Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Agar dapat mencapai hal tersebut, maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah implant. Implant merupakan kontrasepsi berupa susuk karet silikon yang mengandung hormon progesteron yang jangka waktu pemakaiannya 3-5 tahun. Cara kerja implant adalah implant yang dipasang di bawah kulit akan mulai mengeluarkan progesteron Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan penggunaan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Rantau Panjang Kiri Kabupaten Rokan Hilir tahun 2021 Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah WUS yang menggunakan kontrasepsi yang terdata pada bulan Agustus 2021 di Puskesmas Rantau Panjang Kiri Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 50 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan implant (p value 0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan penggunaan implant (p value 0,003). Diharapkan petugas kesehatan terutama bidan agar lebih aktif menyebarluaskan informasi melalui penyuluhan mengenai kontrasepsi implant.
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT","authors":"Adelia Nopriyarti, Eliyana Eliyana","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6559","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6559","url":null,"abstract":"Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Agar dapat mencapai hal tersebut, maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah implant. Implant merupakan kontrasepsi berupa susuk karet silikon yang mengandung hormon progesteron yang jangka waktu pemakaiannya 3-5 tahun. Cara kerja implant adalah implant yang dipasang di bawah kulit akan mulai mengeluarkan progesteron Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan penggunaan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Rantau Panjang Kiri Kabupaten Rokan Hilir tahun 2021 Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah WUS yang menggunakan kontrasepsi yang terdata pada bulan Agustus 2021 di Puskesmas Rantau Panjang Kiri Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 50 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan implant (p value 0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan penggunaan implant (p value 0,003). Diharapkan petugas kesehatan terutama bidan agar lebih aktif menyebarluaskan informasi melalui penyuluhan mengenai kontrasepsi implant.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128272519","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tumbuhan obat adalah jenis tumbuhan tertentu yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, dikarenakan tanaman tersebut mengandung senyawa kimia, seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Salah satu pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional yaitu digunakan untuk menurunkan suhu tubuh atau sebagai antipiretik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengintarisasi tumbuhan antipiretik Suku Mandar khususnya di Desa Laliko Campalagian Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekploratif yang bersifat kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui observasi, wawancara kepada responden dengan memberikan sejumlah pertanyaan terkait tanaman tradisional yang digunakan sebagai obat demam (sntipiretik). Responden yang digunakan untuk mengetahui jenis tanaman sebagai obat antipiretik yaitu sando (dukun), serta tokoh masyarakat yang dianggap memiliki pengetahuan dan masih menggunakan tanaman untuk pengobatan penyakit. Identifikasi tanaman dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi. Analisa data kemudian dilakukan secara deskriptif. Obat antipiretik tradisional yang digunanakan oleh Suku Mandar yaitu terdiri dari ramuan dan obat. Ramuan digunakan untuk menurunkan demam pada bayi, diantaranya campuran bawang merah dan minyak, campuran bawang merah dan asam jawa, dan campuran bawang merah dan kunyit hitam, sedangkan obat dari tanaman tunggal digunakan untuk menurunkan panas orang dewasa secara tradisional, diantaranya pisang, daun papaya dan daun sambiloto. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun, umbi, rimpang, buah dan biji
{"title":"TUMBUHAN ANTIPIRETIK SEBAGAI UPAYA SWAMEDIKASI DEMAM MASYARAKAT SUKU MANDAR, CAMPALAGIAN, KABUPATEN POLMAN","authors":"Hafsah Hafsah, Syamsiara Nur, Hasria Alang","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6494","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6494","url":null,"abstract":"Tumbuhan obat adalah jenis tumbuhan tertentu yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, dikarenakan tanaman tersebut mengandung senyawa kimia, seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid. Salah satu pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional yaitu digunakan untuk menurunkan suhu tubuh atau sebagai antipiretik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengintarisasi tumbuhan antipiretik Suku Mandar khususnya di Desa Laliko Campalagian Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekploratif yang bersifat kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui observasi, wawancara kepada responden dengan memberikan sejumlah pertanyaan terkait tanaman tradisional yang digunakan sebagai obat demam (sntipiretik). Responden yang digunakan untuk mengetahui jenis tanaman sebagai obat antipiretik yaitu sando (dukun), serta tokoh masyarakat yang dianggap memiliki pengetahuan dan masih menggunakan tanaman untuk pengobatan penyakit. Identifikasi tanaman dilakukan dengan menggunakan buku identifikasi. Analisa data kemudian dilakukan secara deskriptif. Obat antipiretik tradisional yang digunanakan oleh Suku Mandar yaitu terdiri dari ramuan dan obat. Ramuan digunakan untuk menurunkan demam pada bayi, diantaranya campuran bawang merah dan minyak, campuran bawang merah dan asam jawa, dan campuran bawang merah dan kunyit hitam, sedangkan obat dari tanaman tunggal digunakan untuk menurunkan panas orang dewasa secara tradisional, diantaranya pisang, daun papaya dan daun sambiloto. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun, umbi, rimpang, buah dan biji","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"36 20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114180515","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kejang demam merupakan penyakit yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya balita. Di Indonesia tahun 2017, kejang demam dialami oleh anak di bawah lima tahun sekitar 2,5%. Orangtua merupakan orang yang terdekat dengan anak dan dituntut untuk memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pencegahan dan penanganan penyakit pada anaknya. Penanganan yang salah pada anak yang kejang demam dapat menyebabkan timbulnya kondisi kegawatdaruratan lain seperti aspirasi, cedera atau syok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 orangtua yang memiliki balita di Desa Tanjung Pasir Kabupaten Simalungun. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 17 orang (42,5%) dan sikap negatif sebanyak 24 orang (60%), serta terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak (p value 0,000). Pengetahuan berhubungan dengan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak. Pengetahuan yang baik akan menimbulkan sikap yang baik dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di rumah. Diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat memberikan meningkatkan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua tentang penanganan pertama anak dengan kejang demam.
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG PENANGANAN PERTAMA KEJANG DEMAM PADA ANAK DI KABUPATEN SIMALUNGUN","authors":"Nabilah Siregar, Dermawani Damanik","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6450","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6450","url":null,"abstract":"Kejang demam merupakan penyakit yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya balita. Di Indonesia tahun 2017, kejang demam dialami oleh anak di bawah lima tahun sekitar 2,5%. Orangtua merupakan orang yang terdekat dengan anak dan dituntut untuk memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pencegahan dan penanganan penyakit pada anaknya. Penanganan yang salah pada anak yang kejang demam dapat menyebabkan timbulnya kondisi kegawatdaruratan lain seperti aspirasi, cedera atau syok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 orangtua yang memiliki balita di Desa Tanjung Pasir Kabupaten Simalungun. Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 17 orang (42,5%) dan sikap negatif sebanyak 24 orang (60%), serta terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak (p value 0,000). Pengetahuan berhubungan dengan sikap orangtua tentang penanganan pertama kejang demam pada anak. Pengetahuan yang baik akan menimbulkan sikap yang baik dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di rumah. Diharapkan petugas kesehatan khususnya perawat memberikan meningkatkan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua tentang penanganan pertama anak dengan kejang demam.\u0000 ","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122752051","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kehamilan merupakan metamorphosis atau proses perkembangan pada kehidupan. Sekitar 4-16% kematian ibu disebabkan oleh anemia. Dampak anemia selama kehamilan termasuk perdarahan postpartum, berat badan lahir rendah. status gizi dengan tingkat kejadian Anemia pada ibu hamil terutama trimester ketiga. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dan metode observasional analitik. Lokasi penelitian dilakukan pada Faskes Tingkat 1 Kabupaten Kudus selama bulan juli tahun 2022. Pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian secara langsung dan dilakukan pengukuran LILA menggunakan pita LILA dan kadar Hb menggunakan easy touch. Adapun teknik yang digunakan sebagai penentuan sampel adalah teknik total sampling sebanyak 32 ibu hamil trimester III sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang dibuat oleh peneliti. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji chi square melalui software SPSS ver 23 dengan sig. p<0,05. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkanlah hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan LILA dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Walaupun demikian, skrinning status gizi dengan cara pengukuran LILA dan pemeriksaan kadar hemoglobin berperan penting dalam mencegah anemia terutama pada ibu hamil. Berdasarkah hasil penelitian yang didapatkan, penulis berharap pentingnya memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang peranan gizi seimbang sesuai dengan porsi dan mengkonkumsi tablet Fe (zat besi) guna memenuhi kebutuhan janin dan menyempurnakan perkembangan serta meningkatkan kesehatan ibu.
