Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V17I3.565
P. Purwanto
Tulisan ini merupakan hasil studi literatur tentang penelitian pemanfaatan papan tulis interaktif (PTI) di berbagai negara yang ada di dunia. Laporan hasil penelitian yang dikaji adalah yang dimuat dalam jurnal teknologi pendidikan dan diterbitkan antara 2009- 2013 dan didata oleh EdITLib. Pertanyaan penelitiannya adalah 1) bagaimana perkembangan atau inovasi PTI?, 2) bagaimana persepsi guru terhadap PTI?, dan 3) bagaimana model pemanfaatannya yang terbaik? Kesimpulannya, pertama, perkembangan papan tulis interaktif (PTI) telah mencapai kemajuan yang menakjubkan berkat berbagai inovasi yang memungkinkannya menjadi produk teknologi pembelajaran yang sangat membantu proses pembelajaran interaktif di kelas, kedua guru merasa nyaman menggunakannya dan siswa merasa antusias untuk memanfaatkannya, ketiga masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai model pemanfataannya yang didukung oleh teori belajar, yang menghasilkan perubahan proses pembelajaran yang efektif, dan perubahan pada penggunanya yaitu guru mengajar dan siswa belajar. This article is the result of the literature research on the use of interactive whiteboards (Papan Tulis Interaktif) in various countries in the world. Report of the results of studies being reviewed were those published within 2009 and 2013 and recorded by EdITlib. This article tries to answer the following questions:1) how is the development or inovation of interactive whiteboard? 2) what is the teacher’s perception on the interactive whiteboard? and 3) what is the best model of the utilization of interactive whiteboard? The research conclusions are: firstly, the development or innovation of interactive whiteboard (PTI) has achieved amazing progress, as a result of a variety of innovations that enable it to become a product of educational technology that greatly assists the process of interactive learning in classroom; secondly, both teachers and students feel comfortable and are excited to use it; thirdly, further research is needed on the utilization of interactive whiteboard that is supported by learning theory, which will influence the effectiveness of learning process, and change of teaching and learning method in both teachers and students.
{"title":"PENGGUNAAN PAPAN TULIS INTERAKTIF DI KELAS THE USE OF INTERACTIVE WHITEBOARD IN CLASSROOM","authors":"P. Purwanto","doi":"10.32550/TEKNODIK.V17I3.565","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V17I3.565","url":null,"abstract":"Tulisan ini merupakan hasil studi literatur tentang penelitian pemanfaatan papan tulis interaktif (PTI) di berbagai negara yang ada di dunia. Laporan hasil penelitian yang dikaji adalah yang dimuat dalam jurnal teknologi pendidikan dan diterbitkan antara 2009- 2013 dan didata oleh EdITLib. Pertanyaan penelitiannya adalah 1) bagaimana perkembangan atau inovasi PTI?, 2) bagaimana persepsi guru terhadap PTI?, dan 3) bagaimana model pemanfaatannya yang terbaik? Kesimpulannya, pertama, perkembangan papan tulis interaktif (PTI) telah mencapai kemajuan yang menakjubkan berkat berbagai inovasi yang memungkinkannya menjadi produk teknologi pembelajaran yang sangat membantu proses pembelajaran interaktif di kelas, kedua guru merasa nyaman menggunakannya dan siswa merasa antusias untuk memanfaatkannya, ketiga masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai model pemanfataannya yang didukung oleh teori belajar, yang menghasilkan perubahan proses pembelajaran yang efektif, dan perubahan pada penggunanya yaitu guru mengajar dan siswa belajar. This article is the result of the literature research on the use of interactive whiteboards (Papan Tulis Interaktif) in various countries in the world. Report of the results of studies being reviewed were those published within 2009 and 2013 and recorded by EdITlib. This article tries to answer the following questions:1) how is the development or inovation of interactive whiteboard? 2) what is the teacher’s perception on the interactive whiteboard? and 3) what is the best model of the utilization of interactive whiteboard? The research conclusions are: firstly, the development or innovation of interactive whiteboard (PTI) has achieved amazing progress, as a result of a variety of innovations that enable it to become a product of educational technology that greatly assists the process of interactive learning in classroom; secondly, both teachers and students feel comfortable and are excited to use it; thirdly, further research is needed on the utilization of interactive whiteboard that is supported by learning theory, which will influence the effectiveness of learning process, and change of teaching and learning method in both teachers and students.","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42435299","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V17I3.562
