Sumatera Barat memiliki topografi bergelombang dan curam. Sumatera Barat disamping memiliki kemiringan topografi lebih dari 30 derajat, juga memiliki curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi resiko longsor yang cukup tinggi. Masalah ini perlu ditanggulangi dengan melakukan penelitian tentang bagaimana karakteristik permukaan bidang gelincir sebagai studi pendahuluan mitigasi longsor di Sumatera Barat. Informasi tentang karakteristik bidang lincir di daerah rawan longsor di Sumatera Barat belum banyak tersedia. Dengan alasan di atas, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman dan kemiringan bidang gelincir di Kota Padang dan Kabupaten Agam Sumatera Barat. Penelitian eksploratif ini menggunakan metode resistivitas dengan peralatan Ares (produksi Cheko). Data resistivitas semu diinterpretasikan menggunakan metode inversi Least-Square yang telah dioptimalkan untuk mendapatkan penampang 2D resistivitas sesungguhnya. Ketebalan dan kemiringan permukaan bidang gelincir daerah target dihitung berdasarkan penampang 2D resistivitas sesungguhnya dengan bantuan data topografi. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kedalaman dan sudut permukaan bidang gelincir di Kabupaten Agam Sumatera Barat masing-masing adalah 410 dan 16,5 meter. Rata-rata kedalaman dan sudut kemiringan permukaan bidang lincir di Padang masing-masing 380 dan 12,5 meter. Batuan yang berperan sebagai permukaan bidang gelincir adalah Clay. West Sumatra has wavy and steep topography. Beside, West Sumatra has topographic slope more than 30, it also has high rainfall. This condition makes this area has a high potential of landslide risk. This problem needs to get a scientific study of how the surface characteristics of the landslide field as a preliminary study of landslide mitigation in West Sumatera. Information on the characteristics of landslide surfaces in landslide prone areas in West Sumatra has not been widely available. Based on the above reason, research has been done to find out the depth and slope of the landslide surface in Padang and Agam Regency of West Sumatra. This explorative research uses resistivity method using Ares equipment set (Cheko production). The apparent resistivity data is interpreted using the optimized optimized least-squares smoothness-constrain inversion method in order to obtain true resistivity 2D cross-section. The layer thickness and the slope of landslide surface the targeted area was calculated base on true resistivity 2D cross-section that synchronized with topographic data. The results showed that the average both depth and angle of the landslide surfaces in Agam regency of West Sumatra were 41 degree and 16.5 meters respectively. The average both depth and angle of the landslide surfaces in Padang were 38 degree and 12.5 meters respectively. The rock that acts as a landslide surfaces is Clay.
西苏门答腊有一个起伏的地形和陡坡。西苏门答腊的地形坡度超过30度,降雨量也很大。这使得该地区有相当高的滑坡风险。为了解决这个问题,我们需要对西苏门答腊的滑块表面特征的初步研究来解决这个问题。在西苏门答腊的易山体滑坡地区,关于泥滑块的特性的资料并不多。基于上述原因,研究的目的是了解巴东市和西苏门答腊区滑井的深度和坡度。这种探索性研究采用了战神装备的电阻率研究。电阻率数据是用优化的偏振光反版方法来解释的,以获得真正的电阻率2D截图。目标区域的厚度和斜率是通过地形数据的实际阻力截面2D来计算的。研究表明,西苏门答腊区ge文物的平均深度和表面角度分别为410英尺和16.5米。田间平均深度和倾斜角,每块地380到12.5米。岩石表面的滑动是粘土。西苏门答腊有很酷的民族志。比赛德,西苏门答腊的水管有30多台,而且很high。这一情况使这一地区具有高度的陆地风险。这个问题需要对景观的表面构造进行一项科学研究,作为西苏门答腊的原始景观研究。在西苏门答腊的陆地奇观上的信息并不可靠。基于上述原因,研究已经查明在北苏门答腊的北境中发现的土壤和淤泥。这种探索研究的抗焦虑方法使用了战神equipment set (Cheko production)。数据的潜在阻力是用优化的斜面面平滑性菌株来解释的。瞄准区域的层层土壤和表层的淤泥在一个与地形数据同步的连续2D区域上calculated base on true电阻2D intersection据推算,在西苏门答腊境内,陆地的平均高度是41度和16.5米。战场上的平均高度为38度和12.5米。那块土地表面的岩石是粘土。
