首页 > 最新文献

Media Gizi Indonesia最新文献

英文 中文
Women in Health Communication The Role of Family Assistance Teams (TPK) in Accelerating Stunting Reduction in East Java 妇女参与保健传播:家庭援助小组在加速减少东爪哇发育迟缓方面的作用
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.200-210
Netty Dyah Kurniasari, Emy Susanti, Y. Surya
Perempuan dalam konstruksi masyarakat dituntut untuk mengambil peran lebih dalam urusan domestik, salah satunya adalah kesehatan keluarga. Konstruksi gender yang melekat bahwa seorang perempuan itu lebih telaten, sabar  dan sikapnya yang luwes menjadikan perempuan ditunjuk sebagai agent of change dalam setiap program kesehatan. Salah satu problem nasional saaat ini yang menjadi prioritas adalah stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  ditunjuk sebagai pelaksana program penururunan stunting di Indonesia. BKKBN telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk percepatan penurunan stunting. Tim pendamping kelurga (TPK) adalah  sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB. Mayoritas anggota TPK ini adalah perempuan. Tugas TPK ini  untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0-59 bulan serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku TPK tentang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), serta hambatan dalam menjalankan tugas.  Manfaat penelitian ini adalah menjadi masukan  bagi BKKBN sebagai evaluasi kinerja lembaga TPK di tingkat desa.Metode penelitian yang dilakukan adalah wawancara dan observasi kepada TPK di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tim pendamping keluarga secara umum sudah mengetahui tentang peran tugas dan fungsinya. Hambatan yang dihadapi adalah dari segi geografis, anggaran, sarana dan prasarana, perilaku tidak mendukung dari masyarakat, materi  pelatihan yang terlalu banyak, hambatan di server dan aplikasi Elsimil.  
妇女在社会建设中应该在家庭事务中发挥更大的作用,其中之一就是家庭健康。性别结构决定了女性更晚、更有耐心,以及她出色的态度,这使得女性在每一项健康计划中都被视为变革的推动者。其中一个成为优先事项的国家问题是发育迟缓。国家规划机构(BKKBN)被指定为印度尼西亚减少发育迟缓计划的执行机构。BKKBN成立了一个家庭救助小组(TPK),以加速发育迟缓的下降。花园随行队是由毕丹、TP PKK Kader和KB Kader组成的一支能源团队。这些TPK成员大多是妇女。该TPK的任务是开展相关活动,包括对成年夫妇的新娘/新郎、孕妇、移植后母亲、0-59个月大的儿童进行抽血、提供参考服务和接受社会援助计划,并进行家庭发育迟缓风险监测,以发现早期发育迟缓风险因素。本研究的目的是了解TPK对其树任务和功能的知识、态度和行为,并防止其执行任务。这项研究的好处是对BKKBN的投入,作为对TPK当局在村级表现的评估。所做的研究方法是在《东爪哇》的几个章节中采访和观察TPK。研究表明,家庭陪同人员普遍了解了他们职责的作用和功能。面临的障碍包括地理位置、预算、工具和预测、公众不支持的行为、过多的培训材料、服务器和Elsimil应用程序上的障碍。
{"title":"Women in Health Communication The Role of Family Assistance Teams (TPK) in Accelerating Stunting Reduction in East Java","authors":"Netty Dyah Kurniasari, Emy Susanti, Y. Surya","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.200-210","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.200-210","url":null,"abstract":"Perempuan dalam konstruksi masyarakat dituntut untuk mengambil peran lebih dalam urusan domestik, salah satunya adalah kesehatan keluarga. Konstruksi gender yang melekat bahwa seorang perempuan itu lebih telaten, sabar  dan sikapnya yang luwes menjadikan perempuan ditunjuk sebagai agent of change dalam setiap program kesehatan. Salah satu problem nasional saaat ini yang menjadi prioritas adalah stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  ditunjuk sebagai pelaksana program penururunan stunting di Indonesia. BKKBN telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk percepatan penurunan stunting. Tim pendamping kelurga (TPK) adalah  sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB. Mayoritas anggota TPK ini adalah perempuan. Tugas TPK ini  untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia 0-59 bulan serta melakukan surveilans keluarga berisiko stunting untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku TPK tentang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), serta hambatan dalam menjalankan tugas.  Manfaat penelitian ini adalah menjadi masukan  bagi BKKBN sebagai evaluasi kinerja lembaga TPK di tingkat desa.Metode penelitian yang dilakukan adalah wawancara dan observasi kepada TPK di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tim pendamping keluarga secara umum sudah mengetahui tentang peran tugas dan fungsinya. Hambatan yang dihadapi adalah dari segi geografis, anggaran, sarana dan prasarana, perilaku tidak mendukung dari masyarakat, materi  pelatihan yang terlalu banyak, hambatan di server dan aplikasi Elsimil. \u0000 ","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48288524","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
REGIONAL MAPPING IN BANGKALAN DISTRICT BASED ON POTENTIAL INDICATORS OF TOTAL STUNTING USING K-MODE CLUSTER ALGORITHM 基于k型聚类算法的全发育迟缓潜在指标在邦卡拉兰地区的区域映射
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.76-82
Adma Novita Sari, Dzuria Hilma Qurotu’ain, Faradilla Harianto, S. Z. Jannah
Indonesia has the highest number of stunted children in Southeast Asia. Indonesia's stunting prevalence rate is also still higher than the threshold set by WHO (20%). This issue has become a particular concern of the government. Hence, by 2024, the government targets the prevalence of stunting to decrease to 14% under Presidential Regulation no. 72 of 2021. One of the highest stunting cases in Indonesia is Bangkalan Regency, which has a prevalence rate of 38.9%, exceeding the maximum stunting target limit in Indonesia. Therefore, this study aimed to map the area in Bangkalan Regency based on the factors that influence stunting cases in toddlers. This study used data from the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) survey in 2021. The results show that several sub-districts in Bangkalan still have poor water availability, sanitation, environmental hygiene, and housing welfare. Mapping the area can help the government provide the right solution for the area's problems.
