首页 > 最新文献

Journal of Marine Research最新文献

英文 中文
Kajian Kondisi Padang Lamun di Pulau Kelapa Dua Taman Nasional Kepulauan Seribu 研究椰子岛海葵的土壤状况,再研究两个群岛国家公园的1000个
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-02 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.33929
Muhammad Raihan Faqiha Bintang Azzura, Ita Riniatsih, G. Santosa
Ekosistem lamun menjadi sumber kehidupan bagi biota laut yang berasosiasi didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem padang lamun yang terdapat di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Stasiun pengamatan terbagi mejadi tiga stasiun, dan metode survey yang digunakan untuk pengambilan data lamun dengan menggunakan metoda line transek kuadran. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis lamun yang tersebar pada tiga stasiun penelitian, yaitu; Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, dan Syiringodium isoetifolium. Presentase total penutupan lamun berkisar antara 10,23-35,61%. Kerapatan lamun berkisar antara 223,63-366,75 ind/m2 dengan komposisi dan kerapatan jenis tertinggi adalah jenisThalassia hemprichii dan terendah Cymodocea rotundata.  Substrat yang ditemukan pada ketiga Stasiun adalah substrat pasir dan pecahan karang (rubble). Indeks ekologi lamun Stasiun 1 memiliki keanekaragaman lamun sedang, keseragaman sedang, dan ada yang medominasi. Stasiun 2 memiliki keanekaragaman yang rendah, keseragaman rendah, dan mendominansi. Stasiun 3 memiliki keanekaragaman sedang, kesergaman tinggi, dan tidak ada dominasi. Hasil perhitungan Indeks ekologi menunjukkan bahwa kondisi perairan padang lamun di Pulau Kelapa Dua Kepulauan, Seribu masih dalam kondisi stabil. Berdasarkan kriteria kondisi status ekosistem padang lamun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 status ekosistem padang lamun di Pulau Kelapa Dua dikategorikan Miskin (<29,9%), yaitu berkisar 26,77%. Secara keseluruhan parameter hidro-oseanografi perairan pada ekosistem lamun dan kondisi ekologinya masih dapat mendukung pertumbuhan lamun. Seagrass ecosystems are a source of life for marine biota associated therein. This study aims to determine the condition of the seagrass ecosystem in Kelapa Dua Island, Taman Nasional Kepulauan Seribu. The observation station is divided into three stations, and the survey method used for seagrass data collection is using the quadrant line transect method. The results of the study found 4 types of seagrasses spread over three research stations, namely; Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, and Syringodium isoetifolium. The percentage of total seagrass cover ranged from 10.23-35.61%. Seagrass density ranged from 223.63-366.75 ind/m2 with the highest species composition and density being Thalassia hemprichii and the lowest being Cymodocea rotundata. The substrate found at the three stations is a substrate of sand and rubble. Seagrass ecology index Station 1 has moderate seagrass diversity, moderate uniformity, and some are dominant. Station 2 has low diversity, low uniformity, and dominance. Station 3 has moderate diversity, high uniformity, and none dominates. The results of the calculation of the ecological index show that the condition of the seagrass meadows on Kelapa Dua Island in the Thousand Islands is still in a stable condition. Based on the criteria for the co
海草生态系统是海洋生物相互关联的生命线。这项研究的目的是了解位于南棕榈岛2号的海草生态系统状况。监测站分为三个站,使用方位线象限来提取海草数据的调查方法。研究发现4种海葵分布在三个研究站,即地中海贫血,Cymodocea rotundata, Halophila ovalis和异戊二烯。海带关闭的总数约为10.23 - 35.61%。海氏海氏密度从223.63 - 366.75个物种组成和密度最高的是雌雄同体和最低的Cymodocea rotundata。在这三个车站发现的基体中有沙石和珊瑚碎片。海草站一号生态指数拥有中等多样性、中等统一性和一些主导地位。第二站的多样性很低,均匀性很低,支配性很好。第三站是中央生物多样性,极度生物多样性,无统治地位。生态学索引的计算表明,椰子岛的海草水体状况为2个群岛,目前仍有1 000个处于稳定状态。根据印度尼西亚共和国海门生态系统状况的标准,2012年22日,椰子岛2年海门草原生态系统的状态为穷人(< 29.9%),范围为26.77%。海盐生态系统及其生态条件的整体水文参数仍然可以支持海草的生长。海洋生态系统是海洋生物联盟的生命之源。这是对椰子生态系统的研究。观测站被部署到三个位置,而测量仪使用的数据收集方法是使用象限线程传输方法。研究发现的结果是四种不同的海带分布在三种研究岗位上,namely;地中海贫血,Cymodocea rotundata,卤素和异戊二醇。总平均海草覆盖面积为10.23- 33.61%。海洋尘埃由223.63微步在这三个阶段中发现了沙子和碎石。Seagrass ecology指数1拥有温和的海洋多样性、温和的自我中心和一些主导地位。第二站有低多样性,低统一和支配。第三站拥有温和、高雅、不受支配的地位。生态指数的计算表明,千年岛屿上2个岛屿上一片海洋草地的情况仍处于稳定状态。基于《海洋生态系统状况》(seagrass ecosystem status)、2021年22日的印度尼西亚共和国政府规定、2个岛屿上seagrass ecosystem的状况为不足不足之处(<29.9%),该系统位于26.77%左右。以上水海洋系统和它们的生态条件仍然是支撑着海洋的增长。
{"title":"Kajian Kondisi Padang Lamun di Pulau Kelapa Dua Taman Nasional Kepulauan Seribu","authors":"Muhammad Raihan Faqiha Bintang Azzura, Ita Riniatsih, G. Santosa","doi":"10.14710/jmr.v11i4.33929","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.33929","url":null,"abstract":"Ekosistem lamun menjadi sumber kehidupan bagi biota laut yang berasosiasi didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem padang lamun yang terdapat di Pulau Kelapa Dua, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Stasiun pengamatan terbagi mejadi tiga stasiun, dan metode survey yang digunakan untuk pengambilan data lamun dengan menggunakan metoda line transek kuadran. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis lamun yang tersebar pada tiga stasiun penelitian, yaitu; Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, dan Syiringodium isoetifolium. Presentase total penutupan lamun berkisar antara 10,23-35,61%. Kerapatan lamun berkisar antara 223,63-366,75 ind/m2 dengan komposisi dan kerapatan jenis tertinggi adalah jenisThalassia hemprichii dan terendah Cymodocea rotundata.  Substrat yang ditemukan pada ketiga Stasiun adalah substrat pasir dan pecahan karang (rubble). Indeks ekologi lamun Stasiun 1 memiliki keanekaragaman lamun sedang, keseragaman sedang, dan ada yang medominasi. Stasiun 2 memiliki keanekaragaman yang rendah, keseragaman rendah, dan mendominansi. Stasiun 3 memiliki keanekaragaman sedang, kesergaman tinggi, dan tidak ada dominasi. Hasil perhitungan Indeks ekologi menunjukkan bahwa kondisi perairan padang lamun di Pulau Kelapa Dua Kepulauan, Seribu masih dalam kondisi stabil. Berdasarkan kriteria kondisi status ekosistem padang lamun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 status ekosistem padang lamun di Pulau Kelapa Dua dikategorikan Miskin (&lt;29,9%), yaitu berkisar 26,77%. Secara keseluruhan parameter hidro-oseanografi perairan pada ekosistem lamun dan kondisi ekologinya masih dapat mendukung pertumbuhan lamun. Seagrass ecosystems are a source of life for marine biota associated therein. This study aims to determine the condition of the seagrass ecosystem in Kelapa Dua Island, Taman Nasional Kepulauan Seribu. The observation station is divided into three stations, and the survey method used for seagrass data collection is using the quadrant line transect method. The results of the study found 4 types of seagrasses spread over three research stations, namely; Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, and Syringodium isoetifolium. The percentage of total seagrass cover ranged from 10.23-35.61%. Seagrass density ranged from 223.63-366.75 ind/m2 with the highest species composition and density being Thalassia hemprichii and the lowest being Cymodocea rotundata. The substrate found at the three stations is a substrate of sand and rubble. Seagrass ecology index Station 1 has moderate seagrass diversity, moderate uniformity, and some are dominant. Station 2 has low diversity, low uniformity, and dominance. Station 3 has moderate diversity, high uniformity, and none dominates. The results of the calculation of the ecological index show that the condition of the seagrass meadows on Kelapa Dua Island in the Thousand Islands is still in a stable condition. Based on the criteria for the co","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67007128","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kelimpahan Bivalvia di Muara Sungai Tuntang Morodemak Berdasarkan Kandungan Bahan Organik dan Fraksi Sedimen
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-02 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.34045
Mutiara Mega Septiningtyas, Endang Supriyantini, Rudhi Pribadi
Aktivitas manusia yang dilakukan disekitar wilayah Perairan Morodemak akan memberikan sumbangan terbesar terhadap kandungan bahan organik dan akan berpengaruh terhadap kondisi ekologis perairan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui fraksi sedimen dan kandungan bahan organik serta kelimpahan bivalvia di Muara Sungai Tuntang Morodemak. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Terdapat tiga stasiun dalam pengambilan sampel yang ditentukan secara purposive. Hasil fraksi sedimen didominasi oleh pasir (sand) berkisar antara 99,9%. Kandungan bahan organik sedimen diperoleh rata – rata sebesar 5,8% yang termasuk dalam kriteria rendah. Kelimpahan relatif tertinggi dimiliki spesies Perna viridis sebesar 78,3 ind/m2 dan kelimpahan relatif terendah dimiliki spesies Anadara granosa sebesar 21,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) dan nilai indeks keseragaman (E) tergolong dalam kriteria rendah. Hubungan kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan bivalvia diperoleh nilai korelasi positif sebesar 0,99. Hal tersebut berarti terdapat hubungan yang sempurna/sangat tinggi, dimana keberadaan bahan organik pada sedimen mendukung keberlangsungan hidup bivalvia. Hubungan fraksi sedimen pasir dengan kelimpahan bivalvia diperoleh nilai korelasi negatif sebesar -0,55. Hal tersebut berarti terdapat hubungan yang rendah/lemah, dimana fraksi sedimen pasir mengalami penurunan maka kelimpahan bivalvia juga akan menurun. Human activities carried out around the Morodemak waters largely contributee to the organic matter content and affects the ecological conditions of the waters. The purpose of this study was to determine the sediment fraction and organic matter content as well as the abundance of bivalves in the Tuntang Morodemak estuary. This research method is descriptive quantitative. There are three stations in the sampling which were determined purposively. The results of the sediment fraction are dominated by sand ranging from 99,9%. The organic matter content of the sediment obtained an average of 5,8% which is included in the low criteria. Perna viridis species has the highest relative abundance of 78.3 ind/m2 and the lowest relative abundance is Anadara granosa species of 21,7 ind/m2. The diversity index value (H') and the uniformity index value (E) are classified as low criteria. The relationship between sediment organic matter content and the abundance of bivalves obtained a positive correlation value of 0,99. This means that there is a perfect/very high relationship, where the presence of organic matter in the sediment supports the survival of bivalves. The relationship between the sand sediment fraction and the abundance of bivalves obtained a negative correlation value of -0,55. This means that there is a low/weak relationship, where the sand sediment fraction decreases, the abundance of bivalves will also decrease.
