Pub Date : 2023-06-28DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.250-259
Nisrina Abidah, D. R. Atmaka
Latar Belakang: Pasien DBD disertai dengan vomiting dan bronkitis memerlukan asuhan gizi yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Virus Dengue menyebabkan inflamasi sehingga menyebabkan munculnya stress metabolik yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Asuhan gizi yang diberikan yaitu diet TKTP untuk mencegah kerusakan jaringan akibat infeksi. Tujuan: Menganalisa Proses Asuhan Gizi Terstandar yang dilakukan pada pasien DBD rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Mertojoso Surabaya. Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data yaitu wawancara dan analisa rekam medis. Hasil: Pasien diberikan diet TKTP dengan kebutuhan energi sebesar 2300 kkal, protein 132 gr, karbohidrat 299 gr, dan lemak 64 gr. Bentuk makanan lunak. Setelah dimonitoring selama tiga hari diketahui terdapat peningkatan nafsu makan yang berlebih ditandai dengan persentase asupan melebihi 110% kebutuhan harian. Asupan tertinggi yaitu lemak karena pasien juga mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit. Kesimpulan: Asupan pasien baik namun cenderung berlebih. Hal tersebut disebabkan oleh adanya konsumsi makanan dari luar rumah sakit. Saran yang diberikan yaitu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk hanya mengkonsumsi makanan dari rumah sakit agar asupan dapat lebih terkontrol. Setelah keluar dari rumah sakit pasien harus lebih menjaga hygiene dan sanitasi kamar asrama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan mengontrol asupan yang dikonsumsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh serta mendapatkan berat badan yang ideal.
{"title":"Asuhan Gizi Klinik pada Pasien Rawat Inap Demam Berdarah Dengue (DBD)+Vomitting+Bronkitis di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya","authors":"Nisrina Abidah, D. R. Atmaka","doi":"10.20473/mgk.v12i1.2023.250-259","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.250-259","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Pasien DBD disertai dengan vomiting dan bronkitis memerlukan asuhan gizi yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Virus Dengue menyebabkan inflamasi sehingga menyebabkan munculnya stress metabolik yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Asuhan gizi yang diberikan yaitu diet TKTP untuk mencegah kerusakan jaringan akibat infeksi.\u0000Tujuan: Menganalisa Proses Asuhan Gizi Terstandar yang dilakukan pada pasien DBD rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Mertojoso Surabaya.\u0000Metode: Jenis penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan data yaitu wawancara dan analisa rekam medis. \u0000Hasil: Pasien diberikan diet TKTP dengan kebutuhan energi sebesar 2300 kkal, protein 132 gr, karbohidrat 299 gr, dan lemak 64 gr. Bentuk makanan lunak. Setelah dimonitoring selama tiga hari diketahui terdapat peningkatan nafsu makan yang berlebih ditandai dengan persentase asupan melebihi 110% kebutuhan harian. Asupan tertinggi yaitu lemak karena pasien juga mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit.\u0000Kesimpulan: Asupan pasien baik namun cenderung berlebih. Hal tersebut disebabkan oleh adanya konsumsi makanan dari luar rumah sakit. Saran yang diberikan yaitu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk hanya mengkonsumsi makanan dari rumah sakit agar asupan dapat lebih terkontrol. Setelah keluar dari rumah sakit pasien harus lebih menjaga hygiene dan sanitasi kamar asrama untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan mengontrol asupan yang dikonsumsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh serta mendapatkan berat badan yang ideal.","PeriodicalId":306707,"journal":{"name":"Media Gizi Kesmas","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125045749","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-28DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.125-133
Dzakiyyatul Fikrah 'Arifah, Trias Mahmudiono
Latar Belakang: Makanan yang aman merupakan salah satu syarat penting suatu makanan dapat dikonsumsi. Rhodamin B merupakan salah satu pewarna sintetis yang memiliki dampak negatif pada kesehatan. Walaupun memiliki dampak negatif pada kesehatan dan telah dilarang penggunaannya, tetapi nyatanya di masyarakat masih ada beberapa temuan terhadap penggunaan Rhodamin B pada pangan. Pengetahuan mengenai bahan tambahan yang boleh dan dilarang penggunaannya pada makanan merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh pedagang karena berkaitan dengan keamanan pangan yang akan berakibat pada kesehatan konsumen. Pengetahuan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan tetapi juga dari faktor lain seperti tingkat ekonomi, dan pengalaman. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, pendapatan, lama berjualan dengan tingkat pengetahuan mengenai Rhodamin B pada pedagang minuman pada aplikasi GoFood dan GrabFood di wilayah Surabaya Timur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Surabaya Timur dan Laboratorium Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga pada bulan Maret hingga Juni 2022. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Besar sampel dicari dengan menggunakan rumus Slovin sehingga besar responden ditemukan sebanyak 68 pedagang dengan besar yang sama pada sampel minuman merah yang diuji. Kuesioner terdiri dari pertanyaan mengenai data karakteristik pedagang dan pertanyaan pengetahuan berjumlah 13 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistic correlation Spearman Rank Test. Hasil: Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir pada tingkatan SMA/MA/SMK/sederajat (64.7%), pendapatan