Musculoskeletal Disorders (MSDs) telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius yang dihadapi pekerja di berbagai industri dan pekerjaan, dan tidak hanya berdampak pada individu saja tetapi juga substansial beban ekonomi. MSDs telah diakui sebagai salah satu cedera akibat kerja yang paling umum, dan perawat di bidang pelayanan medis yang telah diidentifikasi sebagai kelompok berisiko tinggi untuk cedera tersebut. Apabila melihat persentase pekerja yang bekerja di rumah sakit, maka didapati bahwa 48% pekerja merupakan perawat sehingga apabila perawat terkena MSDs maka kinerja pelayanan, aktivitas, kualitas kerja perawat akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat.Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan MSDs pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengakses database online dengan kata kunci “Musculoskeletal Disorder, Faktor Risiko, dan Perawat”. Selanjutnya, 5.730 diperoleh dari Google Scholar , 280 jurnal diperoleh dari PubMed.Gov, dan 243 jurnal diperoleh dari Elsevier dengan total 6.253 jurnal. Kemudian dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dalam proses screening maka diperoleh 18 jurnal yang memenuhi kriteria. Maka, berdasarkan dari jurnal yang telah terpilih diperoleh hasil mengenai faktor risiko dari MSDs adalah postur janggal, jam kerja, masa kerja, riwayat kesehatan, umur, aktivitas fisik/olahraga, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan psikososial. Perlu dilakukan pengendalian untuk menurunkan kejadian MSDs pada perawat seperti berolahraga dengan cukup dan melakukan peregangan ketika bekerja.
{"title":"FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PERAWAT : LITERATURE REVIEW","authors":"Wenta Chris Omega Manik, Fatma Lestari","doi":"10.31004/jkt.v4i2.15734","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15734","url":null,"abstract":"Musculoskeletal Disorders (MSDs) telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius yang dihadapi pekerja di berbagai industri dan pekerjaan, dan tidak hanya berdampak pada individu saja tetapi juga substansial beban ekonomi. MSDs telah diakui sebagai salah satu cedera akibat kerja yang paling umum, dan perawat di bidang pelayanan medis yang telah diidentifikasi sebagai kelompok berisiko tinggi untuk cedera tersebut. Apabila melihat persentase pekerja yang bekerja di rumah sakit, maka didapati bahwa 48% pekerja merupakan perawat sehingga apabila perawat terkena MSDs maka kinerja pelayanan, aktivitas, kualitas kerja perawat akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat.Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan MSDs pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengakses database online dengan kata kunci “Musculoskeletal Disorder, Faktor Risiko, dan Perawat”. Selanjutnya, 5.730 diperoleh dari Google Scholar , 280 jurnal diperoleh dari PubMed.Gov, dan 243 jurnal diperoleh dari Elsevier dengan total 6.253 jurnal. Kemudian dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dalam proses screening maka diperoleh 18 jurnal yang memenuhi kriteria. Maka, berdasarkan dari jurnal yang telah terpilih diperoleh hasil mengenai faktor risiko dari MSDs adalah postur janggal, jam kerja, masa kerja, riwayat kesehatan, umur, aktivitas fisik/olahraga, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan psikososial. Perlu dilakukan pengendalian untuk menurunkan kejadian MSDs pada perawat seperti berolahraga dengan cukup dan melakukan peregangan ketika bekerja.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"145 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132276972","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi teknologi guna mendukung integrasi sistem informasi dalam manajemen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efisien, efektif dan aman sesuai kebutuhan masyarakat. Implementasi RME tidak semudah membalikkan telapak tangan, penelitian di negara-negara yang sudah menerapkan RME menyebutkan penerapan RME menghadapi tantangan dari organisasi maupun pengguna. Studi literatur ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan profesional kesehatan terhadap keberhasilan implementasi RME sehingga bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam menerapkan dan mengembangkan RME di kemudian hari. Pencarian artikel dilakukan melalui database Scopus, Sciencedirect, Proquest dan GoogleScholar. Dari kata kunci dan boolean operator yang digunakan diperoleh sebanyak 173 artikel, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian eligibilitas didapatkan 12 artikel yang sesuai. Hal utama yang terindentifikasi adalah persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berkaitan dengan penerimaan individu yang bisa dipengaruhi oleh variabel eksternal yaitu karakteristik individu dan faktor organisasi. Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis profesi, masa kerja, serta departemen/unit kerja tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunaan dalam menentukan keberhasilan implementasi. Dukungan organisasi berupa pelatihan dan simulasi yang tepat sasaran, serta kebijakan dan standar prosedur yang jelas berpangaruh terhadap persepsi pengguna dalam menerima dan menerapkan RME dipekerjaannya sehari-hari. Penting bagi rumah sakit untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan implementasi RME, salah satunya adalah faktor pengguna yang menjadi kunci keberhasilan penerapan rekam medis elektronik karena berkaitan dengan mengubah kebiasaan, dibutuhkan pemikiran terbuka untuk mau menerima dan beradaptasi dengan perubahan budaya kerja.
