Pub Date : 2022-06-30DOI: 10.30656/sawala.v10i1.4619
Muzni Hanipah, Lina Aryani
Ditengah mewabahnya pandemi Covid-19 yang mewajibkan masyarakat selalu menjaga jarak membuat pemerintah khususnya lembaga pemberi pelayanan publik membuat onovasi-inovasi kebijakan di tengah pandemi. Pelayanan publik berbasis online kemudian hadir sebagai solusi dari pelayanan publik yang tetap harus dilakukan ditengah terjadinya pandemi covid-19. Begitupun dengan DISDUKCAPIL Kab. Sukabumi yang membuat inovasi pelayanan online yaitu SIMPELIN (Sistem Pelayanan Online). Dalam pengimplementasiannya, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam SIMPELIN yaitu masih banyak masyarakat yang belum mengerti cara penggunaan berbasis online, masih kurang sempurnanya SIMPELIN dalam melakukan pelayanan publik, terjadinya sistem yang error dan jaringan yang tidak stabil. Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui bagaimana efektivitas penerapan pelayanan publik berbasis e-government dengan menggunakan Simpelin di DISDUKCAPIL Kab. Sukabumi dengan menggunakan tolak ukur teori efektivitas menurut Gibson Ivancevich Donnelly (2003). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan metode ini penulis memperoleh hasil bahwa pelayanan SIMPELIN sudah berjalan efektif jika di tinjau dari teori Gibson Ivancevich Donnelly (2003), yaitu produksi, efisiensi, kepuasan, keadaptasian dan pengembangan inovasi.
{"title":"Efektivitas Inovasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government (Simpelin) di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Sukabumi)","authors":"Muzni Hanipah, Lina Aryani","doi":"10.30656/sawala.v10i1.4619","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v10i1.4619","url":null,"abstract":"Ditengah mewabahnya pandemi Covid-19 yang mewajibkan masyarakat selalu menjaga jarak membuat pemerintah khususnya lembaga pemberi pelayanan publik membuat onovasi-inovasi kebijakan di tengah pandemi. Pelayanan publik berbasis online kemudian hadir sebagai solusi dari pelayanan publik yang tetap harus dilakukan ditengah terjadinya pandemi covid-19. Begitupun dengan DISDUKCAPIL Kab. Sukabumi yang membuat inovasi pelayanan online yaitu SIMPELIN (Sistem Pelayanan Online). Dalam pengimplementasiannya, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam SIMPELIN yaitu masih banyak masyarakat yang belum mengerti cara penggunaan berbasis online, masih kurang sempurnanya SIMPELIN dalam melakukan pelayanan publik, terjadinya sistem yang error dan jaringan yang tidak stabil. Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui bagaimana efektivitas penerapan pelayanan publik berbasis e-government dengan menggunakan Simpelin di DISDUKCAPIL Kab. Sukabumi dengan menggunakan tolak ukur teori efektivitas menurut Gibson Ivancevich Donnelly (2003). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Dengan metode ini penulis memperoleh hasil bahwa pelayanan SIMPELIN sudah berjalan efektif jika di tinjau dari teori Gibson Ivancevich Donnelly (2003), yaitu produksi, efisiensi, kepuasan, keadaptasian dan pengembangan inovasi.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"58 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126126070","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study aims to determine community participation in the preparation of APBDES in Pait Village, Kasembon District, Malang Regency for Fiscal Year 2019. The method used is descriptive with a qualitative approach and analyses data sourced from in-depth interviews, direct observation, literature review, and documentation. The results obtained indicate that community participation in the preparation of the APBDes village income budget is participation through thinking by providing ideas or opinions in the preparation of the Pait Village APBDes what is desired by the community and then considered by the village government in budgeting. Supporting factors are 1) Education level, supporting human resources are expected to be able to provide more substantial proposals, ideas, or opinions about what needs are necessary and urgent 2) The type of work determines what aspirations and participation can be provided through village activities. While the inhibiting factor is that not all proposals submitted by the community through the hamlet or village deliberation forums are accommodated into programs. Overall, it shows that Pait Village residents' level of participation and enthusiasm is very high in every process of preparing the Pait Village APBDes.