{"title":"Identifikasi Bidang Gelincir Menggunakan Metoda Geolistrik Tahanan Jenis Daerah Rawan Longsor Di Kota Padang Dan Kabupaten Agam Sumatera Barat","authors":"Akmam Akmam, Harman Amir;, Amali Putra","doi":"10.32734/st.v2i2.487","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.487","url":null,"abstract":"Sumatera Barat memiliki topografi bergelombang dan curam. Sumatera Barat disamping memiliki kemiringan topografi lebih dari 30 derajat, juga memiliki curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi resiko longsor yang cukup tinggi. Masalah ini perlu ditanggulangi dengan melakukan penelitian tentang bagaimana karakteristik permukaan bidang gelincir sebagai studi pendahuluan mitigasi longsor di Sumatera Barat. Informasi tentang karakteristik bidang lincir di daerah rawan longsor di Sumatera Barat belum banyak tersedia. Dengan alasan di atas, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman dan kemiringan bidang gelincir di Kota Padang dan Kabupaten Agam Sumatera Barat. Penelitian eksploratif ini menggunakan metode resistivitas dengan peralatan Ares (produksi Cheko). Data resistivitas semu diinterpretasikan menggunakan metode inversi Least-Square yang telah dioptimalkan untuk mendapatkan penampang 2D resistivitas sesungguhnya. Ketebalan dan kemiringan permukaan bidang gelincir daerah target dihitung berdasarkan penampang 2D resistivitas sesungguhnya dengan bantuan data topografi. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kedalaman dan sudut permukaan bidang gelincir di Kabupaten Agam Sumatera Barat masing-masing adalah 410 dan 16,5 meter. Rata-rata kedalaman dan sudut kemiringan permukaan bidang lincir di Padang masing-masing 380 dan 12,5 meter. Batuan yang berperan sebagai permukaan bidang gelincir adalah Clay. \u0000 \u0000West Sumatra has wavy and steep topography. Beside, West Sumatra has topographic slope more than 30, it also has high rainfall. This condition makes this area has a high potential of landslide risk. This problem needs to get a scientific study of how the surface characteristics of the landslide field as a preliminary study of landslide mitigation in West Sumatera. Information on the characteristics of landslide surfaces in landslide prone areas in West Sumatra has not been widely available. Based on the above reason, research has been done to find out the depth and slope of the landslide surface in Padang and Agam Regency of West Sumatra. This explorative research uses resistivity method using Ares equipment set (Cheko production). The apparent resistivity data is interpreted using the optimized optimized least-squares smoothness-constrain inversion method in order to obtain true resistivity 2D cross-section. The layer thickness and the slope of landslide surface the targeted area was calculated base on true resistivity 2D cross-section that synchronized with topographic data. The results showed that the average both depth and angle of the landslide surfaces in Agam regency of West Sumatra were 41 degree and 16.5 meters respectively. The average both depth and angle of the landslide surfaces in Padang were 38 degree and 12.5 meters respectively. The rock that acts as a landslide surfaces is Clay.","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121766618","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Analisis diskriminan merupakan metode statistik untuk menguji perbedaan signifikansi antara dua kelompok yang dalam kasus ini antara berat bayi baru lahir secara normal dan abnormal. Metode fisher merupakan metode yang bertujuan untuk membentuk fungsi diskriminan dengan koefisiennya untuk menghasilkan hasil maksimal antar grup dan variasi grup. Berdasarkan kriteria WHO, berat bayi saat lahir dibagi dua yaitu rendah (≤2500gram) dan normal (≥2500gram). Dalam penelitian ini, hasil yang didapat bahwa fungsi diskriminan yang terbentuk: Berat bayi baru lahir = 0.017 usia ibu + 0.535 jumlah anak + 0.338 + 0.32 aborsi. Persentase determinasi dari fungsi diskriminan ialah 80.0% Discriminant analysis is a statistical method used to test for significant differences between the two groups in this case is normal and abnormal newborns weight. The fisher method is a method that aims to form a discriminant function with its coefficients that produce maximum results between groups and group variations. Based on WHO Criteria, infant weight at birth is divided into two, namely low birth weight (≤2500gram) and normal birth weight (≥2500gram). in the research results obtained that discriminant function that is formed: New Baby Weight Born= 0.017 Mother Age + 0.535 Number of Children+ 0.338 Parity + 0.32 Abortion. Percentage of discriminant function determination is 80.0%.
