Strategi merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa. Dalam meningkatkan kemampuan siswa tidak lepas dari ketetapan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat. Membaca Alquran merupakan salah satu sub mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memiliki karakteristik sebagai mata pelajaran yang tidak lepas dari membaca Alquran. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian untuk mengetahui strategi apa yang digunakan para guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran Siswa.Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung (2) Untuk mengetahui efektif tidaknya penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa. (3) Untuk Mengetahui Faktor pendorong dan menghambat penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, peneliti menggunakan data primer untuk mendapatkan informasi secara langsung dari guru PAI. Sedangkan data sekunder untuk pelengkap dan memperkuat hasil data dan informasi yang didapat. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan melalui wawancara dengan guru PAI mengenai masalah yang diteliti serta melakukan pengamatan langsung terhadap strategi Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa di SMPN 1 Baleendah ialah menggunakan standarisasi kurikulum yang diberikan pemerintah dan juga menggunakan strategi kontrol yang didalamnya terdapat pembiasaan membaca Alquran mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Adapun dalam penerapan strategi kontrol ini jika dilihat dari segi ketercapaian memang kurang efektif akan tetapi dari perkembangan jauh lebih efektif. Adapun faktor pendukung dari penerapan strategi ini ialah faktor ekstenal (orang tua) dan Internal (sekolah). Sedangkan faktor pemghambat yaitu kurangnya keinginan dari diri siswa, kurangnya dukungan dan motivasi dari orangtua, serta keterbatasan waktu yang ada.
{"title":"Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa Smpn 1 Baleendah","authors":"Sadiah Jan, Siti Nurjanah Hadiati","doi":"10.54801/ijed.v2i2.211","DOIUrl":"https://doi.org/10.54801/ijed.v2i2.211","url":null,"abstract":"Strategi merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa. Dalam meningkatkan kemampuan siswa tidak lepas dari ketetapan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat. Membaca Alquran merupakan salah satu sub mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memiliki karakteristik sebagai mata pelajaran yang tidak lepas dari membaca Alquran. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian untuk mengetahui strategi apa yang digunakan para guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran Siswa.Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung (2) Untuk mengetahui efektif tidaknya penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa. (3) Untuk Mengetahui Faktor pendorong dan menghambat penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, peneliti menggunakan data primer untuk mendapatkan informasi secara langsung dari guru PAI. Sedangkan data sekunder untuk pelengkap dan memperkuat hasil data dan informasi yang didapat. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan melalui wawancara dengan guru PAI mengenai masalah yang diteliti serta melakukan pengamatan langsung terhadap strategi Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa di SMPN 1 Baleendah ialah menggunakan standarisasi kurikulum yang diberikan pemerintah dan juga menggunakan strategi kontrol yang didalamnya terdapat pembiasaan membaca Alquran mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Adapun dalam penerapan strategi kontrol ini jika dilihat dari segi ketercapaian memang kurang efektif akan tetapi dari perkembangan jauh lebih efektif. Adapun faktor pendukung dari penerapan strategi ini ialah faktor ekstenal (orang tua) dan Internal (sekolah). Sedangkan faktor pemghambat yaitu kurangnya keinginan dari diri siswa, kurangnya dukungan dan motivasi dari orangtua, serta keterbatasan waktu yang ada.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135083016","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sekolah memiliki peran penting untuk dapat meminimalisir serta menanggulangi kenakalan remaja dengan meningkatkan dan memperkuat karakter disiplin peserta didik, melalui pembiasaan dan penerapan budaya beragama yang dilakukan di sekolah. Tujuan menjadikan peserta didik yang mempunyai kepribadian baik dengan menerapkan kedisiplinan. Maka dari itu, Pentingnya disiplin karena beberapa alasan, yaitu karena kesadaran diri, sehingga siswa berhasil dalam belajarnya. