Pub Date : 2022-07-13DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.368
Darsiah Darsiah, D. Puspita, H. Habibah
Sekolah/madrasah jika memiliki mutu yang baik pasti memenuhi Indikator Mutu (Indikator Standar Nasional Pendidikan) yaitu, standar pengelolaan, standar kompetisi kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan stantar pendidik dan tenaga kependidikan. Didalam manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah kedelapan indikator tersebut sangat diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang difokuskan kepada faktor pendukung, faktor penghambat, serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu yang ada di SMP N 4 Merangin. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, faktor pendukung dalam manajmen berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin meliputi sarana-prasarana, fasilitas guru, siswa siswi SMP N 4 Merangin, dan alokasi dana. Faktor penghambat manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin salah satunya yaitu kurangnya dana yang tersedia karena hanya mengandalkan dan mengelola dana dari BOS, serta pembelajaran daring sehingga guru tidak muncul sebagai tauladan. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin yaitu, kepala sekolah menerapkan literasi yang dimana literasi tersebut dimulai dari 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin telah terlaksana dengan baik, seperti halnya guru-guru yang mengajar guru yang telah banyak berpengalaman, sarana dan prasarana yang dimiliki telah memadai serta output yang dihasilkan bagus, banyak siswa siswi SMP N 4 Merangin dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya ke sekolah-sekolah favorit, selain itu banyak prestasi yang diraih oleh siswa-siswi SMP N 4 Merangin baik dibidang akademik dan non akademik.
拥有良好品质的学校/学院必须满足质量指标,即管理标准、毕业竞争标准、内容标准、过程标准、评估标准、教育教育和就业标准。在基于八所学校的改进管理中,这一指标得到了极大的重视。本研究的目标是确定以学校为基础的改进管理的实施,重点是支持因素、抑制因素,以及在改进中学四年级的质量方面所做的努力。根据所做的研究,基于SMP N - 4 Merangin学校的支持因素包括基础设施、教师设施、初中学生培训和资金分配。smpn1 - jmuangin学校的改进管理障碍因素之一是缺乏资金,因为资金依赖和管理来自boss的资金,以及在线学习,这样教师就不会出现在tauladan身上。在SMP N 4 Merangin学校的校内抑制因子改进的改进管理方面,校长实施了一项扫盲,这项扫盲开始于课程开始前15分钟。改进在初中校本管理N 4的时候已经实现得很好,就像老师教了很多有经验的老师,拥有了足够的基础设施和工具产生的好学生,许多学校的学生输出N 4时候可以继续到下一个阶梯的最爱,此外学校所取得的许多成就N 4时候好初中学生在学术和非学术领域。
{"title":"MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH SMPN 4 MERANGIN","authors":"Darsiah Darsiah, D. Puspita, H. Habibah","doi":"10.47783/literasiologi.v8i2.368","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i2.368","url":null,"abstract":"Sekolah/madrasah jika memiliki mutu yang baik pasti memenuhi Indikator Mutu (Indikator Standar Nasional Pendidikan) yaitu, standar pengelolaan, standar kompetisi kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan stantar pendidik dan tenaga kependidikan. Didalam manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah kedelapan indikator tersebut sangat diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang difokuskan kepada faktor pendukung, faktor penghambat, serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu yang ada di SMP N 4 Merangin. \u0000Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, faktor pendukung dalam manajmen berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin meliputi sarana-prasarana, fasilitas guru, siswa siswi SMP N 4 Merangin, dan alokasi dana. Faktor penghambat manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin salah satunya yaitu kurangnya dana yang tersedia karena hanya mengandalkan dan mengelola dana dari BOS, serta pembelajaran daring sehingga guru tidak muncul sebagai tauladan. \u0000Upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin yaitu, kepala sekolah menerapkan literasi yang dimana literasi tersebut dimulai dari 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah di SMP N 4 Merangin telah terlaksana dengan baik, seperti halnya guru-guru yang mengajar guru yang telah banyak berpengalaman, sarana dan prasarana yang dimiliki telah memadai serta output yang dihasilkan bagus, banyak siswa siswi SMP N 4 Merangin dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya ke sekolah-sekolah favorit, selain itu banyak prestasi yang diraih oleh siswa-siswi SMP N 4 Merangin baik dibidang akademik dan non akademik.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115627458","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-13DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.367
