Stroke merupakan masalah kesehatan utama bagi masyarakat modern. Saat ini stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir di seluruh dunia, faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke dibagi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, ras, dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. atau dapat dimodifikasi seperti hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor prilaku dan jenis kelamin yang berhubungan dengan perilaku pasien pasca stroke saat berkunjung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik cross sectional study, penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Sampel dalam penelitian ini adalah 109. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki dukungan baik 60 (55%), berjenis kelamin laki-laki 61 ( 56%). Hubungan dukungan keluarga dengan prilaku pasien pasca stroke dengan p value = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pasien Pasca Stroke di Puskesmas Mandiangin dan Hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku pasien pasca stroke dengan p value = 0,020 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara Jenis Kelamin dengan Perilaku Pasien Pasca Stroke. Saran diharapkan kepada pihak puskesmas untuk selalu memberikan edukasi tentang faktor risiko stroke kepada keluarga pasien dan kepada pasien saat melakukan kunjungan ulang.
中风是现代社会的主要健康问题。如今,中风是一个几乎在世界各地面临的严重问题,导致中风的因素被分为年龄、性别、家庭历史、种族和可改变的风险因素。或者可以修改高血压、肥胖、吸烟、糖尿病和体育锻炼。本研究的目的是确定与中风后病人行为相关的行为和性别因素。本研究采用的研究方法是分析性交叉描述性研究,该研究是在公共卫生卫生组织工作区进行的。本研究中的样本为109。这项研究发现,超过一半的受访者支持60(55%)、61(56%)男性。家庭支持与行为的关系和p value = 0.001病人中风后就可以免费得到推断家庭支持与行为之间存在着有意义的病人中风后在诊所Mandiangin和性别之间的关系与p value = 0.020病人中风后的行为,那么可以推断性别之间存在着有意义的病人中风后的行为。预计卫生保健专业人员将在回访期间为患者家属和患者提供有关中风风险因素的教育。
{"title":"FAKTOR DUKUNGAN KELUARGA DAN JENIS KELAMIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PASIEN PASCA STROKE DALAM KUNJUNGAN ULANG","authors":"Millia Anggraini, Yaslina Yaslina, Triveni Triveni","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4690","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4690","url":null,"abstract":"Stroke merupakan masalah kesehatan utama bagi masyarakat modern. Saat ini stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir di seluruh dunia, faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke dibagi menjadi faktor risiko yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, ras, dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. atau dapat dimodifikasi seperti hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor prilaku dan jenis kelamin yang berhubungan dengan perilaku pasien pasca stroke saat berkunjung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik cross sectional study, penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Sampel dalam penelitian ini adalah 109. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki dukungan baik 60 (55%), berjenis kelamin laki-laki 61 ( 56%). Hubungan dukungan keluarga dengan prilaku pasien pasca stroke dengan p value = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara Dukungan Keluarga dengan Perilaku Pasien Pasca Stroke di Puskesmas Mandiangin dan Hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku pasien pasca stroke dengan p value = 0,020 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara Jenis Kelamin dengan Perilaku Pasien Pasca Stroke. Saran diharapkan kepada pihak puskesmas untuk selalu memberikan edukasi tentang faktor risiko stroke kepada keluarga pasien dan kepada pasien saat melakukan kunjungan ulang.\u0000 ","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122004348","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah sebuah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Dukungan suami sangat dibutuhkan bagi wanita usia subur terutama tentang alat kontrasepsi IUD bagi pasangan usia subur, sehingga PUS memiliki alternative memakai alat kontrasepsi. Kontrasepsi tidak dapat dipakai istri tanpa adanya kerjasama suami dan saling percaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dengan penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di Kenagarian Simbungo. Jenis metode penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan dilakukan di Kenagarian Simbungo di bulan Maret 2022. Sampel terdiri dari 50 responden. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan uji statistic chi-square. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu lebih dari separuh (58,0 %) responden memiliki pengetahuan kurang, 54,0 % responden memiliki dukungan suami yang tidak mendukung dalam pemilihan AKDR, dan 62,0 % responden memiliki minat yang rendah dalam pemilihan AKDR Hasil analisis pengetahuan dan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan AKDR didapatkan nilai p value = 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Disimpulkan bahwa, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan AKDR. Kepada petugas KB untuk meningkatkan pemberian penyuluhan kepada ibu-ibu agar tetap aktif menggunakan kontrasepsi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan kontrasepsi terutama alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP MINAT IBU DENGAN PENGGUNAAN AKDR","authors":"Mera Delima, Yessi Andriani, D. Permana","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4876","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4876","url":null,"abstract":"World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah sebuah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Dukungan suami sangat dibutuhkan bagi wanita usia subur terutama tentang alat kontrasepsi IUD bagi pasangan usia subur, sehingga PUS memiliki alternative memakai alat kontrasepsi. Kontrasepsi tidak dapat dipakai istri tanpa adanya kerjasama suami dan saling percaya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dengan penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di Kenagarian Simbungo. Jenis metode penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan dilakukan di Kenagarian Simbungo di bulan Maret 2022. Sampel terdiri dari 50 responden. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan uji statistic chi-square. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu lebih dari separuh (58,0 %) responden memiliki pengetahuan kurang, 54,0 % responden memiliki dukungan suami yang tidak mendukung dalam pemilihan AKDR, dan 62,0 % responden memiliki minat yang rendah dalam pemilihan AKDR Hasil analisis pengetahuan dan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan AKDR didapatkan nilai p value = 0,000 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. \u0000Disimpulkan bahwa, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan AKDR. Kepada petugas KB untuk meningkatkan pemberian penyuluhan kepada ibu-ibu agar tetap aktif menggunakan kontrasepsi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan kontrasepsi terutama alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133884012","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Health promotion is a process that supports people to improve their own health control. Clean and healthy living behavior is essentially the basis of prevention that every individual and society can do to prevent the occurrence of disease. The level of PHBS in the household setting is influenced by the health promotion strategy (advocacy, condition development and community empowerment). The type of research used is Observational analytic with a Cross Sectional Study design. The study population was all heads of families in the work area of ??the Bissappu Health Center, Bantaeng Regency. The research sample was 60 respondents using purposive sampling. Data analysis using Chi Square test. The univariate results showed that 63.3% of the respondents had poor PHBS level, based on the health promotion strategy, the advocacy variable was in the less category of 55.0%, condition development variable in the less category of 40% and the community empowerment variable in the less category of 43%. The results of Chi-Square test, it was found that there a significant relationship between health promotion strategies, advocacy (p-value = 0.007 < ? 0,05), condition development (p-value = 0,003 < ? 0,05 and community empowerment (p-value = 0,017 < ? 0,05) with PHBS level. The conclusion of this research is a significant relationship between the factors of health promotion strategies (advocacy, condition development and community empowerment) on the level of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) in household arrangements at the Bissappu Health Center, Bantaeng Regency. It is recommended that all parties (government, community leaders, religious leaders and related parties) be more proactive in implementing the PHBS program. It is hoped that the Puskesmas can implement a health promotion strategy according to the government's target in realizing the Indonesian people to carry out PHBS well in order to achieve health level IV.
