Pada era informasi yang terus berkembang ini, menjadi sangat sulit untuk menggabungkan nilai-nilai Pancasila karakter siswa sekolah dasar yang bermoral dan bertanggung jawab secara teknologi. Dalam artikel ini, peneliti memeriksa kemungkinan bahwa nilai-nilai tradisional Pancasila dapat bertentangan dengan tren teknologi saat ini. Kami juga menunjukkan tantangan utama untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi dalam dunia digital. Di dunia digital, pendidikan Pancasila dianggap sebagai landasan utama pengembangan karakter individu, sementara teknologi mendorong pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melihat bagaimana etika digital berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila dan strategi untuk meningkatkan etika dalam masyarakat digital menunjukkan betapa pentingnya untuk menyelaraskan teknologi dengan ajaran moral. Sebagai kesimpulan, artikel ini memberikan saran tentang cara mengatasi kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kemajuan teknologi. Mereka menganggap ini sebagai langkah penting menuju masyarakat digital yang bermoral dan bermartabat. budaya sekolah dalam menerapkan.
{"title":"Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Budaya Sekolah Dasar di Era Digital","authors":"Mai Fika Adetia, N. Alfiah, Siti Nur Aranah","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.518","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.518","url":null,"abstract":"Pada era informasi yang terus berkembang ini, menjadi sangat sulit untuk menggabungkan nilai-nilai Pancasila karakter siswa sekolah dasar yang bermoral dan bertanggung jawab secara teknologi. Dalam artikel ini, peneliti memeriksa kemungkinan bahwa nilai-nilai tradisional Pancasila dapat bertentangan dengan tren teknologi saat ini. Kami juga menunjukkan tantangan utama untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi dalam dunia digital. Di dunia digital, pendidikan Pancasila dianggap sebagai landasan utama pengembangan karakter individu, sementara teknologi mendorong pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melihat bagaimana etika digital berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila dan strategi untuk meningkatkan etika dalam masyarakat digital menunjukkan betapa pentingnya untuk menyelaraskan teknologi dengan ajaran moral. Sebagai kesimpulan, artikel ini memberikan saran tentang cara mengatasi kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kemajuan teknologi. Mereka menganggap ini sebagai langkah penting menuju masyarakat digital yang bermoral dan bermartabat. budaya sekolah dalam menerapkan.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"15 21","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141271142","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Idam Talita Naflah, Ria Salina Ramadhani, Azwaliatul Fitriyah, Syunu Trihantoyo
Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu organisasi dikarenakan kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebab-sebab lainnya. Fungsi manajemen pemberhentian dalam pendidikan adalah untuk memberhentikan tenaga pendidik karena kontrak kerja berakhir, pensiun dan lainlain. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi kasus. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana proses pemutusan hubungan kerja atau pension bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil pembahasan Sistem pemutusan hubungan kerja pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah negeri mengikuti aturan pemerintah, yaitu batas pensiun 58 tahun (tenaga kependidikan) dan 60 tahun (pendidik). Sementara di MI Miftahul Ulum tidak ada batasan umur pensiun.Selain itu terdapat dampak positif pensiun bagi sekolah adalah bisa merekrut guru baru, dampak negatifnya hilangnya skill guru pensiun yang belum tentu dimiliki pengganti.