印度尼西亚是东南亚发育迟缓儿童最多的国家。印度尼西亚发育迟缓的发病率也仍然高于世界卫生组织设定的阈值(20%)。这个问题已成为政府特别关注的问题。因此,根据2021年第72号总统令,到2024年,政府的目标是将发育迟缓的患病率降至14%。Bangkalan Regency是印度尼西亚发育迟缓率最高的地区之一,其发病率为38.9%,超过了印度尼西亚发育迟缓的最高目标限制。因此,本研究旨在根据影响幼儿发育迟缓病例的因素,绘制班加兰县的区域地图。这项研究使用了2021年国家人口和计划生育机构(BKKBN)调查的数据。结果表明,Bangkalan的几个分区的供水、卫生、环境卫生和住房福利仍然很差。绘制该地区的地图可以帮助政府为该地区的问题提供正确的解决方案。
{"title":"REGIONAL MAPPING IN BANGKALAN DISTRICT BASED ON POTENTIAL INDICATORS OF TOTAL STUNTING USING K-MODE CLUSTER ALGORITHM","authors":"Adma Novita Sari, Dzuria Hilma Qurotu’ain, Faradilla Harianto, S. Z. Jannah","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.76-82","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.76-82","url":null,"abstract":"Indonesia has the highest number of stunted children in Southeast Asia. Indonesia's stunting prevalence rate is also still higher than the threshold set by WHO (20%). This issue has become a particular concern of the government. Hence, by 2024, the government targets the prevalence of stunting to decrease to 14% under Presidential Regulation no. 72 of 2021. One of the highest stunting cases in Indonesia is Bangkalan Regency, which has a prevalence rate of 38.9%, exceeding the maximum stunting target limit in Indonesia. Therefore, this study aimed to map the area in Bangkalan Regency based on the factors that influence stunting cases in toddlers. This study used data from the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) survey in 2021. The results show that several sub-districts in Bangkalan still have poor water availability, sanitation, environmental hygiene, and housing welfare. Mapping the area can help the government provide the right solution for the area's problems.","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48403432","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Diversification of local products based on Wet Protein Isolate of Catfish (Clarias Sp) as a protein source to prevent stunting 以鲶鱼湿蛋白分离物(Clarias Sp)为蛋白质来源的本地产品多样化,以防止发育迟缓
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.6-12
Patmawati, W. Trilaksani, Widati Fatmaningrum, S. Nadhiroh
Stunting is a condition of failure to grow and develop in children due to lack of nutritional intake for a long time. This is a major threat in realizing quality Indonesian human resources. The consumption of animal protein in Indonesia is at least 6 kg/capita/day. Therefore, a food diversification program is needed to meet the needs of animal protein, especially those sourced from fish. One of the aquaculture commodities that has a very large opportunity to be developed in the context of fulfilling the nutrition of the Indonesian people is catfish. Therefore, the use of oversized catfish as an ingredient for the manufacture of local products in the form of cendol has the potential to be developed to increase protein content. This study aims to determine the formulation of a dessert (cendol) based on wet protein isolate (surimi) of catfish. The concentration of surimi used in the preliminary study was 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% and 60%. The resulting product is then characterized by organoleptic, chemical, and biological characteristics. The results of the proximate test in the main study showed that the higher the percentage of surimi used, the higher the protein content of cendol products. The results of the commercial cendol proximate test, and surimi-based cendol with the addition of 25%, 30%, and 35% surimi percentages were 1.24%, 4.13%, 4.74% and 5.47%, respectively. During 8 days of storage at 6oC there was a decline in product quality as seen from all test parameters on cendol products.