S. Marwah
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok A1 di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro Melalui media boneka tangan. Untuk mengetahui kendala apa saja yang muncul dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak menggunakan media boneka tangan. Untuk mengetahui bagaimana hasil yang didapat setelah menggunakan media boneka tangan di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. Prosedur penelitian ini dimulai dengan observasi kemudian dilanjutkan dengan perencanaan desain 2 siklus, Siklus I dan Siklus II. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. Subjek penelitian ini adalah guru sebagai pendidik siswa di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini telah dicantumkan dalam RPPH. Guru belum sepenuhnya menerapkan teori pembelajaran menggunakan media boneka tangan. Keterbatasan yang didapat pada saat penelitian ini diantaranya guru yang masih jarang menerapkan model pembelajaran menggunakan media boneka tangan. Selain itu juga warna dan bentuk boneka tangan yang diminati oleh siswa tidak sesuai dengan keinginannya. Namun upaya guru dalam menerapkan media pembelajaran menggunakan boneka tangan harus tetap dilaksanakan karena memanfaatkan alat permainan edukatif seperti boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan anak untuk berbicara.
{"title":"UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MEDIA BONEKA TANGAN PADA ANAK DI TK KHALIFAH KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI","authors":"S. Marwah","doi":"10.47783/literasiologi.v8i2.367","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i2.367","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok A1 di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro Melalui media boneka tangan. Untuk mengetahui kendala apa saja yang muncul dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak menggunakan media boneka tangan. Untuk mengetahui bagaimana hasil yang didapat setelah menggunakan media boneka tangan di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. \u0000Prosedur penelitian ini dimulai dengan observasi kemudian dilanjutkan dengan perencanaan desain 2 siklus, Siklus I dan Siklus II. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. Subjek penelitian ini adalah guru sebagai pendidik siswa di TK Khalifah Desa Pulau Mentaro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini telah dicantumkan dalam RPPH. Guru belum sepenuhnya menerapkan teori pembelajaran menggunakan media boneka tangan. \u0000Keterbatasan yang didapat pada saat penelitian ini diantaranya guru yang masih jarang menerapkan model pembelajaran menggunakan media boneka tangan. Selain itu juga warna dan bentuk boneka tangan yang diminati oleh siswa tidak sesuai dengan keinginannya. Namun upaya guru dalam menerapkan media pembelajaran menggunakan boneka tangan harus tetap dilaksanakan karena memanfaatkan alat permainan edukatif seperti boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan anak untuk berbicara.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131260734","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-13DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.366
R. Ariyani, Nur Anisyah, Darni Darni
As professionals, lecturers must be able to use and utilize media to support the learning process. Through the use of learning media, the presentation of the material becomes easier. Various types of learning media that can be used, one of which is a blog media. Apart from being free and not acknowledging space and time, blogs are a very efficient communication medium so that lecturers and students can interact such as asking questions, discussing and so on. In addition, blog-based learning media are also more flexible, lecture materials can be presented in attractive forms such as videos, pictures, and also PPT. Blog-based learning media is not only beneficial for students but also for the lecturers themselves. The blog is proof of his professionalism. Through blogs, lecturers can also indirectly improve their quality to be more creative, hone lecturers' skills in literacy, and can add insight.