失范分析是一种统计分析方法,用于确定正常和异常的人口群体的意义。渔夫测量法是一种用于区分不同群体和不同群体的测量法。根据世卫组织的标准,糙米(≤2500 克)和正常糙米(≥2500 克)的糙米粒重不同。在这一过程中,我们发现了一些问题:饵料 = 0.017 usia ibu + 0.535 jumlah anak + 0.338 + 0.32 aborsi。判别分析是一种统计方法,用于检验本例中正常和异常新生儿体重两组之间是否存在显著差异。渔夫法是一种旨在形成判别函数的方法,其系数能在组间和组变间产生最大结果。根据世界卫生组织的标准,婴儿出生体重分为两种,即低出生体重(≤2500 克)和正常出生体重(≥2500 克):新生儿出生体重= 0.017 母亲年龄+ 0.535 子女数+ 0.338 胎次+ 0.32 流产。判别函数确定的百分比为 80.0%。
{"title":"Analisis Diskriminan Pada Pengklasifikasian Berat Bayi Baru Lahir","authors":"Rahmadeni, Olivia Putri Yani","doi":"10.32734/st.v2i2.464","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.464","url":null,"abstract":"Analisis diskriminan merupakan metode statistik untuk menguji perbedaan signifikansi antara dua kelompok yang dalam kasus ini antara berat bayi baru lahir secara normal dan abnormal. Metode fisher merupakan metode yang bertujuan untuk membentuk fungsi diskriminan dengan koefisiennya untuk menghasilkan hasil maksimal antar grup dan variasi grup. Berdasarkan kriteria WHO, berat bayi saat lahir dibagi dua yaitu rendah (≤2500gram) dan normal (≥2500gram). Dalam penelitian ini, hasil yang didapat bahwa fungsi diskriminan yang terbentuk: Berat bayi baru lahir = 0.017 usia ibu + 0.535 jumlah anak + 0.338 + 0.32 aborsi. Persentase determinasi dari fungsi diskriminan ialah 80.0% \u0000 \u0000Discriminant analysis is a statistical method used to test for significant differences between the two groups in this case is normal and abnormal newborns weight. The fisher method is a method that aims to form a discriminant function with its coefficients that produce maximum results between groups and group variations. Based on WHO Criteria, infant weight at birth is divided into two, namely low birth weight (≤2500gram) and normal birth weight (≥2500gram). in the research results obtained that discriminant function that is formed: New Baby Weight Born= 0.017 Mother Age + 0.535 Number of Children+ 0.338 Parity + 0.32 Abortion. Percentage of discriminant function determination is 80.0%.","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"71 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134320645","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Musraini M Musraini M, R. Efendi, Rolan Pane, Endang Lily
Barisan Fibonacci dan Lucas telah digeneralisasi dalam banyak cara, beberapa dengan mempertahankan kondisi awal, dan lainnya dengan mempertahankan relasi rekurensi. Makalah ini menyajikan sebuah generalisasi baru barisan Fibonacci-Lucas yang didefinisikan oleh relasi rekurensi B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2 , B_0=2b,B_1=s dengan b dan s bilangan bulat tak negatif. Selanjutnya, beberapa identitas dihasilkan dan diturunkan menggunakan formula Binet dan metode sederhana lainnya. Juga dibahas beberapa identitas dalam bentuk determinan. The Fibonacci and Lucas sequence has been generalized in many ways, some by preserving the initial conditions, and others by preserving the recurrence relation. In this paper, a new generalization of Fibonacci-Lucas sequence is introduced and defined by the recurrence relation B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2, with , B_0=2b,B_1=s where b and s are non negative integers. Further, some identities are generated and derived by Binet’s formula and other simple methods. Also some determinant identities are discussed.
斐波那契序列和卢卡斯序列已通过多种方式被广义化,有些是通过保留初始条件,有些是通过保留递推关系。本文提出了对斐波那契-卢卡斯序列的新概化,其定义为递推关系 B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2,B_0=2b,B_1=s,其中 b 和 s 均为非负整数。此外,还利用比奈公式和其他简单方法生成和推导了一些等式。还讨论了行列式形式的一些等式。 斐波那契数列和卢卡斯数列已通过多种方式得到推广,其中一些是通过保留初始条件,另一些则是通过保留递推关系。本文引入了斐波那契-卢卡斯序列的新广义,并通过递推关系 B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2 进行定义,其中,B_0=2b,B_1=s,b 和 s 是非负整数。此外,还通过比奈公式和其他简单方法生成和推导了一些等式。此外,还讨论了一些行列式等式。
{"title":"Sebuah Generalisasi Baru Barisan Fibonacci-Lucas","authors":"Musraini M Musraini M, R. Efendi, Rolan Pane, Endang Lily","doi":"10.32734/st.v2i2.478","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.478","url":null,"abstract":"Barisan Fibonacci dan Lucas telah digeneralisasi dalam banyak cara, beberapa dengan mempertahankan kondisi awal, dan lainnya dengan mempertahankan relasi rekurensi. Makalah ini menyajikan sebuah generalisasi baru barisan Fibonacci-Lucas yang didefinisikan oleh relasi rekurensi \u0000B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2 , B_0=2b,B_1=s \u0000dengan b dan s bilangan bulat tak negatif. Selanjutnya, beberapa identitas dihasilkan dan diturunkan menggunakan formula Binet dan metode sederhana lainnya. Juga dibahas beberapa identitas dalam bentuk determinan. \u0000 \u0000The Fibonacci and Lucas sequence has been generalized in many ways, some by preserving the initial conditions, and others by preserving the recurrence relation. In this paper, a new generalization of Fibonacci-Lucas sequence is introduced and defined by the recurrence relation \u0000B_n=B_(n-1)+B_(n-2),n≥2, with , B_0=2b,B_1=s \u0000where b and s are non negative integers. Further, some identities are generated and derived by Binet’s formula and other simple methods. Also some determinant identities are discussed.","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130597113","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Masalah transportasi terjadi ketika tingkat arus masuk kendaraan melebihi laju arus keluar kendaraan di satu tempat. Berbagai faktor mendukung terjadinya masalah kemacetan, salah satunya persimpangan yang padat dan mengakibatkan keterlambatan kendaraan sehingga arus masuk tidak sesuai dengan arus keluar. Pengaturan aliran lalu lintas di persimpangan biasanya menggunakan sinyal lampu lalu lintas yang berfungsi untuk menghentikan aliran lalu lintas ke arah tertentu dan memungkinkan arus dari arah lain pergi. Penulis mengusulkan menggunakan pemrograman stokastik dua tahap untuk menghasilkan model baru dalam penjadwalan rencana waktu sinyal yang efisien untuk meminimalkan penundaan kendaraan yang diharapkan. Transportation problems occur when the level of vehicle inflows exceeds the rate of vehicle outflow in one place. Various factors support the occurrence of congestion problems, one of which intersections are dense and result in vehicle delays so the incoming currents aren’t in accordance with the outflow. Traffic flow arrangements at intersections usually use traffic light signals that serve to stop traffic flow in certain directions and allowing currents from other directions to go. The authors propose using two-stage stochastic programming so as to produce new models in scheduling an efficient signal time plan to minimize expected vehicle delays.
