Candidiasis is a fungal infection caused by Candida albicans. The Kenyah Dayak community in East Kalimantan often use kelakai leaf to treat fungal diseases. The plant contains tannins, flavonoids, steroids that have potential as antifungals. This study aimed to determine the antifungal activity of the ethanolic extract of Kelakai Leaf (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd). This research is a laboratory experimental research with post test only control group design. The research subjects used Candida albicans culture, with 7 treatment groups, namely ethanolic extract of kelakai leaf with concentrations of 5%, 15%, 25%, 35% 45%, as well as negative control DMSO and positive control used Fluconazole disc. Antifungal activity was assessed using the Kirby-Bauer disc method, based on the size of the clear zone that occurs. Data analysis using Oneway Anova parametric test. The result of this research is that the ethanolic extract of kelakai leaf can inhibit the growth of Candida albicans with an average inhibition zone of 5% (2.9 mm), 15% (5.4 mm), 25% (7.1 mm), 35% (7.7 mm), 45% (9.3mm). Oneway Anova statistical test results obtained p = 0.000. So it can be concluded that the ethanolic extract of the leaf of Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd) have an antifungal activity against Candida albicans.
{"title":"ANTI-FUNGAL ACTIVITY OF KELAKAI LEAF (Stenochlaena palustris (Burm.f) Bedd)","authors":"R. Widayati, Sarah Novita Rahayu, H. Jelita","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4257","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4257","url":null,"abstract":"Candidiasis is a fungal infection caused by Candida albicans. The Kenyah Dayak community in East Kalimantan often use kelakai leaf to treat fungal diseases. The plant contains tannins, flavonoids, steroids that have potential as antifungals. This study aimed to determine the antifungal activity of the ethanolic extract of Kelakai Leaf (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd). This research is a laboratory experimental research with post test only control group design. The research subjects used Candida albicans culture, with 7 treatment groups, namely ethanolic extract of kelakai leaf with concentrations of 5%, 15%, 25%, 35% 45%, as well as negative control DMSO and positive control used Fluconazole disc. Antifungal activity was assessed using the Kirby-Bauer disc method, based on the size of the clear zone that occurs. Data analysis using Oneway Anova parametric test. The result of this research is that the ethanolic extract of kelakai leaf can inhibit the growth of Candida albicans with an average inhibition zone of 5% (2.9 mm), 15% (5.4 mm), 25% (7.1 mm), 35% (7.7 mm), 45% (9.3mm). Oneway Anova statistical test results obtained p = 0.000. So it can be concluded that the ethanolic extract of the leaf of Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.f.) Bedd) have an antifungal activity against Candida albicans.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"51 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121005096","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Aisah Buddur Farida, Muhammad Nurman, Besti Verawati
Sayur dan buah merupakan sumber zat gizi mikro yang diperlukan untuk proses metabolisme tubuh. Di dalam sayuran dan buahan hijau mengandung antioksidan, vitamin C, dan vitamin A yang akan mencegah terjadinya gizi lebih pada anak usia sekolah dasar. Sayur dan buah merupakan makanan yang rendah kalori dan kaya akan serat yang menghambat terjadinya penimbunan lemak pada tubuh yang menyebabkan gizi lebih. Tujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Metode: Rancangan penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Waktu penelitian tanggal 16 Juni – 15 Juli 2021 di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Sampel penelitian 100 siswa. Tekhnik pengambilan sampel Total Sampling. Instrumen yang digunakan timbangan, microtoice dan formulir FFQ. Analisis data mengunakan analisis univariat dan brivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat diproses bahwa kejadian tidak gizi lebih pada kategori gizi lebih sebanyak 21%, konsumsi sayur pada anak pada kategori kurang sebanyak 52%, konsumsi buah pada anak pada kategori kurang sebanyak 51%. Berdasarkan uji chi-squre diperoleh ada hubungan antara konsumsi sayur dengan kejadian gizi lebih diperoleh p=0,000 (p<0,05), konsumsi buah dengan kejadian gizi lebih p =0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari peneliti ini terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi. Saran untuk  dapat memberikan penyuluhan tentang standar porsi sayur dan buah agar masalah gizi lebih dapat teratasi dengan menggunakan leaflet standar porsi sayur dan buah bagi anak usia 9-11 tahun.  Kata Kunci    : Konsumsi Sayur, Buah, Gizi Lebih, Siswa Kelas IV dan V.
