Learningapps adalah salah satu media pembelajaran berbasis web yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh (Daring). Selain itu, learningapps juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sebagai sarana atau media interaktif dalam pembelajaran apapun. Terlebih pada masa pandemi, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Guru juga harus menggunakan media pembelajaran interaktif yang berbasis teknologi untuk menunjang kegiatan tersebut. Di zaman yang serba digital 5.0 tidak mengeherankan seorang Guru dituntut untuk melek teknologi agar tidak ketinggalan informasi kebaharuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi pentingnya penggunaan learningapps sebagai media pembelajaran interaktif di Sekolah Dasar. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan tahapan pra-penelitian dan eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah test sebagai instrument utama, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data terkumpul kemudian dianalisis dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa penggunaan learningapps sebagai media pembelajaran interaktif berdampak baik terhadapan sasaran objeknya yaitu siswa sekolah dasar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa sekolah dasar memerlukan pembelajaran yang inovatif, interaktif dan bervariatif. Sehingga menghasilkan pemikiran yang kreatif dalam menuangkan ide dan pendapatnya.
{"title":"PENGGUNAAN LEARNINGAPPS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI SEKOLAH DASAR","authors":"Nurkholis, Hendri Raharjo, Toto Santi Aji","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3108","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3108","url":null,"abstract":"Learningapps adalah salah satu media pembelajaran berbasis web yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh (Daring). Selain itu, learningapps juga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sebagai sarana atau media interaktif dalam pembelajaran apapun. Terlebih pada masa pandemi, kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Guru juga harus menggunakan media pembelajaran interaktif yang berbasis teknologi untuk menunjang kegiatan tersebut. Di zaman yang serba digital 5.0 tidak mengeherankan seorang Guru dituntut untuk melek teknologi agar tidak ketinggalan informasi kebaharuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi pentingnya penggunaan learningapps sebagai media pembelajaran interaktif di Sekolah Dasar. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan tahapan pra-penelitian dan eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah test sebagai instrument utama, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data terkumpul kemudian dianalisis dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa penggunaan learningapps sebagai media pembelajaran interaktif berdampak baik terhadapan sasaran objeknya yaitu siswa sekolah dasar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa sekolah dasar memerlukan pembelajaran yang inovatif, interaktif dan bervariatif. Sehingga menghasilkan pemikiran yang kreatif dalam menuangkan ide dan pendapatnya.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43368442","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Astri Sutisnawati, H. Lukman, Elnawati, Jurnal Cakrawala Pendas
Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi KOPI D’LIMA (Konten Pendidikan Inovatif berbasis digital, literasi dan numerasi) yang merupakan aplikasi berbasis android untuk pembelajaran diferensiasi pada kurikulum merdeka. Aplikasi ini dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran diferensiasi pada kurikulum merdeka yang diharapkan mampu menjembatani guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan pendekataan ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru-guru Sekolah Dasar di kota dan kabupaten Sukabumi yang melaksanakan pembelajaran kurikulum merdeka di kelas sesuai dengan fasenya. Hasil penelitian ini baru sampai pada tahap Development (Pengembangan). Pada Pendekatan tahapan ADDIE yang pertama yaitu menghasilkan analisis kebuthan guru dan siswa akan adanya media pembelajaran berbasis aplikasi yang efektif dan efisien sehingga guru dan siswa dapat melaksanakan pembelajaran merdeka terutama di sekolah dasar. Tahap kedua merupakan tahap desain dengan membuat flowchart,stodyboard dan layout dari aplikasi yang akan dikembangkan. Tahap ketiga dalam penelitian ini adalah development yaitu pengembangan aplikasi menggunakan android studio berdasarkan desain yang telah dibuat dalam peencanaan. Saat ini, penelitian dilaksanakan baru pada tahap pengembangan, untuk tahapan selanjutnya segera dilaksanakan implementasi dan evaluasi untuk memastikan produk yang dibuat layak untuk digunakan.
