kerang yang diberi es balok yang dihancurkan secara manual hari ke-0 13,00±0,48 mgN/100g; dan  hari ke-6 23,28±0,53 mgN/100g. Kerang menggunakan es curai hasil mesin penghancur es hari ke-0 adalah 13,21±0,66 mgN/100g; dan hari ke-6 yaitu 19.72±0,49 mgN/100g. Protein content Anadara granosa shells are high enough to be prone to decay. The obstacle faced in the use of ice is the form of ice. The use of large, rough and sharp blocks of ice will cause physical damage. The applicable alternative is the Ice Breaker. This study aims to observe the quality and deterioration of proteins during cooling by comparing the manually destroyed ice cubes and ice cultivated from ice-breaking machines. The method is done with the Order of shellfish with the ice that is destroyed manually with ice crushing machine. Samples are stored for 6 days, and observed the content of protein and TVB-N every 3 days. The experimental design used a factorial design with 2 factors: manually destroyed ice and crushed ice crusher. The results of this study found the content of shell protein without impressive from day-0 14.04 ± 0.71%; and 6th day 9.27 ± 0.17%. The content of shellfish protein given ice beam which was manually destroyed on day 0 14.23 ± 0.46%; and the 6th day 11.68 ± 0.40%. The shell that used ice cubes from the 0 th day crusher was 13.91 ± 0.68%; and the 6th day is 14.28 ± 0.63%. Results of TVB-N content of shellfish without impression from day 0 13.11 ± 0.29 mgN / 100g; and day 6 64,97 ± 0.61mgN / 100g. Shellfish with ice blocks manually destroyed on day 0 13.00 ± 0.48 mgN / 100g; and day 6 23.28 ± 0.53 mgN / 100g. The shells using ice cubes from ","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"188 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128642107","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
INVENTARISASI MANGROVE DAN GASTROPODA DI PULAU TUNDA SERANG BANTEN, INDONESIA SERTA DISTRIBUSI SPASIAL DAN KONEKTIVITASNYA (Mangrove and Gastropods Inventarization, Spacial Distribution and Connectivity in Tunda Island Serang Banten, Indonesia)
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.14710/ijfst.13.2.94-99
Syahrial Syahrial, Novita Mz Novita Mz
Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang unik, sangat rentan, tetapi paling produktif diantara ekosistem lainnya. Salah satu manfaat hutan mangrove adalah sebagai tempat hidup berbagai biota pesisir dan laut. Penelitian tentang inventarisasi jenis mangrove dan biota asosiasi gastropoda serta distribusi dan konektivitasnya telah dilakukan di Pulau Tunda Serang Banten pada bulan Januari 2014 yang bertujuan untuk mendata keanekaragaman hayati di Indonesia. Stasiun 1 berada di bagian Timur pulau, sedangkan Stasiun 2 berada di bagian Selatan pulau. Data kondisi vegetasi mangrovenya dikumpulkan dengan cara membuat transek garis dan plot berukuran 10 x 10 m2, 5 x 5 m2 dan 1 x 1 m2 yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan, sedangkan data kondisi biota asosiasi gastropodanya dikumpulkan dalam plot berukuran 1 x 1 m2 yang dipasang dalam plot transek vegetasi mangrove berukuran 10 x 10 m2. Kemudian distribusi mangrove, biota asosiasi gastropoda dan konektivitasnya dianalisis menggunakan Analisis Faktorial Koresponden (AFK). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 jenis mangrove dan 20 jenis biota asosiasi gastropoda. Kerapatan mangrove untuk kedua stasiunnya bervariasi, dimana untuk kategori pohon dan semai kerapatan tertingginya pada bagian Selatan, sedangkan kerapatan anakan pada bagian Timur. Sementara untuk biota asosiasi (gastropoda), kepadatan tertinggi untuk kedua stasiunnya adalah L. scabra (6,31 dan 2,24 ind/m2). Distribusi jenis mangrove berdasarkan AFK dikelompokan menjadi dua kelompok, sedangkan distribusi gastropodanya menjadi 3 kelompok. Selanjutnya spesies mangrove R. apiculata memiliki hubungan yang kuat terhadap spesies gastropoda L. scabra, kemudian B. gymnorrhiza dan R. stylosa berkaitan erat dengan C. cingulata maupun T. sulcata, sedangkan R. mucronata, L. racemosa maupun S. caseolaris berkaitan erat dengan gastropoda T. palustris, N. planospira dan M. puella.Mangrove is an unique and susceptible ecosystem, but the most productive than others ecosystem. One of the mangove forest function is as a living place for many coastal and sea biota such as sea gastropods. The research is included some activity to inventory the mangrove and sea gastropod as association biota with it’s spacial distribution and connectivity. It was conducted in Tunda Island Serang Banten on January, 2014 with the aim to collect biodiversity data in Indonesia. Station one (1) is on the East part of the island, while station two (2) on the South part. The mangrove vegetations condition data were collected by line transect and plot (10 x 10 m2, 5 x 5 m2 and 1 x 1 m2) method. It is pulled from the point reference direction (the outer mangrove stand) perpendicular to the shoreline from the main land and divided into 2 (two) research station located on east and south part of the island. While, the associations biota (sea gastropod) condition data were collected by plot size method (1 x 1 m2) located on man
红树林生态系统是一个独特的生态系统,非常脆弱,但在其他生态系统中是最多产的。红树林的好处之一是作为各种沿海和海洋生物的栖息地。2014年1月,在班腾岛(Banten island)进行的一项关于芒果和腹足动物协会(mangrove and biota association)的排版研究,旨在分析印尼的生物多样性。第一站在岛的东边,第二站在岛的南边。线mangrovenya聚集方式让transek植被状况的数据和情节(10 x 10平方米,5×5平方米和1×1 m2从参考点(在空中的红树林海岸线外)和垂直回到岸上,而条件gastropodanya协会生物数据收集中安装的情节(1×1 m2情节transek红树林植被(10×10平方米。然后,mangrove的分布,腹足类协会的生物组织和连接性,通过批文分析进行了分析。研究表明,有5种红树林和20种腹足类生物协会。树种的树种密度各不相同,而树种的树种密度最高,东部的树种密度最高。而对于biota association (gastropoda)来说,最大的密度是L. scabra(6.31和2.24 ind/m2)。基于AFK的红树林品种的分布分成两组,而胃足类的分布分成三组。此外,mangrove R. apiculata与gastropoda L. scabra物种有着密切的联系,然后B. gymnorrhiza和R. stylosa与C. cingalata和t. sulcata密切相关,而R. mucronata, L. racemosa和S. caseo卖与gastropoda T. palustris, N. planospira和M. puella密切相关。Mangrove是一个独一无二的和令人讨厌的生态系统,但它比其他的系统生产得更出色。红树林的一个功能是许多植物和海洋生物的家园。《红树林research是included一些活动去inventory)和美国海gastropod协会和生物是空间distribution and connectivity。2014年1月,其目标是延缓该岛对印尼生物多样性数据的攻击。第一站在岛的东边,第二站在岛的南边。mangrove植被数据由直线传输和情节收集(10×10平方英尺,5×5平方英尺和1×1平方公里)方法。它从主地的海岸线一直延伸到岛的东南部。与此同时,美联社生物研究(sea gastropod)数据是由一种大型方法(1×1平方公里)的草场收集的。红树林和gastropods空间distribution它connectivity是analyzed by通讯员分析Factorial(开咖啡馆)功能在SPSS统计软件(Social Science)的包裹。有5个宿主物种和20个胃舱。两者都有不同的性别,这两种性别的界限被限制在岛的南部,同时呈现在岛的东部。与此同时,我们mangrove的两站都埋着L. scabra最大的齿状生物。弥足开咖啡馆分析》,《物种的红树林是按进2(二)集团,而gastropods是按进3(三)集团for its connectivity测量。这些被捕食的物种表现为胃足类动物与胃足类动物有密切的关系。因此,B. gymnorrhiza和R. stylosa与C. cingulata and T. sulcata, whereas, R. mucronata, L. racemosa和S. caseo卖有与胃波达t.palustris, N. planospira和M. puella有关系。