Arief Darmawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pendekatan blended learning menggunakan portal rumah belajar dan kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar IPA Terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan metode eksperimen. Kelompok ekperimen menggunakan pendekatan blended learning dengan portal rumah belajar sebagai sarana belajar online, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan kontekstual. Analisa hasil penelitian menggunakan ANOVA dua jalur dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA Terpadu kelompok siswa yang menggunakan pendekatan blended learning lebih tinggi daripada kelompok siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual; (2) terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan tingkat kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar IPA terpadu; (3) pendekatan blended learning memberikan hasil belajar IPA terpadu yang lebih tinggi bagi kelompok siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi; (4) pendekatan kontekstual memberikan hasil belajar IPA terpadu yang lebih tinggi bagi kelompok siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah.This research aimed to reveal the effect of blended learning approach and student’s self-confidence on the learning outcomes of integrated science. It used quantitative-comparative approach with experimental method. The experimental group used blended learning approach by utilizing the educational portal (Rumah Belajar) as an online learning tool, while the control group used contextual learning approach. The result of the study was analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) and followed by Tukey’s test. The results indicated: (1) learning outcomes of integrated science of the students group using blended learning approach was higher than the group using contextual learning approach; (2) there was an interaction effect of learning approach and students’ confidence level on the learning outcomes of integrated science; (3) blended learning approach brought higher learning outcomes of integrated science to the group of students with higher self-confidence; (4) contextual learning approach brought higher learning outcomes of integrated science to the group of students with lower self-confidence.
{"title":"PENGARUH PENDEKATAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN PORTAL RUMAH BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA THE EFFECT OF BLENDED LEARNING APPROACH BY UTILIZING “RUMAH BELAJAR†PORTAL ON THE LEARNING OUTCOMES OF INTEGRATED SCIENCE","authors":"Arief Darmawan","doi":"10.32550/TEKNODIK.V17I3.562","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V17I3.562","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pendekatan blended learning menggunakan portal rumah belajar dan kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar IPA Terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan metode eksperimen. Kelompok ekperimen menggunakan pendekatan blended learning dengan portal rumah belajar sebagai sarana belajar online, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan kontekstual. Analisa hasil penelitian menggunakan ANOVA dua jalur dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA Terpadu kelompok siswa yang menggunakan pendekatan blended learning lebih tinggi daripada kelompok siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual; (2) terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan tingkat kepercayaan diri siswa terhadap hasil belajar IPA terpadu; (3) pendekatan blended learning memberikan hasil belajar IPA terpadu yang lebih tinggi bagi kelompok siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi; (4) pendekatan kontekstual memberikan hasil belajar IPA terpadu yang lebih tinggi bagi kelompok siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah.This research aimed to reveal the effect of blended learning approach and student’s self-confidence on the learning outcomes of integrated science. It used quantitative-comparative approach with experimental method. The experimental group used blended learning approach by utilizing the educational portal (Rumah Belajar) as an online learning tool, while the control group used contextual learning approach. The result of the study was analyzed with two-way analysis of variance (ANOVA) and followed by Tukey’s test. The results indicated: (1) learning outcomes of integrated science of the students group using blended learning approach was higher than the group using contextual learning approach; (2) there was an interaction effect of learning approach and students’ confidence level on the learning outcomes of integrated science; (3) blended learning approach brought higher learning outcomes of integrated science to the group of students with higher self-confidence; (4) contextual learning approach brought higher learning outcomes of integrated science to the group of students with lower self-confidence.","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48619976","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V0I0.537