莫罗德马克水域周围的人类活动将对有机物含量做出最大贡献,并将影响水域的生态状况。研究的目的是寻找莫罗德马克隧道河沿岸的沉积物组分、有机物含量和双壳类表面。这种研究方法是定量描述的。采样中有三个站点是特意确定的。以沙子为主的沉积物组分的结果在99.9%之间。沉积物的有机物含量平均为5.8%,属于低标准。相对丰度最高的是一种大小为78.3 ind/m2的Viridis pean,而相对丰度最低的是大小为21.7 ind/m2的Anadara granosa。多样性指数(H’)的值和平等指数(E)的值属于较低的标准。沉积物有机质与双壳类外观的关系为0.99。这意味着存在一种完美/非常高的关系,沉积物中有机物的存在支持双壳类生物的生存。沙沉积物组分与双壳类外观之间的关系为-0.55。这意味着存在一种低/弱关系,沙沉积物的比例下降,然后双壳类的剩余量也会减少。[UNK]莫罗德马克水域周围的人类活动在很大程度上增加了有机物含量,并影响了水域的生态条件。本研究的目的是测定Tuntang Morodemak河口的沉积物组成、有机质含量以及双壳类的丰度。这种研究方法是描述性定量的。采样中有三个站点,它们是有目的地确定的。沉积物分数的结果主要是沙子,范围从99,9%。沉积物的有机质含量平均为5.8%,属于低标准。绿Perna viridis物种的相对丰度最高,为78.3 ind/m2,相对丰度最低的是Anadara granosa物种,为21.7 ind/m2。多样性指数值(H’)和均匀性指数值为低标准。沉积物有机质含量与双壳类丰度之间的关系为0,99。这意味着存在一种完美/非常高的关系,沉积物中有机物的存在支持双壳类的生存。泥沙含量与双壳类丰度之间的关系为-0.55。这意味着存在一种低/弱关系,当沙沉积物分数降低时,双壳类的丰度也会降低。
{"title":"Kelimpahan Bivalvia di Muara Sungai Tuntang Morodemak Berdasarkan Kandungan Bahan Organik dan Fraksi Sedimen","authors":"Mutiara Mega Septiningtyas, Endang Supriyantini, Rudhi Pribadi","doi":"10.14710/jmr.v11i4.34045","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.34045","url":null,"abstract":"Aktivitas manusia yang dilakukan disekitar wilayah Perairan Morodemak akan memberikan sumbangan terbesar terhadap kandungan bahan organik dan akan berpengaruh terhadap kondisi ekologis perairan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui fraksi sedimen dan kandungan bahan organik serta kelimpahan bivalvia di Muara Sungai Tuntang Morodemak. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Terdapat tiga stasiun dalam pengambilan sampel yang ditentukan secara purposive. Hasil fraksi sedimen didominasi oleh pasir (sand) berkisar antara 99,9%. Kandungan bahan organik sedimen diperoleh rata – rata sebesar 5,8% yang termasuk dalam kriteria rendah. Kelimpahan relatif tertinggi dimiliki spesies Perna viridis sebesar 78,3 ind/m2 dan kelimpahan relatif terendah dimiliki spesies Anadara granosa sebesar 21,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) dan nilai indeks keseragaman (E) tergolong dalam kriteria rendah. Hubungan kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan bivalvia diperoleh nilai korelasi positif sebesar 0,99. Hal tersebut berarti terdapat hubungan yang sempurna/sangat tinggi, dimana keberadaan bahan organik pada sedimen mendukung keberlangsungan hidup bivalvia. Hubungan fraksi sedimen pasir dengan kelimpahan bivalvia diperoleh nilai korelasi negatif sebesar -0,55. Hal tersebut berarti terdapat hubungan yang rendah/lemah, dimana fraksi sedimen pasir mengalami penurunan maka kelimpahan bivalvia juga akan menurun. Human activities carried out around the Morodemak waters largely contributee to the organic matter content and affects the ecological conditions of the waters. The purpose of this study was to determine the sediment fraction and organic matter content as well as the abundance of bivalves in the Tuntang Morodemak estuary. This research method is descriptive quantitative. There are three stations in the sampling which were determined purposively. The results of the sediment fraction are dominated by sand ranging from 99,9%. The organic matter content of the sediment obtained an average of 5,8% which is included in the low criteria. Perna viridis species has the highest relative abundance of 78.3 ind/m2 and the lowest relative abundance is Anadara granosa species of 21,7 ind/m2. The diversity index value (H') and the uniformity index value (E) are classified as low criteria. The relationship between sediment organic matter content and the abundance of bivalves obtained a positive correlation value of 0,99. This means that there is a perfect/very high relationship, where the presence of organic matter in the sediment supports the survival of bivalves. The relationship between the sand sediment fraction and the abundance of bivalves obtained a negative correlation value of -0,55. This means that there is a low/weak relationship, where the sand sediment fraction decreases, the abundance of bivalves will also decrease.","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44960469","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Estimasi Stok Karbon Mangrove Pasca Rehabilitasi di Desa Kaliwlingi, Brebes Menggunakan Citra Sentinel-2 在kaliwhub村康复后,Brebes采用了哨兵2的图像
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-02 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.31734
Lovensia Zukruff Albasit, Rudhi Pribadi, Rini Pramesti
Mangrove sebagai ekosistem karbon biru berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim namun di sisi lain keberadaannya terancam oleh konversi lahan. Rehabilitasi mangrove telah banyak dilakukan dan untuk mengelolanya secara berkelanjutan stok karbon mangrove perlu diketahui untuk kebutuhan pasar karbon. Pesisir Kota Brebes menjadi salah satu daerah yang berhasil merehabilitasi kawasan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi stok karbon mangrove pasca rehabilitasi di Desa Kaliwlingi, Brebes berdasarkan perbedaan tahun tanam, yakni 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017. Penelitian lapangan dilakukan pada 21–23 November 2020. Metode terdiri dari survei lapangan, perhitungan allometrik dan pengolahan citra Sentinel-2. Survei lapangan dilakukan guna mengetahui komposisi spesies dan diameter setinggi dada (DBH) tiap tegakan mangrove. Rumus allometrik spesies-spesifik digunakan untuk menghitung biomassa mangrove yang kemudian dikonversi menjadi nilai stok karbon di tiap lahan rehabilitasi. Citra Sentinel-2 ditransformasi dengan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), selanjutnya dilakukan analisis regresi antara nilai NDVI dan stok karbon untuk mendapatkan model pendugaan stok karbon menggunakan citra satelit. Terdapat tiga spesies mangrove yang ditemukan, yaitu Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Avicennia marina. Hasil menunjukkan bahwa stok karbon mangrove tahun tanam 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017 secara berturut-turut adalah 80,69 tonC/ha, 95,08 tonC/ha, 104,19 tonC/ha, 175,13 tonC/ha dan 137,35 tonC/ha. Hasil analisis regresi antara nilai NDVI dan stok karbon mangrove menunjukkan koefisien determinasi yang sangat rendah (R2 = 0,06), sehingga model tidak dapat digunakan untuk menduga stok karbon mangrove. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan stok karbon seiring dengan semakin tua lahan mangrove. Spesies A. marina berkontribusi besar untuk perolehan stok karbon mangrove yang lebih tinggi dibandingkan R. mucronata.   Mangrove as blue carbon ecosystem has a significant role in mitigating climate change which existence is threatened by land conversion. Mangrove rehabilitation has been widely done and requires sustainable management by knowing the carbon stock as a call for carbon market. The coastal area of Brebes is one of the regions that has successfully rehabilitated mangrove forest area. This research aims to estimate post-rehabilitation mangrove carbon stock in Kaliwlingi, Brebes based on different planting years, i.e. 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017. A field research was conducted on November 21st – 23rd 2020. The method involved field survey, allometric calculation and Sentinel-2 processing. A field survey was conducted to collect the diameter at breast height (DBH) of each stand and species composition. Species-specific allometric equations were used to calculate mangrove biomass, subsequently converted into carbon stock in each rehabilitated area. Sentinel-2 imagery was transformed using the