{"title":"PENGEMBANGAN APLIKASI KOPI D’LIMA UNTUK PEMBELAJARAN MERDEKA","authors":"Astri Sutisnawati, H. Lukman, Elnawati, Jurnal Cakrawala Pendas","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3268","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3268","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi KOPI D’LIMA (Konten Pendidikan Inovatif berbasis digital, literasi dan numerasi) yang merupakan aplikasi berbasis android untuk pembelajaran diferensiasi pada kurikulum merdeka. Aplikasi ini dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran diferensiasi pada kurikulum merdeka yang diharapkan mampu menjembatani guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan pendekataan ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru-guru Sekolah Dasar di kota dan kabupaten Sukabumi yang melaksanakan pembelajaran kurikulum merdeka di kelas sesuai dengan fasenya. Hasil penelitian ini baru sampai pada tahap Development (Pengembangan). Pada Pendekatan tahapan ADDIE yang pertama yaitu menghasilkan analisis kebuthan guru dan siswa akan adanya media pembelajaran berbasis aplikasi yang efektif dan efisien sehingga guru dan siswa dapat melaksanakan pembelajaran merdeka terutama di sekolah dasar. Tahap kedua merupakan tahap desain dengan membuat flowchart,stodyboard dan layout dari aplikasi yang akan dikembangkan. Tahap ketiga dalam penelitian ini adalah development yaitu pengembangan aplikasi menggunakan android studio berdasarkan desain yang telah dibuat dalam peencanaan. Saat ini, penelitian dilaksanakan baru pada tahap pengembangan, untuk tahapan selanjutnya segera dilaksanakan implementasi dan evaluasi untuk memastikan produk yang dibuat layak untuk digunakan.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42017382","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada pentingnya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam mempelajari matematika bagi siswa SD untuk mendukung kemampuan matematis selanjutnya. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SD maka penelitian ini membahas tentang model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Negeri di Kecamatan Sumedang Utara dengan total jumlah keseluruhannya yaitu 34 sekolah dan di Kecamatan Cimalaka dengan jumlah keseluruhannya yaitu 29 sekolah. Kelas IV di SDN Karangpawulang sebagai kelas kontrol dan kelas IV di SDN Sukamaju sebagai kelas eksperimen. Jumlah subjek penelitian diambil 30 responden untuk kelas eksperimen dan 23 responden untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal pretes-postes kemampuan pemahaman konsep matematis, dengan teknik analisis uji normalitas, uji homogen dan uji beda rata-rata hasil nilai pretes dan postes serta nilai n-gain dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil perlakuan terhadap siswa selama tiga pertemuan menunjukkan bahwa: Efektifitasnya pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran belum dapat dikatakan lebih baik dibandingkan pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Penggunaan metode pembelajaran yang efektif akan mendukung proses belajar siswa untuk memahami materi ajar.
{"title":"MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA","authors":"Yulian Fauzi, Riana Irawati, Ani Nur Aeni","doi":"10.31949/jcp.v8i4.2749","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.2749","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada pentingnya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam mempelajari matematika bagi siswa SD untuk mendukung kemampuan matematis selanjutnya. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SD maka penelitian ini membahas tentang model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Negeri di Kecamatan Sumedang Utara dengan total jumlah keseluruhannya yaitu 34 sekolah dan di Kecamatan Cimalaka dengan jumlah keseluruhannya yaitu 29 sekolah. Kelas IV di SDN Karangpawulang sebagai kelas kontrol dan kelas IV di SDN Sukamaju sebagai kelas eksperimen. Jumlah subjek penelitian diambil 30 responden untuk kelas eksperimen dan 23 responden untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal pretes-postes kemampuan pemahaman konsep matematis, dengan teknik analisis uji normalitas, uji homogen dan uji beda rata-rata hasil nilai pretes dan postes serta nilai n-gain dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil perlakuan terhadap siswa selama tiga pertemuan menunjukkan bahwa: Efektifitasnya pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dengan media video pembelajaran belum dapat dikatakan lebih baik dibandingkan pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Penggunaan metode pembelajaran yang efektif akan mendukung proses belajar siswa untuk memahami materi ajar.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47927387","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Astri Sutisnawati, Okta Rosfiani, Cecep Rahman Hermawan, Muhammad Iqbal Fahrezi, Ibnu Azie, Sri wahyuni, Aina Mardiyah, Assyifa Kamila
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek serta mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Literasi Siswa menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahapan yang terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Partisipan kelas V SDN Margawangi Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 26 orang dengan 12 perempuan dan 14 orang Laki-laki. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi kelas dan tes tertulis berupa soal. Alat pengumpul data memggunakan lembar wawancara, lembar observasi dan soal tes tertulis. Teknis analisis data yang dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas guru maupun siswa selama dilakukan penelitian Tindakan kelas di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan nilai rata-rata Keterampilan Literasi Siswa yang mengalami peningkatan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Konstruktivis Berbasis Proyek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajara Konstruktivis Berbasis Proyek dapat meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa sekolah dasar.