怀孕是生命的蜕变或发育过程。大约416%的母亲死于贫血。妊娠期间贫血的影响包括产后出血、出生体重降低。孕妇贫血发生率高的营养状况,尤其是怀孕后的第三个月。本研究采用横断面分析方法和观察方法。该研究地点于2022年7月在达克斯1级圣区进行。数据收集是通过直接研究和使用LILA的磁带进行测量,并使用easy touch进行Hb测量。至于确定样本的技术,根据研究人员所根据的包容和排泄标准,将32名怀孕3期的孕妇完全抽样。使用的数据分析是通过SPSS ver 23软件与sig. p . 05进行测试使用的。这项研究发现,血红蛋白水平和莱拉的血红蛋白水平与妊娠期妊娠期贫血事件之间存在显著的联系。然而,通过对LILA的测量和血红蛋白水平的检测,对预防贫血尤其重要。根据所取得的研究结果,作者希望向公众提供平衡的营养作用的教育和知识,以满足胎儿的需求,完善发育和促进母亲的健康。
{"title":"HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III","authors":"Catur Retno Lestari, Arief Adi Saputro","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6516","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6516","url":null,"abstract":"Kehamilan merupakan metamorphosis atau proses perkembangan pada kehidupan. Sekitar 4-16% kematian ibu disebabkan oleh anemia. Dampak anemia selama kehamilan termasuk perdarahan postpartum, berat badan lahir rendah. status gizi dengan tingkat kejadian Anemia pada ibu hamil terutama trimester ketiga. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dan metode observasional analitik. Lokasi penelitian dilakukan pada Faskes Tingkat 1 Kabupaten Kudus selama bulan juli tahun 2022. Pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian secara langsung dan dilakukan pengukuran LILA menggunakan pita LILA dan kadar Hb menggunakan easy touch. Adapun teknik yang digunakan sebagai penentuan sampel adalah teknik total sampling sebanyak 32 ibu hamil trimester III sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang dibuat oleh peneliti. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji chi square melalui software SPSS ver 23 dengan sig. p<0,05. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkanlah hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan LILA dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Walaupun demikian, skrinning status gizi dengan cara pengukuran LILA dan pemeriksaan kadar hemoglobin berperan penting dalam mencegah anemia terutama pada ibu hamil. Berdasarkah hasil penelitian yang didapatkan, penulis berharap pentingnya memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang peranan gizi seimbang sesuai dengan porsi dan mengkonkumsi tablet Fe (zat besi) guna memenuhi kebutuhan janin dan menyempurnakan perkembangan serta meningkatkan kesehatan ibu.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130716883","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mastiur Julianti B, Esther Siringo Ringo, Indah Yani Br Tambunan
Data yang diperoleh di Desa Paniaran kecamatan Siborongborong kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022 anak yang berumur 35-59 Bulan sebanyak 64 Orang yang stunning dengan pengetahuan Ibu baik 18 orang (45%) cukup 14 orang (35%) dan kurang 8 orang (20%). Berdasarkan frekuensi stunting 12 orang (30%) dan tidak stunting 28 orang (70%). Untuk mengetahui pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 35-59 bulan di Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasional yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi 64 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapat pada tingkat pengetahuan dominan baik 18 orang (45%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang kejadian stunting di wilayah Pustu Paniara Kabupaten Tapanuli Utara pada Tahun 2022 dengan nilai p-value sebesar 0,001.