蔬菜和水果是代谢过程中必需的微营养物质的来源。在绿色蔬菜和水果中含有抗氧化剂、维生素C和维生素A,这将阻止小学生获得更多的营养。蔬菜和水果是低热量的食物,富含纤维,抑制身体的脂肪储备,导致更多的营养。目标是分析Pekanbaru市四年级和五年级学生的蔬菜消费关系,以及更多的营养事件。方法:定量研究的设计具有交叉剖面方法的分析性。6月16日的时间研究a€小学“2021年7月15日在北干巴鲁城市技术。100名学生的样本研究。完整的抽样技术。使用度量、微霜和FFQ表单的仪器。数据分析使用樱桃核和樱桃核分析。根据对univariat的分析,单变量的事件减少了21%的营养成分,减少了52%的儿童蔬菜摄入量,减少了51%的儿童水果摄入量。根据chi-squre测试,蔬菜的摄入量与更摄入量的营养事件之间存在联系。研究人员得出的结论是,蔬菜的摄入与水果的摄入量与小学技术四年级和五年级学生的营养事件之间存在显著联系。A的建议可以通过使用9-11岁儿童的标准蔬菜和水果叶子来帮助解决营养问题。一词KunciA A A:蔬菜的摄入,水果,更多的营养,四年级和五年级的学生。
{"title":"HUBUNGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA KELAS IV DAN V DI SD TEKNOLOGI KOTA PEKANBARU TAHUN 2021","authors":"Aisah Buddur Farida, Muhammad Nurman, Besti Verawati","doi":"10.31004/jkt.v3i2.3915","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.3915","url":null,"abstract":"Sayur dan buah merupakan sumber zat gizi mikro yang diperlukan untuk proses metabolisme tubuh. Di dalam sayuran dan buahan hijau mengandung antioksidan, vitamin C, dan vitamin A yang akan mencegah terjadinya gizi lebih pada anak usia sekolah dasar. Sayur dan buah merupakan makanan yang rendah kalori dan kaya akan serat yang menghambat terjadinya penimbunan lemak pada tubuh yang menyebabkan gizi lebih. Tujuan menganalisis hubungan konsumsi sayur dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Metode: Rancangan penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Waktu penelitian tanggal 16 Juni – 15 Juli 2021 di SD Teknologi Kota Pekanbaru. Sampel penelitian 100 siswa. Tekhnik pengambilan sampel Total Sampling. Instrumen yang digunakan timbangan, microtoice dan formulir FFQ. Analisis data mengunakan analisis univariat dan brivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat diproses bahwa kejadian tidak gizi lebih pada kategori gizi lebih sebanyak 21%, konsumsi sayur pada anak pada kategori kurang sebanyak 52%, konsumsi buah pada anak pada kategori kurang sebanyak 51%. Berdasarkan uji chi-squre diperoleh ada hubungan antara konsumsi sayur dengan kejadian gizi lebih diperoleh p=0,000 (p<0,05), konsumsi buah dengan kejadian gizi lebih p =0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari peneliti ini terdapat hubungan signifikan antara konsumsi sayur dan buah dengan kejadian gizi lebih pada siswa kelas IV dan V di SD Teknologi. Saran untuk  dapat memberikan penyuluhan tentang standar porsi sayur dan buah agar masalah gizi lebih dapat teratasi dengan menggunakan leaflet standar porsi sayur dan buah bagi anak usia 9-11 tahun.\u0000 \u0000Kata Kunci    : Konsumsi Sayur, Buah, Gizi Lebih, Siswa Kelas IV dan V.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122401560","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Octa Reni Setiawati, Rizal Alamsyah, Nopi Sani, M. Anggraini
Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Belajar membutuhkan motivasi, motivasi dalam belajar adalah motivasi proses yang melahirkan prestasi belajar. Stres menjadi salah satu tekanan yang dapat dialami oleh setiap individu didunia pendidikan atau disebut juga stres akademik. Stres akademik merupakan stres dialami oleh mahasiswa yang bersumber dari hal-hal yang berhubungan dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik. Teknik pengambilan sampel dengan cara probalitity sampling. Sebanyak 102 orang responden pada untuk tingkat Tinggi dengan frekuensi 50 (49,5 %), pada tingkat sedang dengan frekuensi 47 (46,5%) dan pada tingkat rendah dengan frekuensi 4 (4,0%). Diketahui nilai Sig. antara variabel Motivasi Belajar dengan variabel Stres Akademik adalah sebesar 0,145 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Stres Akademik dengan variabel Motivasi Belajar.  Tidak ada hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2019 di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2021 dengan hasil P value sebesar (0,145).  Kata Kunci   :. Motivasi belajar, stres akdemik
