Eka Yanuarti, A. Misriani, Reka Amelia Lestari, Fadila Fadila
City cleaners, is one of the important calls that we often ignore and as if never ogle the general public. This call that is often misunderstood plays an important role in the pattern of the existence of a city. City cleaners work most of the day. The objectives of this study are 1) to increase social protection for city cleaning officers in Rejang Lebong Regency, 2) to increase religious attitudes and self-regulation for city cleaning officers in Rejang Lebong Regency. The research used the PAR (participatory action research) research method. The steps taken are planning, action, perception and reflection. Respondents in this study were 44 cleaners. The results of this study indicate that 1) The condition of the religiosity of the Rejang Lebong janitors with a total score of 4979. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong with a total score of 5684. 2) The social protection given to the janitors is giving religious lectures and counseling, providing assistance to cleaning staff, providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out. providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out. providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out.
{"title":"Social Protection Of Rejang Lebong City Cleaning Officers in Improving Religious Attitude and Self Regulation","authors":"Eka Yanuarti, A. Misriani, Reka Amelia Lestari, Fadila Fadila","doi":"10.29240/jf.v8i1.6568","DOIUrl":"https://doi.org/10.29240/jf.v8i1.6568","url":null,"abstract":"City cleaners, is one of the important calls that we often ignore and as if never ogle the general public. This call that is often misunderstood plays an important role in the pattern of the existence of a city. City cleaners work most of the day. The objectives of this study are 1) to increase social protection for city cleaning officers in Rejang Lebong Regency, 2) to increase religious attitudes and self-regulation for city cleaning officers in Rejang Lebong Regency. The research used the PAR (participatory action research) research method. The steps taken are planning, action, perception and reflection. Respondents in this study were 44 cleaners. The results of this study indicate that 1) The condition of the religiosity of the Rejang Lebong janitors with a total score of 4979. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong with a total score of 5684. 2) The social protection given to the janitors is giving religious lectures and counseling, providing assistance to cleaning staff, providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out. providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out. providing worship practice training, and providing training in improving the reading of the Qur'an. 3) The religiosity condition of the Rejang Lebong janitor increased by 12% from the total score of 4979 (44%) before the action to 6415 (56%) after the action was carried out. The condition of self-regulation of the cleaners in Rejang Lebong increased by 10% from the total score of 5684 (45%) before the action to 6999 (55%) after the action was carried out.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45304421","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.720
Pether Sobian
Pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Strategi Kepemimpinan dalamMeningkatkan Kinerja dan oleh karenannya tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalahmengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan KinerjaAparatur DesaEnsaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian inimenggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yangmemahami tentang judul penelitian ini yaitu yaitu; Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua-KetuaDusun Desa Ensaid Panjang. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknikwawancara, observasi atau pengamatan dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakanmetode analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kinerja sudahberjalan sesuai dengan standar prinsip-prinsip kepemimpinan, khususnya pada aspek kepemimpinanyang diperlihatkan oleh pimpinan yaitu Sementara dari aspek sumber memberikan arahan dan bimbinganyang berhubungan dengan peningkatan kinerja pegawai dan peningkatan sumber daya manusia. Darisisi gaya kepemimpinan, Kepala Desa memiliki gaya birokratis yang merupakan gaya kepemimpinanstruktural pegawai kebanyakan. Selain itu strategi kepemimpinan seorang pemimpin dalam peningkatankinerja pegawai yaitu dengan pendekatan partisipatif dan delegatif guna memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya.