红树林作为一个蓝碳生态系统在减缓气候变化方面发挥着重要作用,但另一方面,它的存在受到土地转换的威胁。红树林的康复已经做了很多,并在可持续管理它的碳储备需要知道碳市场的需要。布雷比斯的沿海城市成为红树林恢复成功的地区之一。这项研究旨在在kaliwrouve村(Brebes)以2005年、2008年、2011年、2014年和2017年为基础的根植碳。现场研究于2020年11月21日至23日进行。方法包括实地调查、异位计算和哨兵2图像处理。进行实地调查,以确定树种的组成和树冠的直径。一种特殊的异计量公式被用来计算红树林的生物质量,然后将其转化为每个康复中心的碳库存价值。但这将采用采用卫星图像的方式,但采用采用标准化的植被差异指数(NDVI)进行回归分析。我们发现了三种红树林,一种是雷兹奥弗朗塔、阿维斯尼娅·阿尔巴和阿维斯尼亚·玛丽娜。结果表明,2005年、2008年、2011年、2014年和2017年的碳锰库存为80.69吨/ha, 95,08吨c /ha, 104.19吨c /ha, 175.13吨/ha和137.35吨。NDVI值和mangrove碳库存之间回归分析的结果显示了密度非常低的密度系数(R2 = 0。这项研究的结果表明,随着红树林土地的老化,碳储量并没有增加。A. marina物种为收购红树林的碳元素贡献了巨大,其价值远高于R. mucronata。蓝碳生态系统有一个重要的角色,在减少气候变化方面有一个重要的角色,这种变化受到陆地改造的威胁。援助物资已被视为碳市场的呼吁,已迅速完成并补充库存。布列斯岛的分产区是修复红树林地区的一个地区。这项研究的重点是康复后储存碳储备,布雷比斯以不同的计划为基础,2005年,2008年,2011年,2014年和2017年。一个实地研究是2020年11月21日至23日出版的。采用的方法,异位测量,采用哨兵2推进。一项实地调查是为了收集每一个站的高度的直径。几种不同的参数被用来calculate mangcuve biomass,结果逐渐转换成各自康复地区的碳库存。哨兵2图像用传统不同的蔬菜指数(NDVI)变形。遗憾分析显示,NDVI值和碳库存之间存在着用卫星图像确定了碳储备的估计模式。有三个物种发现了,namely Rhizophora mucronata, Avicennia alba和Avicennia marina。2005年、2008年、2014年和2017年碳储备计划的结果是:869吨/ha, 95.08吨对NDVI和碳库存分析的回归显示是非常缺乏决心的结果,这使得该模型无法适应碳库存的估计。在这项研究中,碳储备并没有增加种植时代。玛丽娜对更高的碳库存补偿有很大的要求。
{"title":"Estimasi Stok Karbon Mangrove Pasca Rehabilitasi di Desa Kaliwlingi, Brebes Menggunakan Citra Sentinel-2","authors":"Lovensia Zukruff Albasit, Rudhi Pribadi, Rini Pramesti","doi":"10.14710/jmr.v11i4.31734","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.31734","url":null,"abstract":"Mangrove sebagai ekosistem karbon biru berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim namun di sisi lain keberadaannya terancam oleh konversi lahan. Rehabilitasi mangrove telah banyak dilakukan dan untuk mengelolanya secara berkelanjutan stok karbon mangrove perlu diketahui untuk kebutuhan pasar karbon. Pesisir Kota Brebes menjadi salah satu daerah yang berhasil merehabilitasi kawasan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi stok karbon mangrove pasca rehabilitasi di Desa Kaliwlingi, Brebes berdasarkan perbedaan tahun tanam, yakni 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017. Penelitian lapangan dilakukan pada 21–23 November 2020. Metode terdiri dari survei lapangan, perhitungan allometrik dan pengolahan citra Sentinel-2. Survei lapangan dilakukan guna mengetahui komposisi spesies dan diameter setinggi dada (DBH) tiap tegakan mangrove. Rumus allometrik spesies-spesifik digunakan untuk menghitung biomassa mangrove yang kemudian dikonversi menjadi nilai stok karbon di tiap lahan rehabilitasi. Citra Sentinel-2 ditransformasi dengan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), selanjutnya dilakukan analisis regresi antara nilai NDVI dan stok karbon untuk mendapatkan model pendugaan stok karbon menggunakan citra satelit. Terdapat tiga spesies mangrove yang ditemukan, yaitu Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Avicennia marina. Hasil menunjukkan bahwa stok karbon mangrove tahun tanam 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017 secara berturut-turut adalah 80,69 tonC/ha, 95,08 tonC/ha, 104,19 tonC/ha, 175,13 tonC/ha dan 137,35 tonC/ha. Hasil analisis regresi antara nilai NDVI dan stok karbon mangrove menunjukkan koefisien determinasi yang sangat rendah (R2 = 0,06), sehingga model tidak dapat digunakan untuk menduga stok karbon mangrove. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan stok karbon seiring dengan semakin tua lahan mangrove. Spesies A. marina berkontribusi besar untuk perolehan stok karbon mangrove yang lebih tinggi dibandingkan R. mucronata.   Mangrove as blue carbon ecosystem has a significant role in mitigating climate change which existence is threatened by land conversion. Mangrove rehabilitation has been widely done and requires sustainable management by knowing the carbon stock as a call for carbon market. The coastal area of Brebes is one of the regions that has successfully rehabilitated mangrove forest area. This research aims to estimate post-rehabilitation mangrove carbon stock in Kaliwlingi, Brebes based on different planting years, i.e. 2005, 2008, 2011, 2014 dan 2017. A field research was conducted on November 21st – 23rd 2020. The method involved field survey, allometric calculation and Sentinel-2 processing. A field survey was conducted to collect the diameter at breast height (DBH) of each stand and species composition. Species-specific allometric equations were used to calculate mangrove biomass, subsequently converted into carbon stock in each rehabilitated area. Sentinel-2 imagery was transformed using the","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44802794","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kelimpahan Mikroplastik pada berbagai ukuran Kerang Hijau (Perna viridis) dan Kerang Darah (Anadara granosa) yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara, Jawa Tengah 许多不同大小的绿色贝类(Perna viridis)和血迹(Anadara granosa)的微塑料含量分布在爪哇岛中部的TPI、Demak和TPI
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-02 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.32209
Refi Sekarwardhani, Subagiyo Subagiyo, Ali Ridlo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan mikroplastik pada kerang hijau dan kerang darah meliputi jumlah, bentuk, warna serta hubungan ukuran cangkang kerang terhadap jumlah mikroplastik pada kerang yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara. Sampel diambil pada tanggal 6 Februari 2021. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan jaringan lunak kerang dengan cangkangnya, 2 – 7 gram jaringan lunak kerang dilarutkan dalam 100 ml KOH 10% dan didiamkan selama 24 jam (untuk menghancurkan bahan organik). Selanjutnya larutan ZnCl2 30% sebanyak 10 ml ditambahkan pada jaringan lunak dan didiamkan selama 24 jam untuk memisahkan natan dan supernatan, kemudian di saring dengan kertas whatman no 42 menggunakan vacum pump dan diamati menggunakan mikroskop pada perbesaran 100X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kerang darah dan kerang hijau telah terkontaminasi mikroplastik. Kerang darah dan kerang hijau yang berasal dari TPI Kedungmalang ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 11,2 partikel/ind dan 7,6 partikel/ind sedangkan di TPI Bungo ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 3,8 partikel/ind dan 13,9 partikel/ind. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerang darah dan kerang hijau yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara  pada waktu penelitian sudah terkontaminasi mikroplastik dan terdapat perbedaan kelimpahan mikroplastik pada ukuran cangkang yeng berbeda.  This study aims to examine the microplastics abundance in shellfish including the number, shape, color and the relationship between shell size and the amount of microplastic in green mussels and blood clams landed at TPI Bungo, Demak and TPI Kedungmalang, Jepara. Clams sampling was carried out on February 6, 2021. In this study, the shells were separated, then 100 ml of 10% KOH solution was added and allowed to stand for 24 hours (to destroy organic matter), then added 30% ZnCl2 solution as much as 10 ml and allowed to stand for 24 hours to separate the natant and supernatant, then filtered with whatman paper no 42 using a vacuum pump and observed using a microscope. The results showed that all samples of blood mussel and green mussels were contaminated with microplastics. Blood mussel and green mussels from TPI Kedungmalang found 11.2 particles/ind and 7.6 particles/ind respectively, while at Bungo TPI found microplastics with 3.8 particles/ind and 13.9 particles respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that blood mussel and green mussels landed at Bungo TPI, Demak and Kedungmalang TPI, Jepara at the time of the study were contaminated with microplastics and there were differences in the abundance of microplastics at different shell sizes.
