首页 > 最新文献

Acta Comitas最新文献

英文 中文
Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Pinjaman Online Terkait Bunga Pinjaman Dan Hak-Hak Pribadi Pengguna 有关利息和个人权利的在线贷款用户的法律保护
Pub Date : 2021-06-29 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p04
Dewa Ayu Trisna Dewi, N. Darmawan
Tujuan penulisan adalah mengetahui dan menganalisis mengenai pengaturan bunga pada pinjaman online di perusahaan fintech dan pelindungan hukum akan hak pribadi pengguna layanan pinjaman online menurut Peraturan Perundang-undangan. Metode penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan sejarah. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan teknik studi kepustakaan. Seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis secara deksriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, pengaturan bunga maksimal pada pinjaman online di perusahaan fintech adalah 0,8 persen perhari dan tidak boleh melebihi angka tersebut dan harus tertulis dalam perjanjian, sedangkan jika besaran bunga tidak diatur dalam perjanjian, maka besaran bunga mengacu pada Pasal 1250 KUHPerdata jo Lembaran Negara No.22/1948 (s.No.22/1848) yaitu 6% pertahun. Kedua, pelindungan hukum terhadap hak pribadi pengguna layanan pinjaman online menurut Peraturan Perundang-undangan adalah melalui Perlindungan preventif dan Perlindungan refresif, selain itu juga terkait pelanggaran terhadap hak-hak pribadi pengguna layanan pinjaman online dapat dikenakan sanksi berupa sanksi admistratif dan sanksi pidana sebagaiamana hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang ITE dan Undang-Undang HAM.
写作的目的是了解和分析fintech公司的在线贷款设置和法律保护在线贷款用户的个人权利。规范法律研究方法。我们使用的方法是宪法方法和历史方法。法律材料收集技术使用文献研究技术。收集到的所有法律材料,然后进行部门分析。设置这些研究结果得出结论:第一,在fintech公司在线贷款上花最多的是百分之0.8每天不能超过这个数字和必须被写进协议,而如果大规模的鲜花协议中未设置,那么规模方面指的是章1250 KUHPerdata乔床单不22/1948 (s。国家22/1848),即每年6%。第二,用户的隐私权法律保护在线贷款服务根据立法规定refresif是通过预防性保护和保护,此外也侵犯了个人权利相关的在线贷款服务用户可能受到制裁admistratif制裁和刑事制裁,就像消费者保护法中这些安排的事情,法律还不错和人权法案。
{"title":"Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Pinjaman Online Terkait Bunga Pinjaman Dan Hak-Hak Pribadi Pengguna","authors":"Dewa Ayu Trisna Dewi, N. Darmawan","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p04","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p04","url":null,"abstract":"Tujuan penulisan adalah mengetahui dan menganalisis mengenai pengaturan bunga pada pinjaman online di perusahaan fintech dan pelindungan hukum akan hak pribadi pengguna layanan pinjaman online menurut Peraturan Perundang-undangan. Metode penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan sejarah. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan teknik studi kepustakaan. Seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis secara deksriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, pengaturan bunga maksimal pada pinjaman online di perusahaan fintech adalah 0,8 persen perhari dan tidak boleh melebihi angka tersebut dan harus tertulis dalam perjanjian, sedangkan jika besaran bunga tidak diatur dalam perjanjian, maka besaran bunga mengacu pada Pasal 1250 KUHPerdata jo Lembaran Negara No.22/1948 (s.No.22/1848) yaitu 6% pertahun. Kedua, pelindungan hukum terhadap hak pribadi pengguna layanan pinjaman online menurut Peraturan Perundang-undangan adalah melalui Perlindungan preventif dan Perlindungan refresif, selain itu juga terkait pelanggaran terhadap hak-hak pribadi pengguna layanan pinjaman online dapat dikenakan sanksi berupa sanksi admistratif dan sanksi pidana sebagaiamana hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang ITE dan Undang-Undang HAM.","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126298527","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Kepastian Hukum Dalam Pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan 《宪章》的法律保障赋予了责任
Pub Date : 2021-06-29 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p05
Ketut Nurcahya Gita, I. M. Udiana
Abstract   The purpose of this writing is to find out about legal certainty and comparison of power of attorney to impose mortgage rights stipulated in the Notary Position Law No.2 of 2014 with the form stipulated by the Head of Land Agency Regulation No.8 of 2012. This research uses normative legal research methods. The results of this study show that the comparison of authentic deeds according to the Law of Notary Position No.2 of 2014 and the Regulation of the Head of the Land Agency No.8 of 2012 regarding the creation of a power of attorney to impose mortgage rights made before a notary there are differences in the head and end of the deed. The form of power of attorney imposes a security right issued by the State Land Agency of the Republic of Indonesia which is different and not in accordance with the provisions stipulated in the Law of Notary Position No.2 of 2014. Second, the legal certainty of the power of attorney imposes a security right made by a Notary by following format of the Head of the Land Agency Regulation No.8 of 2012, the deed cannot provide legal certainty. The deed will be degraded into a letter under the hand, so that it cannot be used as a basis in making the deed of mortgage imposition, however, the Notary is given the right to add deficiencies to the blank so that it remains an authentic deed.   Abstrak   Tujuan penulisan ini untuk mengetahui mengenai kepastian hukum serta perbandingan surat kuasa membebankan hak tanggungan yang diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014 dengan Blanko yang ditentukan Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan perbandingan akta autentik menurut Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014 dan Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 dalam mengenai pembuatan surat kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat dihadapan Notaris terdapat perbedaan pada kepala dan akhir akta. Blanko surat kuasa membebankan hak tanggungan yang diterbitkan Badan Pertanahan Negara-Republik Indonesia berbeda dan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014. Kedua, kepastian hukum surat kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat oleh Notaris dengan mengikuti format Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 maka akta tersebut tidak dapat memberikan kepastian hukum. Akta tersebut akan terdegradasi menjadi surat dibawahtangan, sehingga tidak bisa dijadikan dasar dalam pembuatan akta pembebanan hak tanggungan, akan tetapi Notaris diberikan hak untuk menambahkan kekurangan pada blangko tersebut agar tetap menjadi akta autentik.  