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK UMUR 35-59 BULAN DI WILAYAH PUSTU PANIARAN KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2022","authors":"Mastiur Julianti B, Esther Siringo Ringo, Indah Yani Br Tambunan","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6412","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6412","url":null,"abstract":"Data yang diperoleh di Desa Paniaran kecamatan Siborongborong kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022 anak yang berumur 35-59 Bulan sebanyak 64 Orang yang stunning dengan pengetahuan Ibu baik 18 orang (45%) cukup 14 orang (35%) dan kurang 8 orang (20%). Berdasarkan frekuensi stunting 12 orang (30%) dan tidak stunting 28 orang (70%). Untuk mengetahui pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 35-59 bulan di Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasional yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi 64 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapat pada tingkat pengetahuan dominan baik 18 orang (45%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang kejadian stunting di wilayah Pustu Paniara Kabupaten Tapanuli Utara pada Tahun 2022 dengan nilai p-value sebesar 0,001.\u0000 ","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129217394","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Corona virus adalah kumpulan virus yang menginfeksi sistem pernapasan yang sudah mendunia dan dapat mematikan dan tentunya juga berisiko tinggi untuk menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan Alat Pelindung Diri dimasa pandemi Covid-19 dan proses penanganan Berkas Rekam Medis pasien Covid-19 khususnya di Rumah Sakit Bhayangkara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan jumlah responden sebanyak 4 orang petugas dibagian filling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021 – 15 Januari 2022 hasil penelitian diketahui bahwa diketahui bahwa semua petugas rekam medis (100%) menggunakan masker bedah dan handsanitaizer namun tidak satupun petugas rekam medis (0%) menggunakan sarung tangan serta didapatkan 3 item prosedur yang tidak dilaksanakan yaitu pada item pertama tentang rekam medis dimasukan ke dalam plastic kuning (infeksi), pada item kedua tentang masing-masing berkas rekam medis dimasukan ke dalam plastik lalu diberi keterangan tanggal penerimaan berkas rekam medis yang menggunakan spidol atau alat tulis lainnya dan item ketiga tentang berkas rekam medis dimasukan ke dalam box container berkas sebaiknya untuk saat ini penggunan APD dan proses penanganan berkas rekam medis harus lebih efektif lagi untuk mencegah terjadinya penularan virus. Sebaiknya perekam medis hendaknya membuat strategi untuk membedakan antara berkas pasien Covid-19 dan non Covid-19.
{"title":"PENANGANAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA","authors":"Erli Zainal, Tantry Oktarina, N. Elly, L. Putri","doi":"10.31004/jkt.v3i3.5485","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.5485","url":null,"abstract":"Corona virus adalah kumpulan virus yang menginfeksi sistem pernapasan yang sudah mendunia dan dapat mematikan dan tentunya juga berisiko tinggi untuk menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan Alat Pelindung Diri dimasa pandemi Covid-19 dan proses penanganan Berkas Rekam Medis pasien Covid-19 khususnya di Rumah Sakit Bhayangkara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi lapangan dan wawancara dengan jumlah responden sebanyak 4 orang petugas dibagian filling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Desember 2021 – 15 Januari 2022 hasil penelitian diketahui bahwa diketahui bahwa semua petugas rekam medis (100%) menggunakan masker bedah dan handsanitaizer namun tidak satupun petugas rekam medis (0%) menggunakan sarung tangan serta didapatkan 3 item prosedur yang tidak dilaksanakan yaitu pada item pertama tentang rekam medis dimasukan ke dalam plastic kuning (infeksi), pada item kedua tentang masing-masing berkas rekam medis dimasukan ke dalam plastik lalu diberi keterangan tanggal penerimaan berkas rekam medis yang menggunakan spidol atau alat tulis lainnya dan item ketiga tentang berkas rekam medis dimasukan ke dalam box container berkas sebaiknya untuk saat ini penggunan APD dan proses penanganan berkas rekam medis harus lebih efektif lagi untuk mencegah terjadinya penularan virus. Sebaiknya perekam medis hendaknya membuat strategi untuk membedakan antara berkas pasien Covid-19 dan non Covid-19.