发育迟缓是由于长期缺乏营养摄入而导致儿童无法生长发育的一种情况。这是实现印尼优质人力资源的主要威胁。印度尼西亚的动物蛋白消费量至少为6公斤/人/天。因此,需要一个食品多样化计划来满足动物蛋白质的需求,尤其是那些来源于鱼类的蛋白质。鲶鱼是一种水产养殖商品,在满足印尼人民营养的背景下有很大的发展机会。因此,使用超大鲶鱼作为原料,以cendol的形式生产当地产品,有可能提高蛋白质含量。本研究旨在确定一种基于鲶鱼湿蛋白分离物(鱼糜)的甜点(cendol)的配方。初步研究中使用的鱼糜浓度为0%、10%、20%、30%、40%、50%和60%。然后对所得产品进行感官、化学和生物特性表征。主要研究中的近似测试结果表明,鱼糜的使用百分比越高,cendol产品的蛋白质含量就越高。商业cendol近似试验和添加25%、30%和35%鱼糜百分比的鱼糜基cendol的结果分别为1.24%、4.13%、4.74%和5.47%。从cendol产品的所有测试参数可以看出,在6摄氏度下储存8天期间,产品质量有所下降。
{"title":"Diversification of local products based on Wet Protein Isolate of Catfish (Clarias Sp) as a protein source to prevent stunting","authors":"Patmawati, W. Trilaksani, Widati Fatmaningrum, S. Nadhiroh","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.6-12","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.6-12","url":null,"abstract":"Stunting is a condition of failure to grow and develop in children due to lack of nutritional intake for a long time. This is a major threat in realizing quality Indonesian human resources. The consumption of animal protein in Indonesia is at least 6 kg/capita/day. Therefore, a food diversification program is needed to meet the needs of animal protein, especially those sourced from fish. One of the aquaculture commodities that has a very large opportunity to be developed in the context of fulfilling the nutrition of the Indonesian people is catfish. Therefore, the use of oversized catfish as an ingredient for the manufacture of local products in the form of cendol has the potential to be developed to increase protein content. This study aims to determine the formulation of a dessert (cendol) based on wet protein isolate (surimi) of catfish. The concentration of surimi used in the preliminary study was 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% and 60%. The resulting product is then characterized by organoleptic, chemical, and biological characteristics. The results of the proximate test in the main study showed that the higher the percentage of surimi used, the higher the protein content of cendol products. The results of the commercial cendol proximate test, and surimi-based cendol with the addition of 25%, 30%, and 35% surimi percentages were 1.24%, 4.13%, 4.74% and 5.47%, respectively. During 8 days of storage at 6oC there was a decline in product quality as seen from all test parameters on cendol products.","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47390508","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Penta-helix “Desa Emas” As A Commitment to Accelerate Stunting Reduction in Sumenep Regency, East Java Province 五螺旋“Desa Emas”作为加速东爪哇省Sumenep县减少眩晕的承诺
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.64-75
N. Fauziah, Qurnia Andayani, S. Ariadi, T. Koesbardiati, Bayu Praharsena
Desa Emas is Elimination for Stunting in the Village that focuses on action to catalyst the reduction of stunting that carried out in 18 district/city in East Java. This program is initiated requires cooperation in achieving the goals. Collaboration that actively involves various sectors is very important, especially using penta-helix strategy include government, college, community, media mass and business partners to commit the acceleration of the stunting reduction. This study aims to describe the implementation of the penta-helix strategy "Desa Emas" in the perception commitment and stunting reduction in Sumenep Regency, East Java Province. The method used is descriptive qualitative with purposive samples, data obtained through in-depth interviews, observations and FGDs to the staff of the Health District Department, sub-district PLKB, village heads, BUMDES managers, family support teams consisting of midwives, PKK cadres, and family planning cadres in 10 stunting locus villages in Sumenep Regency. The results showed that the Sumenep Regency Government had optimized the policies that were prepared with cooperation support of government officials until the village level, media mass, business partner, community, and academic support. The national support for stunting reduction is very important, because of that the action plan of penta-helix strategy is needed to support a commitment to accelerate the stunting reduction sustainability. Keywords: Penta-helix, Commitment, Stunting, Desa Emas
Desa Emas是消除村庄发育迟缓的组织,其重点是在东爪哇的18个区/市采取行动,促进减少发育迟缓。这个项目的启动需要合作来实现目标。积极参与各个部门的合作非常重要,尤其是利用五螺旋战略,包括政府、大学、社区、媒体和商业合作伙伴,致力于加快减少阻碍。本研究旨在描述五螺旋战略“Desa Emas”在东爪哇省Sumenep县认知承诺和减少发育迟缓方面的实施情况。所使用的方法是描述性定性的,包括有目的的样本、通过深入访谈、观察和FGD获得的数据,这些数据涉及卫生区部门的工作人员、PLKB街道、村长、BUMDES经理、由助产士组成的家庭支持小组、PKK干部和Sumenep Regency 10个发育迟缓地区村庄的计划生育干部。结果表明,Sumenep摄政政府优化了在政府官员的合作支持下制定的政策,直到村级、媒体、商业伙伴、社区和学术支持。国家对减少发育迟缓的支持非常重要,因为需要五螺旋战略的行动计划来支持加快减少发育迟缓可持续性的承诺。关键词:五螺旋,承诺,特技,Desa Emas
{"title":"Penta-helix “Desa Emas” As A Commitment to Accelerate Stunting Reduction in Sumenep Regency, East Java Province","authors":"N. Fauziah, Qurnia Andayani, S. Ariadi, T. Koesbardiati, Bayu Praharsena","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.64-75","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.64-75","url":null,"abstract":"Desa Emas is Elimination for Stunting in the Village that focuses on action to catalyst the reduction of stunting that carried out in 18 district/city in East Java. This program is initiated requires cooperation in achieving the goals. Collaboration that actively involves various sectors is very important, especially using penta-helix strategy include government, college, community, media mass and business partners to commit the acceleration of the stunting reduction. This study aims to describe the implementation of the penta-helix strategy \"Desa Emas\" in the perception commitment and stunting reduction in Sumenep Regency, East Java Province. The method used is descriptive qualitative with purposive samples, data obtained through in-depth interviews, observations and FGDs to the staff of the Health District Department, sub-district PLKB, village heads, BUMDES managers, family support teams consisting of midwives, PKK cadres, and family planning cadres in 10 stunting locus villages in Sumenep Regency. The results showed that the Sumenep Regency Government had optimized the policies that were prepared with cooperation support of government officials until the village level, media mass, business partner, community, and academic support. The national support for stunting reduction is very important, because of that the action plan of penta-helix strategy is needed to support a commitment to accelerate the stunting reduction sustainability. \u0000Keywords: Penta-helix, Commitment, Stunting, Desa Emas","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47766294","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Status Ekonomi Keluarga dan Kecukupan Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Surabaya 家庭经济状况和足够的营养,可以让6-24个月大的孩子在泗水市表演特技