J. Warsihna
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Salah satu sektor kehidupan yang mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi tersebut adalah pendidikan. Tidak diragukan lagi dan sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat didayagunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai negara sudah memanfaatkan teknologi tersebut untuk pendidikan. Menurut UNESCO dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan dalam pemanfaatan ICT untuk pendidikan. Satu, negara yang memanfaatkan ICT sudah terintegrasi dalam pembelajaran di kelas, dua negara yang sudah mempunyai perencanaan dan memulai melaksanakan, tiga negara pemula memanfaatkan ICT untuk pendidikan, tetapi belum ada perencanaan dan secara individu sudah mulai memanfaatkan. Indonesia termasuk negara yang kelompok ketiga, yaitu baru mulai memanfaatkan, namun belum ada perencanaan secara nasional baru secara individu atau kelompok kecil yang sudah memanfaatkanya
{"title":"“DILEMA†PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI (ICT) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN","authors":"J. Warsihna","doi":"10.32550/TEKNODIK.V0I0.537","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V0I0.537","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Salah satu sektor kehidupan yang mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi tersebut adalah pendidikan. Tidak diragukan lagi dan sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat didayagunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai negara sudah memanfaatkan teknologi tersebut untuk pendidikan. Menurut UNESCO dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan dalam pemanfaatan ICT untuk pendidikan. Satu, negara yang memanfaatkan ICT sudah terintegrasi dalam pembelajaran di kelas, dua negara yang sudah mempunyai perencanaan dan memulai melaksanakan, tiga negara pemula memanfaatkan ICT untuk pendidikan, tetapi belum ada perencanaan dan secara individu sudah mulai memanfaatkan. Indonesia termasuk negara yang kelompok ketiga, yaitu baru mulai memanfaatkan, namun belum ada perencanaan secara nasional baru secara individu atau kelompok kecil yang sudah memanfaatkanya","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46591537","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V17I3.567
Bambang Warsita
Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pemanfaatan program siaran televisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari berbagai jenis dan macam media pembelajaran yang ada, media televisi mempunyai potensi tinggi untuk menyampaikan pesan pendidikan/pembelajaran maupun kemampuannya dalam menarik minat dan perhatian peserta didik. Pentingnya siaran televisi pendidikan dijadikan sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan kenyataannya sebagian besar dari kehidupan peserta didik ada di depan televisi. Selain itu, hasil kajian ini menunjukkan pemanfaatan siaran televisi pendidikan dengan segala potensinya dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. This study aims to describe about the use of educational television programs to improve the quality of learning. The results of this study show that the various types and kinds of the existing instructional media, television is highly potential in delivering educational/learning messages as well as highly enticing for getting attention of learners. The importance of educational television broadcasts is one of learning resources that can be utilized in learning activities. In fact, the majority of time spent by learners is in front of television. In addition, the results of this study demonstrate the use of educational television with all its potential in learning activities can improve the quality of learning.