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah menjadi kurang kondusif seperti peserta didik yang datang terlambat, aturan bahkan memberikan sanksi ketika peserta didik tidak disiplin. Sekolah dapat membiasakan norma-norma, nilai-nilai kehidupan dengan menerapkan kedisiplinan. Disiplin merupakan jalan bagi peserta didik dalam meraih kesuksesan dan berguna bagi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik melalui: 1) Desain implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung 2) Implementasi budaya keagamaan dalan mendisiplinkan peserta didik kelas 3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik, 4) Hasil implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya suatu perubahan perilaku peserta didik setelah menerapkan budaya religius,
{"title":"Implementasi Budaya Religius Dalam Mendisiplinkan Peserta Didik SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung","authors":"Cici Nurpujianti, None Mukhlishah, Iim Ibrohim, None Muhtadin, None Hernawati","doi":"10.54801/ijed.v2i2.209","DOIUrl":"https://doi.org/10.54801/ijed.v2i2.209","url":null,"abstract":"Sekolah memiliki peran penting untuk dapat meminimalisir serta menanggulangi kenakalan remaja dengan meningkatkan dan memperkuat karakter disiplin peserta didik, melalui pembiasaan dan penerapan budaya beragama yang dilakukan di sekolah. Tujuan menjadikan peserta didik yang mempunyai kepribadian baik dengan menerapkan kedisiplinan. Maka dari itu, Pentingnya disiplin karena beberapa alasan, yaitu karena kesadaran diri, sehingga siswa berhasil dalam belajarnya. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah menjadi kurang kondusif seperti peserta didik yang datang terlambat, aturan bahkan memberikan sanksi ketika peserta didik tidak disiplin. Sekolah dapat membiasakan norma-norma, nilai-nilai kehidupan dengan menerapkan kedisiplinan. Disiplin merupakan jalan bagi peserta didik dalam meraih kesuksesan dan berguna bagi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik melalui: 1) Desain implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung 2) Implementasi budaya keagamaan dalan mendisiplinkan peserta didik kelas 3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik, 4) Hasil implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya suatu perubahan perilaku peserta didik setelah menerapkan budaya religius,","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082878","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pada hakikatnya tujuan pembelajaran adalah perubahan sikap siswa, baik perubahan perilaku pada bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun pada abad ke 21 ditandai munculnya problem seperti perubahan sosial, teknologi, dan budaya yang signifikan, yang mempengaruhi cara orang hidup, berinteraksi, dan pengetahuan. Dalam merespon problematika tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan salah satunya kurikulum merdeka belajar. Kurikulum tersebut memiliki tujuan pembelajaran yaitu memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Selain itu membangun pribadi peserta didik yang memiliki prilaku baik, menekankan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kehidupan nyata. Dalam hal ini, masalah etika dan moral dapat dibahas lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang dihadapi dalam pendidikan agama Islam dalam merespon perkembangan abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Dalam hasil penelitian ini menyimpulkan adanya problematika yang harus dihadapi pada abad 21 ini yakni kemorosotan moral menjadi tantangan untuk menyusun kurikulum yang relevan, pemanfaataan teknologi terhadap PAI yang masih kurang, dan pandangan bahwa agama adalah formalitas yang mana berdampak pada pembelajaran agama Islam yang dianggap mudah tanpa perlu mendalami keilmuannya berdampak kurangnya sikap toleran pada peserta didik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan upaya kontribusi dalam pengembangan kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam, serta promosi pemahaman inklusif dan toleran dalam konteks yang semakin global dan multikultural