{"title":"Partisipasi Masyarakat Dalam Penyusunan APBDes di Desa Pait Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2019","authors":"Krishno Hadi, Iradhad Taqwa Sihidi, Mariano Werefrindus","doi":"10.30656/sawala.v10i1.4623","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v10i1.4623","url":null,"abstract":"This study aims to determine community participation in the preparation of APBDES in Pait Village, Kasembon District, Malang Regency for Fiscal Year 2019. The method used is descriptive with a qualitative approach and analyses data sourced from in-depth interviews, direct observation, literature review, and documentation. The results obtained indicate that community participation in the preparation of the APBDes village income budget is participation through thinking by providing ideas or opinions in the preparation of the Pait Village APBDes what is desired by the community and then considered by the village government in budgeting. Supporting factors are 1) Education level, supporting human resources are expected to be able to provide more substantial proposals, ideas, or opinions about what needs are necessary and urgent 2) The type of work determines what aspirations and participation can be provided through village activities. While the inhibiting factor is that not all proposals submitted by the community through the hamlet or village deliberation forums are accommodated into programs. Overall, it shows that Pait Village residents' level of participation and enthusiasm is very high in every process of preparing the Pait Village APBDes.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132298743","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-29DOI: 10.30656/sawala.v10i1.4626
Baequni Muhammad Arif, Inayati
Adanya transaksi menggunakan aplikasi online menimbulkan beberapa permasalahan bagi pemerintah daerah terkait penerimaan pajak restoran yaitu adanya restoran mitra yang hanya menjual makanan secara online tanpa adanya restoran fisik. Masalah lainnya adalah skema bagi hasil yang diterapkan oleh pemilik aplikasi online (misalnya, Gojek dan grab) ke restoran mitra. Skema ini menyebabkan beberapa restoran menaikkan harga pemesanan online mereka. Di sisi lain, basis pajak dari pajak restoran adalah harga pesanan offline, sehingga penjual membayar jumlah pajak yang lebih kecil dari yang seharusnya. Masalah ketiga, adanya pembayaran melalui e-wallet, memungkinkan wajib pajak melaporkan omzet lebih kecil dari beban sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cara meningkatkan penerimaan pajak restoran dengan aplikasi online. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan berasal dari berbagai literatur seperti buku dan artikel. Hasil dari penelitian ini berupa beberapa alternatif solusi, antara lain pemeriksaan oleh Badan Pendapatan Daerah, bekerjasama dengan instansi Pemerintah Pusat, dan yang utama adalah tata kelola kolaboratif dengan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan transaksi menggunakan aplikasi online.
{"title":"Peningkatan Pendapatan Pajak Restoran di Indonesia Dalam Perspektif Collaborative Governance","authors":"Baequni Muhammad Arif, Inayati","doi":"10.30656/sawala.v10i1.4626","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v10i1.4626","url":null,"abstract":"Adanya transaksi menggunakan aplikasi online menimbulkan beberapa permasalahan bagi pemerintah daerah terkait penerimaan pajak restoran yaitu adanya restoran mitra yang hanya menjual makanan secara online tanpa adanya restoran fisik. Masalah lainnya adalah skema bagi hasil yang diterapkan oleh pemilik aplikasi online (misalnya, Gojek dan grab) ke restoran mitra. Skema ini menyebabkan beberapa restoran menaikkan harga pemesanan online mereka. Di sisi lain, basis pajak dari pajak restoran adalah harga pesanan offline, sehingga penjual membayar jumlah pajak yang lebih kecil dari yang seharusnya. Masalah ketiga, adanya pembayaran melalui e-wallet, memungkinkan wajib pajak melaporkan omzet lebih kecil dari beban sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cara meningkatkan penerimaan pajak restoran dengan aplikasi online. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan berasal dari berbagai literatur seperti buku dan artikel. Hasil dari penelitian ini berupa beberapa alternatif solusi, antara lain pemeriksaan oleh Badan Pendapatan Daerah, bekerjasama dengan instansi Pemerintah Pusat, dan yang utama adalah tata kelola kolaboratif dengan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan transaksi menggunakan aplikasi online.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127007671","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-29DOI: 10.30656/sawala.v10i1.4394
Mas Moch Fathahillah, Julianes Cadith
Geopark adalah wilayah geografis yang memiliki situs warisan geologi terkemuka dan bagian dari konsep holistik perlindungan, pendidikan, dan pembangunan yang berkelanjutan. Geopark tidak hanya mencakup situs geologi, tetapi memiliki batas geografis yang jelas serta sinergitas antara keragaman geologi, hayati, dan budaya yang ada di dalam kawasan tersebut. Masyarakat yang tinggal di dalam lawasan berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model kolaborasi yang sesuai dengan kondisi dalam proses pengembangan Geopark Bayah Dome. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan karena penelitian ini membutuhkan informasi yang mendalam dengan tujuan untuk mengidentfikasi peran-peran aktor kolaborasi dalam pengembangan Geopark Bayah Dome. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif agar dapat menentukan Model Kolaborasi Pengembangan Geopark Bayah Dome yang melibatkan banyak stakeholders. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat 8 proses kolaborasi yang terjadi dalam pengembangan geopark boyah dome yaitu : (1) Network Structure, (2) Commitment To Common Purposes, (3) Trust Among Participants, (4) Governance, (5) Acces To Authority, (6) Distributive Accoutability, (7) Acces To Resources, (8) Information Sharing