{"title":"STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA","authors":"Pether Sobian","doi":"10.51826/fokus.v21i1.720","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.720","url":null,"abstract":"Pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Strategi Kepemimpinan dalamMeningkatkan Kinerja dan oleh karenannya tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalahmengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan KinerjaAparatur DesaEnsaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode penelitian inimenggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yangmemahami tentang judul penelitian ini yaitu yaitu; Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua-KetuaDusun Desa Ensaid Panjang. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknikwawancara, observasi atau pengamatan dan studi dokumentasi dengan analisis data menggunakanmetode analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Strategi Kepemimpinan dalam Meningkatkan Kinerja sudahberjalan sesuai dengan standar prinsip-prinsip kepemimpinan, khususnya pada aspek kepemimpinanyang diperlihatkan oleh pimpinan yaitu Sementara dari aspek sumber memberikan arahan dan bimbinganyang berhubungan dengan peningkatan kinerja pegawai dan peningkatan sumber daya manusia. Darisisi gaya kepemimpinan, Kepala Desa memiliki gaya birokratis yang merupakan gaya kepemimpinanstruktural pegawai kebanyakan. Selain itu strategi kepemimpinan seorang pemimpin dalam peningkatankinerja pegawai yaitu dengan pendekatan partisipatif dan delegatif guna memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328755","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.722
A.M. YADISAR
Aset daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) atau berasal dari perolehan lain yang sah. Peraturan Menteri DalamNegeri Republik Indonesia 19 Tahun 2016 maupun Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 14Tahun 2017 menjadi landasan hukum dalam pengelolaan aset daerah. Aset atau barang milik daerahmerupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah, potensi ekonomi bermakna adanya manfaatfinansial dan ekonomi yang bisa diperoleh pada masa yang akan datang yang bisa menunjang peran danfungsi pemerintah daerah sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Penelitian yang akan dilakukanmenggunakan penelitian kualitatif, menggunakan manusia sebagai alat pengumpulan data utama. Sumberdata dalam penelitian ini adalah Kepala Badan, Sekretaris Badan dan Kepala Bidang serta Pegawai diBadan Pengelolaan Keuangan dan Asat Daerah Kabupaten Melawi.Manajemen Pengelolaan AsetDaerah Kabupaten Melawi sudah terlaksana dengan baik dan telah berpedoman kepada peraturanperundangundangan tentang Pengelolaan Aset Dearah. Dari segi Perencanaan Pengelolaan Keuanganadan Aset Daerah Kabupaten Melawi mengacu pada perencanaan strategic, dalam rangka menyusunperencanaan dan menetapkan dasar untuk mengukur kinerja, tujuan, dan sasaran. Pada tahappelaksanaan pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan yangberlaku. Penataan Pengelolaan Aset Daerah meliputi penyusunan kebijakan, penghimpunan danpengolahan data sehingga menjadi data siap pakai pada fungsi pelaporan sesuai denga metodepencatatan. Pengawasan terhadap pengelolaan asset daerah dilakukan secara fungsional oleh pejabatyang berwenang.Diharapkan indikator pengelolaan aset daerahdapat ditingkatkan pengelolaan yangbersifat akuntabel dan tertata secara sistematis. Pelaporan pengelolaan aset harus sesuai dengan waktuyang telah direncanakan dan memiliki kelengkapan data dan data asset terdesia secara baik.