本研究的目的是研究绿色外壳和血液外壳上的微塑料外观,包括外壳的数量、形状、颜色以及外壳尺寸与降落在TPI Bungo、Demak和TPI不幸的是,Jepara的外壳上微塑料数量的关系。样本于2021年2月6日采集。在本研究中,将壳与壳的软组织分离,将2-7克壳的软质组织应用于100 ml KOH 10%中,并储存24小时(以破坏有机物)。接下来,将10ml的ZnCl2 30%溶液添加到软组织中,并储存24小时以分离上清液和上清液,然后使用真空泵在具有whatman纸42的过滤器中,并使用100X的显微镜进行监测。研究表明,所有的血壳和绿壳样本都受到了微塑料的污染。损伤TPI的血片和绿壳分别发现了11.2个粒子/ind和7.6个粒子/inde的微塑料,而Bungo TPI分别发现了3.8个粒子/inder和13.9个粒子/ind。根据研究结果,可以得出结论,在研究时降落在德马克邦戈TPI和杰帕拉不幸TPI上的血壳和绿壳已被微塑料污染,不同尺寸的杨壳的微塑料外观存在差异。本研究旨在检测贝类中微塑料的丰度,包括数量、形状、颜色,以及在德马克TPI Bungo和杰帕拉TPI Kedungmalang降落的绿贻贝和血蛤中外壳大小与微塑料含量之间的关系。蛤蜊采样于2021年2月6日进行。在本研究中,分离壳,然后加入100毫升10%的KOH溶液并静置24小时(以破坏有机物),然后加入多达10毫升的30%的ZnCl2溶液并静置于24小时以分离上清液和上清液,然后使用真空泵用42号whatman纸过滤并使用显微镜观察。结果表明,血贻贝和绿贻贝的所有样本都被微塑料污染。来自TPI Kedungmalang的血贻贝和绿贻贝分别发现了11.2个颗粒/ind和7.6个颗粒/ind,而在Bungo,TPI发现的微塑料分别为3.8个颗粒/ind和13.9个颗粒。根据研究结果,可以得出结论,在研究时,降落在Bungo TPI、Demak和Kedungmalang TPI、Jepara的血贻贝和绿贻贝被微塑料污染,不同外壳尺寸的微塑料丰度存在差异。
{"title":"Kelimpahan Mikroplastik pada berbagai ukuran Kerang Hijau (Perna viridis) dan Kerang Darah (Anadara granosa) yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara, Jawa Tengah","authors":"Refi Sekarwardhani, Subagiyo Subagiyo, Ali Ridlo","doi":"10.14710/jmr.v11i4.32209","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.32209","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan mikroplastik pada kerang hijau dan kerang darah meliputi jumlah, bentuk, warna serta hubungan ukuran cangkang kerang terhadap jumlah mikroplastik pada kerang yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara. Sampel diambil pada tanggal 6 Februari 2021. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan jaringan lunak kerang dengan cangkangnya, 2 – 7 gram jaringan lunak kerang dilarutkan dalam 100 ml KOH 10% dan didiamkan selama 24 jam (untuk menghancurkan bahan organik). Selanjutnya larutan ZnCl2 30% sebanyak 10 ml ditambahkan pada jaringan lunak dan didiamkan selama 24 jam untuk memisahkan natan dan supernatan, kemudian di saring dengan kertas whatman no 42 menggunakan vacum pump dan diamati menggunakan mikroskop pada perbesaran 100X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kerang darah dan kerang hijau telah terkontaminasi mikroplastik. Kerang darah dan kerang hijau yang berasal dari TPI Kedungmalang ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 11,2 partikel/ind dan 7,6 partikel/ind sedangkan di TPI Bungo ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 3,8 partikel/ind dan 13,9 partikel/ind. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerang darah dan kerang hijau yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara  pada waktu penelitian sudah terkontaminasi mikroplastik dan terdapat perbedaan kelimpahan mikroplastik pada ukuran cangkang yeng berbeda.  This study aims to examine the microplastics abundance in shellfish including the number, shape, color and the relationship between shell size and the amount of microplastic in green mussels and blood clams landed at TPI Bungo, Demak and TPI Kedungmalang, Jepara. Clams sampling was carried out on February 6, 2021. In this study, the shells were separated, then 100 ml of 10% KOH solution was added and allowed to stand for 24 hours (to destroy organic matter), then added 30% ZnCl2 solution as much as 10 ml and allowed to stand for 24 hours to separate the natant and supernatant, then filtered with whatman paper no 42 using a vacuum pump and observed using a microscope. The results showed that all samples of blood mussel and green mussels were contaminated with microplastics. Blood mussel and green mussels from TPI Kedungmalang found 11.2 particles/ind and 7.6 particles/ind respectively, while at Bungo TPI found microplastics with 3.8 particles/ind and 13.9 particles respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that blood mussel and green mussels landed at Bungo TPI, Demak and Kedungmalang TPI, Jepara at the time of the study were contaminated with microplastics and there were differences in the abundance of microplastics at different shell sizes.","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48159609","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Ekstraksi Garam Dari Rumput Laut Caulerpa Lentilifera Dengan Kombinasi Perlakuan Agitasi dan Non Agitasi Pada Suhu Yang Berbeda 不同温度下搅拌与非搅拌相结合提取海藻中的盐
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-02 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35084
Ester Ruly Nomleni, Krisman Umbu Henggu, Firat Meiyasa
Rumput laut Caulerpa lentilifera merupakan salah satu tumbuhan air yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Hal ini karena rumput laut memiliki kandungan gizi terutama serat pangan hingga kandungan mineral makro dan mikro yang cukup tinggi. Kandungan mineral makro dan mikro tersebut dapat dimanfaatkan sebagai garam fungsional. Metode ekstraksi garam rumput laut Caulerpa lentilifera yang digunakan dalam penelitian ini adalah perlakuan agitasi dan non agitasi pada suhu ekstraksi 70°C, 90°C dan 120°C. Ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan lalu dianalisis kandungan natrium, kalium, rasio natrium-kalium (Na/K), Natrium-Klorida (NaCl), organoleptik dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi (agitasi dan non agitasi) pada suhu ekstraksi yang berbeda (70°C, 90°C, 120°C) memberikan pengaruh terhadap kandungan kalium. Namun metode tersebut tidak turut memberikan pengaruh signifikan terhadap kandungan natrium. Kandungan natrium, kalium, dan Na:K terpilih berada pada perlakuan agitasi pada 120°C dengan rata-rata kandungan natrium sebesar 16,37 mg/kg, kalium 18,45 mg/kg, rasio Na:K 1,53 mg/kg. Sedangkan kandungan NaCl yang terkandung dalam ekstrak garam rumput laut berkisar antara 42,32-55,90 mg/kg. Penerimaan panelis (rasa, warna, aroma, tekstur) terhadap produk ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan ialah memberikan kesan agak suka hingga sangat suka terutama pada rasa, aroma dan warna. Tingkat kesukaan tersebut terletak pada rasa asin (spesifik garam) dan terdapat sedikit rasa umami. Total rendemen ekstrak garam rumput laut Caulerpa lentilifera tertinggi diperoleh pada perlakuan agitasi dengan rata-rata rendemen mencapai 2,97%, sedangkan non agitasi hanya berkisar 1,41%.  Caulerpa lentilifera seaweed is one of the aquatic plants that is useful for human life. This is because seaweed has a high nutritional content, especially dietary fiber, due to the high content of macro and micro minerals. The macro and micro-mineral content can be used as functional salts. The salt extraction method of Caulerpa lentilifera seaweed used in this study was agitated and non-agitated at extraction temperatures of 70 °C, 90 °C, and 120 °C. The resulting seaweed salt extract was then analyzed for the content of sodium, potassium, sodium-potassium ratio (Na/K), sodium-chloride (NaCl), organoleptic and yield. The results showed that the different extraction methods (agitated and non-agitated) at different extraction temperatures (70 °C, 90 °C, and 120 °C) had an effect on the potassium content. However, this method did not have a significant effect on the sodium content. The selected sodium, potassium, and Na:K content were in agitation treatment at 120°C with an average sodium content of 16.37 mg/kg, potassium 18.45 mg/kg, Na:K ratio 1.53 mg/kg . While the NaCl content contained in the seaweed salt extract ranged from 42.32-55.90 mg/kg. The panelists' acceptance (taste, color, flavour, texture) of the resulting seaweed salt extract produc
海藻扁豆是人类生活中最有用的水生植物之一。这是因为海藻中含有gizi,尤其是草莓,高达宏观和微观矿物质含量。宏观和微观矿物含量可以用作功能盐。本研究中使用的提取慢生Caulperpa海藻盐的方法是在70°C、90°C和120°C的提取温度下搅拌和不搅拌。用钠、钾、钠钾(Na/K)、氯化钠(NaCl)、感官和低含量生产和分析海藻盐提取物。研究表明,在不同提取温度(70°C、90°C、120°C)下,提取方法(搅拌和非搅拌)的差异会影响钾含量。然而,该方法不会显著影响钠含量。选择钠、钾和Na:K含量在120°C下搅拌,平均钠含量为16.37 mg/kg,钾含量为18.45 mg/kg,Na:K比例为1.53 mg/kg。而海藻盐提取物中所含的NaCl含量范围为42.32-55.90mg/kg。所生产的海藻盐提取物的面板(味道、颜色、香气、质地)的接受是为了产生相当愉快和非常愉快的效果,尤其是在味道、香气和颜色方面。偏好的程度在于盐的味道(特定于盐),还有一点幽默感。在搅拌条件下获得的慢生Caulperpa海藻盐的总提取率平均为2.97%,而非搅拌条件下仅为1.41%左右。海藻是一种对人类有益的水生植物。这是因为海藻的营养含量很高,尤其是膳食纤维,因为它含有大量的宏观和微观矿物质。宏观和微观矿物含量可以用作功能盐。本研究中使用的慢生海藻的盐提取方法在70°C、90°C和120°C的提取温度下进行搅拌和非搅拌。然后分析所得海藻盐提取物的钠、钾、钠钾比(Na/K)、氯化钠(NaCl)含量、感官和产量。结果表明,在不同的提取温度(70°C、90°C和120°C)下,不同的提取方法(搅拌和非搅拌)对钾含量有影响。然而,这种方法对钠含量没有显著影响。选定的钠、钾和Na:K含量在120°C下进行搅拌处理,平均钠含量为16.37 mg/kg,钾含量为18.45 mg/kg,Na:K比例为1.53 mg/kg。而海藻盐提取物中所含的NaCl含量在42.32-55.90mg/kg之间。小组成员对由此产生的海藻盐提取物产品的接受(味道、颜色、味道、质地)是为了给人一种有点像真的喜欢它的印象,尤其是在味道、味道、偏好的程度在于咸味(特别是盐),还有轻微的鲜味。在搅拌处理中获得了最高的慢藻海藻盐提取物总产率,平均产率达到2.97%,而非搅拌处理仅为1.41%。
{"title":"Ekstraksi Garam Dari Rumput Laut Caulerpa Lentilifera Dengan Kombinasi Perlakuan Agitasi dan Non Agitasi Pada Suhu Yang Berbeda","authors":"Ester Ruly Nomleni, Krisman Umbu Henggu, Firat Meiyasa","doi":"10.14710/jmr.v11i4.35084","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.35084","url":null,"abstract":"Rumput laut Caulerpa lentilifera merupakan salah satu tumbuhan air yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Hal ini karena rumput laut memiliki kandungan gizi terutama serat pangan hingga kandungan mineral makro dan mikro yang cukup tinggi. Kandungan mineral makro dan mikro tersebut dapat dimanfaatkan sebagai garam fungsional. Metode ekstraksi garam rumput laut Caulerpa lentilifera yang digunakan dalam penelitian ini adalah perlakuan agitasi dan non agitasi pada suhu ekstraksi 70°C, 90°C dan 120°C. Ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan lalu dianalisis kandungan natrium, kalium, rasio natrium-kalium (Na/K), Natrium-Klorida (NaCl), organoleptik dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi (agitasi dan non agitasi) pada suhu ekstraksi yang berbeda (70°C, 90°C, 120°C) memberikan pengaruh terhadap kandungan kalium. Namun metode tersebut tidak turut memberikan pengaruh signifikan terhadap kandungan natrium. Kandungan natrium, kalium, dan Na:K terpilih berada pada perlakuan agitasi pada 120°C dengan rata-rata kandungan natrium sebesar 16,37 mg/kg, kalium 18,45 mg/kg, rasio Na:K 1,53 mg/kg. Sedangkan kandungan NaCl yang terkandung dalam ekstrak garam rumput laut berkisar antara 42,32-55,90 mg/kg. Penerimaan panelis (rasa, warna, aroma, tekstur) terhadap produk ekstrak garam rumput laut yang dihasilkan ialah memberikan kesan agak suka hingga sangat suka terutama pada rasa, aroma dan warna. Tingkat kesukaan tersebut terletak pada rasa asin (spesifik garam) dan terdapat sedikit rasa umami. Total rendemen ekstrak garam rumput laut Caulerpa lentilifera tertinggi diperoleh pada perlakuan agitasi dengan rata-rata rendemen mencapai 2,97%, sedangkan non agitasi hanya berkisar 1,41%.  Caulerpa lentilifera seaweed is one of the aquatic plants that is useful for human life. This is because seaweed has a high nutritional content, especially dietary fiber, due to the high content of macro and micro minerals. The macro and micro-mineral content can be used as functional salts. The salt extraction method of Caulerpa lentilifera seaweed used in this study was agitated and non-agitated at extraction temperatures of 70 °C, 90 °C, and 120 °C. The resulting seaweed salt extract was then analyzed for the content of sodium, potassium, sodium-potassium ratio (Na/K), sodium-chloride (NaCl), organoleptic and yield. The results showed that the different extraction methods (agitated and non-agitated) at different extraction temperatures (70 °C, 90 °C, and 120 °C) had an effect on the potassium content. However, this method did not have a significant effect on the sodium content. The selected sodium, potassium, and Na:K content were in agitation treatment at 120°C with an average sodium content of 16.37 mg/kg, potassium 18.45 mg/kg, Na:K ratio 1.53 mg/kg . While the NaCl content contained in the seaweed salt extract ranged from 42.32-55.90 mg/kg. The panelists' acceptance (taste, color, flavour, texture) of the resulting seaweed salt extract produc","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49425336","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Identifikasi Jenis Bivalvia Pada Ekosistem Mangrove Di Sekitar Perairan Kota Pangkalpinang 基地城市水域红树林生态系统中双壳类的鉴定