{"title":"Analisis Model Dua-Tahap Pemrograman Stokastik untuk Persimpangan yang Padat","authors":"Risa Wara Elzati, Ihda Hasbiyati","doi":"10.32734/st.v2i2.482","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.482","url":null,"abstract":"Masalah transportasi terjadi ketika tingkat arus masuk kendaraan melebihi laju arus keluar kendaraan di satu tempat. Berbagai faktor mendukung terjadinya masalah kemacetan, salah satunya persimpangan yang padat dan mengakibatkan keterlambatan kendaraan sehingga arus masuk tidak sesuai dengan arus keluar. Pengaturan aliran lalu lintas di persimpangan biasanya menggunakan sinyal lampu lalu lintas yang berfungsi untuk menghentikan aliran lalu lintas ke arah tertentu dan memungkinkan arus dari arah lain pergi. Penulis mengusulkan menggunakan pemrograman stokastik dua tahap untuk menghasilkan model baru dalam penjadwalan rencana waktu sinyal yang efisien untuk meminimalkan penundaan kendaraan yang diharapkan. \u0000 \u0000Transportation problems occur when the level of vehicle inflows exceeds the rate of vehicle outflow in one place. Various factors support the occurrence of congestion problems, one of which intersections are dense and result in vehicle delays so the incoming currents aren’t in accordance with the outflow. Traffic flow arrangements at intersections usually use traffic light signals that serve to stop traffic flow in certain directions and allowing currents from other directions to go. The authors propose using two-stage stochastic programming so as to produce new models in scheduling an efficient signal time plan to minimize expected vehicle delays. \u0000 ","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124440747","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
B. Holiwarni, Erviyenni, Dewi Anggraini, Pratiwi Febrianti
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media berbantukan komputer yang valid, praktis, dan efektif pada mata kuliah ikatan kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (development research). Penelitian dilaksanakan dalam dua tahun dan terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap analisis muka belakang, prototipe, dan implementasi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan siswa, guru, pakar pendidikan kimia dan media pembelajaran, analisis hasil kerja mahasiswa, dan tes. Hasil penelitian tahun pertama menunjukkan bahwa media berbantukan komputer yang dikembangkan pada mata kuliah ikatan kimia telah memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruksi. Media juga memenuhi kriteria praktis, yang mana mahasiswa dapat menggunakannya dalam mata kuliah ikatan kimia, tanpa kendala berarti. This study aims to develop and implement computerized vaids that are practical and effective in chemical bonding courses. The research method used in research development. The study was conducted in two years and consisted of three stages, ie advance analysis phase of prototype dantasi. Research data collected through class observation, interview with student work, and test. First year research result shower that computer-assisted media developed in chemical bonding courses has met the valid criteria of content and construction. The media also meet the practical criteria, which students can use in subject of chemical ties without any significant constraints
{"title":"Pengembangan Media Berbantukan Komputer Pada Mata Kuliah Ikatan Kimia Untuk Meningkatkan Kompetensi Calon Guru","authors":"B. Holiwarni, Erviyenni, Dewi Anggraini, Pratiwi Febrianti","doi":"10.32734/st.v2i2.518","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.518","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media berbantukan komputer yang valid, praktis, dan efektif pada mata kuliah ikatan kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (development research). Penelitian dilaksanakan dalam dua tahun dan terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap analisis muka belakang, prototipe, dan implementasi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan siswa, guru, pakar pendidikan kimia dan media pembelajaran, analisis hasil kerja mahasiswa, dan tes. Hasil penelitian tahun pertama menunjukkan bahwa media berbantukan komputer yang dikembangkan pada mata kuliah ikatan kimia telah memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruksi. Media juga memenuhi kriteria praktis, yang mana mahasiswa dapat menggunakannya dalam mata kuliah ikatan kimia, tanpa kendala berarti. \u0000 \u0000This study aims to develop and implement computerized vaids that are practical and effective in chemical bonding courses. The research method used in research development. The study was conducted in two years and consisted of three stages, ie advance analysis phase of prototype dantasi. Research data collected through class observation, interview with student work, and test. First year research result shower that computer-assisted media developed in chemical bonding courses has met the valid criteria of content and construction. The media also meet the practical criteria, which students can use in subject of chemical ties without any significant constraints","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124352332","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Suharso, Eka Setiososari, Agung Abadi Kiswandono, Buhani, Heri Satria