{"title":"MANAJEMEN PENGELOLAAN ASET DAERAH","authors":"A.M. YADISAR","doi":"10.51826/fokus.v21i1.722","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.722","url":null,"abstract":"Aset daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) atau berasal dari perolehan lain yang sah. Peraturan Menteri DalamNegeri Republik Indonesia 19 Tahun 2016 maupun Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 14Tahun 2017 menjadi landasan hukum dalam pengelolaan aset daerah. Aset atau barang milik daerahmerupakan potensi ekonomi yang dimiliki oleh daerah, potensi ekonomi bermakna adanya manfaatfinansial dan ekonomi yang bisa diperoleh pada masa yang akan datang yang bisa menunjang peran danfungsi pemerintah daerah sebagai pemberi layanan kepada masyarakat. Penelitian yang akan dilakukanmenggunakan penelitian kualitatif, menggunakan manusia sebagai alat pengumpulan data utama. Sumberdata dalam penelitian ini adalah Kepala Badan, Sekretaris Badan dan Kepala Bidang serta Pegawai diBadan Pengelolaan Keuangan dan Asat Daerah Kabupaten Melawi.Manajemen Pengelolaan AsetDaerah Kabupaten Melawi sudah terlaksana dengan baik dan telah berpedoman kepada peraturanperundangundangan tentang Pengelolaan Aset Dearah. Dari segi Perencanaan Pengelolaan Keuanganadan Aset Daerah Kabupaten Melawi mengacu pada perencanaan strategic, dalam rangka menyusunperencanaan dan menetapkan dasar untuk mengukur kinerja, tujuan, dan sasaran. Pada tahappelaksanaan pengelolaan aset daerah sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan yangberlaku. Penataan Pengelolaan Aset Daerah meliputi penyusunan kebijakan, penghimpunan danpengolahan data sehingga menjadi data siap pakai pada fungsi pelaporan sesuai denga metodepencatatan. Pengawasan terhadap pengelolaan asset daerah dilakukan secara fungsional oleh pejabatyang berwenang.Diharapkan indikator pengelolaan aset daerahdapat ditingkatkan pengelolaan yangbersifat akuntabel dan tertata secara sistematis. Pelaporan pengelolaan aset harus sesuai dengan waktuyang telah direncanakan dan memiliki kelengkapan data dan data asset terdesia secara baik.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328757","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.717
Darmansah -, Imam Asrori
PolaCorporate Social Responsibility(CSR )PT.Adau Agro KalbarDesa Bata LuarKecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi. Jurusan Ilmu Administrasi. Program StudiIlmuAdministrasi Bisnis, Fakultas IlmuSosial dan Ilmu Politik Universitas Kapuas Sintang. Masyarakatdan alam lingkungan hidup merupakan sumber utama faktor-faktor produksi terpenting bagi kegiatandan eksistensi perusahaan, tanpa masyarakat dan alam lingkungan hidup, maka perusahaan tidak akanpernah eksis dan berkembang. Perusahan dapattumbuh dan berkembang karena adanyafaktor-faktorproduksi tersebut. Karena itulah perusahaan memiliki tanggungjawab sosialatau Corporate SocialResponsibility (CSR) terhadap keberadaan masyarakat dan alam lingkungan.Jenis penelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakanwawancara, studi dokumentasi dan observasi. Kajian dalam penelitian ini untuk mengetahui”PolaCorporate Social Responsibility(CSR )PT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan TanahPinoh Kabupaten Melawi” dengan aspek penelitiannya adalah tentang : Pengembangan Ekonomi,Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Adau Agro KalbarDesa Bata Luar Kecamatan Tanah Pinoh Kabupaten Melawi telah melakukan program CSR-nya didesa-desa areal sekitar operasional perusahaansesuai dengan mekanisme dan ketentuan penyaluranCSR. Kesimpulan hasil penelitian yakniPT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan TanahPinoh Kabupaten Melawi didalam pelaksanaan program CSR di Kecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi telah berjalan dengan baik dan lancar serta telah sesuai dengan peraturan serta perundanganyang telah ditetapkan oleh pemerintah yang dilakukan secara berkesinambungan.Saran dari hasilpenelitian : Sebaiknya PT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi didalam melakukan program CSR konsentrasi pada kebutuhan di masing- masing Desa dandapat dijadikan wilayah binaan khusus perusahaan hingga kegiatan CSR tersebut lebih berdampaknyata hasilnya.