{"title":"INVENTARISASI MANGROVE DAN GASTROPODA DI PULAU TUNDA SERANG BANTEN, INDONESIA SERTA DISTRIBUSI SPASIAL DAN KONEKTIVITASNYA (Mangrove and Gastropods Inventarization, Spacial Distribution and Connectivity in Tunda Island Serang Banten, Indonesia)","authors":"Syahrial Syahrial, Novita Mz Novita Mz","doi":"10.14710/ijfst.13.2.94-99","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.13.2.94-99","url":null,"abstract":"Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang unik, sangat rentan, tetapi paling produktif diantara ekosistem lainnya. Salah satu manfaat hutan mangrove adalah sebagai tempat hidup berbagai biota pesisir dan laut. Penelitian tentang inventarisasi jenis mangrove dan biota asosiasi gastropoda serta distribusi dan konektivitasnya telah dilakukan di Pulau Tunda Serang Banten pada bulan Januari 2014 yang bertujuan untuk mendata keanekaragaman hayati di Indonesia. Stasiun 1 berada di bagian Timur pulau, sedangkan Stasiun 2 berada di bagian Selatan pulau. Data kondisi vegetasi mangrovenya dikumpulkan dengan cara membuat transek garis dan plot berukuran 10 x 10 m2, 5 x 5 m2 dan 1 x 1 m2 yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan, sedangkan data kondisi biota asosiasi gastropodanya dikumpulkan dalam plot berukuran 1 x 1 m2 yang dipasang dalam plot transek vegetasi mangrove berukuran 10 x 10 m2. Kemudian distribusi mangrove, biota asosiasi gastropoda dan konektivitasnya dianalisis menggunakan Analisis Faktorial Koresponden (AFK). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 jenis mangrove dan 20 jenis biota asosiasi gastropoda. Kerapatan mangrove untuk kedua stasiunnya bervariasi, dimana untuk kategori pohon dan semai kerapatan tertingginya pada bagian Selatan, sedangkan kerapatan anakan pada bagian Timur. Sementara untuk biota asosiasi (gastropoda), kepadatan tertinggi untuk kedua stasiunnya adalah L. scabra (6,31 dan 2,24 ind/m2). Distribusi jenis mangrove berdasarkan AFK dikelompokan menjadi dua kelompok, sedangkan distribusi gastropodanya menjadi 3 kelompok. Selanjutnya spesies mangrove R. apiculata memiliki hubungan yang kuat terhadap spesies gastropoda L. scabra, kemudian B. gymnorrhiza dan R. stylosa berkaitan erat dengan C. cingulata maupun T. sulcata, sedangkan R. mucronata, L. racemosa maupun S. caseolaris berkaitan erat dengan gastropoda T. palustris, N. planospira dan M. puella.Mangrove is an unique and susceptible ecosystem, but the most productive than others ecosystem. One of the mangove forest function is as a living place for many coastal and sea biota such as sea gastropods. The research is included some activity to inventory the mangrove and sea gastropod as association biota with it’s spacial distribution and connectivity. It was conducted in Tunda Island Serang Banten on January, 2014 with the aim to collect biodiversity data in Indonesia. Station one (1) is on the East part of the island, while station two (2) on the South part. The mangrove vegetations condition data were collected by line transect and plot (10 x 10 m2, 5 x 5 m2 and 1 x 1 m2) method. It is pulled from the point reference direction (the outer mangrove stand) perpendicular to the shoreline from the main land and divided into 2 (two) research station located on east and south part of the island. While, the associations biota (sea gastropod) condition data were collected by plot size method (1 x 1 m2) located on man","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130777726","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
PENGARUH PENAMBAHAN FUNEL PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portugus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH (The Effect of Funnel Addition on Trap Toward catch of Blue Swimming Crab in Rembang Sea waters)
Pub Date : 2018-10-02 DOI: 10.14710/IJFST.13.2.100-104
B. B. Jayanto, Kukuh Eko Prihantoko, Imam Triarso, F. Kurohman