{"title":"PEMANFAATAN PROGRAM SIARAN TELEVISI PENDIDIKAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN THE UTILIZATION OF EDUCATION TELEVISION PROGRAM FOR IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING","authors":"Bambang Warsita","doi":"10.32550/TEKNODIK.V17I3.567","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V17I3.567","url":null,"abstract":"Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pemanfaatan program siaran televisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari berbagai jenis dan macam media pembelajaran yang ada, media televisi mempunyai potensi tinggi untuk menyampaikan pesan pendidikan/pembelajaran maupun kemampuannya dalam menarik minat dan perhatian peserta didik. Pentingnya siaran televisi pendidikan dijadikan sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan kenyataannya sebagian besar dari kehidupan peserta didik ada di depan televisi. Selain itu, hasil kajian ini menunjukkan pemanfaatan siaran televisi pendidikan dengan segala potensinya dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. This study aims to describe about the use of educational television programs to improve the quality of learning. The results of this study show that the various types and kinds of the existing instructional media, television is highly potential in delivering educational/learning messages as well as highly enticing for getting attention of learners. The importance of educational television broadcasts is one of learning resources that can be utilized in learning activities. In fact, the majority of time spent by learners is in front of television. In addition, the results of this study demonstrate the use of educational television with all its potential in learning activities can improve the quality of learning.","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48731490","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V17I3.564
H. Hendarman
Kajian ini bertujuan untuk mencermati kemungkinan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses akreditasi sekolah/madrasah dengan mempertimbangkan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D). Penggunaan TIK diasumsikan dapat menuntaskan akreditasi terhadap satuan/madrasah sehingga dapat menghindari masalah hukum berupa tidak diperkenankannya peserta didik untuk mengikuti ujian kompetensi dan ujian nasional. Kajian ini pada dasarnya merupakan analisis dokumentasi dan publikasi lainnya dengan fokus pada anggaran untuk tahapan proses akreditasi serta penggunaan berbagai modus TIK. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih terdapat tahap-tahap proses akreditasi yang dilakukan secara manual sehingga berimplikasi anggaran yang tidak efisien. Penggunaan TIK pada beberapa tahapan proses akreditasi dapat meningkatkan maka sasaran satuan pendidikan yang diakreditasi dan meminimalkan anggaran yang diperlukan. Disarankan agar Badan Akreditasi Nasional- Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) mereformasi proses akreditasi yang selama ini diterapkan secara lebih efektif dan efisien melalui penggunaan TIK.This analysis was intended to study the possibility of using Information and Communication Technology (ICT) in accreditation process for school/madrasah due to the limitation of budget allocation at the central and local government (APBN/D). The use of ICT is assumed to enable all schools/madrasah be accredited in order to avoid the legal consequencies where students from non-accredited school/madrasah are not allowed to attend competency and national examination. Documentation and related publications were used for this analysis with focuses on budget allocated and stages within the accreditation process. The results revealed that such stages in accreditation process undertaken in manual way which implies inefficiency in budget spending. The use of ICT in stages of accreditation process will reduce the cost and enable more schools/madrasah be accredited. It was recommended that National Accreditation Board for Schools/Madrasah (BAN-S/M) reforms the accreditation process for more effective and efficient by using ICT.Â
本研究的目的是考虑到国家收入和区域预算(APBN/D)的限制,考虑到在学校/伊斯兰学校认证过程中可能使用信息技术(TIK)。假定使用打字机可以完成学院认证,以避免让学习者参加能力测试和国家考试的法律问题。本研究本质上是对文献和其他出版物的分析,重点放在认证过程的各个阶段和各种方法的使用上。分析表明,手工认证过程仍有几个阶段,其中牵涉到效率低下的预算。在认证过程的几个阶段使用打字机可以提高现有教育的目标,减少必要的预算。建议国家认证机构(s - M)通过打字机更有效地应用现有的认证程序。这一分析旨在研究在中央和地方政府(APBN/D)获得获得中等预算限制的使用信息与通信技术的可能性。信息技术的使用使所有学校/学院得以接受,以容纳来自非正规学校/马德拉斯的合法后果,不允许参加军事考试和国家考试。文件和相关的出版被用来对预算中可用的支出和支出进行分析。结果显示,这种种子在预算花钱的过程中以手工方式存在。信息通信处理程序的使用将会减少成本,使更多的学校或学校受到称赞。美国国家学院委员会(the - s - M)建议用信息通信系统更有效、更有效地使用该系统