学习活动是整个教育过程中最基本的活动。学习需要动力,学习的动力是产生学习成绩的过程的动力。压力是教育或学术压力中每个人都能感受到的压力之一。学业压力是源于学习相关内容的学生所经历的压力。本研究采用分析研究方法的定量研究类型。采用probalitity抽样技术取样。102名受访者表示频率为50(49.5%)、中级为47(46.5%)、低速为4(40%)。已知的学习动机变量与学术压力变量之间的Sig值为0.145 0.05,这意味着学术压力变量与学习动机变量之间没有显著的关系。2021年,位于楠榜大学(楠榜大学)2019年级医学院学生的学业压力与学习动机之间没有任何意义,成绩为P . 145分。一个词KunciA A A:动力学习,压力学
{"title":"HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019","authors":"Octa Reni Setiawati, Rizal Alamsyah, Nopi Sani, M. Anggraini","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4121","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4121","url":null,"abstract":"Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Belajar membutuhkan motivasi, motivasi dalam belajar adalah motivasi proses yang melahirkan prestasi belajar. Stres menjadi salah satu tekanan yang dapat dialami oleh setiap individu didunia pendidikan atau disebut juga stres akademik. Stres akademik merupakan stres dialami oleh mahasiswa yang bersumber dari hal-hal yang berhubungan dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik. Teknik pengambilan sampel dengan cara probalitity sampling. Sebanyak 102 orang responden pada untuk tingkat Tinggi dengan frekuensi 50 (49,5 %), pada tingkat sedang dengan frekuensi 47 (46,5%) dan pada tingkat rendah dengan frekuensi 4 (4,0%). Diketahui nilai Sig. antara variabel Motivasi Belajar dengan variabel Stres Akademik adalah sebesar 0,145 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Stres Akademik dengan variabel Motivasi Belajar.  Tidak ada hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2019 di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2021 dengan hasil P value sebesar (0,145).\u0000 \u0000Kata Kunci   :. Motivasi belajar, stres akdemik","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"103 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122665479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fonda Octarianingsih Shariff, Nopi Sani, T. M. Nusri, Nadia Puspita Maharani
Keluarga Berencana adalah suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan,  pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Upaya upaya ini mendapat beberapa kendala terkait adanya pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia. COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Penyedia layanan kesehatan juga memberikan layanan keluarga berencana yang berbeda untuk merespon COVID-19 dan banyak wanita tidak dapat mengunjungi fasilitas kesehatan karena PSBB atau takut terpapar COVID-19. Tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan akseptor KB pil selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif yang di laksanakan dari bulan Februari – Maret 2022. Diperoleh hasil penelitian pada akseptor KB pil di Puskesmas Simpur Bandar Lampung 2022 tingkat kepatuhan yang didapat patuh sebanyak 43 orang (60,6%), berdasarkan tingkat pengetahuan baik yaitu 39 orang (54,9%), berdasarkan pendidikan paling banyak adalah akseptor dengan pendidikan sarjana, kategori patuh sebanyak 39 orang (54,9%)dan berdasarkan kunjungan selama masa pandemi COVID-19 baik dengan kategori patuh sebanyak 41 orang (57,7%).  Kata Kunci     : Akseptor pil KB, COVID-19, Kepatuhan
{"title":"GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN AKSEPTOR KB PIL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS SIMPUR BANDAR LAMPUNG TAHUN 2022","authors":"Fonda Octarianingsih Shariff, Nopi Sani, T. M. Nusri, Nadia Puspita Maharani","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4125","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4125","url":null,"abstract":"\u0000Keluarga Berencana adalah suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan,  pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Upaya upaya ini mendapat beberapa kendala terkait adanya pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia. COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Penyedia layanan kesehatan juga memberikan layanan keluarga berencana yang berbeda untuk merespon COVID-19 dan banyak