{"title":"HUBUNGAN PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK ; TINJAUAN LITERATUR","authors":"Leni Burhan, Mardiati Nadjib","doi":"10.31004/jkt.v4i2.15536","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15536","url":null,"abstract":"Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi teknologi guna mendukung integrasi sistem informasi dalam manajemen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efisien, efektif dan aman sesuai kebutuhan masyarakat. Implementasi RME tidak semudah membalikkan telapak tangan, penelitian di negara-negara yang sudah menerapkan RME menyebutkan penerapan RME menghadapi tantangan dari organisasi maupun pengguna. Studi literatur ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan profesional kesehatan terhadap keberhasilan implementasi RME sehingga bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam menerapkan dan mengembangkan RME di kemudian hari. Pencarian artikel dilakukan melalui database Scopus, Sciencedirect, Proquest dan GoogleScholar. Dari kata kunci dan boolean operator yang digunakan diperoleh sebanyak 173 artikel, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian eligibilitas didapatkan 12 artikel yang sesuai. Hal utama yang terindentifikasi adalah persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berkaitan dengan penerimaan individu yang bisa dipengaruhi oleh variabel eksternal yaitu karakteristik individu dan faktor organisasi. Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis profesi, masa kerja, serta departemen/unit kerja tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunaan dalam menentukan keberhasilan implementasi. Dukungan organisasi berupa pelatihan dan simulasi yang tepat sasaran, serta kebijakan dan standar prosedur yang jelas berpangaruh terhadap persepsi pengguna dalam menerima dan menerapkan RME dipekerjaannya sehari-hari. Penting bagi rumah sakit untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan implementasi RME, salah satunya adalah faktor pengguna yang menjadi kunci keberhasilan penerapan rekam medis elektronik karena berkaitan dengan mengubah kebiasaan, dibutuhkan pemikiran terbuka untuk mau menerima dan beradaptasi dengan perubahan budaya kerja.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"50 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124952116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor industri dengan risiko keselamatan tertinggi yang ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan di pertambangan. Berdasarkan data dari Minerba, telah terjadi 881 kecelakaan tambang pada periode 2013-2021 dan 195 dari kecelakaan tersebut berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia dalam kecelakaan tambang. Metoda yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci faktor manusia, kecelakaan tambang, dan kecelakaan tambang akibat faktor manusia melalui database elektronik. Dari 16 jurnal yang ditinjau, faktor-faktor manusia dalam kecelakaan tambang adalah kepatuhan terhadap prosedur dan aturan, kompetensi, pengawasan kerja, kesadaran terhadap keselamatan kerja, perilaku keselamatan, kebugaran kerja, dan pengalaman. Dari tujuh faktor manusia tersebut, yang paling banyak muncul dalam 16 jurnal yang direview adalah ketidakpatuhan karyawan tambang terhadap prosedur dan aturan, karyawan tambang yang tidak memiliki kompetensi, kurangnya jumlah pengawas kerja dan kepengawasan kerja tidak efektif, serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan kerja.