{"title":"PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PROSES AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH ICT USE FOR ACCREDITATION PROCESS AT SCHOOL/MADRASAH","authors":"H. Hendarman","doi":"10.32550/TEKNODIK.V17I3.564","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V17I3.564","url":null,"abstract":"Kajian ini bertujuan untuk mencermati kemungkinan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses akreditasi sekolah/madrasah dengan mempertimbangkan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D). Penggunaan TIK diasumsikan dapat menuntaskan akreditasi terhadap satuan/madrasah sehingga dapat menghindari masalah hukum berupa tidak diperkenankannya peserta didik untuk mengikuti ujian kompetensi dan ujian nasional. Kajian ini pada dasarnya merupakan analisis dokumentasi dan publikasi lainnya dengan fokus pada anggaran untuk tahapan proses akreditasi serta penggunaan berbagai modus TIK. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih terdapat tahap-tahap proses akreditasi yang dilakukan secara manual sehingga berimplikasi anggaran yang tidak efisien. Penggunaan TIK pada beberapa tahapan proses akreditasi dapat meningkatkan maka sasaran satuan pendidikan yang diakreditasi dan meminimalkan anggaran yang diperlukan. Disarankan agar Badan Akreditasi Nasional- Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) mereformasi proses akreditasi yang selama ini diterapkan secara lebih efektif dan efisien melalui penggunaan TIK.This analysis was intended to study the possibility of using Information and Communication Technology (ICT) in accreditation process for school/madrasah due to the limitation of budget allocation at the central and local government (APBN/D). The use of ICT is assumed to enable all schools/madrasah be accredited in order to avoid the legal consequencies where students from non-accredited school/madrasah are not allowed to attend competency and national examination. Documentation and related publications were used for this analysis with focuses on budget allocated and stages within the accreditation process. The results revealed that such stages in accreditation process undertaken in manual way which implies inefficiency in budget spending. The use of ICT in stages of accreditation process will reduce the cost and enable more schools/madrasah be accredited. It was recommended that National Accreditation Board for Schools/Madrasah (BAN-S/M) reforms the accreditation process for more effective and efficient by using ICT. ","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"69701467","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V0I0.29
Innayah Bpmr
Dongeng merupakan salah satu media pembelajaran alternatif bagi anak-anak. Dongeng adalah bentuk bermain, hal itu dapat membawa sukacita ke dalam kehidupan anak, memenuhi semangat bermain masa kanak-kanak, memberikan anak kekuatan pengamatan yang teliti, memperkuat kekuatan emosi, mengembangkan daya imajinasi, melatih memori, dan wawasan, memperluas dan mengintensifkan hubungan sosial anak. Dongeng anak-anak Nusantara disiarkan oleh Radio Pendidikan (RE) adalah dongeng baik yang dapat memberikan pedoman moral. Isi program ini dirancang agar maknanya dapat diserap oleh pendengar terutama oleh anak-anak karena muatan ceritanya ditekankan pada pendidikan moral, sopan santun, dan menghindari kata-kata dan tindakan yang tidak baik dan tidak mendidik. Karakter moral tersebut diambil dari kurikulum pendidikan karakter yang dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) cerita anak-anak Nusantara disiarkan oleh RE dapat dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan nilai-nilai karakter anak. Hal ini disebabkan bahan yang terkandung dalam cerita rakyat menyampaikan pesan moral, b) Dongeng anak Nusantara disiarkan oleh RE memiliki karakteristik nilai karakter bangsa, c) format dongeng anak nusantara pada RE merupakan format sajian audio yang dirancang semenarik mungkin melalui cerita yang menghibur agar anak merasa senang dan terhibur sehingga dapat merangsang pengembangan karakternya.
{"title":"DONGENG ANAK NUSANTARA RADIO EDUKASI (RE) SEBAGAI MEDIA UNTUK PENANAMAN KARAKTER BANGSA","authors":"Innayah Bpmr","doi":"10.32550/TEKNODIK.V0I0.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V0I0.29","url":null,"abstract":"Dongeng merupakan salah satu media pembelajaran alternatif bagi anak-anak. Dongeng adalah bentuk bermain, hal itu dapat membawa sukacita ke dalam kehidupan anak, memenuhi semangat bermain masa kanak-kanak, memberikan anak kekuatan pengamatan yang teliti, memperkuat kekuatan emosi, mengembangkan daya imajinasi, melatih memori, dan wawasan, memperluas dan mengintensifkan hubungan sosial anak. Dongeng anak-anak Nusantara disiarkan oleh Radio Pendidikan (RE) adalah dongeng baik yang dapat memberikan pedoman moral. Isi program ini dirancang agar maknanya dapat diserap oleh pendengar terutama oleh anak-anak karena muatan ceritanya ditekankan pada pendidikan moral, sopan santun, dan menghindari kata-kata dan tindakan yang tidak baik dan tidak mendidik. Karakter moral tersebut diambil dari kurikulum pendidikan karakter yang dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) cerita anak-anak Nusantara disiarkan oleh RE dapat dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan nilai-nilai karakter anak. Hal ini disebabkan bahan yang terkandung dalam cerita rakyat menyampaikan pesan moral, b) Dongeng anak Nusantara disiarkan oleh RE memiliki karakteristik nilai karakter bangsa, c) format dongeng anak nusantara pada RE merupakan format sajian audio yang dirancang semenarik mungkin melalui cerita yang menghibur agar anak merasa senang dan terhibur sehingga dapat merangsang pengembangan karakternya.","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48883856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V8I14.529
