Pendidikan bermakna variatif, mencakup pengembangan, peningkatan dan perubahan Islam memberikan makna pendidikan lebih dari sekedar makna tadi. Aksentrasi pendidikan Islam terletak pada proses pembebasan manusia yaitu pembebasan dari keterbelengguhan teologis, dari keterpurukan histories-sosiologis dari jebakan sosial politik dan anarki moralitas pendidikan akan bermakna lebih jika sudah memfungsikan dirinya sebagai alat pembebas. Kata kunci : pendidikan, pendidikan Islam, Pembebasan.
{"title":"Pendidikan Islam (Perspektif Tafsir Emansipatoris) Solehuddin Al-Ayyubi","authors":"Sholehudin Al-Ayubi","doi":"10.37812/fikroh.v4i1.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v4i1.8","url":null,"abstract":"Pendidikan bermakna variatif, mencakup pengembangan, peningkatan dan perubahan Islam memberikan makna pendidikan lebih dari sekedar makna tadi. Aksentrasi pendidikan Islam terletak pada proses pembebasan manusia yaitu pembebasan dari keterbelengguhan teologis, dari keterpurukan histories-sosiologis dari jebakan sosial politik dan anarki moralitas pendidikan akan bermakna lebih jika sudah memfungsikan dirinya sebagai alat pembebas. \u0000 \u0000Kata kunci : pendidikan, pendidikan Islam, Pembebasan.","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121453482","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Manusia adalah fenomena yang senantiasa berproses mencari jalan kemanusiaanya. Realita belantara sosial merupakan tantangan terberat manusia dalam merefleksikan eksistensi dan supremasi dirinya. Mengingat gejala kemanusiaan merupakan paradigma multi kompleks dan multi dimensional. Gender sebagai ekspresi kesadaran filosofi sebagai hipotesis menjawab kompleksitas kemelut relasi sosial sesama pasangan jenis dan sahabat karir sehidup semati laki-laki dan perempuan. Konsepsi gender yang dipangang sebagai solusi ternyata merupakan sasaran empuk para konspirator politik, untuk mengeksploitasi secara sewenang-wenangan dan tanpa rasa keadilan atas rasa harkat dan martabat pasangan jenis tersebut. Krisis kemanusiaan mewarisi puing-puing kehancuran peradaban umat manusia hampir sepanjang sejarahnya. Menjadi alasan utama Allah sang Maha Penyayang menghadirkan Islam untuk menyelamatkan manusia. Islam sebagai ajaran mengenal fitrah kemanusiaan, jika dipahami dan diamalkan secara konsisten merupakan solusi komprehensif bagi manusia bila mampu disinergikan secara optimal dengan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Islam sebagai ajaran yang mampu menyentuh kesadaran manusia akan keterhinggaan diri, yang hanya dapat diatasi melalui kesadaran spiritual tentang hakikat ketakterhinggaan Allah. Berdasarkan kesadaran Islami inilah keadilan akan mereka, bila manusia mampu memposisikan diri dalam peran dan fungsi alamiah yang merupakan sunnatullah. Dimana manusia memaklumi keberadaan laki-laki dan perempuan dengan segala hakikat alamiahnya bukan merupakan kelemahan melainkan kekuatan mereka dalam menjalankan visi dan misi kemanusiaannya. Mengingat hakekat keadilan relasi gender terletak pada persamaan antara hak dan kewajiban. Laki-laki dan perempuan adalah manusia. Namun mereka berbeda dalam fungsi dan peran alamiahnya. Adalah suatu ketidakadilan jika suatu yang berbeda dipersamakan eksistensinya. Kata kunci : Gender, Islam, Politik, Perempuan
{"title":"Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam (Meretas Ketidakadilan Politik Terhadap Kemanusiaan Manusia)","authors":"Pristiwiyanto Pristiwiyanto","doi":"10.37812/fikroh.v4i2.17","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v4i2.17","url":null,"abstract":"Manusia adalah fenomena yang senantiasa berproses mencari jalan kemanusiaanya. Realita belantara sosial merupakan tantangan terberat manusia dalam merefleksikan eksistensi dan supremasi dirinya. Mengingat gejala kemanusiaan merupakan paradigma multi kompleks dan multi dimensional. Gender sebagai ekspresi