摘要本文旨在探讨2014年第2号《公证职位法》中规定的抵押权利授权委托书与2012年第8号《土地代理负责人条例》中规定的形式的法律确定性和比较。本研究采用规范的法学研究方法。本研究结果表明,根据2014年《公证法》第2号和2012年《土地代理机构负责人条例》第8号关于在公证员面前设立授权委托书以行使抵押权利的真实契约的比较,契约的开头和结尾存在差异。委托书的形式赋予了印度尼西亚共和国国家土地局颁发的担保权,这与2014年第2号公证法的规定不同,也不符合。其次,委托书的法律确定性强加了一种由公证人按照2012年土地代理机构负责人条例第8号的格式作出的担保权利,契约不能提供法律确定性。该契约将被降级为手写的字母,因此它不能用作制作抵押契据的依据,但是,公证人有权在空白处添加缺陷,以使其仍然是真实的契据。摘要:Tujuan penulisan ini untuk mengetahui mengenai kepastian hukum serta perbandingan surat kuasa成员bankan hak tanggungan yang diatur dalam Undang-Undang Jabatan noteris No.2 (2014) dunan Blanko yang ditentukan Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 (2012) Tahun。Penelitian ini menggunakan方法Penelitian hukum规范。Hasil penelitian ini menunjukan perbandingan akta autentik menurut Undang-Undang Jabatan noteris No.2 Tahun 2014 danperaturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 dalam mengenai pembuatan surat kuasa成员银行hak tanggungan yang dibuat dihadapan Notaris terdapat perbedaan paada Kepala dan akhir akta。印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,2014。Kedua, kepastian hukum surat kuasa member bankan hak tanggungan yang dibuat oleh noteris dengan mengikuti格式Peraturan kepasan Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 maka akta tersebut tidak dapikan kepastian hukum。Akta tersebut akan ter。
{"title":"Kepastian Hukum Dalam Pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan","authors":"Ketut Nurcahya Gita, I. M. Udiana","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p05","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p05","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000  \u0000The purpose of this writing is to find out about legal certainty and comparison of power of attorney to impose mortgage rights stipulated in the Notary Position Law No.2 of 2014 with the form stipulated by the Head of Land Agency Regulation No.8 of 2012. This research uses normative legal research methods. The results of this study show that the comparison of authentic deeds according to the Law of Notary Position No.2 of 2014 and the Regulation of the Head of the Land Agency No.8 of 2012 regarding the creation of a power of attorney to impose mortgage rights made before a notary there are differences in the head and end of the deed. The form of power of attorney imposes a security right issued by the State Land Agency of the Republic of Indonesia which is different and not in accordance with the provisions stipulated in the Law of Notary Position No.2 of 2014. Second, the legal certainty of the power of attorney imposes a security right made by a Notary by following format of the Head of the Land Agency Regulation No.8 of 2012, the deed cannot provide legal certainty. The deed will be degraded into a letter under the hand, so that it cannot be used as a basis in making the deed of mortgage imposition, however, the Notary is given the right to add deficiencies to the blank so that it remains an authentic deed. \u0000  \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000  \u0000Tujuan penulisan ini untuk mengetahui mengenai kepastian hukum serta perbandingan surat kuasa membebankan hak tanggungan yang diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014 dengan Blanko yang ditentukan Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan perbandingan akta autentik menurut Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014 dan Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 dalam mengenai pembuatan surat kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat dihadapan Notaris terdapat perbedaan pada kepala dan akhir akta. Blanko surat kuasa membebankan hak tanggungan yang diterbitkan Badan Pertanahan Negara-Republik Indonesia berbeda dan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris No.2 Tahun 2014. Kedua, kepastian hukum surat kuasa membebankan hak tanggungan yang dibuat oleh Notaris dengan mengikuti format Peraturan Kepala Badan Pertanahan No.8 Tahun 2012 maka akta tersebut tidak dapat memberikan kepastian hukum. Akta tersebut akan terdegradasi menjadi surat dibawahtangan, sehingga tidak bisa dijadikan dasar dalam pembuatan akta pembebanan hak tanggungan, akan tetapi Notaris diberikan hak untuk menambahkan kekurangan pada blangko tersebut agar tetap menjadi akta autentik. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"500 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133433606","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Kedudukan Lembaga Perbankan Sebagai Pembeli Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Atas Jaminanya 银行机构在拍卖会上担任持枪者的职位
Pub Date : 2021-06-29 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p08
I. D. G. A. D. N. Ora, D. G. Rudy
Abstract This paper aim to develops knowledge in the field of notarial law and finds out the difference in legal standing between Rural Banks and Commercial Banks included Regional Development Banks as buyers in the auction for the executions of collateral for their collateral. Normative legal research methods is uses for this writing. The result of this study indicates that Rural Banks and Commercial Banks have different positions in the purchase of a collateral execution auction. Only Commercial Banks that stipulated in Article 12 A paragraph (1) of the Banking Act can purchase an auction for the executions of mortgage guarantees, while Rural Banks cannot become buyers in the auction for executions of collateral for their collateral.   Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang hukum kenotariatan dan untuk mengetahui perbedaan kedudukan hukum antara Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum termasuk didalamnya Bank Pembangunan Daerah sebagai pembeli dalam lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum memiliki perbedaan kedudukan dalam pembelian lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya. Bank yang dapat membeli lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya hanyalah Bank Umum sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 A ayat (1) Undang-Undang Perbankan, sedangkan Bank Perkreditan Rakyat tidak dapat menjadi pembeli dalam lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya.