Bambang Sutjipto
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara deskriptif tentang Motivasi Belajar mahasiswa alih program pada jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Manfaat penelitian ini akan menjadi masukan untuk pengembangan kurikulum jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan dalam melaksanakan proses belajar dan lulusan pada jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah Pengembangan Media Pendidikan I ( Uji rxy = 0,606 > r tabel = 0,361 pada taraf signifikansi ï¡Â  = 0,05, n = 30;  Uji t = 4,03 > t tabel = 2,76 pada taraf signifikansi ï¡Â = 0,05 dk = 28). Indeks determinasi = 0,37 atau sebanyak 37% variasi motivasi belajar memberikan kontribusi kepada hasil belajar mahasiswa alih program jurusan Teknologi Pendidikan
{"title":"MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA ALIH PROGRAM PADA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FIP UNJ","authors":"Bambang Sutjipto","doi":"10.32550/TEKNODIK.V8I14.529","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V8I14.529","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara deskriptif tentang Motivasi Belajar mahasiswa alih program pada jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Manfaat penelitian ini akan menjadi masukan untuk pengembangan kurikulum jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan dalam melaksanakan proses belajar dan lulusan pada jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah Pengembangan Media Pendidikan I ( Uji rxy = 0,606 > r tabel = 0,361 pada taraf signifikansi ï¡Â  = 0,05, n = 30;  Uji t = 4,03 > t tabel = 2,76 pada taraf signifikansi ï¡Â = 0,05 dk = 28). Indeks determinasi = 0,37 atau sebanyak 37% variasi motivasi belajar memberikan kontribusi kepada hasil belajar mahasiswa alih program jurusan Teknologi Pendidikan","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42402365","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-06-13DOI: 10.32550/TEKNODIK.V0I0.534
Nur Ibrahim
Perluasan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan merupakan dua permasalahan dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain perkembangan IPTEK telah meciptakan globalisasi dalam berbagai sector yang perlu diwaspadai oleh bangsa Indonesia. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut perlu dikembangkan dan diniati dengan sungguh-sungguh melalui upaya yang inovatif dalam mengaplikasikan berbagai perkembangan IPTEK dalam mengoperasionalkan pendidikan dan pembelajaran. Untuk itu, sudah saatnya untuk mengembangkan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) khususnya internet untuk pembelajaran terutama pada sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Memanfaatkan berbagai macam dan jenis sumber belajar baik berupa modul cetak dan non cetak yang berbasis ICT, memungkinkan perluasan kesempatan belajar yang bermutu bagi penduduk Indonesia yang berusia sekolah dan berkeinginan melanjutkan kembali pendidikan pada perguruan tinggi.
{"title":"ICT UNTUK PENDIDIKAN TERBUKA JARAK JAUH","authors":"Nur Ibrahim","doi":"10.32550/TEKNODIK.V0I0.534","DOIUrl":"https://doi.org/10.32550/TEKNODIK.V0I0.534","url":null,"abstract":"Perluasan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan merupakan dua permasalahan dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain perkembangan IPTEK telah meciptakan globalisasi dalam berbagai sector yang perlu diwaspadai oleh bangsa Indonesia. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut perlu dikembangkan dan diniati dengan sungguh-sungguh melalui upaya yang inovatif dalam mengaplikasikan berbagai perkembangan IPTEK dalam mengoperasionalkan pendidikan dan pembelajaran. Untuk itu, sudah saatnya untuk mengembangkan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) khususnya internet untuk pembelajaran terutama pada sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Memanfaatkan berbagai macam dan jenis sumber belajar baik berupa modul cetak dan non cetak yang berbasis ICT, memungkinkan perluasan kesempatan belajar yang bermutu bagi penduduk Indonesia yang berusia sekolah dan berkeinginan melanjutkan kembali pendidikan pada perguruan tinggi.","PeriodicalId":33229,"journal":{"name":"Jurnal Teknodik","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41841546","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}