Bubu (Trap) merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan masih dalam kondisi hidup dan segar. Target penangkapan dari alat tangkap Bubu salah satunya adalah Rajungan (Portunus pelagicus), yang merupakan komoditas ekonomis penting perikanan. Indikasi produktivitas suatu alat tangkap adalah apabila hasil tangkapan didominasi dengan target tangkapan dengan nilai efektivitas yang tinggi. Modifikasi bentuk dan jumlah Funnel (pintu masuk) pada Bubu merupakan salah satu cara memperbesar peluang target  masuk kedalamnya. Penelitian mengenai penambahan jumlah funnel bertujuan untuk meningkatkan peluang Rajungan tertangkap. Rancang bangun funnel sebanyak 6 buah (Bubu Payung) akan memperbesar peluang Rajungan sebagai target tangkapan tertangkap dibandingkan bubu dengan jumlah  funnel 2 buah. Melalui metode penelitian experimental fishing di perairan Rembang, Jawa Tengah didapatkan hasil bahwa Bubu dengan funnel sebanyak 6 buah (Bubu payung) menghasilkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan Bubu dengan funnel sebanyak 2 buah. Bubu was a passive fishing gear and kind of responsible fishing gear categories. Catch on fresh condition is one of benefit from this gear. Rajungan (Portunus pelagicus) is one of important fisheries resources and valuable. One of the productivity indicator on fishing gear is if catch dominated by targetted of fish and effectiveness value is high. Trap modification on shape and amount funnel is one of techniques to increase opportunity fish that get caught. The aim of this study is to increase opportuniy caught of Rajungan with different funnel amount. Bubu with six funnel will enlarge opportunity of Rajungan that caught than of two funnel. By experimental fishing in Rembang sea water, Province of  Central Java, the result of this study shown that bubu with six funnel get more larged rajungan catch than bubu with two funnel.
Bubu(陷阱)是一种无声的、被动的捕集器,包括生态友好的捕集器,其好处是,捕集器保持新鲜和活跃。Bubu渔具的目标之一是rajtunus pelagicus,是渔业的重要经济商品。捕捉工具的生产力指标是捕捉目标以其高效力的捕获目标为主。bu上的形状和漏斗数的变化是增加目标进入的机会的一种方法。增加漏斗数的研究旨在增加rajwan被抓住的机会。设计6个漏斗(伞形)将增加圈地作为捕获目标的机会,而不是2个漏斗。爪哇中部的一种研究方法是在Rembang sea钓鱼,发现由多达6个漏斗(伞形)捕获的水轮比2个漏斗收获的水轮多。Bubu是一种退潮的齿轮,也是一种负责任的齿轮类别。新鲜的情况是一个来自这个齿轮的好处。rajtunus是重要的资源和价值观之一。如果用鱼的目标和效果来控制鱼的目标是高价值的。形状和吊篮上的改造陷阱是增加被抓机会鱼的技术之一。这项研究的目标是增加用不同漏斗山的机会。一个有六个漏斗的公共汽车将会有一个比两个漏斗更大的机会。通过在爪哇中部省份的Rembang sea water进行实验,这些研究表明,拥有六艘船的捕蝇船比拥有两艘船的捕蝇船多得多。
{"title":"PENGARUH PENAMBAHAN FUNEL PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portugus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH (The Effect of Funnel Addition on Trap Toward catch of Blue Swimming Crab in Rembang Sea waters)","authors":"B. B. Jayanto, Kukuh Eko Prihantoko, Imam Triarso, F. Kurohman","doi":"10.14710/IJFST.13.2.100-104","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.13.2.100-104","url":null,"abstract":"Bubu (Trap) merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan masih dalam kondisi hidup dan segar. Target penangkapan dari alat tangkap Bubu salah satunya adalah Rajungan (Portunus pelagicus), yang merupakan komoditas ekonomis penting perikanan. Indikasi produktivitas suatu alat tangkap adalah apabila hasil tangkapan didominasi dengan target tangkapan dengan nilai efektivitas yang tinggi. Modifikasi bentuk dan jumlah Funnel (pintu masuk) pada Bubu merupakan salah satu cara memperbesar peluang target  masuk kedalamnya. Penelitian mengenai penambahan jumlah funnel bertujuan untuk meningkatkan peluang Rajungan tertangkap. Rancang bangun funnel sebanyak 6 buah (Bubu Payung) akan memperbesar peluang Rajungan sebagai target tangkapan tertangkap dibandingkan bubu dengan jumlah  funnel 2 buah. Melalui metode penelitian experimental fishing di perairan Rembang, Jawa Tengah didapatkan hasil bahwa Bubu dengan funnel sebanyak 6 buah (Bubu