{"title":"POLA CORPORATE SOCIAL RESPNSIBILITY ( CSR )","authors":"Darmansah -, Imam Asrori","doi":"10.51826/fokus.v21i1.717","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.717","url":null,"abstract":"PolaCorporate Social Responsibility(CSR )PT.Adau Agro KalbarDesa Bata LuarKecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi. Jurusan Ilmu Administrasi. Program StudiIlmuAdministrasi Bisnis, Fakultas IlmuSosial dan Ilmu Politik Universitas Kapuas Sintang. Masyarakatdan alam lingkungan hidup merupakan sumber utama faktor-faktor produksi terpenting bagi kegiatandan eksistensi perusahaan, tanpa masyarakat dan alam lingkungan hidup, maka perusahaan tidak akanpernah eksis dan berkembang. Perusahan dapattumbuh dan berkembang karena adanyafaktor-faktorproduksi tersebut. Karena itulah perusahaan memiliki tanggungjawab sosialatau Corporate SocialResponsibility (CSR) terhadap keberadaan masyarakat dan alam lingkungan.Jenis penelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakanwawancara, studi dokumentasi dan observasi. Kajian dalam penelitian ini untuk mengetahui”PolaCorporate Social Responsibility(CSR )PT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan TanahPinoh Kabupaten Melawi” dengan aspek penelitiannya adalah tentang : Pengembangan Ekonomi,Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Adau Agro KalbarDesa Bata Luar Kecamatan Tanah Pinoh Kabupaten Melawi telah melakukan program CSR-nya didesa-desa areal sekitar operasional perusahaansesuai dengan mekanisme dan ketentuan penyaluranCSR. Kesimpulan hasil penelitian yakniPT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan TanahPinoh Kabupaten Melawi didalam pelaksanaan program CSR di Kecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi telah berjalan dengan baik dan lancar serta telah sesuai dengan peraturan serta perundanganyang telah ditetapkan oleh pemerintah yang dilakukan secara berkesinambungan.Saran dari hasilpenelitian : Sebaiknya PT. Adau Agro Kalbar Desa Bata Luar Kecamatan Tanah Pinoh KabupatenMelawi didalam melakukan program CSR konsentrasi pada kebutuhan di masing- masing Desa dandapat dijadikan wilayah binaan khusus perusahaan hingga kegiatan CSR tersebut lebih berdampaknyata hasilnya.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328769","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.718
Lin Magdalena, Daniel Walnaldi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha pada BUMDESPeninsung jaya dengan ruang lingkup kerja sama usaha, pengembangan sumber daya manusia, ekspansiusaha dan modal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalahdata primer dan sekunder, dengan informan berjumlah 8 orang.Dari hasil penelitian diketahui bahwastrategi pengembangan usaha BUMDES Peningsung Jaya pada keempat aspek di atas sudah berjalandengan baik, pihak BUMDES Peninsung Jaya melakukan Kerjasama dengan penyedia maupunwarung-warung yang ada di desa Peninsung, untuk pemasok elpiji isi ulang, BUMDES PeninsungJaya bekerja sama dengan Pertamina yang ada di kabupaten Sintang, dan guna mengasahkemampuan pengelola BUMDES, BUMDES Peninsung Jaya mengikuti Pelatihan pengurusBUMDES dalam bentuk Bimtek yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat danPemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Koperasi simpan pinjam BUMDES Peninsung Jaya desaPeninsung mengalami kerugian yang menyebabkan BUMDES Peninsung Jaya tidak berkembangsesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu BUMDES Peninsung Jaya melakukan ekspansiusaha, koperasi simpan pinjam yang mengalami kendala kurang lancar dalam pembayaran, BUMDESPeninsung Jaya mengembangkan usaha elpiji, sebagai bentuk ekspansi usaha. untuk mendirikan usahaelpiji dan koperasi simpan pinjam, BUMDES Peninsung Jaya memerlukan modal, BUMDESPeninsung Jaya mendapatkan modal dari dana desa.Penyertaan modal dari dana desa ke BUMDESPeninsung Jaya sebagai modal awal terlaksananya koperasi simpan pinjam dan modal penjualanelpiji.Adapun saran yang dapat diberikan adalah tetap melakukan kerja sama jangka panjang denganwarung-warung warga sekitar, melakukan pelatihan lanjutan dalam hal pengelolaan BUMDES, sertamelakukan ekspansi usaha lebih luas, melakukan inovasi dalam pengembangan modal.