{"title":"Problematika Pendidikan Agama Islam dan Upaya Merespon Perkembangan Abad 21","authors":"Rosedah Sa’datul Marwah","doi":"10.54801/ijed.v2i2.195","DOIUrl":"https://doi.org/10.54801/ijed.v2i2.195","url":null,"abstract":"Pada hakikatnya tujuan pembelajaran adalah perubahan sikap siswa, baik perubahan perilaku pada bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun pada abad ke 21 ditandai munculnya problem seperti perubahan sosial, teknologi, dan budaya yang signifikan, yang mempengaruhi cara orang hidup, berinteraksi, dan pengetahuan. Dalam merespon problematika tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan salah satunya kurikulum merdeka belajar. Kurikulum tersebut memiliki tujuan pembelajaran yaitu memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Selain itu membangun pribadi peserta didik yang memiliki prilaku baik, menekankan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kehidupan nyata. Dalam hal ini, masalah etika dan moral dapat dibahas lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang dihadapi dalam pendidikan agama Islam dalam merespon perkembangan abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis data sekunder. Dalam hasil penelitian ini menyimpulkan adanya problematika yang harus dihadapi pada abad 21 ini yakni kemorosotan moral menjadi tantangan untuk menyusun kurikulum yang relevan, pemanfaataan teknologi terhadap PAI yang masih kurang, dan pandangan bahwa agama adalah formalitas yang mana berdampak pada pembelajaran agama Islam yang dianggap mudah tanpa perlu mendalami keilmuannya berdampak kurangnya sikap toleran pada peserta didik. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan upaya kontribusi dalam pengembangan kurikulum, penggunaan teknologi dalam pendidikan agama Islam, serta promosi pemahaman inklusif dan toleran dalam konteks yang semakin global dan multikultural","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082876","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk diteliti dan dikaji, karena paling banyak diamati sekaligus hal yang sedikit bisa dipahami. Yang menjadi masalah yaitu dinamika itu ke arah lebih baik atau malah mengalami kemunduran. Untuk mengatasi adanya kemunduran dibutuhkan upaya-upaya untuk mengantisipasinya, yaitu dengan adanya pendidikan kepemimpinan sejak dini. Fokus penelitian ini adalah latihan Hizbul Wathon dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui Latihan PBB, Tali-temali, Semafhore, Sandi morse dan Penjelajahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon Di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 2) Mengetahui jiwa kepemimpinan siswa pada anggota Hizbul Wathon di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesimpulan Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung mencakup . a) Latihan PBB (pelaturan baris berbaris), b) Latihan tali-temali, c) Latihan semafhore d) latihan sandi morse, e) Latihan penjelajahan. 2) Jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung nampak baik. Hal tersebut dibentuk melalui pelaksanakan pelatihan PBB (pelaturan baris berbaris), Latihan tali temali, Latihan semafhore, Latihan sandi morse, dan Latihan penjelajahan. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung cukup baik. Hal tersebut ditunjukan dengan didapatkanya siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung yang setelah mengikuti pelatihan Hizbul Wathon lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu, pelaksanaan pelatihan di sekolah dan luar sekolah lebih baik serta lebih menaati peraturan sekolah yang ada.
{"title":"Peran Ekstrakulikuler Hizbul Wathon Pada Jiwa Kepemimpinan Siswa SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung","authors":"Imasdewi Kaniawati, None Hendarriyadi, Sitti Chadidjah, Iim Ibrohim, Hernawati Hernawati","doi":"10.54801/ijed.v2i2.210","DOIUrl":"https://doi.org/10.54801/ijed.v2i2.210","url":null,"abstract":"Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk diteliti dan dikaji, karena paling banyak diamati sekaligus hal yang sedikit bisa dipahami. Yang menjadi masalah yaitu dinamika itu ke arah lebih baik atau malah mengalami kemunduran. Untuk mengatasi adanya kemunduran dibutuhkan upaya-upaya untuk mengantisipasinya, yaitu dengan adanya pendidikan kepemimpinan sejak dini. Fokus penelitian ini adalah latihan Hizbul Wathon dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui Latihan PBB, Tali-temali, Semafhore, Sandi morse dan Penjelajahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon Di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 2) Mengetahui jiwa kepemimpinan siswa pada anggota Hizbul Wathon di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesimpulan Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung mencakup . a) Latihan PBB (pelaturan baris berbaris), b) Latihan tali-temali, c) Latihan semafhore d) latihan sandi morse, e) Latihan penjelajahan. 2) Jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung nampak baik. Hal tersebut dibentuk melalui pelaksanakan pelatihan PBB (pelaturan baris berbaris), Latihan tali temali, Latihan semafhore, Latihan sandi morse, dan Latihan penjelajahan. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung cukup baik. Hal tersebut ditunjukan dengan didapatkanya siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung yang setelah mengikuti pelatihan Hizbul Wathon lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu, pelaksanaan pelatihan di sekolah dan luar sekolah lebih baik serta lebih menaati peraturan sekolah yang ada.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082748","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kesehatan merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam kehidupan manusia. Karena dengan kondisi sehat, manusia bisa beraktifitas dengan nyaman dan berbuat banyak kebaikan. Sementara manusia adalah makhluk yang kompleks yang terdiri atas unsur fisik, psikis, sosial dan spiritual. Jenis penelitian ini adalah kajian kepustakaan yaitu penelitian yang menitikberatkan pada kajian-kajian literature dengan cara menganalisis kandungan dari literatur-literatur yang ada dan terkait dengan penelitian ini, baik dari sumber primer maupun sekunder. Peneliti membatasi konsep sabar sebagai terapi untuk mencapai atau mewujudkan mental yang sehat, karena mental yang sehat merupakan kunci utama bagi setiap individu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Maka salah satu sarana untuk memperoleh mental yang sehat itu adalah dengan senantiasa melatih dan meningkatkan kesabaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan perilaku sabar dalam menjalankan kehidupan akan melahirkan pribadi yang bermental sehat. Pribadi yang bermental sehat akan tergambar dalam sikap dan tindakannya sehari-sehari, seperti mampu mengendalikan diri dengan baik, menerima kenyataan hidup, berfikir tenang dan hati-hati, teguh pendirian dan tidak mudah putus asa, mampu bersikap tenang dan tidak teruru-buru, mudah memaafkan, bersikap ikhlas dan mampu mengendalikan emosi.
{"title":"Menjaga Kesehatan Mental Dengan Kesabaran Dalam Perspektif Agama Islam","authors":"Inka Mariana","doi":"10.58569/jies.v2i1.649","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.649","url":null,"abstract":"Kesehatan merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam kehidupan manusia. Karena dengan kondisi sehat, manusia bisa beraktifitas dengan nyaman dan berbuat banyak kebaikan. Sementara manusia adalah makhluk yang kompleks yang terdiri atas unsur fisik, psikis, sosial dan spiritual. Jenis penelitian ini adalah kajian kepustakaan yaitu penelitian yang menitikberatkan pada kajian-kajian literature dengan cara menganalisis kandungan dari literatur-literatur yang ada dan terkait dengan penelitian ini, baik dari sumber primer maupun sekunder. Peneliti membatasi konsep sabar sebagai terapi untuk mencapai atau mewujudkan mental yang sehat, karena mental yang sehat merupakan kunci utama bagi setiap individu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Maka salah satu sarana untuk memperoleh mental yang sehat itu adalah dengan senantiasa melatih dan meningkatkan kesabaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan perilaku sabar dalam menjalankan kehidupan akan melahirkan pribadi yang bermental sehat. Pribadi yang bermental sehat akan tergambar dalam sikap dan tindakannya sehari-sehari, seperti mampu mengendalikan diri dengan baik, menerima kenyataan hidup, berfikir tenang dan hati-hati, teguh pendirian dan tidak mudah putus asa, mampu bersikap tenang dan tidak teruru-buru, mudah memaafkan, bersikap ikhlas dan mampu mengendalikan emosi.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024448","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode Smart game dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi kewajiban zakat dan macam-macam zakat melalui metode Smart game pada siswa kelas VI SDIT Insan Mulia Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data.Analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan peningkatan motivasi dan pencapaian nilai hasil belajar tiap siklus dengan ditandai peningkatan Kriteria Ketuntasan Klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode smart game dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dengan peningkatan hasil pengamatan pra siklus (39,76%), siklus I (68%), Siklus II (79%), Siklus III (84%). Peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas pra siklus (64,23) kategori cukup, menjadi (76,50) pada siklus I kategori baik dan pada siklus II sebesar (84,23) kategori baik dan pada siklus III menjadi (87,17).