payung) menghasilkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan Bubu dengan funnel sebanyak 2 buah. Bubu was a passive fishing gear and kind of responsible fishing gear categories. Catch on fresh condition is one of benefit from this gear. Rajungan (Portunus pelagicus) is one of important fisheries resources and valuable. One of the productivity indicator on fishing gear is if catch dominated by targetted of fish and effectiveness value is high. Trap modification on shape and amount funnel is one of techniques to increase opportunity fish that get caught. The aim of this study is to increase opportuniy caught of Rajungan with different funnel amount. Bubu with six funnel will enlarge opportunity of Rajungan that caught than of two funnel. By experimental fishing in Rembang sea water, Province of  Central Java, the result of this study shown that bubu with six funnel get more larged rajungan catch than bubu with two funnel.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130682150","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI ANTIBAKTERI (The Characteristic of Carrageenan Edible Film with the Addition of Garlic (Allium sativum) as Antibacterial)
Pub Date : 2018-08-28 DOI: 10.14710/ijfst.14.1.70-76
T. Anggraini, T. Agustini, L. Rianingsih
Edible film merupakan suatu lapisan tipis yang dapat melindungi bahan pangan untuk menjaga kualitas produk. Bawang putih mengandung senyawa allin yang merupakan senyawa antibakteri jika ditambahkan pada edible film karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratories dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter uji konsentrasi ekstrak bawang putih yang berbeda. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak bawang putih berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Hasil yang diperoleh dari perlakuan penambahan 7,5% ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dapat dilihat zona hambatnya terhadap bakteri S. aureus sebesar: 3,00±0,100  mm dan bakteri E. coli: 2,18±0,07 mm sedangkan nilai karakteristik ketebalan: 0,17±0,003 mm, laju transmisi uap air: 6,49±0,42 g/m2/jam, kuat tarik: 13,88±0,29 MPa, persen pemanjangan: 14,75±0,09%. Kesimpulan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih pada edible film karagenan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Edible film is a thin layer which able to protect the food and keep its quality.Garlic contains Allin compound which worked as antibacterial if added into carrageenan edible film. This study aimed to determine the effect of garlic extract addition as antibacterial and the characteristic of carrageenan edible film. The method was experimental laboratories with Completely Randomized Design with different concentration of garlic extract as the testing parameters. Data were analyzed using ANOVA then tested using Honestly Significance Difference (HSD) to determine the significance value of the sample. The result showed that the garlic extract was significant difference toward the antibacterial activities and the characteristic of carrageenan edible film. The result obtained from 7.5% garlic extract addition as antibacterial was the inhibition zone against S. aureus and E. coli of 3.00±0.100 mm and 2.18±0.07 mm; respectively. The other parameters such as thickness 0.17±0.003 mm, the water vapor transmission rate 6.49±0.42 g/m2/hour, the tensile strength 13.88±0.29 MPa, and the percent elongation 14.75±0.09%. The result indicated that the addition of garlic extract was significant difference (P<0,05) toward the antibacterial activities and characteristic of carrageenan edible film.