{"title":"HUBUNGAN FAKTOR STRATEGI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI PUSKESMAS BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG","authors":"A. Sainal, Murni Murni","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4791","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4791","url":null,"abstract":"Health promotion is a process that supports people to improve their own health control. Clean and healthy living behavior is essentially the basis of prevention that every individual and society can do to prevent the occurrence of disease. The level of PHBS in the household setting is influenced by the health promotion strategy (advocacy, condition development and community empowerment). The type of research used is Observational analytic with a Cross Sectional Study design. The study population was all heads of families in the work area of ??the Bissappu Health Center, Bantaeng Regency. The research sample was 60 respondents using purposive sampling. Data analysis using Chi Square test. The univariate results showed that 63.3% of the respondents had poor PHBS level, based on the health promotion strategy, the advocacy variable was in the less category of 55.0%, condition development variable in the less category of 40% and the community empowerment variable in the less category of 43%. The results of Chi-Square test, it was found that there a significant relationship between health promotion strategies, advocacy (p-value = 0.007 < ? 0,05), condition development (p-value = 0,003 < ? 0,05 and community empowerment (p-value = 0,017 < ? 0,05) with PHBS level. The conclusion of this research is a significant relationship between the factors of health promotion strategies (advocacy, condition development and community empowerment) on the level of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) in household arrangements at the Bissappu Health Center, Bantaeng Regency. It is recommended that all parties (government, community leaders, religious leaders and related parties) be more proactive in implementing the PHBS program. It is hoped that the Puskesmas can implement a health promotion strategy according to the government's target in realizing the Indonesian people to carry out PHBS well in order to achieve health level IV.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115746374","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Adinda Hibatul Khoir Khosazi, E. Handoko, Nabilatulbalqis Nabilatulbalqis, Sofia Rhosma Dewi, Shinta Puspita Sari
Kecerdasan emosional ialah keterampilan individu yang bisa memahami perasaannya dan sekitarnya, kemampuan stimulus dalam diri, bertahan terhadap frustasi, dorongan hati, serta kemampuan mengolah emosi dalam diri maupun dengan lingkungan sekitar. Faktor internal dan eksternal merupakan faktor-faktor yang bisa memengaruhi tingkat kecerdasan emosional pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember. Pada artikel ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskripsi analitik dengan Survey Research. Jumlah anggota keseluruhan dalam penelitian ini sejumlah 329 orang, dengan pengambilan sampel sebesar 115 remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember menggunakan metode pengambilan simple random sampling. Pengambilan data menggunakan angket Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS) yang memuat 30 pernyataan positif (favorable) dan 3 pernyataan negatif (unfavorable). Penilaian kriteria kecerdasan emosional pada artikel ini dibedakan menjadi dua, ialah tinggi =100-165 rendah =33-99. Pada hasil penelitian ini diketahui frekuensi kecerdasan emosional remaja dengan nilai tinggi ialah sebesar 107 responden (93,04%) dan tingkat kecerdasan emosional rendah sebesar 8 responden (6,96%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah kecerdasan emosional remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember diketahui frekuensi kecerdasan emosional remaja dengan nilai tertinggi adalah sebesar 107 responden (93.04%). Data tersebut menunjukkan tingkat kecerdasan emosional dengan nilai tinggi merupakan kecerdasan emosional yang paling dominan bagi remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember sehingga remaja dapat mengoptimalkan berpikir positif pada saat menangani situasi dan menangani tekanan yang terjadi di dalam hidupnya.
{"title":"KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA DI SMPIT AL-GHOZALI","authors":"Adinda Hibatul Khoir Khosazi, E. Handoko, Nabilatulbalqis Nabilatulbalqis, Sofia Rhosma Dewi, Shinta Puspita Sari","doi":"10.31004/jkt.v3i2.5045","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.5045","url":null,"abstract":"Kecerdasan emosional ialah keterampilan individu yang bisa memahami perasaannya dan sekitarnya, kemampuan stimulus dalam diri, bertahan terhadap frustasi, dorongan hati, serta kemampuan mengolah emosi dalam diri maupun dengan lingkungan sekitar. Faktor internal dan eksternal merupakan faktor-faktor yang bisa memengaruhi tingkat kecerdasan emosional pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember. Pada artikel ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskripsi analitik dengan Survey Research. Jumlah anggota keseluruhan dalam penelitian ini sejumlah 329 orang, dengan pengambilan sampel sebesar 115 remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember menggunakan metode pengambilan simple random sampling. Pengambilan data menggunakan angket Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS) yang memuat 30 pernyataan positif (favorable) dan 3 pernyataan negatif (unfavorable). Penilaian kriteria kecerdasan emosional pada artikel ini dibedakan menjadi dua, ialah tinggi =100-165 rendah =33-99. Pada hasil penelitian ini diketahui frekuensi kecerdasan emosional remaja dengan nilai tinggi ialah sebesar 107 responden (93,04%) dan tingkat kecerdasan emosional rendah sebesar 8 responden (6,96%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah kecerdasan emosional remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember diketahui frekuensi kecerdasan emosional remaja dengan nilai tertinggi adalah sebesar 107 responden (93.04%). Data tersebut menunjukkan tingkat kecerdasan emosional dengan nilai tinggi merupakan kecerdasan emosional yang paling dominan bagi remaja di SMPIT Al-Ghozali Jember sehingga remaja dapat mengoptimalkan berpikir positif pada saat menangani situasi dan menangani tekanan yang terjadi di dalam hidupnya.