{"title":"ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN TAMBANG","authors":"Fadli Zuchri, Dadan Erwandi","doi":"10.31004/jkt.v4i2.15696","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15696","url":null,"abstract":"Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor industri dengan risiko keselamatan tertinggi yang ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan di pertambangan. Berdasarkan data dari Minerba, telah terjadi 881 kecelakaan tambang pada periode 2013-2021 dan 195 dari kecelakaan tersebut berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia dalam kecelakaan tambang. Metoda yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci faktor manusia, kecelakaan tambang, dan kecelakaan tambang akibat faktor manusia melalui database elektronik. Dari 16 jurnal yang ditinjau, faktor-faktor manusia dalam kecelakaan tambang adalah kepatuhan terhadap prosedur dan aturan, kompetensi, pengawasan kerja, kesadaran terhadap keselamatan kerja, perilaku keselamatan, kebugaran kerja, dan pengalaman. Dari tujuh faktor manusia tersebut, yang paling banyak muncul dalam 16 jurnal yang direview adalah ketidakpatuhan karyawan tambang terhadap prosedur dan aturan, karyawan tambang yang tidak memiliki kompetensi, kurangnya jumlah pengawas kerja dan kepengawasan kerja tidak efektif, serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan kerja.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127748029","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia. Di Indonesia HIV/AIDS menginfeksi masyarakat usia produktif yang dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi bagi penderitanya. Pemerintah berkomitmen untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada Tahun 2030 dengan berbagai strategi Fast track, 3 Zero’s, STOP dan Standar Pelayanan Minimal. Namun pada pelaksanaannya, pemenuhan SPM HIV di daerah masih terkendala dengan ketersediaan anggaran untuk menjangkau populasi kunci maupun untuk promosi dan sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS. Capaian SPM HIV di Kota X selama tahun 2019-2021 masih dibawah standar yang ditetapkan yaitu sebesar 11%, 7,2%, dan 5,2% dari target sebesar 100%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengelolaan keuangan publik (public financial management) dengan capaian kinerja SPM HIV. Pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dan kualitatif menggunakan data primer yaitu wawancara mendalam. Lokasi penelitian dan informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling) dengan mempertimbangkan kecukupan dan kesesuaian dengan metode telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil wawancara lalu dianalisis dengan melakukan content analysis. Untuk menjaga keabsahan digunakan triangulasi metode dan sumber. Perbandingan alokasi anggaran total dengan alokasi untuk deteksi dini HIV sebesar PKM A (3,2%), PKM B (0,24%) dan PKM C (1,08%). Pencapaian kinerja keuangan dan kinerja program masing-masing PKM A (46,67% dan 38%), PKM B (100% dan 50%), PKM C (81,67% dan 24%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan publik di Puskesmas Kota X sudah dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel, namun masih terdapat beberapa kelemahan terkait perumusan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi anggaran.