{"title":"Penerapan Metode Smart Game Dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdit Insan Mulia Jakarta","authors":"None Ita Rosita","doi":"10.58569/jies.v2i1.717","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.717","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode Smart game dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi kewajiban zakat dan macam-macam zakat melalui metode Smart game pada siswa kelas VI SDIT Insan Mulia Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data.Analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan peningkatan motivasi dan pencapaian nilai hasil belajar tiap siklus dengan ditandai peningkatan Kriteria Ketuntasan Klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode smart game dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Peningkatan motivasi belajar ditunjukkan dengan peningkatan hasil pengamatan pra siklus (39,76%), siklus I (68%), Siklus II (79%), Siklus III (84%). Peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas pra siklus (64,23) kategori cukup, menjadi (76,50) pada siklus I kategori baik dan pada siklus II sebesar (84,23) kategori baik dan pada siklus III menjadi (87,17).","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"365 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024604","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan, serta cara pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satunya meningkatkan spritualitas peserta didik. Untuk dapat mencapai tujuan Pendidikan maka perlu dilakukan proses pengembangan Kurikulum PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontruksi pengembangan kurikulum PAI dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik di SMP Sulaaimaniyayah Cianjur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah pendidik dan peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: Konstruksi pengembangan kurikulum SMP Sulaimaaniyyah adalah dengan memperbanyak kegiatan keagamaan, seperti Shalat wajib dan shalat Sunnah berjamaah, Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), Pembiasaan salam,sapa Senyum, dan Istigosah. Dampak pengembangan kurikulum PAI dalam meningkatkan spiritualitas siswa sangat positif, membawa banyak dampak positif bagi peningkatan spiritualitas siswa, dapat dilihat dari berbagai hal berikut; 1) Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan, peserta didik semakin faham akan nilai-nilai agama dan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Peserta didik memiliki sikap dan perilaku yang baik, peserta didik menunjukkan semangat dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap sopan santun dan beradab, siswa menunjukkan sebuah hubungan sosial yang baik. 3) Peserta didik semakin rajin menjalankan ibadah, ditunjukkan dengan kesadaran peserta didik terhadap kewajiban-kewajiban mereka sebagai seorang hamba yang harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larannya, segera bersiap melakukan ibadah ketika mengetahui waktunya tiba.
伊斯兰宗教教育课程(PAI)是一套关于学习目的、内容、材料和方式的计划和安排,用于指导以达到教育目的的学习活动安排。一个可以增强学习者的灵性。为了实现教育目标,必须采用PAI课程发展过程。本研究旨在描述PAI的课程发展计划,以提高学生灵性水平。这种研究是一种描述性质的研究。研究对象是教育家和学习者。该研究于2023年6月进行。所使用的数据收集技术包括观察、采访和记录。数据是通过米勒斯和胡伯曼模型的数据还原、数据显示和取样来分析的。通过源和工程三角测量和验证数据的有效性。研究结果表明:苏拉马尼亚中学课程发展的发展是通过增加宗教活动,如义务祈祷和祈祷Sunnah shumaah, eve Bina信仰和Taqwa (MABIT),祈祷、微笑和Istigosah。PAI的课程发展对提高学生的灵性的影响是非常积极的,它对学生灵性的增加产生了很多积极的影响,可以从以下各种观点来判断:1)增加信仰和纪律,学习者更能理解宗教价值观,并能够在日常生活中实践。2)学习者有良好的态度和行为,学习者在学习中表现出热情,学生表现出礼貌和文明,学生表现出良好的社会关系。3)学习者变得更加勤奋地从事敬拜,在这种情况下,学习者意识到他们作为仆人的职责必须遵守神的诫命,并避免被禁止,并在适当的时候立即准备敬拜。