{"title":"Model Kolaborasi Pengembangan Geopark Bayah Dome","authors":"Mas Moch Fathahillah, Julianes Cadith","doi":"10.30656/sawala.v10i1.4394","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v10i1.4394","url":null,"abstract":"Geopark adalah wilayah geografis yang memiliki situs warisan geologi terkemuka dan bagian dari konsep holistik perlindungan, pendidikan, dan pembangunan yang berkelanjutan. Geopark tidak hanya mencakup situs geologi, tetapi memiliki batas geografis yang jelas serta sinergitas antara keragaman geologi, hayati, dan budaya yang ada di dalam kawasan tersebut. Masyarakat yang tinggal di dalam lawasan berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model kolaborasi yang sesuai dengan kondisi dalam proses pengembangan Geopark Bayah Dome. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan karena penelitian ini membutuhkan informasi yang mendalam dengan tujuan untuk mengidentfikasi peran-peran aktor kolaborasi dalam pengembangan Geopark Bayah Dome. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif agar dapat menentukan Model Kolaborasi Pengembangan Geopark Bayah Dome yang melibatkan banyak stakeholders. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat 8 proses kolaborasi yang terjadi dalam pengembangan geopark boyah dome yaitu : (1) Network Structure, (2) Commitment To Common Purposes, (3) Trust Among Participants, (4) Governance, (5) Acces To Authority, (6) Distributive Accoutability, (7) Acces To Resources, (8) Information Sharing","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126248114","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-23DOI: 10.30656/sawala.v9i2.4064
I. M. Wiguna, A. S. Gorda
Manajemen pengaduan publik merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di suatu daerah. Di Kabupaten Badung, manajemen pengaduan publik daerah telah terintegrasi dalam program Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan penanganan pengaduan publik melalui program LAPOR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim pengelola LAPOR di Kabupaten Badung masih belum optimal, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami atau mengetahui alur pengaduan publik melalui program LAPOR. Penelitian ini juga diharapkan menjadikan masyarakat lebih familiar dengan aplikasi LAPOR tersebut dan dapat secara langsung dan aktif manyampaikan keluhan atau hal-hal yang dirasa harus ditingkatkan dalam pelayanan publik di Kabupaten Badung.
{"title":"Menakar Aspirasi Pengaduan Online Rakyat di Bali (Studi pada Pemerintah Kabupaten Badung)","authors":"I. M. Wiguna, A. S. Gorda","doi":"10.30656/sawala.v9i2.4064","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.4064","url":null,"abstract":"Manajemen pengaduan publik merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di suatu daerah. Di Kabupaten Badung, manajemen pengaduan publik daerah telah terintegrasi dalam program Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan penanganan pengaduan publik melalui program LAPOR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim pengelola LAPOR di Kabupaten Badung masih belum optimal, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami atau mengetahui alur pengaduan publik melalui program LAPOR. Penelitian ini juga diharapkan menjadikan masyarakat lebih familiar dengan aplikasi LAPOR tersebut dan dapat secara langsung dan aktif manyampaikan keluhan atau hal-hal yang dirasa harus ditingkatkan dalam pelayanan publik di Kabupaten Badung.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"151 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125907078","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-22DOI: 10.30656/sawala.v9i2.4035
Sri Wahyuningsih, Rachmi Yulianti, Rethorika Berthanilla
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Bagaimana pelaksanaan E-Government aplikasi RABEG (Reaksi Atas Berita Warga) di Kota Serang dan Apakah pelaksanaan E-Government melalui aplikasi RABEG dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Serang?”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik menggunakan software SPSS. data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuisioner kepada 83 responden yang telah ditentukan dan dianggap representatif untuk menjawab kusioner penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur tinjauan pustaka dan dokumentasi data-data yang terkait dengan penelitian. analisis statistik dalam penelitian ini meliputi uji validitas data, uji reliabilitas data, uji normalitas data, analisis regresi linear sederhana, koefisien determinan, dan koefisien korelasi. Hasil penelitain dan analisis statistik menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem E-Government aplikasi RABEG di Kota Serang sudah cukup baik, dan hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara E-Government terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Serang.