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121553451","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Menurut Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok Kabupaten Kampar Tahun 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia yang menderita hipertensi sebanyak 25 responden di Desa Kuok Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah sphygmomanometer,lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah Univariat dan bivariat dengan uji T-Test, diolah menggunakan sistem komputerisasi. Dengan hasil diketahui bahwa, rerata tekanan darah systole dan diastole pada penderita hipertensi sebelum diberikan rebusan daun alpukat yaitu 142/92 mmHg sedangkan rerata tekanan darah sistole dan diastole pada penderita hipertensi sesudah diberikan rebusan daun alpukat yaitu 120/80. Berdasarkan uji statistik terdapat Perbedaan Tekanan darah Sistol diastole pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun alpukat degan p value 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok Kabupaten Kampar Tahun 2021. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengobatan hipertensi dan mengingatkan pasien agar dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengkonsumsi rebusan daun alpukat terutama yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
{"title":"PENGARUH REBUSAN DAUN ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI","authors":"Wiwis lestari, Apriza Apriza, Alini Alini, Putri Eka Sudiarti","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4608","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4608","url":null,"abstract":"Menurut Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok Kabupaten Kampar Tahun 2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia yang menderita hipertensi sebanyak 25 responden di Desa Kuok Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah sphygmomanometer,lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah Univariat dan bivariat dengan uji T-Test, diolah menggunakan sistem komputerisasi. Dengan hasil diketahui bahwa, rerata tekanan darah systole dan diastole pada penderita hipertensi sebelum diberikan rebusan daun alpukat yaitu 142/92 mmHg sedangkan rerata tekanan darah sistole dan diastole pada penderita hipertensi sesudah diberikan rebusan daun alpukat yaitu 120/80. Berdasarkan uji statistik terdapat Perbedaan Tekanan darah Sistol diastole pada penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun alpukat degan p value 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Kuok Kabupaten Kampar Tahun 2021. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengobatan hipertensi dan mengingatkan pasien agar dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengkonsumsi rebusan daun alpukat terutama yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"94 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116632690","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Anemia terjadi saat keadaan tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan membawa nutrisi dan untuk pertumbuhan janin. Anemia selama masa kehamilan merupkan faktor risko untuk hasil perinatal yang merugikan seperti kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, asfiksia neonatorum, sehingga setiap ibu hamil diharapkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Penelitian analitik kuantitatif desain cross sectional dengan mengambil data rekam medik anemia pada ibu hamil dan angka kejadian prematuritas. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling sebanyak 55 sampel. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar anemia pada ibu hamil dengan angka kejadian prematuritas melalui uji chi-square dengan nilai p-value 0.041 dimana nilai p < 0.05. Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian prematuritas.
{"title":"HUBUNGAN ANEMIA TERHADAP ANGKA KEJADIAN PREMATURITAS DI KOTA MAKASSAR","authors":"Alifia Ayu Delima","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4981","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4981","url":null,"abstract":"Anemia terjadi saat keadaan tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan membawa nutrisi dan untuk pertumbuhan janin. Anemia selama masa kehamilan merupkan faktor risko untuk hasil perinatal yang merugikan seperti kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, asfiksia neonatorum, sehingga setiap ibu hamil diharapkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Penelitian analitik kuantitatif desain cross sectional dengan mengambil data rekam medik anemia pada ibu hamil dan angka kejadian prematuritas. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling sebanyak 55 sampel. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar anemia pada ibu hamil dengan angka kejadian prematuritas melalui uji chi-square dengan nilai p-value 0.041 dimana nilai p < 0.05. Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian prematuritas.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133486868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Parasetamol merupakan obat bebas akan tetapi penggunaannya juga harus diperhatikan karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan hipersensitivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penggunaan obat parasetamol pada mahasiswa non kesehatan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu (FMIPA UNIB). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB yang berjumlah 262 responden dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Pengolahan data dengan memberi skor pada pertanyaan yang dijawab tepat kemudian data yang terkumpul dikategorikan menjadi baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. Hasil penelitian pengetahuan penggunaan obat parasetamol pada mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB kategori baik 31,30%, cukup 61,45%, dan kurang 7,25%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mahasiswa non kesehatan Fakultas MIPA Universitas Bengkulu rata-rata adalah cukup dalam penggunaan paracetamol. Edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB dalam penggunaan parasetamol sesuai ketentuan medis.