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.145-152
Hasanah Ayuningtyas, S. Nadhiroh, Zida Sinata Milati, Alfin Lailatul Fadilah
ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang sering dialami oleh anak di dunia. Kejadian stunting menandai bahwa anak tersebut tidak cukup gizi. Ketidakcukupan gizi merupakan salah satu faktor penyebab stunting yang juga dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan status ekonomi keluarga dan kecukupan gizi dengan stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional kepada 160 ibu dan anak usia 6-24 bulan yang dipilih menggunakan consecutive sampling di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kalikedinding, Putat Jaya, Bangkingan, dan Sememi. Variabel penelitian adalah asupan gizi anak menggunakan recall, pendapatan keluarga dengan kuesioner, serta status gizi yang dikumpulkan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan length board atau microtoise. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pendapatan dibawah UMK kota Surabaya (78,8%). Kecukupan energi pada anak usia 6-24 bulan (50,6%) dan karbohidrat (57,5%) berada pada kategori defisit, kecukupan protein (75,6%) dan lemak (40%) terbanyak berada pada kategori lebih, dan kecukupan zat gizi mikro Fe kurang (51,3%) serta zink (78,1%) dan kalsium (65,6%) dalam kategori cukup. Hasil uji chi square menunjukkan  hubungan signifikan antara kecukupan zat besi (p value = 0,021) dan kalsium (p value = 0,000) terhadap kejadian stunting anak usia 6-24 bulan. Kesimpulannya adalah status ekonomi keluarga anak tergolong rendah serta terdapat hubungan antara tingkat kecukupan zat besi dan kalsium pada anak 6-24 bulan di Surabaya dengan kejadian stunting. Kata kunci— stunting, kecukupan gizi, pendapatan keluarga
无发育不良是世界儿童常见的慢性营养问题。发育不良表明儿童营养不良。营养不足是导致发育不良的因素之一,也可能受到家庭社会经济地位的影响。这项研究的目的是分析家庭经济地位和营养充足与6-24个月大儿童在泗水市的发育迟缓之间的关系。这项研究将交叉设计应用于160名6-24个月大的母亲和儿童,他们被选中使用kalikewall、Putat Jaya、Bangkingan和Sememi地区的结块采样。研究的变量是儿童营养摄入量,使用召回器、家庭收入进行问卷调查,以及用足部或微帽进行高测量收集的营养状况。使用的统计分析是chi square测试。这项研究表明,大多数家庭的收入低于泗水市UMK(78.8%)。6-24个月大的儿童(50.6%)和碳水化合物(57.5。chi square测试显示,铁质补充剂(p值= 021)和钙(p值= 0000)对6-24个月儿童发育不良的影响之间存在显著联系。结论是,儿童家庭的经济地位较低,在泗水的6-24个月儿童铁和钙的舒适性与发育不良事件之间存在联系。关键词——替身、营养充足、家庭收入
{"title":"Status Ekonomi Keluarga dan Kecukupan Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Surabaya","authors":"Hasanah Ayuningtyas, S. Nadhiroh, Zida Sinata Milati, Alfin Lailatul Fadilah","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.145-152","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.145-152","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Stunting merupakan masalah gizi kronis yang sering dialami oleh anak di dunia. Kejadian stunting menandai bahwa anak tersebut tidak cukup gizi. Ketidakcukupan gizi merupakan salah satu faktor penyebab stunting yang juga dapat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan status ekonomi keluarga dan kecukupan gizi dengan stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional kepada 160 ibu dan anak usia 6-24 bulan yang dipilih menggunakan consecutive sampling di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kalikedinding, Putat Jaya, Bangkingan, dan Sememi. Variabel penelitian adalah asupan gizi anak menggunakan recall, pendapatan keluarga dengan kuesioner, serta status gizi yang dikumpulkan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan length board atau microtoise. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pendapatan dibawah UMK kota Surabaya (78,8%). Kecukupan energi pada anak usia 6-24 bulan (50,6%) dan karbohidrat (57,5%) berada pada kategori defisit, kecukupan protein (75,6%) dan lemak (40%) terbanyak berada pada kategori lebih, dan kecukupan zat gizi mikro Fe kurang (51,3%) serta zink (78,1%) dan kalsium (65,6%) dalam kategori cukup. Hasil uji chi square menunjukkan  hubungan signifikan antara kecukupan zat besi (p value = 0,021) dan kalsium (p value = 0,000) terhadap kejadian stunting anak usia 6-24 bulan. Kesimpulannya adalah status ekonomi keluarga anak tergolong rendah serta terdapat hubungan antara tingkat kecukupan zat besi dan kalsium pada anak 6-24 bulan di Surabaya dengan kejadian stunting. \u0000Kata kunci— stunting, kecukupan gizi, pendapatan keluarga","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43779962","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR 综合作用在东爪哇省分解特技
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.239-243
Ali Imron, Cleonara Yanuar Dini, Satwika Arya Pratama, Udin Kurniawan Aziz, Siti Mudiyah, Diyah Herowati, Fonny Indri Hartanti
Stunting merupakan salah satu masalah pembangunan kesehatan di Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (2021) mencatat, prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk mencapai 25,3%. Penanganan stunting harus melibatkan komitmen bersama dan peran lintas sektor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sosial lintas sektoral dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan konsep collaborative governance Ansell & Gash sebagai pisau bedah analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara model focus group discussion kepada aparat desa, bidan dan penyuluh KB. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran sosial antar aktor dalam konteks tata kelola kolaboratif cukup efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan penganggaran melalui alokasi dana desa untuk mendukung program tersebut. Bidan dan penyuluh KB bekerja sama merumuskan program yang efektif untuk disampaikan pada musyawarah perencanaan pembangunan desa. Pendampingan terhadap keluarga stunting dan berisiko stunting terus dilakukan melalui peran serta aktif bidan dan Tim Pendamping Keluarga. Kendala yang dialami pelaku sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting adalah konstruksi pengetahuan dan perilaku orangtua tentang pola asuh anak yang masih lemah. Oleh karena itu, dalam memperkuat implementasi tata kelola kolaboratif dalam percepatan pengurangan stunting, diperlukan persamaan persepsi dan motivasi bersama yang kuat diantara para aktor sosial yang terlibat. Selanjutnya capacity for joint action, dimana setiap aktor terlibat dalam kegiatan kerjasama untuk meningkatkan kapasitas diri dan inklusivitas peran untuk mencapai tujuan bersama.