Pemanfaatan inhibitor alami untuk menghambat pembentukan kerak dari materi anorganik telah menjadi kebutuhan masa kini mengingat banyak inhibitor yang digunakan dalam industry tidak ramah lingkungan dan mahal. Pada penelitian ini, inhibitor alami dipelajari dari produk alami yang diberi nama inhibitor LS. Pengujian inhibitor LS dilakukan dengan metode eksperimen seeded pada suhu 90oC dan konsentrasi larutan CaCO3 0.050 M. Hasil menunjukkan bahwa seiring peningkatan konsentrasi inhibitor, semakin efektif juga kemampuan penghambatan terhadap pembentukan kristal CaCO3 yang diiringi dengan penurunan pH larutan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan inhibitor LS dengan rentang konsentrasi 50-350 ppm dalam larutan CaCO3 0.050 M, mampu menghambat pembentukan kerat CaCO3 dengan persentase 27,78%. The use of green inhibitors to inhibit scale formation of inorganic materials have become a necessity these days considering the many inhibitors are used in the industry are not environmentally friendly and expensive. In this research, it has been investigated the green inhibitors from natural products called LS Inhibitor. Testing of LS inhibitor was performed by seeded experiment method at temperature of 90 ° C and concentration of CaCO3 growth solution of 0.050 M. The results showed that The higher the inhibitor concentration added the greater the effectiveness of the inhibitor in inhibiting the formation of CaCO3 crystals accompanied by the decrease in pH of the solution. It is concluded that the addition of LS inhibitor in the concentration range of 50-350 ppm in CaCO3 crystal growth solution at the concentration of 0.050 M is able to inhibit the scale formation of CaCO3 around 27-278 %.
由于许多非有机材料的非有机材料使用的抑制剂极其恶劣,而且价格昂贵,因此,利用自然抑制剂来抑制无机物质的结壳已经成为今天所需要的。在这项研究中,天然抑制剂是从一种叫做LS的天然产品中学习的。LS抑制剂测试采用的是一种实验方法,即在90oC的温度和0.050米的CaCO3溶液浓度的增加,结果表明,随着抑制剂浓度的增加,抑制晶体形成的抑制能力也在提高,从而降低了溶液的pH值。可以得出结论,在CaCO3 050米溶液中增加50-350 ppm的浓度,可以用277.78%的浓度抑制kerat CaCO3的形成。这些天来,工业中使用的许多抑制剂被认为不是环境友好和过度使用。在这项研究中,它一直在研究一种叫做“抑制”的天然产品的绿色抑制剂。测试的LS抑制剂是performed by seeded实验方法在90°C的温度和双臀of碳酸钙增长solution of 0.050 M .《高results那里那个显示其》《大双臀抑制剂额外抑制剂在编队》inhibiting碳酸钙crystals accompanied by溶液pH decrease in》。050m集中的水晶生长解决方案中增加了50-350 ppm的含量,可以在27- 278%左右感染巷子3的结合性。
{"title":"Aplikasi LS sebagai Green Inhibitor Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (CaCO3)","authors":"Suharso, Eka Setiososari, Agung Abadi Kiswandono, Buhani, Heri Satria","doi":"10.32734/st.v2i2.503","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.503","url":null,"abstract":"Pemanfaatan inhibitor alami untuk menghambat pembentukan kerak dari materi anorganik telah menjadi kebutuhan masa kini mengingat banyak inhibitor yang digunakan dalam industry tidak ramah lingkungan dan mahal. Pada penelitian ini, inhibitor alami dipelajari dari produk alami yang diberi nama inhibitor LS. Pengujian inhibitor LS dilakukan dengan metode eksperimen seeded pada suhu 90oC dan konsentrasi larutan CaCO3 0.050 M. Hasil menunjukkan bahwa seiring peningkatan konsentrasi inhibitor, semakin efektif juga kemampuan penghambatan terhadap pembentukan kristal CaCO3 yang diiringi dengan penurunan pH larutan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan inhibitor LS dengan rentang konsentrasi 50-350 ppm dalam larutan CaCO3 0.050 M, mampu menghambat pembentukan kerat CaCO3 dengan persentase 27,78%. \u0000 \u0000The use of green inhibitors to inhibit scale formation of inorganic materials have become a necessity these days considering the many inhibitors are used in the industry are not environmentally friendly and expensive. In this research, it has been investigated the green inhibitors from natural products called LS Inhibitor. Testing of LS inhibitor was performed by seeded experiment method at temperature of 90 ° C and concentration of CaCO3 growth solution of 0.050 M. The results showed that The higher the inhibitor concentration added the greater the effectiveness of the inhibitor in inhibiting the formation of CaCO3 crystals accompanied by the decrease in pH of the solution. It is concluded that the addition of LS inhibitor in the concentration range of 50-350 ppm in CaCO3 crystal growth solution at the concentration of 0.050 M is able to inhibit the scale formation of CaCO3 around 27-278 %. ","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125091909","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa dan tes hasil belajar matematika dalam bentuk tes harian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelemahan pada siklus II menurun dari kelemahan yang terjadi pada siklus I, artinya telah terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I, sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar matematika siswa meningkat. This study aims to improve the learning process and improve students' mathematics learning outcomes through the implementation of cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) stuctural approach. This research is a classroom action research with two cycles. Data collection is done through observation of teacher and student activity and test of mathematics learning outcomes in the form of daily test. The result of data analysis shows that the weakness in cycle II decreases from the weakness that occurs in cycle I, it means there has been improvement in the learning process. The average of student learning outcomes in cycle II is higher than the average of students 'learning outcomes in cycle I, so it can be said that the students' math achievement increased.