扑热息痛是一种不含酒精的药物,但也需要注意,因为它会引起肝脏损伤和过敏。本研究旨在了解班古鲁大学(FMIPA UNIB)非健康学生使用扑救药物的知识概述。采用的研究方法是描述性的和原始数据收集技术。本研究的样本为262名非卫生专业学生FMIPA UNIB,他们有采样技术。使用的工具是通过谷歌表格分发的问卷。使用univariat分析进行本研究的数据分析。通过对正确回答的问题进行分数处理数据,然后收集的数据将其分为好、好、坏和不好。FMIPA UNIB非健康专业学生服用扑热息痛治疗知识的研究结果,分别是33.30%,足够的61.45%,低于7.25%。根据研究结果,班古鲁大学米帕学院(MIPA university of Bengkulu)的非健康学生知识在paracetamol上平均水平是足够的。根据医学规定,非卫生专业学生在使用扑扑粉方面需要教育。
{"title":"GAMBARAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN PARASETAMOL PADA MAHASISWA NON KESEHATAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS BENGKULU","authors":"Jumeysi Herlina Irawan, Suci Rahmawati, Ramya Rachmawati","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4803","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4803","url":null,"abstract":"Parasetamol merupakan obat bebas akan tetapi penggunaannya juga harus diperhatikan karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan hipersensitivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penggunaan obat parasetamol pada mahasiswa non kesehatan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Bengkulu (FMIPA UNIB). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB yang berjumlah 262 responden dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Pengolahan data dengan memberi skor pada pertanyaan yang dijawab tepat kemudian data yang terkumpul dikategorikan menjadi baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. Hasil penelitian pengetahuan penggunaan obat parasetamol pada mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB kategori baik 31,30%, cukup 61,45%, dan kurang 7,25%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mahasiswa non kesehatan Fakultas MIPA Universitas Bengkulu rata-rata adalah cukup dalam penggunaan paracetamol. Edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa non kesehatan FMIPA UNIB dalam penggunaan parasetamol sesuai ketentuan medis.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132822183","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Produk pangan/minuman fungsional adalah produk pangan/minuman yang dapat memberikan efek kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit di samping fungsi utamanya yaitu sebagai pensuplai nutrien bagi tubuh. Alang-alang mengandung komponen kimia yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan seperti efek diuretik (melancarkan pembuangan air seni), antipiretik (penurun panas) serta mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Jelly drink adalah produk minuman yang berbentuk gel dan memiliki karakteristik berupa cairan kental yang konsisten serta mudah dihisap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan jelly drink berbasis sari alang-alang sebagai minuman fungsional dengan kajian jenis dan konsentrasi Gelling Agent terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian murni untuk mengetahui pembuatan jelly drink berbasis sari alang-alang sebagai minuman fungsional dengan kajian jenis Gelling Agent (Karagenan, Agar-agar dan Gelatin) dan konsentrasi Gelling Agent (0,075%, 0,15% dan 0,225%). Rancangan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 (dua) faktor dan 3 (tiga) kali ulangan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer dan uji statistisk untuk nilai sineresis, viskositas, pH, Aktivitas air dan kadar serat digunakan Two Way Anova, sedangkan uji statistik untuk organoleptik (warna, rasa, daya hisap, dan mouthfeel) digunakan uji Friedment, serta untuk pemilihan perlakuan terbaik digunakan metode De-Garmo (uji pembobotan) yang hasilnya akan diuji kadar anti oksidan nya. Hasil penelitian menunjukkan jelly drink alang-alang menggunakan Gelling Agent agar-agar dengan konsentrasi 0,15% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai sineresis 9%, Viskositas 253,33cp, pH 3,6, Aw 0,42, dan kadar serat 0,21% serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 52,22%.