kesadaran filosofi sebagai hipotesis menjawab kompleksitas kemelut relasi sosial sesama pasangan jenis dan sahabat karir sehidup semati laki-laki dan perempuan. Konsepsi gender yang dipangang sebagai solusi ternyata merupakan sasaran empuk para konspirator politik, untuk mengeksploitasi secara sewenang-wenangan dan tanpa rasa keadilan atas rasa harkat dan martabat pasangan jenis tersebut. \u0000Krisis kemanusiaan mewarisi puing-puing kehancuran peradaban umat manusia hampir sepanjang sejarahnya. Menjadi alasan utama Allah sang Maha Penyayang menghadirkan Islam untuk menyelamatkan manusia. Islam sebagai ajaran mengenal fitrah kemanusiaan, jika dipahami dan diamalkan secara konsisten merupakan solusi komprehensif bagi manusia bila mampu disinergikan secara optimal dengan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Islam sebagai ajaran yang mampu menyentuh kesadaran manusia akan keterhinggaan diri, yang hanya dapat diatasi melalui kesadaran spiritual tentang hakikat ketakterhinggaan Allah. Berdasarkan kesadaran Islami inilah keadilan akan mereka, bila manusia mampu memposisikan diri dalam peran dan fungsi alamiah yang merupakan sunnatullah. Dimana manusia memaklumi keberadaan laki-laki dan perempuan dengan segala hakikat alamiahnya bukan merupakan kelemahan melainkan kekuatan mereka dalam menjalankan visi dan misi kemanusiaannya. Mengingat hakekat keadilan relasi gender terletak pada persamaan antara hak dan kewajiban. Laki-laki dan perempuan adalah manusia. Namun mereka berbeda dalam fungsi dan peran alamiahnya. Adalah suatu ketidakadilan jika suatu yang berbeda dipersamakan eksistensinya. \u0000 \u0000Kata kunci : Gender, Islam, Politik, Perempuan ","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122578480","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Secara sederhana pendidikan dimaknai se bagai upaya untuk melahirkan manusia terdidik (being educated), yang secara normatif bercirikan kritis, rasional, social, bertaqwa, bermoral dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jika dunia pendidikan kemudian disebut-sebut ikut mempunyai andil (untuk tidak mengatakan paling bertanggung jawab) terhadap terjadinya krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini, itu tak lain karena kehidupan social dan dunia pendidikan memiliki tali-temali yang erat. Pendidikan sebagai salah satu pranata social, sudah tentu tidak bisa lepas dari keterpengaruhan saling budaya. Sehubungan dengan itu, mengamati dunia pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan melihat problem internal pendidikan, misalnya dari sudut pandang komponen pendidikan, tetapi tidak bisa tidak, harus dengan berbagai perspektif, misalnya budaya, social, ekonomi, politik, sejarah, filsafat dan lain-lain. Bahkan beberapa hal ini sangat menentukan corak atau wajah dunia pendidikan. Makalah sederhana ini akan melihat serba sedikit dunia pendidikan kita –ya… bolehlah disebut – dari sudut pandang kefilsafatan. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan akar persoalan atau problem mendasar yang ‘bermain’ dalam dunia pendidikan kita, agar kemudian kita dapat mengambil sikap sesuai dengan posisi masing-masing. Kata kunci : Problem, Edukasi, Religi, Spiritualitas
{"title":"Problem Live Style Dalam Dunia Pendidikan Kita","authors":"S. Sutono","doi":"10.37812/fikroh.v4i2.14","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v4i2.14","url":null,"abstract":"Secara sederhana pendidikan dimaknai se bagai upaya untuk melahirkan manusia terdidik (being educated), yang secara normatif bercirikan kritis, rasional, social, bertaqwa, bermoral dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jika dunia pendidikan kemudian disebut-sebut ikut mempunyai andil (untuk tidak mengatakan paling bertanggung jawab) terhadap terjadinya krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini, itu tak lain karena kehidupan social dan dunia pendidikan