wanita tidak dapat mengunjungi fasilitas kesehatan karena PSBB atau takut terpapar COVID-19. Tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan akseptor KB pil selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif yang di laksanakan dari bulan Februari – Maret 2022. Diperoleh hasil penelitian pada akseptor KB pil di Puskesmas Simpur Bandar Lampung 2022 tingkat kepatuhan yang didapat patuh sebanyak 43 orang (60,6%), berdasarkan tingkat pengetahuan baik yaitu 39 orang (54,9%), berdasarkan pendidikan paling banyak adalah akseptor dengan pendidikan sarjana, kategori patuh sebanyak 39 orang (54,9%)dan berdasarkan kunjungan selama masa pandemi COVID-19 baik dengan kategori patuh sebanyak 41 orang (57,7%).\u0000 \u0000Kata Kunci     : Akseptor pil KB, COVID-19, Kepatuhan","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117066952","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAK Pengetahuan adalah merupakan hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pendidikan atau jenis pendidikan yang diperoleh, informasi yang diperoleh oleh orang tersebut, pengalaman, budaya dan status sosial ekonomi orang tersebut. Tingkat pengetahuan dan pemahaman setiap orang tentang penggunaan vitamin C dan D pasti berbeda-beda, vitamin C dan D juga sangat penting bagi imunitas. Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan faktor yang penting dalam biosintesis kolagen, metabolisme tulang rawan dan katekolamin, dan penyerapan zat besi yang dihasilkan dari makanan. Sedangkan vitamin D adalah sejenis prohormon yang larut dalam lemak yang juga dikenal sebagai kalsiferol. Kedua vitamin ini dapat membantu menambah kekuatan imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Kedokteran angkatan tingkat awal dan akhir Universitas Malahayati mengenai peran Vitamin C dan D bagi Imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, melalui kuesioner yang diberikan secara online kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 169 responden. Tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh tingkat tertinggi adalah tingkat pengetahuan rendah 52 orang (75,4%). Dan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 45 orang (65,2%). Sedangkan tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah Tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 97 orang (97%). Tingkat pengetahuan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 95 orang (95%). tingkat pengetahuan vitamin C dan D diperoleh hasil melalui uji Mann Whitney didapatkan p=0,001 (p<0,05). Kata kunci: Pengetahuan, vitamin C, vitamin D ABSTRACT Knowledge is the result of curiosity through sensory processes, especially in the eyes and ears towards a particular object. A person's level of knowledge can be influenced by several factors, namely the level of education or the type of education obtained, the information obtained by the person, the experience, culture and socioeconomic status of the person. Everyone's level of knowledge and understanding of the use of vitamins C and D must vary, vitamins C and D are also very important for immunity. Vitamin C is a water-soluble vitamin, antioxidant, and an important factor in collagen biosynthesis, cartilage and catecholamine metabolism, and absorption of iron produced from food. Vitamin D is a type of fat-soluble prohormone also known as calciferol. Both of these vitamins can help increase the strength of the body's