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-09-01 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.34036
Adelia Erika, Mu’alimah Hudatwi, Irma Akhrianti
Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap biota yang hidup didalamnya, salah satunya yaitu bivalvia. Secara ekologis mangrove berfungsi sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan, dan pemijahan bagi bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bivalvia yang ditemukan pada ekosistem mangrove, mengetahui nilai indeks ekologi bivalvia, serta mengetahui hubungan antara bivalvia dengan kerapatan mangrove dan parameter lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2021 di empat stasiun yang berbeda yaitu Pantai Tanjung Bunga, Muara Serata Pasir Padi, Pantai Koala Jembatan Emas, dan Pelabuhan Pangkal Balam. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode line transect yang ditarik dari arah laut ke darat, kemudian diletakkan tiga plot transek dengan ukuran 10x10m yang berbentuk zig-zag dengan ulangan 9 plot transek mangrove yang terdiri dari 3 sub stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bivalvia sebanyak 472 individu dari 23 spesies dan 9 family. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu 3,187. Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 4 dengan total nilai 0,267. Indeks dominansi nilai tertinggi terdapat pada stasiun 2 yaitu 0,405. Hasil analisis komponen utama (Principal Component Analysis) menunjukkan bahwa nilai hubungan keanekaragaman bivalvia dengan nilai kerapatan mangrove pada penelitian ini menunjukkan hubungan korelasi positif yang dengan nilai r = (0,57). Sedangkan, faktor fisika-kimia yang mempengaruhi keanekaragaman bivalvia adalah salinitas dengan nilai r = (0,95) dan pH dengan nilai r = (0,94). Mangrove is one of the coastal ecosystems with has high productivity for major contribution to the biota that live in it, one of which is bivalves. Ecologically, mangroves function as nursery ground, feeding ground and spawning ground for bivalves. This study aims to determine the type of bivalves found in mangrove ecosystems, to determine the value of the ecological index of bivalves, and to determine the relationship between bivalves and mangrove density and environmental parameters. This research was carried out in February-April 2021 at four different stations, namely Tanjung Bunga Beach, Muara Serata Pasir Padi, Golden Bridge Koala Beach, and Pangkal Balam Port. Data retrieval in this study used the line transect method which was drawn from the sea to the land, then three transect plots with a size of 10x10m in a zig-zag shape were placed with 9 replications of mangrove transect plots consisting of 3 sub-stations of observation. The results showed that there were 472 individuals of bivalves from 23 species and 9 families. The highest diversity index value is found at station 3, which is 3,187. The highest uniformity index is at station 4 with a total value of 0.267. The highest value dominance index is found at station 2, which is 0,405
红树林是沿海生态系统之一,其生产力很高,可以对其中的生物——其中之一——产生巨大贡献。从生态上讲,红树林是一种孤儿院、觅食场所和双壳动物的产卵地。本研究旨在了解在红树林生态系统中发现的双壳类动物类型、了解双壳类生态指数的价值以及了解它们与红树林密度和环境参数之间的关系。这项研究是在2月至2021年4月在丹戎海滩、沙塞拉塔河口、考拉金桥海滩和巴兰港等四个不同的车站进行的。研究中的数据使用从海上到陆地的电汇方法提取,然后放置3个具有10×10米字形字形的横断面块,再插入3个观察站。研究表明,在23种和9种家庭中,共有472种个体被发现。生物多样性指数最高的点是3号站,即3,187。排名最高的均匀指数是站4,总值为0.267。最高等级的支配指数是站2的0 - 405。主成分分析结果(主分析原则)表明,本研究中双壳生物多样性与mangrove值的关系显示了r =(0.57)值的正相关关系。另一方面,影响生物多样性的化学生理因素是r值的盐度(0.95)和r值的pH值(0.94)。Mangrove是一种生态系统,它的主要产品是生物混和,这是一种生物危害。从生态学的角度来说,红树林的功能就像苗床、喂食地和冻土一样。这项研究旨在确定在红树林生态系统中发现的两种生物的类型,确定两种生物的生态指数的价值,并确定两种生物的密度和环境parameters之间的关系。这个研究于2021年2月4日在四个不同的地点被埋葬,namely cape Beach,河口塞拉塔沙滩,金桥考拉海滩和港口。研究中的检索数据将把从海上到陆地的10×10米的漂移介质用于三种不同的观察层。结果表明,23个物种和9个家庭中有472个个体。其高度的多样性指数出现在第三站,即3.187。最奇怪的不统一指数在4号站,总共是0267。最高度的权重指数在2号,这是0 - 405。校长分析的结果显示,这次研究显示,双家长关系的多样性与r =(0.57)的强烈正面关系。虽然,生物多样性影响的物理化学因素与r值(0.95)和r值(0.94)的pH值是一致的。
{"title":"Identifikasi Jenis Bivalvia Pada Ekosistem Mangrove Di Sekitar Perairan Kota Pangkalpinang","authors":"Adelia Erika, Mu’alimah Hudatwi, Irma Akhrianti","doi":"10.14710/jmr.v11i4.34036","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.34036","url":null,"abstract":"Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap biota yang hidup didalamnya, salah satunya yaitu bivalvia. Secara ekologis mangrove berfungsi sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan, dan pemijahan bagi bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bivalvia yang ditemukan pada ekosistem mangrove, mengetahui nilai indeks ekologi bivalvia, serta mengetahui hubungan antara bivalvia dengan kerapatan mangrove dan parameter lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2021 di empat stasiun yang berbeda yaitu Pantai Tanjung Bunga, Muara Serata Pasir Padi, Pantai Koala Jembatan Emas, dan Pelabuhan Pangkal Balam. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode line transect yang ditarik dari arah laut ke darat, kemudian diletakkan tiga plot transek dengan ukuran 10x10m yang berbentuk zig-zag dengan ulangan 9 plot transek mangrove yang terdiri dari 3 sub stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bivalvia sebanyak 472 individu dari 23 spesies dan 9 family. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu 3,187. Indeks keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 4 dengan total nilai 0,267. Indeks dominansi nilai tertinggi terdapat pada stasiun 2 yaitu 0,405. Hasil analisis komponen utama (Principal Component Analysis) menunjukkan bahwa nilai hubungan keanekaragaman bivalvia dengan nilai kerapatan mangrove pada penelitian ini menunjukkan hubungan korelasi positif yang dengan nilai r = (0,57). Sedangkan, faktor fisika-kimia yang mempengaruhi keanekaragaman bivalvia adalah salinitas dengan nilai r = (0,95) dan pH dengan nilai r = (0,94). Mangrove is one of the coastal ecosystems with has high productivity for major contribution to the biota that live in it, one of which is bivalves. Ecologically, mangroves function as nursery ground, feeding ground and spawning ground for bivalves. This study aims to determine the type of bivalves found in mangrove ecosystems, to determine the value of the ecological index of bivalves, and to determine the relationship between bivalves and mangrove density and environmental parameters. This research was carried out in February-April 2021 at four different stations, namely Tanjung Bunga Beach, Muara Serata Pasir Padi, Golden Bridge Koala Beach, and Pangkal Balam Port. Data retrieval in this study used the line transect method which was drawn from the sea to the land, then three transect plots with a size of 10x10m in a zig-zag shape were placed with 9 replications of mangrove transect plots consisting of 3 sub-stations of observation. The results showed that there were 472 individuals of bivalves from 23 species and 9 families. The highest diversity index value is found at station 3, which is 3,187. The highest uniformity index is at station 4 with a total value of 0.267. The highest value dominance index is found at station 2, which is 0,405","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-09-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47266076","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Potensi dan Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes Brebes Kulon Randusanga村发展海草佛的潜力与策略
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-08-05 DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35261
Joitry Silvia Sitompul, A. Susanto, W. A. Setyati
Desa Randusanga Kulon adalah daerah pertambakan yang digunakan untuk budidaya rumput laut dengan kondisi tambak yang cukup dangkal dengan substrat yang berlumpur berwarna hitam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lokasi budidaya rumput laut, potensi dan strategi pengembangan budidaya rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes. Penelitian merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini menggunakan instrument yaitu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil identifikasi faktor strategis internal terdapat 5 kekuatan dan 5 kelemahan, factor eksternal terdapat 5 peluang dan 5 ancaman. Nilai IFAS sebesar 3,28 dan nilai EFAS adalah 3,05 dalam matriks IE berada pada sel I, yaitu menggambarkan tumbuh dan berkembang. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh 12 alternatif strategi. Prioritas strategi yang terpilih dengan menggunakan analisis QSPM adalah meningkatkan keterampilan dalam membudidaya dan pengolahan rumput laut (nilai TAS 5,21), memperluas dan mempertahankan jaringan penjualan rumput laut (nilai TAS 5,02) dan menignkatkan pelatihan/ pendampingan kepada petani rumput laut saat budidaya maupun pasca panen (nilai TAS 4,69). Village Randusanga Kulon is area used farm _ for cultivation grass sea with condition enough pond _ shallow with muddy substrate _ colored black. Destination study this is for knowing characteristics location cultivation grass sea, potential and strategy development cultivation grass the sea in the village Randusanga Kulon, Brebes. Study is study descriptive that uses approach quantitative with survey method. Study this using the instrument, namely questionnaire, interview, observation and documentation. Results identification factor internal strategic there are 5 strengths and 5 weaknesses, external factors there are 5 chances and 5 threats. IFAS value is 3.28 and EFAS value is 3.05 in IE matrix is located on cell I, i.e describe grow and growing. Based on SWOT analysis obtained 12 alternatives strategy. Priority chosen strategy with use QSPM analysis is increase Skills in cultivate and processing grass sea (TAS value 5,21), expand and maintain network sale grass sea (TAS value 5.02) and boost training / mentoring to farmer grass sea moment cultivation nor post harvest (TAS value 4.69).