memiliki tali-temali yang erat. Pendidikan sebagai salah satu pranata social, sudah tentu tidak bisa lepas dari keterpengaruhan saling budaya. Sehubungan dengan itu, mengamati dunia pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan melihat problem internal pendidikan, misalnya dari sudut pandang komponen pendidikan, tetapi tidak bisa tidak, harus dengan berbagai perspektif, misalnya budaya, social, ekonomi, politik, sejarah, filsafat dan lain-lain. Bahkan beberapa hal ini sangat menentukan corak atau wajah dunia pendidikan. Makalah sederhana ini akan melihat serba sedikit dunia pendidikan kita –ya… bolehlah disebut – dari sudut pandang kefilsafatan. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan akar persoalan atau problem mendasar yang ‘bermain’ dalam dunia pendidikan kita, agar kemudian kita dapat mengambil sikap sesuai dengan posisi masing-masing. \u0000 \u0000Kata kunci : Problem, Edukasi, Religi, Spiritualitas","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124388903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Studi Pemahaman Terhadap Nilai Pluralitas dan Toleransi Beragama di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan
对波兰国家帕美杰区宗教宽容和多元化价值的研究
{"title":"Executive Summary Harmoni Empat Agama dalam Satu Desa","authors":"Suparno Suparno","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.26","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.26","url":null,"abstract":"Studi Pemahaman Terhadap Nilai Pluralitas dan Toleransi Beragama di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116777573","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Bimbingan dan Konseling, pada hari ini, sudah merupakan elemen penting di dalam dunia pendidikan. Bimbingan dan konseling tak ubahnya instrumen terbarukan yang bisa membawa keberhasilan terhadap pembelajaran siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah. Tulisan ini adalah varian baru dalam menjalankan proses bimbingan dan konseling di sekolah. Secara teoritik, model ini cukup berhasil dilaksanakan untuk menghilangkan kesulitan belajar yang dihadapi oleh para siswa. Trait and Factor bisa diartikan sebagai suatu ancangan directive-counseling atau counselor centered, memiliki pandangan dasar bahwa kepribadian manusia merupakan suatu sistem sifat dan faktor yang saling bergantung. Bedasarkan hasil penelitian ini, di sebuah sekolah di Jawa Timur, dampak trait and factor dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program jurusan membawakan hasil yang positif. Dan bisa dilakukan generalisasi pada sekolah-sekolah yang memiliki masalah sama, karena prosesnya menggunakan aspek kebergantuangan antara kedua belah pihak. Keywords; Trait and Factor, Bimbingan Konseling, Kesulitan Belajar
{"title":"Konseling Trait And Factor Bagi Siswa Yang Kesulitan Dalam Memilih Program Belajar","authors":"M. Mahfud","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.25","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.25","url":null,"abstract":"Bimbingan dan Konseling, pada hari ini, sudah merupakan elemen penting di dalam dunia pendidikan. Bimbingan dan konseling tak ubahnya instrumen terbarukan yang bisa membawa keberhasilan terhadap pembelajaran siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah. Tulisan ini adalah varian baru dalam menjalankan proses bimbingan dan konseling di sekolah. Secara teoritik, model ini cukup berhasil dilaksanakan untuk menghilangkan kesulitan belajar yang dihadapi oleh para siswa. Trait and Factor bisa diartikan sebagai suatu ancangan directive-counseling atau counselor centered, memiliki pandangan dasar bahwa kepribadian manusia merupakan suatu sistem sifat dan faktor yang saling bergantung. Bedasarkan hasil penelitian ini, di sebuah sekolah di Jawa Timur, dampak trait and factor dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program jurusan membawakan hasil yang positif. Dan bisa dilakukan