{"title":"PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM UPAYA PENINGKATAN CAPAIAN SPM HIV: STUDI KASUS DI PUSKESMAS KOTA X TAHUN 2022","authors":"Akhmad Ghozali, Mardiati Nadjib","doi":"10.31004/jkt.v4i2.15540","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15540","url":null,"abstract":"HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia. Di Indonesia HIV/AIDS menginfeksi masyarakat usia produktif yang dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi bagi penderitanya. Pemerintah berkomitmen untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada Tahun 2030 dengan berbagai strategi Fast track, 3 Zero’s, STOP dan Standar Pelayanan Minimal. Namun pada pelaksanaannya, pemenuhan SPM HIV di daerah masih terkendala dengan ketersediaan anggaran untuk menjangkau populasi kunci maupun untuk promosi dan sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS. Capaian SPM HIV di Kota X selama tahun 2019-2021 masih dibawah standar yang ditetapkan yaitu sebesar 11%, 7,2%, dan 5,2% dari target sebesar 100%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengelolaan keuangan publik (public financial management) dengan capaian kinerja SPM HIV. Pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dan kualitatif menggunakan data primer yaitu wawancara mendalam. Lokasi penelitian dan informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling) dengan mempertimbangkan kecukupan dan kesesuaian dengan metode telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil wawancara lalu dianalisis dengan melakukan content analysis. Untuk menjaga keabsahan digunakan triangulasi metode dan sumber. Perbandingan alokasi anggaran total dengan alokasi untuk deteksi dini HIV sebesar PKM A (3,2%), PKM B (0,24%) dan PKM C (1,08%). Pencapaian kinerja keuangan dan kinerja program masing-masing PKM A (46,67% dan 38%), PKM B (100% dan 50%), PKM C (81,67% dan 24%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan publik di Puskesmas Kota X sudah dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel, namun masih terdapat beberapa kelemahan terkait perumusan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi anggaran.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128046332","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Gangguan muskuloskeletal dapat terjadi pada semua jaringan, termasuk jaringan saraf dan tendon, dan paling sering terjadi pada bagian lengan dan punggung. Gangguan muskuloskeletal atau Musculoskeletal Disorders (MSDs) diderita oleh 1,71 miliar populasi seluruh manusia di dunia, umumnya ditandai dengan sakit yang menetap sehingga menyebabkan terbatasnya mobilitas, ketangkasan dan menurunnya fungsi otot rangka dalam bekerja. Pada tahun 2010, 45,9% pekerja di Uni Eropa melaporkan menderita nyeri punggung, 44,5% melaporkan menderita nyeri otot pada bahu, leher dan tungkai atas dan 33,8% melaporkan menderita nyeri otot pada tungkai bawah. Di Indonesia, prevalensi penyakit sendi atau gangguan muskuloskeletal adalah sebesar 7,30%, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam RISKESDAS 2018. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci faktor risiko, gangguan muskuloskeletal, dan pekerja kantor melalui database elektronik. Berdasarkan jurnal atau artikel yang diperoleh, faktor risiko gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor diantaranya yaitu postur kerja, jenis kelamin, umur, Indeks Masa Tubuh (IMT), pengalaman kerja, aktivitas fisik / kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, masalah kesehatan / penyakit komorbid, jam kerja, waktu rehat, desain tempat / peralatan kerja dan stress kerja. Dari faktor-faktor ini dapat menjadi masukkan bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan atau prosedur serta dalam membuat program promotif dan preventif-nya untuk mengurangi angka kejadian gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor.
{"title":"ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA KANTOR: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA","authors":"Debby Nurtanti, Mila Tejamaya","doi":"10.31004/jkt.v4i2.15780","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15780","url":null,"abstract":"Gangguan muskuloskeletal dapat terjadi pada semua jaringan, termasuk jaringan saraf dan tendon, dan paling sering terjadi pada bagian lengan dan punggung. Gangguan muskuloskeletal atau Musculoskeletal Disorders (MSDs) diderita oleh 1,71 miliar populasi seluruh manusia di dunia, umumnya ditandai dengan sakit yang menetap sehingga menyebabkan terbatasnya mobilitas, ketangkasan dan menurunnya fungsi otot rangka dalam bekerja. Pada tahun 2010, 45,9% pekerja di Uni Eropa melaporkan menderita nyeri punggung, 44,5% melaporkan menderita nyeri otot pada bahu, leher dan tungkai atas dan 33,8% melaporkan menderita nyeri otot pada tungkai bawah. Di Indonesia, prevalensi penyakit sendi atau gangguan muskuloskeletal adalah sebesar 7,30%, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam RISKESDAS 2018. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci faktor risiko, gangguan muskuloskeletal, dan pekerja kantor melalui database elektronik. Berdasarkan jurnal atau artikel yang diperoleh, faktor risiko gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor diantaranya yaitu postur kerja, jenis kelamin, umur, Indeks Masa Tubuh (IMT), pengalaman kerja, aktivitas fisik / kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, masalah kesehatan / penyakit komorbid, jam kerja, waktu rehat, desain tempat / peralatan kerja dan stress kerja. Dari faktor-faktor ini dapat menjadi masukkan bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan atau prosedur serta dalam membuat program promotif dan preventif-nya untuk mengurangi angka kejadian gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"86 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129940781","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kuni Kusuma Prahastami, Aris Munandar, Yean Aguste
Stigma masyarakat tentang LGBT dan penyintas HIV sering membuat pelaku LGBT dengan HIV mendapatkan perlakuan diskriminasi yang sangat berdampak pada tingkat psychological well-being. Sementara psychological well-being yang baik sangat diperlukan oleh seorang individu untuk menjalani hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan psychological well-being pada LGBT penyintas HIV yang mengalami sikap diskriminasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Secara lebih spesifik, desain penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan pemilihan partisipan dengan teknik purposive sampling yang karakteristiknya disesuaikan dengan tujuan penelitian. Partisipan penelitian berjumlah 2 orang dengan inisial HW yang berumur 37 tahun dan YS yang berumur 55 tahun. Teknik analisis data yang dipakai berupa reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing/verification. Dari data yang diperoleh dari partisipan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa psychological well-being pada LGBT penyintas HIV yang mendapatkan sikap diskriminasi yaitu HW dan YS bersifat positif. Peran faktor internal yang positif yaitu penerimaan diri (Self-acceptance), perkembangan pribadi (personal growth),tujuan hidup (purpose in life), hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), penguasaan terhadap lingkungan (environmental mastery), dan kemandirian (autonomy) memiliki kontribusi yang besar terhadap psychological well-being yang dimiliki oleh HW dan YS sehingga HW dan YS dapat menjalani hidupnya dengan baik meskipun HW dan YS masih mendapatkan perlakuan diskriminatif.
{"title":"PSYCHOLOGICAL WELL-BEING LGBT PENYINTAS HIV YANG MENDAPATKAN SIKAP DISKRIMINASI","authors":"Kuni Kusuma Prahastami, Aris Munandar, Yean Aguste","doi":"10.31004/jkt.v4i2.14487","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.14487","url":null,"abstract":"Stigma masyarakat tentang LGBT dan penyintas HIV sering membuat pelaku LGBT dengan HIV mendapatkan perlakuan diskriminasi yang sangat berdampak pada tingkat psychological well-being. Sementara psychological well-being yang baik sangat diperlukan oleh seorang individu untuk menjalani hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan psychological well-being pada LGBT penyintas HIV yang mengalami sikap diskriminasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Secara lebih spesifik, desain penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan pemilihan partisipan dengan teknik purposive sampling yang karakteristiknya disesuaikan dengan tujuan penelitian. Partisipan penelitian berjumlah 2 orang dengan inisial HW yang berumur 37 tahun dan YS yang berumur 55 tahun. Teknik analisis data yang dipakai berupa reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing/verification. Dari data yang diperoleh dari partisipan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa psychological well-being pada LGBT penyintas HIV yang mendapatkan sikap diskriminasi yaitu HW dan YS bersifat positif. Peran faktor internal yang positif yaitu penerimaan diri (Self-acceptance), perkembangan pribadi (personal growth),tujuan hidup (purpose in life), hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), penguasaan terhadap lingkungan (environmental mastery), dan kemandirian (autonomy) memiliki kontribusi yang besar terhadap psychological well-being yang dimiliki oleh HW dan YS sehingga HW dan YS dapat menjalani hidupnya dengan baik meskipun HW dan YS masih mendapatkan perlakuan diskriminatif.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133262647","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tulus Kurnia Indah, Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti
Pengendalian persediaan barang farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen rumah sakit. Anggaran untuk persediaan farmasi menempati urutan kedua terbesar setelah belanja pegawai. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pengelolaan yang baik agar tercapai kondisi yang seimbang antara kinerja pelayanan dan kinerja keuangan rumah sakit. Ketersediaan stok berkualitas baik, dalam jumlah yang tepat, di tempat dan waktu yang tepat, dan dengan biaya yang tepat adalah inti dari pengendalian persediaan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjamin kelancaran fungsi dan pemberian layanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyajikan tinjauan terkini tentang berbagai strategi pengendalian persediaan berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menelaah artikel penelitian dari tahun 2018 hingga 2023. Artikel yang dikaji berkaitan dengan strategi yang dilakukan rumah sakit dalam melakukan pengendalian persediaan. Proses telaah artikel dilakukan dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dan menghasilkan delapan artikel yang relevan dengan tujuan penelitian. Dari hasil telaah artikel didapatkan kesimpulan bahwa dalam proses pengendalian persediaan, rumah sakit perlu melakukan segmentasi data item obat berdasarkan karakteristik yang dimiliki dari segi keuangan, tingkat kekritisan, pola konsumsi maupun durasi lead time. Selain itu tinjauan berkala terhadap kondisi persediaan di rumah sakit memungkinkan rumah sakit untuk menjaga jumlah persediaan sesuai fluktuasi permintaan sehingga persediaan yang ada menjadi lebih efisien dibandingkan jika rumah sakit hanya melakukan tinjauan berdasarkan periode waktu tertentu dengan asumsi bahwa permintaan selalu konstan.
{"title":"STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN SEGMENTASI DATA DAN CONTINUOUS REVIEW : SEBUAH LITERATURE REVIEW","authors":"Tulus Kurnia Indah, Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti","doi":"10.31004/jkt.v4i2.14724","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.14724","url":null,"abstract":"Pengendalian persediaan barang farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen rumah sakit. Anggaran untuk persediaan farmasi menempati urutan kedua terbesar setelah belanja pegawai. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan pengelolaan yang baik agar tercapai kondisi yang seimbang antara kinerja pelayanan dan kinerja keuangan rumah sakit. Ketersediaan stok berkualitas baik, dalam jumlah yang tepat, di tempat dan waktu yang tepat, dan dengan biaya yang tepat adalah inti dari pengendalian persediaan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjamin kelancaran fungsi dan pemberian layanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyajikan tinjauan terkini tentang berbagai strategi pengendalian persediaan berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menelaah artikel penelitian dari tahun 2018 hingga 2023. Artikel yang dikaji berkaitan dengan strategi yang dilakukan rumah sakit dalam melakukan pengendalian persediaan. Proses telaah artikel dilakukan dengan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dan menghasilkan delapan artikel yang relevan dengan tujuan penelitian. Dari hasil telaah artikel didapatkan kesimpulan bahwa dalam proses pengendalian persediaan, rumah sakit perlu melakukan segmentasi data item obat berdasarkan karakteristik yang dimiliki dari segi keuangan, tingkat kekritisan, pola konsumsi maupun durasi lead time. Selain itu tinjauan berkala terhadap kondisi persediaan di rumah sakit memungkinkan rumah sakit untuk menjaga jumlah persediaan sesuai fluktuasi permintaan sehingga persediaan yang ada menjadi lebih efisien dibandingkan jika rumah sakit hanya melakukan tinjauan berdasarkan periode waktu tertentu dengan asumsi bahwa permintaan selalu konstan.