{"title":"Effect of e-Government on Improving the Quality of Public Services in Serang Municipality","authors":"Sri Wahyuningsih, Rachmi Yulianti, Rethorika Berthanilla","doi":"10.30656/sawala.v9i2.4035","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.4035","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Bagaimana pelaksanaan E-Government aplikasi RABEG (Reaksi Atas Berita Warga) di Kota Serang dan Apakah pelaksanaan E-Government melalui aplikasi RABEG dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Serang?”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik menggunakan software SPSS. data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuisioner kepada 83 responden yang telah ditentukan dan dianggap representatif untuk menjawab kusioner penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur tinjauan pustaka dan dokumentasi data-data yang terkait dengan penelitian. analisis statistik dalam penelitian ini meliputi uji validitas data, uji reliabilitas data, uji normalitas data, analisis regresi linear sederhana, koefisien determinan, dan koefisien korelasi. Hasil penelitain dan analisis statistik menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem E-Government aplikasi RABEG di Kota Serang sudah cukup baik, dan hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara E-Government terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Serang.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120908862","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-01DOI: 10.30656/sawala.v9i2.3607
Titi Stiawati
This study aims to determine community participation in the Community-Based Total Sanitation Program (STBM) in changing healthy living behavior in the Kasunyatan Village, Serang City, Banten Province. The qualitative research method is the approach used in this study, namely by collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study found that the community-based total sanitation program had the benefit of changing people's behavior from the aspect of clean environmental awareness and disposing of water not indiscriminately. Community involvement is a necessary aspect to be able to control locally in realizing a quality environment. Community involvement in sanitation development, starting from planning, implementation to utilization. The community-based total sanitation program is welcomed by the community, but in terms of the amount of assistance, it still does not meet all community needs.
{"title":"Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk Merubah Perilaku Hidup Sehat di Kelurahan Kasunyatan Kota Serang Provinsi Banten","authors":"Titi Stiawati","doi":"10.30656/sawala.v9i2.3607","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.3607","url":null,"abstract":"This study aims to determine community participation in the Community-Based Total Sanitation Program (STBM) in changing healthy living behavior in the Kasunyatan Village, Serang City, Banten Province. The qualitative research method is the approach used in this study, namely by collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study found that the community-based total sanitation program had the benefit of changing people's behavior from the aspect of clean environmental awareness and disposing of water not indiscriminately. Community involvement is a necessary aspect to be able to control locally in realizing a quality environment. Community involvement in sanitation development, starting from planning, implementation to utilization. The community-based total sanitation program is welcomed by the community, but in terms of the amount of assistance, it still does not meet all community needs.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124773249","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-01DOI: 10.30656/sawala.v9i2.3420
Verto Septiandika, Nur Halima
Sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, terlebih lagi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang mempengaruhi kebutuhan masyarakat, pelayanan publik yang diberikan oleh intasi baik pemerintah maupun swasta terus memberikan inovasi yang baik, efektif, dan mudah. Salah satunya di tingkat kelurahan yang merupakan lembaga pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Salah satunya Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, yang memiliki inovasi layanan berbasis teknologi secara online. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas inovasi pelayanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sesuai dengan rumusan masalah yang bersifat deskriptif. Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan jenis accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, Sampel penelitian ditargetkan berjumlah 100 responden sesuai dengan jumlah minimal responden dalam penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat yang dipilih secara tidak sengaja. Berdasarkan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat, maka kualitas layanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo memperoleh hasil konversi IKM sebesar 69,19. Kinerja unit layanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo berada dalam mutu pelayanan “C” dengan kategori “Kurang Baik”.