{"title":"Analisis Pemutusan Hubungan Kerja atau Pensiun bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Studi Kasus di MI Miftahul Ulum Kraton","authors":"Idam Talita Naflah, Ria Salina Ramadhani, Azwaliatul Fitriyah, Syunu Trihantoyo","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.457","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.457","url":null,"abstract":"Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu organisasi dikarenakan kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebab-sebab lainnya. Fungsi manajemen pemberhentian dalam pendidikan adalah untuk memberhentikan tenaga pendidik karena kontrak kerja berakhir, pensiun dan lainlain. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi kasus. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana proses pemutusan hubungan kerja atau pension bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil pembahasan Sistem pemutusan hubungan kerja pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah negeri mengikuti aturan pemerintah, yaitu batas pensiun 58 tahun (tenaga kependidikan) dan 60 tahun (pendidik). Sementara di MI Miftahul Ulum tidak ada batasan umur pensiun.Selain itu terdapat dampak positif pensiun bagi sekolah adalah bisa merekrut guru baru, dampak negatifnya hilangnya skill guru pensiun yang belum tentu dimiliki pengganti.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"82 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141101564","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi efektif dalam pengelolaan kontrak dan perjanjian kerja untuk pendidik dan tenaga kependidikan di SD Al Fatah. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Al Fatah melakukan perekrutan melalui iklan dan rekomendasi, menetapkan masa percobaan 6 bulan yang dapat diperpanjang jika berkinerja baik, serta memberikan reward bagi guru berprestasi. Perjanjian kerja mengacu pada peraturan sekolah dan kesepakatan antara kepala sekolah dengan guru. Evaluasi dilakukan dengan melihat adaptasi guru dalam 2 tahun pertama. Transparansi informasi keuangan dan komunikasi yang baik dilakukan agar semua pihak paham isi perjanjian kerja.
本研究旨在确定管理法塔赫特殊教育学校(SD Al Fatah)教育工作者和教育工作者的合同和就业协议的有效策略。研究方法采用案例研究,通过文件、访谈和观察收集数据。结果表明,SD Al Fatah 通过广告和推荐进行招聘,设定了 6 个月的试用期,如果表现良好可以延长,并对优秀教师进行奖励。聘用协议指的是学校规章制度和校长与教师之间的协议。通过考察教师前两年的适应情况进行评估。财务信息透明,沟通顺畅,使各方都了解聘用协议的内容。
{"title":"Analisis Strategi Efektif dalam Pengelolaan Kontrak dan Perjanjian Kerja untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SD Al Fatah Surabaya","authors":"Serli Eka Riris Tiawati, Shelly Pratiwi, Muhammad Reyhan Attar Kumara, Syunu Trihantoyo","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.455","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.455","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi efektif dalam pengelolaan kontrak dan perjanjian kerja untuk pendidik dan tenaga kependidikan di SD Al Fatah. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Al Fatah melakukan perekrutan melalui iklan dan rekomendasi, menetapkan masa percobaan 6 bulan yang dapat diperpanjang jika berkinerja baik, serta memberikan reward bagi guru berprestasi. Perjanjian kerja mengacu pada peraturan sekolah dan kesepakatan antara kepala sekolah dengan guru. Evaluasi dilakukan dengan melihat adaptasi guru dalam 2 tahun pertama. Transparansi informasi keuangan dan komunikasi yang baik dilakukan agar semua pihak paham isi perjanjian kerja.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"29 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141106466","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Windasari Windasari, Aisca Nindi Kharisma, Nur Komala Hanifah
Peran tenaga kependidikan sangat penting dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan siswa dalam pendidikan. Namun, dalam kehidupan nyata, mereka sering menghadapi berbagai masalah yang menghalangi mereka untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka dan membuat lingkungan pembelajaran yang baik. Metode pengembangan model digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Melalui berbagai langkah penelitian, para peneliti memeriksa kompetensi, motivasi, dan kondisi lingkungan kerja sebagai beberapa komponen yang memengaruhi kinerja karyawan sekolah. Untuk SD Lidah Wetan 4, hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk membuat model pengembangan yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan. Penggabungan pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan inklusif adalah komponen penting dalam pembuatan model ini. Dengan melibatkan semua orang di lingkungan sekolah, seperti guru, administrasi, dan karyawan pendidikan lainnya, diharapkan akan tercipta budaya kerja yang bekerja sama dan mendukung. Salah satu fokus pengembangan model ini adalah penggunaan teknologi informasi; berbagai platform dan aplikasi digital memudahkan komunikasi dan koordinasi antar tenaga kependidikan. Penelitian ini juga melihat faktor eksternal yang memengaruhi kinerja tenaga kependidikan. Faktor eksternal ini termasuk dukungan dari sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Diharapkan bahwa model pengembangan yang diusulkan dapat meningkatkan pelayanan pendidikan di SD Lidah Wetan 4 secara signifikan dengan melibatkan semua pihak terkait. Melalui proses pengembangan model ini, SD Lidah Wetan 4 dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan peran tenaga kependidikan. Dengan lingkungan belajar yang berbasis teknologi, inklusif, dan berpartisipasi, setiap siswa diharapkan dapat mengalami pengalaman belajar yang signifikan dan mendukung perkembangan penuh mereka.