generalisasi pada sekolah-sekolah yang memiliki masalah sama, karena prosesnya menggunakan aspek kebergantuangan antara kedua belah pihak. \u0000Keywords; Trait and Factor, Bimbingan Konseling, Kesulitan Belajar","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114249414","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstract. This study aims to prove a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of student’s learning motivation on multimedia department. The samples of this study are 80 students of SMK YPM 3 Taman Sidoarjo. The results of this study are there is a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of studen’t learning motivation. According to the data analysis result by using Multiple Regression Analysis known F=7.792 with a significance level (p)<0.001. the effective contribution of these variables 16,8% and the remaining is 83,9%, it is caused by other variables that are not measured by the researcher. Abstraksi: penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara persepsi tentang program multimedia dan minat belajar terhadap motivasi belajar siswa jurusan mltmedia. Sampel penelitian ini sebanyak 80 siswa SMK YPM 3 Taman, Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi siswa tentang program multimedia dan minat belajar dengan motivasi belajar siswa ( F= 7.793 dengan taraf signifikasi (p)<0.001). sumbangan efektif kedua variable tersebut adalah 16,8% sisanya sebesar 83,9% di sebabkan oleh variable lain. Kata kunci: persepsi, minat belajar, motivasi belajar
摘要本研究旨在证明多媒体课程知觉与多媒体系学生学习动机之学习兴趣之相关关系。本研究的样本为80名SMK YPM 3 Taman Sidoarjo学生。本研究结果显示,多媒体课程知觉与学生学习兴趣、学习动机之间存在相关关系。根据多元回归分析的数据分析结果可知,F=7.792,显著性水平(p)<0.001。这些变量的有效贡献为16.8%,其余为83.9%,这是由研究人员未测量的其他变量引起的。摘要:penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara persepsi tentang节目多媒体,minat belajar terhadap motivasi belajar siswa jurusan多媒体。样品penelitian ini sebanyak 80 siswa SMK YPM 3 Taman, Sidoarjo。Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi siswa tentang程序多媒体dan minat belajar dengan motivasi belajar siswa (F= 7.793 dengan tarf显著(p)<0.001)。Sumbangan efektif kedua variable terseah,但adalah 16,8% sisanya sebesar 8,8,9 % di sebabkan oleh variable lain。Kata kunci: persepsi, minat belajar, motivasi belajar
{"title":"Hubungan Antara Persepsi Tentang Program Multimedia Dan Minat Belajar Dengan Motivasi Belajar Siswa Jurusan Multimedia","authors":"Siti Mufarochah","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.29","url":null,"abstract":"Abstract. This study aims to prove a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of student’s learning motivation on multimedia department. The samples of this study are 80 students of SMK YPM 3 Taman Sidoarjo. The results of this study are there is a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of studen’t learning motivation. According to the data analysis result by using Multiple Regression Analysis known F=7.792 with a significance level (p)<0.001. the effective contribution of these variables 16,8% and the remaining is 83,9%, it is caused by other variables that are not measured by the researcher. \u0000Abstraksi: penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara persepsi tentang program multimedia dan minat belajar terhadap motivasi belajar siswa jurusan mltmedia. Sampel penelitian ini sebanyak 80 siswa SMK YPM 3 Taman, Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi siswa tentang program multimedia dan minat belajar dengan motivasi belajar siswa ( F= 7.793 dengan taraf signifikasi (p)<0.001). sumbangan efektif kedua variable tersebut adalah 16,8% sisanya sebesar 83,9% di sebabkan oleh variable lain. \u0000Kata kunci: persepsi, minat belajar, motivasi belajar","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130785643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Supervisi memiliki urgensitas untuk proses pengembangan lembaga