Randusanga Kulon村是一个用于海藻养殖的养殖区,养殖条件相当浅,基质为黑色淤泥。本研究旨在了解Brebes Randusanga Kulon村海藻的文化区位特征、海藻开发潜力和策略。研究是一种描述性研究,使用定量方法和调查方法。这项研究使用了烹饪、访谈、观察和记录等工具。内部战略因素识别的结果是5个优势和5个劣势,外部因素是5个机会和5个威胁。IE矩阵中的IFAS值为3,28,EFAS值为3.05,位于细胞I上,用于描述生长和生长。基于SWOT分析,得出了12个战略备选方案。使用QSPM分析选择的战略优先事项是提高种植和海藻提取技能(TAS 5.21),扩大和维护海藻销售网络(TAS 5.02),并增加对海藻养殖户童年和牧场的培训/陪伴(TAS 4.69)。[UNK]Randusanga Kulon村是一个种植草海的农场,有足够的池塘条件,浅层有泥泞的基质,颜色为黑色。目的地研究这是为了了解布雷贝斯Randusanga Kulon村种植草海的特点、位置、潜力和战略发展。研究是采用方法定量与调查相结合的描述性研究。使用问卷、访谈、观察和文件等工具对此进行研究。结果识别因素内部战略有5个优势和5个劣势,外部因素有5个机会和5个威胁。IE矩阵中的IFAS值为3.28,EFAS值为3.05,位于细胞I上,即描述生长和生长。在SWOT分析的基础上,得出了12种备选策略。使用QSPM分析的优先选择策略是提高种植和加工草海的技能(TAS值5.21),扩大和维护网络销售草海(TAS价值5.02),并加强对农民草海即时种植和收获后的培训/指导(TAS数值4.69)。
{"title":"Potensi dan Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes","authors":"Joitry Silvia Sitompul, A. Susanto, W. A. Setyati","doi":"10.14710/jmr.v11i4.35261","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i4.35261","url":null,"abstract":"Desa Randusanga Kulon adalah daerah pertambakan yang digunakan untuk budidaya rumput laut dengan kondisi tambak yang cukup dangkal dengan substrat yang berlumpur berwarna hitam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lokasi budidaya rumput laut, potensi dan strategi pengembangan budidaya rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes. Penelitian merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini menggunakan instrument yaitu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil identifikasi faktor strategis internal terdapat 5 kekuatan dan 5 kelemahan, factor eksternal terdapat 5 peluang dan 5 ancaman. Nilai IFAS sebesar 3,28 dan nilai EFAS adalah 3,05 dalam matriks IE berada pada sel I, yaitu menggambarkan tumbuh dan berkembang. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh 12 alternatif strategi. Prioritas strategi yang terpilih dengan menggunakan analisis QSPM adalah meningkatkan keterampilan dalam membudidaya dan pengolahan rumput laut (nilai TAS 5,21), memperluas dan mempertahankan jaringan penjualan rumput laut (nilai TAS 5,02) dan menignkatkan pelatihan/ pendampingan kepada petani rumput laut saat budidaya maupun pasca panen (nilai TAS 4,69). Village Randusanga Kulon is area used farm _ for cultivation grass sea with condition enough pond _ shallow with muddy substrate _ colored black. Destination study this is for knowing characteristics location cultivation grass sea, potential and strategy development cultivation grass the sea in the village Randusanga Kulon, Brebes. Study is study descriptive that uses approach quantitative with survey method. Study this using the instrument, namely questionnaire, interview, observation and documentation. Results identification factor internal strategic there are 5 strengths and 5 weaknesses, external factors there are 5 chances and 5 threats. IFAS value is 3.28 and EFAS value is 3.05 in IE matrix is located on cell I, i.e describe grow and growing. Based on SWOT analysis obtained 12 alternatives strategy. Priority chosen strategy with use QSPM analysis is increase Skills in cultivate and processing grass sea (TAS value 5,21), expand and maintain network sale grass sea (TAS value 5.02) and boost training / mentoring to farmer grass sea moment cultivation nor post harvest (TAS value 4.69).","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-08-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44919633","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Pemanfaatan Sargassum sp. secara Enzimatik dalam Pakan terhadap Konsumsi Pakan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis sp.) sp.马尾藻对饲料消费量、饲料效率和凤尾鱼(Oreochromis sp)的生长有酶作用。
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-07-24 DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35006
Desti Setiyowati, Budi Aryono, Muhammad Zainuddin, M. Puspita, Achmad Rofi Andrean
Budidaya ikan nila salin (Oreochromis sp.) memiliki permasalahan yaitu rendahnya tingkat pertumbuhan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan aplikasi pakan fungsional yang mengandung senyawa bioaktif untuk meningkatkan pertumbuhan. Senyawa bioaktif dapat diisolasi dengan melakukan ekstrasi secara enzimatik menggunakan enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak Sargassum ilicifolium secara enzimatik dalam pakan terhadap tingkat konsumsi, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis sp.). Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Terdapat 3 perlakuan jenis pakan yaitu perlakuan A adalah pakan tanpa ekstrak, pakan B dengan penambahan eksrak S. ilicifolium dari protease protamex dan pakan C penambahan eksrak S. ilicifolium dari protease viscozyme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan dengan penambahan ekstrak Sargassum ilicifolium secara enzimatik kepada ikan nila salin berpengaruh nyata (P<0,05). Perlakuan terbaik adalah perlakuan C yaitu pakan yang ditambahkan 2 g/kg ekstrak S. ilicifolium dari enzim viscozyme, Perlakuan C memiliki nilai konsumsi pakan (F) sebesar 373,180 gr, efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) sebesar 72,350 % dan pertumbuhan bobot mutlak (W) sebesar 17,995 gr. Ekstrak S. ilicifolium dari enzim viscozyme diduga memiliki kandungan senyawa fenol yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis sp.).                                                                                                                                                                         Cultivation of saline tilapia (Oreochromis sp.) has the problem of low growth rates. One way to overcome this problem is to apply functional feed containing bioactive compounds to increase growth. Bioactive compounds can be isolated by enzymatic extraction using protease enzymes. This study aimed to examine the effect of adding Sargassum ilicifolium extract enzymatically in feed to the level of consumption, feed utilization efficiency and growth of saline tilapia (Oreochromis sp.). The study used a laboratory experimental method. There were 3 types of feed treatment, namely treatment A was feed without extract, feed B with the addition of S. ilicifolium extract from the protease protamex and feed C with the addition of S. ilicifolium extract from the protease viscozyme. The results showed that the feeding treatment with the addition of S. ilicifolium extract enzymatically to saline tilapia had a significant effect (P<0.05). The best treatment was treatment C, which was to add 2 g/kg of S. ilicifolium extract from the viscozyme enzyme, Treatment C had a feed consumption value (F) of 373.180 g, feed utilization efficiency (EPP) of 72.350% and absolute weight growth (W) of 17.995 grams. S. ilicifolium extract from the viscozyme enzyme is thought to have a high content of phenolic compounds so that it can increase t
Oreochromis sp.存在生长缓慢的问题。克服这个问题的一种方法是使用含有生物活性化合物的功能性服装来促进生长。生物活性化合物可以通过使用蛋白酶的酶提取来分离。本研究采用实验室实验方法,分析了添加脐马尾藻提取物对铜鱼(Oreochromis sp.)消耗水平、提取物效率和生长的酶促作用。处理有三种类型:A处理是非提取处理,B处理添加鱼精蛋白蛋白酶的水芹提取物,C处理添加粘酶蛋白酶的水莲提取物。研究结果表明,向鱼类中添加马尾藻提取物的饲养过程对生理盐水有实际影响(P<0.05)。最佳行为是行为C,即从粘酶中添加2g/kg的硅叶藻提取物,行为C的F消耗值为373180克,EP的使用效率为72350%,棉花(W)的绝对生长量为17995克。从粘酶中提取的冬青树提取物预计含有高酚类含量,因此它可以促进咸鱼(Oreochromis sp.)的生长存在低增长率的问题。克服这个问题的一种方法是应用含有生物活性化合物的功能性饲料来增加生长。生物活性化合物可以通过使用蛋白酶的酶提取来分离。采用室内实验方法,研究了在饲料中添加马尾藻酶解提取物对罗非鱼耗食量、饲料利用率和生长发育的影响。有3种类型的饲料处理,即处理A是不含提取物的饲料,饲料B添加了来自蛋白酶protamex的冬青提取物,饲料C添加了来自酶黏酶的冬青提取物。结果表明,在含盐罗非鱼中添加桑叶提取物的饲养处理效果显著(P<0.05)。最佳处理是C处理,即添加粘酶桑叶提取物2g/kg,C处理的饲料消耗值(F)为373.180g,-饲料利用率(EPP)为72.350%,绝对增重(W)为17.995g。从粘酶中提取的水芹提取物被认为具有高含量的酚类化合物,因此它可以促进盐罗非鱼(Oreochromis sp.)的生长。