{"title":"PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG BAGI MAHASISWA","authors":"R. Ariyani, Nur Anisyah, Darni Darni","doi":"10.47783/literasiologi.v8i2.366","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i2.366","url":null,"abstract":"As professionals, lecturers must be able to use and utilize media to support the learning process. Through the use of learning media, the presentation of the material becomes easier. Various types of learning media that can be used, one of which is a blog media. Apart from being free and not acknowledging space and time, blogs are a very efficient communication medium so that lecturers and students can interact such as asking questions, discussing and so on. In addition, blog-based learning media are also more flexible, lecture materials can be presented in attractive forms such as videos, pictures, and also PPT. Blog-based learning media is not only beneficial for students but also for the lecturers themselves. The blog is proof of his professionalism. Through blogs, lecturers can also indirectly improve their quality to be more creative, hone lecturers' skills in literacy, and can add insight.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130091537","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-21DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.360
Alven Putra
The household of the Prophet is an example that needs to be imitated by every moslem. How he always tries to be just and wise as a husband in dealing with daily domestic problems. This paper aims to look at the household problems faced by the Prophet Muhammad SAW and his method in solving these problems, by referring to the traditions of the Prophet SAW (hadith). This research is a descriptive-qualitative with reference to library resources, both in the form of the Prophet's sirah and traditions, taken from primary hadith compilation, books, scientific journals and other relevant library sources. Domestic turmoil is common in every household, even with the Messenger of God. Starting from jealousy between wives, prosecution of material rights, to the accusations of adultery that befell Sayyidah 'Aisyah and Mariah Al-Qibtiyyah. As any other husband, there were so many household problems faced by the Prophet, yet he managed to find the best solution based on the conditions and situations. To resolve these problems, the Prophet confronted them with the method of smiling, teasing, reminding, and being patient, but also firm and did not hesitate to separate his wife for a while.
{"title":"Problematika Rumah Tangga Rasulullah dan Metode Penyelesaiannya dalam Hadis","authors":"Alven Putra","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.360","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.360","url":null,"abstract":"\u0000The household of the Prophet is an example that needs to be imitated by every moslem. How he always tries to be just and wise as a husband in dealing with daily domestic problems. This paper aims to look at the household problems faced by the Prophet Muhammad SAW and his method in solving these problems, by referring to the traditions of the Prophet SAW (hadith). This research is a descriptive-qualitative with reference to library resources, both in the form of the Prophet's sirah and traditions, taken from primary hadith compilation, books, scientific journals and other relevant library sources. Domestic turmoil is common in every household, even with the Messenger of God. Starting from jealousy between wives, prosecution of material rights, to the accusations of adultery that befell Sayyidah 'Aisyah and Mariah Al-Qibtiyyah. As any other husband, there were so many household problems faced by the Prophet, yet he managed to find the best solution based on the conditions and situations. To resolve these problems, the Prophet confronted them with the method of smiling, teasing, reminding, and being patient, but also firm and did not hesitate to separate his wife for a while.\u0000","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"225 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121959557","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-10DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.356
Murniyanto Murniyanto
Penelitian ini berlatar belakang dari guru yang dinilai sangat penting dalam perkembangan anak dan dunia pendidikan. Segala hal yang dilakukan guru adalah contoh bagi anak-anak oleh sebab itulah guru dalam melaksanakan pembelajaran perlu dengan lebih efektif seperti menggunakan konsep trilogy Ki Hadjar Dewantara, dimana di konsep ini memuat tiga hal yaitu : Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen trilogi pendidikan Ki Hadjar dewantara di kelas III serta kendala-kendala dalam penerapan tersebut di SDN 1 Desa Embacang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dimana menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode penelian ini purposive sampling. Hasil dari penelitian Penerapannya seperti guru memberikan contoh sikap sopan santun serta perilaku baik dilingkungan sekolah dan di luar sekolah. Hanya saja kendala penerapan ini dikarenakan kurangnya timbal balik dari anak. Kendala Pertama masalah ekonomi keluarga,kedua pengaruh teman sebaya,ketiga kurang perhatian orang tua