{"title":"Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Pendekatan Struktural Bersama Kepala Bernomor untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Matematika Siswa Kelas VIII/C SMP","authors":"Sakur, Syofnia, Siti Aisyah","doi":"10.32734/st.v2i2.547","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.547","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru dan siswa dan tes hasil belajar matematika dalam bentuk tes harian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelemahan pada siklus II menurun dari kelemahan yang terjadi pada siklus I, artinya telah terjadi peningkatan dalam proses pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I, sehingga dapat dikatakan bahwa prestasi belajar matematika siswa meningkat. \u0000 \u0000This study aims to improve the learning process and improve students' mathematics learning outcomes through the implementation of cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) stuctural approach. This research is a classroom action research with two cycles. Data collection is done through observation of teacher and student activity and test of mathematics learning outcomes in the form of daily test. The result of data analysis shows that the weakness in cycle II decreases from the weakness that occurs in cycle I, it means there has been improvement in the learning process. The average of student learning outcomes in cycle II is higher than the average of students 'learning outcomes in cycle I, so it can be said that the students' math achievement increased.","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"177 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130002832","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
A. Halim, Ismul Huda, Tarmizi, Mustafa, Ibnu Khaldun
Penerapan ICT dalam pembelajaran sains, khususnya pembelajaran fisika, tidak dapat dihindari baik berbentuk media berbasis android atau berbasis online (web). Ilmu fisika berisi konsep-konsep yang bersifat konkrit dan banyak juga bersifat abstrak, sehingga siswa memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memahaminya. Dengan bantuan modul e-learning siswa dengan mudah dapat menemukan konsep abstrak menjadi riil dan pengulangan penjelasan dapat dilakukan dimana saja atau tidak tergantung pada waktu dan tempat. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara ringkas dan jelas metode atau teknik yang lazim digunakan untuk mengembangkan modul e-learning dalam pembelajaran fisika. Pembahasan bersifat kajian teoritis dari beberapa literatur yang terkait langsung dengan pengembangan modul e-learning dalam pembelajaran sains, khususnya pembelajaran fisika. Klasifikasi kajian pengembangan modul e-learning dalam makalah ini didasarkan pada model ADDIE. Hasil kajian teoritis menunjukkan bahwa pengembangan modul e-learning diawali dengan tahap Analisis (analisis kebutuhan akan modul), Desain (dalam bentuk self-learning), Development (sesuai masukan atau saran dari pakar), Implementasi (pada jenjang pendidikan yang sesuai), dan Evaluasi (kelayakan dan tanggapan dari pemakai). Berdasarkan hasil kajian teoritis dapat disarankan kepada semua staf pengajar fisika di perguruan tinggi untuk menyiapkan materi perkuliahan dalam bentuk e-learning. Berdasarkan semua tahapan pengembangan modul e-learning yang agak sukar dilakukan adalah pengembangan evaluasi berbasis web (e-learning). Implementation of ICT in science learning, especially physics learning, cannot be avoided from using of ICT either in the form of android based media or online based (web). Physics contains concrete concepts and many are also abstract, so students need deep thinking to understand them. With the help of e-learning module students can easily find the abstract concept into real and repetition of annotations can be done anywhere or not depending on the time and place. In this paper will be explained in a concise and clear method or technique commonly used to develop e-learning module in physics learning. The discussion is a theoretical study of several literatures that are directly related to the development of e-learning modules in science learning, especially physics learning. The classification of the study of e-learning module development in this paper is based on the ADDIE model. The result of the theoretical study shows that the development of e-learning module begins with the analysis phase (module requirement analysis), Design (in the form of self-learning), Development (according to expert input or suggestion), Implementation (at appropriate education level), and Evaluation (feasibility and responses from the user). Based on the results of theoretical studies can be recommended to all physics faculty in college to prepare lecture materials in the form of e-learning. Based on all stages of e