{"title":"Pemanfaatan Sargassum sp. secara Enzimatik dalam Pakan terhadap Konsumsi Pakan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis sp.)","authors":"Desti Setiyowati, Budi Aryono, Muhammad Zainuddin, M. Puspita, Achmad Rofi Andrean","doi":"10.14710/jmr.v11i3.35006","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i3.35006","url":null,"abstract":"Budidaya ikan nila salin (Oreochromis sp.) memiliki permasalahan yaitu rendahnya tingkat pertumbuhan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan aplikasi pakan fungsional yang mengandung senyawa bioaktif untuk meningkatkan pertumbuhan. Senyawa bioaktif dapat diisolasi dengan melakukan ekstrasi secara enzimatik menggunakan enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak Sargassum ilicifolium secara enzimatik dalam pakan terhadap tingkat konsumsi, efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis sp.). Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Terdapat 3 perlakuan jenis pakan yaitu perlakuan A adalah pakan tanpa ekstrak, pakan B dengan penambahan eksrak S. ilicifolium dari protease protamex dan pakan C penambahan eksrak S. ilicifolium dari protease viscozyme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan dengan penambahan ekstrak Sargassum ilicifolium secara enzimatik kepada ikan nila salin berpengaruh nyata (P&lt;0,05). Perlakuan terbaik adalah perlakuan C yaitu pakan yang ditambahkan 2 g/kg ekstrak S. ilicifolium dari enzim viscozyme, Perlakuan C memiliki nilai konsumsi pakan (F) sebesar 373,180 gr, efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) sebesar 72,350 % dan pertumbuhan bobot mutlak (W) sebesar 17,995 gr. Ekstrak S. ilicifolium dari enzim viscozyme diduga memiliki kandungan senyawa fenol yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ikan nila salin (Oreochromis sp.).                                                                                                                                                                         Cultivation of saline tilapia (Oreochromis sp.) has the problem of low growth rates. One way to overcome this problem is to apply functional feed containing bioactive compounds to increase growth. Bioactive compounds can be isolated by enzymatic extraction using protease enzymes. This study aimed to examine the effect of adding Sargassum ilicifolium extract enzymatically in feed to the level of consumption, feed utilization efficiency and growth of saline tilapia (Oreochromis sp.). The study used a laboratory experimental method. There were 3 types of feed treatment, namely treatment A was feed without extract, feed B with the addition of S. ilicifolium extract from the protease protamex and feed C with the addition of S. ilicifolium extract from the protease viscozyme. The results showed that the feeding treatment with the addition of S. ilicifolium extract enzymatically to saline tilapia had a significant effect (P&lt;0.05). The best treatment was treatment C, which was to add 2 g/kg of S. ilicifolium extract from the viscozyme enzyme, Treatment C had a feed consumption value (F) of 373.180 g, feed utilization efficiency (EPP) of 72.350% and absolute weight growth (W) of 17.995 grams. S. ilicifolium extract from the viscozyme enzyme is thought to have a high content of phenolic compounds so that it can increase t","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45592583","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Optimasi Kondisi Inkubasi Kultur (Suhu dan Agitasi) Terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus firmus Asosiasi Sponge (Porifera: Demospongiae) dari Nusa Lembongan Bali Indonesia 培养条件(加热和搅拌)对生长和活性蛋白酶的优化印度尼西亚努沙-巴利谷胞外芽孢杆菌海绵协会(Porifera:Domospongiae)
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-07-24 DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35001
M. Zainuddin, Delianis Pringgenies, O. K. Radjasa, Haeruddin. Haeruddin., Aninditia Sabdaningsih, V. Herawati
Perkembangan budidaya udang secara intensif, diikuti pula oleh permasalahan limbah organik sisa pakan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah organik adalah dengan bioremediasi menggunakan probiotik. Komponen utama limbah organik pakan ini adalah protein. Oleh sebab itu, konsorsium probiotik merupakan bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus firmus yang bersimbiosis dengan sponge Chalinula pseudomolitba merupakan bakteri yang menghasilkan enzim protease ektraseluler yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa yang sederhana. Bakteri Bacillus firmus memiliki potensi untuk dijadikan probiotik. Diperlukan informasi tentang kondisi suhu dan agitasi inkubasi yang optimal untuk mendapatkan biomassa sel bakteri Bacillus firmus dalam pembentukan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji optimasi suhu dan agitasi dalam inkubasi kultur terhadap pertumbuahn dan aktivitas protease ekstraseluler bakteri Bacillus firmus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi suhu dan agitasi inkubasi kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi kultur dengan suhu inkubasi 30 oC dengan nilai sebesar 0,194 c dan 34,660 d IU/ml. Selain itu juga memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi agitasi inkubasi 150 rpm dengan nilai sebesar 0,124 b dan 40,039 b IU/ml.The development of intensive shrimp farming is also followed by the problem of organic waste from feed residues. One way to overcome the problem of organic waste is bioremediation using probiotics. The main component of this feed organic waste is protein. Therefore, the probiotic consortium is a proteolytic bacteria. Bacillus firmus bacteria in symbiosis with Chalinula pseudomolitba sponge is a bacterium that produces extracellular protease enzymes that can hydrolyze proteins into simple compounds. Bacillus firmus bacteria have the potential to be used as probiotics. Information about optimal temperature conditions and incubation agitation is needed to obtain cell biomass of Bacillus firmus bacteria in the formation of probiotics. The purpose of this study was to test the optimization of temperature and agitation in culture incubation on the growth and activity of extracellular proteases of Bacillus firmus bacteria. The study used a laboratory experimental method. Research has successfully carried out the optimization test of culture incubation temperature and agitation. The results showed that Bacillus firmus had the best growth rate and protease activity in culture conditions with an incubation temperature of 30 oC with values of 0.194 c and 34.660 d IU/ml. In addition, it also has the best growth rate and protease activity at 150 rpm agitated incubation conditions with values of 0.124 b and 40.039 b IU/ml.
对虾养殖集约化发展,随之而来的是有机废弃物残留问题。解决有机废物问题的一种方法是使用益生菌进行生物修复。有机废物的主要成分是蛋白质。所以益生菌群落是一种蛋白水解细菌。坚硬芽孢杆菌与Chalinula海绵假molitba共生,是一种产生胞外蛋白酶的细菌,可以将蛋白质水解成简单的化合物。固体芽孢杆菌有潜力成为益生菌。最佳地需要关于温度和孵育搅拌的信息,以获得益生菌形成中的固体芽孢杆菌细胞生物量。本研究的目的是测试培养中的温度优化和搅拌对芽孢杆菌生长和胞外蛋白酶活性的抑制作用。使用实验室实验方法进行研究。研究已经成功地测试了温度优化和培养搅拌。研究表明,在培养温度为30℃的培养条件下,固体芽孢杆菌具有最佳的生长速率和蛋白酶活性,分别为0.194c和34.660d IU/ml。随着集约化养虾业的发展,饲料残渣产生的有机废物问题也随之而来。克服有机废物问题的一种方法是使用益生菌进行生物修复。这种饲料有机废弃物的主要成分是蛋白质。因此,益生菌群落是一种蛋白水解细菌。与Chalinula pseudomolitba海绵共生的坚定芽孢杆菌是一种产生细胞外蛋白酶的细菌,可以将蛋白质水解成简单的化合物。固体芽孢杆菌具有用作益生菌的潜力。在益生菌的形成过程中,需要获得关于最佳温度条件和培养搅拌的信息来获得坚定芽孢杆菌的细胞生物量。本研究的目的是测试培养条件下温度和搅拌对芽孢杆菌胞外蛋白酶生长和活性的影响。这项研究采用了实验室实验方法。研究成功地进行了培养温度和搅拌的优化试验。结果表明,在30℃的培养条件下,固体芽孢杆菌的生长速率和蛋白酶活性最好,分别为0.194c和34.660d IU/ml。此外,在150rpm搅拌培养条件下,它也具有最佳的生长速率和蛋白酶活性,其值分别为0.124b和40.039bIU/ml。
{"title":"Optimasi Kondisi Inkubasi Kultur (Suhu dan Agitasi) Terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus firmus Asosiasi Sponge (Porifera: Demospongiae) dari Nusa Lembongan Bali Indonesia","authors":"M. Zainuddin, Delianis Pringgenies, O. K. Radjasa, Haeruddin. Haeruddin., Aninditia Sabdaningsih, V. Herawati","doi":"10.14710/jmr.v11i3.35001","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i3.35001","url":null,"abstract":"Perkembangan budidaya udang secara intensif, diikuti pula oleh permasalahan limbah organik sisa pakan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah organik adalah dengan bioremediasi menggunakan probiotik. Komponen utama limbah organik pakan ini adalah protein. Oleh sebab itu, konsorsium probiotik merupakan bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus firmus yang bersimbiosis dengan sponge Chalinula pseudomolitba merupakan bakteri yang menghasilkan enzim protease ektraseluler yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa yang sederhana. Bakteri Bacillus firmus memiliki potensi untuk dijadikan probiotik. Diperlukan informasi tentang kondisi suhu dan agitasi inkubasi yang optimal untuk mendapatkan biomassa sel bakteri Bacillus firmus dalam pembentukan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji optimasi suhu dan agitasi dalam inkubasi kultur terhadap pertumbuahn dan aktivitas protease ekstraseluler bakteri Bacillus firmus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi suhu dan agitasi inkubasi kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi kultur dengan suhu inkubasi 30 oC dengan nilai sebesar 0,194 c dan 34,660 d IU/ml. Selain itu juga memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi agitasi inkubasi 150 rpm dengan nilai sebesar 0,124 b dan 40,039 b IU/ml.The development of intensive shrimp farming is also followed by the problem of organic waste from feed residues. One way to overcome the problem of organic waste is bioremediation using probiotics. The main component of this feed organic waste is protein. Therefore, the probiotic consortium is a proteolytic bacteria. Bacillus firmus bacteria in symbiosis with Chalinula pseudomolitba sponge is a bacterium that produces extracellular protease enzymes that can hydrolyze proteins into simple compounds. Bacillus firmus bacteria have the potential to be used as probiotics. Information about optimal temperature conditions and incubation agitation is needed to obtain cell biomass of Bacillus firmus bacteria in the formation of probiotics. The purpose of this study was to test the optimization of temperature and agitation in culture incubation on the growth and activity of extracellular proteases of Bacillus firmus bacteria. The study used a laboratory experimental method. Research has successfully carried out the optimization test of culture incubation temperature and agitation. The results showed that Bacillus firmus had the best growth rate and protease activity in culture conditions with an incubation temperature of 30 oC with values of 0.194 c and 34.660 d IU/ml. In addition, it also has the best growth rate and protease activity at 150 rpm agitated incubation conditions with values of 0.124 b and 40.039 b IU/ml.","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41957864","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Identifikasi Jenis dan Prevalensi Penyakit Karang pada Terumbu Karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan 识别宾坦岛旗舰水域的珊瑚礁疾病的类型和流行情况