{"title":"PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT AWAL DAN AKHIR UNIVERSITAS MALAHAYATI MENGENAI PERAN VITAMIN C DAN D BAGI IMUNITAS TUBUH SAAT PANDEMI COVID-19","authors":"Yesi Nurmalasari, Tusy Triwahyuni, Dessy Hermawan, Mutiara Tasya Sazabilla","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4124","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4124","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Pengetahuan adalah merupakan hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pendidikan atau jenis pendidikan yang diperoleh, informasi yang diperoleh oleh orang tersebut, pengalaman, budaya dan status sosial ekonomi orang tersebut. Tingkat pengetahuan dan pemahaman setiap orang tentang penggunaan vitamin C dan D pasti berbeda-beda, vitamin C dan D juga sangat penting bagi imunitas. Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan faktor yang penting dalam biosintesis kolagen, metabolisme tulang rawan dan katekolamin, dan penyerapan zat besi yang dihasilkan dari makanan. Sedangkan vitamin D adalah sejenis prohormon yang larut dalam lemak yang juga dikenal sebagai kalsiferol. Kedua vitamin ini dapat membantu menambah kekuatan imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Kedokteran angkatan tingkat awal dan akhir Universitas Malahayati mengenai peran Vitamin C dan D bagi Imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, melalui kuesioner yang diberikan secara online kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 169 responden. Tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh tingkat tertinggi adalah tingkat pengetahuan rendah 52 orang (75,4%). Dan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 45 orang (65,2%). Sedangkan tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah Tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 97 orang (97%). Tingkat pengetahuan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 95 orang (95%). tingkat pengetahuan vitamin C dan D diperoleh hasil melalui uji Mann Whitney didapatkan p=0,001 (p<0,05). \u0000Kata kunci: Pengetahuan, vitamin C, vitamin D \u0000ABSTRACT \u0000Knowledge is the result of curiosity through sensory processes, especially in the eyes and ears towards a particular object. A person's level of knowledge can be influenced by several factors, namely the level of education or the type of education obtained, the information obtained by the person, the experience, culture and socioeconomic status of the person. Everyone's level of knowledge and understanding of the use of vitamins C and D must vary, vitamins C and D are also very important for immunity. Vitamin C is a water-soluble vitamin, antioxidant, and an important factor in collagen biosynthesis, cartilage and catecholamine metabolism, and absorption of iron produced from food. Vitamin D is a type of fat-soluble prohormone also known as calciferol. Both of these vitamins can help increase the strength of the body's ","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"254 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121529593","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Status gizi dan kebiasaan sarapan merupakan dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada anak sekolah. Kecukupan energi atau nutrisi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dapat dipenuhi dengan sarapan. Kebiasaan sarapan yang baik secara tidak langsung akan membentuk status gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar dimasa New Normal Covid-19 di SDN 005 Langgini Bangkinang Kota tahun 2021. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Juni-8 Juli. Variabel independen pada penelitian ini status gizi dan kebiasaan sarapan pagi sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah prestasi belajar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 408 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah 30 siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan sebanyak 16 siswa (53.3%) berstatus gizi normal, 17 siswa (56.7%) mempunyai kebiasaan sarapan baik dan 21 siswa (70%) mempunyai prestasi belajar baik. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,004) dan terdapat hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar (p = 0,003). Kesimpulan ada hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar. Hasil penelitian ini diharapkan para siswa dapat memperbaiki status gizi dan kebiasaan sarapan terutama dimasa new normal Covid-19.