{"title":"PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR","authors":"Astri Sutisnawati, Okta Rosfiani, Cecep Rahman Hermawan, Muhammad Iqbal Fahrezi, Ibnu Azie, Sri wahyuni, Aina Mardiyah, Assyifa Kamila","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3326","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3326","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek serta mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Literasi Siswa menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahapan yang terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Partisipan kelas V SDN Margawangi Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 26 orang dengan 12 perempuan dan 14 orang Laki-laki. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi kelas dan tes tertulis berupa soal. Alat pengumpul data memggunakan lembar wawancara, lembar observasi dan soal tes tertulis. Teknis analisis data yang dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas guru maupun siswa selama dilakukan penelitian Tindakan kelas di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan nilai rata-rata Keterampilan Literasi Siswa yang mengalami peningkatan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Konstruktivis Berbasis Proyek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajara Konstruktivis Berbasis Proyek dapat meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa sekolah dasar.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45802985","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tuti Istianti, Mira Mutiara Hanudin, Y. Wahyuningsih, Tin Rustini, Muh. Husein Arifin
Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pemecahan masalah sosial siswa SDN 180 Prakarsa Nugraha pada siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar serta mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa setelah menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas desain model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari enam siklus pembelajaran. instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterampilan pemecahan masalah sosial siswa, lembar observasi guru, lembar evaluasi, catatan lapangan dan angket. Berdasarkan hasil peneliiian yang diperoleh, pelaksanaan pembelajaran menggunakan model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa yang mengalami peningkatan dari setiap siklusnya dalam proses pelaksanaan model resolusi konflik dengan indikator memahami masalah, merencanakan solusi, memilih solusi bersama, dan mengevaluasi. Pada siklus satu, nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa berada pada kategori perlu bimbingan yaitu 41,25. Pada siklus dua, nilai rata-ratanya meningkat 4,5 menjadi 45,75. Pada siklus tiga, nilai rata-ratanya meningkat 18,94 menjadi 64,69. Pada siklus empat, nilai rata-ratanya meningkat 5,31 menjadi 70. Pada siklus lima, nilai rata-ratanya meningkat 6,19 menjadi 76,19. Dan pada siklus enam, nilai rata-ratanya meningkat 5,06 menjadi 81,25 dan berada pada kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD.