{"title":"STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA BUMDES PENINSUNG","authors":"Lin Magdalena, Daniel Walnaldi","doi":"10.51826/fokus.v21i1.718","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.718","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha pada BUMDESPeninsung jaya dengan ruang lingkup kerja sama usaha, pengembangan sumber daya manusia, ekspansiusaha dan modal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalahdata primer dan sekunder, dengan informan berjumlah 8 orang.Dari hasil penelitian diketahui bahwastrategi pengembangan usaha BUMDES Peningsung Jaya pada keempat aspek di atas sudah berjalandengan baik, pihak BUMDES Peninsung Jaya melakukan Kerjasama dengan penyedia maupunwarung-warung yang ada di desa Peninsung, untuk pemasok elpiji isi ulang, BUMDES PeninsungJaya bekerja sama dengan Pertamina yang ada di kabupaten Sintang, dan guna mengasahkemampuan pengelola BUMDES, BUMDES Peninsung Jaya mengikuti Pelatihan pengurusBUMDES dalam bentuk Bimtek yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat danPemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Koperasi simpan pinjam BUMDES Peninsung Jaya desaPeninsung mengalami kerugian yang menyebabkan BUMDES Peninsung Jaya tidak berkembangsesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu BUMDES Peninsung Jaya melakukan ekspansiusaha, koperasi simpan pinjam yang mengalami kendala kurang lancar dalam pembayaran, BUMDESPeninsung Jaya mengembangkan usaha elpiji, sebagai bentuk ekspansi usaha. untuk mendirikan usahaelpiji dan koperasi simpan pinjam, BUMDES Peninsung Jaya memerlukan modal, BUMDESPeninsung Jaya mendapatkan modal dari dana desa.Penyertaan modal dari dana desa ke BUMDESPeninsung Jaya sebagai modal awal terlaksananya koperasi simpan pinjam dan modal penjualanelpiji.Adapun saran yang dapat diberikan adalah tetap melakukan kerja sama jangka panjang denganwarung-warung warga sekitar, melakukan pelatihan lanjutan dalam hal pengelolaan BUMDES, sertamelakukan ekspansi usaha lebih luas, melakukan inovasi dalam pengembangan modal.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136329082","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.716
Emiliani Nindy Diana Rusega Sim, Petrus Atong
Kinerja pelayanan publik yang dikaji dan diungkapkan yang berkaitan denganpenyelenggaraan pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Subyekpenelitian terdiri Lurah dan anggota warga masyarakat sebagai sasaran pelayanan. Teknik dan alatpengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisisdata kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aspek kinerja pelayanan publik telahmencerminkan tersedianya kepastian hukum, transparan persyaratan, mekanisme, prosedur, jangkawaktu penyelesaian pengurusan administrasi, pemberian rekomendasi dan permohonan serta telah puladidukung sarana dan parasarana yang memadai. Kesimpulan bahwa kinerja pelayanan publik sudahterimplementasikan dengan baik. Saran disampaikan bahwa kinerja pelayanan publik yang sudah baikdipertahankan dan dikembangkan, kemudian untuk yang akan datang perlu didorong semangat pegawaiagar berkemampuan mengembangkan standar kompetensi pelayanan minimal.
{"title":"KINERJA PELAYANAN PUBLIK","authors":"Emiliani Nindy Diana Rusega Sim, Petrus Atong","doi":"10.51826/fokus.v21i1.716","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.716","url":null,"abstract":"Kinerja pelayanan publik yang dikaji dan diungkapkan yang berkaitan denganpenyelenggaraan pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Subyekpenelitian terdiri Lurah dan anggota warga masyarakat sebagai sasaran pelayanan. Teknik dan alatpengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisisdata kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aspek kinerja pelayanan publik telahmencerminkan tersedianya kepastian hukum, transparan persyaratan, mekanisme, prosedur, jangkawaktu penyelesaian pengurusan administrasi, pemberian rekomendasi dan permohonan serta telah puladidukung sarana dan parasarana yang memadai. Kesimpulan bahwa kinerja pelayanan publik sudahterimplementasikan dengan baik. Saran disampaikan bahwa kinerja pelayanan publik yang sudah baikdipertahankan dan dikembangkan, kemudian untuk yang akan datang perlu didorong semangat pegawaiagar berkemampuan mengembangkan standar kompetensi pelayanan minimal.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328768","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.721
Lorwena Lorwena, Kaja Kaja