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"550 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131862220","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) merupakan salah satu unit pelayanan yang sangat vital di rumah sakit. Berbagai upaya dilakukan agar dapat memberikan pelayanan yang komprehensif kepada pasien dengan berbagai kondisi klinis yang beragam. Diantaranya adalah dengan menggunakan evidence base management yaitu dengan menggunakan basis penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja dan melakukan perbaikan di rumah sakit. Sehingga makin banyak manajemen rumah sakit yang menggunakan penelitian sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Hal ini akan mendorong para peneliti untuk lebih banyak melakukan penelitian di bidang manajemen rumah sakit khususnya di IGD. Namun dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan, belum ada penelitian yang melakukan analisis isi dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman penelitian manajemen di IGD RS, sehingga bisa diketahui aspek-aspek apa saja yang masih perlu untuk mendapat perhatian dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan analisis isi terhadap sejumlah artikel yang telah diterbitkan di jurnal-jurnal kesehatan masyarakat di Indonesia yang terindeks SINTA sejak tahun 2013 hingga maret 2023, dengan manajemen di IGD RS sebagai fokus utamanya. Dari kajian ini didapatkan, jumlah artikel yang mengulas tentang manajemen di IGD RS terus mengalami peningkatan, dengan metode penelitian kuantitatif sebagai metode yang paling banyak digunakan. Sedangkan untuk topik penelitian, peneliti lebih cenderung mengangkat topik tentang Manajemen Mutu, dengan kuesioner sebagai instrumen yang paling sering digunakan peneliti untuk pengumpulan datanya. Dari hasil temuan tersebut dapat dilihat bahwa peningkatan jumlah penelitian tidak diimbangi dengan keragaman topik penelitian
{"title":"TREN PENELITIAN MANAJEMEN INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT DI INDONESIA","authors":"R. Listyani, Puput Oktamianti","doi":"10.31004/jkt.v4i2.14593","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.14593","url":null,"abstract":"Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) merupakan salah satu unit pelayanan yang sangat vital di rumah sakit. Berbagai upaya dilakukan agar dapat memberikan pelayanan yang komprehensif kepada pasien dengan berbagai kondisi klinis yang beragam. Diantaranya adalah dengan menggunakan evidence base management yaitu dengan menggunakan basis penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja dan melakukan perbaikan di rumah sakit. Sehingga makin banyak manajemen rumah sakit yang menggunakan penelitian sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Hal ini akan mendorong para peneliti untuk lebih banyak melakukan penelitian di bidang manajemen rumah sakit khususnya di IGD. Namun dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan, belum ada penelitian yang melakukan analisis isi dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman penelitian manajemen di IGD RS, sehingga bisa diketahui aspek-aspek apa saja yang masih perlu untuk mendapat perhatian dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan analisis isi terhadap sejumlah artikel yang telah diterbitkan di jurnal-jurnal kesehatan masyarakat di Indonesia yang terindeks SINTA sejak tahun 2013 hingga maret 2023, dengan manajemen di IGD RS sebagai fokus utamanya. Dari kajian ini didapatkan, jumlah artikel yang mengulas tentang manajemen di IGD RS terus mengalami peningkatan, dengan metode penelitian kuantitatif sebagai metode yang paling banyak digunakan. Sedangkan untuk topik penelitian, peneliti lebih cenderung mengangkat topik tentang Manajemen Mutu, dengan kuesioner sebagai instrumen yang paling sering digunakan peneliti untuk pengumpulan datanya. Dari hasil temuan tersebut dapat dilihat bahwa peningkatan jumlah penelitian tidak diimbangi dengan keragaman topik penelitian","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129723733","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tanaman herbal fitomedisin diyakini memiliki banyak manfaat dibandingkan obat konvensional dan mendapatkan kembali minat dalam penelitian saat ini. Moringa oleifera adalah tanaman herbal serbaguna yang digunakan sebagai makanan manusia dan alternatif untuk tujuan pengobatan di seluruh dunia. Telah diidentifikasi oleh para peneliti sebagai tanaman dengan banyak manfaat kesehatan termasuk manfaat nutrisi dan obat. Moringa oleifera mengandung asam amino esensial, karotenoid dalam daun, dan komponen dengan sifat nutraceutical, mendukung gagasan untuk menggunakan tanaman ini sebagai suplemen nutrisi atau konstituen dalam persiapan makanan. Beberapa evaluasi nutrisi telah dilakukan pada daun dan batang. Faktor penting yang menjelaskan penggunaan obat dari Moringa oleifera adalah berbagai antioksidan penting, antibiotik dan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Hampir semua bagian dari kelor dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dengan nilai manfaat lainnya.