眩晕是印度尼西亚的健康问题之一。印度尼西亚现状调查(2021)指出,Nganjuk Kabupaten的发育迟缓患病率达到25.3%。特技表演的管理必须涉及共同承诺和该部门的作用。本研究旨在描述部门交通在加速Nganjuk县衰退中的社会作用。本研究将Ansell&Gash的合作治理概念作为一把分析手术刀。本研究采用定性方法,通过对农村、农村和10 KB设备的焦点小组讨论模型访谈技术收集数据。这项研究表明,在合作时钟系统的背景下,演员的社会角色在加速Nganjuk Kabupaten发育迟缓的下降方面非常有效。村政府通过分配村资金支持该方案,在破坏违反政策方面发挥了作用。Bidan和十KB正在共同努力,破坏一个有效的计划,以交付给农村发展规划投标人。通过角色、积极的农业和家庭影响小组,对发育迟缓和危险的家庭发育迟缓的影响仍在继续。该部门在加速发育迟缓下降方面的协同作用者所经历的控制是父母对仍然薄弱的儿童保育模式的知识和行为结构。因此,在加强合作学校制度的实施以加快减少特技的过程中,有必要将感知和动机与强大的社会参与者等同起来。其次是联合行动的能力,每个行动者都参与合作活动,以提高自身的能力和角色的包容性,从而实现共同目标。
{"title":"SINERGI LINTAS SEKTOR DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR","authors":"Ali Imron, Cleonara Yanuar Dini, Satwika Arya Pratama, Udin Kurniawan Aziz, Siti Mudiyah, Diyah Herowati, Fonny Indri Hartanti","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.239-243","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.239-243","url":null,"abstract":"Stunting merupakan salah satu masalah pembangunan kesehatan di Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (2021) mencatat, prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk mencapai 25,3%. Penanganan stunting harus melibatkan komitmen bersama dan peran lintas sektor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sosial lintas sektoral dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan konsep collaborative governance Ansell & Gash sebagai pisau bedah analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara model focus group discussion kepada aparat desa, bidan dan penyuluh KB. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran sosial antar aktor dalam konteks tata kelola kolaboratif cukup efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Nganjuk. Pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan penganggaran melalui alokasi dana desa untuk mendukung program tersebut. Bidan dan penyuluh KB bekerja sama merumuskan program yang efektif untuk disampaikan pada musyawarah perencanaan pembangunan desa. Pendampingan terhadap keluarga stunting dan berisiko stunting terus dilakukan melalui peran serta aktif bidan dan Tim Pendamping Keluarga. Kendala yang dialami pelaku sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting adalah konstruksi pengetahuan dan perilaku orangtua tentang pola asuh anak yang masih lemah. Oleh karena itu, dalam memperkuat implementasi tata kelola kolaboratif dalam percepatan pengurangan stunting, diperlukan persamaan persepsi dan motivasi bersama yang kuat diantara para aktor sosial yang terlibat. Selanjutnya capacity for joint action, dimana setiap aktor terlibat dalam kegiatan kerjasama untuk meningkatkan kapasitas diri dan inklusivitas peran untuk mencapai tujuan bersama.","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41623747","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Determinant of Adherence to iron supplementation in Adolescent Girl In Spesific Intervention For Stunting Prevention: Systematic Review 在预防发育迟缓的特殊干预中,青春期女孩坚持补铁的决定因素:系统评价
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.90-96
Alma Feriyanti, Nafiatus Sintya Deviatin, Ira Nurmala, Sri Widati, D. Atmaka
An increase in the prevalence of anemia in young women will affect the quality of life and their offspring. Adolescent girls who experience anemia are at risk for anemia during pregnancy. Anemia in pregnant women will impact giving birth to stunted babies. Iron supplementation is a specific intervention effort to prevent anemia in female adolescents. This study aims to analyze the determinants of adherence to iron supplementation in young women and specific interventions to prevent stunting. This study uses a systematic review using PRISMA. Five electronic databases are used: Scopus, ScienceDirect, Wos, SAGE, and Google Scholar. The articles used in this research are 10 articles. The inclusion criteria for this study were articles published within five years, namely, 2018-2022, full text, open access, and in Indonesian and English. The determinants of adherence to iron supplementation are influenced by several factors, including sociodemographic factors such as the mother's occupation, education, and adolescent age. Intrapersonal factors such as young women's motivation and perceived benefits. Interpersonal factors such as support from parents, peers, and teachers. Institutional factors such as school support in the distribution of iron tablets. The compliance of young women in consuming iron tablets is influenced by sociodemographic, intrapersonal, intrapersonal, and institutional factors. There is a need for health education for young women and parents as well as strengthening commitment to schools so that they receive support in the implementation of iron supplementation as a specific intervention for stunting prevention   Keywords: Compliance, Iron Tablets, Adolescents, Anemia, Stunting