摘要本文旨在拓展公证法领域的知识,找出农村银行与商业银行(包括地区开发银行)在抵押品执行拍卖中的法律地位差异。本文采用规范的法律研究方法。研究结果表明,农村银行和商业银行在购买抵押品执行拍卖方面存在不同的立场。只有银行法第12条第(1)项规定的商业银行才能购买抵押担保执行拍卖,农村银行不得成为其抵押担保执行拍卖的买方。摘要:马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行Penelitian ini menggunakan方法Penelitian hukum规范。马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行马来西亚人民银行(1)马来西亚人民银行,马来西亚人民人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行,马来西亚人民银行。
{"title":"Kedudukan Lembaga Perbankan Sebagai Pembeli Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Atas Jaminanya","authors":"I. D. G. A. D. N. Ora, D. G. Rudy","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p08","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p08","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000This paper aim to develops knowledge in the field of notarial law and finds out the difference in legal standing between Rural Banks and Commercial Banks included Regional Development Banks as buyers in the auction for the executions of collateral for their collateral. Normative legal research methods is uses for this writing. The result of this study indicates that Rural Banks and Commercial Banks have different positions in the purchase of a collateral execution auction. Only Commercial Banks that stipulated in Article 12 A paragraph (1) of the Banking Act can purchase an auction for the executions of mortgage guarantees, while Rural Banks cannot become buyers in the auction for executions of collateral for their collateral. \u0000  \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Tulisan ini bertujuan untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang hukum kenotariatan dan untuk mengetahui perbedaan kedudukan hukum antara Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum termasuk didalamnya Bank Pembangunan Daerah sebagai pembeli dalam lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum memiliki perbedaan kedudukan dalam pembelian lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya. Bank yang dapat membeli lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya hanyalah Bank Umum sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 A ayat (1) Undang-Undang Perbankan, sedangkan Bank Perkreditan Rakyat tidak dapat menjadi pembeli dalam lelang eksekusi hak tanggungan atas jaminannya. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"86 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114607860","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Peran Notaris Dalam Penentuan Pembubuhan Sidik Jari Penghadap Dalam Minuta Akta 在契约内的字符集中,证人指纹的公证作用
Pub Date : 2021-06-22 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p02
Tania Novelin, I. M. Sarjana
Abstract This paper’s purpose is to find out and examine  the Notary’s role in responding provisions of the Fingerprints of the Facilitators in the deeds of deeds and also to know and examine the consequences for Notaries for the Minutes of deeds with different fingerprints affixed to the Facilitators. The method of legal research in this journal applies normative legal research, with an approach to law and analysis of legal concepts. The results showed that Notaries were free to use any interpretation regarding which fingerprints to be used and were free to determine which fingerprints were affixed to those who were able to sign or only parties who were unable to sign. In this case, the notary must consistently do it during his / her duties. Regarding the consequences for the Notary for the minimum number of deeds with different fingerprints on the faces, it is not further regulated in the statutory regulations so that the Notary cannot be sanctioned due to the inconsistency.   Abstrak Tujuan dari tulisan ini yakni untuk mengetahui dan mengkaji tentang peran Notaris dalam menyikapi ketentuan pembubuhan sidik jari Para Penghadap dalam minuta akta  dan juga  mengetahui dan mengkaji konsekuensi bagi Notaris terhadap minuta akta yang pembubuhan sidik jari Penghadapnya berbeda-beda. Metode penelitian hukum dalam jurnal ini mengaplikasikan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan UU dan analisis konsep hukum. Hasil penelitian menunjukkan Notaris bebas untuk menggunakan penafsiran manapun mengenai sidik jari mana yang akan dipakai dan bebas menentukan pembubuhan sidik jari dilakukan juga bagi Para Penghadap yang mampu untuk tanda tangan ataukah hanya penghadap/para pihak yang tidak mampu untuk tanda tangan. Dalam hal ini, Notaris harus konsisten melakukannya selama menjalankan tugas jabatannya. Mengenai konsekuensi bagi Notaris terhadap minuta akta yang pembubuhan sidik jari penghadapnya berbeda-beda tidak diatur lebih lanjut pada peraturan perundang-undangan sehingga Notaris tidak dapat dijatuhi sanksi akibat dari inkonsistensinya.
摘要本文旨在探究公证员在应对契约中见证人指纹的规定中所扮演的角色,以及公证员在契约记录中对见证人的不同指纹所产生的后果。本刊的法律研究方法采用规范的法律研究方法,对法律和法律概念进行分析。结果表明,公证人可以自由地使用任何解释来使用哪些指纹,并可以自由地决定将哪些指纹贴在能够签名的人身上或仅贴在无法签名的人身上。在这种情况下,公证人必须在其职责期间始终如一地这样做。至于公证员在最少数目的契据上留下不同指纹的后果,在法定条例中没有进一步规定,因此公证员不会因不一致而受到制裁。中文摘要:中文摘要:Tujuan dari tulisan ini yakni untuk mengetahui dan mengkaji tentanan peran公证是dalam menyikapi ketentuan penbubuhan sidik jari parpenhadap dalam minuta akta danjuga mengetahui dan mengkaji konsekuensi bagi公证是terhadap minuta akta yang penbubuhan sidik jari penghaapnya berbeda-beda。[j] [j] [j] [j] [j] [j] [j] [j]。哈西尔·潘内利特·潘内利特·潘内利特·潘内利特·潘内利特·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利·潘内利Dalam hal ini,公证是harus一致melakukannya selama menjalankan tugas jabatannya。Mengenai konsekuensi bagi公证是terhadap minuta akta yang pembubuhan sidik jari penghadapnya berbeda- bebeda datur lebih lanjut pada peraturan perundang-undangan sehinga公证是tidak dapat dijatuhi sanksi akibat dari inconsistent sinya。