{"title":"Mengembangkan Model Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan di SD Lidah Wetan 4","authors":"Windasari Windasari, Aisca Nindi Kharisma, Nur Komala Hanifah","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.440","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.440","url":null,"abstract":"Peran tenaga kependidikan sangat penting dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan siswa dalam pendidikan. Namun, dalam kehidupan nyata, mereka sering menghadapi berbagai masalah yang menghalangi mereka untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka dan membuat lingkungan pembelajaran yang baik. Metode pengembangan model digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Melalui berbagai langkah penelitian, para peneliti memeriksa kompetensi, motivasi, dan kondisi lingkungan kerja sebagai beberapa komponen yang memengaruhi kinerja karyawan sekolah. Untuk SD Lidah Wetan 4, hasil analisis ini digunakan sebagai dasar untuk membuat model pengembangan yang berfokus pada peningkatan mutu pelayanan. Penggabungan pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan inklusif adalah komponen penting dalam pembuatan model ini. Dengan melibatkan semua orang di lingkungan sekolah, seperti guru, administrasi, dan karyawan pendidikan lainnya, diharapkan akan tercipta budaya kerja yang bekerja sama dan mendukung. Salah satu fokus pengembangan model ini adalah penggunaan teknologi informasi; berbagai platform dan aplikasi digital memudahkan komunikasi dan koordinasi antar tenaga kependidikan. Penelitian ini juga melihat faktor eksternal yang memengaruhi kinerja tenaga kependidikan. Faktor eksternal ini termasuk dukungan dari sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Diharapkan bahwa model pengembangan yang diusulkan dapat meningkatkan pelayanan pendidikan di SD Lidah Wetan 4 secara signifikan dengan melibatkan semua pihak terkait. Melalui proses pengembangan model ini, SD Lidah Wetan 4 dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan peran tenaga kependidikan. Dengan lingkungan belajar yang berbasis teknologi, inklusif, dan berpartisipasi, setiap siswa diharapkan dapat mengalami pengalaman belajar yang signifikan dan mendukung perkembangan penuh mereka.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"40 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141111516","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini mengkaji tentang peran sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan guru di SDN Sambikerep 1. Fokus penelitian ini adalah pada aspek manajemen pembiayaan dan manajemen sumber daya manusia. Tujuannya adalah untuk menganalisis peran sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan manajemen pembiayaan dan manajemen sumber daya manusia guna menciptakan kesejahteraan bagi guru. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan melakukan wawancara kepada kepala sekolah dan guru kelas IV. Hasil penelitian ditekankan pada dua fokus utama. Pertama, aspek manajemen pembiayaan, yang mencakup sistem penggajian di sekolah, peran lingkungan, dan akses transportasi. Kedua, manajemen sumber daya manusia, yang meliputi perencanaan, rekrutmen, dan evaluasi. Dalam aspek manajemen pembiayaan, penelitian ini mengkaji sistem penggajian yang berlaku di sekolah, apakah sudah memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup guru. Selain itu, peran lingkungan sekitar sekolah juga diteliti, seperti ketersediaan fasilitas umum dan akses transportasi yang memadai. Sementara dalam aspek manajemen sumber daya manusia, penelitian ini menganalisis perencanaan yang dilakukan sekolah dalam mengatur kebutuhan tenaga pengajar, proses rekrutmen guru baru, serta sistem evaluasi kinerja guru yang diterapkan.