{"title":"HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SAAT NEW NORMAL COVID-19 DI SDN 005 LANGGINI BANGKINANG KOTA TAHUN 2021","authors":"Parvita Hanna Fatiha, Widawati Widawati","doi":"10.31004/jkt.v3i2.3888","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.3888","url":null,"abstract":"Status gizi dan kebiasaan sarapan merupakan dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar pada anak sekolah. Kecukupan energi atau nutrisi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dapat dipenuhi dengan sarapan. Kebiasaan sarapan yang baik secara tidak langsung akan membentuk status gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar dimasa New Normal Covid-19 di SDN 005 Langgini Bangkinang Kota tahun 2021. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Juni-8 Juli. Variabel independen pada penelitian ini status gizi dan kebiasaan sarapan pagi sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah prestasi belajar. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 408 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah 30 siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan sebanyak 16 siswa (53.3%) berstatus gizi normal, 17 siswa (56.7%) mempunyai kebiasaan sarapan baik dan 21 siswa (70%) mempunyai prestasi belajar baik. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar (p = 0,004) dan terdapat hubungan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar (p = 0,003). Kesimpulan ada hubungan antara status gizi dan kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar. Hasil penelitian ini diharapkan para siswa dapat memperbaiki status gizi dan kebiasaan sarapan terutama dimasa new normal Covid-19.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115019934","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAK Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada wilayah sangat kurang. Penyebab kurangnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi berhubungan dengan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sedangkan populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berusia 6-12 bulan yang berdomisili dimana berjumlah 87 orang dan sampel berjumlah 47 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif adalah berpengetahuan baik sebesar 38,3%, dilihat dari segi pemberian ASI Eksklusif sebesar 61,7% dan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Disarankan kepada para ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan perlu meningkatkan pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dengan cara mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan serta aktif mencari informasi tentang ASI Ekslusif, dan kepada tenaga kesehatan perlu meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dan meningkatkan dukungan keluarga dalam upaya peningkatan pemberian ASI Eksklusif.
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF","authors":"F. Parapat, Sharfina Haslin, R. Siregar","doi":"10.31004/jkt.v3i2.4116","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4116","url":null,"abstract":"ABSTRAK\u0000Cakupan pemberian ASI Eksklusif pada wilayah sangat kurang. Penyebab kurangnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi berhubungan dengan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sedangkan populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berusia 6-12 bulan yang berdomisili dimana berjumlah 87 orang dan sampel berjumlah 47 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif adalah berpengetahuan baik sebesar 38,3%, dilihat dari segi pemberian ASI Eksklusif sebesar 61,7% dan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Esklusif. Disarankan kepada para ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan perlu meningkatkan pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dengan cara mengikuti penyuluhan yang diadakan petugas kesehatan serta aktif mencari informasi tentang ASI Ekslusif, dan kepada tenaga kesehatan perlu meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dan meningkatkan dukungan keluarga dalam upaya peningkatan pemberian ASI Eksklusif.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"138 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122630152","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Yurika Diah Safitri, Muhammad Nurman, Besti Verawati
Gastritis merupakan radang pada jaringan dinding lambung sering diakibatkan ketidakteraturan diet, gangguan pemenuhan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kandungan zat flavonoid dan Vitamin C sebagai antioksidan yang terkandung didalam daun kemangi bekerja melalui mekanisme antiinflamasi yang membantu proses penyembuhan pada penyakit Gastritis. Tujuan penelitian ini untuk melakukan substitusi cookies dengan penambahan tepung daun kemangi sebagai cemilan alternatif penderita Gastritis. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu control(0%), F1(40%),F2(50%),F3(60%). Penelitian dilakukan pada 08 Februari- 15 Juli 2021. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, proksimat, vitamin C dan flavonoid sebanyak 2 kali pengulangan serta uji statistik One Way ANOVA. Uji Organoleptik dilakukan di kampus Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hasil uji organoleptik presentase pernerimaan cookies tertinggi yaitu control dan F1 dengan persentase 100%, Hasil uji proksimat cookies yaitu kadar air (8,15%), kadar abu (1,8%), kadar protein (3,6%), kadar Flavonoid (11,75%), dan kadar vit C ( 6,60%). Pada uji statistik One Way ANOVA tidak terdapat perbedaan antara cookies yang disubstitusi daun kemangi dengan cookies control. Flavonoid yang berasal dari tiap 25 gram cookies daun kemangi sebanyak 2.937 mg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu satu buah cookies yang dikonsumsi 2 kali sehari sudah bisa mencegah dari kejadian Gastritis. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dikembangkan produk olahan dari pemanfaatan daun kemangi selain produk cookies.