{"title":"Penerapan Model ADDIE pada Pengembangan Modul E-Learning dalam Pembelajaran Fisika","authors":"A. Halim, Ismul Huda, Tarmizi, Mustafa, Ibnu Khaldun","doi":"10.32734/st.v2i2.513","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.513","url":null,"abstract":"Penerapan ICT dalam pembelajaran sains, khususnya pembelajaran fisika, tidak dapat dihindari baik berbentuk media berbasis android atau berbasis online (web). Ilmu fisika berisi konsep-konsep yang bersifat konkrit dan banyak juga bersifat abstrak, sehingga siswa memerlukan pemikiran yang mendalam untuk memahaminya. Dengan bantuan modul e-learning siswa dengan mudah dapat menemukan konsep abstrak menjadi riil dan pengulangan penjelasan dapat dilakukan dimana saja atau tidak tergantung pada waktu dan tempat. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara ringkas dan jelas metode atau teknik yang lazim digunakan untuk mengembangkan modul e-learning dalam pembelajaran fisika. Pembahasan bersifat kajian teoritis dari beberapa literatur yang terkait langsung dengan pengembangan modul e-learning dalam pembelajaran sains, khususnya pembelajaran fisika. Klasifikasi kajian pengembangan modul e-learning dalam makalah ini didasarkan pada model ADDIE. Hasil kajian teoritis menunjukkan bahwa pengembangan modul e-learning diawali dengan tahap Analisis (analisis kebutuhan akan modul), Desain (dalam bentuk self-learning), Development (sesuai masukan atau saran dari pakar), Implementasi (pada jenjang pendidikan yang sesuai), dan Evaluasi (kelayakan dan tanggapan dari pemakai). Berdasarkan hasil kajian teoritis dapat disarankan kepada semua staf pengajar fisika di perguruan tinggi untuk menyiapkan materi perkuliahan dalam bentuk e-learning. Berdasarkan semua tahapan pengembangan modul e-learning yang agak sukar dilakukan adalah pengembangan evaluasi berbasis web (e-learning). \u0000 \u0000Implementation of ICT in science learning, especially physics learning, cannot be avoided from using of ICT either in the form of android based media or online based (web). Physics contains concrete concepts and many are also abstract, so students need deep thinking to understand them. With the help of e-learning module students can easily find the abstract concept into real and repetition of annotations can be done anywhere or not depending on the time and place. In this paper will be explained in a concise and clear method or technique commonly used to develop e-learning module in physics learning. The discussion is a theoretical study of several literatures that are directly related to the development of e-learning modules in science learning, especially physics learning. The classification of the study of e-learning module development in this paper is based on the ADDIE model. The result of the theoretical study shows that the development of e-learning module begins with the analysis phase (module requirement analysis), Design (in the form of self-learning), Development (according to expert input or suggestion), Implementation (at appropriate education level), and Evaluation (feasibility and responses from the user). Based on the results of theoretical studies can be recommended to all physics faculty in college to prepare lecture materials in the form of e-learning. Based on all stages of e","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123900513","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Lectora Inspire pada mata pelajaran ilmu kimia untuk kelas tujuh SMP. Desain Penelitian dan Pengembangan dengan model Plomp digunakan dalam penelitian ini. Ini terdiri dari empat fase; penyelidikan awal, desain, realisasi dan konstruksi, dan validasi, pengujian dan revisi. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Objek penelitian ini adalah media pembelajaran Lectora Inspire. Data dikumpulkan dengan memvalidasi media pembelajaran berbasis Lectora Inspire ke tiga validator (ahli media dan ahli materi pelajaran) dan uji coba terbatas untuk guru dan siswa di SMP Negeri 4 dan SMP Babussalam Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata validator adalah 98,31% dan skor uji coba terbatas berdasarkan tanggapan kuesioner guru dan skor rata-rata siswa masing-masing 99,48% dan 96,67%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Lectora Inspire pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. This study aims to develop Lectora Inspire based learning media on chemical science subjects for the seventh grade of Junior High School. Research and Development design with Plomp model was used in this study. It’s consists of four phases; initial investigation, design, realization and construction, and validation, test and revision. The study was conducted at Faculty of Teacher Training and Education University of Riau. The object for this study is Lectora Inspire learning media. Data were collected by validating Lectora Inspire-based learning media to the three validator (media expert and subject matter experts) and limited trials for teachers and students at State Junior High School 4 and Babussalam Junior High School Pekanbaru. The results showed average score of validator is 98.31% and score of limited trial based on questionnaire responses of teachers and students average score are 99.48% and 96.67% respectively. The results of this study indicated that Lectora Inspire based learning media on chemical science subject for the seventh grade of Junior High School were valid and can be used as a learning media.