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122276686","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pembangunan nasional secara optimal dapat tercapai apabila pembangunan kesehatan dapat terwujud. Hubungan keduanya sangat jelas dalam pelaksanaan pembangunan nasional karena masyarakat yang sehat dapat memiliki pendidikan yang lebih baik, produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi, pendapatan dan tabungan yang lebih baik, perilaku dan kondisi hidup yang lebih sehat, serta stabilitas sosial yang lebih stabil. Pembangunan kesehatan di Indonesia harus menjadi prioritas agar pembangunan nasional berhasil. Pembangunan nasional yang tidak memperhatikan pembangunan kesehatan, memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan nasional yang memperhatikan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan di Indonesia yang dimuat dalam RPJMN 2020-2024 menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam kondisi kesehatan masyarakat, terlebih lagi saat masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembangunan kesehatan di Indonesia dalam RPJMN 2020-2024 pada masa pandemi Covid-19. Manuskrip ini disusun dengan menggunakan metode penelitian studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel jurnal, textbook, website dan regulasi terkait pembangunan kesehatan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Situasi pandemi COVID-19 telah berdampak parah pada semua bidang kehidupan, salah satunya bidang kesehatan. Kehadiran pandemi Covid-19 meningkatkan risiko masalah kesehatan yang ada, sebab tertundanya pelaksanaan pencapaian target dalam pembangunan kesehatan di Indonesia seperti masalah kesehatan ibu dan anak, masalah gizi masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta penguatan sistem kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan rencana pendukung agar RPJMN 2020-2024 dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan.
{"title":"GAMBARAN ANALISIS PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Alvian Dicky Irawan","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6103","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6103","url":null,"abstract":"Pembangunan nasional secara optimal dapat tercapai apabila pembangunan kesehatan dapat terwujud. Hubungan keduanya sangat jelas dalam pelaksanaan pembangunan nasional karena masyarakat yang sehat dapat memiliki pendidikan yang lebih baik, produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi, pendapatan dan tabungan yang lebih baik, perilaku dan kondisi hidup yang lebih sehat, serta stabilitas sosial yang lebih stabil. Pembangunan kesehatan di Indonesia harus menjadi prioritas agar pembangunan nasional berhasil. Pembangunan nasional yang tidak memperhatikan pembangunan kesehatan, memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan dengan pembangunan nasional yang memperhatikan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan di Indonesia yang dimuat dalam RPJMN 2020-2024 menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam kondisi kesehatan masyarakat, terlebih lagi saat masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembangunan kesehatan di Indonesia dalam RPJMN 2020-2024 pada masa pandemi Covid-19. Manuskrip ini disusun dengan menggunakan metode penelitian studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan data dari berbagai artikel jurnal, textbook, website dan regulasi terkait pembangunan kesehatan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Situasi pandemi COVID-19 telah berdampak parah pada semua bidang kehidupan, salah satunya bidang kesehatan. Kehadiran pandemi Covid-19 meningkatkan risiko masalah kesehatan yang ada, sebab tertundanya pelaksanaan pencapaian target dalam pembangunan kesehatan di Indonesia seperti masalah kesehatan ibu dan anak, masalah gizi masyarakat, pencegahan dan pengendalian penyakit, serta penguatan sistem kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan rencana pendukung agar RPJMN 2020-2024 dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121595305","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sumber daya manusia kesehatan berperan penting sebagai upaya kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Indonesia menghadapi tantangan terkait transisi epidemiologi selama tiga dekade terakhir. Dilihat dari beban penyakit (burden of diseases) yang diukur dengan Disability Adjusted Life Years (DALYs). Hal tersebut saat berpengaruh terhadap SDMK karena sumber daya manusia kesehatan merupakan suatu hal yang penting dalam pembangunan kesehatan dan pengelolaan system kesehatan nasional. Kondisi sumber daya manusia kesehatan di puskesmas saat ini diketahui belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada daerah 3T yaitu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur dari berbagai buku, artikel jurnal, dan regulasi melalui Google dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas meliputi ketersediaan dan distribusi SDM kesehatan, kualitas SDM kesehatan; serta task shifting dan multitasking. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan terkait pemenuhan SDM kesehatan seperti insentif, mengatur masa bakti, dan pengembangan karir SDM kesehatan agar permasalahan terkait SDM kesehatan di Indonesia tidak ada lagi.