年轻妇女贫血患病率的增加将影响她们的生活质量及其后代。患有贫血的少女在怀孕期间有患贫血的风险。孕妇贫血会影响发育不良婴儿的出生。补铁是预防女性青少年贫血的一项特殊干预措施。本研究旨在分析年轻女性坚持补铁的决定因素以及预防发育迟缓的具体干预措施。本研究使用PRISMA进行系统评价。使用5个电子数据库:Scopus、ScienceDirect、Wos、SAGE和谷歌Scholar。本研究使用的文章为10篇。本研究的纳入标准为五年内发表的文章,即2018-2022年,全文,开放获取,印尼语和英语。坚持补铁的决定因素受几个因素的影响,包括社会人口因素,如母亲的职业、教育和青少年年龄。个人因素,如年轻女性的动机和感知利益。人际关系因素,如来自父母、同伴和老师的支持。制度性因素如学校在发放铁片方面的支持。年轻女性服用铁片的依从性受到社会人口、个人、个人和制度因素的影响。有必要对年轻妇女和家长进行健康教育,并加强对学校的承诺,以便他们在实施补铁作为预防发育迟缓的具体干预措施方面得到支持。关键词:依从性、铁片、青少年、贫血、发育迟缓
{"title":"Determinant of Adherence to iron supplementation in Adolescent Girl In Spesific Intervention For Stunting Prevention: Systematic Review","authors":"Alma Feriyanti, Nafiatus Sintya Deviatin, Ira Nurmala, Sri Widati, D. Atmaka","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.90-96","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.90-96","url":null,"abstract":"An increase in the prevalence of anemia in young women will affect the quality of life and their offspring. Adolescent girls who experience anemia are at risk for anemia during pregnancy. Anemia in pregnant women will impact giving birth to stunted babies. Iron supplementation is a specific intervention effort to prevent anemia in female adolescents. This study aims to analyze the determinants of adherence to iron supplementation in young women and specific interventions to prevent stunting. This study uses a systematic review using PRISMA. Five electronic databases are used: Scopus, ScienceDirect, Wos, SAGE, and Google Scholar. The articles used in this research are 10 articles. The inclusion criteria for this study were articles published within five years, namely, 2018-2022, full text, open access, and in Indonesian and English. The determinants of adherence to iron supplementation are influenced by several factors, including sociodemographic factors such as the mother's occupation, education, and adolescent age. Intrapersonal factors such as young women's motivation and perceived benefits. Interpersonal factors such as support from parents, peers, and teachers. Institutional factors such as school support in the distribution of iron tablets. The compliance of young women in consuming iron tablets is influenced by sociodemographic, intrapersonal, intrapersonal, and institutional factors. There is a need for health education for young women and parents as well as strengthening commitment to schools so that they receive support in the implementation of iron supplementation as a specific intervention for stunting prevention \u0000  \u0000Keywords: Compliance, Iron Tablets, Adolescents, Anemia, Stunting","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47436914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PROGRAM DAN INTERVENSI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) DALAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING 妇女的方案和干预措施使妇女受益,使妇女参与学生发展的原则
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.22-30
Nur Mufida Wulan Sari, Farah Rosyihana Fadhila, Ulfatul Karomah, Emyr Reisha Isaura, Annis Catur Adi
Indonesia telah melakukan berbagai upaya percepatan penanggulangan stunting melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.  Program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan salah satu intervensi terintegrasi dalam percepatan penanggulangan stunting dengan penerapan standart emas pemberian makan bayi dan anak. Kajian ini bermaksud untuk menganalisa program PMBA di Indonesia serta memberikan rekomendasi  dengan pendekatan model Nutrition Care Process (NCP) komunitas meliputi penilaian, analisa masalah, intervensi, dan monitoring dan evaluasi kami gunakan untuk melakukan analisis program dan kebijakan dalam kajian ini. Hasilnya program PMBA di Indonesia perlu didukung dengan beberapa aspek yang melibatkan intervensi sensitif menyangkut akses pada sumber makanan, monitoring, dan penguatan sumber daya manusia. Kami merekomendasikan adanya penguatan dalam peningkatan penjaminan akses pangan bagi kelompok umur sesuai sasaran PMBA, penguatan ketahanan pangan keluarga, penguatan monitoring data berkaitan dengan data makanan pendamping air susu ibu  (jumlah, tekstur, frekuensi makan, dan kesesuaian usia, keragaman pangan, pemberian air susu ibu (ASI) sampai dengan 2 tahun, dan penambahan tenaga terlatih PMBA. Program PMBA membutuhkan dukungan dari lintas sektor untuk mencapai standart emas PMBA. Penguatan internal terkait data dan sumber daya manusia merupakan upaya yang patut dipertimbangkan untuk mendukung keberhasilan program PMBA dalam rangka percepatan penanggulangan stunting di Indonesia.