功能性食品/饮料是一种食品/饮料,除了作为人体营养供应的基本功能外,还能促进健康,预防疾病。芦荟含有对健康有益的化学成分,如利尿剂、抗氧化剂和能抵抗自由基的抗氧化剂。果冻饮料是一种凝胶状饮料,具有稳定、易于饮用的粘性液体的特征。这项研究的目的是研究一种以芦苇为基础的果冻饮料,它是一种具有经常性的功能性饮料,具有草本植物、化学和有机性质的探员浓度。这项研究是一种纯粹的研究,将以芦荟为基础的果冻饮料作为一种具有Gelling Agent (kar代理商、凝胶和凝胶丁)和Gelling Agent浓度(0.075%、0.15%和0.225%)的功用饮料制成。本研究的设计是由2(2)因子和3(3)乘以申命记的随机组(架)设计。用计算机程序进行了数据分析和处理的statistisk测试成绩sineresis粘度,pH,水和纤维含量活动二Way Anova,而统计测试用来organoleptik(颜色,口味、吸和mouthfeel) Friedment试验,以及用于选举De-Garmo方法使用最好的待遇(教女动物)的测试结果将抗氧化剂的水平。研究表明,棕榈类饮品使用0.15%的凝胶状剂,其浓度为9%,粘度为253.33cp, pH 3.6, Aw 0.42,纤维含量为0.21%,抗氧化活性为52.22%。
{"title":"PEMANFAATAN ALANG-ALANG (Imperata Clyndrica ) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL JELLY DRINK (KAJIAN: JENIS DAN KONSENTRASI GELLING AGENT)","authors":"Rahmani Rahmani","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4699","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4699","url":null,"abstract":"Produk pangan/minuman fungsional adalah produk pangan/minuman yang dapat memberikan efek kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit di samping fungsi utamanya yaitu sebagai pensuplai nutrien bagi tubuh. Alang-alang mengandung komponen kimia yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan seperti efek diuretik (melancarkan pembuangan air seni), antipiretik (penurun panas) serta mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Jelly drink adalah produk minuman yang berbentuk gel dan memiliki karakteristik berupa cairan kental yang konsisten serta mudah dihisap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan jelly drink berbasis sari alang-alang sebagai minuman fungsional dengan kajian jenis dan konsentrasi Gelling Agent terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian murni untuk mengetahui pembuatan jelly drink berbasis sari alang-alang sebagai minuman fungsional dengan kajian jenis Gelling Agent (Karagenan, Agar-agar dan Gelatin) dan konsentrasi Gelling Agent (0,075%, 0,15% dan 0,225%). Rancangan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 (dua) faktor dan 3 (tiga) kali ulangan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer dan uji statistisk untuk nilai sineresis, viskositas, pH, Aktivitas air dan kadar serat digunakan Two Way Anova, sedangkan uji statistik untuk organoleptik (warna, rasa, daya hisap, dan mouthfeel) digunakan uji Friedment, serta untuk pemilihan perlakuan terbaik digunakan metode De-Garmo (uji pembobotan) yang hasilnya akan diuji kadar anti oksidan nya. Hasil penelitian menunjukkan jelly drink alang-alang menggunakan Gelling Agent agar-agar dengan konsentrasi 0,15% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai sineresis 9%, Viskositas 253,33cp, pH 3,6, Aw 0,42, dan kadar serat 0,21% serta memiliki aktivitas antioksidan sebesar 52,22%.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126595013","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Paparan asap rokok menjadi salah satu penyebab utama banyaknya penyakit pernapasan ataupun permasalahan penyakit lainnya. Penyakit lain yang dapat diakibatkan dari paparan asap rokok, seperti BBLR (berat badan bayi lahir rendah), premature, terjadinya gangguan kognitif pada bayi yang dilahirkan, keguguran, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui risiko-risiko yang diakibatkan oleh paparan asap rokok terutama pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan mencari data yang berasal dari basis data Google Scholar dan PubMed. Hasil menunjukkan jika paparan asap rokok dapat menyebabkan berbagai macam risiko, baik untuk ibu maupun bayi yang dilahirkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari beberapa sumber dapat diketahui bahwa pengaruh yang paling banyak diteliti dan paling sering terjadi pada ibu hamil adalah berpengaruh kepada berat badan bayi lahir rendah karena kandungan yang terdapat dalam rokok dapat menimbulkan efek pada janin. Selain berpengaruh kepada berat badan bayi lahir rendah, paparan asap rokok pada ibu hamil dapat berefek juga terhadap kesehatan ibu berupa hipertensi dan meningkatkan kejadian abortus. Kesimpulan yang didapat dari pengaruh paparan asap rokok terhadap ibu hamil adalah meningkatkan berbagai risiko yang akan dialami, seperti BBLR, hipertensi, hingga masalah saat postpartum. Sehingga sangat disarankan pada saat masa kehamilan, seorang ibu hamil perlu dihindarkan dari paparan asap rokok.