本研究的背景是SDN180 Nugraha四班学生解决社会问题的技能低下。本研究的目的是描述在四班小学IPS中使用冲突解决模型的学习实施过程,并描述在四年级小学IPS中应用冲突解决模型后解决社会问题的技能的提高。所使用的研究方法是化学设计集体行动研究和由六个学习周期组成的Mc-Taggart模型。使用的研究工具有学生社会问题解决技能观察表、教师观察表、评估表、现场记录和角度。根据研究结果,使用冲突解决模型学习可以提高解决学生社会问题的能力。这可以从解决学生社会问题的平均技能值中看出,在实施冲突解决模型的过程中,每个周期的学生解决社会问题的技能值都在增加,这些指标包括理解问题、规划解决方案、选择联合解决方案和评估。在第一周期中,学生解决社会问题的平均技能水平为41.25,属于需要指导的类别。在第二个周期中,平均值上升到4.5到45.75。在第三个周期,平均值增加了18.94,达到64.69。在第四个周期,平均值高达5.31比70。在第五个周期,平均值为6.19比76.19。在第六周期,平均值上升到5.06至81.25,属于良好类别。因此,可以得出结论,冲突解决模型可以提高IPS IV SD班学生解决社会问题的能力。
{"title":"PENGGUNAAN MODEL RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPS SD","authors":"Tuti Istianti, Mira Mutiara Hanudin, Y. Wahyuningsih, Tin Rustini, Muh. Husein Arifin","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3378","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3378","url":null,"abstract":"Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pemecahan masalah sosial siswa SDN 180 Prakarsa Nugraha pada siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar serta mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa setelah menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas desain model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari enam siklus pembelajaran. instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterampilan pemecahan masalah sosial siswa, lembar observasi guru, lembar evaluasi, catatan lapangan dan angket. Berdasarkan hasil peneliiian yang diperoleh, pelaksanaan pembelajaran menggunakan model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa yang mengalami peningkatan dari setiap siklusnya dalam proses pelaksanaan model resolusi konflik dengan indikator memahami masalah, merencanakan solusi, memilih solusi bersama, dan mengevaluasi. Pada siklus satu, nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa berada pada kategori perlu bimbingan yaitu 41,25. Pada siklus dua, nilai rata-ratanya meningkat 4,5 menjadi 45,75. Pada siklus tiga, nilai rata-ratanya meningkat 18,94 menjadi 64,69. Pada siklus empat, nilai rata-ratanya meningkat 5,31 menjadi 70. Pada siklus lima, nilai rata-ratanya meningkat 6,19 menjadi 76,19. Dan pada siklus enam, nilai rata-ratanya meningkat 5,06 menjadi 81,25 dan berada pada kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46805019","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Keterampilan membaca permulaan mempunyai peran penting dan pondasi awal dalam keterampilan berbahasa, memahami semua pelajaran, serta kemampuan menyampaikan informasi (bentuk tulisan dan lisan) khusunya untuk peserta didik kelas rendah (I-III). Dalam pelaksanaannya, terdapat peserta didik yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan membaca ini menjadi penghambat pada proses pembelajaran membaca selanjutnya. Penelitian tentang analisis kesulitan membaca permulaan ini dilakukan pada peserta didik kelas III SDN Burujulwetan IV. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan membaca permulaan peserta didik kelas III di SDN Burujulwetan IV. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan dalam membaca permulaan yaitu kesulitan mengenali huruf, penghilangan atau penggantian huruf, kesulitan membaca setiap kata, kesulitan membedakan huruf vokal dan konsonan, kesulitan menggabungkan huruf dan suku kata menjadi kata, belum memperhatikan tanda baca. Faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yaitu kurangnya minat belajar membaca, rendahnya motivasi peserta didik pada saat proses membaca, kesulitan untuk dapat menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan atau tulisan, dan menganggap proses membaca merupakan sesuatu yang sulit dilakukan.