{"title":"Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru di SDN Sambikerep 1","authors":"M. Alami, Khulud Khulud, Marsya Jovita Putri Yanuar, Syunu Trihantoyo, Nuphanudin Nuphanudin","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.438","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.438","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengkaji tentang peran sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan guru di SDN Sambikerep 1. Fokus penelitian ini adalah pada aspek manajemen pembiayaan dan manajemen sumber daya manusia. Tujuannya adalah untuk menganalisis peran sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan manajemen pembiayaan dan manajemen sumber daya manusia guna menciptakan kesejahteraan bagi guru. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan melakukan wawancara kepada kepala sekolah dan guru kelas IV. Hasil penelitian ditekankan pada dua fokus utama. Pertama, aspek manajemen pembiayaan, yang mencakup sistem penggajian di sekolah, peran lingkungan, dan akses transportasi. Kedua, manajemen sumber daya manusia, yang meliputi perencanaan, rekrutmen, dan evaluasi. Dalam aspek manajemen pembiayaan, penelitian ini mengkaji sistem penggajian yang berlaku di sekolah, apakah sudah memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup guru. Selain itu, peran lingkungan sekitar sekolah juga diteliti, seperti ketersediaan fasilitas umum dan akses transportasi yang memadai. Sementara dalam aspek manajemen sumber daya manusia, penelitian ini menganalisis perencanaan yang dilakukan sekolah dalam mengatur kebutuhan tenaga pengajar, proses rekrutmen guru baru, serta sistem evaluasi kinerja guru yang diterapkan.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"53 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141111877","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurul Khovifa, Josua Ifander Lumbantoruan, Domi Yanti Sinaga, P. Nasution, Dewi Pika Lbn Batu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Pancasila yang diintegrasikan dalam pembentukan profil pelajar di SD Negeri 104207 Cinta Damai. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan perilaku sehari-hari siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, telah diimplementasikan dengan baik dalam kurikulum dan aktivitas sekolah. Guru memainkan peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui berbagai metode pengajaran yang kreatif dan kontekstual. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler juga mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 104207 Cinta Damai berhasil membentuk karakter siswa yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Kata Kunci: Pancasila, profil pelajar Pancasila, pendidikan karakter, SD Negeri 104207 Cinta Damai.
本研究旨在分析班查希拉(Pancasila)价值观在 SD Negeri 104207 Cinta Damai 学生档案形成过程中的应用。通过描述性定性方法,本研究探讨了如何将潘查希拉(Pancasila)价值观应用于学习活动和学生的日常行为中。通过观察、教师和学生访谈以及文献研究收集数据。研究结果表明,潘查希拉的价值观,如神性、人性、团结、民粹主义和正义,在课程和学校活动中得到了很好的贯彻。教师在通过各种创造性和因地制宜的教学方法灌输这些价值观方面发挥了关键作用。此外,学生积极参与课外活动也有助于强化潘查希拉的价值观。本研究的结论是,在 SD Negeri 104207 Cinta Damai 学校实施的潘查希拉价值观成功地塑造了学生的品格,符合潘查希拉学习者的特征,即信仰、虔诚、高尚品格、全球多样性、相互合作、独立、批判性推理和创造力。关键词潘查希拉;潘查希拉学习者特征;品格教育;104207 Cinta Damai 学校。
{"title":"Analisis Nilai–Nilai yang Terkandung dalam Pancasila dalam Penerapannya pada Profil Pancasila di SDN 104207 Cinta Damai T.P 2022/2023","authors":"Nurul Khovifa, Josua Ifander Lumbantoruan, Domi Yanti Sinaga, P. Nasution, Dewi Pika Lbn Batu","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.437","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.437","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Pancasila yang diintegrasikan dalam pembentukan profil pelajar di SD Negeri 104207 Cinta Damai. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan perilaku sehari-hari siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, telah diimplementasikan dengan baik dalam kurikulum dan aktivitas sekolah. Guru memainkan peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui berbagai metode pengajaran yang kreatif dan kontekstual. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler juga mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 104207 Cinta Damai berhasil membentuk karakter siswa yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Kata Kunci: Pancasila, profil pelajar Pancasila, pendidikan karakter, SD Negeri 104207 Cinta Damai.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"35 22","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141117496","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Isma Novia Siregar, Putri Theresa Siagian, Raenjoi Juan Daman Dasuha, Rut Rima Ria
Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Pembelajaran Pancasila di Sekolah Dasar (SD) merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik sejak usia dini. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, anak SD dapat belajar untuk menghargai perbedaan, menegakkan keadilan, menghargai persatuan dan kesatuan, serta memiliki sikap saling menghormati dan tolong-menolong. Ini akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dan situasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pembelajaran Pancasila juga dapat menjadi landasan bagi anak SD untuk mengembangkan kepribadian yang kuat dan positif. Dengan memahami nilai-nilai seperti gotong royong, kerjasama, dan kejujuran, anak-anak dapat membangun karakter yang baik dan integritas yang tinggi. Pembelajaran Pancasila juga dapat membantu mereka mengenali dan menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan bijaksana. Dengan demikian, melalui pembelajaran Pancasila di sekolah dasar, anak dapat dibimbing menjadi individu yang memiliki etika dan moral yang kuat, serta siap berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih baik di masa depan.