{"title":"PENERAPAN MANAJEMEN TRILOGI PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN ANAK DI SDN 01 DESA EMBACANG","authors":"Murniyanto Murniyanto","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.356","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.356","url":null,"abstract":"Penelitian ini berlatar belakang dari guru yang dinilai sangat penting dalam perkembangan anak dan dunia pendidikan. Segala hal yang dilakukan guru adalah contoh bagi anak-anak oleh sebab itulah guru dalam melaksanakan pembelajaran perlu dengan lebih efektif seperti menggunakan konsep trilogy Ki Hadjar Dewantara, dimana di konsep ini memuat tiga hal yaitu : Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. \u0000Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen trilogi pendidikan Ki Hadjar dewantara di kelas III serta kendala-kendala dalam penerapan tersebut di SDN 1 Desa Embacang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dimana menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode penelian ini purposive sampling. Hasil dari penelitian Penerapannya seperti guru memberikan contoh sikap sopan santun serta perilaku baik dilingkungan sekolah dan di luar sekolah. Hanya saja kendala penerapan ini dikarenakan kurangnya timbal balik dari anak. Kendala Pertama masalah ekonomi keluarga,kedua pengaruh teman sebaya,ketiga kurang perhatian orang tua","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"158 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123342564","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-09DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.355
Sumarto Sumarto, Emmi Kholilah Harahap
Moderasi Beragama tidak hanya untuk agama Islam, tetapi semua agama harus melakukan moderasi beragama, karena pesan – pesan dalam moderasi beragama bersifat umum dan bisa dijalankan semua agama. Ada beberapa indicator dalam moderasi beragama sesuai dengan Buku Moderasi Beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI diantaranya adalah komitmen kebangsaan, bersikap toleransi, anti terhadap kekerasan dan ramah terhadap budaya dan relegi local, seperti halnya yang diterapkan masyarakat ummat hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung, Muratara, Sumatera Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan penelitia adalah kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan setiap kegiatan moderasi beragama yang dilakukan masyarakat Hindu seperti kegiatan keagamaan upacara Ngaben, Upaca Melasti dan kegiatan keagamaan lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung menerapkan indicator – indicator moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan dan bersikap toleran dengan ummat Islam dan ummat Kristen yang ada disana, walaupu masyarakat Hindu menjadi dominan, tetap saling menghormati dan menghargai setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan ummat Islam dan ummat Kristen.
{"title":"Moderasi Beragama Ummat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara Sumatera Selatan","authors":"Sumarto Sumarto, Emmi Kholilah Harahap","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.355","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.355","url":null,"abstract":"Moderasi Beragama tidak hanya untuk agama Islam, tetapi semua agama harus melakukan moderasi beragama, karena pesan – pesan dalam moderasi beragama bersifat umum dan bisa dijalankan semua agama. Ada beberapa indicator dalam moderasi beragama sesuai dengan Buku Moderasi Beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI diantaranya adalah komitmen kebangsaan, bersikap toleransi, anti terhadap kekerasan dan ramah terhadap budaya dan relegi local, seperti halnya yang diterapkan masyarakat ummat hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung, Muratara, Sumatera Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan penelitia adalah kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan setiap kegiatan moderasi beragama yang dilakukan masyarakat Hindu seperti kegiatan keagamaan upacara Ngaben, Upaca Melasti dan kegiatan keagamaan lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung menerapkan indicator – indicator moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan dan bersikap toleran dengan ummat Islam dan ummat Kristen yang ada disana, walaupu masyarakat Hindu menjadi dominan, tetap saling menghormati dan menghargai setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan ummat Islam dan ummat Kristen.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"253 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115419641","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-09DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.350
Liska Evawani
Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustakan secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar disekolah, perpustakaan madrasah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Perpustakaan mempunyai beberapa fungsi, yaitu diantaranya fungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi rekreasi, fungsi riset dan penelitian. Perpustakaan memiliki manfaat untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana. Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan beberapa keterampilan seperti keterampilan mengumpulkan informasi, keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, keterampilan menggunakan informasi.