pendidikan. Supervisi, bisanya, terbagi-bagi menjadi beberapa tingkatan dan perbedaan scope garapan. Tulisan ini tak ubahnya selayang pandang berbasis akademik tentang supervisi manajerial di lembaga pendidikan. Sebagaimana diektahui bahwa proses supervisi memiliki banyak cakupan dan campur tangan banyak orang. Oleh karenanya, tulisan ini ingin menawarkan beberapa proseduralisme dan kerangka tekhnis yang bisa dilakukan oleh seorang supervisor dalam melaksanakan supervisinya di sekolah. Fokus utama, sebagaimana tertera dalam judul di atas, adalah pada proses manajerialisme kelembagaan pendidikan. Artinya, supervisi yang dilakukan tidak berhubungan dengan satu pokok persoalan semata, misalnya supervisi di bidang pengembangan kurikulum sekolah atau peningkatan profesionalisme guru. Tulisan ini akan mengulas seluruh aspek yang ada di dalam tataran struktur dan manajemen sekolah. Keywords; Supervisi Manajerial, Lembaga Pendidikan
{"title":"Mengenal Supervisi Manajerial Dalam Lembaga Pendidikan","authors":"Mulyadi Mulyadi","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.24","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.24","url":null,"abstract":"Supervisi memiliki urgensitas untuk proses pengembangan lembaga pendidikan. Supervisi, bisanya, terbagi-bagi menjadi beberapa tingkatan dan perbedaan scope garapan. Tulisan ini tak ubahnya selayang pandang berbasis akademik tentang supervisi manajerial di lembaga pendidikan. Sebagaimana diektahui bahwa proses supervisi memiliki banyak cakupan dan campur tangan banyak orang. Oleh karenanya, tulisan ini ingin menawarkan beberapa proseduralisme dan kerangka tekhnis yang bisa dilakukan oleh seorang supervisor dalam melaksanakan supervisinya di sekolah. Fokus utama, sebagaimana tertera dalam judul di atas, adalah pada proses manajerialisme kelembagaan pendidikan. Artinya, supervisi yang dilakukan tidak berhubungan dengan satu pokok persoalan semata, misalnya supervisi di bidang pengembangan kurikulum sekolah atau peningkatan profesionalisme guru. Tulisan ini akan mengulas seluruh aspek yang ada di dalam tataran struktur dan manajemen sekolah. Keywords; Supervisi Manajerial, Lembaga Pendidikan ","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126381744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Artikel ilmiah ini adalah hasil penelitian penulis terkait perkembangan model-model kemandirian yang diimplementasikan di pondok pesantren. Selama ini, kemandirian pesantren diasumsikan dengan tiga hal; pertama, ‘kekayaan’ Sumber Daya Alam yang dimiliki kiai. Kedua, kekuatan swadaya dan partisipasi masyarakat di dalam membantu pesantren. Ketiga, kegiatan bisnis yang ada di dalam pondok pesantren berbentuk koperasi dan kantin. Penelitian ini mengangkat dimensi yang berbeda di dua lokus pondok pesantren. Di PP. Mukmin Mandiri yang mengandalkan tata kelola agrobisnis modern. Yakni, memiliki SDM mumpuni, alat produksi, dan hal-hal lainnya. Serta di PP. Nurul Karomah yang mengorientasikan bisnis pertanian di pondok pesantrennya pada proses pengambilan laba langsung tanpa mereproduksi menjadi produk baru secara masif. Kendati ada, namun tidak begitu signifikan. Selain akan mendeskripsikan manajemen kewirausahaan, tulisan ini juga akan menggambarkan seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada pondok pesantren melalui dunia usaha pertanian tersebut. Keyword: Manajemen, Kewirausahaan, Agrobisnis, Pondok Pesantren