Pelayanan dilaksanakan tidak membeda-bedakan latar belakang baik pekerjaan maupunusia serta jenis kelamin, semuanya mendapatkan hak yang sama untuk menerima layanan sesuai denganketentuan, mengacu kepada standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, baik secara individumaupun tim kerja dalam melaksanakan standar baku pelayanan, semua pelayanan dilakukanmengedepankan kemudahan dalam proses pelayanan maupun proses pengaduan atas layanan yangdiberikan, pelayanan dilaksanakan tepat waktu dan semaksimal mungkin, namun demikian terdapatkendala, karena belum didukung oleh fasilitas yang lengkap, sehingga berpengaruh terhadap pelayanantetapi pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur walaupun terdapat kendala dari segisarana dan prasarana, komitmen dan keseriusan dari pemberi layanan dalam meningkatkan pelayananyang lebih baik pada pasien maupun masyarakat tidak berbelit-belit dalam pelaksanaan pelayanan,sebab kesehatan sangat menentukan kualitas kerja, tidak ada aktivitas yang mendapatkan hasil maksimalbila pemberi pelayanan dalam kondisi tidak sehat. Kesehatan adalah hak seluruh warga masyarakatyang fundamental sehingga negara bertanggungjawab atas kesehatan dan hak hidup sehat masyarakatnyabaik secara individu maupun secara kelompok, masyarakat mampu maupun yang kurang mampu secaraeknomis karena masyarakat merupakan bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari kehidupanbermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
{"title":"STANDAR PELAYANAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT","authors":"Lorwena Lorwena, Kaja Kaja","doi":"10.51826/fokus.v21i1.721","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.721","url":null,"abstract":"Pelayanan dilaksanakan tidak membeda-bedakan latar belakang baik pekerjaan maupunusia serta jenis kelamin, semuanya mendapatkan hak yang sama untuk menerima layanan sesuai denganketentuan, mengacu kepada standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, baik secara individumaupun tim kerja dalam melaksanakan standar baku pelayanan, semua pelayanan dilakukanmengedepankan kemudahan dalam proses pelayanan maupun proses pengaduan atas layanan yangdiberikan, pelayanan dilaksanakan tepat waktu dan semaksimal mungkin, namun demikian terdapatkendala, karena belum didukung oleh fasilitas yang lengkap, sehingga berpengaruh terhadap pelayanantetapi pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur walaupun terdapat kendala dari segisarana dan prasarana, komitmen dan keseriusan dari pemberi layanan dalam meningkatkan pelayananyang lebih baik pada pasien maupun masyarakat tidak berbelit-belit dalam pelaksanaan pelayanan,sebab kesehatan sangat menentukan kualitas kerja, tidak ada aktivitas yang mendapatkan hasil maksimalbila pemberi pelayanan dalam kondisi tidak sehat. Kesehatan adalah hak seluruh warga masyarakatyang fundamental sehingga negara bertanggungjawab atas kesehatan dan hak hidup sehat masyarakatnyabaik secara individu maupun secara kelompok, masyarakat mampu maupun yang kurang mampu secaraeknomis karena masyarakat merupakan bagian yang integral dan tidak terpisahkan dari kehidupanbermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136329083","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.723
Rio Setiawan, Zaili Rusli, Mayarni Mayarni
Implementasi Program Ketahanan Pangan yang baik dari masyarakatmerupakan tujuan utamapemerintah dalam melakukan pemberdayaan dan peningkatan sumber ketahanan pangan daerah diKabupaten Kuantan Singingi. Melalui kebijakan ketahanan pangan pemerintah mengharapkan dapatmeningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sehingga memberikan kesejahteraan terhadapmasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tingkat Implementasi dan faktorfaktorpenghambat dalam Program Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif denganproses pengumpulan data malalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian dilakukan diBalai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan Tanaman Padi Di Kecamatan Benai masih belumberjalan dengan baik hal ini dibuktikan dengan komunikasi antara implementor dengan pembuat kebijakanmasih belum dirasakan oleh semua petani padi, kemudian Sumber daya yang dimiliki baik berupasumber daya manusia dan sumber daya pendukung berupa fasilitas juga belum terpenuhi dengan baik,selanjutnya Disposisi/sikap pelaksana juga belum maksimal dan lambatnya proses penurunan disposisisebuah kebijakan, terakhir yaitu struktur birokrasi yang membuat banyaknya tahapan yang harus dilaluihingga sampai ke tahap pelaksanaan dilapangan oleh petani. Faktor yang menghambat implementasikebijakan ketahanan pangan tanaman padi di kecamatan benai yaitu kurangnya fasilitas Sarana danprasarana dalam pelaksanaan program Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Benai, kemudian jugakurangnya anggaran yang diberikan pemerintah untuk mendukung terlaksananya kebijakan ketahananpangan tanaman padi di Kecamatan Benai seperti pelaksanaa kegiatan baik penyuluhan, pertemuandalam penyusunanan program maupun pembutan percontohan.