印度尼西亚已作出各种努力,通过具体干预措施和敏感干预措施,加速拖延。婴儿和儿童喂养计划(PMBA)是一项综合干预措施,通过应用黄金标准婴儿和儿童喂食来加速抑制发育迟缓。本研究的目的是分析印度尼西亚的PMBA项目,并用营养护理过程(NCP)模型方法提出建议,社区包括评估、问题分析、干预以及监测和评估,我们在本研究中用于进行项目分析和政策。结果是,印度尼西亚的PMBA计划需要得到一些方面的支持,包括在获取食物来源、监测和人力资源上传方面的敏感干预。我们建议根据PMBA目标,增加对年龄组获得食物的保障,家庭食物抵抗力的负荷,与母乳相关食物数据相关的监测数据的负荷(数量、质地、进食频率和年龄调整、食物多样性、母乳供应(ASI)长达2年,-以及增加PMBA训练。PMBA计划需要行业支持才能达到PMBA金标准。人力数据和资源的内部上传是一项努力,应被视为支持PMBA方案的成功,以加速印度尼西亚阻碍发展的延误。
{"title":"PROGRAM DAN INTERVENSI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) DALAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING","authors":"Nur Mufida Wulan Sari, Farah Rosyihana Fadhila, Ulfatul Karomah, Emyr Reisha Isaura, Annis Catur Adi","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.22-30","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.22-30","url":null,"abstract":"Indonesia telah melakukan berbagai upaya percepatan penanggulangan stunting melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.  Program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan salah satu intervensi terintegrasi dalam percepatan penanggulangan stunting dengan penerapan standart emas pemberian makan bayi dan anak. Kajian ini bermaksud untuk menganalisa program PMBA di Indonesia serta memberikan rekomendasi  dengan pendekatan model Nutrition Care Process (NCP) komunitas meliputi penilaian, analisa masalah, intervensi, dan monitoring dan evaluasi kami gunakan untuk melakukan analisis program dan kebijakan dalam kajian ini. \u0000Hasilnya program PMBA di Indonesia perlu didukung dengan beberapa aspek yang melibatkan intervensi sensitif menyangkut akses pada sumber makanan, monitoring, dan penguatan sumber daya manusia. Kami merekomendasikan adanya penguatan dalam peningkatan penjaminan akses pangan bagi kelompok umur sesuai sasaran PMBA, penguatan ketahanan pangan keluarga, penguatan monitoring data berkaitan dengan data makanan pendamping air susu ibu  (jumlah, tekstur, frekuensi makan, dan kesesuaian usia, keragaman pangan, pemberian air susu ibu (ASI) sampai dengan 2 tahun, dan penambahan tenaga terlatih PMBA. Program PMBA membutuhkan dukungan dari lintas sektor untuk mencapai standart emas PMBA. Penguatan internal terkait data dan sumber daya manusia merupakan upaya yang patut dipertimbangkan untuk mendukung keberhasilan program PMBA dalam rangka percepatan penanggulangan stunting di Indonesia.","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48001593","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Buang Air Sembarangan dan Stunting
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.193-199
Inne Soesanti, Dian Shofiya, Winarko Winarko, Mujayanto Mujayanto, R. Rahmania
Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban mempunyai prevalensi balita stunting sebesar 25,7%  pada tahun 2022. Salah satu faktor penyebab stunting adalah rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat di desa mergosari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dipilih secara purposif. Informan terdiri dari perangkat desa, bidan dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui diskusi kelompok fokus dan observasi terkait penggunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Analisa data dilakukan dengan cara triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan masih banyak warga desa yang melakukan buang air besar sembarangan seperti di tanah rerumputan meskipun mereka sudah mempunyai jamban atau closet di rumahnya.  Buang air besar di rerumputan sudah dilakukan oleh warga masyarakat sejak dahulu bahkan dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan perilaku tersebut sudah menjadi budaya.  Buang air besar sembarangan dapat mengakibatkan banyaknya lalat dan cacing.  Perilaku ini dapat menimbulkan resiko penyakit cacingan terutama jika anak-anak tidak menggunakan alas kaki ketika bermain di rumah serta tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Makanan tidak ditutupi oleh tutup saji akan dihinggapi oleh lalat dan dapat mengakibatkan diare.  Perilaku buang air besar sembarangan telah menjadi budaya. Rekomendasi bagi pemerintah setempat supaya mengubah perilaku masyarakat untuk  tidak melakukan buang air besar sembarangan sebagai upaya pencegahan stunting.  
2022年,图班国会大厦Singgahan威胁区Mergosari村的新闻流行率高达25.7%。发育迟缓的原因之一是清洁和健康的生活行为水平低。这项研究的目的是了解一个废弃村庄的清洁和健康生活。本研究为定性研究。有意选择告密者。告密者包括村庄设备、田地和Posyandu框架。数据收集是通过对焦点小组的讨论和与清洁和健康生活行为的使用相关的观察进行访谈。数据分析是以三角方式进行的。研究表明,仍然有很多村民像在下水道里一样浪费大量的水,尽管他们家里已经有了桥或壁橱。[UNK]从过去开始,甚至一代又一代的公民都会发生大规模的集群性水泄漏。它表明行为已经成为一种文化。大量的水的浪费可能会导致大量的苍蝇和蠕虫。这种行为可能会带来患蠕虫病的风险,尤其是如果孩子在家玩耍时不穿袜子,在屋外玩耍后不洗手和洗脚。食物本身没有覆盖,会被苍蝇通过,并可能导致腹泻。伟大的废水行为现在已经成为一种文化。建议地方政府改变公众的行为,避免浪费与防止噱头一样多的水。