{"title":"Peran Notaris Dalam Penentuan Pembubuhan Sidik Jari Penghadap Dalam Minuta Akta","authors":"Tania Novelin, I. M. Sarjana","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p02","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p02","url":null,"abstract":"Abstract \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000This paper’s purpose is to find out and examine  the Notary’s role in responding provisions of the Fingerprints of the Facilitators in the deeds of deeds and also to know and examine the consequences for Notaries for the Minutes of deeds with different fingerprints affixed to the Facilitators. The method of legal research in this journal applies normative legal research, with an approach to law and analysis of legal concepts. The results showed that Notaries were free to use any interpretation regarding which fingerprints to be used and were free to determine which fingerprints were affixed to those who were able to sign or only parties who were unable to sign. In this case, the notary must consistently do it during his / her duties. Regarding the consequences for the Notary for the minimum number of deeds with different fingerprints on the faces, it is not further regulated in the statutory regulations so that the Notary cannot be sanctioned due to the inconsistency. \u0000  \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Tujuan dari tulisan ini yakni untuk mengetahui dan mengkaji tentang peran Notaris dalam menyikapi ketentuan pembubuhan sidik jari Para Penghadap dalam minuta akta  dan juga  mengetahui dan mengkaji konsekuensi bagi Notaris terhadap minuta akta yang pembubuhan sidik jari Penghadapnya berbeda-beda. Metode penelitian hukum dalam jurnal ini mengaplikasikan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan UU dan analisis konsep hukum. Hasil penelitian menunjukkan Notaris bebas untuk menggunakan penafsiran manapun mengenai sidik jari mana yang akan dipakai dan bebas menentukan pembubuhan sidik jari dilakukan juga bagi Para Penghadap yang mampu untuk tanda tangan ataukah hanya penghadap/para pihak yang tidak mampu untuk tanda tangan. Dalam hal ini, Notaris harus konsisten melakukannya selama menjalankan tugas jabatannya. Mengenai konsekuensi bagi Notaris terhadap minuta akta yang pembubuhan sidik jari penghadapnya berbeda-beda tidak diatur lebih lanjut pada peraturan perundang-undangan sehingga Notaris tidak dapat dijatuhi sanksi akibat dari inkonsistensinya.","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123539576","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Tanggung Jawab Hukum Badan Pertanahan Nasional Terkait Ketidaksesuaian Hasil Pengecekan Sertifikat Secara Elektronik 国家运输委员会对电子认证考试结果不一致的法律责任
Pub Date : 2021-06-22 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p01
Ni Made Rian Ayu Sumardani, I. N. Bagiastra
Abstract The aim of this paper are to discover the regulation of electronically checked documents and to examine the legal responsibility of the Indonesian National Land Office based on the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017. The research method applies a normative legal research. Results indicated that electronically checked documents, which examine based on the regulation stated in Article 1 paragraph 2 letter a of the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017 which is where electronic certificate checking will replace manual certificate checking as regulated in the Regulation of the Head of the National Land Agency 8/ 2012. Legal responsibility related about errors in the results of checking certificates electronically is the responsibility of BPN in accordance with Article 10 paragraph (4) and paragraph (5) of the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017 with legal responsibility in the form of clarification explanation and improvement of the database system. Abstrak Tulisan ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaturan pengecekan sertifikat secara elektronik dan mengkaji tanggung jawab Badan Pertanahan Nasional terkait ketidaksesuaian hasil pengecekan sertifikat dalam Permen Agraria 5/2017.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengaturan pengecekan sertifikat secara elektronik diatur pada pasal 2 ayat (2) huruf a Permen Agraria 5/2017, yang dimana pengecekan sertifikat secara elektronik akan menggantikan pengecekan sertifikat secara manual yang diatur pada  Perkaban No. 8/2012. Tanggung jawab hukum terkait adanya kesalahan pada hasil pengecekan sertifikat secara elektronik merupakan tanggung jawab dari pihak BPN sesuai dengan Pasal 10 ayat (4) dan ayat (5) Permen Agraria 5/2017 dengan tanggung jawab hukum berupa klarifikasi penjelasan dan perbaikan pada sistem pangkalan data.
摘要本文的目的是发现电子检查文件的规定,并根据农业部长5/2017条例审查印度尼西亚国家土地局的法律责任。研究方法采用规范法研究。结果表明,电子检查的文件,根据农业部长第5/2017号条例第1条第2段a字母规定的规定进行检查,其中电子证书检查将取代国家土地机构负责人条例8/ 2012中规定的手动证书检查。根据农业部长第5/2017号条例第10条第(4)款和第(5)款,与电子检查证书结果错误相关的法律责任是BPN的责任,其法律责任是以澄清、解释和改进数据库系统的形式。摘要/ abstract摘要:tuisan ini memoriliki tujuan untuk mengetahui pengaturan pengecekan sertifikat secara elekonik danmengkaji tanggung jawab Badan Pertanahan national terkait ketidaksesaian hasil pengecekan sertifikat dalam Permen Agraria 5/2017。Penelitian ini menggunakan方法Penelitian hukum规范。Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengaturan penecekan sertifikat secara elektronik diatur pada pasal 2 (2), huruf a Permen Agraria 5/2017, yang dimana penecekan sertifikat secara elektronik akan menggantikan penecekan sertifikat secara manual yang diatur pada Perkaban No. 8/2012。BPN sesuai dengan Pasal 10 (4) . dan (5) . Permen Agraria 5/2017 dengan Tanggung jawab hukum berupa klarifikasi penjelasan dan perbaikan pada系统数据。
{"title":"Tanggung Jawab Hukum Badan Pertanahan Nasional Terkait Ketidaksesuaian Hasil Pengecekan Sertifikat Secara Elektronik","authors":"Ni Made Rian Ayu Sumardani, I. N. Bagiastra","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p01","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p01","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000The aim of this paper are to discover the regulation of electronically checked documents and to examine the legal responsibility of the Indonesian National Land Office based on the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017. The research method applies a normative legal research. Results indicated that electronically checked documents, which examine based on the regulation stated in Article 1 paragraph 2 letter a of the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017 which is where electronic certificate checking will replace manual certificate checking as regulated in the Regulation of the Head of the National Land Agency 8/ 2012. Legal responsibility related about errors in the results of checking certificates electronically is the responsibility of BPN in accordance with Article 10 paragraph (4) and paragraph (5) of the Regulation the Minister of Agrarian 5/2017 with legal responsibility in the form of clarification explanation and improvement of the database system. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Tulisan ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaturan pengecekan sertifikat secara elektronik dan mengkaji tanggung jawab Badan Pertanahan Nasional terkait ketidaksesuaian hasil pengecekan sertifikat dalam Permen Agraria 5/2017.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengaturan pengecekan sertifikat secara elektronik diatur pada pasal 2 ayat (2) huruf a Permen Agraria 5/2017, yang dimana pengecekan sertifikat secara elektronik akan menggantikan pengecekan sertifikat secara manual yang diatur pada  Perkaban No. 8/2012. Tanggung jawab hukum terkait adanya kesalahan pada hasil pengecekan sertifikat secara elektronik merupakan tanggung jawab dari pihak BPN sesuai dengan Pasal 10 ayat (4) dan ayat (5) Permen Agraria 5/2017 dengan tanggung jawab hukum berupa klarifikasi penjelasan dan perbaikan pada sistem pangkalan data. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"124 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116333975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Akibat Hukum serta Sanksi Pemalsuan yang Dilakukan Notaris Kepada Penghadap Ketika Pembuatan Akta Otentik 当行为证明是真实的时候,法律和伪证者对其进行了公证惩罚