IF 0.5 4区 地球科学 Q3 Earth and Planetary Sciences Pub Date : 2022-07-24 DOI: 10.14710/jmr.v11i3.34081
Rizuandi Rizuandi, Dedy Kurniawan, Try Febrianto, Wahyu Muzammil
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem di perairan tropis yang tergolong mudah terinfeksi penyakit karang terhadap tekanan atau perubahan lingkungan seperti pencemaran, suhu tinggi, sedimentasi, nutrien yang tinggi terutama nitrogen senyawa karbon, predator dan kompetisi dengan alga yang pertumbuhannya sangat cepat. Tujuan dari dilakukan penelitian adalah mengetahui persentase tutupan karang hidup, mengidentifikasi jenis-jenis penyakit karang dan menganalisis prevalensi karang yang terinfeksi penyakit karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 – Maret 2022, lokasi penelitian di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode Point Intersept Transect (PIT) untuk jenis dan prevalensi penyakit karang metode transek sabuk (belt transect). Hasil penelitian persentase tutupan karang hidup (HC) sebesar 56%-75% berdasarkan KEPMEN LH nomor 4 tahun 2001 dalam kategori baik. Untuk penyakit karang yang ditemukan terdiri dari black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) dan white syndromes (WS) dari lima penyakit tersebut, persentase prevalensi penyakit karang sebersar 4,67%-9,07%, kemudian untuk kepadatan penyakit karang yang paling banyak ditemukan terdapat pada (St-2) sebesar 0,320 koloni/m2, kemudian diikuti (St-3) sebesar 0,300 koloni/m2 dan nilai terendah untuk kepadatan dari 3 stasiun terdapat pada (St-1) sebesar 0,220 koloni/m2. Coral reefs are one of the ecosystems in tropical waters that are classified as easily infected with coral diseases against environmental pressures or changes such as pollution, high temperatures, sedimentation, high nutrients, especially nitrogen carbon compounds, predators and competition with algae that grow very fast. The purpose of the research was to determine the percentage of live coral cover, identify the types of coral disease and analyze the prevalence of coral infected with coral disease in the waters of Pengudang, Bintan Island.. The research was conducted in November 2021 to March 2022, the research location is in the waters of Pengudang, Bintan Island. Coral cover data were collected using the Point Intercept Transect (PIT) method, for the type and prevalence of coral disease using the belt transect method. The results of the study showed that the percentage of live coral cover (HC) was 56%-75% based on KEPMEN LH number 4 of 2001 in the good category. For coral diseases found consisting of black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) and white syndromes (WS) of the five diseases, the percentage of coral disease prevalence is 4.67%-9.07%, then for the density of coral disease the most commonly found was at (St-2) of 0.320 colonies/m2, then followed by (St-3) of 0.300 colonies/m2 and the lowest value was for the density of the 3 stations was at (St-1) of 0.220 colonies/m2.
珊瑚礁是热带水域的一个生态系统,被认为是容易感染珊瑚礁疾病的环境,如污染、高温、沉淀物、高营养物质,主要是氮化合物碳,捕食者和生长迅速的藻类竞争。研究的目的是确定活珊瑚凝块的百分比,识别不同类型的珊瑚疾病,并分析由珊瑚礁感染的情况。这项研究是在2021年11月至2022年3月进行的,地点是宾坦岛的一个有争议的水域。珊瑚虫的提取数据采用了刺痛剂的方法和刺痛病的流行。研究结果显示,活珊瑚关的百分比(HC)为56%-75%,以2001年4号为本。发现的珊瑚疾病疾病(BBD),布朗和布莱克组成乐队乐队疾病(BrB),黄,黑暗斑点疾病(DSD)乐队疾病YBD)和怀特综合症(WS)五这种疾病,疾病的患病率的百分比的珊瑚sebersar 4,67%-9,07%,然后中发现最多的疾病珊瑚密度(St-2) 0.320殖民地万/ m2,然后是(st3) 0.300个菌落/m2的面积和3个站点密度最低的值,分别是0.220个菌落/m2。珊瑚reefs是热带水域的生态系统之一,容易受到污染、气候升高、沉积、高度营养、特别是氮碳化合物、捕食者和具有快速生长的algae的影响。这项研究的目的是确定潜在的coral封面,确定coral疾病的特征,并分析在发誓水域的coral感染和coral疾病的先验。该研究于2021年3月至2022年3月提交,研究地点位于本坦岛的宣誓水域。Coral cover数据通过使用牙套换药的方法、对真皮疾病的方法和预防来收集。研究结果显示,直播珊瑚封面的背景(HC)有56%-75%是基于2001年最佳猜测中的第四名。黑珊瑚For diseases发现consisting of乐队疾病疾病(BrB (BBD),布朗乐队),黑暗斑点病(DSD)疾病(YBD)乐队,黄色和白色综合症(WS)之五diseases, the percentage of珊瑚疾病prevalence是4 67%-9 07%,然后为珊瑚疾病之密度之最commonly发现是at (St-2) 0.320 colonies / m2,然后跟着by (St-3) 0.300的colonies - m2 and the lowest价值密度》是为3的位置是at (St-1) 0.220 colonies / m2。
{"title":"Identifikasi Jenis dan Prevalensi Penyakit Karang pada Terumbu Karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan","authors":"Rizuandi Rizuandi, Dedy Kurniawan, Try Febrianto, Wahyu Muzammil","doi":"10.14710/jmr.v11i3.34081","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/jmr.v11i3.34081","url":null,"abstract":"Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem di perairan tropis yang tergolong mudah terinfeksi penyakit karang terhadap tekanan atau perubahan lingkungan seperti pencemaran, suhu tinggi, sedimentasi, nutrien yang tinggi terutama nitrogen senyawa karbon, predator dan kompetisi dengan alga yang pertumbuhannya sangat cepat. Tujuan dari dilakukan penelitian adalah mengetahui persentase tutupan karang hidup, mengidentifikasi jenis-jenis penyakit karang dan menganalisis prevalensi karang yang terinfeksi penyakit karang di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2021 – Maret 2022, lokasi penelitian di Perairan Pengudang, Pulau Bintan. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode Point Intersept Transect (PIT) untuk jenis dan prevalensi penyakit karang metode transek sabuk (belt transect). Hasil penelitian persentase tutupan karang hidup (HC) sebesar 56%-75% berdasarkan KEPMEN LH nomor 4 tahun 2001 dalam kategori baik. Untuk penyakit karang yang ditemukan terdiri dari black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) dan white syndromes (WS) dari lima penyakit tersebut, persentase prevalensi penyakit karang sebersar 4,67%-9,07%, kemudian untuk kepadatan penyakit karang yang paling banyak ditemukan terdapat pada (St-2) sebesar 0,320 koloni/m2, kemudian diikuti (St-3) sebesar 0,300 koloni/m2 dan nilai terendah untuk kepadatan dari 3 stasiun terdapat pada (St-1) sebesar 0,220 koloni/m2. Coral reefs are one of the ecosystems in tropical waters that are classified as easily infected with coral diseases against environmental pressures or changes such as pollution, high temperatures, sedimentation, high nutrients, especially nitrogen carbon compounds, predators and competition with algae that grow very fast. The purpose of the research was to determine the percentage of live coral cover, identify the types of coral disease and analyze the prevalence of coral infected with coral disease in the waters of Pengudang, Bintan Island.. The research was conducted in November 2021 to March 2022, the research location is in the waters of Pengudang, Bintan Island. Coral cover data were collected using the Point Intercept Transect (PIT) method, for the type and prevalence of coral disease using the belt transect method. The results of the study showed that the percentage of live coral cover (HC) was 56%-75% based on KEPMEN LH number 4 of 2001 in the good category. For coral diseases found consisting of black band disease (BBD), brown band disease (BrB), dark spots disease (DSD), yellow band disease (YBD) and white syndromes (WS) of the five diseases, the percentage of coral disease prevalence is 4.67%-9.07%, then for the density of coral disease the most commonly found was at (St-2) of 0.320 colonies/m2, then followed by (St-3) of 0.300 colonies/m2 and the lowest value was for the density of the 3 stations was at (St-1) of 0.220 colonies/m2.","PeriodicalId":50153,"journal":{"name":"Journal of Marine Research","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.5,"publicationDate":"2022-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42167598","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":4,"RegionCategory":"地球科学","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Journal of Marine Research
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1