{"title":"PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI MADRASAH","authors":"Liska Evawani","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.350","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.350","url":null,"abstract":"Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustakan secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan. Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar disekolah, perpustakaan madrasah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas siswa serta meningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Perpustakaan mempunyai beberapa fungsi, yaitu diantaranya fungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi rekreasi, fungsi riset dan penelitian. Perpustakaan memiliki manfaat untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sistematis, secara langsung ataupun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana. Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan beberapa keterampilan seperti keterampilan mengumpulkan informasi, keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, keterampilan menggunakan informasi.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123487814","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-09DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.349
Irwan Saleh Dalimunthe
Islam bukanlah ajaran agama yang statis, akan tetapi ajaran yang dapat berkembang dengan kemampuan akal pikiran setiap muslim untuk menempatkannya sebagai rahmat bukan sebagai penghambat kemajuan dan dinamika sosial. Islam selalu dinamis dengan dokma yang mampu merangkum serta memberi solusi dalam setiap historitas manusia tanpa kehilangan identitas. Islam akan dapat memberi solusi disetiap problema dan benturan hidup manusia. Tentu dengan sarat jangan ada orang atau ilmuan yang ngotot paling benar dan memiliki pandangan bahwa mereka yang memiliki perbedaan adalah sesat. Manusia hanya mampu berargumentasi dan mesti arif menarik sintesis mempedomani yang paling muktabar. Inilah sesungguhnya watak muslim sejati, dan ini yang diharapkan oleh banyak ilmuan yang berjiwa demokratis. Beda pemahaman adalah sebuah khazanah yang memperkaya makna agama itu sendiri yang selalu ditelaah tanpa henti, sepanjang manusia itu punya keperdulian. Tulisan ini menguraikan tentang peluang Epistemologi Irfani yakni pemanfaatan hati-nurani dalam membentuk sikap inklusivisme untuk mewujudkan kedamaian dan keakaraban berdampingan baik sesama muslim secara internal maupun antar masyarakat dengan wajah pluralitasnya khususnya di Indonesia.
{"title":"PENDEKATAN IRFANI DALAM MENUMBUHKAN SIKAP INKLUSIVISME BERAGAMA dan BERKEHIDUPAN SOSIAL (Sebuah Jalan Menuju Harmonisasi Bermasyarakat di Indonesia)","authors":"Irwan Saleh Dalimunthe","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.349","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.349","url":null,"abstract":"Islam bukanlah ajaran agama yang statis, akan tetapi ajaran yang dapat berkembang dengan kemampuan akal pikiran setiap muslim untuk menempatkannya sebagai rahmat bukan sebagai penghambat kemajuan dan dinamika sosial. Islam selalu dinamis dengan dokma yang mampu merangkum serta memberi solusi dalam setiap historitas manusia tanpa kehilangan identitas. Islam akan dapat memberi solusi disetiap problema dan benturan hidup manusia. Tentu dengan sarat jangan ada orang atau ilmuan yang ngotot paling benar dan memiliki pandangan bahwa mereka yang memiliki perbedaan adalah sesat. Manusia hanya mampu berargumentasi dan mesti arif menarik sintesis mempedomani yang paling muktabar. Inilah sesungguhnya watak muslim sejati, dan ini yang diharapkan oleh banyak ilmuan yang berjiwa demokratis. Beda pemahaman adalah sebuah khazanah yang memperkaya makna agama itu sendiri yang selalu ditelaah tanpa henti, sepanjang manusia itu punya keperdulian. Tulisan ini menguraikan tentang peluang Epistemologi Irfani yakni pemanfaatan hati-nurani dalam membentuk sikap inklusivisme untuk mewujudkan kedamaian dan keakaraban berdampingan baik sesama muslim secara internal maupun antar masyarakat dengan wajah pluralitasnya khususnya di Indonesia.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128765195","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-09DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.354
Suparno Suparno, Idi Warsah, Alfauzan Amin
Peningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin, menunjukkan bahwa: (1) Penyebab menurunnya motivasi belajar santri pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin ialah: (a) Kurang kreatifnya guru dalam memberikan rangsangan belajar. (b) Penerapan sanksi yang terlalu keras. (c) Program pesantren yang menjenuhkan. (2) Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Tidak bosan-bosan memberikan nasehat. (b) Menegakkan kedisiplinan. (c) Memantau kegiatan-kegiatan santri. (d) Membuat program istimewa pada setiap Romadhon. (3) Kendala-kendala yang dihadapi oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Watak sebagian santri yang memang susah diatur. (b) Kekurangan finansial. (c) Orang tua santri yang cepat emosi. (d) Keterbatasan wawasan guru. (4) Program-program yang disiapkan kedepan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Akan meningkatkan program pelayanan terhadap santri. (b) Akan mengadakan studi banding ke pesantren-pesantren yang lebih maju. (c) Akan mendatangkan guru-guru yang lebih kompetitif. (d) Akan memberikan reward kepada santri yang berprestasi.