{"title":"MANFAAT KELOR (MORINGA OLEIFERA) BAGI KESEHATAN","authors":"Awari Susanti, Muhammad Nurman","doi":"10.31004/jkt.v3i3.7287","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.7287","url":null,"abstract":"Tanaman herbal fitomedisin diyakini memiliki banyak manfaat dibandingkan obat konvensional dan mendapatkan kembali minat dalam penelitian saat ini. Moringa oleifera adalah tanaman herbal serbaguna yang digunakan sebagai makanan manusia dan alternatif untuk tujuan pengobatan di seluruh dunia. Telah diidentifikasi oleh para peneliti sebagai tanaman dengan banyak manfaat kesehatan termasuk manfaat nutrisi dan obat. Moringa oleifera mengandung asam amino esensial, karotenoid dalam daun, dan komponen dengan sifat nutraceutical, mendukung gagasan untuk menggunakan tanaman ini sebagai suplemen nutrisi atau konstituen dalam persiapan makanan. Beberapa evaluasi nutrisi telah dilakukan pada daun dan batang. Faktor penting yang menjelaskan penggunaan obat dari Moringa oleifera adalah berbagai antioksidan penting, antibiotik dan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Hampir semua bagian dari kelor dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dengan nilai manfaat lainnya.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133377617","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fredrika Welhelmina, Wiwik Viatiningsih, Lily Widjaja, Noor Yulia
Pelaporan mortalitas dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan penyakit yang mematikan dan sebagai evaluasi fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam memilih kode pada sertifikat medis penyebab kematian perlu diperhatikan agar pelaporan dapat terlaksana secara optimal. Kode yang tepat adalah kode yang sesuai dengan ICD-10 serta dibantu dengan Tabel MMDS. Tujuan dari review ini melihat melihat ketepatan kode diagnosis penyebab dasar kematian dan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan pengodean diagnosis dan pengisian sertifikat medis penyebab kematian di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan metode literatur review terhadap sejumlah artikel penelitian yang dipublikasikan rentang waktu tahun 2011-2021 dan ditemukan sebanyak 13 artikel jurnal memenuhi kriteria penelitian. Hasil menunjukkan presentasi ketepatan kode diagnosis sebesar 83% dan presentase ketidaktepatan kode diagnosis sebesar 90%. Hasil studi literatur ini juga membahas faktor penyebab ketidaktepatan pengodean diagnosis dan pengisian sertifikat penyebab dasar kematian yaitu faktor Man, Method, Material, Machine, dan Money.
{"title":"KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYEBAB DASAR KEMATIAN DI RUMAH SAKIT DI INDONESIA : LITERATUR REVIEW","authors":"Fredrika Welhelmina, Wiwik Viatiningsih, Lily Widjaja, Noor Yulia","doi":"10.31004/jkt.v3i3.7693","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.7693","url":null,"abstract":"Pelaporan mortalitas dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan penyakit yang mematikan dan sebagai evaluasi fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam memilih kode pada sertifikat medis penyebab kematian perlu diperhatikan agar pelaporan dapat terlaksana secara optimal. Kode yang tepat adalah kode yang sesuai dengan ICD-10 serta dibantu dengan Tabel MMDS. Tujuan dari review ini melihat melihat ketepatan kode diagnosis penyebab dasar kematian dan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan pengodean diagnosis dan pengisian sertifikat medis penyebab kematian di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan metode literatur review terhadap sejumlah artikel penelitian yang dipublikasikan rentang waktu tahun 2011-2021 dan ditemukan sebanyak 13 artikel jurnal memenuhi kriteria penelitian. Hasil menunjukkan presentasi ketepatan kode diagnosis sebesar 83% dan presentase ketidaktepatan kode diagnosis sebesar 90%. Hasil studi literatur ini juga membahas faktor penyebab ketidaktepatan pengodean diagnosis dan pengisian sertifikat penyebab dasar kematian yaitu faktor Man, Method, Material, Machine, dan Money.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131213180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}