{"title":"PENGARUH ASAP ROKOK PADA IBU HAMIL : STUDI LITERATUR","authors":"Aghniya Choirunnisa, Febri Febriyana, Ewing Tiara Permata Sari, Nike Mutia Ambarwati, Yuri Nurdiantami","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4597","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4597","url":null,"abstract":"Paparan asap rokok menjadi salah satu penyebab utama banyaknya penyakit pernapasan ataupun permasalahan penyakit lainnya. Penyakit lain yang dapat diakibatkan dari paparan asap rokok, seperti BBLR (berat badan bayi lahir rendah), premature, terjadinya gangguan kognitif pada bayi yang dilahirkan, keguguran, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui risiko-risiko yang diakibatkan oleh paparan asap rokok terutama pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan mencari data yang berasal dari basis data Google Scholar dan PubMed. Hasil menunjukkan jika paparan asap rokok dapat menyebabkan berbagai macam risiko, baik untuk ibu maupun bayi yang dilahirkan. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari beberapa sumber dapat diketahui bahwa pengaruh yang paling banyak diteliti dan paling sering terjadi pada ibu hamil adalah berpengaruh kepada berat badan bayi lahir rendah karena kandungan yang terdapat dalam rokok dapat menimbulkan efek pada janin. Selain berpengaruh kepada berat badan bayi lahir rendah, paparan asap rokok pada ibu hamil dapat berefek juga terhadap kesehatan ibu berupa hipertensi dan meningkatkan kejadian abortus. Kesimpulan yang didapat dari pengaruh paparan asap rokok terhadap ibu hamil adalah meningkatkan berbagai risiko yang akan dialami, seperti BBLR, hipertensi, hingga masalah saat postpartum. Sehingga sangat disarankan pada saat masa kehamilan, seorang ibu hamil perlu dihindarkan dari paparan asap rokok.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"63 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126621858","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
T. S. D. Cunha, Ode Irman, Maria Lambertina Barek Aran
Angka kematian ibu dan anak (AKI) masih menjadi masalah serius di Negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan persalinan ibu primigravida. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan persiapan persalinan yaitu melalui edukasi terstruktur. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan pengaruh edukasi terstruktur terhadap persiapan persalinan ibu primigravida. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 ibu primigravida. Sampling menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria penelitian besar responden berjumlah 26 ibu primigravida. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2022 di Puksesmas Teluk Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur. Intervensi edukasi terstruktur diberikan sebanyak 4 kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi terstruktur terhadap persiapan persalinan ibu primigravida (p 0.000). Penelitian ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dapat meningkatkan persiapan persalinan ibu primigravida. Untuk itu Puskesmas dapat membuat program promosi kesehatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan edukasi terstruktur pada pelayanan kesehatan ibu hamil.
{"title":"EDUKASI TERSTRUKTUR TERHADAP PERSIAPAN PERSALINAN IBU PRIMIGRAVIDA","authors":"T. S. D. Cunha, Ode Irman, Maria Lambertina Barek Aran","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4674","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4674","url":null,"abstract":"Angka kematian ibu dan anak (AKI) masih menjadi masalah serius di Negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan persalinan ibu primigravida. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan persiapan persalinan yaitu melalui edukasi terstruktur. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan pengaruh edukasi terstruktur terhadap persiapan persalinan ibu primigravida. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pra eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 ibu primigravida. Sampling menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria penelitian besar responden berjumlah 26 ibu primigravida. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2022 di Puksesmas Teluk Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur. Intervensi edukasi terstruktur diberikan sebanyak 4 kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi terstruktur terhadap persiapan persalinan ibu primigravida (p 0.000). Penelitian ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dapat meningkatkan persiapan persalinan ibu primigravida. Untuk itu Puskesmas dapat membuat program promosi kesehatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan edukasi terstruktur pada pelayanan kesehatan ibu hamil.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115963775","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}