实现人民的良好粮食安全计划是政府实现新加坡次级库安坦地区食品安全资源的主要目标。通过粮食安全政策,政府希望促进经济增长和发展,使社会繁荣。本研究的目的是了解和分析新加坡金坦区食品安全项目的实施和因素。本研究采用定性研究方法,采用描述性案例研究方法,采用马来数据收集、观察和文档研究的过程。这项研究是在新加坡康纳坦区(Kuantan county street)农业推广中心进行的。研究结果表明,道路上水稻种植安全政策的实施还没有得到很好的实施,这一点在所有水稻农民与政策制作者的指导关系中得到了证明,然后好berupasumber的资源的人力和后勤资源设施也未实现的最大也没有执行好,接下来我性格开朗的态度和政策过程disposisisebuah下降缓慢,最后就是官僚主义的结构,使许多田径场上dilaluihingga该阶段到执行阶段的农民。抑制implementasikebijakan粮食安全的因素在街道benai即水稻项目执行中缺乏danprasarana工具设施农业咨询大厅街道benai预算,然后jugakurangnya政府给予的政策支持实现ketahananpangan水稻在街道benai像pelaksanaa好咨询活动,pertemuandalam penyusunanan和pembutan项目试点。
{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN","authors":"Rio Setiawan, Zaili Rusli, Mayarni Mayarni","doi":"10.51826/fokus.v21i1.723","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.723","url":null,"abstract":"Implementasi Program Ketahanan Pangan yang baik dari masyarakatmerupakan tujuan utamapemerintah dalam melakukan pemberdayaan dan peningkatan sumber ketahanan pangan daerah diKabupaten Kuantan Singingi. Melalui kebijakan ketahanan pangan pemerintah mengharapkan dapatmeningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sehingga memberikan kesejahteraan terhadapmasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tingkat Implementasi dan faktorfaktorpenghambat dalam Program Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif denganproses pengumpulan data malalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Penelitian dilakukan diBalai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan Tanaman Padi Di Kecamatan Benai masih belumberjalan dengan baik hal ini dibuktikan dengan komunikasi antara implementor dengan pembuat kebijakanmasih belum dirasakan oleh semua petani padi, kemudian Sumber daya yang dimiliki baik berupasumber daya manusia dan sumber daya pendukung berupa fasilitas juga belum terpenuhi dengan baik,selanjutnya Disposisi/sikap pelaksana juga belum maksimal dan lambatnya proses penurunan disposisisebuah kebijakan, terakhir yaitu struktur birokrasi yang membuat banyaknya tahapan yang harus dilaluihingga sampai ke tahap pelaksanaan dilapangan oleh petani. Faktor yang menghambat implementasikebijakan ketahanan pangan tanaman padi di kecamatan benai yaitu kurangnya fasilitas Sarana danprasarana dalam pelaksanaan program Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Benai, kemudian jugakurangnya anggaran yang diberikan pemerintah untuk mendukung terlaksananya kebijakan ketahananpangan tanaman padi di Kecamatan Benai seperti pelaksanaa kegiatan baik penyuluhan, pertemuandalam penyusunanan program maupun pembutan percontohan.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328756","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-04DOI: 10.51826/fokus.v21i1.713
Antonius Antonius
Implementasi prinsip manajemen koperasi, sosialisasi peraturan yang berkaitan denganpelaksanaan Program PNPM-MP bidang simpan pinjam dan penyaluran kredit belum berjalan lancar.Demikian juga Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan bidangsimpan pinjam juga dipengaruhi oleh faktor internal meliputi pemahaman masyarakat yang masih rendahakan tata cara mengelola dana yang sudah di pinjam selain pegawai camat yang belum mendalam.Faktor eksternal berkaitan dengan persaingan dengan CU di daerah Tanah Sepauk cukup menjadimasalah bagi perkembangan kegiatan tersebut. Faktor Internal yang mempengaruhi pelaksanaan Programnasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan bidang simpan pinjam adalah pegawai masihmenghadapi kendala di lapangan dan sesama petugas yang masih belum terlalu lengkap dalam memberikanpenyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sementara faktor eksternal masih adanya persaingandengan CU, belum optimalnya sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, secara rutin bagi yangsudah memenuhi syarat.