{"title":"Media Pembelajaran Berbasis Lectora Inspire pada Mata Pelajaran IPA Kimia untuk Kelas VII SMP/MTs","authors":"Herdini, Roza Linda, Nur Shafiani","doi":"10.32734/st.v2i2.527","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.527","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Lectora Inspire pada mata pelajaran ilmu kimia untuk kelas tujuh SMP. Desain Penelitian dan Pengembangan dengan model Plomp digunakan dalam penelitian ini. Ini terdiri dari empat fase; penyelidikan awal, desain, realisasi dan konstruksi, dan validasi, pengujian dan revisi. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Objek penelitian ini adalah media pembelajaran Lectora Inspire. Data dikumpulkan dengan memvalidasi media pembelajaran berbasis Lectora Inspire ke tiga validator (ahli media dan ahli materi pelajaran) dan uji coba terbatas untuk guru dan siswa di SMP Negeri 4 dan SMP Babussalam Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata validator adalah 98,31% dan skor uji coba terbatas berdasarkan tanggapan kuesioner guru dan skor rata-rata siswa masing-masing 99,48% dan 96,67%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Lectora Inspire pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. \u0000 \u0000This study aims to develop Lectora Inspire based learning media on chemical science subjects for the seventh grade of Junior High School. Research and Development design with Plomp model was used in this study. It’s consists of four phases; initial investigation, design, realization and construction, and validation, test and revision. The study was conducted at Faculty of Teacher Training and Education University of Riau. The object for this study is Lectora Inspire learning media. Data were collected by validating Lectora Inspire-based learning media to the three validator (media expert and subject matter experts) and limited trials for teachers and students at State Junior High School 4 and Babussalam Junior High School Pekanbaru. The results showed average score of validator is 98.31% and score of limited trial based on questionnaire responses of teachers and students average score are 99.48% and 96.67% respectively. The results of this study indicated that Lectora Inspire based learning media on chemical science subject for the seventh grade of Junior High School were valid and can be used as a learning media.","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123834591","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan kegiatan belajar siswa pendidikan fisika dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan metode blended learning. Metode blended learning diterapkan dengan mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online ke dalam sintaks pembelajaran PBM (langkah). Bentuk pembelajaran tatap muka dilakukan di dalam kelas, sedangkan bentuk pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas internet dan forum diskusi kelas online. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Studi ini akan direncanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, melakukan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 fisika yang mengambil mata pelajaran biologi dasar dan dosen mata kuliah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes berpikir kritis dan lembar observasi. Data hasil tes dilakukan dengan menghitung persentase berpikir kritis dan menentukan kriteria. Data kegiatan belajar yang diamati juga dihitung menggunakan rentang nilai yang muncul dan menentukan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I adalah 52,12% (cukup kritis), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 63,27% (kritis). Kegiatan mengajar dosen pada siklus I dan siklus II adalah sama yaitu 36 (kategori baik). Aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 35 (kategori baik) dan pada siklus II yaitu 34 (kategori baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran berbasis pembelajaran (PBM) menggunakan metode blended learning dapat meningkatkan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa pendidikan jasmani dalam mata pelajaran biologi dasar. This study aims to improve students' critical thinking skills and learning activities of physics education students by applying problem-based learning model (PBM) with blended learning method. The blended learning method is applied by integrating face-to-face learning with online learning into the PBM learning syntax (step). Form of face-to-face learning is done in the classroom, while the form of online learning is done by utilizing internet facilities and online class discussion forums. The type of research is classroom action research (PTK) with quantitative descriptive research method. This study will be planned in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, doing, observation, and reflection. The subjects of this research are physics semester 1 students who take basic biology subject and lecturer of course subject. Instruments used to collect data are critical thinking test sheets and observation sheets. The test result data is done by calculating the percentage of critical thinking and determining the criteria. The observed data of learning activity is also calculated using the range of values that appear an
{"title":"Penerapan Pbm Menggunakan Metode Blended Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Aktivitas Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika pada Matakuliah Biologi Dasar","authors":"R. Anggraini, T. Solfitri","doi":"10.32734/st.v2i2.557","DOIUrl":"https://doi.org/10.32734/st.v2i2.557","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan kegiatan belajar siswa pendidikan fisika dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan metode blended learning. Metode blended learning diterapkan dengan mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online ke dalam sintaks pembelajaran PBM (langkah). Bentuk pembelajaran tatap muka dilakukan di dalam kelas, sedangkan bentuk pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas internet dan forum diskusi kelas online. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Studi ini akan direncanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, melakukan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 fisika yang mengambil mata pelajaran biologi dasar dan dosen mata kuliah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes berpikir kritis dan lembar observasi. Data hasil tes dilakukan dengan menghitung persentase berpikir kritis dan menentukan kriteria. Data kegiatan belajar yang diamati juga dihitung menggunakan rentang nilai yang muncul dan menentukan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I adalah 52,12% (cukup kritis), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 63,27% (kritis). Kegiatan mengajar dosen pada siklus I dan siklus II adalah sama yaitu 36 (kategori baik). Aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 35 (kategori baik) dan pada siklus II yaitu 34 (kategori baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran berbasis pembelajaran (PBM) menggunakan metode blended learning dapat meningkatkan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswa pendidikan jasmani dalam mata pelajaran biologi dasar. \u0000 \u0000This study aims to improve students' critical thinking skills and learning activities of physics education students by applying problem-based learning model (PBM) with blended learning method. The blended learning method is applied by integrating face-to-face learning with online learning into the PBM learning syntax (step). Form of face-to-face learning is done in the classroom, while the form of online learning is done by utilizing internet facilities and online class discussion forums. The type of research is classroom action research (PTK) with quantitative descriptive research method. This study will be planned in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, doing, observation, and reflection. The subjects of this research are physics semester 1 students who take basic biology subject and lecturer of course subject. Instruments used to collect data are critical thinking test sheets and observation sheets. The test result data is done by calculating the percentage of critical thinking and determining the criteria. The observed data of learning activity is also calculated using the range of values that appear an","PeriodicalId":117967,"journal":{"name":"Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122435209","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}