食用薄膜是一种薄层,可以保护食品质量。大蒜含有一种化合物,如果加入karagenan edible薄膜,它是一种抗菌化合物。本研究的目的是确定大蒜提取物作为抗菌和卡尔根食用特性的影响。使用的研究方法是实验实验室,有一个完整的随机设计实验(al)与大蒜提取物浓度测试参数不同。数据是用ANOVA进行的,采用的是真正诚实的测试。研究表明,大蒜提取物对抗菌活性和karagenan的食用特性有影响。待遇增加7.5%大蒜提取物的结果作为对细菌的抗菌hambatnya区可以看到大S。奥里斯:3点±0,100毫米和大肠杆菌:2,18±0.07毫米厚度的特征值:0,17则±0.003毫米,传输速率水蒸气:6.49±0.42 g / m2 /小时,强大的吸引力:13.88±0,29 MPa,百分之:拉伸14.75±0,09%。结论表明,在可食用的karagenan影片中加入大蒜提取物对抗菌活动和karagenan可食用特性产生了明显的影响。《可食用》是保护食物和维持质量的最细腻的电影。Garlic contains Allin化合物,如果加进carrageenan可以制作可食用的电影,对美国抗微生物学有帮助。这项研究可以确定garlic extract的效力,即抗菌和carrageenan可以制作的特性。这种方法是一种实验实验室,用一种完全不同的随机设计,把大蒜extract当作试剂。数据是用ANOVA进行分析,然后测试了样本的有效成分变化(HSD)的分析数据。据推测,garlic extract对反细菌活动和carrageenan可以有很大的不同。《论点获得来自美国7。5%的大蒜extract加法,antibacterial是抑制地带的反S .奥里斯和大肠杆菌的3点,±0.100毫米和2 . 18±0 . 7毫米;respectively。《另一个美国parameters如此thickness 0。17±0.003毫米,蒸汽的水冒传输速率6 . 42±0。49 g / m2 /时光,肌腱的力量13 . 88±0。百分之29 MPa,《elongation 14 . 09% 75±0。被抛弃的理由是,garlic extract的广告有很大的不同(P< 0.05),对carrageenan可以用来制作一种抗细菌性和一种可食用的电影的特点。
{"title":"KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KARAGENAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI ANTIBAKTERI (The Characteristic of Carrageenan Edible Film with the Addition of Garlic (Allium sativum) as Antibacterial)","authors":"T. Anggraini, T. Agustini, L. Rianingsih","doi":"10.14710/ijfst.14.1.70-76","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/ijfst.14.1.70-76","url":null,"abstract":"Edible film merupakan suatu lapisan tipis yang dapat melindungi bahan pangan untuk menjaga kualitas produk. Bawang putih mengandung senyawa allin yang merupakan senyawa antibakteri jika ditambahkan pada edible film karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimental laboratories dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter uji konsentrasi ekstrak bawang putih yang berbeda. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak bawang putih berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Hasil yang diperoleh dari perlakuan penambahan 7,5% ekstrak bawang putih sebagai antibakteri dapat dilihat zona hambatnya terhadap bakteri S. aureus sebesar: 3,00±0,100  mm dan bakteri E. coli: 2,18±0,07 mm sedangkan nilai karakteristik ketebalan: 0,17±0,003 mm, laju transmisi uap air: 6,49±0,42 g/m2/jam, kuat tarik: 13,88±0,29 MPa, persen pemanjangan: 14,75±0,09%. Kesimpulan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih pada edible film karagenan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antibakteri dan karakteristik edible film karagenan. Edible film is a thin layer which able to protect the food and keep its quality.Garlic contains Allin compound which worked as antibacterial if added into carrageenan edible film. This study aimed to determine the effect of garlic extract addition as antibacterial and the characteristic of carrageenan edible film. The method was experimental laboratories with Completely Randomized Design with different concentration of garlic extract as the testing parameters. Data were analyzed using ANOVA then tested using Honestly Significance Difference (HSD) to determine the significance value of the sample. The result showed that the garlic extract was significant difference toward the antibacterial activities and the characteristic of carrageenan edible film. The result obtained from 7.5% garlic extract addition as antibacterial was the inhibition zone against S. aureus and E. coli of 3.00±0.100 mm and 2.18±0.07 mm; respectively. The other parameters such as thickness 0.17±0.003 mm, the water vapor transmission rate 6.49±0.42 g/m2/hour, the tensile strength 13.88±0.29 MPa, and the percent elongation 14.75±0.09%. The result indicated that the addition of garlic extract was significant difference (P<0,05) toward the antibacterial activities and characteristic of carrageenan edible film.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"276 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127378277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1