{"title":"Menumbuhkan Karakter, Etika, dan Moral Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD","authors":"Isma Novia Siregar, Putri Theresa Siagian, Raenjoi Juan Daman Dasuha, Rut Rima Ria","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.436","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.436","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Pembelajaran Pancasila di Sekolah Dasar (SD) merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang baik sejak usia dini. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, anak SD dapat belajar untuk menghargai perbedaan, menegakkan keadilan, menghargai persatuan dan kesatuan, serta memiliki sikap saling menghormati dan tolong-menolong. Ini akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan dan situasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pembelajaran Pancasila juga dapat menjadi landasan bagi anak SD untuk mengembangkan kepribadian yang kuat dan positif. Dengan memahami nilai-nilai seperti gotong royong, kerjasama, dan kejujuran, anak-anak dapat membangun karakter yang baik dan integritas yang tinggi. Pembelajaran Pancasila juga dapat membantu mereka mengenali dan menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan bijaksana. Dengan demikian, melalui pembelajaran Pancasila di sekolah dasar, anak dapat dibimbing menjadi individu yang memiliki etika dan moral yang kuat, serta siap berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih baik di masa depan.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"61 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141114196","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan dengan gangguan disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat studi kasus pada siswa kelas IV dengan gangguan disleksia di SDN Petungasri 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan tes terkait kemampuan membaca permulaan. Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa siswa disleksia memiliki kesulitan dalam mengidentifikasi kata sukar maupun kata dasar, memaknai kata, memahami isi bacaan, dan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Ketidakmampuan menguasai isi bacaan pada siswa dengan gangguan disleksia dikarenakan minat dan perhatian serta gangguan syaraf pusat yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca yang berdampak pada penugasan atau pemahaman kata dalam bacaan. Sehingga pendidik memiliki peran penting untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan.
{"title":"Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas IV dengan Gangguan Disleksia di SDN Petungasri 1","authors":"Fania Amanda Islamy, Kemil Wachidah","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.418","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.418","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan dengan gangguan disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat studi kasus pada siswa kelas IV dengan gangguan disleksia di SDN Petungasri 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan tes terkait kemampuan membaca permulaan. Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa siswa disleksia memiliki kesulitan dalam mengidentifikasi kata sukar maupun kata dasar, memaknai kata, memahami isi bacaan, dan kesulitan dalam menjawab pertanyaan. Ketidakmampuan menguasai isi bacaan pada siswa dengan gangguan disleksia dikarenakan minat dan perhatian serta gangguan syaraf pusat yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca yang berdampak pada penugasan atau pemahaman kata dalam bacaan. Sehingga pendidik memiliki peran penting untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"20 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140965282","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan hybrid learning pada motivasi belajar siswa serta menjelaskan bagaimana motivasi belajar siswa dalam penerapan hybrid learning. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2A yang telah dikategorikan sesuai dengan tingkat prestasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dengan alasan dilakukan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Penerapan hybrid learning ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat dari munculnya indikator-indikator motivasi belajar siswa di kelas setelah dilakukannya pembelajaran hybrid learning. Siswa terlihat bersemangat, penuh perhatian,bersungguh-sungguh dalam belajar serta aktif berdiskusi dan mencari tambahan materi melalui internet.