{"title":"TANTANGAN DAN ISU STRATEGIS SUMBER DAYA KESEHATAN MANUSIA KESEHATAN PADA PUSKESMAS DI INDONESIA","authors":"Asti Nur Attriani","doi":"10.31004/jkt.v3i3.6102","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6102","url":null,"abstract":"Sumber daya manusia kesehatan berperan penting sebagai upaya kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) adalah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Indonesia menghadapi tantangan terkait transisi epidemiologi selama tiga dekade terakhir. Dilihat dari beban penyakit (burden of diseases) yang diukur dengan Disability Adjusted Life Years (DALYs). Hal tersebut saat berpengaruh terhadap SDMK karena sumber daya manusia kesehatan merupakan suatu hal yang penting dalam pembangunan kesehatan dan pengelolaan system kesehatan nasional. Kondisi sumber daya manusia kesehatan di puskesmas saat ini diketahui belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada daerah 3T yaitu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur dari berbagai buku, artikel jurnal, dan regulasi melalui Google dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan dan isu strategis sumber daya manusia kesehatan pada puskesmas meliputi ketersediaan dan distribusi SDM kesehatan, kualitas SDM kesehatan; serta task shifting dan multitasking. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan terkait pemenuhan SDM kesehatan seperti insentif, mengatur masa bakti, dan pengembangan karir SDM kesehatan agar permasalahan terkait SDM kesehatan di Indonesia tidak ada lagi.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125497462","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sri Wahyuni, F. Fathurrahman, Niken Widyastuti Hariati
Zat besi (Fe) merupakan unsur terpenting dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kadar hemoglobin <11 gr/dl. Anemia pada ibu hamil berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin serta dapat menimbulkan komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Pencegahan anemia dengan pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap ibu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) di wilayah kerja UPT Puskesmas Beruntung Baru Kabupaten Banjar. Observasional analitik desain cross sectional. Sampel semua ibu hamil trimester III. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 37 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman ?=0,05. Rata-rata ibu hamil berumur 20-35 tahun (83,8%), pendidikan SMA/MA/SMK (67,7%), tingkat pengetahuan ibu cukup (43,2%), sikap ibu tergolong negatif (51,4%), tidak ada dukungan keluarga (67,6%) dan ibu hamil tidak patuh (73,0%). Uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga (p>0,05) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) kecuali sikap ibu (p<0,05). Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga sedangkan sikap ibu ada hubungan yang bermakna secara statistik dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe).