Pub Date : 2021-06-22 DOI: 10.24843/ac.2021.v06.i02.p03
Ni Made Lalita Sri Devi, I. K. Westra
Abstract This study was intended to give an understanding regarding Notary responsibility arrangements of the Notary who commits violation in carrying out the position as well as provides legal protection that is obtained by the party against the data falsification by a Notary. The research of this normative law examined the norm that happens, such as a norm vacuum that does not regulate criminal sanctions in Laws of Notary. This research contained several sources, such as premier, secondary, and tertiary laws. Furthermore, the research approach was done by the conceptual approach that analyzes the concept of organizing violations by the notary. The result of this research was the Notary deed can be requested for the deed to be annulled based on the legally binding decisions determined by the District Court, then, the Notary Deed can be disqualified and can be avowed as the non-binding deed for the parties who made it. The sanctions of the Notary who falsified the data in making the authentic deed are, administrative sanction or the notary code of ethics, the sanction based on The Civil Law Code, and the sanction based on Criminal Code. The Notary can also be sued for compensation if the violation that is done by the notary causes a deed becomes an inauthentic deed and be relegated to the deed for who made it. This is the protection that can be given to the party if a Notary does not carry out the duties and obligations. Abstrak Tujuan penulisan ialah memberikan pemahaman terkait pengaturan ”tanggung jawab Notaris yang melakukan pelanggaran dalam menjalankan jabatannya serta”  memberikan perlindungan hukum yang diperoleh penghadap atas pemalsuan data yang dilakukan Notaris. Penelitian hukum normatif ini menelaah persoalan norma yang terjadi yaitu suatu kekosongan norma tidak diaturnya mengenai sanksi pidana dalam UUJN. Penelitian ini memuat sumber-sumber yaitu hukum bahan hukum primer, sekunder serta tersier. Selanjutnya, pendekatan penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual yang menganalisa konsep penyelenggaraan pelanggaran oleh Notaris. Hasil penulisan menunjukkan akta Notaris dapat dimintakan untuk akta dibatalkan, berdasarkan keputusan yang sudah berkuatan hukum tetap yang ditetapkan oleh pengadilan negeri tersebut maka akta Notaris dapat dibatalkan dan dinyatakan sebagai akta yang tidak mengikat bagi para pihak yang membuatnya. Adapun sanksi bagi Notaris yang melakukan pemalsuan data dalam pembuatan akta otentik ialah sanksi administratif atau Kode Etik Notaris, sanksi menurut hukum KUH Perdata, sanksi menurut KUH Pidana. Notaris juga dapat digugat ganti rugi apabila pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan Notaris mengakibatkan suatu akta menjadi tidak otentik dan terdegradasi menjadi akta di bawah tangan. Inilah bentuk perlindungan yang diberikan kepada penghadap jika seseorang Notaris tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya.    
摘要本研究旨在对公证员在履行职务过程中发生的违法行为的公证责任安排给予理解,并为当事人对公证员伪造资料的行为提供法律保护。对这一规范性法律的研究考察了公证法中出现的规范真空,如不规范刑事制裁的规范真空。这项研究包含了几个来源,如第一,第二和第三法律。在此基础上,采用概念分析的方法,分析了公证员组织违法的概念。这项研究的结果是,根据地区法院确定的具有法律约束力的决定,可以要求撤销公证契据,然后,公证契据可以被取消资格,并且可以宣布为制作公证契据的各方的无约束力契据。公证员在制作公证文书过程中伪造资料的处罚主要有行政处罚或公证员道德规范处罚、民法处罚和刑法处罚。如果公证员的违法行为导致一份契约成为不真实的契约,并被降级为为谁做的契约,公证员也可以被起诉要求赔偿。这是在公证人不履行职责和义务的情况下可以给予当事人的保护。摘要:Tujuan penulukan ialah memberikan pemahaman terkait pengaturan " tanggung jawab Notaris yang melakukan pelanggaran dalam menjalankan jabatannya serta " memberikan perlindungan hukum yang diperoleh penghadap datas penakukan noteris。penpentian hukum normnormi menelela,个人norma yang terjadi yaitu suatu kekosona norma daturya menmengeni sanksi pidana dalam unjjn。Penelitian ini memormumusumo - sumo yatu hukum bahan hukum引物,sekunder sertsier。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Hasil penulisan menunjukkan akta Notaris dapat dimintakan untuk akta dibatalkan, berdasarkan keputusan yang sudah berkuatan hukum tetap yang dibatalkan oleh pengadilan negeri teri maka akta Notaris dapat dibatalkan dan dinyakan sebagai akitak mengikat bagi para pihak yang membuatnya。行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门,行政管理部门。公证是juga dapat digugat ganti rugi apabila pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan公证是mengakibatkan suatu akta menjadi tidak otentik danter退化menjadi akta di bawah tangan。依尼拉·本图克·佩林顿甘杨·迪比利肯·克帕达·彭哈达·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡·吉卡
{"title":"Akibat Hukum serta Sanksi Pemalsuan yang Dilakukan Notaris Kepada Penghadap Ketika Pembuatan Akta Otentik","authors":"Ni Made Lalita Sri Devi, I. K. Westra","doi":"10.24843/ac.2021.v06.i02.p03","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p03","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000This study was intended to give an understanding regarding Notary responsibility arrangements of the Notary who commits violation in carrying out the position as well as provides legal protection that is obtained by the party against the data falsification by a Notary. The research of this normative law examined the norm that happens, such as a norm vacuum that does not regulate criminal sanctions in Laws of Notary. This research contained several sources, such as premier, secondary, and tertiary laws. Furthermore, the research approach was done by the conceptual approach that analyzes the concept of organizing violations by the notary. The result of this research was the Notary deed can be requested for the deed to be annulled based on the legally binding decisions determined by the District Court, then, the Notary Deed can be disqualified and can be avowed as the non-binding deed for the parties who made it. The sanctions of the Notary who falsified the data in making the authentic deed are, administrative sanction or the notary code of ethics, the sanction based on The Civil Law Code, and the sanction based on Criminal Code. The Notary can also be sued for compensation if the violation that is done by the notary causes a deed becomes an inauthentic deed and be relegated to the deed for who made it. This is the protection that can be given to the party if a Notary does not carry out the duties and obligations. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Tujuan penulisan ialah memberikan pemahaman terkait pengaturan ”tanggung jawab Notaris yang melakukan pelanggaran dalam menjalankan jabatannya serta”  memberikan perlindungan hukum yang diperoleh penghadap atas pemalsuan data yang dilakukan Notaris. Penelitian hukum normatif ini menelaah persoalan norma yang terjadi yaitu suatu kekosongan norma tidak diaturnya mengenai sanksi pidana dalam UUJN. Penelitian ini memuat sumber-sumber yaitu hukum bahan hukum primer, sekunder serta tersier. Selanjutnya, pendekatan penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual yang menganalisa konsep penyelenggaraan pelanggaran oleh Notaris. Hasil penulisan menunjukkan akta Notaris dapat dimintakan untuk akta dibatalkan, berdasarkan keputusan yang sudah berkuatan hukum tetap yang ditetapkan oleh pengadilan negeri tersebut maka akta Notaris dapat dibatalkan dan dinyatakan sebagai akta yang tidak mengikat bagi para pihak yang membuatnya. Adapun sanksi bagi Notaris yang melakukan pemalsuan data dalam pembuatan akta otentik ialah sanksi administratif atau Kode Etik Notaris, sanksi menurut hukum KUH Perdata, sanksi menurut KUH Pidana. Notaris juga dapat digugat ganti rugi apabila pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan Notaris mengakibatkan suatu akta menjadi tidak otentik dan terdegradasi menjadi akta di bawah tangan. Inilah bentuk perlindungan yang diberikan kepada penghadap jika seseorang Notaris tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya.   \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116947398","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Keabsahan Tanda Tangan Pada Akta Autentik Secara Elektronik Ditinjau Dari Cyber Notary
Pub Date : 2021-04-19 DOI: 10.24843/AC.2021.V06.I01.P06
Wahyu Setiadi, I. N. Bagiastra
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis keabsahan tanda tangan pada akta autentik yang dilakukan secara elektronik. Metode penelitian yuridis normatif, memfokuskan pada kajian norma dan kaidah hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada PP 82 Tahun 2012 menentukan bahwa tanda tangan secara elektronik sebagai alat autentikasi dan verifikasi. UU ITE Pasal 11 menentukan tanda tangan secara elektronik sah apabila sesuai UU. Dalam UUJN-P belum diatur secara mengkhusus mengenai tanda tangan secara elektronik. (2) Tanggungjawab notaris atas tanda tangan elektronik belum diatur secara normatif, dalam menjalankan jabatannya notaris dapat menerapkan asas praduga sah, yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna selama tidak ada yang menyangkalnya, bila ada pemalsuan tanda tangan elektronik dikarenakan notaris tidak melihat secara langsung penandatanganan tersebut maka pembuktian dibebankan pada pihak penyelenggara sistem elektronik. Kesimpulan bahwa tanda tangan secara elektronik telah diakui oleh hukum, namun pada UUJN-P belum mengatur secara khusus.
本研究的目的是确定和分析电子认证的有效性。规范法律研究方法,集中研究规范和法典。研究结果表明(1)2012年PP 82年确定电子签名是身份验证和验证的工具。第11条规定在合法的情况下使用电子签名。在UUJN-P中还没有专门针对电子签名。(2)公证人的电子签名还没有进行规范的监管责任,在行使其职务公证人的合法运用原则先入为主,拥有完美的力量证明只要没人否认,如果没有伪造公证电子签名,因为看到这些直接签约,那么证明带电的电子系统的组织者一方。结论是电子签名是被法律承认的,但在UUJN-P中还没有专门规定。
{"title":"Keabsahan Tanda Tangan Pada Akta Autentik Secara Elektronik Ditinjau Dari Cyber Notary","authors":"Wahyu Setiadi, I. N. Bagiastra","doi":"10.24843/AC.2021.V06.I01.P06","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/AC.2021.V06.I01.P06","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis keabsahan tanda tangan pada akta autentik yang dilakukan secara elektronik. Metode penelitian yuridis normatif, memfokuskan pada kajian norma dan kaidah hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada PP 82 Tahun 2012 menentukan bahwa tanda tangan secara elektronik sebagai alat autentikasi dan verifikasi. UU ITE Pasal 11 menentukan tanda tangan secara elektronik sah apabila sesuai UU. Dalam UUJN-P belum diatur secara mengkhusus mengenai tanda tangan secara elektronik. (2) Tanggungjawab notaris atas tanda tangan elektronik belum diatur secara normatif, dalam menjalankan jabatannya notaris dapat menerapkan asas praduga sah, yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna selama tidak ada yang menyangkalnya, bila ada pemalsuan tanda tangan elektronik dikarenakan notaris tidak melihat secara langsung penandatanganan tersebut maka pembuktian dibebankan pada pihak penyelenggara sistem elektronik. Kesimpulan bahwa tanda tangan secara elektronik telah diakui oleh hukum, namun pada UUJN-P belum mengatur secara khusus.","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-04-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125665383","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Pencoretan Hak Tanggungan Dengan Akta Konsen Roya 用保险金Roya盖章
Pub Date : 2021-03-30 DOI: 10.24843/AC.2021.V06.I01.P02
Nicolò Valentini, Pande S. Yogantara
Pencoretan atas hapusnya hak tanggungan dilaksanakan dengan menyertakan ”sertifikat hak tanggungan”. Terhadap sertifikat hak tanggungan yang hilang, Kantor Badan Pertanahan meminta akta konsen roya yang dibuat dihadapan notaris sebagai penggantinya. Adanya kekosongan norma mengenai akta konsen roya ini karena tidak satupun ada peraturan maupun undang-undang yng mengatur secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasaran dan kekuatan hukum dibuatnya “akta konsen roya. Penelitian hukum normative yang digunakan untuk penulisan ini. Hasil penelitian menunjukan, pertama bahwa dasar hukum dibuatnya akta konsen roya adalah berdasarkan “pasal 15 ayat 1 UUJN-P”, mengacu pada ketentuan ini, apabila dikehendaki oleh pihak yang berkepentingan maka Notaris secara hukum berwenang membuat Akta Konsen Roya sebagai pengganti Sertipikat Hak Tanggungan yang hilang, dan kedua bahwa, akta konsen roya hanya sebagai syarat formil adanya suatu perbuatan hukum dan sebagai syarat pencoretan hapusnya hak tanggungan tidak dapat disamakan dengan sertifikat hak tanggungan yang memiliki kekuatan eksekutorial.