{"title":"Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo","authors":"Verto Septiandika, Nur Halima","doi":"10.30656/sawala.v9i2.3420","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.3420","url":null,"abstract":"Sejalan dengan perkembangan jaman dan teknologi, terlebih lagi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang mempengaruhi kebutuhan masyarakat, pelayanan publik yang diberikan oleh intasi baik pemerintah maupun swasta terus memberikan inovasi yang baik, efektif, dan mudah. Salah satunya di tingkat kelurahan yang merupakan lembaga pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Salah satunya Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, yang memiliki inovasi layanan berbasis teknologi secara online. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas inovasi pelayanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sesuai dengan rumusan masalah yang bersifat deskriptif. Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan jenis accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, Sampel penelitian ditargetkan berjumlah 100 responden sesuai dengan jumlah minimal responden dalam penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat yang dipilih secara tidak sengaja. Berdasarkan perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat, maka kualitas layanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo memperoleh hasil konversi IKM sebesar 69,19. Kinerja unit layanan Program Demang Dimmas (Kademangan Digital Melayani Masyarakat) di Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo berada dalam mutu pelayanan “C” dengan kategori “Kurang Baik”.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130946689","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-01DOI: 10.30656/sawala.v9i2.3761
Denny Nazaria Rifani
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyelenggaraan pelayanan publik pada masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Yang menjadi dimensi pengukuran pada penilitan ini yaitu, peningkatan pelayanan pada masa Pandemi oleh Ombudsman RI diantaranya: Informasi yang jelas mengenai standar pelayanan, sistem pelayanan secara online, adaptasi sarana/prasarana/fasilitas pelayanan, dan kompetensi pelaksana layanan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik pada masa Pandemi Covid-19 masih dapat dilakukan akan tetapi dengan cara yang berbeda dari biasanya, standar pelayanan yang diberikan sesuai dengan surat edaran Pemerintah Kabupaten Berau yang merujuk pada aturan Pemerintah Pusat, sarana/prasarana/fasilitas telah disediakan sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan, kompetensi petugas yang baik serta memiliki banyak pengalaman ditempatkan pada bidangnya masing-masing agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Harus meningkatkan penyelenggaraan pelayanan berbasis teknologi informasi, karena masih belum adanya pelayanan yang berbasis online.
{"title":"Pelayanan Publik Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau","authors":"Denny Nazaria Rifani","doi":"10.30656/sawala.v9i2.3761","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.3761","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penyelenggaraan pelayanan publik pada masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Yang menjadi dimensi pengukuran pada penilitan ini yaitu, peningkatan pelayanan pada masa Pandemi oleh Ombudsman RI diantaranya: Informasi yang jelas mengenai standar pelayanan, sistem pelayanan secara online, adaptasi sarana/prasarana/fasilitas pelayanan, dan kompetensi pelaksana layanan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik pada masa Pandemi Covid-19 masih dapat dilakukan akan tetapi dengan cara yang berbeda dari biasanya, standar pelayanan yang diberikan sesuai dengan surat edaran Pemerintah Kabupaten Berau yang merujuk pada aturan Pemerintah Pusat, sarana/prasarana/fasilitas telah disediakan sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan, kompetensi petugas yang baik serta memiliki banyak pengalaman ditempatkan pada bidangnya masing-masing agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Harus meningkatkan penyelenggaraan pelayanan berbasis teknologi informasi, karena masih belum adanya pelayanan yang berbasis online.","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115056649","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-12-01DOI: 10.30656/sawala.v9i2.3966
B. Hartanto, Deni Sudrajat, Tine Badriatin
The spread of COVID-19 has an impact on various aspects of life, not only material losses but has claimed many millions of lives. Each country has made various policies in tackling and further outbreaks of the virus. The government has issued policies related to health protocols to solutions by vaccinating the entire community, but after vaccination many people ignore health protocols. This study is a descriptive study with the aim of describing people's tasikmalaya city behavior after vaccination and viewed from a policy perspective on health protocols. Based on research, it shows that people who have vaccinated both stages one and two, pay less attention to health protocols, especially in using masks, as well as the increasing number of people's activities that ignore health protocols, coupled with weak supervision from each Regional Government with the Covid-19 task force so that the community is more lax to carry out various activities without paying attention to the applicable provisions
{"title":"Community Behavior in Health Protocol Policy Perspective Post Covid-19 Vaccination","authors":"B. Hartanto, Deni Sudrajat, Tine Badriatin","doi":"10.30656/sawala.v9i2.3966","DOIUrl":"https://doi.org/10.30656/sawala.v9i2.3966","url":null,"abstract":"The spread of COVID-19 has an impact on various aspects of life, not only material losses but has claimed many millions of lives. Each country has made various policies in tackling and further outbreaks of the virus. The government has issued policies related to health protocols to solutions by vaccinating the entire community, but after vaccination many people ignore health protocols. This study is a descriptive study with the aim of describing people's tasikmalaya city behavior after vaccination and viewed from a policy perspective on health protocols. Based on research, it shows that people who have vaccinated both stages one and two, pay less attention to health protocols, especially in using masks, as well as the increasing number of people's activities that ignore health protocols, coupled with weak supervision from each Regional Government with the Covid-19 task force so that the community is more lax to carry out various activities without paying attention to the applicable provisions","PeriodicalId":254489,"journal":{"name":"Sawala : Jurnal Administrasi Negara","volume":"408 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116640144","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}