{"title":"Pengembangan Kurikulum PAI Dalam Meningkatkan Spiritualitas Peserta Didik Di SMP Sulaaimaniyyah Cianjur","authors":"Hanna Septia Melinda","doi":"10.58569/jies.v2i1.674","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.674","url":null,"abstract":"Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan, serta cara pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satunya meningkatkan spritualitas peserta didik. Untuk dapat mencapai tujuan Pendidikan maka perlu dilakukan proses pengembangan Kurikulum PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontruksi pengembangan kurikulum PAI dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik di SMP Sulaaimaniyayah Cianjur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah pendidik dan peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: Konstruksi pengembangan kurikulum SMP Sulaimaaniyyah adalah dengan memperbanyak kegiatan keagamaan, seperti Shalat wajib dan shalat Sunnah berjamaah, Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), Pembiasaan salam,sapa Senyum, dan Istigosah. Dampak pengembangan kurikulum PAI dalam meningkatkan spiritualitas siswa sangat positif, membawa banyak dampak positif bagi peningkatan spiritualitas siswa, dapat dilihat dari berbagai hal berikut; 1) Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan, peserta didik semakin faham akan nilai-nilai agama dan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Peserta didik memiliki sikap dan perilaku yang baik, peserta didik menunjukkan semangat dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap sopan santun dan beradab, siswa menunjukkan sebuah hubungan sosial yang baik. 3) Peserta didik semakin rajin menjalankan ibadah, ditunjukkan dengan kesadaran peserta didik terhadap kewajiban-kewajiban mereka sebagai seorang hamba yang harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larannya, segera bersiap melakukan ibadah ketika mengetahui waktunya tiba.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024454","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang tepat, benar, valid serta dapat dipercaya dan diandalkan tentang Pengaruh Lingkungan Sekolah Ramah Anak Terhadap Kedisiplinan Siswa DI SMAN 107 Jakarta Timur. Seberapa besar pengaruh diantara keduanya terbilang cukup atau sedang serta faktor-faktor yang mempengaruhi.
Penelitian ini menggunakan metode “deskriptif analitik korealsional” adapun objek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPS 2, X IPS 3 SMAN 107 Jakarta Timur, yang berjumlah 590 siswa. teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes sebanyak 118 responden. Dilengkapi juga teknik obeservasi, dan wawancara. Sedangkan dalam menganalisis data menggunakan Product Moment dari Karl Pearson.
Hasil penelitian yaitu jika dilihat dari segi uji koefisien product moment menghasilkan rxy atau ro sebesar 0,511 hal ini menunjukkan bahwa ro lebih besar dari pada rt pada taraf signifikan 5% = 0,174 dan lebih kecil dari pada rt pada taraf signifikan 1% = 0,228. Membandingkan besarnya “rxy” dengan “rt” seperti yang diketahui rxy yang peneliti peroleh adalah 0,511 sedangkan rt masing-masing 0,174 dan 0,228. Dengan demikian ternyata bahwa rxy ≥ rt pada taraf signifikan 5% dan rxy ≤ rt pada taraf signifikan 1%. Dalam hal ini berarti terdapat Pengaruh Lingkungan Sekolah Ramah Anak Terhadap Kedisiplinan Siswa pengaruhnya cukup. Korelasi tersebut adalah kedisiplinan sangat diperlukan dalam Lingkungan Sekolah Ramah Anak .
Kata Kunci : Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Kedisiplinan Siswa
This study aims to obtain precise, correct, valid and reliable and reliable data about the Influence of a Child-Friendly School Environment on Student Discipline at SMAN 107 East Jakarta. How much influence between the two is sufficient or moderate and the factors that influence it.
This study used the "descriptive analytic koreanal" method while the objects of research were students of class X IPA 1, X IPA 2 and X IPS 2, X IPS 3 at SMAN 107 East Jakarta, totaling 590 students. data collection techniques using questionnaires and tests of 118 respondents. Also equipped with observation techniques, and interviews. Meanwhile, in analyzing the data using Product Moment from Karl Pearson.