{"title":"PEMBUATAN COOKIES BERBAHAN DASAR MOCAF DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) SEBAGAI CEMILAN ALTERNATIF PENDERITA GASTRITIS","authors":"Yurika Diah Safitri, Muhammad Nurman, Besti Verawati","doi":"10.31004/jkt.v3i2.3919","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.3919","url":null,"abstract":"Gastritis merupakan radang pada jaringan dinding lambung sering diakibatkan ketidakteraturan diet, gangguan pemenuhan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kandungan zat flavonoid dan Vitamin C sebagai antioksidan yang terkandung didalam daun kemangi bekerja melalui mekanisme antiinflamasi yang membantu proses penyembuhan pada penyakit Gastritis. Tujuan penelitian ini untuk melakukan substitusi cookies dengan penambahan tepung daun kemangi sebagai cemilan alternatif penderita Gastritis. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu control(0%), F1(40%),F2(50%),F3(60%). Penelitian dilakukan pada 08 Februari- 15 Juli 2021. Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, proksimat, vitamin C dan flavonoid sebanyak 2 kali pengulangan serta uji statistik One Way ANOVA. Uji Organoleptik dilakukan di kampus Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hasil uji organoleptik presentase pernerimaan cookies tertinggi yaitu control dan F1 dengan persentase 100%, Hasil uji proksimat cookies yaitu kadar air (8,15%), kadar abu (1,8%), kadar protein (3,6%), kadar Flavonoid (11,75%), dan kadar vit C ( 6,60%). Pada uji statistik One Way ANOVA tidak terdapat perbedaan antara cookies yang disubstitusi daun kemangi dengan cookies control. Flavonoid yang berasal dari tiap 25 gram cookies daun kemangi sebanyak 2.937 mg. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu satu buah cookies yang dikonsumsi 2 kali sehari sudah bisa mencegah dari kejadian Gastritis. Saran dari penelitian ini yaitu perlu dikembangkan produk olahan dari pemanfaatan daun kemangi selain produk cookies.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129124706","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The COVID-19 pandemic and nosocomial infections have made health care facilities a vulnerable place for the development of the COVID-19 virus, so that there are a lot of preventive measures that have become SOPs, especially for health workers in handling patients so as not to contract the COVID-19 virus. The purpose of this study was to determine the factors that influence the compliance of health workers in Serang City Hospital in applying Hand Hygiene. Methods: This study used a quantitative descriptive design. By using purposive sampling technique. The sample size is 105 health workers who meet the criteria. The data collection technique used a questionnaire with the variables of compliance, knowledge, attitude, motivation, supervision, and availability of facilities. The data analysis technique used the Chi-Square test. Results: A total of 64 respondents said that the supervision was good and obedient in applying hand hygiene at the Serang City Hospital. The results of the chi square test obtained p value = 0.019 <0.05. Conclusion: .There is an influence between supervision and compliance of health workers in applying hand hygiene in Serang City Hospital. Keywords: Compliance, Hand Hygiene, Health Workers, Covid-19.
{"title":"FACTORS RELATED TO HEALTH PERSONNEL'S COMPLIANCE IN THE IMPLEMENTATION OF HAND HYGIENE IN HOSPITAL","authors":"I. Faridah, L. Winarni, Andika Nata Saputra","doi":"10.31004/jkt.v3i1.3988","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i1.3988","url":null,"abstract":"The COVID-19 pandemic and nosocomial infections have made health care facilities a vulnerable place for the development of the COVID-19 virus, so that there are a lot of preventive measures that have become SOPs, especially for health workers in handling patients so as not to contract the COVID-19 virus. The purpose of this study was to determine the factors that influence the compliance of health workers in Serang City Hospital in applying Hand Hygiene. Methods: This study used a quantitative descriptive design. By using purposive sampling technique. The sample size is 105 health workers who meet the criteria. The data collection