{"title":"IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PBPM-MP) BIDANG SIMPAN PINJAM","authors":"Antonius Antonius","doi":"10.51826/fokus.v21i1.713","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.713","url":null,"abstract":"Implementasi prinsip manajemen koperasi, sosialisasi peraturan yang berkaitan denganpelaksanaan Program PNPM-MP bidang simpan pinjam dan penyaluran kredit belum berjalan lancar.Demikian juga Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan bidangsimpan pinjam juga dipengaruhi oleh faktor internal meliputi pemahaman masyarakat yang masih rendahakan tata cara mengelola dana yang sudah di pinjam selain pegawai camat yang belum mendalam.Faktor eksternal berkaitan dengan persaingan dengan CU di daerah Tanah Sepauk cukup menjadimasalah bagi perkembangan kegiatan tersebut. Faktor Internal yang mempengaruhi pelaksanaan Programnasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan bidang simpan pinjam adalah pegawai masihmenghadapi kendala di lapangan dan sesama petugas yang masih belum terlalu lengkap dalam memberikanpenyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sementara faktor eksternal masih adanya persaingandengan CU, belum optimalnya sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, secara rutin bagi yangsudah memenuhi syarat.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"240 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136328770","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-03-17DOI: 10.51826/fokus.v21i1.709
Hendriyanto Hendriyanto, Abang Zainudin
Bantuan langsung tunai dana desa bagi masyarakat merupakan kebijakan Pemerintah dalammengurangi beban masyarakat miskin akibat dampak COVID-19, oleh karena itu kebijakan pemerintahdibidang kesehatan merupakan prioritas utama untuk mengatur penggunaan Dana Desa guna mendukungpencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Mekanisme pendataan mengacu pada ketentuanyang telah di atur berdasarkan pentunjukteknis dan petunjuk pelaksanaan bantuan langsung tunai danadesa. Pendataan dilaksanakan secara transparan serta berkeadilan sesuai dengan kriteria masyarakatpenerima bantuan dan yang layak mendapatkan bantuan mulai dari RT/RW sehingga masyarakat penerimaadalah masyarakat kurang mampu dan rentan covid-19. Prosedur pendistribusian BLT-DD melibatkanaparatur desa, relawan desa atau relawan covid-19 dan pemerintah Kecamatan yang ditugaskan adalahBabinsa ditingkat Kecamatan, sehingga koordinasi bukan hanya masyarakat desa dengan aparaturdesa tetapi juga dengan pemerintah Kecamatan sebagai fungsi koordinasi, sedangkan pengawasandilakukan juga oleh masyarakat maupun BPD dalam mengawasi penyaluran BLT-DD. Tujuan dilakukanpengawasan adalah agar tidak terjadinya penyimpangan dalam penyalurannya.
{"title":"IMPLEMENTASI PENDISTRIBUSIAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA","authors":"Hendriyanto Hendriyanto, Abang Zainudin","doi":"10.51826/fokus.v21i1.709","DOIUrl":"https://doi.org/10.51826/fokus.v21i1.709","url":null,"abstract":"Bantuan langsung tunai dana desa bagi masyarakat merupakan kebijakan Pemerintah dalammengurangi beban masyarakat miskin akibat dampak COVID-19, oleh karena itu kebijakan pemerintahdibidang kesehatan merupakan prioritas utama untuk mengatur penggunaan Dana Desa guna mendukungpencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Mekanisme pendataan mengacu pada ketentuanyang telah di atur berdasarkan pentunjukteknis dan petunjuk pelaksanaan bantuan langsung tunai danadesa. Pendataan dilaksanakan secara transparan serta berkeadilan sesuai dengan kriteria masyarakatpenerima bantuan dan yang layak mendapatkan bantuan mulai dari RT/RW sehingga masyarakat penerimaadalah masyarakat kurang mampu dan rentan covid-19. Prosedur pendistribusian BLT-DD melibatkanaparatur desa, relawan desa atau relawan covid-19 dan pemerintah Kecamatan yang ditugaskan adalahBabinsa ditingkat Kecamatan, sehingga koordinasi bukan hanya masyarakat desa dengan aparaturdesa tetapi juga dengan pemerintah Kecamatan sebagai fungsi koordinasi, sedangkan pengawasandilakukan juga oleh masyarakat maupun BPD dalam mengawasi penyaluran BLT-DD. Tujuan dilakukanpengawasan adalah agar tidak terjadinya penyimpangan dalam penyalurannya.","PeriodicalId":34228,"journal":{"name":"Fokus","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134963642","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}