The results of the study are that when viewed in terms of the product moment coefficient test it produces rxy or ro of 0.511. This shows that ro is greater than rt at a significant level of 5% = 0.174 and smaller than rt at a significant level of 1% = 0.228. Comparing the magnitude of "rxy" with "rt", as is known, the rxy that the researchers obtained was 0.511 while the rt was 0.174 and 0.228, respectively. Thus it turns out that rxy ≥ rt at a significant level of 5% and rxy ≤ rt at a significant level of 1%. In this case, it means that there is an Influence of the Child-Friendly School Environment on Student Discipline, the effect is sufficient. This correlation is that discipline is very much needed in a Child Friendly Sc
{"title":"Pengaruh Lingkungan Sekolah Ramah Anak Terhadap Kedisiplinan Siswa","authors":"None Muhamad Soleh","doi":"10.58569/jies.v2i1.683","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.683","url":null,"abstract":"Abstrak
 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang tepat, benar, valid serta dapat dipercaya dan diandalkan tentang Pengaruh Lingkungan Sekolah Ramah Anak Terhadap Kedisiplinan Siswa DI SMAN 107 Jakarta Timur. Seberapa besar pengaruh diantara keduanya terbilang cukup atau sedang serta faktor-faktor yang mempengaruhi.
 Penelitian ini menggunakan metode “deskriptif analitik korealsional” adapun objek penelitian adalah siswa kelas X IPA 1, X IPA 2 dan X IPS 2, X IPS 3 SMAN 107 Jakarta Timur, yang berjumlah 590 siswa. teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes sebanyak 118 responden. Dilengkapi juga teknik obeservasi, dan wawancara. Sedangkan dalam menganalisis data menggunakan Product Moment dari Karl Pearson. 
 Hasil penelitian yaitu jika dilihat dari segi uji koefisien product moment menghasilkan rxy atau ro sebesar 0,511 hal ini menunjukkan bahwa ro lebih besar dari pada rt pada taraf signifikan 5% = 0,174 dan lebih kecil dari pada rt pada taraf signifikan 1% = 0,228. Membandingkan besarnya “rxy” dengan “rt” seperti yang diketahui rxy yang peneliti peroleh adalah 0,511 sedangkan rt masing-masing 0,174 dan 0,228. Dengan demikian ternyata bahwa rxy ≥ rt pada taraf signifikan 5% dan rxy ≤ rt pada taraf signifikan 1%. Dalam hal ini berarti terdapat Pengaruh Lingkungan Sekolah Ramah Anak Terhadap Kedisiplinan Siswa pengaruhnya cukup. Korelasi tersebut adalah kedisiplinan sangat diperlukan dalam Lingkungan Sekolah Ramah Anak .
 Kata Kunci : Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Kedisiplinan Siswa
 
 This study aims to obtain precise, correct, valid and reliable and reliable data about the Influence of a Child-Friendly School Environment on Student Discipline at SMAN 107 East Jakarta. How much influence between the two is sufficient or moderate and the factors that influence it.
 This study used the \"descriptive analytic koreanal\" method while the objects of research were students of class X IPA 1, X IPA 2 and X IPS 2, X IPS 3 at SMAN 107 East Jakarta, totaling 590 students. data collection techniques using questionnaires and tests of 118 respondents. Also equipped with observation techniques, and interviews. Meanwhile, in analyzing the data using Product Moment from Karl Pearson.
 The results of the study are that when viewed in terms of the product moment coefficient test it produces rxy or ro of 0.511. This shows that ro is greater than rt at a significant level of 5% = 0.174 and smaller than rt at a significant level of 1% = 0.228. Comparing the magnitude of \"rxy\" with \"rt\", as is known, the rxy that the researchers obtained was 0.511 while the rt was 0.174 and 0.228, respectively. Thus it turns out that rxy ≥ rt at a significant level of 5% and rxy ≤ rt at a significant level of 1%. In this case, it means that there is an Influence of the Child-Friendly School Environment on Student Discipline, the effect is sufficient. This correlation is that discipline is very much needed in a Child Friendly Sc","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024456","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The purpose of this article is to describe the effectiveness of online learning. Qualitative research is research that is detailed, in-depth, descriptive and produces data from interviews with people observed. These qualitative research methods, such as in-depth interviews, are used to understand the behavior of subjects or subjects. Due to the online nature of this research, interviews were conducted in the form of online interviews using the WhatsApp application. The primary data source is grade VI B students of SDN 1 Lemahtamba, Panguragan, Cirebon Regency totaling 31 people, while the secondary data source is library materials, books, and journals related to this study. The results of a survey of a large number of students showed that as many as 21 students thought they supported online learning. The rest are not supportive because their home environment is not yet supportive. From the discussion above, it can be said that online Indonesian learning is very effective. This can be seen from the achievement of the goal of language learning, namely improving Indonesian language skills.