{"title":"Penerapan Hybrid Learning Pada Motivasi Belajar Siswa Kelas 2A SD Islam Sari Bumi Sidoarjo","authors":"Zumrotun Naaziyah, Tri Linggo Wati","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.409","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.409","url":null,"abstract":"Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan hybrid learning pada motivasi belajar siswa serta menjelaskan bagaimana motivasi belajar siswa dalam penerapan hybrid learning. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2A yang telah dikategorikan sesuai dengan tingkat prestasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dengan alasan dilakukan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Penerapan hybrid learning ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat dari munculnya indikator-indikator motivasi belajar siswa di kelas setelah dilakukannya pembelajaran hybrid learning. Siswa terlihat bersemangat, penuh perhatian,bersungguh-sungguh dalam belajar serta aktif berdiskusi dan mencari tambahan materi melalui internet.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"87 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140973810","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Modul pembelajaran berbasis literasi numerasi sangat dibutuhkan di Kurikulum Merdeka karena bahan ajar yang disediakan oleh sekolah belum bisa memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyusun sebuah modul pembelajaran berbasis literasi numerasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas II. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat validitas dan kepraktisan modul. Tingkat validitas modul diukur melalui validasi ahli materi dan bahan ajar dengan perolehan persentase 100% untuk masing-masing ahli. Tingkat kepraktisan modul diukur melalui hasil kuisioner siswa kelas II pada uji coba skala kecil dengan perolehan rata-rata 91,25% dan rata-rata 97,84% untuk uji coba skala besar. Berdasarkan hasil tersebut modul pembelajaran berbasis literasi numerasi mendapatkan kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak untuk diterapkan dan diaplikasian pada siswa kelas II.
由于学校提供的教材无法满足学生在课堂上的学习需求,因此迫切需要在默迪卡课程中加入以识字为基础的计算学习模块。本研究旨在开发和编制默迪卡课程中以识字为基础的算术学习模块。本研究采用发展研究法(Research and Development)和 ADDIE 模式,即分析、设计、开发、实施和评估。研究对象为二年级学生。本研究旨在衡量该模块的有效性和实用性水平。模块的有效性水平是通过专家对材料和教材的验证来衡量的,每位专家的验证率为 100%。该模块的实用性水平是通过二年级学生对小规模试验的问卷调查结果来衡量的,平均比例为 91.25%,大规模试验的平均比例为 97.84%。基于这些结果,基于计算素养的学习模块获得了非常有效和非常实用的标准,因此在二年级学生中应用和应用是可行的。
{"title":"Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi di Kelas II Sekolah Dasar pada Kurikulum Merdeka","authors":"D. Aprilia, Mahardika Darmawan Kusuma Wardana","doi":"10.47134/pgsd.v1i3.404","DOIUrl":"https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.404","url":null,"abstract":"Modul pembelajaran berbasis literasi numerasi sangat dibutuhkan di Kurikulum Merdeka karena bahan ajar yang disediakan oleh sekolah belum bisa memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyusun sebuah modul pembelajaran berbasis literasi numerasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas II. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat validitas dan kepraktisan modul. Tingkat validitas modul diukur melalui validasi ahli materi dan bahan ajar dengan perolehan persentase 100% untuk masing-masing ahli. Tingkat kepraktisan modul diukur melalui hasil kuisioner siswa kelas II pada uji coba skala kecil dengan perolehan rata-rata 91,25% dan rata-rata 97,84% untuk uji coba skala besar. Berdasarkan hasil tersebut modul pembelajaran berbasis literasi numerasi mendapatkan kriteria sangat valid dan sangat praktis, sehingga layak untuk diterapkan dan diaplikasian pada siswa kelas II.","PeriodicalId":510589,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar","volume":"30 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140979596","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}