technique used a questionnaire with the variables of compliance, knowledge, attitude, motivation, supervision, and availability of facilities. The data analysis technique used the Chi-Square test. Results: A total of 64 respondents said that the supervision was good and obedient in applying hand hygiene at the Serang City Hospital. The results of the chi square test obtained p value = 0.019 <0.05. Conclusion: .There is an influence between supervision and compliance of health workers in applying hand hygiene in Serang City Hospital. \u0000Keywords: Compliance, Hand Hygiene, Health Workers, Covid-19.","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114508260","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nina Herlina, Festy Ladyani, Astri Pinilih, Ni Ketut Novita Yani
Penyakit diare menjadi salah satu masalah kesehatan sangat umum terjadi pada anak – anak, terutama pada balita usia di bawah 2 tahun. Kejadian diare pada balita salah satunya disebabkan oleh higienitas termasuk dalam pemberian makan pendamping ASI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita 6-24 bulan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode potong lintang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung pada bulan Januari – Februari 2022. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki balita usia 6 sampai 24 bulan dan jumlah sampel 127 balita. Variabel bebas pada penelitian adalah tekstur MP-ASI, frekuensi pemberian MP-ASI dan banyaknya MP-ASI per porsi, sedangkan variabel terikat adalah kejadian diare. Uji statistik dilakukan dengan uji chi kuadrat. Karakteristik responden paling banyak berusia 12 – 24 bulan (89%), pekerjaan orang adalah SMA (41,7%) dan pekerjaan orang tua adalah ibu rumah tangga (59,1%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tekstur MP-ASI (nilai p = 0,001), frekuensi MP-ASI (nilai p = 0,018) dan banyaknya MP-ASI (nilai p = 0,011) dengan kejadian diare pada balita. Terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada balita.  Kata Kunci     : Balita, Diare, Pemberian MP-ASI
腹泻病成为卫生问题之一的孩子a€”中很常见,尤其是在2岁以下的幼儿。幼儿腹泻的症状之一是由母乳喂养中包括的卫生引起的。这项研究的目的是确定在南达尔山镇Puskesmas的6-24个月幼童腹泻与伴喂养(MP-ASI)之间的关系。这项研究是对纬度切割方法的分析研究。这个研究在诊所西南部城市楠榜城市工作地区a€1月“2022年2月。这项研究的人口包括6到24个月大的母亲和127个孩子的样本。研究中的自由变量是MP-ASI的纹理、mp -母乳喂养的频率和每份MP-ASI的数量,而变量是腹泻引起的事件。统计测试是用气的平方测试进行的。受访者最多12岁的特征a€24个月(89%),工作是高中(41,7%)人和父母是家庭主妇(59,1%)。统计结果发现,MP-ASI (p值= 0.001)、MP-ASI频率(p值= 0.018)和幼儿腹泻发生率(p值= 0.011)之间存在显著的联系。mp -母乳喂养与幼儿腹泻事件有关。一个关键词A A A:蹒跚学步,腹泻,MP-ASI
{"title":"HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG","authors":"Nina Herlina, Festy Ladyani, Astri Pinilih, Ni Ketut Novita Yani","doi":"10.31004/jkt.v3i1.4069","DOIUrl":"https://doi.org/10.31004/jkt.v3i1.4069","url":null,"abstract":"Penyakit diare menjadi salah satu masalah kesehatan sangat umum terjadi pada anak – anak, terutama pada balita usia di bawah 2 tahun. Kejadian diare pada balita salah satunya disebabkan oleh higienitas termasuk dalam pemberian makan pendamping ASI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita 6-24 bulan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode potong lintang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung pada bulan Januari – Februari 2022. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki balita usia 6 sampai 24 bulan dan jumlah sampel 127 balita. Variabel bebas pada penelitian adalah tekstur MP-ASI, frekuensi pemberian MP-ASI dan banyaknya MP-ASI per porsi, sedangkan variabel terikat adalah kejadian diare. Uji statistik dilakukan dengan uji chi kuadrat. Karakteristik responden paling banyak berusia 12 – 24 bulan (89%), pekerjaan orang adalah SMA (41,7%) dan pekerjaan orang tua adalah ibu rumah tangga (59,1%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tekstur MP-ASI (nilai p = 0,001), frekuensi MP-ASI (nilai p = 0,018) dan banyaknya MP-ASI (nilai p = 0,011) dengan kejadian diare pada balita. Terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada balita.\u0000 \u0000Kata Kunci     : Balita, Diare, Pemberian MP-ASI","PeriodicalId":380921,"journal":{"name":"Jurnal Kesehatan Tambusai","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121851088","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}