在免责声明上的涂鸦是通过“受责证书”进行的。有关失踪抚养权证书,该州办公室要求将罗亚的保释金印在公证人面前作为其继任者。《华尔街日报》之所以存在这样的空白,是因为没有明确的规则或立法。这项研究的目的是研究他的“年鉴”的法律依据和力量。这篇文章使用的标准法律研究。研究表明,首先,《roya》的《章程》是基于《uujnroya的宣誓书仅仅是一种合法行为的书面条件,作为取消责任的条件,不能与执行权力的负债证书相媲美。
{"title":"Pencoretan Hak Tanggungan Dengan Akta Konsen Roya","authors":"Nicolò Valentini, Pande S. Yogantara","doi":"10.24843/AC.2021.V06.I01.P02","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/AC.2021.V06.I01.P02","url":null,"abstract":"Pencoretan atas hapusnya hak tanggungan dilaksanakan dengan menyertakan ”sertifikat hak tanggungan”. Terhadap sertifikat hak tanggungan yang hilang, Kantor Badan Pertanahan meminta akta konsen roya yang dibuat dihadapan notaris sebagai penggantinya. Adanya kekosongan norma mengenai akta konsen roya ini karena tidak satupun ada peraturan maupun undang-undang yng mengatur secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasaran dan kekuatan hukum dibuatnya “akta konsen roya. Penelitian hukum normative yang digunakan untuk penulisan ini. Hasil penelitian menunjukan, pertama bahwa dasar hukum dibuatnya akta konsen roya adalah berdasarkan “pasal 15 ayat 1 UUJN-P”, mengacu pada ketentuan ini, apabila dikehendaki oleh pihak yang berkepentingan maka Notaris secara hukum berwenang membuat Akta Konsen Roya sebagai pengganti Sertipikat Hak Tanggungan yang hilang, dan kedua bahwa, akta konsen roya hanya sebagai syarat formil adanya suatu perbuatan hukum dan sebagai syarat pencoretan hapusnya hak tanggungan tidak dapat disamakan dengan sertifikat hak tanggungan yang memiliki kekuatan eksekutorial.","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125537595","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Peran Notaris Dalam Melindungi Status Hak Milik Atas Tanah Akibat Perkawinan Campuran 公证人在保护异族通婚的土地所有权地位方面的作用
Pub Date : 2020-12-28 DOI: 10.24843/AC.2020.V05.I03.P12
I. Mulyani, I. W. Wiryawan
In the ruling man is created unable to live alone, the law is human created to live both and add to his descendants and successors. This leads to a bond of marriage between men and women, whose purpose is to create happy families and homes, harmoniously with the virtue of the one true deity. The marriage is held with the Customs and culture of each party, because basically the two human beings are backed by different customs and cultures. Indonesia's state with a forward minded society wants to make its life more improved, both in the field of work and home, not infrequently in the Indonesian economic system has established relationships with foreign nationals as Investors to improve the economic system in Indonesia. It is not uncommon for Indonesian citizen to have a relationship with foreigners to work, do business, and be friends and friendly, because humans are created to require each other, profitable, and adjoining. The relationship between WNI and WNI is not uncommon in marital relationship, namely mixed marriage between citizens and foreigners who occur on the basis of affection and love and want to live a life together. The marriage itself has been governed in the marriage act, i.e. the marriage has been recognized by the State, and against the marriage of the mix has also been recognized by the state because it has been demonstrated and regulated in the marriage act as well. Through life, in it for future survival, sought and acquired wealth that can be a common treasure or can also be a split. The common treasures are the treasures obtained throughout the marriage, without the agreement of marriage. The Covenant of marriage is made with the purpose of the separation of the property of each party, meaning there is no mixing of possessions in the family, and with this each party has each responsibility. In this journal is conducted empirical research because it is to be able to discuss issues raised as to how the role of notary in protecting the status of property rights on land resulting from mixed marriages and how the status of ownership On the ground when a divorce occurs, it must be research directly with the source of space. Implemented using the fact approach, and the collection of secondary data and primary data, so as to discuss the role of notary in protecting the property rights on land is to make a marriage agreement before or after the marriage In progress, by providing legal certainty against the separation of the property that has occurred and the status of ownership of the land when divorce occurs can remain the property of Indonesian citizens, or the status is given to children born of marriage The
在统治中,人是被创造出来不能独自生活的,而法律是人被创造出来既要生活,又要给他的后代和继承者增加价值的。这导致了男人和女人之间的婚姻关系,其目的是创造幸福的家庭和家庭,和谐地与一个真正的神的美德。婚姻是在双方的习俗和文化中举行的,因为基本上两个人是由不同的习俗和文化支撑的。印度尼西亚是一个具有前瞻性社会的国家,希望使其生活更加改善,无论是在工作领域还是在家庭领域,在印度尼西亚的经济体系中,经常与外国投资者建立关系,以改善印度尼西亚的经济体系。对于印尼公民来说,与外国人在工作、做生意、交朋友和友好相处中建立关系并不罕见,因为人类生来就需要彼此、有利可图和毗邻。WNI和WNI之间的关系在婚姻关系中并不少见,即公民和外国人之间的混合婚姻,他们在感情和爱情的基础上发生,并希望共同生活。婚姻本身已经受到婚姻法的约束,也就是说,婚姻已经得到国家的承认,反对混合婚姻也得到了国家的承认,因为它也已经在婚姻法中得到了证明和规范。通过生活,在它为未来的生存,寻求和获得的财富,可以是一个共同的财富,也可以是一个分割。共同财产是指在整个婚姻过程中,未经婚姻协议而获得的财产。婚姻盟约的目的是分离双方的财产,这意味着家庭中没有财产混合,因此双方各有各的责任。在本刊进行实证研究,因为它是能够讨论的问题,提出了公证人的作用是如何保护土地产权的地位,造成的混合婚姻和所有权的地位,如何在土地上发生离婚时,它必须是研究直接与空间的来源。使用的实现方法,并辅助数据和主数据的收集,以便讨论公证的作用在保护土地的产权是要使婚姻婚姻协议之前或之后,通过提供法律确定性的分离发生的财产和土地的所有权的地位在离婚时可以保持印尼公民的财产,或给孩子的婚姻状态