{"title":"KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR","authors":"Agus Rofi'i, Sigit Vebrianto Susilo","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3151","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3151","url":null,"abstract":"Keterampilan membaca permulaan mempunyai peran penting dan pondasi awal dalam keterampilan berbahasa, memahami semua pelajaran, serta kemampuan menyampaikan informasi (bentuk tulisan dan lisan) khusunya untuk peserta didik kelas rendah (I-III). Dalam pelaksanaannya, terdapat peserta didik yang memiliki kesulitan dalam membaca permulaan. Kesulitan membaca ini menjadi penghambat pada proses pembelajaran membaca selanjutnya. Penelitian tentang analisis kesulitan membaca permulaan ini dilakukan pada peserta didik kelas III SDN Burujulwetan IV. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan membaca permulaan peserta didik kelas III di SDN Burujulwetan IV. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan dalam membaca permulaan yaitu kesulitan mengenali huruf, penghilangan atau penggantian huruf, kesulitan membaca setiap kata, kesulitan membedakan huruf vokal dan konsonan, kesulitan menggabungkan huruf dan suku kata menjadi kata, belum memperhatikan tanda baca. Faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yaitu kurangnya minat belajar membaca, rendahnya motivasi peserta didik pada saat proses membaca, kesulitan untuk dapat menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan atau tulisan, dan menganggap proses membaca merupakan sesuatu yang sulit dilakukan.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46005699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran menjadi topik yang sangat menarik untuk di kembangkan sejalan dengan era revolusi industry 4.0. Disisi lain, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran masih sangat minim sekaitan dengan penguasaan literasi teknologi bagi para guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Multimedia Interaktif pada mata pelajran IPA yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 34 Palembang. Prosedur penelitian menggunakan model Rowntree yang memiliki tiga tahap, yaitu: perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi formatif Tessmer. Hasil penelitian dari validasi aspek materi, media, dan desain pembelajaran menunjukkan bahwa multimedia interaktif ini valid. Pada tahap uji one-to-one, siswa yang dijadikan subjek penelitian memberikan respon sangat baik terhadap multimedia interaktif yang digunakan. Pada tahap uji coba small group dengan kategori praktis. Pada tahap field test dengan skor 81,22 dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan dalam penelitian ini terbukti valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.
学习中的技术整合成为一个非常有趣的话题,以适应工业革命4.0时代的发展。另一方面,就印度尼西亚教师的技术素养而言,在学习中使用技术的情况仍然非常少。本研究旨在通过有效、实用的IPA浏览器制作交互式多媒体,并对SD State 34的V班学生的成绩产生潜在影响。研究过程采用三阶段朗特里模型,即:规划、开发和评估。所使用的评价是Tessmer形成性评价。从材料、媒体和学习设计方面的验证研究结果表明,这种交互式多媒体是有效的。在一对一测试阶段,被分配到该研究主题的学生对所使用的交互式多媒体反应非常好。在测试水平上,尝试使用实用类别的小组。在现场测试水平上,在当前类别中的得分为81.22。基于研究结果,可以得出结论,本研究开发的交互式多媒体已被证明是有效的、实用的,并对小学IPA学生的成绩产生了潜在的影响。
{"title":"PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH PADA MATERI IPA SEKOLAH DASAR","authors":"Sylvia Lara, Jurnal Cakrawala Pendas","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3003","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3003","url":null,"abstract":"Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran menjadi topik yang sangat menarik untuk di kembangkan sejalan dengan era revolusi industry 4.0. Disisi lain, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran masih sangat minim sekaitan dengan penguasaan literasi teknologi bagi para guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Multimedia Interaktif pada mata pelajran IPA yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 34 Palembang. Prosedur penelitian menggunakan model Rowntree yang memiliki tiga tahap, yaitu: perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi formatif Tessmer. Hasil penelitian dari validasi aspek materi, media, dan desain pembelajaran menunjukkan bahwa multimedia interaktif ini valid. Pada tahap uji one-to-one, siswa yang dijadikan subjek penelitian memberikan respon sangat baik terhadap multimedia interaktif yang digunakan. Pada tahap uji coba small group dengan kategori praktis. Pada tahap field test dengan skor 81,22 dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan dalam penelitian ini terbukti valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43521408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahman Wahid, Yusuf Tri Herlambang, Ani Hendrayani, Sigit Vebrianto Susilo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak keluarga broken home terhadap perubahan kepribadian anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya keluarga memiliki peranan yang besar dalam membina dan mengembangkan potensi anak. Akan tetapi, ketika keluarga tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya terutama pada keluarga broken home, hal tersebut akan berdampak pada anak. Terdapat beberapa dampak yang akan dialami oleh anak ketika berada pada situasi broken home antara lain adalah, (1) rentan terhadap gangguan psikis; (2) membenci orang tua; (3) mudah terpapar pengaruh buruk lingkungan; (4) memandang hidup tidak lagi berarti; (5) tidak mudah bergaul; dan (6) mengalami permasalahan moral.