{"title":"HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI","authors":"Sri Wahyuni, F. Fathurrahman, Niken Widyastuti Hariati","doi":"10.31004/jkt.v3i3.5646","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.5646","url":null,"abstract":"Zat besi (Fe) merupakan unsur terpenting dalam pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kadar hemoglobin <11 gr/dl. Anemia pada ibu hamil berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin serta dapat menimbulkan komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Pencegahan anemia dengan pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap ibu dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) di wilayah kerja UPT Puskesmas Beruntung Baru Kabupaten Banjar. Observasional analitik desain cross sectional. Sampel semua ibu hamil trimester III. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 37 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman ?=0,05. Rata-rata ibu hamil berumur 20-35 tahun (83,8%), pendidikan SMA/MA/SMK (67,7%), tingkat pengetahuan ibu cukup (43,2%), sikap ibu tergolong negatif (51,4%), tidak ada dukungan keluarga (67,6%) dan ibu hamil tidak patuh (73,0%). Uji korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga (p>0,05) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) kecuali sikap ibu (p<0,05). Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga sedangkan sikap ibu ada hubungan yang bermakna secara statistik dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet zat besi (Fe).","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1035 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113981969","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salah satu tanaman yang dapat menjadi pilihan sebagai obat penyembuhan luka yaitu tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) Kandungan fitokimia tangkai daun talas yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid diduga mampu membantu menyembuhkan luka. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia serta untuk mengetahui konsentrasi optimal formula sediaan krim ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang digunakan sebagai penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium menggunakan ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang diformulasikan menjadi sediaan krim pada konsentrasi 5%, 10% dan 15 % dengan desain Pretest-Posttest dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan Uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH, uji Viskositas sebelum dan sesudah cycling test memenuhi persyaratan dan stabil. Pada uji efektivitas penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) pada 15 hewan uji yang dibagi dalam lima kelompok menunjukkan bahwa pada konsentrasi 15 % yang memberikan efektivitas penyembuhan luka sayat yang paling cepat selama 14 hari pengukuran. Dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol tangkai daun talas talas (Colocasia esculenta L.) dapat diformulasikan dalam sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia dengan konsentrasi paling optimal formula sediaan krim yang dapat digunakan untuk penyembuhan luka sayat yaitu formula sediaan krim dengan konsentrasi 15%.
一种可以选择治疗伤口的植物是芋头叶(学名Colocasia esculenta L)。塔拉斯叶连体、单宁、生物碱、髓鞘、类固醇和松节油等植物的化学成分被认为有助于治疗伤口。本研究的目的就是知道乙醇、芋头茎叶提取物(Colocasia esculenta) L .)可以重新定义变得sediaan奶油和稳定的物理和化学,并找出最佳浓度sediaan配方乳霜、芋头茎叶乙醇提取物(Colocasia esculenta) L .)被用作伤口愈合的白老鼠(褐家鼠)的wistar)。这种研究方法是利用塔尖叶柄乙醇提取物(学名Colocasia esculenta L)的提取物,这种提取物是5%、10%和15%的浓度,具有实验组和控制组的预验性设计。研究结果表明,有机缺陷测试、均质测试、粘性测试、电解测试、pH值测试、循环测试前后粘性测试符合要求并稳定。在15只被分成5组的测试中,白鼠伤口的愈合功效(Rattus norvegicus)显示,在14天的测量过程中,15%的灵敏度是最有效的。可以得出结论,芦荟提取物(学名Colocasia esculenta L)可以在身体和化学上合成,并在身体和化学上稳定,其最佳浓度可以用于伤口愈合,也就是奶油剂型配方,其浓度为15%。
{"title":"FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL TANGKAI DAUN TALAS(COLOCASIA ESCULENTA L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR","authors":"W. Wahyuni, Hilmiati Wahid, Resti Febriana","doi":"10.31004/jkt.v3i3.5721","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.5721","url":null,"abstract":"Salah satu tanaman yang dapat menjadi pilihan sebagai obat penyembuhan luka yaitu tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) Kandungan fitokimia tangkai daun talas yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid diduga mampu membantu menyembuhkan luka. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia serta untuk mengetahui konsentrasi optimal formula sediaan krim ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang digunakan sebagai penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium menggunakan ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang diformulasikan menjadi sediaan krim pada konsentrasi 5%, 10% dan 15 % dengan desain Pretest-Posttest dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan Uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH, uji Viskositas sebelum dan sesudah cycling test memenuhi persyaratan dan stabil. Pada uji efektivitas penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) pada 15 hewan uji yang dibagi dalam lima kelompok menunjukkan bahwa pada konsentrasi 15 % yang memberikan efektivitas penyembuhan luka sayat yang paling cepat selama 14 hari pengukuran. Dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol tangkai daun talas talas (Colocasia esculenta L.) dapat diformulasikan dalam sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia dengan konsentrasi paling optimal formula sediaan krim yang dapat digunakan untuk penyembuhan luka sayat yaitu formula sediaan krim dengan konsentrasi 15%.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124322467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}