{"title":"Peran Notaris Dalam Melindungi Status Hak Milik Atas Tanah Akibat Perkawinan Campuran","authors":"I. Mulyani, I. W. Wiryawan","doi":"10.24843/AC.2020.V05.I03.P12","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/AC.2020.V05.I03.P12","url":null,"abstract":"In the ruling man is created unable to live alone, the law is human created to live both and add to his descendants and successors. This leads to a bond of marriage between men and women, whose purpose is to create happy families and homes, harmoniously with the virtue of the one true deity. The marriage is held with the Customs and culture of each party, because basically the two human beings are backed by different customs and cultures. \u0000Indonesia's state with a forward minded society wants to make its life more improved, both in the field of work and home, not infrequently in the Indonesian economic system has established relationships with foreign nationals as Investors to improve the economic system in Indonesia. It is not uncommon for Indonesian citizen to have a relationship with foreigners to work, do business, and be friends and friendly, because humans are created to require each other, profitable, and adjoining. \u0000The relationship between WNI and WNI is not uncommon in marital relationship, namely mixed marriage between citizens and foreigners who occur on the basis of affection and love and want to live a life together. The marriage itself has been governed in the marriage act, i.e. the marriage has been recognized by the State, and against the marriage of the mix has also been recognized by the state because it has been demonstrated and regulated in the marriage act as well. \u0000Through life, in it for future survival, sought and acquired wealth that can be a common treasure or can also be a split. The common treasures are the treasures obtained throughout the marriage, without the agreement of marriage. \u0000The Covenant of marriage is made with the purpose of the separation of the property of each party, meaning there is no mixing of possessions in the family, and with this each party has each responsibility. \u0000In this journal is conducted empirical research because it is to be able to discuss issues raised as to how the role of notary in protecting the status of property rights on land resulting from mixed marriages and how the status of ownership On the ground when a divorce occurs, it must be research directly with the source of space. Implemented using the fact approach, and the collection of secondary data and primary data, so as to discuss the role of notary in protecting the property rights on land is to make a marriage agreement before or after the marriage In progress, by providing legal certainty against the separation of the property that has occurred and the status of ownership of the land when divorce occurs can remain the property of Indonesian citizens, or the status is given to children born of marriage The","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"115 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124806444","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pertanggungjawaban Direksi Setelah Pemberian Acquit and Discharge 董事会在批准和解除职务后承担责任
Pub Date : 2020-12-27 DOI: 10.24843/AC.2020.V05.I03.P13
Suwinto Johan, Ariawan Ariawan
This research paper objectives to discuss the acquit and discharge of the managing role by directors and supervising role by board of commissioners of the corporation. The research used a sample of the annual general meeting of shareholders of 32 public listed companies and 1 district court decision against the directors of a finance company on charges of falsifying company documents. This research uses judicial normative research method combined empirical data. The results show that the absence of acquit and discharge of directors and board of commissioners regulated in the limited company law, acquit and discharge are not entirely an agenda at the general meeting of shareholders and directors or board of commissioners can still be held for accountable, even though acquit and discharge have been given at the annual general meeting of shareholders.
本文旨在探讨公司董事的管理角色和董事会的监督角色的解除与解除问题。该研究使用了32家上市公司的年度股东大会样本和1个地区法院对一家金融公司董事伪造公司文件指控的判决。本研究采用司法规范研究方法结合实证数据。研究结果表明,在有限公司法律规定的董事和监事免除和解职缺位的情况下,董事和监事免除和解职并不完全是股东大会的议程,即使在年度股东大会上作出了免除和解职的决定,董事或监事仍然可以被问责。
{"title":"Pertanggungjawaban Direksi Setelah Pemberian Acquit and Discharge","authors":"Suwinto Johan, Ariawan Ariawan","doi":"10.24843/AC.2020.V05.I03.P13","DOIUrl":"https://doi.org/10.24843/AC.2020.V05.I03.P13","url":null,"abstract":"This research paper objectives to discuss the acquit and discharge of the managing role by directors and supervising role by board of commissioners of the corporation. The research used a sample of the annual general meeting of shareholders of 32 public listed companies and 1 district court decision against the directors of a finance company on charges of falsifying company documents. This research uses judicial normative research method combined empirical data. The results show that the absence of acquit and discharge of directors and board of commissioners regulated in the limited company law, acquit and discharge are not entirely an agenda at the general meeting of shareholders and directors or board of commissioners can still be held for accountable, even though acquit and discharge have been given at the annual general meeting of shareholders.","PeriodicalId":381646,"journal":{"name":"Acta Comitas","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132373580","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
期刊
Acta Comitas
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1