{"title":"DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERUBAHAN KEPRIBADIAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR","authors":"Rahman Wahid, Yusuf Tri Herlambang, Ani Hendrayani, Sigit Vebrianto Susilo","doi":"10.31949/jcp.v8i4.2397","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.2397","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak keluarga broken home terhadap perubahan kepribadian anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya keluarga memiliki peranan yang besar dalam membina dan mengembangkan potensi anak. Akan tetapi, ketika keluarga tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya terutama pada keluarga broken home, hal tersebut akan berdampak pada anak. Terdapat beberapa dampak yang akan dialami oleh anak ketika berada pada situasi broken home antara lain adalah, (1) rentan terhadap gangguan psikis; (2) membenci orang tua; (3) mudah terpapar pengaruh buruk lingkungan; (4) memandang hidup tidak lagi berarti; (5) tidak mudah bergaul; dan (6) mengalami permasalahan moral.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49085648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Permasalahan pendidikan karakter di Indonesia dewasa ini semakin memprihatinkan. Tindakan bullying, perkelahian antar pelajar, tindakan asusila, bahkan sikap siswa terhadap guru seakan tiada batasan dalam melakukan tindakan-tindakan yang tidak sopan dan santun. Oleh sebab itu, dalam artikel ini dijelaskan keterkaitan antara pendidikan karakter dan pendidikan bahasa Indonesia. Pendidikan karakter merupakan solusi penting untuk mengatasi kemerosotan moral di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik. Pendidikan bahasa Indonesia menjadi salah satu media untuk membentuk dan menguatkan karakter peserta didik karena beberapa nilai karakter terkandung dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana peran bahasa Indonesia dalam pembangunan karakter; dan bagaimana bentuk pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi salah satu media untuk membentuk dan menguatkan karakter peserta didik karena beberapa nilai karakter terkandung dalamnya dan bentuk pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter dapat dilakukan dengan mengintegrasikan melalui beberapa dimensi karakter, yakni: kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, kasih sayang, sopan santun, kejujuran, saling menghormati, kesetiakawanan, keteladanan. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya peranan bahasa Indonesia dapat terlihat dari bunyi ikrar sumpah pemuda ketiga. Bunyi ikrar tersebut membuktikan bahwa pengakuan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, yang memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian dan karakter bangsa. Selain itu, pembentukan dan penguatan tersebut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan melalui beberapa dimensi karakter.
{"title":"PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR","authors":"Jurnal Cakrawala Pendas, N. Afidah, Syihabuddin, Khoerotun Nisa Liswati, Mochamad Whilky, Rizkyanfi","doi":"10.31949/jcp.v8i4.2717","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.2717","url":null,"abstract":"Permasalahan pendidikan karakter di Indonesia dewasa ini semakin memprihatinkan. Tindakan bullying, perkelahian antar pelajar, tindakan asusila, bahkan sikap siswa terhadap guru seakan tiada batasan dalam melakukan tindakan-tindakan yang tidak sopan dan santun. Oleh sebab itu, dalam artikel ini dijelaskan keterkaitan antara pendidikan karakter dan pendidikan bahasa Indonesia. Pendidikan karakter merupakan solusi penting untuk mengatasi kemerosotan moral di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik. Pendidikan bahasa Indonesia menjadi salah satu media untuk membentuk dan menguatkan karakter peserta didik karena beberapa nilai karakter terkandung dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana peran bahasa Indonesia dalam pembangunan karakter; dan bagaimana bentuk pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia menjadi salah satu media untuk membentuk dan menguatkan karakter peserta didik karena beberapa nilai karakter terkandung dalamnya dan bentuk pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter dapat dilakukan dengan mengintegrasikan melalui beberapa dimensi karakter, yakni: kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, kasih sayang, sopan santun, kejujuran, saling menghormati, kesetiakawanan, keteladanan. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya peranan bahasa Indonesia dapat terlihat dari bunyi ikrar sumpah pemuda ketiga. Bunyi ikrar tersebut membuktikan bahwa pengakuan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, yang memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengembangkan kepribadian dan karakter bangsa. Selain itu, pembentukan dan penguatan tersebut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan melalui beberapa dimensi karakter.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45974959","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pembelajaran bahasa indonesia merupakan pembelajaran yang mempunyai tujuan agar siswa dapat mempunyai kemampuan berkomunikasi yang efektif dan efisien baik secara lisan maupun tulis, menikmati serta memanfaatkan karya sastra sendiri dapat memperluas wawasan siswa, karena itu siswa dapat mencari tahu hal hal baru yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa jika siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Dari komunikasi itulah dapat menciptakan hasil belajar yang baik. Mempunyai kemampuan menyimak sangatlah penting karena menyimak merupakan salah satu kemampuan dari 4 komponen bahasa yaitu : kemampuan menulis, kemampuan membaca, kemampuan berbicara, dan kemampuan menyimak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh pengaruh media pembelajaran Video Audio Visual Animaker terhadap hasil belajar menyimak siswa pada pelajaran bahasa indonesia siswa kelas III SDN Jatimulya 03 Kabupaten Bekasi. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimental yang pengambilan datanya dari dua kelas yaitu kelas control dan kelas eksperimen yang sudah dirancang, mengadopsi teknik pengambilan sample yaitu non probability sampling untuk menentukan populasi. Dalam penelitian ini test yang digunakan berupa post test sebanyak 10 butir soal, namun dari 10 butir hanya 7 soal yang valid. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa post test kontrol dan eksperimen Thitung = 11,63 >Ttable = 1,67 dengan signiikasi 0,05 maka dari itu post test kontrol dan eksperimen H1 diterima. Karena itu, dapat dibuktikan bahwa pengguna media audiovisual animaker berpengaruh terhadap hasil belajar menyimak kelas III SD.
{"title":"PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS ANIMAKER TERHADAP HASIL BELAJAR MENYIMAK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR","authors":"Rina Pratiwi, Zulfadewina","doi":"10.31949/jcp.v8i4.3069","DOIUrl":"https://doi.org/10.31949/jcp.v8i4.3069","url":null,"abstract":"Pembelajaran bahasa indonesia merupakan pembelajaran yang mempunyai tujuan agar siswa dapat mempunyai kemampuan berkomunikasi yang efektif dan efisien baik secara lisan maupun tulis, menikmati serta memanfaatkan karya sastra sendiri dapat memperluas wawasan siswa, karena itu siswa dapat mencari tahu hal hal baru yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa jika siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Dari komunikasi itulah dapat menciptakan hasil belajar yang baik. Mempunyai kemampuan menyimak sangatlah penting karena menyimak merupakan salah satu kemampuan dari 4 komponen bahasa yaitu : kemampuan menulis, kemampuan membaca, kemampuan berbicara, dan kemampuan menyimak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh pengaruh media pembelajaran Video Audio Visual Animaker terhadap hasil belajar menyimak siswa pada pelajaran bahasa indonesia siswa kelas III SDN Jatimulya 03 Kabupaten Bekasi. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimental yang pengambilan datanya dari dua kelas yaitu kelas control dan kelas eksperimen yang sudah dirancang, mengadopsi teknik pengambilan sample yaitu non probability sampling untuk menentukan populasi. Dalam penelitian ini test yang digunakan berupa post test sebanyak 10 butir soal, namun dari 10 butir hanya 7 soal yang valid. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa post test kontrol dan eksperimen Thitung = 11,63 >Ttable = 1,67 dengan signiikasi 0,05 maka dari itu post test kontrol dan eksperimen H1 diterima. Karena itu, dapat dibuktikan bahwa pengguna media audiovisual animaker berpengaruh terhadap hasil belajar menyimak kelas III SD.","PeriodicalId":33458,"journal":{"name":"Jurnal Cakrawala Pendas","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42012313","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}