{"title":"Buang Air Sembarangan dan Stunting","authors":"Inne Soesanti, Dian Shofiya, Winarko Winarko, Mujayanto Mujayanto, R. Rahmania","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.193-199","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.193-199","url":null,"abstract":"Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban mempunyai prevalensi balita stunting sebesar 25,7%  pada tahun 2022. Salah satu faktor penyebab stunting adalah rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat di desa mergosari. \u0000Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan dipilih secara purposif. Informan terdiri dari perangkat desa, bidan dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui diskusi kelompok fokus dan observasi terkait penggunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Analisa data dilakukan dengan cara triangulasi data. \u0000Hasil penelitian menunjukkan masih banyak warga desa yang melakukan buang air besar sembarangan seperti di tanah rerumputan meskipun mereka sudah mempunyai jamban atau closet di rumahnya.  Buang air besar di rerumputan sudah dilakukan oleh warga masyarakat sejak dahulu bahkan dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan perilaku tersebut sudah menjadi budaya.  Buang air besar sembarangan dapat mengakibatkan banyaknya lalat dan cacing.  Perilaku ini dapat menimbulkan resiko penyakit cacingan terutama jika anak-anak tidak menggunakan alas kaki ketika bermain di rumah serta tidak mencuci tangan dan kaki setelah bermain di luar rumah. Makanan tidak ditutupi oleh tutup saji akan dihinggapi oleh lalat dan dapat mengakibatkan diare.  \u0000Perilaku buang air besar sembarangan telah menjadi budaya. \u0000Rekomendasi bagi pemerintah setempat supaya mengubah perilaku masyarakat untuk  tidak melakukan buang air besar sembarangan sebagai upaya pencegahan stunting. \u0000 ","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42889385","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Relevansi Intervensi Perbaikan Sanitasi untuk Mencegah Kejadian Stunting Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia: Meta Analisis 印度尼西亚COVID-19大流行特技修正干预措施的相关性:元分析
Pub Date : 2022-12-15 DOI: 10.20473/mgi.v17i1sp.39-46
Nabila Mutia Rahma, D. R. Atmaka, Anisa Lailatul Fitria, Azizah Ajeng Pratiwi, Qonita Rachmah, Alifah Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin, Lilis Sulistyorini
Stunting merupakan masalah gizi utama dengan kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak akibat asupan gizi yang tidak tercukupi sehingga anak memiliki risiko terjadinya penurunan kognitif dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Selama masa pandemi COVID-19, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi hingga mencapai 24,4% pada tahun 2021. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, salah satunya yakni sanitasi yang merupakan salah satu pilar dalam formulasi program percepatan penurunan stunting. Meta-analisis ini bertujuan untuk membandingkan peran peningkatan fasilitas sanitasi terhadap kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pengumpulan data studi primer pada Medline, Sciencedirect, dan Embase menggunakan protocol PRISMA. Analisis menggunakan STATA 12. Sebanyak 29 artikel ditinjau dengan tahun terbit 2019 – 2021. Hasil penelitian menunjukan effect size yang bervariasi mulai dari 0,07 hingga 23,95. Adapun nilai summary effect atau overall odds ratio sebesar 1,31 yang menunjukan bahwa peningkatan fasilitas sanitasi masih memiliki dampak positif terhadap pencegahan kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19. Kata kunci— COVID-19, gizi anak, sanitasi, stunting, WASH
发育迟缓是一个主要的谨慎问题,由于谨慎摄入不足,儿童的发育状况受损,因此儿童未来有认知能力下降的风险,患退行性疾病的风险增加。在新冠肺炎大流行期间,2021年印度尼西亚的发育迟缓流行率仍高达24.4%。影响特技项目的因素有很多,其中之一是环境卫生,这是制定特技加速计划的支柱之一。这项荟萃分析旨在比较在印度尼西亚新冠肺炎大流行期间加强卫生设施对发育迟缓的作用。本研究采用荟萃分析方法,使用PRISMA方案收集Medline、Sciencedirect和Embase的主要研究数据。使用STATA 12进行分析。共有29个项目标有编辑年份2019-2021。结果表明,尺寸效应在0.07~23.95之间变化。综合效应或1.31的总体比值比表明,在新冠肺炎大流行期间,卫生设施的改善仍然对预防发育迟缓产生积极影响。关键词-新冠肺炎,儿童护理,卫生,发育迟缓,讲卫生
{"title":"Relevansi Intervensi Perbaikan Sanitasi untuk Mencegah Kejadian Stunting Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia: Meta Analisis","authors":"Nabila Mutia Rahma, D. R. Atmaka, Anisa Lailatul Fitria, Azizah Ajeng Pratiwi, Qonita Rachmah, Alifah Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin, Lilis Sulistyorini","doi":"10.20473/mgi.v17i1sp.39-46","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgi.v17i1sp.39-46","url":null,"abstract":"Stunting merupakan masalah gizi utama dengan kondisi terhambatnya pertumbuhan pada anak akibat asupan gizi yang tidak tercukupi sehingga anak memiliki risiko terjadinya penurunan kognitif dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Selama masa pandemi COVID-19, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi hingga mencapai 24,4% pada tahun 2021. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, salah satunya yakni sanitasi yang merupakan salah satu pilar dalam formulasi program percepatan penurunan stunting. Meta-analisis ini bertujuan untuk membandingkan peran peningkatan fasilitas sanitasi terhadap kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan pengumpulan data studi primer pada Medline, Sciencedirect, dan Embase menggunakan protocol PRISMA. Analisis menggunakan STATA 12. Sebanyak 29 artikel ditinjau dengan tahun terbit 2019 – 2021. Hasil penelitian menunjukan effect size yang bervariasi mulai dari 0,07 hingga 23,95. Adapun nilai summary effect atau overall odds ratio sebesar 1,31 yang menunjukan bahwa peningkatan fasilitas sanitasi masih memiliki dampak positif terhadap pencegahan kejadian stunting selama masa pandemi COVID-19. \u0000Kata kunci— COVID-19, gizi anak, sanitasi, stunting, WASH","PeriodicalId":32965,"journal":{"name":"Media Gizi Indonesia","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44183402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Media Gizi Indonesia
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1