{"title":"PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SANTRI PADA PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN MANDIANGIN","authors":"Suparno Suparno, Idi Warsah, Alfauzan Amin","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.354","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.354","url":null,"abstract":"Peningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin, menunjukkan bahwa: (1) Penyebab menurunnya motivasi belajar santri pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin ialah: (a) Kurang kreatifnya guru dalam memberikan rangsangan belajar. (b) Penerapan sanksi yang terlalu keras. (c) Program pesantren yang menjenuhkan. (2) Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Tidak bosan-bosan memberikan nasehat. (b) Menegakkan kedisiplinan. (c) Memantau kegiatan-kegiatan santri. (d) Membuat program istimewa pada setiap Romadhon. (3) Kendala-kendala yang dihadapi oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Watak sebagian santri yang memang susah diatur. (b) Kekurangan finansial. (c) Orang tua santri yang cepat emosi. (d) Keterbatasan wawasan guru. (4) Program-program yang disiapkan kedepan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Akan meningkatkan program pelayanan terhadap santri. (b) Akan mengadakan studi banding ke pesantren-pesantren yang lebih maju. (c) Akan mendatangkan guru-guru yang lebih kompetitif. (d) Akan memberikan reward kepada santri yang berprestasi.","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123750070","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-04-09DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.351
N. Nurhayati
Laboratorium merupakan salah satu alat yang digunakan untuk praktek pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam pembelajaran diharapkan siswa tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami materi dengan baik. Pengetahuan tentang teori yang bersifat ilmiah dapat dibuktikan dengan melakukan beberapa percobaan di laboratorium. Dengan adanya laboratorium, siswa akan lebih memahami materi dengan melakukan karya ilmiah. Dengan demikian siswa akan memiliki pegangan yang baik pada langkah karya ilmiah dan pengetahuan mereka akan bertahan lebih lama. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Tugas pendidik yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Harapannya agar peserta didik memiliki kompetensi melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan sikap/attitude, pengetahuan/knowledge, keterampilan/skill. Kualitas yang harus terealisasikan antara lain kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban danmartabat bangsa
{"title":"LABORATORIUM SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KERJA ILMIAH","authors":"N. Nurhayati","doi":"10.47783/literasiologi.v8i1.351","DOIUrl":"https://doi.org/10.47783/literasiologi.v8i1.351","url":null,"abstract":"Laboratorium merupakan salah satu alat yang digunakan untuk praktek pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam pembelajaran diharapkan siswa tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami materi dengan baik. Pengetahuan tentang teori yang bersifat ilmiah dapat dibuktikan dengan melakukan beberapa percobaan di laboratorium. Dengan adanya laboratorium, siswa akan lebih memahami materi dengan melakukan karya ilmiah. Dengan demikian siswa akan memiliki pegangan yang baik pada langkah karya ilmiah dan pengetahuan mereka akan bertahan lebih lama. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Tugas pendidik yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Harapannya agar peserta didik memiliki kompetensi melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan sikap/attitude, pengetahuan/knowledge, keterampilan/skill. Kualitas yang harus terealisasikan antara lain kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban danmartabat bangsa","PeriodicalId":315099,"journal":{"name":"Jurnal Literasiologi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129451354","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}