{"title":"Manajemen Kewirausahaan Pondok Pesantren Berbasis Agrobisnis (Studi Kasus Di PP Mukmin Mandiri Dan PP Nurul Karomah)","authors":"Eko Mardyanto","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.28","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.28","url":null,"abstract":"Artikel ilmiah ini adalah hasil penelitian penulis terkait perkembangan model-model kemandirian yang diimplementasikan di pondok pesantren. Selama ini, kemandirian pesantren diasumsikan dengan tiga hal; pertama, ‘kekayaan’ Sumber Daya Alam yang dimiliki kiai. Kedua, kekuatan swadaya dan partisipasi masyarakat di dalam membantu pesantren. Ketiga, kegiatan bisnis yang ada di dalam pondok pesantren berbentuk koperasi dan kantin. Penelitian ini mengangkat dimensi yang berbeda di dua lokus pondok pesantren. Di PP. Mukmin Mandiri yang mengandalkan tata kelola agrobisnis modern. Yakni, memiliki SDM mumpuni, alat produksi, dan hal-hal lainnya. Serta di PP. Nurul Karomah yang mengorientasikan bisnis pertanian di pondok pesantrennya pada proses pengambilan laba langsung tanpa mereproduksi menjadi produk baru secara masif. Kendati ada, namun tidak begitu signifikan. Selain akan mendeskripsikan manajemen kewirausahaan, tulisan ini juga akan menggambarkan seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada pondok pesantren melalui dunia usaha pertanian tersebut. \u0000Keyword: Manajemen, Kewirausahaan, Agrobisnis, Pondok Pesantren ","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124924452","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini berbasis pada kajian library research (kajian kepustakaan). Secara garis besar, penelitian ini berisikan tentang alur isi, cakupan makna pendidikan agama dan keagamaan, serta cara pandang Antonio Gramsci dalam melihat realitas. Kegelisahan utama penelitian ini adalah peneliti menengarai bahwa pemberlakuan PP No 55 Tahun 2007 ini merupakan bentuk intervensi dan hegemoni pemerintah terhadap indepensi yang sudah bertahun-tahun lama ada di dalam pendidikan agama dan keagamaan. Namun, selain adanya kerangka hegemonik, peraturan pemerintah ini, sebenarnya, juga memiliki dampak positif. Yakni, adanya legal standing bagi pemerintah untuk dapat membantu pengembangan pondok pesantren. Pada intinya, peneliti beranggapan – pastinya melalui paradigma Gramsci – bahwa PP. No. 55 Tahun 2007, kerapkali diselewengkan pemerintah daerah ataupun pusat sebagai strategi politik populer demi merajut dukungan yang besar, khususnya dikalangan umat Islam. Keywords: PP. No 55 2007, Hegemoni Antonio Gramsci
本研究以图书馆研究为基础。总的来说,这项研究包括内容的渠道、宗教和宗教教育的意义范围,以及安东尼奥·格拉姆斯奇看待现实的方式。这项研究的主要担忧是研究人员提出的,研究人员认为,实施2007年PP No 55是政府干预和霸权的一种形式,这种独立存在于宗教和宗教教育领域多年。然而,除了霸权框架之外,政府的这些规章制度实际上也产生了积极的影响。也就是说,政府能够帮助建立寄宿学校是合法的。从本质上说,研究人员认为——至少通过Gramsci的这种模式——2007年PP. 55号(PP. 55)常常被地方政府或中心歪曲为一种流行的政治策略,以获得广泛的支持,特别是在穆斯林中。Keywords:第55条,安东尼奥·格拉姆斯西霸权
{"title":"Analisis PP. No 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama Dan Keagamaan Perspektif Antonio Gramsci","authors":"M. Aminullah","doi":"10.37812/fikroh.v9i2.27","DOIUrl":"https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.27","url":null,"abstract":"Penelitian ini berbasis pada kajian library research (kajian kepustakaan). Secara garis besar, penelitian ini berisikan tentang alur isi, cakupan makna pendidikan agama dan keagamaan, serta cara pandang Antonio Gramsci dalam melihat realitas. Kegelisahan utama penelitian ini adalah peneliti menengarai bahwa pemberlakuan PP No 55 Tahun 2007 ini merupakan bentuk intervensi dan hegemoni pemerintah terhadap indepensi yang sudah bertahun-tahun lama ada di dalam pendidikan agama dan keagamaan. Namun, selain adanya kerangka hegemonik, peraturan pemerintah ini, sebenarnya, juga memiliki dampak positif. Yakni, adanya legal standing bagi pemerintah untuk dapat membantu pengembangan pondok pesantren. Pada intinya, peneliti beranggapan – pastinya melalui paradigma Gramsci – bahwa PP. No. 55 Tahun 2007, kerapkali diselewengkan pemerintah daerah ataupun pusat sebagai strategi politik populer demi merajut dukungan yang besar, khususnya dikalangan umat Islam. \u0000Keywords: PP. No 55 2007, Hegemoni Antonio Gramsci ","PeriodicalId":219039,"journal":{"name":"Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam","volume":"225 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125284249","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}