本文的目的是描述在线学习的有效性。定性研究是一种详细的、深入的、描述性的研究,它通过对观察到的人的采访产生数据。这些定性研究方法,如深度访谈,是用来了解被试或被试的行为。由于本研究的在线性质,访谈以使用WhatsApp应用程序的在线访谈形式进行。主要数据来源是SDN 1 Lemahtamba, Panguragan, Cirebon Regency的六年级B级学生共计31人,次要数据来源是与本研究相关的图书馆资料、书籍和期刊。一项针对大量学生的调查结果显示,多达21名学生认为他们支持在线学习。其余的人不支持,因为他们的家庭环境还不支持。从上面的讨论可以看出,在线学习印尼语是非常有效的。这可以从语言学习目标的实现中看出,即提高印尼语的语言技能。
{"title":"Efisiensi Pembelajaran Kelas Model Daring","authors":"None Agus riyanto, None Supiharti","doi":"10.58569/jies.v2i1.724","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.724","url":null,"abstract":"The purpose of this article is to describe the effectiveness of online learning. Qualitative research is research that is detailed, in-depth, descriptive and produces data from interviews with people observed. These qualitative research methods, such as in-depth interviews, are used to understand the behavior of subjects or subjects. Due to the online nature of this research, interviews were conducted in the form of online interviews using the WhatsApp application. The primary data source is grade VI B students of SDN 1 Lemahtamba, Panguragan, Cirebon Regency totaling 31 people, while the secondary data source is library materials, books, and journals related to this study. The results of a survey of a large number of students showed that as many as 21 students thought they supported online learning. The rest are not supportive because their home environment is not yet supportive. From the discussion above, it can be said that online Indonesian learning is very effective. This can be seen from the achievement of the goal of language learning, namely improving Indonesian language skills.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024606","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini mengulas kompleksitas interaksi antara Islam, radikalisme, dan demokrasi dalam konteks masyarakat kontemporer. Melalui analisis literatur ilmiah terbaru, penelitian ini mengidentifikasi dampak dinamika ini terhadap aspek sosial, politik, dan agama. Penelitian menyoroti perlunya keseimbangan antara identitas keagamaan dan partisipasi demokratis serta menggali potensi kerjasama di antara elemen-elemen ini. Studi kasus Indonesia memberikan pandangan khusus tentang cara mengelola hubungan yang kompleks ini. Rekomendasi ditawarkan untuk memperkuat harmoni antara Islam, radikalisme, dan demokrasi melalui pendekatan inklusif. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang potensi koeksistensi dan kolaborasi dalam masyarakat modern, memberikan sumbangan untuk pemahaman tentang tantangan dan peluang dalam dinamika kontemporer.
{"title":"Eksplorasi Dinamika Islam, Radikalisme, Dan Demokrasi Dalam Masyarakat Kontemporer","authors":"Rijal Arham","doi":"10.58569/jies.v2i1.716","DOIUrl":"https://doi.org/10.58569/jies.v2i1.716","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengulas kompleksitas interaksi antara Islam, radikalisme, dan demokrasi dalam konteks masyarakat kontemporer. Melalui analisis literatur ilmiah terbaru, penelitian ini mengidentifikasi dampak dinamika ini terhadap aspek sosial, politik, dan agama. Penelitian menyoroti perlunya keseimbangan antara identitas keagamaan dan partisipasi demokratis serta menggali potensi kerjasama di antara elemen-elemen ini. Studi kasus Indonesia memberikan pandangan khusus tentang cara mengelola hubungan yang kompleks ini. Rekomendasi ditawarkan untuk memperkuat harmoni antara Islam, radikalisme, dan demokrasi melalui pendekatan inklusif. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang potensi koeksistensi dan kolaborasi dalam masyarakat modern, memberikan sumbangan untuk pemahaman tentang tantangan dan peluang dalam dinamika kontemporer.","PeriodicalId":31455,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Islamic Education Studies","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136024605","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}